Anda di halaman 1dari 1

Direksi

Komisaris Peraturan IX.E.2

BAPEPAM dan LK Transaksi Material Transaksi PT Adikarya Gemilang

: Anggota Direksi Perseroan yang masih menjabat saat Keterbukaan Infomasi ini dibuat. : Anggota Komisaris Perseroan yang sedang menjabat saat Keterbukaan Infomasi ini dibuat. : Peraturan BAPEPAM No.IX.E.2 Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM No.Kep-413/BL/2009 tanggal 25Nopembe 2009, tentang transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama. : Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan sebagaimana dimaksud dalam UU Pasar Modal : sebagaimana didefinisikan pada peraturan No.IX.E.2 : Rencana Investasi Pembangunan Pabrik Gula Rafinasi di Way Lunik, Propinsi Lampung : Anak Perusahaan PT Tunas Baru Lampung Tbk yang dimiliki secara langsung sebesar 99,75%

DEFINISI

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT TUNAS BARU LAMPUNG Tbk TENTANG PERUBAHAN KEGIATAN USAHA UTAMA TERKAIT DENGAN RENCANA INVESTASI PABRIK GULA RAFINASI
Dalam rangka memenuhi Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) No.IX.E2 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama lampiran keputusan Ketua Bapepam dan LK no.Kep-413/BL/2009 tanggal 25 November 2009 (Peraturan No. IX.E2). INFORMASI SEBAGAIMANA TERCANTUM DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI PENTING UNTUK DIBACA DAN DIPERHATIKAN OLEH PARA PEMEGANG SAHAM PT TUNAS BARU LAMPUNG Tbk (PERSEROAN) UNTUK MENGAMBIL KEPUTUSAN SEHUBUNGAN DENGAN PERUBAHAN KEGIATAN USAHA UTAMA TERKAIT RENCANA INVESTASI PABRIK GULA RAFINASI. Jika Anda mengalami kesulitan untuk memahami informasi sebagaimana tercantum dalam Keterbukaan Informasi ini atau ragu-ragu dalam mengambil keputusan, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan perantara pedagang efek, manajer investasi, penasihat hukum, akuntan publik atau penasihat profesional lainnya.

PERBANDINGAN ARUS KAS Arus kas diperoleh setelah melakukan pengembangan usaha oleh Perseroan lebih baik dibandingkan dengan sebelum melakukan pengembangan usaha, terutama dari penerimaan dari arus operasional, dimana adanya penambahan kas operasional dari aktivitas pabrik gula yang akan dibangun. 1. Arus Kas Perusahaan Sebelum Pengembangan Usaha (Rp. 000,-)
URAIAN DARI AKTIVITAS OPERASIONAL Penerimaan dari Pelanggan Pembayaran kepada Suplier Pembayaran Bunga Harga Pokok Produksi Biaya Penjualan Biaya Umum dan Administrasi Pembayaran Pajak DARI AKTIVITAS INVESTASI DARI AKTIVITAS PENDANAAN KENAIKAN (PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN Juli-Des 2011 2012 2013 TAHUN 2014 2015

2.317.579.713

4.808.098.710

5.501.673.517

6.054.084.217

6.659.715.147

(1.234.143.375) (2.965.136.149) (2.711.320.567) (2.807.199.832) (2.947.610.615) 0 0 0 0 0 (198.585.802) (490.471.580) (436.914.693) (458.810.685) (481.755.671) (203.901.359) (446.934.280) (491.985.172) (541.368.371) (595.509.959) (108.142.521) (146.265.374) 426.541.282 0 0 0 426.541.282 319.615.018 319.615.018 Jan-Juni 2011 746.156.300 Juli-Des 2011 (227.099.294) (358.294.965) 320.162.441 0 0 320.162.441 746.156.300 1.066.318.742 (238.454.258) (434.486.767) 1.188.512.059 0 0 1.188.512.059 1.066.318.742 2.254.830.801 (250.376.971) (519.867.734) 1.476.460.624 0 0 1.476.460.624 2.254.830.801 3.731.291.425 (262.895.820) (617.416.267) 1.754.526.815 0 0 1.754.526.815 3.731.291.425 5.485.818.240

