Anda di halaman 1dari 17

Penelitian Deskriptif

Ari Probandari

Referensi
Grimes DA, Schulz KF. Descriptive studies: what they can and cannot do. Lancet 2002; 359:145-149.

Tujuan Pembelajaran
Mengidentifikasi definisi, manfaat dan kelemahan penelitian deskriptif. Menjelaskan ragam penelitian deskriptif.

Definisi Penelitian Deskriptif


A descriptive study is concerned with and designed only to describe the existing distribution of variables, without regard to causal hypothesis.

Definisi Penelitian Deskriptif


Rumusan masalah:
Who What When Where How much/How many

Contoh:
Siapa yang paling banyak menderita TB (laki-laki atau perempuan?, umur berapa? Gejala-gejala apa yang dominan pada penyakit flu burung? Kapan DBD paling banyak terjadi? Dimana malaria banyak dijumpai? Berapa proporsi orang dengan risiko HIV yang mau melakukan tes setelah diberikan konseling?

Apakah ada perlakuan?


TIDAK YA

Penelitian Observasional

Penelitian Eksperimental
Apakah ada randomisasi perlakuan?

Deskriptif
Case report

Analitik
Potong Lintang (cross sectional) Kasus-kontrol
Kohort

YA

TIDAK

Eksperimental Murni

Kuasi Eksperimental Pre test & post test, no control Pre test &post test with control Post test only with control

Case series Potong Lintang (cross sectional) Ekologi

Ragam Penelitian Deskriptif


Cross-sectional (prevalence) studies

Case Report

Case-series report

Surveillance

Ecological correlational studies

Case Report
Seorang klinisi menuliskan hasil observasi pada suatu kasus/suatu asosiasi yang tidak umum, dimana masih memerlukan penyelidikan yang lebih cermat dengan rancangan penelitian lainnya.

Case-series Report
Terdapat beberapa kasus individual dalam satu laporan kasus.

Surveillance
the ongoing systematic collection, analysis and interpretation of health data essential to the planning, implementation, and evaluation of public health practice, closely integrated with the timely dissemination of these data to those who need to know.

Passive surveillance Memakai data yang telah ada, misalnya: akte kematian

Active surveillance Mencari kasus

Cross-sectional (prevalence) studies


Penelitian untuk mendeskripsikan kesehatan sampel dari populasi. Paparan dan efek diukur dalam waktu yang sama * Descriptive cross-sectional study
Mengukur prevalensi

* Analitic cross-sectional study


Mengukur asosiasi antara suatu faktor risiko dengan outcome

Penelitian Potong Lintang


Populasi Pencuplikan Terpapar, Berpenyakit E+ D+ Terpapar, Tak Berpenyakit E+ DTak terpapar, Berpenyakit E- D+ Tak terpapar, Tak berpenyakit E- D-

Analysis:
Pengukuran outcome: point/period prevalence

Descriptive statistic:
Variabel kategorikal: proporsi Variabel kontinyu: rerata, simpang baku, median, range

Statistik analitic:
Prevalence ratio

Ecological correlational studies


Look for associations between exposures and outcomes in populations rather that in individuals. Initial search for hypotheses. Example: death rates from coronary artery disease correlate with per capita sales of cigarettes.

Penggunaan Studi Deskriptif


Trend analysis Planning Clues about cause

Kelemahan Studi Deskriptif


Mis-interpretasi dari hasil studi secara post hoc ergo propter hoc reasoning (after the thing, therefore on account of the thing). Asosiasi yang dihasilkan dari studi deskriptif, tidak boleh semata-mata dianggap sebagai hubungan kausatif