Anda di halaman 1dari 37

Modul 8

PUPUK UREA

Modul 8 PUPUK UREA
Modul 8 PUPUK UREA
Modul 8 PUPUK UREA
Modul 8 PUPUK UREA

Sejarah

24 Desember 1959 didirikan pabrik pupuk urea pertama di Indonesia dan diberi nama PT Pupuk Sriwidjaja. pertama di Indonesia dan diberi nama PT Pupuk Sriwidjaja.

Kapasitas terpasangpertama di Indonesia dan diberi nama PT Pupuk Sriwidjaja. ton amonia/hari 180 ton urea/hari 300 16

ton amonia/haridan diberi nama PT Pupuk Sriwidjaja. Kapasitas terpasang 180 ton urea/hari 300 16 Oktober 1963 :

180

ton urea/hariPupuk Sriwidjaja. Kapasitas terpasang ton amonia/hari 180 300 16 Oktober 1963 : produksi pertama dan pada

300

16 Oktober 1963 : produksi pertama dan pada tahun 1985 pabrik PUSRI I dihentikan, karena sudah tidak efisien. tahun 1985 pabrik PUSRI I dihentikan, karena sudah tidak efisien.

Pendirian pabrik berikutnya

 

Amonia (T/h)

Urea (T/h)

Tahun

PUSRI II

660

1150

1974

PUSRI III

1000

1725

1975

Kellog

Mitsui Toatsu Total Recycle C- Improved

PUSRI IV

1000

1725

1975

PUSRI IB

1350

1725

1990

(446 000 T/tahun) Kellog

(570 000 T/tahun) Advanced Process for Cost and Energy Saving (ACES)

Holding Company

Ditunjuk PT Pupuk Sriwidjaja sebagai induk perusahaan. perusahaan.

PT Petrokimia Gresik (1975)Ditunjuk PT Pupuk Sriwidjaja sebagai induk perusahaan. PT Pupuk Kujang (1975) PT Pupuk Kalimantan Timur (1977)

PT Pupuk Kujang (1975)sebagai induk perusahaan. PT Petrokimia Gresik (1975) PT Pupuk Kalimantan Timur (1977) PT Pupuk Iskandar Muda

PT Pupuk Kalimantan Timur (1977)Sriwidjaja sebagai induk perusahaan. PT Petrokimia Gresik (1975) PT Pupuk Kujang (1975) PT Pupuk Iskandar Muda

PT Pupuk Iskandar Muda (1982)Sriwidjaja sebagai induk perusahaan. PT Petrokimia Gresik (1975) PT Pupuk Kujang (1975) PT Pupuk Kalimantan Timur

Jalur pengadaaan dan distribusi pupuk dalam negeri
Jalur pengadaaan dan distribusi pupuk dalam negeri

Jalur pengadaaan dan distribusi pupuk dalam negeri

Amonia (1)

Amonia (NH 3 ) : gas bersifat basa, tidak berwarna, lebih ringan dari udara, serta memiliki aroma 3 ) : gas bersifat basa, tidak berwarna, lebih ringan dari udara, serta memiliki aroma yang menyengat dan khas.

Sifat fisik dan kimia amoniadari udara, serta memiliki aroma yang menyengat dan khas. Berat molekul Titik didih Titik beku Temperatur

Berat molekularoma yang menyengat dan khas. Sifat fisik dan kimia amonia Titik didih Titik beku Temperatur kritik

Titik didihdan khas. Sifat fisik dan kimia amonia Berat molekul Titik beku Temperatur kritik Tekanan kritik Entalpi

Titik bekukhas. Sifat fisik dan kimia amonia Berat molekul Titik didih Temperatur kritik Tekanan kritik Entalpi pembentukan

Temperatur kritikfisik dan kimia amonia Berat molekul Titik didih Titik beku Tekanan kritik Entalpi pembentukan : -9,368

Tekanan kritikBerat molekul Titik didih Titik beku Temperatur kritik Entalpi pembentukan : -9,368 kkal/mol NH 3 (

Entalpi pembentukan : -9,368 kkal/mol NH 3 ( g ) (0 0 C) 3(g) (0 0 C)

:17,03 g/mol : -33,35 0 C : -77,70 0 C : 133 0 C : 1657 psi

-11,04 kkal/mol NH 3(g) (25 0 C)

Amonia (2)

Amonia (2) Diagram alir proses pembuatan amonia
Amonia (2) Diagram alir proses pembuatan amonia

Diagram alir proses pembuatan amonia

Amonia (3)

Amonia (3) Reaksi sintesis amonia, berlangsung pada T = 400-500 0 C, pada skala industri reaksi

Reaksi sintesis amonia, berlangsung pada T = 400-500 0 C, pada skala industri reaksi ini dilangsungkan dengan bantuan katalis

industri reaksi ini dilangsungkan dengan bantuan katalis Katalis yang digunakan rentan te rhadap degradasi termal dan

Katalis yang digunakan rentan terhadap degradasi termal dan racun. rhadap degradasi termal dan racun.