Informasi kepada pemegang saham ini dibuat untuk kepentingan para pemegang saham Perseroan agar para pemegang saham mendapatkan informasi secara lengkap mengenai rencana Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama yang pelaksanaannya mengikuti Peraturan Bapepam No.IX.E.2 sebagaimana dimaksud dalam butir 2.a Peraturan No.IX.E.2 , yaitu transaksi dengan nilai transaksi 20% sampai dengan 50% dari Ekuitas Perseroan, tentang : = Rencana Perubahan Kegiatan Usaha Utama Perseroan untuk melakukan Investasi Pabrik gula rafinasi di Way Lunik Lampung melalui Anak Perusahaan Perseroan yaitu PT Adi Karya Gemilang. ( Selanjutnya di sebut AKG) Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan akan menyelenggarakan RUPSLB pada hari Kamis, tanggal 24 November 2011 untuk memperoleh persetujuan para pemegang saham PT Tunas Baru Lampung Tbk atas rencana transaksi Perseroan tersebut. Dalam rangka melaksanakan Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk pihak-pihak independen sebagai berikut : = Kantor Jasa Penilai Publik Dudung Hamidi sebagai pihak independen yang melakukan studi kelayakan dan yang memberikan pendapat atas kewajaran Transaksi untuk kepentingan pada pemegang saham Perseroan dengan surat penunjukan dari Perseroan no. 071/TBL/HR/VIII/2011. = Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto yang melakukan review atas Laporan Keuangan Interim Konsolidasian per 30 Juni 2011terhadap Perseroan, dengan surat penunjukan dari Perseroan no. 060A/TBL/HR/VIII/2011. Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha Utama Perseroan untuk melakukan Investasi Pabrik gula rafinasi di Way Lunik Lampung melalui Anak Perusahaan Perseroan yaitu AKG yang dimaksud adalah merupakan Transaksi Material sebagaimana Peraturan Bapepam no.IX.E.2 namun bukan merupakan Transaksi afiliasi ataupun transaksi yang mempunyai benturan kepentingan dilihat dari sisi anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama Perseroan, maupun pihak terafiliasi dari Perseroan atau afiliasi dari anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris atau pemegang saham utama Perseroan, demikian pula tidak terdapat perbedaan antara kepentingan ekonomis Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris atau pemegang saham utama yang dapat merugikan Perseroan. Oleh karenanya Transaksi ini bukan merupakan transaksi Afiliasi maupun transaksi dengan benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bapepam IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi tertentu. A. TRANSAKSI 1. Alasan dan Latar Belakang Indonesia sebagai produsen gula memiliki 61 pabrik gula kristal putih berbahan baku tebu dengan kapasitas sekitar 200 ribu ton tebu per hari (TTH) dan 8 pabrik gula rafinasi berbahan baku gula mentah (raw sugar) dengan kapasitas sekitar 2 juta ton per tahun. Produksi gula Indonesia tahun 2008 mencapai hampir 2,7 juta ton yang berarti terjadi peningkatan yang cukup besar dibandingkan produksi tahun 2007 sebesar 2,4 juta ton. Pada tahun tahun 2010 kebutuhan gula diproyeksikan sebesar 4,8 juta ton, sedangkan produksi hanya sekitar 2,2 juta ton, sehingga jika tidak dilakukan usaha peningkatan produksi gula secara sistematis, kekurangan gula nasional terus akan terjadi. Dengan pertimbangan tersebut, pemerintah mencanangkan program swasembada gula konsumsi harus dapat dicapai pada tahun 2014. Melihat peluang ini Perseroan melalui Anak Perusahaan Perseroan yaitu AKG merencanakan untuk merealisasikan pembangunan Pabrik Gula Rafinasi dengan kapasitas 600 ton/hari di Provinsi Lampung untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut. 2. Manfaat Transaksi Dengan dilakukannya investasi di Pabrik Gula Rafinasi dengan kapasistas 600 ton / hari di Way Lunik Lampung ini maka Perseroan dapat meningkatkan Pendapatan Perseroan di masa yang akan datang. 3. Uraian Singkat Mengenai Transaksi a. Obyek Obyek dari transaksi adalah Rencana Investasi Pabrik Gula Rafinasi dengan kapasitas 600 ton/hari di Way Lunik, Propinsi Lampung. b. Nilai Transaksi Nilai transaksi adalah sebagai berikut : Biaya Investasi : Rp 482.250.187.985, Bunga dalam masa pengembangan : Rp 29.182.437.944, Total nilai Transaksi : Rp 511.432.625.929, (Lima Ratus Sebelas Milyar Empat Ratus Tiga Puluh Dua Juta Enam Ratus Dua Puluh Lima Ribu Sembilan Ratus Dua Puluh Sembilan Rupiah) c. Sumber Pendanaan Untuk membiayai transaksi ini AKG akan menggunakan 65% dari total nilai transaksi dari pinjaman bank dan 35% dari Kas internal Perusahaan. d. Pihak pihak Yang Terlibat Dalam Transaksi (i) PT Adikarya Gemilang PT Adikarya Gemilang (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta No. 269 tanggal 20 Maret 1995 dari Aswin Ginting, S.H, notaris pengganti dari Richardus Nangkih Sinulingga , S.H, notaris di Jakarta, yang diubah dengan Akta No. 70 tanggal 3 September 1996 dari Richardus Nangkih Sinulingga, S.H, notaris di Jakarta. Akta pendirian dan perubahannya telah disah oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. C2-1011.HT.01.01.TH.98 tanggal 20 Februari 1998,Serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.44 tanggal 1 Juni 1999, Tambahan No. 3198. AKG telah di daftarkan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kotamadya Jakarta Selatan no.3794/BH.09.03/I/99 dengan no.TDP 09031624684. Saat ini AKG bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit dan nenas. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa Kali perubahan, terakhir dengan Akta No.45 tanggal 30 September 2010 dari Inggraini Yamin, S.H., notaris di Jakarta mengenai peningkatan Modal Dasar AKG, telah disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM dalam surat Keputusan no. AHU-60570.AH.01.02.Tahun 2010 tanggal 29 Desember 2010. Berdasarkan Risalah Rapat PT Adikarya Gemilang, Akta No. 23 tanggal 9 Mei 2008 dari Notaris Inggraini Yamin SH, notaris di Jakarta, Susunan Pengurus dan Pengawasan AKG adalah sebagai berikut : Dewan Komisaris : Presiden Komisaris : Santoso Winata Komisaris : Oey Albert Direksi : Presiden Direktur : Widarto Wakil Presiden Direktur : Sudarmo Tasmin Direktur : Djunaidi Nur : Winoto Prajitno AKG merupakan Anak Perusahaan Perseroan yang dimiliki secara langsung sebesar 99,75%. Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham AKG, sbb :
Pemegang Saham Modal Dasar Modal ditempatkan dan Disetor Penuh PT Tunas Baru Lampung Tbk Widarto Santoso Winata Total Jumlah Lembar Rp % 1.000.000 100.000.000.000 997.500 99.750.000.000 99.75% 1.250 125.000.000 0.125% 1.250 125.000.000 0.125% 1.000.000 100.000.000.000 100.00%

I. PENDAHULUAN

Kegiatan Usaha: Bergerak dalam bidang industri minyak goreng serta produk turunan kelapa sawit yang terpadu dengan memiliki perkebunan kelapa sawit sebagai penunjang industri Berkedudukan di Jakarta, Indonesia Kantor Pusat Wisma Budi Lantai 8-9 Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C 6 Jakarta 12940 Telepon: (62) (21) 521-3383 (hunting) Fax: (62) (21) 521-3332 Email: cs@tunasbarulampung.com Kantor Cabang Jl. Ikan Bawal No.1A Pesawahan Teluk Betung Bandar Lampung 35223 Telepon: (0721) 486122 Fax: (0721) 486754, 482683

PT TUNAS BARU LAMPUNG Tbk (Perseroan)

2.

Arus Kas Perusahaan Setelah Pengembangan Usaha (Rp. 000,-)


URAIAN 2012 2013 TAHUN 2014 2015

DARI AKTIVITAS OPERASIONAL Penerimaan dari Pelanggan Pembayaran kepada Suplier Pembayaran Bunga Harga Pokok Produksi Biaya Penjualan Biaya Umum dan Administrasi Pembayaran Pajak DARI AKTIVITAS INVESTASI DARI AKTIVITAS PENDANAAN KENAIKAN (PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN

2.126.106.335

5.167.872.087

6.750.893.017

7.663.315.267

8.583.139.839

(1.234.143.375) (3.010.428.540) (3.557.795.978) (3.815.447.646) (4.121.712.291) 0 (46.812.039) (101.761.366) (95.261.366) (86.323.866) (198.585.802) (498.515.049) (586.508.911) (624.265.791) (675.222.840) (203.901.359) (463.227.359) (611.440.593) (686.298.020) (768.540.774) (108.142.521) (146.265.374) 235.067.905 (346.631.756) 225.310.641 0 113.746.790 319.615.018 319.615.018 433.361.808 (227.099.294) (378.211.547) 543.578.259 (135.618.432) 576.219.098 984.178.925 433.361.808 1.417.540.733 (238.454.258) (440.502.231) 1.214.429.679 0 (79.182.438) 1.135.247.241 1.417.540.733 2.552.787.974 (250.376.971) (562.735.182) 1.628.930.291 0 (50.000.000) 1.578.930.291 2.552.787.974 4.131.718.265 (262.895.820) (686.325.697) 1.982.118.551 0 (100.000.000) 1.882.118.551 4.131.718.265 6.013.836.816

