Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Indonesia adalah salah satu negara yang kaya akan kebudayaannya. Salah satunya obyek wisata Candi Borobudur yang juga merupakan salah satu keajaiban dunia. Candi Borobudur merupakan candi terbesar di abad ke-9 yang dibangun oleh Dinasti Syailendra. Candi Borobudur terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi Borobudur mempunyai nilai eksotik yang indah, sehingga banyak wisatawan baik asing maupun lokal mengunjungi Candi Borobudur. Seiring dengan perkembangan waktu dan zaman, keberadaan Candi Borobudur tidak hanya sebagai tempat untuk melaksanakan upacara keagamaan. Namun banyak juga yang datang hanya untuk rekreasi. Dari salah satu artikel, menyebutkan bahwa konsep pembangunan Candi Borobudur menyerupai bunga teratai yang tertelungkup di tengah danau. Candi Borobudur yang merupakan warisan budaya termasuk dalam daftar 7 keajaiban dunia yang ditetapkan oleh UNESCO. Namun, secara mengejutkan diumumkan bahwa Candi Borobudur tidak masuk dalam 7 keajaiban dunia. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya hal tersebut. Oleh karena itu, untuk menumbuhkan kembali kepercayaan warga dunia bahwa Candi Borobudur layak masuk kembali masuk dalam daftar 7 keajaiban dunia. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana Sejarah Candi Borobudur? 2. Dimanakah letak Candi Borobudur? 3. Apakah tujuan dibangunnya Candi Borobudur? 4. Benda Benda Apa Saja Yang Ada Di Candi Borobudur? 5. Bagaimana Peranan Candi Borobudur Bagi Obyek Wisata? 6. Mengapa Candi Borobudur masuk dalam daftar keajaiban dunia? 7. Mengapa Candi Borobudur dicopot title-nya sebagai keajaiban dunia? 8. Bagaimana usaha kita agar predikat tersebut dapat kembali? C. Tujuan Penulisan Tujuan disusunnya makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui sejarah berdirinya dan lokasi Candi Borobudur.

2. Untuk mengetahui latar belakang di dirikannya Candi Borobudur. 3. Untuk mengetahui struktur Candi Borobudur. 4. Mengetahui tujuan didirikannya Candi Borobudur 5. Untuk mengetahui benda-benda yang terdapat dalam Candi borobudur serta peranan Candi Borobudur sebagai objek Wisata. 6. Mengetahui Candi Borobudur sebagai kejaiban dunia. 7. Untuk mengetahui sebab-sebab dicopotnya Candi Borobudur sebagai salah satu keajaiban dunia dn usaha kita agar predikat tersebut dapat kembali. D. Metode Penulisan Penyusun memperoleh materi makalah melalui: Penyusun memperoleh materi melalui sumber-sumber yang berkaitan dengan isi makalah. Penyusun memperoleh materi melalui internet.

BAB II PEMBAHASAN
A. SEJARAH SINGKAT CANDI BOROBUDUR Borobudur dibangun sekitar tahun 800 Masehi atau abad ke-9. Candi Borobudur dibangun oleh para penganut agama Buddha Mahayana pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Candi ini dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra. Pendiri Candi Borobudur yaitu Raja Samaratungga yang berasal dari wangsa atau dinasti Syailendra. Kemungkinan candi ini dibangun sekitar tahun 824 M dan selesai sekitar menjelang tahun 900-an Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang adalah putri dari Samaratungga. Sedangkan arsitek yang berjasa membangun candi ini menurut kisah turun-temurun bernama Gunadharma. Kata Borobudur sendiri berdasarkan bukti tertulis pertama yang ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jendral Britania Raya di Jawa, yang memberi nama candi ini. Tidak ada bukti tertulis yang lebih tua yang memberi nama Borobudur pada candi ini. Satu-satunya dokumen tertua yang menunjukkan keberadaan candi ini adalah kitab Nagarakretagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365. Di kitab tersebut ditulis bahwa candi ini digunakan sebagai tempat meditasi penganut Buddha. Arti nama Borobudur yaitu "biara di perbukitan", yang berasal dari kata "bara" (candi atau biara) dan "beduhur" (perbukitan atau tempat tinggi) dalam bahasa Sansekerta. Karena itu, sesuai dengan arti nama Borobudur, maka tempat ini sejak dahulu digunakan sebagai tempat ibadat penganut Buddha. Candi ini selama berabad-abad tidak lagi digunakan. Kemudian karena letusan gunung berapi, sebagian besar bangunan Candi Borobudur tertutup tanah vulkanik. Selain itu, bangunan juga tertutup berbagai pepohonan dan semak belukar selama berabad-abad. Kemudian bangunan candi ini mulai terlupakan pada zaman Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-15. Pada tahun 1814 saat Inggris menduduki Indonesia, Sir Thomas Stamford Raffles mendengar adanya penemuan benda purbakala berukuran raksasa di desa Bumisegoro daerah Magelang. Karena minatnya yang besar terhadap sejarah Jawa, maka Raffles segera memerintahkan H.C. Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki lokasi penemuan yang saat itu berupa bukit yang dipenuhi semak belukar. Cornelius dibantu oleh sekitar 200 pria menebang pepohonan dan