Amonia digunakan sebagai bahan baku pupuk, industri soda abu, asam nitrat, nilon, plastik, dan bahan peledak dalam industri militer. u pupuk, industri soda abu, asam nitrat, nilon, plastik, dan bahan peledak dalam industri militer.

Teknologi sintesis amonia pertama adalah proses Haber-Bosch yang dilakukan oleh industri Badische Anilin und Soda Fabrik (BASF) di ma adalah proses Haber-Bosch yang dilakukan oleh industri Badische Anilin und Soda Fabrik (BASF) di Jerman tahun 1913.

Amonia (4)

Amonia (4) Proses pembentukan gas sintesis Komposisi :   % volum Hidrogen 73,65 Nitrogen 24,55
Amonia (4) Proses pembentukan gas sintesis Komposisi :   % volum Hidrogen 73,65 Nitrogen 24,55

Proses pembentukan gas sintesis Komposisi :

 

% volum

Hidrogen

73,65

Nitrogen

24,55

Metan

0,8

Argon

0,34

CO 2

2-10 ppm

Uap air

0,1 ppm

Sumber nitrogen adalah udara, sedangkan hidrogen dapat diperoleh Dari berbagai jenis bahan mentah seperti air, hidrokarbon, gas alam Maupun kombinasi dari bahan-bahan mentah tersebut.

Amonia (5)

Sumber-sumber hidrogen

Amonia (5) Sumber-sumber hidrogen

Proses Sintesis Amonia

Proses Sintesis Amonia Haber-Bosch

Haber-Bosch

Proses Sintesis Amonia Haber-Bosch

Diagram alir proses Haber-Bosch

Diagram alir proses Haber-Bosch
Brown & Root Braun Memproduksi amonia dari hidrokarbon dan udara Kunci utama adalah menggunakan primary
Brown & Root Braun Memproduksi amonia dari hidrokarbon dan udara Kunci utama adalah menggunakan primary

Brown & Root Braun

Memproduksi amonia dari hidrokarbon dan udaraBrown & Root Braun Kunci utama adalah menggunakan primary reforming dengan beban ringan, secondary reforming

Kunci utama adalah menggunakan primary reforming dengan beban ringan, secondary reforming dengan udara berlebih, pemurnian kriogenik gas sintesis dan primary reforming dengan beban ringan, secondary reforming dengan udara berlebih, pemurnian kriogenik gas sintesis dan sintesis amonia dalam konverter Braun.

Sebanyak 25 pabrik di seluruh dunia telah menggunakan proses Braun (1995) dan 14 diantaranya adalah penghasil amonia terbesar dengan kapasitas produksi 1800 menggunakan proses Braun (1995) dan 14 diantaranya adalah penghasil amonia terbesar dengan kapasitas produksi 1800 ton per hari.

Haldor Topsoe A/S Umpan dari hidrokarbon mulai dar i gas alam hingga nafta berat
Haldor Topsoe A/S Umpan dari hidrokarbon mulai dar i gas alam hingga nafta berat

Haldor Topsoe A/S

Haldor Topsoe A/S Umpan dari hidrokarbon mulai dar i gas alam hingga nafta berat

Umpan dari hidrokarbon mulai dari gas alam hingga nafta berat

Haldor Topsoe A/S Umpan dari hidrokarbon mulai dar i gas alam hingga nafta berat
ICI AMV Bahan baku adalah hidrokarbon Efisiensi energi sangat baik, proses sederhana, biaya modal rendah
ICI AMV Bahan baku adalah hidrokarbon Efisiensi energi sangat baik, proses sederhana, biaya modal rendah

ICI AMV

Bahan baku adalah hidrokarbonICI AMV Efisiensi energi sangat baik, proses sederhana, biaya modal rendah untuk kapasitas pabrik 1000 hingga

Efisiensi energi sangat baik, proses sederhana, biaya modal rendah untuk kapasitas pabrik 1000 hingga 1750 ton perhari. 1750 ton perhari.

Biaya produksi didominasi oleh harga bahan baku, bahan bakar dan biaya modal. bahan bakar dan biaya modal.

Bahan baku dan gas alam yang dibutuhkan berkisar antara 6,5-7 Gcal/ton. antara 6,5-7 Gcal/ton.