II. KETERANGAN MENGENAI TRANSAKSI

DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI PERSEROAN, BAIK SECARA SENDIRISENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KELENGKAPAN DAN KEBENARAN SEMUA INFORMASI SEBAGAIMANA DIMUAT DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI DAN SETELAH MENGADAKAN PENELITIAN DAN PEMERIKSAAN YANG CUKUP, DAN SEPANJANG YANG DIKETAHUI DAN DIYAKINI MEREKA, MENEGASKAN BAHWA INFORMASI YANG DIMUAT DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI ADALAH BENAR DAN TIDAK TERDAPAT FAKTA MATERIAL LAINNYA YANG TIDAK DIUNGKAPKAN ATAU DIHILANGKAN SEHINGGA MENYEBABKAN INFORMASI SEBAGAIMANA TERCANTUM DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI MENJADI TIDAK BENAR DAN/ATAU MEMBERIKAN PENGERTIAN YANG MENYESATKAN. Rencana Transaksi sebagaimana dimaksud dalam iklan pengumuman ini akan dimintakan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan (RUPSLB) akan diselenggarakan pada hari Kamis tanggal 24 November 2011 pukul 10.00 WIB bertempat di Four Season hotel, Ruang Prada, Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Sehubungan dengan rencana penyelenggaraan RUPSLB tersebut, Perseroan telah melakukan iklan Pemberitahuan mengenai akan dilakukannya pemanggilan RUPSLB dan iklan keterbukaan informasi dalam 2 (dua) surat kabar harian berbahasa Indonesia pada tanggal 25 Oktober 2011, yaitu pada surat Kabar Harian Media Indonesia dan surat kabar Harian Neraca dan pemanggilan untuk RUPSLB ini telah dilakukan pada surat kabar yang sama yang keduanya terbit pada tanggal 9 November 2011. Apabila Pemegang Saham Perseroan tidak dapat menghadiri RUPSLB tersebut, maka Pemegang Saham dapat menunjuk kuasa dengan mengisi dan mengembalikan Surat Kuasa sesuai dengan petunjuk yang terdapat di dalamnya kepada Direksi Perseroan di Wisma Budi Lt. 8-9, Jl.H.R.Rasuna Said Kav. C-6, Jakarta, selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja sebelum tanggal pelaksanaan RUPSLB tersebut.
C. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING Tabel di bawah ini merupakan ringkasan dari data keuangan Konsolidasian penting Perseroan untuk tahun/periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 yang telah diaudit dan periode 30 Juni 2011 yang telah di review oleh Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto, sebagai berikut :
Dalam Ribuan Rupiah Neraca Direview 30 Juni 2011 Diaudit 31 Desember 31 Desember 2010 2009

PERBANDINGAN NERACA Setelah melakukan pengembangan usaha Perseroan mengalami peningkatan yang cukup besar baik asset lancar maupun asset tidak lancar. Penambahan asset terutama pada kas, piutang usaha, persediaan dan asset tetap. 1. Neraca Perusahaan Sebelum Pengembangan Usaha (Rp. 000,-)
URAIAN AKTIVA LANCAR AKTIVA TIDAK LANCAR TOTAL AKTIVA KEWAJIBAN LANCAR KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Total Kewajiban HAK MINORITAS EKUITAS TOTAL KEWAJIBAN EKUITAS Juni 2011 1.686.821.064 2.133.809.460 3.820.630.524 1.519.259.401 771.142.314 2.290.398.715 8.854.509 1.521.377.300 3.820.630.524 Desember 2011 2.115.460.240 2.129.707.243 4.245.167.483 1.504.997.240 771.142.314 2.276.139.554 8.940.260 1.960.087.670 4.245.167.483 2012 3.248.373.454 2.119.439.626 5.367.813.080 1.552.757.942 771.142.314 2.323.900.256 9.015.298 3.034.897.527 5.367.813.080 TAHUN 2013 2014 2015 4.534.986.646 6.116.406.457 7.983.290.119 2.108.870.711 2.098.262.764 2.095.373.549 6.643.857.356 8.214.669.221 10.078.663.668 1.525.341.916 1.536.550.579 1.548.296.226 771.142.314 2.296.484.230 9.079.997 4.338.293.129 6.643.857.356 771.142.314 2.307.692.893 9.136.901 5.897.839.427 771.142.314 2.319.438.540 9.188.104 7.750.037.024

8.214.669.221 10.078.663.668

2.

Neraca Perusahaan Setelah Pengembangan Usaha (Rp. 000,-)


URAIAN Juni 2011 1.686.821.064 2.133.809.460 3.820.630.524 1.519.259.401 771.142.314 2.290.398.715 8.854.509 1.521.377.300 3.820.630.524 Desember 2011 1.994.139.126 2.486.006.470 4.480.145.596 1.504.997.240 1.006.120.426 2.511.117.666 8.940.260 1.960.087.670 4.480.145.596 2012 3.641.388.466 2.621.004.029 6.262.392.495 2.044.942.549 1.113.787.374 3.158.729.923 9.139.450 3.094.523.122 6.262.392.495 TAHUN 2013 2014 2015 4.985.853.261 6.700.521.827 8.735.000.436 2.563.907.966 2.506.772.872 2.457.356.510 7.549.761.227 9.207.294.699 11.192.356.945 2.069.987.026 2.069.314.952 2.045.400.108 1.054.604.936 3.124.591.962 9.314.570 4.415.854.695 7.549.761.227 1.024.604.936 3.093.919.888 9.153.540 6.104.221.271 974.604.936 3.020.005.044 8.750.5699 8.163.601.332