menyingkirkan semak belukar yang menutupi bangunan raksasa tersebut. Karena mempertimbangkan bangunan yang sudah rapuh dan bisa runtuh, maka Cornelius melaporkan kepada Raffles penemuan tersebut termasuk beberapa gambar. Karena penemuan itu, Raffles mendapat penghargaan sebagai orang yang memulai pemugaran Candi Borobudur dan mendapat perhatian dunia. Pada tahun 1835, seluruh area candi sudah berhasil digali. Candi ini terus dipugar pada masa penjajahan Belanda. B. LOKASI CANDI BOROBUDUR Candi Borobudur terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah. Secara astronomis terletak di 70.361.2811 LS dan 1100.121.1311 BT. Lingkungan geografis Candi Borobudur dikelilingi oleh Gunung Merapi dan Merbabu di sebelah Timur, Gunung Sindoro dan Sumbing di sebelah Utara, dan pegunungan Menoreh di sebelah Selatan, serta terletak di antara Sungai Progo dan Elo. Candi Borobudur didirikan di atas bukit yang telah dimodifikasi, dengan ketinggian 265 dpl. C. TUJUAN DIBANGUNNYA CANDI BOROBUDUR Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Sebagai tempat upacara keagamaan umat Budha yang disebut perayaan waisyak. Setiap tahun pada bulan purnama penuh pada bulan Mei (atau Juni pada tahun kabisat), umat Buddha di Indonesia memperingati Waisak di Candi Borobudur. Waisak diperingati sebagai hari kelahiran, kematian dan saat ketika Siddharta Gautama memperoleh kebijaksanaan tertinggi dengan menjadi Buddha Shakyamuni. Ketiga peristiwa ini disebut sebagai Trisuci Waisak. Upacara Waisak dipusatkan pada tiga buah candi Buddha dengan berjalan dari Candi Mendut ke Candi Pawon dan berakhir di Candi Borobudur. Pada malam Waisak, khususnya saat detik-detik puncak bulan purnama, penganut Buddha berkumpul mengelilingi Borobudur. Pada saat itu, Borobudur dipercayai sebagai tempat berkumpulnya kekuatan supranatural. Menurut kepercayaan, pada saat Waisak, Buddha akan muncul secara kelihatan pada puncak gunung di bagian selatan.

Borobudur menjadi obyek wisata yang menarik banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