Proses telah digunakan oleh 3 pabrik komersial.harga bahan baku, bahan bakar dan biaya modal. Bahan baku dan gas alam yang dibutuhkan berkisar

The M.W.Kellog Memproduksi amonia dari hidrokarbon menggunakan proses reformasi kukus bertekanan tinggi. Efisien dalam
The M.W.Kellog Memproduksi amonia dari hidrokarbon menggunakan proses reformasi kukus bertekanan tinggi. Efisien dalam

The M.W.Kellog

Memproduksi amonia dari hidrokarbon menggunakan proses reformasi kukus bertekanan tinggi. proses reformasi kukus bertekanan tinggi.

Efisien dalam penggunaan energi (kurang dari 25 MMBtu (LHV). MMBtu (LHV).

Telah digunakan oleh 170 pabrik amonia berkapasitas besar. berkapasitas besar.

The Kellog Advanced Ammonia Process (KAAP) Bahan baku dari hidrokarbon yang berkisar antara gas alam
The Kellog Advanced Ammonia Process (KAAP) Bahan baku dari hidrokarbon yang berkisar antara gas alam

The Kellog Advanced Ammonia Process (KAAP)

The Kellog Advanced Ammonia Process (KAAP) Bahan baku dari hidrokarbon yang berkisar antara gas alam hingga

Bahan baku dari hidrokarbon yang berkisar antara gas alam hingga nafta.

Urea (1)

Urea (1) Diagram alir proses pembuatan urea

Diagram alir proses pembuatan urea

Urea (2)

Urea adalah senyawa amida dari asam karbamat dengan rumus molekul NH 2 CONH 2 , kristal padat berwarna putih. dengan rumus molekul NH 2 CONH 2 , kristal padat berwarna putih.

Sifat fisik dan kimia ureamolekul NH 2 CONH 2 , kristal padat berwarna putih. Titik leleh Panas peleburan Massa jenis

Titik leleh, kristal padat berwarna putih. Sifat fisik dan kimia urea Panas peleburan Massa jenis pada 20

Panas peleburanberwarna putih. Sifat fisik dan kimia urea Titik leleh Massa jenis pada 20 0 C :

Massa jenis pada 20 0 C 0 C

: 132,6 0 C : 13,61 kJ/mol : 1335 kg/m 3

Sebagai pupuk tanaman dan digunakan pada industri : gunakan pada industri :

pembuatan urea-formaldehid, pembuatan melamin dan makanan ternak.

Ditemukan pertama kali oleh Rouelle (1773) pada proses kristalisasi urin. Pada tahun 1828, Woehler berhasil mensintesa urea dari amonia dan asam sianat proses kristalisasi urin. Pada tahun 1828, Woehler berhasil mensintesa urea dari amonia dan asam sianat dengan reaksi :

NH 3 + HCNO CO(NH 3 ) 2

Urea (3)

Urea (3) Reaksi utama pada pembentukan urea (P=175 kg/cm 2 ; T=190 0 C; rasio NH
Urea (3) Reaksi utama pada pembentukan urea (P=175 kg/cm 2 ; T=190 0 C; rasio NH

Reaksi utama pada pembentukan urea (P=175 kg/cm 2 ; T=190 0 C; rasio NH 3 /CO 2 = 4 dan H 2 O/CO 2 = 0,46 (kondisi operasi PUSRI IB)

Reaksi Basaroff

2 = 0,46 (kondisi operasi PUSRI IB) Reaksi Basaroff Pada reaksi pertama CO 2 dan NH

Pada reaksi pertama CO 2 dan NH 3 berubah menjadi amonium karbamat. Reaksi berlangsung cepat dan eksotermik, sedangkan pada reaksi kedua amonium karbamat mengalami dehidrasi menjadi urea dan air. Reaksi ini berlangsung lambat dan endotermik. Karena panas yang dihasilkan pada reaksi pertama lebih banyak dari yang dikonsumsi untuk reaksi kedua, maka secara keseluruhan reaksi tersebut eksotermik.

Urea (4)

Urea (4)
Tantangan dalam proses desain pabrik urea Kualitas umpan dan produk. Kinerja utilitas. Pertimbangan aspek lingkungan
Tantangan dalam proses desain pabrik urea Kualitas umpan dan produk. Kinerja utilitas. Pertimbangan aspek lingkungan

Tantangan dalam proses desain pabrik urea

Kualitas umpan dan produk.Tantangan dalam proses desain pabrik urea Kinerja utilitas. Pertimbangan aspek lingkungan dan aspek keselamatan. Kelayakan

Kinerja utilitas.dalam proses desain pabrik urea Kualitas umpan dan produk. Pertimbangan aspek lingkungan dan aspek keselamatan.