V. RINGKASAN PENDAPAT KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI


1. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dari penyusunan laporan pendapat kewajaran (fairness opinion) ini adalah memberikan pendapat (opini) apakah rencana pengembangan usaha dengan melakukan pembangunan pabrik gula rafinasi oleh Perseroan melalui anak Perusahaannya tersebut wajar atau tidak wajar dilihat beberapa metode analisa. Sedangkan tujuan yang akan dicapai berkaitan dengan pelaksanaan penyusunan laporan pendapat kewajaran (fairness opinion) ini adalah: = Memberikan gambaran kondisi usaha setelah Perseroan melakukan pengembangan usaha termasuk manfaat dan dampaknya kepada perusahaan. = Mengetahui kelayakan usaha di bidang industri gula rafinasi yang dilakukan Perseroan melalui anak perusahaannya AKG. = Mengukur kinerja Perseroan terutama keuangan sebelum dan setelah melakukan pengembangan usaha. 2. OBYEK PENDAPAT KEWAJARAN Obyek dalam analisa pendapat kewajaran ini adalah Perseroan berkaitan dengan rencana pengembangan usaha dengan melakukan pembangunan pabrik gula rafinasi oleh anak perusahaan yaitu AKG 3. ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS = Penyusunan laporan studi ini merupakan interpretasi kami atas data dan informasi yang diperoleh dan tersedia yang kami anggap benar pada saat penyusunan laporan ini dilakukan. Asumsi-asumsi yang digunakan mungkin tidak lagi berlaku apabila terjadi sesuatu atau kondisi tertentu yang mempengaruhi ketepatan asumsi-asumsi tersebut, seperti diberlakukannya peraturan-peraturan pemerintah yang baru maupun perubahan-perubahan penting di bidang politik, sosial dan ekonomi. = Dalam melakukan analisis atas kewajaran terhadap Rencana Transaksi, kami telah menggunakan informasi dan data yang disediakan oleh Perseroan. Hasil analisis kami tersebut sangat tergantung atas kebenaran, keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi dan data keuangan lainnya yang diberikan atau tersedia secara umum. Data dan informasi yang diterima meliputi ; - Laporan Keuangan audited Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2006 31 Desember 2010 serta Laporan Keuangan Interim Konsolidasian per 30 Juni 2011. - Dokumen-dokumen pendukung untuk Perseroan dan anak perusahaan seperti legalitas, perijinan, operasional dan profil perusahaan. - Hasil kunjungan lapangan dan diskusi dengan pihak manajemen Perseroan dan AKG. = Bidang lain yang tidak termasuk dalam penelaahan dan penugasan KJPP - DH antara lain : - Hal-hal yang berkaitan dengan hukum; - Permasalahan perundang-undangan; - Hal-hal khusus lainnya yang bukan merupakan bidang keahlian kami, yang mungkin relevan. Untuk mendapatkan informasi pada bidang-bidang tersebut, disarankan untuk meminta pendapat dari pihak yang ahli dalam bidang-bidang terkait. = Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dengan pelaksanaan Rencana Pengembangan Usaha, maka kesimpulan kewajaran Rencana Transaksi di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan internal maupun eksternal yang memiliki dampak yang material terhadap nilai dari Rencana Pengembangan Usaha setelah tanggal laporan pendapat kewajaran ini diterbitkan. = Laporan Pendapat kewajaran ini lebih difokuskan pada dampak rencana pembangunan gula rafinasi yang dilakukan oleh Perseroan melalui anak perusahaannya AKG, sehingga analisa yang dituangkan pada laporan ini secara khusus terbatas kedua perusahaan tersebut (Perseroan dan AKG). = Kami tidak memberikan saran atau rekomendasi lain berkaitan dengan rencana tersebut di atas yang mungkin dapat dipertimbangkan oleh pemegang saham dan direksi Perseroan. Laporan yang kami berikan hanya berkaitan dengan evaluasi Rencana Pengembangan Usaha, dan tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya acuan untuk menyetujui atau menolak usul Direksi Perseroan untuk melakukan rencana tersebut atau untuk memutuskan pendapat lainnya sehubungan dengan rencana tersebut. = Sejak tanggal penerbitan Laporan Pendapat Kewajaran ini sampai dengan tanggal terjadinya Rencana Usaha, tidak terjadi perubahan yang material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran ini. = Opini yang tertuang pada laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Pengembangan Usaha ini harus digunakan sebagai satu kesatuan, dan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis yang disajikan dapat menyebabkan pandangan yang tidak lengkap dan menyesatkan. = Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi keuangan, moneter, peraturan dan kondisi pasar secara umum yang ada pada saat ini. Kami tidak wajib untuk memperbaharui pendapat kewajaran ini atas peristiwa atau perubahan asumsi-asumsi yang terjadi setelah tanggal surat ini. = Dalam melakukan analisa kewajaran atas rencana pengembangan usaha ini didukung juga oleh laporan studi kelayakan pembangunan pabrik gula rafinasi pada AKG, dengan DH.013.App-FS/T-BPP/X/11, tanggal 3 Oktober 2011. = Pendapat kewajaran ini dinyatakan berdasarkan kondisi pada saat dilakukan penilaian dengan demikian segala sesuatu kejadian setelah tanggal penilaian (jika ada) tidak mempengaruhi pendapat kewajaran ini, namun akan diungkapkan dalam laporan penilaian ini. = Analisa dan kajian pendapat kewajaran ini berpedoman pada pada Surat Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. KEP-340/BL/2009, tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal. 4. METODE ANALISA PENDAPAT KEWAJARAN Metode yang digunakan untuk memberikan pendapat kewajaran atas rencana pengembangan usaha oleh Perseroan adalah dengan menganalisa secara kualitatif dan kuantitatif meliputi analisa perusahaan, analisa industri, rencana pengembangan usaha, analisa kelayakan usaha, potensi keuangan dan dampak dilakukannya transaksi serta analisa perbandingan (incremental) antara kondisi dan kapasitas Perseroan. sebelum melakukan pengembangan usaha dan setelah melakukan pengembangan usaha. Dalam analisa inkremental ini, dilakukan proyeksi keuangan Perseroan untuk memperoleh performa dari sisi keuangan di waktu mendatang yang digambarkan dalam bentuk proyeksi laba (rugi), arus kas dan neraca. 5. MANFAAT PENGEMBANGAN USAHA Manfaat yang dapat diperoleh Perseroan atas rencana pengembangan usaha ini antara lain ; 1. Perseroan dapat mengembangkan usahanya karena industri gula yang akan dibangun memiliki prospek yang baik. 2. Secara operasional dan keuangan, performa inkremental Perseroan akan lebih baik sehingga memberikan nilai ekonomi yang lebih baik terutama laba dan asset perusahaan. 3. Dengan pengembangan usaha ini akan memperluas peluang sektor usaha sehingga akan meningkatkan kontribusi keuntungan di masa mendatang. 4. Dengan pengembangan usaha ini diharapkan Perseroan dapat meningkatkan kegiatan operasional pada anak perusahaanya, serta akan memberikan pertumbuhan usaha yang lebih maksimal sehingga memberikan nilai tambah bagi pemegang saham (shareholder value). 5. Pengembangan usaha ini akan memberikan peningkatan nilai secara ekonomi kepada perusahaan akibat meningkatnya kapasitas perusahaan Manfaat dari transaksi dapat dilihat dari table dibawah ini, yaitu sebagai berikut : PERBANDINGAN LABA (RUGI) 1. Laba (Rugi) Perusahaan Sebelum Pengembangan Usaha (Rp. 000,-)
Jan-Juni Juli-Des TAHUN URAIAN 2011 2011 2012 2013 2014 2015 PENDAPATAN 2.077.793.759 2.297.680.532 5.036.318.544 5.543.978.515 6.100.457.463 6.710.556.755 BEBAN POKOK PENJUALAN 1.323.442.327 1.396.472.941 2.918.837.494 3.065.023.099 3.218.633.239 3.379.596.694 LABA (RUGI) KOTOR 754.351.432 901.207.591 2.117.481.050 2.478.955.415 2.881.824.224 3.330.960.061 BEBAN USAHA 389.074.960 316.146.097 684.301.191 741.008.346 802.353.289 861.294.994 LABA (RUGI) USAHA 365.276.472 585.061.494 1.443.179.860 1.737.947.069 2.079.470.935 2.469.665.066 PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN 40.396.479 0 0 0 0 0 LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 405.672.951 585.061.494 1.433.179.860 1.737.947.069 2.079.470.935 2.469.665.066 MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN (91.504.345) (146.265.374) (358.294.965) (434.486.767) (519.867.734) (617.416.267) LABA (RUGI) SEBELUM HAK MINORITAS 314.168.606 438.796.121 1.074.884.895 1.303.460.302 1.559.603.202 1.852.248.800 HAK MINORITAS 0 (85.751) (75.038) (64.699) (56.904) (51.203) LABA (RUGI) BERSIH 314.168.606 438.710.370 1.074.809.856 1.303.395.603 1.559.546.298 1.852.197.597

