Anda di halaman 1dari 23

Learning issue : 1. flora usus normal pada bayi ?

Gizi dan Kesehatan Flora Usus: Menjaga Kesehatan dan Kebugaran Menurut kepercayaan kuno masyarakat Jepang, perut merupakan pusat kehidupan manusia. Bahkan, dikatakan pula bahwa di perut lah letak jiwa manusia. Pada orang dewasa, saluran pencernaan di dalam tubuhnya membentang sepanjang sembilan meter. Mulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus kecil (duedenum, jejunum, dan ileum) yang merupakan tempat penyerapan zat gizi dari makanan, hingga ke usus besar atau colon (caecum, ascending conon, transverse colon, descending colon, sigmoid colon, rectum, dan anus). Saluran usus bukan hanya berisi sari dan sisa makanan, namun juga berbagai jenis bakteri. Bakteri-bakteri tersebut berasal dari seratus spesies yang berbeda dan terdapat dalam jumlah yang sangat besar (diperkirakan seratus triliun bakteri). Bakteri-bakteri yang menghuni usus manusia dinamakan bakteri saluran usus. Mereka hidup bersama dengan mikroba lain secara kolektif. Menurut pakar teknologi pangan dan gizi IPB, Prof FG Winarno, triliunan bakteri yang menghuni usus manusia sebenarnya hidup secara tertib menurut suatu sistem dan menempati daerah kekuasaan tertentu. Hal ini, ungkapnya, bagaikan berbagai jenis vegetasi pada suatu hamparan pegunungan yang tampaknya tidak teratur. Namun, dalam kenyataannya tiaptiap kelompok vegetasi tersebut menempati lokasi yang spesifik, dan keseluruhan vegetasi membentuk suatu karakter flora yang indah. ''Karena alasan itulah kelompok bakteri yang menghuni usus disebut bakteri flora usus atau disingkat sebagai flora usus saja,'' ujarnya pada seminar sehari ''Keseimbangan Flora Usus bagi Kesehatan dan Kebugaran'' di kampus IPB, pekan lalu. Bakteri yang sangat banyak tersebut, ungkap Winarno, digolongkan menjadi dua jenis, yakni bakteri baik dan bakteri jahat. Bakteri baik di antaranya Lactobacillus dan Bifidobacteria. Sementara bakteri jahat antara lain Escherichia coli, Closteridium perfringence, Salmonella, dan Staphylococcus. Di dalam usus, kedua jenis bakteri ini saling bergolak dan membunuh. Menurutnya, proses pergolakan yang terjadi tersebut ternyata mengandung

konsekuensi serius terhadap kesehatan tubuh manusia, serta erat kaitannya dengan peluang terjadinya penyakit. Lactobacillus dan Bifidobacteria yang merupakan bakteri asam laktat sangat vital perannya dalam usus. Seorang ilmuwan Rusia penerima hadiah Nobel tahun 1903, Ellie Metchinikoff, mengatakan bahwa proses penuaan manusia merupakan suatu proses intoksikasi (peracunan) kronis yang disebabkan oleh beberapa senyawa 'busuk' yang dihasilkan bakteri yang terdapat di dalam usus. Ia juga mengatakan bahwa sejumlah penyakit dapat dicegah bila kita bisa menjaga keseimbangan flora usus ke arah bakteri asam laktat yang menguntungkan. Bifidobakteri, jelas Winarno, bereran sebagai faktor kunci dalam kesehatan individu dari segala usia. Pada bayi berusia 24 jam, bakteri mulai berkembang dan mengadakan kolonisasi dalam saluran ususnya. Namun demikian, bakteri yang tumbuh dalam usus bayi pada awalnya tergolong bakteri jahat seperti Coliform, Entericocci, Staphylococci, dan Clostridia. Namun, setelah bayi berusia empat hari, jenis bakteri baik seperti Lactobacilli dan Bidobacteri mulai berkembang biak dan mendesaki bakteri jahat yang telah ada sebelumnya. Akhirnya usus bayi didominasi oleh bakteri baik Bifidobacteria. Sejak itulah flora usus bayi menjadi stabil. Karena ini pula, setelah flora usus bayi stabil, biasanya diare yang terjadi pada awal kehidupan bayi akan berkurang dan menghilang. Menurut Winarno, bayi yang mendapat susu formula, populasi bakteri jahat dalam ususnya, khususnya Coliform dan Enterococci, sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan bayi yang mendapatkan ASI. Inilah mengapa bayi yang diberi ASI tumbuh dengan baik dan memiliki kesehatannya yang lebih prima. Winarno mengungkapkan, bila jumlah bakteri jahat atau bakteri pembusuk meningkat di dalam usus, khasusnya Coliform, Welch's bacillus dan Bacteriodes, maka akan terjadi senyawa-senyawa busuk yang dapat mengganggu kesehatan manusia seperti ammonia, amine, phenol, indol, dan skatol. Senyawasenyawa tersebut merupakan hasil pecahan dari protein dan asam amino yang berlebihan. Akibatnya, lanjut Winarno, akan terjadi banyak gangguan fungsi organ tubuh, dan sejak itu proses penuaan dapat menjalar dengan cepat. Dalam tubuh manusia yang sehat, senyawa-senyawa busuk tersebut dinetralisir di hati dan dikeluarkan melalui feses dan urine. Namun jika produksi senyawa busuk meningkat drastis, proses netralisasi tidak bisa berjalan sempurna. Akibatnya sebagian senyawa busuk dan beracun akan memasuki darah dan beredar ke seluruh tubuh. Bila hal ini terjadi terus menerus selama bertahuntahun, akan merangsang timbulnya berbagai penyakit seperti gagal hati, kanker,

dan dapat mempercepat proses penuaan seseorang. Beberapa jenis bakteri asam laktat diketahui mampu menekan produksi senyawa karsinogen dalam usus. Selain itu mampu merangsang immune sedemikian rupa sehingga membantu pencegahan penyakit kanker dan berbagai penyakit infeksi (usus kecil merupakan organ imunitas terbesar dalam tubuh manusia). Bifidobakteria dan Lactobacilli dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dalam menghadapi infeksi saluran usus dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri jahat, mengurangi kadar lemak dalam darah, dan meningkatkan immune response. Bakteri-bakteri tersebut berperan dalam perlindungan terhadap serangan kanker usus. ''Hal ini dapat menjadi bahan renungan dan pertimbangan betapa penting untuk mempertahankan populasi yang tinggi bagi bakteri, baik yang berguna bagi kesehatan serta menghambat terjadinya proses penuaan,'' ujar anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) ini. Ia mengatakan, upaya meningkatkan jumlah bakteri baik serta aktivitasnya di dalam usus besar dilakukan dengan cara mendesak laju pertumbuhan bakteri jahat. Hal ini, lanjutnya, dapat dilakukan melalui suplementasi menu makanan yang terancang dengan baik. Menurut perancang UU No 7/1996 tentang Pangan ini, pada dasarnya makanan dapat didesain khusus untuk berperan positif dalam meningkatkan populasi bakteri baik. Dalam hal ini, ada dua pendekatan yang dilakukan, yakni probiotik dan prebiotik. Probiotik merupakan bakteri hidup yang diberikan melalui mulut sebagai tambahan menu sehari-hari. Banyak spesies bakteri telah lama digunakan sebagai probiotik, sebagian besar merupakan bakteri asam laktak seperti Lactobacilli, Streptococci, Enterococci, dan Bifidobacteria. Saat ini mulai pula digunakan bakteri seperti Bacillus spp dan Saccharomyces sebagai probiotik. Sementara prebiotik merupakan makanan (nonbakteri) yang tidak dapat dicerna manusia, namun berguna bagi bakteri penghuni usus besar (colon). Prebiotik akan meningkatkan pertumbuhan dan aktivitas bakteri baik yang berada dalam colon. Beberapa jenis prebiotik yang kini populer adalah Oigosacharida dan Lactulose. Selain itu, telah dikembangkan pula berbagai senyawa khusus yang cocok bagi pertumbuhan bakteri baik, khususnya Bifidobacteria. Di antaranya yang memiliki rasa manis dan rendah kalori. Menurut Prof Betty Sri Laksmi Jenie, yang juga pakar teknologi pangan IPB, probitik dan prebiotik adalah kelompok pangan fungsional yang sedang berkembang pesat saat ini. Adapun pangan fungsional adalah makanan yang

dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar akan energi dan gizi, namun juga memberi manfaat tambahan secara nutrisional dan fisiologis pada konsumen. Di Eropa, ungkapnya, pasar produk yughurt probiotik pada tahun 1997 mencapai 65 persen dan susu probiotik mencapai 23 persen dari total pangan fungsional yang dipasarkan.
2. Pembagian cairan tubuh pada bayi dalam keadaan normal ? Air Konsentrasi : 70-85% Cairan akan menyebabkan terjadinya difusi sehingga terjadi pengangkutan dari 1 sel ke sel lain. Elektrolit Kalium, Mg, Fosfat, sulfat, bikarbonat, natrium, klorida, dan kalsium. Elektrolit pada membran sel menyebabkan terjadinya penjalaran impuls elektrokimia di saraf dan otot, elektrolit di dalam sel berguna untuk metabolisme sel. Protein 10-20% masa sel Lipid Lipid terpenting : fosfolipid dan kolesterol (2% masa sel). Bahan utama membran sel dan nuklear, serta membran yang membatasi organel intrasitoplasmik. Karbohidrat Berfungsi untuk nutrisi sel, disimpan dalam bentuk glikogen. Struktur fisik sel o Sebuah sel mengandung organel-organel. o Organel sel : membran sel, membran nuklear, Retikulum endoplasmik, mitokondria, lisosom, apparatus golgi, sentriole dan silia. Membran sel Semua organel dibatasi oleh membran. Tersusun atas fosfolipid (25%), protein (55%), kolesterol (13%), lipid lain (4%), KH (3%). Lipid berfungsi sebagai barrier yang dapat menghalangi pergerakan bebas air dan bahan-bahan yang terlarut dari satu sel ke bagian lain. Protein : memudahkan masuknya bahan-bahan spesifik ke luar atau ke dalam sel. Struktur membran : lapisan ganda lipid (lipid bilayer) yang sebagian bersifat hidrofilik dan hidrofobik di bagian lain. Sitoplasma dan organelnya Terdiri atas ektoplasma (di bawah membran sel) dan endoplasma (antara ektoplasma dan membran nuklear) Retikulum endoplasmik Jaringan berbentuk tabung dan flat di dalam sitoplasma.

Bahan-bahan yang di bentuk di berbagai bagian sel akan masuk kedalam RE utuk kemudian disalurkan ke bagian lain. Ribosom Partikel kecil yang melekat pada RE, disebut RE granular. Jika tidak dilekati : RE agranular. Terdiri atas asam ribonukleat yang berfungsi untuk sintesis protein dalam sel. RE agranular : sintesis lipid dan reaksi enzimatik lain Appratus Golgi Tersusun atas 4 atau lebih lapisan tipis, yang terletak dekat inti. Bekerjasama dengan RE dalam fungsinya. Dari RE akan masuk ke dalam AG dan di bentuk lisosom, vesikel sekretoris atau komponen lain. Lisosom Sistem pencernaan intraseluler, membuang struktur asing atau yang telah rusak. Diselimuti membran khusus untuk mencegah lisosom enzim hidrolitik bekerja pada organel lain dalam sel. Peroksisom Sifat fisik mirip lisosom, tapi dibentuk oleh REA dan mengandung enzim oksidase untuk menggabungkan oksigen denga hidrogen membentuk H2O2. Vesikel sekretoris Mensekresi bahan-bahan khusus dr RE dan AG, dan disimpan dalam vesikel sekretoris. Mitokondria Pembangkit tenaga listrik. Dikonsentrasikan ke dalam sel yang sangat berperan dalam penyediaan energi. Mitokondria mengandung as. Deoksiribonukleat yang mampu untuk memerbanyak dirinya sendiri tanpa bantuan organel lain. Nukleus Pusat pengatur dalam sel. Mengandung gen (as.deoksiribonukleat) yang dapat menentukan sifat-sifat enzim yang digunakan dalam sitoplasma.

Membran nuklear Selubung inti, melanjutkan diri dengan RE. Nukleolus Banyak sel mengandung anak inti sel. Tidak memiliki membran. Banyak mengandung as.ribonukleat dan protein seperti RE. Jika sedang mensintesis protein ukurannya akan membesar Reproduksi sel Amitosis : sel memperbanyak diri secara langsung dengan cara membelah diri, dari satu menjadi dua. Mitosis : memperbanyak diri secara tidak langsung melalui tahapan : Profasemetafaseanafasetelofase Meiosis : pembentukan sel kelamin : jantan dan betina Fisiologi Cairan Tubuh Tubuh terdiri dari 56% cairan (40 liter), pada bayi 75% Pembagian Cairan tubuh 1. Cairan intra sel : Ion kalium >>, Mg, PO4 (2/3 ci) 2. Cairan ekstrasel : Ion Na >>, Cl, bikarbonat (1/3 ci) Volume ci. Intrasel :25 L, vol. eritrosit 2 L Volume ci. Ekstrasel : 15 L, vol. plasma 3 L Cairan intrasel : di dalam 75 triliun sel-sel tubuh Cairan ekstrasel : ci. interstisial, plasma, ci. serebrispinal, ci. intra okuler, gastrointestin, dalam ruang potensial Homeostasis : Suatu usaha untuk selalu menjaga keseimbangan atau tetapnya keadaan lingkungan dalam Pengangkutan Cairan ekstrasel : Ikut aliran darah ke seluruh tubuh Pergerakan cairan antara darah kapiler dan sel-sel (difusi) Sistem kapiler : venula kapiler metarteriol (arteriol terminalis) arteriol organ arteriJantung

Asupan air harian : 2/3 dari air murni dan 1/3 dari makanan Air yang hilang : 1400 cc lewat urin, 100 cc dalam keringat, 100 cc dalam feses, 700 cc lewat evaporasi (300-400 cc lewat kulit) => total 2300 cc Cuaca panas => kehilangan air lewat keringat 1,5-2 L/jam Cuaca dingin => kehilangan air >> lewat urin dan saluran nafas Volume darah Terdiri dari cairan ekstra sel dan intra sel Volume 5000 cc; 3000 cc dalam plasma dan 2000 cc dalam sel darah merah Pada orang kurus : vol darah 79cc/kg10%

Pada orang gemuk : vol darah lebih sedikit Volume darah laki-laki > volume darah wanita Semakin besar jaringan lemak, semakin kecil volume darah per kgBB Hematokrit (Ht) : persentasi sel-sel darah merah Keseimbangan Osmotik Osmosis : perpindahan cairan dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi Unsur-unsur dalam cairan Ekstrasel : plasma dan cairan interstisial (natrium,klorida,bikarbonat >>; kalium,Mg,Ca fosfat,sulfat, asam organik <<,protein dan non elektrolit dalam plasma 90% dan dalam cairan interstisial 60%. Intrasel :natrium, klorida <>,Mg dan sulfat>,protein dan nonelektrolit (97%) Pertukaran cairan melalui osmosis Kecepatan osmosis : kecepatan difusi cairan dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi. Tekanan osmotik : tekanan untuk melawan proses osmosis molekul air ke luar Keseimbangan osmotik : jika proses osmosis berhenti yang ditanda dengan tercapainya keseimbangan konsentrasi antara cairan ekstra sel dan intrasel Pengaruh Tekanan Osmotik Dipengarui oleh protein plasma (albumin, globulin dan fibrinogen Dipengaruhi oleh banyaknya jumlah molekul protein Berfungsi untuk mempertahankan volume darah dan cairan interstisial normal Cairan bergerak dari rung interstisial ke dalam darah Pertukaran Cairan melalui difusi Difusi : Perpindahan cairan dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah Tekanan hidrostatik : tekanan untuk menggerakan cairan keluar ke ruang interstisial Celah interseluler : celah tipis diantara sel-sel endothelial yang berdekatan,6-7 nm,permeabel Difusi bahan larut dalam lemak : melewati sel-sel membran kapiler Difusi molekul air : melewati membran kapiler dan celah inter seluler Difusi bahan larut dalam air : berdifusi antara plasma dan cairan interstisial melalui pori-pori kapiler. Albumin tidak dapat berdifusi ke dalam membran kapiler Permeabilitas kapiler berbeda-beda pada tiap jaringan Pengaruh Tekanan Hidrostatik Mengalir melalui tekanan yang tinggi ke tekanan yang rendah Cairan bergerak dari kapiler ke ruang interstisial Dipengaruhi oleh air dan bahan-bahan yang terlarut

Tenaga untuk menggerakan cairan : 1. Tekanan kapiler : menggerakkan cairan keluar 2. Tekanan cairan instisial : menggerakkan cairan ke dalam 3. Tekanan onkotik plasma : osmosis cairan ke dalam 4. Tekanan onkotik cairan interstisial : osmosis cairan ke luar

Keseimbangan osmotik antara cairan ekstrasel dan intrasel Jika sel berada dalam lingkungan yang osmolalitasnya rendah di banding intra sel maka akan terjadi osmosis air ke dalam sel Jika sel menjadi cukup encer sebanding dengan lingkungan, proses osmosis akan berhenti. Isotonik : jika cairan tidak menyebabkan sel-sel di dalamnya berubah Hipotonik : jika cairan menyebabkan pembengkakan sel di dalamnya Hipertonik : jika cairan menyebabkan penciutan sel