D. BENDA-BENDA YANG TERDAPAT DI CANDI BOROBUDUR a. Uraian Bangunan Candi Borobudur Candi Borobudur di bangun mengunakan batu Adhesit sebanyak 55.000 M3 bangunan Candi Borobudur berbentuk limas yang berundak undak dengan tangga naik pada ke 4 sisinya ( Utara, selatan, Timur Dan Barat ) pada Candi Borobudur tidak ada ruangan di mana orang tak bisa masuk melainkan bisa naik ke atas saja. Lebar bangunan Candi Borobudur 123 M Panjang bangunan Candi Borobudur 123 M Pada sudut yang membelok 113 M Dan tinggi bangunan Candi Borobudur 30.5 M Pada kaki yang asli di di tutup oleh batu Adhesit sebanyak 12.750 M3 sebagai selasar undaknya. Candi Borobudur merupakan tiruan dari kehidupan pada alam semesta yang terbagi ke dalam tiga bagian besar di antaranya : 1. Kamadhatu: Sama dengan alam bawah atau dunia hasrat dalam dunia ini manusia terikat pada hasrat bahkan di kusai oleh hasrat kemauan dan hawa nafsu, Relief relief ini terdapat pada bagian kaki candi asli yang menggambarkan adegan adegan Karmawibangga ialah yang melukiskan hukum sebab akibat. 2. Rupadhatu: Sama dengan alam semesta antara dunia rupa dalam hal manusia telah meninggalkan segala urusan keduniawian dan meninggalkan hasrat dan kemauan bagian ini terdapat pada lorong satu sampai lorong empat 3. Arupadhatu: Sama dengan alam atas atau dunia tanpa rupa yaitu tempat para dewa bagian ini terdapat pada teras bundar ingkat I, II, dan III beserta Stupa Induk. b. Patung Di dalam bangunan Budha terdapat patung patung Budha berjumlah 504 buah diantaranya sebagai berikut: Patung Budha yang terdapat pada relung relung : 432 Buah Sedangkan pada teras teras I, II, III berjumlah : 72 Buah

Jumlah : 504 Buah Agar lebih jelas susunan susunan patung Budha pada Budha sebagai berikut: 1. Langkah I Teradapat : 104 Patung Budha 2. Langkah II Terdapat : 104 Patung Budha 3. Langkah III Terdapat : 88 Patung Budha 4. Langkah IV Terdapat : 22 Patung Budha 5. Langkah V Terdapat : 64 Patung Budha 6. Teras Bundar I Terdapat : 32 Patung Budha 7. Teras Bundar II Terdapat : 24 Patung Budha 8. Teras Bundar III Terdapat : 16 Patung Budha Jumlah : 504 Patung Budha Sekilas patung Budha itu tampak serupa semuanya namun sesunguhnya ada juga perbedaannya perbedaan yang sangat jelas dan juga yang membedakan satu sama lainya adalah dalam sikap tangannyayang di sebut Mudra dan merupakan ciri khas untuk setiap patung sikap tangan patung Budha di Candi Borobudur ada 6 macam hanya saja karena macam oleh karena macam mudra yang di miliki menghadap semua arah (Timur Selatan Barat dan Utara) pada bagian rupadhatu langkah V maupun pada bagian arupadhatu pada umumnya menggambarkan maksud yang sama maka jumlah mudra yang pokok ada 5 kelima mudra it adalah Bhumispara Mudra Wara Mudra, Dhayana Mudra, Abhaya Mudra, Dharma Cakra Mudra. c. Patung Singa Pada Candi Borobudur selain patung Budha juga terdapat patung singa jumlah patung singa seharusnya tidak kurang dari 32 buah akan tetapi bila di hitung sekarang jumlahnya berkurang karena berbagai sebab satu satunya patung singa besar berada pada halaman sisi Barat yang juga menghadap ke barat seolah olah sedang menjaga bangunan Candi Borobudur yang megah dan anggun. d. Stupa - Stupa Induk Berukuran lebih besar dari stupa stupa lainya dan terletak di tengah tengah paling atas yang merupakan mhkota dari seluruh monumen bangunan Candi Borobudur, garis tengah Stupa induk + 9.90 M puncak yang tertinggi disebut pinakel / Yasti Cikkara, terletak di atas Padmaganda dan juga trletak di garis Harmika. - Stupa Berlubang / Terawang