Pertimbangan aspek lingkungan dan aspek keselamatan.pabrik urea Kualitas umpan dan produk. Kinerja utilitas. Kelayakan operasi. Investasi awal yang rendah. Produk

Kelayakan operasi.Pertimbangan aspek lingkungan dan aspek keselamatan. Investasi awal yang rendah. Produk intermediet yaitu amonium

Investasi awal yang rendah.aspek lingkungan dan aspek keselamatan. Kelayakan operasi. Produk intermediet yaitu amonium karbamat bersifat sangat

Produk intermediet yaitu amonium karbamat bersifat sangat korosif, sehingga menuntut kombinasi yang baik antara kondisi proses, bahan konstruksi dan desain peralatan. sangat korosif, sehingga menuntut kombinasi yang baik antara kondisi proses, bahan konstruksi dan desain peralatan.

Reaksi samping yaitu hidrolisis urea dan pembentukan biuret yang mengurangi perolehan produk urea. biuret yang mengurangi perolehan produk urea.

Ada tiga buah reaksi samping yang harus diminimalisasi pada proses pembuatan urea. Hidrolisis urea CO(NH
Ada tiga buah reaksi samping yang harus diminimalisasi pada proses pembuatan urea. Hidrolisis urea CO(NH

Ada tiga buah reaksi samping yang harus diminimalisasi pada proses pembuatan urea.

Hidrolisis urea CO(NH 2 ) 2 + H 2 O 2 NH 3 + CO 2 CO(NH 2 ) 2 + H 2 O 2 NH 3 + CO 2

Pembentukan biuret dari urea 2 CO(NH 2 ) 2 NH 2 CONHCONH 2 + NH 3 2 CO(NH 2 ) 2 NH 2 CONHCONH 2 + NH 3

Pembentukan asam isosianat dari urea CO(NH 2 ) 2 NH4NCO NH 3 + HNC CO(NH 2 ) 2 NH4NCO NH 3 + HNC

Proses pembuatan urea

No.

Proses

Keterangan

1

Proses Dasar Ulang Urea Technologies Inc. (UTI)

Tek. Reaktor 210 bar.1 Proses Dasar Ulang Urea Technologies Inc. (UTI)

NH 3 /CO 2 = 4,2:1 3 /CO 2 = 4,2:1

2

Proses Stamicarbon CO 2 - stripping

Tek. Reaktor 140 bar.2 Proses Stamicarbon CO 2 - stripping

NH 3 /CO 2 = 3:1 3 /CO 2 = 3:1

 

Seksi sintesis terdiri dari reaktor urea, sebuah stripper, kondenser karbamat, sebuah scrubber.

Seksi sintesis terdiri dari reaktor urea, sebuah stripper, kondenser karbamat, sebuah scrubber.

125 pabrikurea, sebuah stripper, kondenser karbamat, sebuah scrubber. 3 Proses Snam Progetti Tek. Reaktor 150 bar. NH

3

Proses Snam Progetti

Tek. Reaktor 150 bar.3 Proses Snam Progetti

NH 3 /CO 2 = 3,5:1 3 /CO 2 = 3,5:1

70 pabrikkarbamat, sebuah scrubber. 125 pabrik 3 Proses Snam Progetti Tek. Reaktor 150 bar. NH 3 /CO

…sambungan

No.

Proses

Keterangan

4

Proses Konvensional Mitsui Toatsu Co. (MTC) dari Toyo Engineering Co. (TEC)

Proses dikomersialkan hingga tahun 1980-an

Proses dikomersialkan hingga tahun 1980-an

TR-A Total Recycle A Process Total Recycle A Process

TR-B Total Recycle B Process Total Recycle B Process

 

TR-C Total Recycle C Process Total Recycle C Process

TR-CI Total Recycle C Improved Process

TR-CI Total Recycle C Improved Process
TR-D Total Recycle D Process

TR-D Total Recycle D Process

70 pabrik dan teknologi terakhirnya adalah teknologi proses ACES (Advanced Cost and Energy Saving)

70 pabrik dan teknologi terakhirnya adalah teknologi proses ACES ( Advanced Cost and Energy Saving )

5

Proses ACES

Tek. Reaktor 190 bar.5 Proses ACES

NH 3 /CO 2 = 4:1 3 /CO 2 = 4:1

7 pabrikproses ACES ( Advanced Cost and Energy Saving ) 5 Proses ACES Tek. Reaktor 190 bar.