Pengaruh pemberian air ke dalam cairan ektrasel Jika air di tambahkan ke dalam cairan ekstraselular, air akan mengencerkan cairan ekstrasel dan akan terjadi osmosis ke dalam sel Dehidrasi : keluarnya cairan intrasel ke dalam caian ektrasel akibat hilangnya cairan ektrasel. Pengaruh pemberian larutan garam Osmolalitas caira ekstrasel tidak berubah, hanya volume cairan ekstrasel yang bertambah Pengaruh pemberian larutan glukosa Osmolalitas awal adalah sama namun setelah penyerapan yang tersisa adalah cairan hipotonis EDEMA Edema : timbunan abnormal sejumlah cairan didalam ruang jaringan interstisial (diantara sel) atau rongga tubuh Edema terjadi : 1. Lokal (setempat), misal pada obstruksi pembuluh vena

2. General (menyeluruh), misal pada Gagal jantung kongestif, Sirosis hepatis Sindroma nefrotik (edema anasarka) EDEMA PADA RONGGA TUBUH 1. 2. 3. 4. Hidrothorax : timbunan cairan di rongga thorax Hidroperikardium : timbunan cairan di perikardium Hidroperitoneum ( Asites) : timbunan cairan di rongga perut Hidrokel : timbunan cairan di tunika vaginaslis testis

JENIS CAIRAN EDEMA 1. TRANSUDAT : disebabkan oleh proses non inflamasi kadar protein dan koloid rendah berat jenis 1,012 PATOGENESA EDEMA Edema terjadi ok meningkatnya tenaga yang meimndahkan cairan dari intravascular ke interstitial. Pertukaran cairan normal (Starling) diatur oleh tekanan hidrostatik & tekanan osmotik didalam & diluar vascular Tekanan hidrostatik & osmotik yg ditimbulkan oleh cairan interstitial relatif kecil & tetap (tidak menunjukkan perbedaan antara arteriol & ujung venula) tidak berperan penting pada pengaturan volume cairan ekstrasel Sebaliknya, tekanan hidrostatik intravascular & tekanan osmotik koloid plasma merupakan faktor utama pada patogenesis edema Gambar : Pembentukan & penyaluran cairan interstitial dalam keadaan normal Edema akan terjadi apabila : 1. Tekanan hidrostatik intravaskular meningkat 2. Tekanan osmotik koloid plasma menurun 3. Gangguan aliran limfe 4. Retensi garam & cairan 1. Tekanan hidrostatik intravaskular meningkat A. Edema lokal : terjadi ok kegagalan aliran vena, sering pada ekstremitas bawah, akibat trombosis obstruktif B. Edema general : pada peningkatan menyeluruh tekanan vena, terjadi apabila timbul gagal jantung kongestif yang mempengaruhi fungsi ventrikel kanan 2. Tekanan osmotik koloid plasma menurun: Keadaan ini diakibatkan oleh : A. Kehilangan albumin yang berlebihan (penyakir ginjal : Sindroma nefrotik) B. Pengurangan sintesa albumin serum (Sirosis hepatis, Kwashiorkor) Akibat kedua faktor tersebut terjadi perpindahan cairan dari intravaskular ke bagian interstitial

3. Mekanisme pengaturan cairan tubuh ? Pengertian Cairan Tubuh Total CAIRAN TUBUH Air (H20) merupakan komponen utama yang paling banyak terdapat di dalam tubuh manusia. Sekitar 60% dari total berat badan orang dewasa terdiri dari air. Namun bergantung kepada kandungan lemak & otot yang terdapat di dalam tubuh, nilai persentase ini dapat bervariasi antara 50-70% dari total berat badan orang dewasa. Oleh karena itu maka tubuh yang terlatih & terbiasa berolahraga seperti tubuh seorang atlet biasanya akan mengandung lebih banyak air jika dibandingkan tubuh non atlet. Di dalam tubuh, sel-sel yang mempunyai konsentrasi air paling tinggi antara lain adalah sel-sel otot dan organ-organ pada rongga badan, seperti paru-paru atau jantung, sedangkan selsel yang mempunyai konsentrasi air paling rendah adalah sel-sel jaringan seperti tulang atau gigi. Konsumsi cairan yang ideal untuk memenuhi kebutuhan harian bagi tubuh manusia adalah mengkonsumsi 1 ml air untuk setiap 1 kkal konsumsi energi tubuh atau dapat juga diketahui berdasarkan estimasi total jumlah air yang keluar dari dalam tubuh. Secara rata-rata tubuh orang dewasa akan kehilangan 2.5L cairan per harinya. Sekitar 1.5L cairan tubuh keluar melalui urin, 500 ml melalui keluarnya keringat, 400 ml keluar dalam bentuk uap air melalui proses respirasi (pernafasan) dan 100 ml keluar bersama dengan feces (tinja). Sehingga berdasarkan estimasi ini, konsumsi antara 8-10 gelas (1 gelas=240 ml) biasanya dijadikan sebagai pedoman dalam pemenuhan kebutuhan cairan perharinya. A. FUNGSI DAN KOMPOSISI CAIRAN TUBUH MANUSIA a. Pengertian Cairan Tubuh Cairan tubuh (bahasa Inggris: interstitial fluid, tissue fluid, interstitium) adalah cairan suspensi sel di dalam tubuh makhluk multiselular seperti manusia atau hewan yang memiliki fungsi fisiologis tertentu. Elektrolit adalah zat kimia yang menghasilkan partikel-partikel bermuatan listrik yang disebut ion jika berada dalam larutan. Cairan dan elektrolit masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman, dan cairan intravena (IV) dan didistribusi ke seluruh bagian tubuh. Keseimbangan cairan dan elektrolit berarti adanya distribusi yang normal dari air tubuh total dan elektrolit ke dalam seluruh bagian tubuh. Keseimbangan cairan dan elektrolit saling bergantung satu dengan yang lainnya; jika salah satu terganggu maka akan berpengaruh pada yang lainnya. Cairan tubuh dibagi dalam dua kelompok besar yaitu : cairan intraseluler dan cairan ekstraseluler. Cairan intraseluler adalah cairan yang berda di dalam sel di seluruh tubuh, sedangkan cairan ekstraseluler adalah cairan yang berada di luar sel dan terdiri dari tiga kelompok yaitu : cairan intravaskuler (plasma), cairan interstitial dan cairan transeluler. Cairan intravaskuler (plasma) adalah cairan di dalam sistem vaskuler, cairan intersitial adalah cairan yang terletak diantara sel, sedangkan cairan traseluler adalah cairan sekresi khusus seperti cairan serebrospinal, cairan intraokuler, dan sekresi saluran cerna. Perpindahan cairan dan elektrolit tubuh terjadi dalam tiga fase yaitu : a.Fase I : Plasma darah pindah dari seluruh tubuh ke dalam sistem sirkulasi, dan nutrisi dan oksigen diambil dari