Yang dimaksud stupa berlubang atau terawang ialah Stupa yang terdapat pada teras I, II, III di mana di dalamnya terdapat patung Budha.Di Candi Borobudur jumlah stupa berlubang seluruhnya 72 Buah, stupa stupa tersebut berada pada tingkat Arupadhatu Teras I terdapat 32 Stupa Teras II terdapat 24 Stupa Teras III terdapat 16 Stupa Jumlah 72 Stupa - Stupa kecil Stupa kecil berbentuk hampir sama dengan stupa yang lainya hanya saja perbedaannya yang menojol adalah ukurannya yang lebih kecil dari stupa yang lainya, seolah olah menjadi hiasan bangunan Candi Borobudur keberadaanstupa ini menempati relung relung pada langkah ke II saampai langkah ke V sedangkan pada langkah I berupa Keben dan sebagian berupa Stupa kecil jumlah stupa kecil ada 1472 Buah. e. Relief Relief Karmawibhangga bagian yang terlihat sekarang ini tidaklah sebagaimana bangunan aslinya karena alasan teknis maupun yang lainya maka candi di buatkan batu tambahan sebagai penutup Relief Karmawibhanga yang terdapat pada bagian Kamadhatu berjumlah 160 buah pigura yang secara jelas menggambarkan tentang hawa nafsu dan kenikmatan serta akibat perbuatan dosa dan juga hukuman yang di terima tetapi ada juga perbuatan baik serta pahalanya. Yang diperlihatkan pada relief relief itu antara lain: Gambaran mengenai mulut mulut yang usil orang yang suka mabuk mabukan perbuatan perbuatan lain yang mengakibatkan suatu dosa. Perbuatan terpuji, gambaran mengenai orang yang suka menolong Ziarah ke tempat suci bermurah hati kepada sesama dan lain lain yang mengakibatkan orang mendapat ketentraman hidup dan dapat pahala. E. PERANAN CANDI BOROBUDUR SEBAGAI OBYEK WISATA Peranan Candi Borobudur sebagai obyek wisata antara lain: Bagi masyarakat sekitar: Dengan adanya kunjungan wisatawan baik dari lokal maupun mancanegara dapat mendatangkan keuntungan bagi masyarakat sekitarnya. Seperti adanya

penjual-penjual souvenir, membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar seperti menjadi guide bagi para wisatawan, adanya tempat penginapan. Bagi negara Indonesia Dapat mendatangkan devisa, memperkenalkan kepada dunia internasional baha Indonesia kaya akan wrisan budaya dari para leluhur bangsa, kebanggaan tersendiri sebagai Bangsa Indonesia karena talah mempunyai salah satu keajaiban dunia sehingga mempunyai asa tanggung jawab untuk menjaganya. Bagi para wisatwan baik lokal maupun mancanegara Para wisatawan mendapatkan ilmu pengetahuan mengenai Candi Borobudur juga menikmati panorama yang disuguhkan dikawasan wisata Candi Borobudur serta menyaksikan keindahan serta kemegahan Candi Borobudur apabila menjelajahi secara lebih mendalam sejarah eksotis candi tua yang telah berumur ratusan tahun tesebut. Keeradaan dari kemegahan relief-relief bangunan yang melatari keberadaan candi yang masih belum ditemukan tandingannya. F. CANDI BOROBUDUR DALAM DAFTAR KEAJAIBAN DUNIA Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1956, pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO untuk meneliti kerusakan Borobudur. Lalu pada tahun 1963, keluar keputusan resmi pemerintah Indonesia untuk melakukan pemugaran Candi Borobudur dengan bantuan dari UNESCO. Namun pemugaran ini baru benar-benar mulai dilakukan pada tanggal 10 Agustus 1973. Proses pemugaran baru selesai pada tahun 1984. Sejak tahun 1991, Candi Borobudur ditetapkan sebagai World Heritage Site atau Warisan Dunia oleh UNESCO. Pemugaran Candi Borobudur di mulai tanggal 10 Agustus 1973 sampai dengan tahun 1983. Prasati dimulainya pekerjaan pemugaran Candi Borobudur terletak di sebelah Barat Laut Menghadap ke timur karyawan pemugaran tidak kurang dari 600 orang. Secara garis besar, renovasi ini meliputi : Pembongkaran seluruh bagian Rupadhatu, yaitu lima tingkat segi empat di atas kaki candi yang meliputi 1.000.000 buah atau 29.000 meter kubik lebih batu potongan. Pembersihan dan pengawetan batu-batu kulit 170.000 potong atau sekitar 6000 meter kubik.