Proses ACES

Proses ACES
Proses ACES

Proses Penanganan Limbah

Proses Penanganan Limbah Limbah gas amonia dari pabrik amonia dan debu urea serta amonia dari bagian

Limbah gas amonia dari pabrik amonia dan debu urea serta amonia dari bagian akhir proses pembuatan urea

Limbah Gas Amonia dapat dikurangi dengan cara absorpsi konvensional. Keluaran limbah gas yang diperbolehkan, yaitu kurang dari 0,2 kg amonia per ton absorpsi konvensional. Keluaran limbah gas yang diperbolehkan, yaitu kurang dari 0,2 kg amonia per ton urea yang diproduksi.

Debu urea hasil proses pembutiran sangat kecil ukurannya (0,5-2 µm), sehingga untuk menghilangkannya menggunakan wet impingement . Beberapa pabrik menggunakan teknologi ukurannya (0,5-2 µm), sehingga untuk menghilangkannya menggunakan wet impingement. Beberapa pabrik menggunakan teknologi granulasi untuk memperbesar ukuran dan kekuatan produk. Penanganannya cukup menggunakan scrubber.

Limbah Cair Kondensat proses yang dihasilkan dari bagian evaporasi atau kristalisasi mengandung 3-8 % berat
Limbah Cair Kondensat proses yang dihasilkan dari bagian evaporasi atau kristalisasi mengandung 3-8 % berat

Limbah Cair

Kondensat proses yang dihasilkan dari bagian evaporasi atau kristalisasi mengandung 3-8 % berat amonia dan 0,2-2 % berat urea. Dua macam teknik yang dapat digunakan untuk menghilangkan polutan tersebut adalah :

1. penanganan secara biologis (kurang populer).

2. hidrolisis kimiawi dan pelucutan kukus untuk

menghilangkan amonia dari kondensat.

Sistem Stamicarbonpelucutan kukus untuk menghilangkan amonia dari kondensat. Sistem Snam Progetti Sistem ACES (lihat penjelasannya)

Sistem Snam Progettipelucutan kukus untuk menghilangkan amonia dari kondensat. Sistem Stamicarbon Sistem ACES (lihat penjelasannya) Sistem UTI

Sistem ACES (lihat penjelasannya)kimiawi dan pelucutan kukus untuk menghilangkan amonia dari kondensat. Sistem Stamicarbon Sistem Snam Progetti Sistem UTI

Sistem UTIkukus untuk menghilangkan amonia dari kondensat. Sistem Stamicarbon Sistem Snam Progetti Sistem ACES (lihat penjelasannya)

Sistem ACES meliputi proses pre-desorpsi, hidrolisis, dan desorpsi akhir. Keluaran proses kondensat memiliki konsentrasi
Sistem ACES meliputi proses pre-desorpsi, hidrolisis, dan desorpsi akhir. Keluaran proses kondensat memiliki konsentrasi

Sistem ACES meliputi proses pre-desorpsi, hidrolisis, dan desorpsi akhir. Keluaran proses kondensat memiliki konsentrasi amonia dan urea kurang dari 5 ppm.

Bahan baku PT PUSRI

Gas alam dibutuhkan sebagai sumber hidrogen pada pembuatan amonia dan sebagai sumber karbon pada pembuatan urea. Selain itu, juga diperlukan sebagai pada pembuatan amonia dan sebagai sumber karbon pada pembuatan urea. Selain itu, juga diperlukan sebagai sumber energi atau sebagai bahan bakar. (lihat tabel berikut)

Air dari sungai Musi dan digunakan di unit utilitas sebanyak 712 m 3 /jam. utilitas sebanyak 712 m 3 /jam.

dan digunakan di unit utilitas sebanyak 712 m 3 /jam. Pada pabrik amonia digunakan sebagai air

Pada pabrik amonia digunakan sebagai air umpan boiler (boiler feed water) sebanyak 4,97 m 3 /jam dan air pendingin (cooling water) sebanyak 0,9 MT/MT NH 3

Udara sebagai udara instrumen dan udara proses. Katalis di pabrik amonia.

Udara sebagai udara instrumen dan udara proses.Katalis di pabrik amonia.

Katalis di pabrik amonia.Udara sebagai udara instrumen dan udara proses.

Udara sebagai udara instrumen dan udara proses. Katalis di pabrik amonia.
Bahan kima di pabrik amonia

Bahan kima di pabrik amonia

Bahan kima di pabrik amonia

Listrik

Listrik

Sistem pemoses

amonia

Sistem pemoses amonia
Sistem pemoses amonia
Sistem Pemroses Urea

Sistem Pemroses

Urea

Sistem Pemroses Urea