paru-paru dan tractus gastrointestinal. b.Fase II : Cairan interstitial dengan komponennya pindah dari darah kapiler dan sel c.Fase III : Cairan dan substansi yang ada di dalamnya berpindah dari cairan interstitial masuk ke dalam sel. b. Komposisi dan Fungsi Cairan Tubuh Lebih kurang 60% berat badan orang dewasa pada umumnya terdiri dari cairan (air dan elektrolit). Rata-rata seseorang memerlukan sekitar 11 liter cairan tubuh untuk nutrisi sel dan pembuangan residu jaringan tubuh. Zat terlarut yang ada dalam cairan tubuh terdiri dari elektrolit dan nonelektrolit. Non elektrolit adalah zat terlarut yang tidak terurai dalam larutan dan tidak bermuatan listrik, seperti : protein, urea, glukosa, oksigen, karbon dioksida dan asam-asam organik. Sedangkan elektrolit tubuh mencakup natrium (Na+), kalium (K+), Kalsium (Ca++), magnesium (Mg+ +), Klorida (Cl-), bikarbonat (HCO3-), fosfat (HPO42-), sulfat (SO42-). Garam mineral ketika berada dalam bentuk cairan sel, baik seluruhnya maupun sebagian berbentuk ion elektron, yaitu kation dan anion. Kation dibentuk oleh metal (Na+, K+, Ca2+, Mg2+, dll.), sedangkan anion dibentuk oleh residu asam (Cl-, HCO-3, SO2-4, H2PO-4). Ion amonium (NH+4) termasuk kation, sedangkan asam organik dan protein adalah anion. I. Faktor-faktor yang mempengaruhi keseimbangan cairan 1. Usia Dengan bertambahnya usia, semua organ yang mengatur keseimbangan akan menurun fungsinya, hasilnya fungsi untuk mengatur keseimbangan juga menurun. Misalnya: gagal ginjal, gagal jantung, dll. 2. Temperatur Lingkungan Lingkungan yang panas bisa menyebabkan kita berkeringat banyak sehingga cairan banyak keluar 3. Diet Diet tinggi natrium akan berfungsi meretensi urine, demikian juga sebaliknya. 4. Obat-Obatan Seperti steroid, diuretik. 5. Stress Mempengaruhi metabolisme sel, meningkatkan gula darah, meningkatkan osmotik dan ADH akan meningkatkan sehingga urine menurun 6. Sakit Seperti bahan bakar, dalam keadaan sakit jelas mengeluarkan air yang banyak, seperti gagal ginjal. Prosentase jumlah cairan tubuh: Perhatikan Uraian berikut ini : Pada orang dewasa kira-kira 40 % baerat badannya atau 2/3 dari TBW-nya berada di dalam sel (cairan intraseluler/ICF), sisanya atau 1/3 dari TBW atau 20 % dari berat badannya berada di luar sel (ekstraseluler) yaig terbagi dalam 15 % cairan interstitial, 5 % cairan intavaskuler dan 1-2 % transeluler. II. Pengaturan keseimbangan cairan tubuh Organ yang berperan dalam pengaturan keseimbangan cairan meliputi: Ginjal Fungsi-fungsi utama ginjal dalam mempertahankan keseimbangan cairan: Pengaturan volume dan osmolalitas CES melalui retensi dan eksresi selektif cairan tubuh. - Pengaturan kadar elektrolit dalam CES dengan retensi selektif substansi yang dibutuhkan . - Pengaturan pH CES melalui retensi ion-ion hidrogen. - Ekskresi sampah metabolik dan substansi toksik. Oleh karena itu gagal ginjal jelas mempengaruhi keseimbangan cairan, karena ginjal tidak dapat berfungsi. Jantung dan pembuluh darah Kerja pompa jantung mensirkulasi darah melalui ginjal di bawah tekanan yang sesuai untuk menghasilkan urine. Kegagalan pompa jantung ini mengganggu perfusi ginjal dan karena itu mengganggu pengaturan air dan elektrolit. Paru-paru Melalui ekhalasi paruparu mengeluarkan air sebanyak +300L setiap hari pada orang dewasa. Pada kondisi yang abnormal seperti hiperpnea atau batuk yang terus-menerus akan memperbanyak kehilangan air; ventilasi mekanik dengan air yang berlebihan menurunkan kehilangan air ini. Kelenjar pituitary Hipotalamus menghasilkan

suatu substansi yaitu ADH yang disebut juga hormon penyimpan air, karena fungsinya mempertahankan tekanan osmotik sel dengan mengendalikan retensi atau ekskresi air oleh ginjal dan dengan mengatur volume darah. Kelenjar adrenal Aldosteron yang dihasilkan/disekresi oleh korteks adrenal (zona glomerolus). Peningkatan aldosteron ini mengakibatkan retensi natrium sehingga air juga ditahan, kehilangan kalor. Sedangkan apabila aldosteron kurang maka air akan banyak keluar karena natrium hilang. Kortisol juga menyebabkan retensi natrium. Kelenjar paratiroid Mengatur keseimbangan kalsium dan fosfat melalui hormon paratiroid (PTH). Sehingga dengan PTH dapat mereabsorbsi tulang, absorbsi kalsium dari usus dan reabsorbsi kalsium dari ginjal. III. Fungsi cairan tubuh Air merupakan bagian terbesar dari komposisi tubuh manusia. Hampir semua reaksi di dalam tubuh manusia memerlukan cairan. Agar metabolisme tubuh berjalan dengan baik, dibutuhkan masukan cairan setiap hari untuk menggantikan cairan yang hilang. Fungsi cairan tubuh antara lain : 1Mengatur suhu tubuh Bila kekurangan air, suhu tubuh akan menjadi panas dan naik. 2- Melancarkan peredaran darah Jika tubuh kita kurang cairan, maka darah akan mengental. Hal ini disebabkan cairan dalam darah tersedot untuk kebutuhan dalam tubuh. Proses tersebut akan berpengaruh pada kinerja otak dan jantung. 3- Membuang racun dan sisa makanan Tersedianya cairan tubuh yang cukup dapat membantu mengeluarkan racun dalam tubuh. Air membersihkan racun dalam tubuh melalui keringat, air seni, dan pernafasan. 4Kulit Air sangat penting untuk mengatur struktur dan fungsi kulit. Kecukupan air dalam tubuh berguna untuk menjaga kelembaban, kelembutan, dan elastisitas kulit akibat pengaruh suhu udara dari luar tubuh. 5- Pencernaan Peran air dalam proses pencernaan untuk mengangkut nutrisi dan oksigen melalui darah untuk segera dikirim ke sel-sel tubuh. Konsumsi air yang cukup akan membantu kerja sistem pencernaan di dalam usus besar karena gerakan usus menjadi lebih lancar, sehingga feses pun keluar dengan lancar. 6- Pernafasan Paru-paru memerlukan air untuk pernafasan karena paru-paru harus basah dalam bekerja memasukkan oksigen ke sel tubuh dan memompa karbondioksida keluar tubuh. Hal ini dapat dilihat apabila kita menghembuskan nafas ke kaca, maka akan terlihat cairan berupa embun dari nafas yang dihembuskan pada kaca. 7- Sendi dan otot Cairan tubuh melindungi dan melumasi gerakan pada sendi dan otot. Otot tubuh akan mengempis apabila tubuh kekurangan cairan. Oleh sebab itu, perlu minum air dengan cukup selama beraktivitas untuk meminimalisir resiko kejang otot dan kelelahan. 8- Pemulihan penyakit Air mendukung proses pemulihan ketika sakit karena asupan air yang memadai berfungsi untuk menggantikan cairan tubuh yang terbuang. c. Akibat Kekurangan dan Kelebihan Cairan Tubuh A.Kekurangan cairan tubuh KEBUTUHAN CAIRAN TUBUH Cairan tubuh hilang melalui: 1. Urin 50% dari kehilangan cairan Normal: 50 ml/ kgBB/ 24 jam 2. Insensible Water Loss (50%) - Respirasi (15%) - Kulit (30%) - Feses (5%) Pengeluaran cairan yang banyak dari dalam tubuh tanpa diimbangi pemasukkan cairan yang memadai dapat berakibat dehidrasi.Dehidrasi adalah keadaan dimana tubuh kehilangan cairan elektrolit yang sangat dibutuhkan organ-organ tubuh untuk bisa menjalankan fungsinya dengan baik.Saat dehidrasi, tubuh dengan terpaksa menyedot cairan baik dari darah maupun organ-organ tubuh lainnya. Gejala Dehidrasi Berikut ini adalah berbagai gejala

dehidrasi sesuai tingkatannya : 1. Dehidrasi ringan -Muka memerah -Rasa sangat haus -Kulit kering dan pecah-pecah -Volume urine berkurang dengan warna lebih gelap dari biasanya -Pusing dan lemah -Kram otot terutama pada kaki dan tangan -Kelenjar air mata berkurang kelembabannya -Sering mengantuk -Mulut dan lidah kering dan air liur berkurang 2. Dehidrasi sedang -Tekanan darah menurun -Pingsan -Kontraksi kuat pada otot lengan, kaki, perut, dan punggung -Kejang -Perut kembung -Gagal jantung -Ubun-ubun cekung -Denyut nadi cepat dan lemah 3. Dehidrasi Berat -Kesadaran berkurang -Tidak buang air kecil -Tangan dan kaki menjadi dingin dan lembab -Denyut nadi semakin cepat dan lemah hingga tidak teraba -Tekanan darah menurun drastis hingga tidak dapat diukur -Ujung kuku, mulut, dan lidah berwarna kebiruan. Mengembalikan Cairan Tubuh Yang Hilang Untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang, kita harus banyak minum minimal 8 gelas ( 2 liter ) air setiap hari yang bisa didapat dari : - Air putih yang higienis/air mineral Air putih mengandung beberapa zat penting untuk tubuh seperti oksigen, magnesium, sulfur, dan klorida. - Air berion Air berion tidak hanya menghilangkan dahaga melainkan juga berfungsi sebagai sumber energi seperti halnya karbohidrat, lipid, dan protein. Air berion bekerja sebagai perantara dalam reaksi-reaksi biokimia dan berperan dalam proses metabolisme tubuh sehingga dapat mengembalikan kesegaran otot tubuh setelah beraktivitas mengeluarkan keringat dengan cepat. - Jus buah Selain rasanya nikmat dan segar, jus buah mengandung beragam vitamin dan mineral yang menyehatkan. Menurut penelitian, jus jambu biji mengandung vitamin C sebanyak 3-6 kali lebih tinggi dibandingkan jus jeruk, 10 kali lebih tinggi dibandingkan pepaya, dan 10-30 kali lebih tinggi dibanding pisang. Namun, atlet kurang disarankan meminum jus buah saat berolahraga karena cairan padatnya tidak mudah terserap tubuh. B.kelebihan cairan tubuh Kelebihan cairan tubuh akan disimpan didalam ginjal. Kelebihan cairan tubuh dikeluarkan melalui air seni(urine). Kelebihan cairan tubuh dapat kita alami saat udara sedang dingin atau saat kita tidak banyak melakukan aktivitas. B. MEMAHAMI TEKANAN HIDROSTATIK DAN TEKANAN OSMOTIK a. Pengertian tekanan hidrostatik dan osmotik Tekanan hidrostatik adalah tekanan terhadap dinding pembuluh darah dan gerakan masuknya kedalam kaplsula bowman,dimana kapsula bowman merupakan gerakan masuknya cairan sebagai filtrasi glomerulus. Sedangkan tekanan osmotik adalah tekanan dari filtrasi kapsula bowman yang dikeluarkan oleh air atau pelarut lainnya pada membrane semipermiabel sebagai usaha untuk menembus membran masuk kedalam area yang lebih banyak mengandung molekul yang tidak dapat melewati membran (protein,lemak,dll). Pembuluh darah kapiler dan membran sel yang merupakan membran semipermiabel mampu memfilter tidak semua substansi dan komponen dalam cairan tubuh ikut berpindah. Metode perpindahan dari cairan dan elektrolit tubuh dengan cara : Diffusi Filtrasi Osmosis Aktiv Transport Diffusi dan osmosis adalah mekanisme transportasi pasif. Hampir semua zat berpindah dengan mekanisme transportasi pasif. Diffusi sederhana adalah perpindahan partikelpartikel dalam segala arah melalui larutan atau gas. Beberapa faktor yang mempengaruhi mudah tidaknya difusi zat terlarut menembus membran kapiler dan sel yaitu : Permebelitas membran kapiler dan sel Konsenterasi Potensial listrik Perbedaan tekanan. Osmosis adalah proses difusi dari air yang