Pemasangan pondasi beton bertulang sebanyak 4000 meter kubik pada tiap tingkat untuk mendukung candi diengkapi saluran-saluran air di dalam konstruksinya. Penyusunan kembali batu-batu kulit yang sudah dbersihkan dari mikroorganisme pada tempat semula. Dengan selesainya pemugaran ini diharapkan Candi Borobudur dapat

bertahan 1000 tahun lagi. G. SEBAB-SEBAB DICOPOTNYA CANDI BOROBUDUR DARI DAFTAR KEAJAIBAN DUNIA Borobudur menjadi kandidat tujuh keajaiban dunia, candi peninggalan Dinasti Syailendra diantara aliran Kai Elo dengan Progo yang dibangun dari tatanan sekitar dua juta batu itu memang ajaib. Badan PBB untu Kebudayaan, UNESCO, telah menyatakan bahwa Candi Borobudur sebagai warisan dunia yang syaratnya antara lain menyangkut tingkat arsitektur dan teknologi, serta memiliki nilai sejarah, namun beberapa waktu lalu Borobudur tidak termasuk tujuh keajaiban dunia. Hal tersebut disebabkan ole beberapa hal, seperti : 1. Keamanan di sekitar candi yang kurang terjaga, seperti pencopetan yang kerap kali terjadi pada para wisatawan. 2. Kenyamanan dan kebersihan Candi Borobudur juga terlihat kurang. Banyak coretan di dinding candi dan sampah berserakan di areal candi. 3. Di kawasan Candi Borobudur banyak pedagang yang menawarkan barang dagangan secara paksa dan mengganggu kenyamanan pengunjung. 4. Kondisi candi banyak yang rusak, yang disebabkan struktur batu candi yang sudah lapuk termakan usia dan akibat gempa Yogjakarta di tahun 2006. H. USAHA DALAM MENJAGA, MELESTARIKAN, dan MEMPERBAIKI CITRA CANDI BOROBUDUR Penyelamatan Semenjak Candi Borobudur di temukan dimulailah usaha perbaikan dan pemugaran kembali bangunan Candi Borobudur mula mula hanya dilakukan secara kecil kecilan serta pembuatan gambar gambar dan photo photo reliefnya. Pemugaran Candi Borobudur yang pertam kali di adakan pada tahun 1907 M 1911 M di bawah pimpinan Th Van erf dengan maksudnya adalah untuk menghindari kerusakan kerusakan yang lebih besar lagi dari bangunan

Candi Borobudur walaupun banyak bagian tembok atau dinding dinding terutam tingkat tiga dari bawah sebelah Barat Laut, Utara dan Timur Laut yang masih tampak miring dan sangat mengkhawatirkan bagi para pengunjungmaupun bangunannya sendiri namun pekerjaan Van Erp tersebut untuk sementara Candi Borobudur dapat dsi selamatkan dari kerusakan yang lebih besar. Mengenai gapura gapura hanya beberapa saja yang telah di kerjakan masa itu telah mengembalikan kejayaan masa silam, namun juga perlu di sadari bahwa tahun tahun yang di lalui borobudur selama tersembunyi di semak semak secara tidak langsung telah menutupi adan melindungi dari cuaca buruk yang mungkin dapat merusak bangunan Candi Borobudur, Van Erp berpendapat miring dan meleseknya dinding dinding dari bangunan itu tidak sangat membahayakan bangunan itu, Pendapat itu sampai 50 tahun kemudian memang tidak salah akan tetapi sejak tahun 1960 M pendapat Tn Vanerf itu mulai di ragukan dan di khawatirkan akan ada kerusakan yang lebih parah Monitoring Candi Borobudur setelah selesai dipugar tidak berarti selesai sudah perawatan terhadap candi tersebut. Tidak ada jaminan kalau Candi Borobudur terbebas dari proses kerusakan dan pelapukan. Oleh karena itu kantor Balai Studi dan Konservasi Borobudur selalu melakukan monitoring dan evaluasi secara berkesinambungan. Misalnya monitoring melalui kegiatan observasi pertumbuhan mikroorganisme, observasi stabilitas batu candi, evaluasi struktur candi dan buki, observasi geohydrologi, observasi sistem drainase, analisis mengenai dampak lingkungan, dan lain-lain. Perlindungan Usaha perlindungan dilakukan dengan membuat mintakat (zoning) pada situs Candi Borobudur yaitu: 1. Zone I Area suci, untuk perlindungan monumen dan lingkungan arkeologis (radius 200 m) 2. Zone II Zona taman wisata arkeologi, untuk menyediakan fasilitas taman dan perlindungan lingkungan sejarah (radius 500 m) 3. Zone III Zona penggunaan tanah dengan aturan khusus, untuk mengontrol pengembangan daerah di sekitar taman wisata (radius 2 km) 4. Zone IV Zona Perlindungan daerah bersejarah, untuk perawatan dan pencegahan kerusakan daerah sejarah (radius 5 km) 5. Zone V Zona taman arkeologi nasional, untuk survei arkeologi pada daerah