ASET Aset Lancar Aset Tidak Lancar Jumlah Aset LIABILITAS DAN EKUITAS Liabilitas Jangka Pendek Liabilitas Jangka Panjang Ekuitas Jumlah Liabilitas dan Ekuitas Penjualan Laba Kotor Laba Usaha Laba Bersih

AKTIVA LANCAR AKTIVA TIDAK LANCAR TOTAL AKTIVA KEWAJIBAN LANCAR KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Total Kewajiban HAK MINORITAS EKUITAS TOTAL KEWAJIBAN EKUITAS

9.207.294.699 11.192.356.945

1.686.821.064 1.631.469.764 985.162.981 2.133.809.460 2.019.635.405 1.801.177.233 3.820.630.524 3.651.105.169 2.786.340.214

1.518.755.563 1.468.443.372 973.633.473 771.643.152 941.069.081 908.005.576 1.530.231.809 1.241.592.716 904.701.165 3.820.630.524 3.651.105.169 2.786.340.214 2.077.793.759 2.951.113.862 2.783.572.757 754.351.432 641.012.650 447.237.190 405.868.375 349.602.850 281.467.758 314.168.606 246.663.187 250.954.778

PERBANDINGAN HASIL ANALISA KELAYAKAN Analisa kelayakan dengan parameter Net Present Value (NPV), Internal Rate Of Return (IRR), Profitability Index dan Payback Period atas kondisi sebelum dan setelah melakukan pengembangan adalah : Sebelum Pengembangan Usaha = NPV = 1.255.077.208.000,= IRR = 31,24% = PI = 1,37 Kali Setelah Pengembangan Usaha = NPV = 1.634.784.649.000,= IRR = 33,64% = PI = 1,45 Kali Ini menunjukan bahwa pengembangan usaha memberikan tingkat pengembalian investasi yang lebih baik dibandingkan tanpa pengembangan usaha. 6. DAMPAK DARI TRANSAKSI Dampak yang nantinya akan ditimbulkan sehubungan dengan rencana pengembangan usaha oleh Perseroan antara lain ; 1. Perseroan harus menyediakan sumber daya baru dan sistem manajemen operasional untuk mengelola usaha di bidang pergulaan. 2. Dalam transaksi ini, dibutuhkan dana yang cukup besar sehingga Perseroan harus memperoleh sumber dana yang paling representative yang tidak memberikan beban dalam jangka panjang. 3. Resiko usaha yang harus dihadapi oleh Perseroan menjadi meningkat sehingga perlu pengendalian yang maksimal di masa mendatang. 4. Mengingat sumber dana pembangunan pabrik gula sebagian besar (65%) diperoleh dari pinjaman bank, maka Perseroan harus menanggung bunga pinjaman yang pembayarannya diperoleh dari operasional pabrik gula tersebut. 7. KESIMPULAN KEWAJARAN TRANSAKSI Berdasarkan analisa dan kajian yang telah dilakukan, maka kami berpendapat bahwa rencana pengembangan usaha yang dilakukan oleh Perseroan dengan membangun pabrik gula rafinasi melalui anak perusahaannya AKG adalah wajar. Hal ini disimpulkan dengan pertimbangan sebagai berikut ; 1. Secara keuangan kondisi Perseroan akan lebih baik terlihat dari pertumbuhan pendapatan, laba dan asset perusahaan. 2. Berdasarkan hasil analisa investasi dengan parameter Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI) dan Payback Period (PP) menunjukan bahwa pembangunan pabrik gula rafinasi akan memberikan tingkat kelayakan yang lebih baik. 3. Fundamental industri gula secara makro memiliki prospek yang baik dilihat dari potensi pasar, tingkat permintaan dan penawarannya sehingga mampu memberikan tingkat pengembalian yang cukup tinggi bagi perusahaan. 4. Akan memberikan manfaat secara ekonomi yang lebih baik bagi pemegang saham maupun nilai perusahaan karena kapasitas perusahaan lebih baik dalam menghasilkan arus kas dari hasil operasional. 5. Secara inkremental terlihat performa laba-rugi, neraca dan arus kas yang lebih baik dengan kondisi sebelum dan sesudah pengembangan usaha.

III. PIHAK INDEPENDEN YANG DITUNJUK DALAM TRANSAKSI


Pihak independen yang berperan dalam Transaksi dan telah ditunjuk oleh Perseroan adalah : = Kantor Jasa Penilai Publik Dudung Hamidi, Jl.Rawasari Barat Blok E No.271 B , Cempaka Putih Timur, Jakarta 10510, Telp:(021) 424 8078, 424 8106 , Fax : (021) 424 8078 No.STTD : 24/BL/STTD-P/AB/2007 Tanggal STTD : 01/04/2007 Nomor Izin Penilai Publik : 1.04.0170 No.Anggota MAPPI : 96-S-00737 No.Anggota FPPM : 0051 No.Penunjukan Perseroan : 071/TBL/HR/VIII/2011 sebagai pihak independen yang melakukan studi kelayakan dan yang memberikan pendapat atas kewajaran Transaksi untuk kepentingan pada pemegang saham Perseroan. = Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto, Wisma Dharmala Sakti Jl. Jend.Sudirman Kav. 32, 10220, Telp : ( 021 ) 570 8111, Fax : ( 021 ) 572 2737 No.Ijin Usaha : Kep-676/KMK.01/2006 FAPM : 350 KAPA : Moore Stephens No.Penunjukan Perseroan : 060A/TBL/HR/VIII/2011 yang melakukan audit atas Laporan Keuangan konsolidasian per 31 Desember 2010 dan 2009 dan review atas Laporan Keuangan Interim Konsolidasian per 30 Juni 2011 terhadap Perseroan. = Biro Administrasi Efek PT Adimitra Transferindo, Nusalanggeng Building lt.2 ,Komplek Pertokoan Pulomas blok VIII No.1 Jakarta 13210, Telp : (021) 478 81515, Fax : (021) 470 9697. No.STTD : 1400/KMK.010/1990 tanggal 3 November 1990