disebabkan oleh perbedaan konsentrasi. Difusi air terjadi pada daerah dengan konsenterasi zat terlarut yang rendah ke daerah dengan konsenterasi zat terlarut yang tinggi. Perpindahan zat terlarut melalui sebuah membrane sel yang melawan perbedaan konsentrasi dan atau muatan listrik disebut transportasi aktif. Transportasi aktif berbeda dengan transportasi pasif karena memerlukan energi dalam bentuk adenosin trifosfat (ATP). Salah satu contonya adalah transportasi pompa kalium dan natrium. Natrium tidak berperan penting dalam perpindahan air di dalam bagian plasma dan bagian cairan interstisial karena konsentrasi natrium hampir sama pada kedua bagian itu. Distribusi air dalam kedua bagian itu diatur oleh tekanan hidrostatik yang dihasilkan oleh darah kapiler, terutama akibat oleh pemompaan oleh jantung dan tekanan osmotik koloid yang terutama disebabkan oleh albumin serum. Proses perpindahan cairan dari kapiler ke ruang interstisial disebut ultrafilterisasi. Contoh lain proses filterisasi adalah pada glomerolus ginjal. Meskipun keadaan di atas merupakan proses pertukaran dan pergantian yang terus menerus namun komposisi dan volume cairan relatif stabil, suatu keadaan yang disebut keseimbangan dinamis atau homeostatis. Masing Masing Ruangan Sistem Kardiovaskuler terdiri dari darah,jantung dan pembuluh darah. Jantung terletak di dalam mediastinum di rongga dada. 2/3 nya terletak di bagian kiri, 1/3 nya terletak di bagian kanan dari garis tengah tubuh. Proyeksi jantung kanan secara visual pada permukaan anterior adalah dibawah sternum dan tulang iga. Pada bagian permukaan inferior ( Apeks dan batas kanan jantung) diatas diafragma. Batas jantung kanan (yang meluas kebagian inferior dan basal) bertemu dengan paru kanan. Batas jantung kiri (yang meluas dari basal ke apeks) bertemu dengan paru kiri. Batas superior jantung kanan terletak di intercostae ke-3 kira-kira 3 cm ke kanan dari garis tengah. Garis yang menghubungkan kedua titik ini berkoresponden dengan basal jantung. Batas inferior jantung kiri terletak di apeks di intercostae ke-5 kira-kira 9 cm ke kiri dari garis tengah. Batas inferior jantung kanan terletak pada intercostae ke-6kirakira 3 cm ke kanan dari garis tengah. Garis yang menghubungkan garis inferior kanan dan kiri berkoresponden terhadap inferior surface jantungdan garis yang menghubungkan inferior dan superior kanan berkoresponden ke border jantung kanan. Berat jantung orang dewasa laki-laki 300-350gr, berat jantung orang dewasa wanita 250-350 gr. Panjang jantung 12 cm, lebar 9 cm dan tebal 6 cm atau 4 gr/kg BB dari berat badan ideal. I. STRUKTUR DAN FUNGSI JANTUNG v Struktur Pericardium dan Lapisan Jantung Pericardium adalah memberan yang mengelilingi dan melapisi jantung.dan memberan ini membatasi jantung pada posisi didalam mediastinum.Pericardium terdiri dari dua bagian yaitu fibrous pericardium dan serous pericardium.Febrous pericardium superficial adalah lapisan keras,tidak elastik dan merupakan jaringan tebal yang tidak beraturan. Fungsi dari fibrous pericardium mencegah peregangan berlebihan dari jantung,melindungi dan menempatkan jantung dalam mediastinum. Serous pericardium adalah lapisan dalam yang tipis,memberan yang halus yang terdiri dari dua lapisan. Lapisan parietal adalah lapisan paling luar dari serous pericardium yang menyatu dengan perikardium fibrosa. Bagian dalam adalah

lapisan visceral yang di sebut juga epicardium,yang menempel pada permukaan jantung ,antara lapisan parietal dan visceral terdapat cairan yang di sebut cairan perikadial. Cairan perikardial adalah cairan yang dihasilkan oleh sell pericardial untuk mencegah pergesekan antara memberan saat jantung berkontraksi. Dinding jantung terdiri dari 3 lapisan yaitu : Epikardium ( lapisan terluar ) Myocardium ( lapisan tengah ) Endocardium ( lapisan terdalam ) Lapisan perikardium dapat disebut juga lapisan visceral,dari serous perikardium.lapisan luar yang transparan dari dinding jantung terdiri dari mesothelium yang bertekstur licin pada permukaan jantung. Myocardium adalah jaringan otot jantung yang paling tebal dari jantung dan berfungsi sebagai pompa jantung dan bersifat involunter. Endocardium adalah lapisan tipis dari endotelium yang melapisi lapisan tipis jaringan penghubung yang memberikan suatu batas yang licin bagi ruang-ruang jantung dan menutupi katup-katup jantung .Endocardium bersambung dengan endothelial yang melapisi pembuluh besar jantung. Struktur Bagian Dalam dan Luar Ruang-ruang Jantung Jantung terdiri dari empat ruang,dua atrium dan dua ventrikel pada bagian anterior.Setiap atrium terdapat auricle,setiap aurikel meningkatkan kapasitas ruang atrium sehingga atrium menerima volume darah yang lebih besar. Pada permukaan jantung terdapat lekuk yang saling berhubungan disebut sulkus yang mengandung pembuluh darah koroner dan sejumlah lemak. Masing-masing sulkus memberi tanda batas eksternal antar dua ruang jantung. Sulkus koroner bagian dalam mengelilingi sebagian jantung dan memberi tanda batas antara atrium superior dan ventrikel inferior. Sulkus interventrikuler anterior adalah lekukan dangkal pada permukaan depan jantung yang memberi tanda batas antara ventrikel kanan dan kiri,sulkus ini berlanjut mengelilingi permukaan posterior jantung yang disebut sulkus interventrikuler posterior dimana memberi tanda batas antar ventrikel di bagian belakang jantung. Atrium kanan Atrium kanan menerima darah dari cava superior,cava inferior dan sinus koronarius.Pada bagian antero superior atrium kanan terdapat lekukan ruang yang berbentuk daun telinga yang disebut aurikel, pada bagian posterior dan septal licin dan rata tetapi daerah lateral dan aurikel permukaannya kasar serta tersusun dari serabut-serabut otot yang berjalan pararel yang disebut pactinatus. Tebal dinding antrium kanan 2 cm. Ventrikel kanan Ventrikel kanan membentuk hampir sebagian besar permukaan depan jantung.Bagian dalam dari ventrikel kanan terdiri dari tonjolan-tonjolan yang terbentuk dari ikatan jaringan serabut otot jantung yang disebut trabeculae carneae. Beberapa trabeculae carneae merupakan bagian yang membawa sistem konduksi dari jantung. Daun katup trikuspid dihubungkan dengan tali seperti tendon yang disebut dengan chorda tendinea yang disambungkan dengan trabekula yang berbentuk kerucut yang disebut papillary muscle. Ventrikel kanan dipisahkan dengan ventrikel kiri oleh interventrikuler septum. Darah dari ventrikel kanan melalui katup semilunar pulmonal ke pembuluh darah arteri besar yang disebut pulmonary truk yang dibagi menjadi arteri pulmonal kanan dan kiri. Atrium kiri Atrium kiri membentuk sebagian besar dasar jantung.Atrium kiri menerima darah dari paru-paru melalui empat vena pulmonal.Seperti pada atrium kanan bagian dalam atrium kiri mempunyai dinding posterior yang lunak. Darah dibawa dari atrium kiri ke ventrikel kiri melalui katup bikuspid dimana mempunyai dua daun katup. Ventrikel kiri