10

yang luas dan pencegahan kerusakan monumen yang masih terpendam (radius 10 km) 6. Zona I dan zona II dimiliki oleh pemerintah. Zona I dikelola oleh Balai Studi dan Konservasi Borobudur, zona II dikelola oleh PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko. Pada zona II juga tersedia fasilitas turis : parkir mobil, loket tiket, pusat informasi, museum, kios-kios, dan lainlain. Zona III, IV, dan V dimiliki oleh masyarakat, tetapi pemanfaatannya dikontrol oleh pemerintah daerah. Sebagai warga negara hendaknyakita juga harus menjaga, meestarik, dan memepertahankan keadaan lingkngan sekitar candi dengan cara : 1. Tidak membuang sampah di sembarang tempat. 2. Tidak mencoret-coret relief candi. 3. Tidak melakukan hal-hal yang merugikan pengunjung seperti melakukan tindak kriminal ( mencopet ). 4. Melakukan aktivitas jual beli secara tertib yaitu tidak memaksakan pengunjung untuk membeli barang yang di jual. 5. Mematuhi tata tertib yang ada.

11

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan Dari data diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Candi Borobudur merupakan candi terbesar pada abad ke-9 dan merupakan peninggalan dari Dinasti Syailendra. Candi Borobudur terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sejalan dengan perkembangan zaman, Candi Borobudur tidak hanya digunakan sebagai tempat upacara keagamaan. Namun, juga dibuka untuk umum sebagai objek wisata yang dapat dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun asing. Didalam candi terdapat beberapa benda seperti relief, arca, dan stupa. Sebagai situs kebudayaan dan ilmu pengetahuan sehingga Candi Borobudur masuk dalam daftar 7 keajaiban dunia. Namun, seperti yang kita ketahui bahwa sekarang ini Candi Borobudur tidak termasuk 7 keajaiban dunia. Oleh karena itu, sebagai penerus bangsa sebaiknya tetap mempertahankan, melestarikan, menjaga, dan berupaya agar Candi Borobudur kembali diakui oleh dunia. B. Saran Saran Dari pembuatan karya tulis ini penyusun akan menyajikan beberapa saran diantaranya: 1. Kita sebagai generasi muda harus menadi generasi penerus bangsa dengan cara giat belajar dan berlatih supaya menjadi siswa siswi yang terampil dan bertaqwa. 2. Kita sebagai warga negara harus menjaga dan melestarikan budaya bangsa dengan memelihara tempat tempat bersejarah sebagai peninggalan nenek moyang kita. 3. Penulis berharap dengan berkembangnya kebudayaan barat di harapkan pada rekan generasi muda mampu memilih dan menilia budaya yang masuk dan berusaha mempertahankan kebudayaan bangsa sendiri.

12

DAFTAR PUSTAKA 1. MoerTjipto, 1993, Borobudur, Pawon Dan Mendut, Yogyakarta : Kanius. 2. Soediman, 1980, Borobudur Salah Satu Keajaiban Dunia, Yogyakarta : Gramedia. 3. Tnunay, Tontje, dkk, 1996, Potensi Wisata Jawa Tengah Berwawasan Lingkungan, Yogyakarta : CV.SAHABAT Klaten. 4. www.google.com 5. www.walubi.or.id 6. www.wikipedia.com

13