IV. RINGKASAN MENGENAI LAPORAN PENILAI INDEPENDEN


1. Maksud dan Tujuan Maksud dari penyusunan studi kelayakan ini adalah untuk memberikan gambaran prospek usaha pembangunan pabrik gula rafinasi oleh Perseroan melalui anak perusahaannya yaitu AKG. Sedangkan tujuan yang akan dicapai adalah untuk mengetahui dampak secara operasional dan keuangan pembangunan pabrik gula ini terhadap Perseroan di masa mendatang. 2. Asumsi Asumsi dan Kondisi Pembatas = Penyusunan laporan studi ini merupakan interpretasi kami atas data dan informasi yang diperoleh dan tersedia yang kami anggap benar pada saat penyusunan laporan ini dilakukan. Asumsi-asumsi yang digunakan mungkin tidak lagi berlaku apabila terjadi sesuatu atau kondisi tertentu yang mempengaruhi ketepatan asumsi-asumsi tersebut, seperti diberlakukannya peraturan-peraturan pemerintah yang baru maupun perubahan-perubahan penting di bidang politik, sosial dan ekonomi. = Laporan studi ini dibuat berdasarkan informasi lisan dan tertulis yang disampaikan oleh pihak AKG dimana Informasi tersebut telah kami anggap benar dan kami tuangkan dalam penyusunan studi ini. = Bidang lain yang tidak termasuk dalam penelaahan dan penugasan KJPP - DH antara lain : - Hal-hal yang berkaitan dengan hukum; - Permasalahan perundang-undangan; - Hal-hal khusus lainnya yang bukan merupakan bidang keahlian kami, yang mungkin relevan. Untuk mendapatkan informasi pada bidang-bidang tersebut, disarankan untuk meminta pendapat dari pihak yang ahli dalam bidang-bidang terkait. = Biaya Investasi yang dikeluarkan berkaitan dengan rencana pembangunan pabrik gula diperoleh secara tertulis dari pihak AKG dan belum dilengkapi dengan bukti-bukti penawaran. Untuk mengetahui kewajaran atas nilai investasi tersebut perlu dilakukan penilaian secara tersendiri. = Laporan studi kelayakan ini memberikan analisa kelayakan terbatas pada pembangunan pabrik gula rafinasi yang akan dibangun dan tidak konsolidasi, dengan kondisi usaha sebelumnya di bidang perkebunan kelapa sawit yang tergambar dalam laporan keuangan AKG. 3. Metodologi Analisa Kelayakan Metode analisa kelayakan usaha yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan usaha gula rafinasi yang akan dibangun oleh AKG ini adalah : Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI) dan Payback Period (PP). Net Present Value (NPV) Net Present Value (NPV) atau nilai sekarang bersih adalah analisis manfaat finansial yang digunakan untuk mengukur kelayakan suatu usaha dilihat dari nilai sekarang (present value) arus kas bersih yang akan diterima dibandingkan dengan nilai sekarang dari jumlah investasi yang dikeluarkan. Arus kas bersih adalah laba bersih usaha ditambah penyusutan, sedang jumlah investasi adalah jumlah total dana yang dikeluarkan untuk membiayai pengadaan fasilitas produksi atau operasional yang dibutuhkan dalam menjalankan usaha. Untuk menghitung NPV dari suatu usaha diperlukan data tentang: (1) jumlah investasi yang dikeluarkan, dan (2) arus kas bersih per tahun sesuai dengan umur ekonomis dari fasilitas produksi atau operasional yang digunakan untuk menjalankan usaha yang bersangkutan. Kriteria penilaian kelayakan adalah, jika NPV>0 maka usaha yang direncanakan layak untuk dilaksanakan dan jika NPV<0, jenis usaha yang direncanakan tidak layak untuk dilaksanakan. Internal Rate of Return (IRR) Internal Rate of Return (IRR) atau tingkat pengembalian dari investasi. IRR menunjukan tingkat discount rate atau tingkat keuntungan dari investasi yang menghasilkan NPV sama dengan nol karena present value cash inflow pada tingkat bunga tersebut akan sama dengan initial investment Kriteria penilaian yang digunakan adalah tingkat diskonto yang umumnya menggunakan rata-rata tingkat hasil yang diharapkan atas investasi suatu perusahaan (WACC = weighted average cost of capital). Jika IRR > WACC, maka usaha yang direncanakan layak untuk dilaksanakan, dan jika sebaliknya usaha yang direncanakan tidak layak untuk dilaksanakan. Profitability Index (PI) Profitability index atau benefit - cost ratio adalah perbandingan antara nilai sekarang dari aliran kas masuk di masa yang akan datang dengan nilai investasi atau perkiraan arus kas masa depan perusahaan dibagi investasi awalnya. Jika PI > 1, maka usaha yang direncanakan layak untuk dilaksanakan, dan jika PI < 1 usaha yang direncanakan tidak layak untuk dilaksanakan Payback Period (PP) Payback Period merupakan merupakan penentuan jangka waktu yang dibutuhkan untuk menutup initial investment dari suatu usaha dengan menggunakan cash inflow yang dihasilkan oleh usaha tersebut atau waktu yang diperlukan (dalam Satuan Tahun) untuk mengembalikan investasi yang telah ditanamkan oleh penanam modal berdasarkan cash Inflow yang dihasilkan oleh suatu usaha. Cara untuk mengambil keputusan dengan metode ini adalah membandingkan payback period investasi yang dicapai dengan umur ekonomis fasilitas produksi atau operasional yang digunakan untuk menjalankan usaha yang bersangkutan, apabila payback period lebih pendek dari pada umur ekonomis fasilitas produksi atau operasional maka rencana investasi dapat diterima, sedangkan apabila payback period lebih panjang dari pada umur ekonomis fasilitas produksi atau operasional maka rencana investasi ditolak. 4. ANALISA KELAYAKAN USAHA Dari hasil analisa dan kajian studi tersebut, selanjutnya dapat disimpulkan bahwa rencana pembangunan pabrik gula adalah LAYAK. Hal ini terlihat dari hasil analisa keuangan yang menghasilkan parameter kelayakan sebagai berikut ; = Internal Rate of Return (IRR) = 23,25% > 12,85% (Diskonto) = Net Present Value (NPV) = Rp. 680.382.313.000.- (positip) = Profitability Index (PI) = 1,54 Kali > 1 Kali = Payback Period (PP) = 5 tahun 10 bulan 5. REKOMENDASI Dari hasil perhitungan dan analisa keuangan selama 10 tahun dapat disimpulkan bahwa pabrik gula yang akan dibangun oleh Perseroan melalui AKG memiliki prospek dalam jangka panjang. Dengan demikian rencana perusahaan ini membangun pabrik gula, layak untuk dlanjutkan dengan catatan seluruh asumsi yang mendukung perhitungan ini dapat dipenuhi.