Ventrikel kiri membentuk apex dari jantung seperti pada ventrikel kanan mengandung trabecula carneae dan mempunyai chorda tendinea yang dimana mengikat daun katup bikuspid ke papillary muscle. Darah dibawa dari ventrikel kiri melalui katup semilunar aorta ke arteri yang paling besar keseluruh tubuh yang disebut aorta asending.Dari sini sebagian darah mengalir ke arteri coronary,dimana merupakan cabang dari aorta asending dan membawa darah kedinding jantung,sebagian darah masuk ke arkus aorta dan aorta desending.Cabang dari arkus aorta dan aorta desending membawa darah keseluruh tubuh. Struktur Katup-katup JantungKatup Semilunar Katup Atrioventrikuler Membuka dan menutupnya katup jantung terjadi karena perubahan tekanan pada saat jantung kontraksi dan relaksasi.Setiap katup jantung membantu aliran darah satu arah dengan cara membuka dan menutup katup untuk mencegah aliran balik. Katup Atrioventrikuler Disebut katup atrioventrikuler karena letaknya di antara atrium dan ventrikel. Katup atrioventrikuler terdiri dari dua katup yaitu biskupid dan trikuspid,dan ketika katup atrioventrikuler terbuka daun katup terdorong ke ventrikel.Darah bergerak dari atrium ke ventrikel melalui katup atrioventrikuler yang terbuka ketika tekanan ventrikel lebih rendah dibanding tekanan atrium.Pada saat ini papillary muscle dalam ke adaan relaksasi dan corda tendinea kendor. Pada saat ventrikel kontraksi,tekanan darah membuat daun katup keatas sampai tepi daun katup bertemu dan menutup kembali. Pada saat bersamaan muskuler papilaris berkontraksi dimana menarik dan mengencangkan chorda tendinea hal ini mencegah daun katup terdorong ke arah atrium akibat tekanan ventrikel yang tinggi. Jika daun katup dan chorda tendinea mengalami kerusakan maka terjadi kebocoran darah atau aliran balik ke atrium ketika terjadi kontraksi ventrikel. Katup Semilunar Terdiri dari katup pulmonal dan katup aorta. Katup pulmonal terletak pada arteri pulmonalis memisahkan pembuluh ini dari ventrikel kanan. Katup aorta terletak antara aorta dan ventrikel kiri. Kedua katup semilunar terdiri dari tiga daun katup yang berbentuk sama yang simetris disertai penonjolan menyerupai corong yang dikaitkan dengan sebuah cincin serabut. Adanya katup semilunar memungkinkan darah mengalir Keseimbangan Cairan dan Elektrolit Elektrolit yang Normal Dengan makan dan minum tubuh kita mendapat air, elektrolit, karbohidrat, lemak, vitamin dan zat-zat lainnya. Dalam waktu 24 jam jumlah air dan elektrolit yang masuk dan keluar melalui kemih, tinja, keringat dan uap pernapasan pada orang dewasa kira-kira sama seperti pada tabel di bawah ini.Masukan (ml per 24 jam) Keluaran (ml per 24 jam) Minum 800 1700 Urine 600 1600 Makan 500 -1000 Faeces 50 200 Oksidasi 200 300 IWL 850 1200 Jumlah 1500 3000 Jumlah 1500 3000 Komposisi Cairan Tubuh Kandungan air pada saat bayi lahir adalah sekitar 75% BB dan pada saat berusia 1 bulan sekitar 65% BB. Komposisi cairan pada tubuh dewasa pria adalah sekitar 60% BB, sedangkan pada dewasa wanita 50% BB. Sisanya adalah zat padat seperti protein, lemak, karbohidrat, dll. Air dalam tubuh berada di beberapa ruangan, yaitu intraseluler sebesar 40% dan ekstraseluler sebesar 20%. Cairan ekstraseluler merupakan cairan yang terdapat di ruang antarsel (interstitial) sebesar 15% dan plasma sebesar 5%. Cairan antarsel khusus disebut cairan

transeluler misalnya cairan serebrospinal, cairan persendian, cairan peritoneum, dll. Komposisi Elektrolit Air melintasi membran sel dengan mudah, tetapi zat-zat lain sulit melintasinya atau membutuhkan proses khusus supaya dapat melintasinya; oleh sebab itu komposisi elektrolit di luar dan di dalam sel berbeda. Cairan intraseluler banyak mengandung ion K, Mg dan fosfat; sedangkan cairan ekstraseluler banyak mengandung ion Na dan Cl. Komposisi Elektrolit Cairan Intra dan Ekstraseluler CIS CES Plasma Interstitial Natrium 15 142 144 Kalium 150 4 4 Calsium 2 5 2,5 Magnesium 27 3 1,5 Clorida 1 103 114 HCO3 10 27 30 HPO4 100 2 2 SO4 20 1 1 Asam organik - 5 5 Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit Gangguan Keseimbangan Cairan Dehidrasi Syok hipovolemik Gangguan Keseimbangan Elektrolit 1. Hiponatremia Definisi : kadar Na+ serum di bawah normal (< 135 mEq/L) Causa : CHF, gangguan ginjal dan sindroma nefrotik, hipotiroid, penyakit Addison Tanda dan Gejala : Jika Na plasma turun 10 mEq/L dalam beberapa jam, pasien mungkin mual, muntah, sakit kepala dan keram otot. Jika Na plasma turun 10 mEq/L dalam satu jam, bisa terjadi sakit kepala hebat, letargi, kejang, disorientasi dan koma. Mungkin pasien memiliki tandatanda penyakit dasar (seperti gagal jantung, penyakit Addison). Jika hiponatremia terjadi sekunder akibat kehilangan cairan, mungkin ada tandatanda syok seperti hipotensi dan takikardi 2. Hipernatremia Definisi : Na+ serum di atas normal (>145 mEq/L) Causa : Kehilangan Na+ melalui ginjal misalnya pada terapi diuretik, diuresis osmotik, diabetes insipidus, sekrosis tubulus akut, uropati pasca obstruksi, nefropati hiperkalsemik; atau karena hiperalimentasi dan pemberian cairan hipertonik lain. Tanda dan Gejala : iritabilitas otot, bingung, ataksia, tremor, kejang dan koma yang sekunder terhadap hipernatremia. 3. Hipokalemia Definisi : kadar K+ serum di bawah normal (< 3,5 mEq/L) Etiologi Kehilangan K+ melalui saluran cerna (misalnya pada muntahmuntah, sedot nasogastrik, diare, sindrom malabsorpsi, penyalahgunaan pencahar) Diuretik Asupan K+ yang tidak cukup dari diet Ekskresi berlebihan melalui ginjal Maldistribusi K+ Hiperaldosteron Tanda dan Gejala : Lemah (terutama otot-otot proksimal), mungkin arefleksia, hipotensi ortostatik, penurunan motilitas saluran cerna yang menyebabkan ileus. Hiperpolarisasi myokard terjadi pada hipokalemia dan dapat menyebabkan denyut ektopik ventrikel, reentry phenomena, dan kelainan konduksi. EKG sering memperlihatkan gelombang T datar, gelombang U, dan depresi segmen ST. 4. Hiperkalemia Definisi : kadar K+ serum di atas normal (> 5,5 mEq/L) Etiologi : Ekskresi renal tidak adekuat; misalnya pada gagal ginjal akut atau kronik, diuretik hemat kalium, penghambat ACE. Beban kalium dari nekrosis sel yang masif yang disebabkan trauma (crush injuries), pembedahan mayor, luka bakar, emboli arteri akut, hemolisis, perdarahan saluran cerna atau rhabdomyolisis. Sumber eksogen meliputi suplementasi kalium dan pengganti garam, transfusi darah dan penisilin dosis tinggi juga harus dipikirkan. Perpindahan dari intra ke ekstraseluler; misalnya pada asidosis, digitalisasi, defisiensi insulin atau peningkatan cepat dari osmolalitas darah. Insufisiensi adrenal Pseudohiperkalemia. Sekunder terhadap hemolisis sampel darah atau pemasangan torniket terlalu lama Hipoaldosteron Tanda dan Gejala : Efek terpenting adalah perubahan eksitabilitas jantung. EKG memperlihatkan

