Anda di halaman 1dari 7

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Asetat anhidrid merupakan senyawa karbon yang memiliki derajat keasaman yang cukup besar atau sering disebut sebagai asam karboksilat senyawa ini

memiliki gugus fungsi karboksil COOH. Asetat anhidrid memiliki rumus molekul C4H6O3 atau (CH3CO)2O dan berbentuk cair. Di Indonesia sendiri asetat anhidrid masih diimpor dari negara luar seperti Australia, Amerika, Italy dan Brazil. Melihat kebutuhan asetat anhydrid di Indonesia yang sangat besar maka perlu didirikan pabrik asetat anhydrid ini di Indonesia dimana Asetat anhidrid biasanya digunakan terutama dalam industri kertas, tekstil, farmasi untuk pembuatan obat aspirin, pembuatan bahan peledak dan dalam industri plastik. Dan dengan adanya pabrik ini diharapkan bisa mengurangi impor dan memacu pertumbuhan industri yang ada di dalam negeri 1.2. Sejarah dan Perkembangan Industri Asetat Anhidrid Ethanoit Anhidrid (IUPAC), lebih dikenal dengan asetat anhidrid, dengan rumus kimia (CH3CO)2O adalah liquid yang tidak berwarna dengan bau menyengat dan pedih di mata. Asetat anhidrid pertama kali dibuat oleh C. Gerhout pada tahun 1852 melalui reaksi antara benzoil klorid dan potasium asetat [1] Selama perang Dunia I, thionilklorid dan sulfurilklorid digunakan untuk memperoduksi anhidrid. Pada tahun 1920-1930 timbul beberapa pemikiran untuk memproduksi asetatanhidrid dengan proses etildinidiaasetat yang merupakan hasil dari reaksi antara asetilen dan asamasetat. Berdasarkan studi reaksi, maka ada 3

proses utama membuat asetatanhidrid yang berdasarkan pada jenis bahan bakunya, yaitu : asamasetat, asetaldehid.[1] Tabel 1.1. Data Impor Asetat Anhidrid di Indonesia Tahun 2004 2005 2006 2007 2008 1.3. Kegunaan Produk Kegunaan asetat anhidrid antara lain digunakan dalam berbagai bidang dan industri, yaitu : [2] a. Industri kertas b. Industri tekstil c. Bidang farmasi, dipakai pada pembutan aspirin d. Industri pembutan bahan peladak e. Industri plastik Jumlah (ton/tahun) 4905.807 6478.654 7073.15 6222.921 13604.99

1.4. Sifat-Sifat Bahan 1.4.1. Bahan baku 1. Metil Asetat

Sifat-sifat fisika : [2] Titik didih (BP) Densitas Visikositas Temperatur kritis (Tc) Tekanan kritis (Pc) Konduktivitas termal (250C) : 56,3 0C : 0,935 g/mL : 0,477 mn.s.m-1 : 233,40 0C : 46,9 0C : 1,53 mj.cm-1.s-1.k-1

Kalor pembakaran :standar ( H0F) : -445,8 kj.mol-1

Sifat-sifat kimia : [3] Mempunyai rumus Kimia C3H6O2 Metil asetat adalah zat cair tak berwarna dengan bau yang menyengat Reaksi Oksidasi : CH2=CH2 + H2O + PdCl2 CH3CHO + 2HCl + Pd Reaksi Karbonilasi : CH3OH + CO CH3CO2H 2. Karbon Monoksida Sifat-sifat fisika : Titik leleh Titik didih
[2]

: -1990C : -191,50C

Konduktivitas termal (200C) : 245 mW m-1 K-1 Konstanta vander walls Temperatur kritis : 0.03948 L.mol-1 : -140,2 0C

Tekanan kritis

: 34,5 atm

Sifat-sifat kimia : [3] Merupakan salah satu penyusun sitesa gas Didapatkan dari kemurnian keriogenik dengan hydrogen Karbon monoksida merupakan bahan baku penting untuk pembuatan methanol dan alcohol dari hidrokarbon selain itu bisa juga untuk pembuatan disosianete dan Rekasi terhadap etanol membentuk etilarrylet CO + HCCH + C2H5OH CH2=CHCOOC2H5 Reaksi terhadap klorin membenttuk toluene diisocyanate 2CO + 2Cl2 2COCl2 2COCl2 + toluene2,4diamine CH3C6H3(NCO)2 + 4HCl Bersifat beracun

1.4.2. Produk Produk adalah berupa asetat anhidrid yang mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : Sifat-sifat fisika : [2] Titik didih Densitas Titik leleh Visikositas Temperatur keritis : 139.63 0C : 1,0820 g/mL : -74.13 0C : 0,907 mN s m-2 : 3330C

Tekanan kritis

: 39,5 atm

Sifat-sifat kimia : [3] Rumus kimia : C4H6O3 Rekasi asetat anhidrit dengan asam peraksetat : CH3CH=O + O2 CH3C(=O)OH CH3C(=O)OH + CH3CH=O CH3C(=O)O(O=)C CH3 + H2O Rekasi asetat anhidrid dengan asam asetat CH3C(=O)OH CH2=C=O + H2O CH2=C=O + CH3C(=O)OH CH3C(=O)O(O=)C CH3 Reaksi asetat anhidrid dengan karbon monoksida CH3C(=O)OCH3 CH3C(=O)O(O=)CCH3 1.5. Penentuan Kapasitas Dalam perencanaan pendirian suatu pabrik dibutuhkan pabrik dibutuhkan suatu predeksi kapasitas agar produksi yang akan dihasilakan dapat memenuhi kebutuhan, terutama kebutuhan dalam negeri. Perkiraan kapasitas pabrik dapat ditentukan menurut nilai konsumsi setiap tahun dengan melihat perkembangan industri dalam kurun waktu berikutnya. Berdasarkan data impor (CH3CO)2O di Indonesia maka rata-rata kenaikan impor dapat dihitung sebagai berikut : Data Impor Asetat Anhidrid di Indonesia Tahun 2004 2005 Jumlah (Kg/tahun) 4905.807 6478.654

2006 2007 2008

7073.15 6222.921 13604.99 F = P (1 + i)n

Dimana : F = Jumlah impor tahun terakhir P = Jumlah impor tahun pertama i = Parameter kenaikan impor tiap tahun n = Jarak tahun Diketahui : P = 16604.99 ton/tahun i = 28.93% n = 2012 - 2008 = 4 Sehingga : F = P (1 + i)4 = 13604.99 (1 + 0.2893)4 = 37593.62 ton/tahun Berdasarkan rata-rata kenaikan impor sebesar 28.93% dan prediksi impor pada tahun 2012 sebesar 37593.62 ton/tahun maka kapasitas pabrik baru dapat diketahui sebagai berikut : Kapasitas pabrik baru = Impor + Ekspor Diketahui : Ekspor tahun 2012 diperkirakan sebesar 40% dari kebutuhan import

Impor dianggap sama dengan kebutuhan yang akan dipenuhi oleh pabrik baru Ekspor = 40% x kebutuhan = 40% x 37593.62 ton/tahun = 15037.45 ton/tahun Kapasitas pabrik baru = Impor + Ekspor = (37593.62 + 15037.45) ton/tahun = 69057674.97 ton/tahun = 52631.07 ton/tahun Jadi kapasitas pabrik asetat anhidrid yang akan didirikan pada tahun 2012 adalah 50.000 ton/tahun