SUTECH ENGINEERING CO.,LTD Merupakan kontraktor pembangunan Pabrik Gula Rafinasi dengan kapasitas 600 ton /hari, yang beralamat di : 77/64 Sinn Sathorn Tower 17th Floor Krungdhonburi Road, Klongsarn , Bangkok 10600 Thailand Telp : (66) 2440 0195 9 Fax : (66) 2440 0208 Email : info@su-enco.co.th Merupakan pihak ketiga independen, yang tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan Perseroan. 4. Prospek Usaha Pabrik Gula Rafinasi Saat ini prospek usaha Pabrik Gula Rafinasi sangat cerah dan menjanjikan, hal ini ditopang oleh lebih besarnya permintaan dari pada pasokan gula yang dibutuhkan oleh masyarakat dan dunia industri. Sehingga semua hasil produksi AKG akan dapat dijual ke pasaran dengan mudah. Melihat peluang ini Perseroan melalui Anak Perusahaan Perseroan yaitu AKG merencanakan untuk merealisasikan pembangunan Pabrik Gula Rafinasi dengan kapasitas 600 ton/hari di Provinsi Lampung untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut. Pembangunan pabrik gula rafinasi diperkirakan akan membutuhkan waktu lebih kurang selama 12 bulan dengan kebutuhan investasi meliput pendirian bangunan , pembangunan mesin dan peralatan produksi serta pembelian kendaraan operasional. Teknologi dan mesin mesin produksi secara langsung akan diadopsi dari Thailand yang telah maju dalam produksi gula. a. Rencana Produksi : Pabrik gula rafinasi diperkirakan mulai berproduksi pada akhir tahun 2012 dengan rencana produksi sebagai berikut : (ii)
Tahun 2012 2013 2014 2015 Bulan Ags-Des Jan Des Jan Des Jan Des Kapasitas 90.000 216.000 216.000 216.000 Utilitas 60,0% 70,0% 80,0% 90,0% Produksi 54.000 151.200 172.800 194.400

Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan merekomendasikan kepada seluruh Pemegang saham untuk menyetujui usulan Transaksi sebagaimana telah diuraikan dalam Informasi kepada Pemegang Saham ini. Dalam memberikan rekomendasi tersebut kepada Pemegang Saham, Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan telah mempertimbangkan Laporan profesi penunjang dan konsultan independen serta manfaat dari usulan Transaksi. Oleh karena itu, Direksi dan Dewan Komisaris berkeyakinan bahwa pelaksanaan usulan Transaksi merupakan pilihan terbaik saat ini bagi Perseroan dan seluruh pemegang saham.

VI . REKOMENDASI DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PERSEROAN

b.

Ketersediaan Tenaga ahli. Dalam menjalan usaha ini, AKG akan didukung oleh tenaga ahli yang terampil dan berpengalaman di sektor usaha gula rafinasi tersebut. c. Ketersediaan Bahan Baku Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, AKG akan melakukan impor gula mentah terutama dari Thailand ataupun Brazil. d. Resiko Resiko yang di hadapi Dalam menjalan kegiatan usaha yang baru ini, AKG akan menghadapi beberapa resiko sebagai berikut : - Resiko Pengadaan Bahan Baku Untuk memenuhi kebutuhan akan bahan bakunya, AKG akan melakukan impor atas bahan baku tersebut terutama dari Thailand atau Brazil, hal ini sangat dipengaruhi oleh produksi gula mentah di negara negara tersebut. Bila produksinya mengalami masalah, maka pasokan bahan baku bagi AKG akan mengalami keterbatasan. - Resiko Peraturan Pemerintah Dalam memenuhi kebutuhan bahan bakunya AKG tergantung dengan ijin impor yang dikeluarkan oleh Pemerintah, bila pemerintah melakukan perubahan kebijakan impor gula mentah dan bea masuk, maka akan mempengaruhi pengadaan bahan baku AKG. - Resiko Peraturan Negara Pengekspor Bahan Baku Dalam melakukan impor atas bahan bakunya, AKG sangat dipengaruhi oleh Peraturan dari Negara pengekspor bahan baku tersebut, rencana ini dapat terkendala bila pemerintah Negara pengekspor menerapkan pajak dan sistem kuota. Hal ini dapat mempengaruhi ketersediaan bahan baku AKG. - Resiko Nilai Tukar Rupiah Dalam melakukan pembelian bahan baku nya, AKG melalukan pembayaran dalam mata uang asing terutama USD, bila rupiah terdepresiasi cukup dalam terhadap USD, maka bahan baku tersebut akan menjadi mahal, dan sebaliknya bila Rupiah menguat maka harga bahan baku menjadi murah bagi AKG. - Resiko Ketersediaan Tenaga Ahli Untuk memulai usaha di bidang gula rafinasi ini ,AKG memerlukan tenaga ahli yang terampil dan kompeten dalam bidangnya, bila tenaga ahli ini tidak tersedia maka AKG akan mengalami hambatan dalam usaha ini. Namun AKG telah dapat memenuhi ketersediaan akan tenaga ahli ini. e. Sumber Pendanaan Opersional Pabrik Gula Rafinasi Dalam memenuhi kebutuhan untuk dana Opersional Pabrik Gula Rafinasi AKG akan menggunakan Pinjaman dari perbankan. B. TRANSAKSI YANG MERUPAKAN TRANSAKSI MATERIAL Berdasarkan Laporan dari konsultan independen no.DH.013.App-FS/T-BPP/X/11 tanggal 3 Oktober 2011, Rencana transaksi merupakan Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam butir 2.a. Peraturan No.IX.E.2 dimana nilai transaksi lebih besar dari 20% dari ekuitas Perseroan namun tidak lebih besar dari 50% dari ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan per 31 Desember 2010. Oleh karenanya Perseroan wajib mengumumkan informasi mengenai Transaksi kepada masyarakat dalam paling kurang satu surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional dan menyampaikan bukti pengumuman tersebut kepada Bapepam dan LK paling lambat akhir hari kerja ke -2 ( kedua ) setelah Transaksi Material dilaksanakan. Dengan mengingat bahwa transaksi ini dilaksanakan dengan menggunakan kontraktor pihak ketiga yang bukan merupakan pihak yang terafiliasi dengan Perseroan maka Transaksi ini tidak mengandung Benturan Kepentingan dan bukan merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan No.IX.E.1.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan (RUPSLB) akan diadakan pada : Hari / Tanggal : Kamis, 24 November 2011 Waktu : 10.00 WIB s/d Selesai Tempat : Ruang Prada Four Season Hotel Jakarta Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta 12920 Dengan agenda sebagai berikut: 1. Persetujuan Rencana Perubahan Kegiatan Usaha Utama. Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan RUPSLB dapat dilangsungkan : a. Apabila dihadiri oleh pemegang saham sedikitnya mewakili paling sedikit 2/3 (Dua Per Tiga) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah dan keputusan adalah sah jika disetujui oleh lebih dari 2/3 (Dua Per Tiga) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang hadir dalam RUPSLB. b. Dalam hal kuorum sebagaimana dalam huruf a di atas tidak tercapai, maka RUPSLB kedua dapat mengambil keputusan yang sah apabila dihadiri oleh Pemegang Saham yang memiliki paling sedikit 3/5 (Tiga Per Lima) bagian dari jumlah seluruh Saham dengan hak suara yang sah dan keputusan adalah sah jika disetujui oleh lebih dari 1/2 (Satu Per Dua) bagian dari seluruh saham dengan hak suara yang hadir dalam RUPS Kedua. c. Dalam hal kuorum kehadiran dalam RUPSLB Kedua tidak terpenuhi, maka atas permohonan Perseroan, kuorum kehadiran, jumlah suara untuk mengambil keputusan, pemanggilan dan waktu penyelenggaraan RUPSLB Ketiga ditetapkan oleh Ketua Bapepam dan LK. Catatan : 1. Panggilan ini berlaku sebagai Undangan, dan Direksi Perseroan tidak mengirimkan surat undangan khusus kepada para Pemegang Saham. 2. Yang berhak hadir atau diwakili dalam RUPSLB ini, adalah: a. Bagi Pemegang Saham dalam bentuk warkat yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan yang diterbitkan PT Adimitra Transferindo pada hari Selasa, tanggal 08 November 2011 sampai dengan jam 16.00 WIB. b. Bagi Pemegang Saham dalam penitipan kolektif PT KSEI yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan yang diterbitkan oleh PT KSEI pada hari Selasa, tanggal 08 November 2011 sampai dengan jam 16.00 WIB. 3. a. Para Pemegang Saham yang tidak dapat hadir, dapat diwakili oleh kuasanya dengan membawa surat kuasa yang sah sebagaimana telah ditetapkan Direksi, dengan ketentuan bahwa para anggota Direksi, Komisaris serta karyawan Perseroan tidak diperkenankan untuk bertindak sebagai kuasa Pemegang Saham, dan suaranya tidak dihitung dalam pemunggutan suara. b. Formulir Surat Kuasa dapat diperoleh pada setiap hari kerja pada Biro Administrasi Efek PT ADIMITRA TRANSFERINDO, Nusalanggeng Building Lantai 2, Jl. Perintis Kemerdekaan Komplek Pertokoan Pulo Mas Blok VIII No.1 Jakarta 13210, dan harus telah diserahkan kembali kepada Direksi melalui Biro Administrasi Efek, selambatnya 3 (tiga) hari kerja sebelum tanggal Rapat. 4. Para Pemegang Saham atau kuasanya yang sah yang akan menghadiri Rapat diminta untuk membawa dan menyerahkan kepada petugas pendaftaran, fotocopy KTP/Paspor atau tanda pengenal lainnya yang masih berlaku sebelum memasuki ruangan Rapat. Pemegang Saham berbentuk Badan hukum wajib menyerahkan fotocopy Anggaran Dasar dan perubahan-perubahannya serta akte perubahan susunan pengurus yang terakhir selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja sebelum tanggal Rapat. Khusus untuk Pemegang Saham dalam Penitipan Kolektif KSEI diminta untuk memperlihatkan Konfirmasi Tertulis RUPS (KTUR) yang diterbitkan oleh Emiten melalui KSEI kepada petugas pendaftaran sebelum memasuki ruang Rapat; 5. Materi RUPSLB dapat diambil di kantor Perseroan pada setiap hari dan jam kerja, dengan mengajukan permohonan tertulis. 6. Untuk mempermudah pengaturan dan tertibnya RUPSLB, Para Pemegang Saham atau kuasanya yang sah diminta hadir di Ruang RUPSLB selambat-lambatnya pukul 09.30 WIB. Berikut adalah tanggal-tanggal penting dalam kaitannya dengan RUPSLB Perseroan: Pemberitahuan Rencana RUPSLB kepada BAPEPAM dan PT Bursa Efek Indonesia Iklan Pemberitahuan RUPSLB di 2 (dua) Surat Kabar Harian berperedaran Nasional Iklan Keterbukaan Informasi atas Rencana Transaksi Tanggal pencatatan (Recording date) Iklan Panggilan RUPSLB di 2 surat kabar harian berperedaran Nasional Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Publikasi Hasil RUPSLB di Surat Kabar dan Penyampaian Hasil RUPSLB ke Bapepam 3 Oktober 2011 25 Oktober 2011 25 Oktober 2011 08 November 2011 09 November 2011 24 November 2011 28 November 2011