perubahan-perubahan sekuensial seiring dengan peninggian kalium serum. Pada permulaan, terlihat gelombang T runcing (K+ > 6,5 mEq/L). Ini disusul dengan interval PR memanjang, amplitudo gelombang P mengecil, kompleks QRS melebar (K+ = 7 sampai 8 mEq/L). Akhirnya interval QT memanjang dan menjurus ke pola sine-wave. Fibrilasi ventrikel dan asistole cenderung terjadi pada K+ > 10 mEq/L. Temuan-temuan lain meliputi parestesi, kelemahan, arefleksia dan paralisis ascenden. Penanganan Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit TERAPI CAIRAN Definisi Terapi cairan adalah tindakan untuk memelihara, mengganti milieu interiur dalam batas-batas fisiologis. Indikasi, antara lain: - Kehilangan cairan tubuh akut - Kehilangan darah - Anoreksia - Kelainan saluran cerna Tujuan Tujuan pemberian terapi cairan dijabarkan pada bagan di bawah ini. Teknik Pemberian Prioritas utama dalam menggantikan volume cairan yang hilang adalah melalui rute enteral / fisiologis misalnya minum atau melalui NGT. Untuk pemberian terapi cairan dalam waktu singkat dapat digunakan vena-vena di punggung tangan, sekitar daerah pergelangan tangan, lengan bawah atau daerah cubiti. Pada anak kecil dan bayi sering digunakan daerah punggung kaki, depan mata kaki dalam atau kepala. Pemberian terapi cairan pada bayi baru lahir dapat dilakukan melalui vena umbilikalis. Penggunaan jarum anti-karat atau kateter plastik anti trombogenik pada vena perifer biasanya perlu diganti setiap 1-3 hari untuk menghindari infeksi dan macetnya tetesan. Pemberian cairan infus lebih dari 3 hari sebaiknya menggunakan kateter besar dan panjang yang ditusukkan pada vena femoralis, vena cubiti, vena subclavia, vena jugularis eksterna atau interna yang ujungnya sedekat mungkin dengan atrium kanan atau di vena cava inferior atau superior. TERAPI ELEKTROLIT 1. Hiponatremia Atasi penyakit dasar Hentikan setiap obat yang ikut menyebabkan hiponatremia Koreksi hiponatremia yang sudah berlangsung lama secara perlahan-lahan, sedangkan hiponatremia akut lebih agresif. Hindari koreksi berlebihan karena dapat menyebabkan central pontine myelinolysis Jangan naikkan Na serum lebih cepat dari 12 mEq/L dalam 24 jam pada pasien asimptomatik. Jika pasien simptomatik, bisa tingkatkan sebesar 1 sampai 1,5 mEq/L/jam sampai gejala mereda. Untuk menaikkan jumlah Na yang dibutuhkan untuk menaikkan Na serum sampai 125 mEq/L digunakan rumus: Jumlah Na (mEq) = [125 mEq/L Na serum aktual (mEq/L)] x TBW (dalam liter) TBW (Total Body Water) = 0,6 x BB (dalam kg) Larutan pengganti bisa berupa NaCl 3% atau 5% (masing-masing mengandung 0,51 mEq/ml dan 0,86 mEq/ml) Pada pasien dengan ekspansi cairan ekstrasel, mungkin dperlukan diuretik Hiponatremia bisa dikoreksi dengan NaCl hipertonik (3%) dengan kecepatan kirakira 1 mL/kg per jam. 2. Hipernatremia Hipernatremia dengan deplesi volume harus diatasi dengan pemberian normal saline sampai hemodinamik stabil. Selanjutnya defisit air bisa dikoreksi dengan Dekstrosa 5% atau NaCl hipotonik. Hipernatremia dengan kelebihan volume diatasi dengan diuresis, atau jika perlu dengan dialisis. Kemudian Dekstrosa 5% diberikan untuk mengganti defisit air. Defisit air tubuh ditaksir sbb: Defisit = air tubuh (TBW) yang dikehendaki (liter) air tubuh skrg Air tubuh yg dikehendaki = (Na serum yg diukur) x (air tubuh skrg/Na serum normal) Air tubuh sekarang = 0,6 x BB sekarang (kg) Separuh dari defisit air yang dihitung harus diberikan dalam 24 jam pertama, dan sisa defisit dikoreksi dalam 1 atau 2 hari untuk menghindari edema serebral. 3.

Hipokalemia Defisit kalium sukar atau tidak mungkin dikoreksi jika ada hipomagnesia. Ini sering terjadi pada penggunaan diuretik boros kalium. Magnesium harus diganti jika kadar serum rendah. Terapi oral. Suplementasi K+ (20 mEq KCl) harus diberikan pada awal terapi diuretik. Cek ulang kadar K+ 2 sampai 4 minggu setelah suplementasi dimulai. Terapi intravena harus digunakan untuk hipokalemia berat dan pada pasien yang tidak tahan dengan suplementasi oral. Dengan kecepatan pemberian sbb: Jika kadar K+ serum > 2,4 mEq/L dan tidak ada kelainan EKG, K+ bisa diberikan dengan kecepatan 0 sampai 20 mEq/jam dengan pemberian maksimum 200 mEq per hari. Pada anak 0,5-1 mEq/kgBB/dosis dalam 1 jam. Dosis tidak boleh melebihi dosis maksimum dewasa. 4. Hiperkalemia Pemantauan EKG kontinyu dianjurkan jika ada kelainan EKG atau jika kalium serum > 7 mEq/L Kalsium glukonat dapat diberikan iv sebagai 10 ml larutan 10% selama 10 menit untuk menstabilkan myocard dan sistem konduksi jantung Natrium bikarbonat membuat darah menjadi alkali dan menyebabkan kalium berpindah dari ekstra ke intraseluler. Bic nat diberikan sebanyak 40 sampai 150 mEq NaHCO3 iv selama 30 menit atau sebagai bolus iv pada kedaruratan Insulin menyebabkan perpindahan kalium dari cairan ekstraseluler ke intraseluler. 5 sampai 10 unit regular insulin sebaiknya diberikan dengan 1 ampul glukosa 50% iv selama 5 menit Dialisis mungkin dibutuhkan pada kasus hiperkalemia berat dan refrakter Pembatasan kalium diindikasikan pada stadi 4. NWL (Normal Water Loss) ?

7. keseimbangan asam-basa ? Keseimbangan Asam Basa Derajat keasaman merupakan suatu sifat kimia yang penting dari darah dan cairan tubuh lainnya. Satuan derajat keasaman adalah pH: pH 7,0 adalah netral pH diatas 7,0 adalah basa (alkali) pH dibawah 7,0 adalah asam. Suatu asam kuat memiliki pH yang sangat rendah (hampir 1,0); sedangkan suatu basa kuat memiliki pH yang sangat tinggi (diatas 14,0). Darah memiliki ph antara 7,35-7,45. Keseimbangan asam-basa darah dikendalikan secara seksama, karena perubahan pH yang sangat kecil pun dapat memberikan efek yang serius terhadap beberapa organ. Tubuh menggunakan 3 mekanisme untuk mengendalikan keseimbangan asam-basa darah: Kelebihan asam akan dibuang oleh ginjal, sebagian besar dalam bentuk amonia. Ginjal memiliki kemampuan untuk mengatur jumlah asam atau basa yang dibuang, yang biasanya berlangsung selama beberapa hari. Tubuh menggunakan penyangga pH (buffer) dalam darah sebagai pelindung terhadap perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dalam pH darah. Suatu penyangga ph bekerja secara kimiawi untuk meminimalkan perubahan pH suatu larutan. Penyangga pH yang paling penting dalam darah adalah bikarbonat. Bikarbonat (suatu komponen basa) berada dalam kesetimbangan dengan karbondioksida (suatu komponen asam). Jika lebih banyak asam yang masuk ke dalam aliran darah, maka akan dihasilkan lebih banyak bikarbonat dan lebih sedikit karbondioksida. Jika lebih banyak basa yang