VII. PELAKSANAAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA

2.

Laba (Rugi) Perusahaan Setelah Pengembangan Usaha (Rp. 000,-)

Jan-Juni Juli-Des TAHUN URAIAN 2011 2011 2012 2013 2014 2015 PENDAPATAN 2.077.793.759 2.297.680.532 5.219.918.544 6.890.072.515 7.733.610.063 8.660.369.819 BEBAN POKOK PENJUALAN 1.323.442.327 1.396.472.941 2.949.797.822 4.119.311.310 4.393.597.883 4.747.890.210 LABA (RUGI) KOTOR 754.351.432 901.207.591 2.270.120.722 2.770.761.204 3.340.012.180 3.912.479.608 BEBAN USAHA 389.074.960 316.146.097 710.462.493 906.990.914 993.810.086 1.080.852.956 LABA (RUGI) USAHA 365.276.472 585.061.494 1.559.658.229 1.863.770.290 2.346.202.094 2.831.626.653 PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN 40.396.479 0 (46.812.039) (101.761.366) (95.261.366) (86.323.866) LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 4058.672.951 585.061.494 1.512.846.190 1.762.008.924 2.250.940.728 2.745.302.787 MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN (91.504.345) (146.265.374) (378.211.547) (440.502.231) (562.735.182) (686.325.697) LABA (RUGI) SEBELUM HAK MINORITAS 314.168.606 438.796.121 1.134.634.642 1.321.506.693 1.688.205.546 2.058.977.090 HAK MINORITAS 0 (85.751) (199.191) (175.120) 161.030 402.971 LABA (RUGI) BERSIH 314.168.606 438.710.370 1.134.435.452 1.321.331.573 1.688.366.576 2.059.380.061

Dari tabel 1 dan 2 terlihat bahwa perkembangan laba operasional setelah Perseroan mengembangkan usaha nilainya lebih besar dibandingkan sebelum melakukan pengembangan usaha. Besarnya perbedaan antara kedua performa keuangan disebabkan oleh adanya penambahan pendapatan dan laba dari hasil operasi pabrik gula rafinasi yang akan dibangun.

Untuk memperoleh informasi tambahan sehubungan dengan Transaksi, Pemegang Saham Perseroan dapat menghubungi Corporate Secretary pada setiap hari dan jam kerja Perseroan pada alamat tersebut di bawah ini : Corporate Secretary PT Tunas Baru Lampung Tbk Wisma Budi lt.9 Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C-6 Jakarta 12940 Indonesia Telp : ( 62-21) 521 3383 Fax : ( 62-21) 521 3332 Email : cs@tunasbarulampung.com Jakarta, 21 November 2011 Direksi Perseroan

VIII. INFORMASI TAMBAHAN