masuk ke dalam aliran darah, maka akan dihasilkan lebih banyak karbondioksida dan lebih sedikit bikarbonat. Pembuangan karbondioksida. Karbondioksida adalah hasil tambahan penting dari metabolisme oksigen dan terus menerus yang dihasilkan oleh sel. Darah membawa karbondioksida ke paru-paru dan di paru-paru karbondioksida tersebut dikeluarkan (dihembuskan). pusat pernafasan di otak mengatur jumlah karbondioksida yang dihembuskan dengan mengendalikan kecepatan dan kedalaman pernafasan. Jika pernafasan meningkat, kadar karbon dioksida darah menurun dan darah menjadi lebih basa. Jika pernafasan menurun, kadar karbondioksida darah meningkat dan darah menjadi lebih asam. Dengan mengatur kecepatan dan kedalaman pernafasan, maka pusat pernafasan dan paru-paru mampu mengatur pH darah menit demi menit. Adanya kelainan pada satu atau lebih mekanisme pengendalian ph tersebut, bisa menyebabkan salah satu dari 2 kelainan utama dalam keseimbangan asam basa, yaitu asidosis atau alkalosis. Asidosis adalah suatu keadaan pada saat darah terlalu banyak mengandung asam (atau terlalu sedikit mengandung basa) dan sering menyebabkan menurunnya pH darah. Alkalosis adalah suatu keadaan pada saat darah terlalu banyak mengandung basa (atau terlalu sedikit mengandung asam) dan kadang menyebabkan meningkatnya pH darah. Asidosis dan alkalosis bukan merupakan suatu penyakit tetapi lebih merupakan suatu akibat dari sejumlah penyakit. Terjadinya asidosis dan alkalosis merupakan petunjuk penting dari adanya masalah metabolisme yang serius. Asidosis dan alkalosis dikelompokkan menjadi metabolik atau respiratorik, tergantung kepada penyebab utamanya. Asidosis metabolik dan alkalosis metabolik disebabkan oleh ketidakseimbangan dalam pembentukan dan pembuangan asam atau basa oleh ginjal.Asidosis respiratorik atau alkalosis respiratorik terutama disebabkan oleh penyakit paru-paru atau kelainan pernafasan. Asidosis Respiratorik Defenisi : Asidosis Respiratorik adalah keasaman darah yang berlebihan karena penumpukan karbondioksida dalam darah sebagai akibat dari fungsi paru-paru yang buruk atau pernafasan yang lambat. Kecepatan dan kedalaman pernafasan mengendalikan jumlah karbondioksida dalam darah. Dalam keadaan normal, jika terkumpul karbondioksida, pH darah akan turun dan darah menjadi asam Tingginya kadar karbondioksida dalam darah merangsang otak yang mengatur pernafasan, sehingga pernafasan menjadi lebih cepat dan lebih dalam. Penyebab :Asidosis respiratorik terjadi jika paru-paru tidak dapat mengeluarkan karbondioksida secara adekuat.Hal ini dapat terjadi pada penyakit-penyakit berat yang mempengaruhi paru-paru, seperti: - Emfisema - Bronkitis kronis - Pneumonia berat - Edema pulmoner - Asma. Asidosis respiratorik dapat juga terjadi bila penyakit-penyakit dari saraf atau otot dada menyebabkan gangguan terhadap mekanisme pernafasan. Selain itu, seseorang dapat mengalami asidosis respiratorik akibat narkotika dan obat tidur yang kuat, yang menekan pernafasan. Asidosis Metabolik Defenisi :Asidosis Metabolik adalah keasaman darah yang berlebihan, yang ditandai dengan rendahnya kadar bikarbonat dalam darah Bila peningkatan keasaman melampaui sistem penyangga pH, darah akan benar-benar menjadi asam. Seiring dengan menurunnya pH darah, pernafasan menjadi lebih dalam dan lebih cepat sebagai usaha tubuh untuk menurunkan kelebihan asam dalam darah dengan cara menurunkan jumlah karbon

dioksida.Pada akhirnya, ginjal juga berusaha mengkompensasi keadaan tersebut dengan cara mengeluarkan lebih banyak asam dalam air kemih.Tetapi kedua mekanisme tersebut bisa terlampaui jika tubuh terus menerus menghasilkan terlalu banyak asam, sehingga terjadi asidosis berat dan berakhir dengan keadaan koma. Penyebab : Penyebab asidosis metabolik dapat dikelompokkan kedalam 3 kelompok utama: Jumlah asam dalam tubuh dapat meningkat jika mengkonsumsi suatu asam atau suatu bahan yang diubah menjadi asam. Sebagian besar bahan yang menyebabkan asidosis bila dimakan dianggap beracun. Contohnya adalah metanol (alkohol kayu) dan zat anti beku (etilen glikol). Overdosis aspirin pun dapat menyebabkan asidosis metabolik. Tubuh dapat menghasilkan asam yang lebih banyak melalui metabolisme. Tubuh dapat menghasilkan asam yang berlebihan sebagai suatu akibat dari beberapa penyakit; salah satu di antaranya adalah diabetes melitus tipe I. Jika diabetes tidak terkendali dengan baik, tubuh akan memecah lemak dan menghasilkan asam yang disebut keton. Asam yang berlebihan juga ditemukan pada syok stadium lanjut, dimana asam laktat dibentuk dari metabolisme gula. Asidosis metabolik bisa terjadi jika ginjal tidak mampu untuk membuang asam dalam jumlah yang semestinya. Bahkan jumlah asam yang normal pun bisa menyebabkan asidosis jika ginjal tidak berfungsi secara normal. Kelainan fungsi ginjal ini dikenal sebagai asidosis tubulus renalis (ATR) atau rhenal tubular acidosis (RTA), yang bisa terjadi pada penderita gagal ginjal atau penderita kelainan yang mempengaruhi kemampuan ginjal untuk membuang asam. Penyebab utama dari asidois metabolik: Gagal ginjal Asidosis tubulus renalis (kelainan bentuk ginjal) Ketoasidosis diabetikum Asidosis laktat (bertambahnya asam laktat) Bahan beracun seperti etilen glikol, overdosis salisilat, metanol, paraldehid, asetazolamid atau amonium klorida Kehilangan basa (misalnya bikarbonat) melalui saluran pencernaan karena diare, ileostomi atau kolostomi. Alkalosis Respiratorik Defenisi : Alkalosis Respiratorik adalah suatu keadaan dimana darah menjadi basa karena pernafasan yang cepat dan dalam, sehingga menyebabkan kadar karbondioksida dalam darah menjadi rendah Penyebab :Pernafasan yang cepat dan dalam disebut hiperventilasi, yang menyebabkan terlalu banyaknya jumlah karbondioksida yang dikeluarkan dari aliran darah. Penyebab hiperventilasi yang paling sering ditemukan adalah kecemasan. Penyebab lain dari alkalosis respiratorik adalah: - rasa nyeri - sirosis hati - kadar oksigen darah yang rendah - demam - overdosis aspirin. Pengobatan :Biasanya satu-satunya pengobatan yang dibutuhkan adalah memperlambat pernafasan. Jika penyebabnya adalah kecemasan, memperlambat pernafasan bisa meredakan penyakit ini. Jika penyebabnya adalah rasa nyeri, diberikan obat pereda nyeri. Menghembuskan nafas dalam kantung kertas (bukan kantung plastik) bisa membantu meningkatkan kadar karbondioksida setelah penderita menghirup kembali karbondioksida yang dihembuskannya. Pilihan lainnya adalah mengajarkan penderita untuk menahan nafasnya selama mungkin, kemudian menarik nafas dangkal dan menahan kembali nafasnya selama mungkin. Hal ini dilakukan berulang dalam satu rangkaian sebanyak 6-10 kali. Jika kadar karbondioksida meningkat, gejala hiperventilasi akan membaik, sehingga mengurangi kecemasan penderita dan menghentikan serangan alkalosis respiratorik. Alkalosis Metabolik Defenisi :Alkalosis Metabolik adalah suatu

keadaan dimana darah dalam keadaan basa karena tingginya kadar bikarbonat. Penyebab :Alkalosis metabolik terjadi jika tubuh kehilangan terlalu banyak asam. Sebagai contoh adalah kehilangan sejumlah asam lambung selama periode muntah yang berkepanjangan atau bila asam lambung disedot dengan selang lambung (seperti yang kadang-kadang dilakukan di rumah sakit, terutama setelah pembedahan perut). Pada kasus yang jarang, alkalosis metabolik terjadi pada seseorang yang mengkonsumsi terlalu banyak basa dari bahan-bahan seperti soda bikarbonat. Selain itu, alkalosis metabolik dapat terjadi bila kehilangan natrium atau kalium dalam jumlah yang banyak mempengaruhi kemampuan ginjal dalam mengendalikan keseimbangan asam basa darah. Penyebab utama akalosis metabolik: 1. Penggunaan diuretik (tiazid, furosemid, asam etakrinat) 2. Kehilangan asam karena muntah atau pengosongan lambung 3. Kelenjar adrenal yang terlalu aktif (sindroma Cushing atau akibat penggunaan kortikosteroid). SUMBER:http://choled.wordpress.com/2008/02/17/ http://ayosz.wordpress.com/2008/02/21/kesimbangan-asam-basa/