Anda di halaman 1dari 16

ASAM AMINO DAN PROTEIN

KELOMPOK 1

Dasar Teori
Protein adalah molekul besar (berat molekulnya dapat sampai beberapa juta). Terdapat di semua makhluk hidup. Protein tersusun atas kira kira 20 macam asam amino yang berikatan satu sama lain dengan ikatan peptida yang dibentuk antara gugus karboksil asam amino dengan gugus amino dari asam amino berikutnya. Protein pada umumnya diklasifikasikan atas daya larut dan komposisi kimianya. Simple protein Merupakan protein yang hanya mengandung 1--asam amino atau derivatnya. Contoh: albumin, globulin, glutelin, protamin, albuminoid, histon, dan lain-lain. Conjugated protein Merupakan protein yang bergabung dengan zat lain yang bukan protein. Zat yang bukan protein ini disebut gugus prostetik. Contoh: nukleoprotein, glikoprotein, fosfoprotein, lipoprotein, metaloprotein, dan lain-lain.

Asam Amino

Test Millon
Siapkan empat tabung reaksi bertanda A, B, C dan D

Isi tabung (A) 2 ml albumin 2 %, (B) 2 ml putih telur, (C) 2 ml fenol 2 %, dan (D) 5 ml urin

Tambahkan 5 tetes pereaksi Millon ke dalam masing masing tabung reaksi

Panaskan campuran dengan hati hati ad mendidih

Test Xanthoprotein
Siapkan empat tabung reaksi bertanda A, B, C dan D
Isi tabung (A) 2 ml albumin 2 %, (B) 2 ml putih telur, (C) 2 ml fenol 2 %, dan (D) 5 ml urin

Tambahkan 4 tetes HNO3 pekat ke dalam masing masing tabung reaksi

Panaskan campuran dengan hati hati ad mendidih

Dinginkan di bawah air kran

Tambahkan 4 tetes larutan alkali pekat (NaOH atau NH4OH)

Amati perubahan warna.

Test Pengendapan Logam


Siapkan empat tabung reaksi bertanda A, B, C dan D

Isi tabung (A) 2 ml albumin 2 %, (B) 2 ml putih telur, (C) 2 ml fenol 2 %, dan (D) 5 ml urin

Tambahkan maksimal 3 tetes larutan (Pb asetat / 2 % HgCl2 2 % / FeCl3 2 %) ke dalam masing masing tabung reaksi

Amati perubahan warnanya.

Pengamatan Larutan Uji Millon Xanthoprotein Logam Millon

Hasil

Xantho protein

Logam

Albumin 2 %

Merah Daging

Jingga

End. Putih

+ 4 tetes HNO3 pekat Putih telur + 5 tetes pereaksi millon dipanaskan panaskan ad mencair dinginkan + 4 tetes NaOH / NH4OH pekat Fenol 2 % Jernih Hitam Putih jernih Merah pucat + 2 tetes Pb Asetat Jingga End. Putih

Urine

Jernih

Jernih

Kuning

Test Millon

Test Xanthoprotein

Pengendapan Logam

Pada percobaan ini, protein yang mengandung triosin atau triptofan, penambahan pereaksi Millon akan memberikan warna merah. Pada tabung A dengan menggunakan larutan albumin dihasilkan warna merah daging yang berarti larutan tersebut positif mengandung protein. Sedangkan tabung B yang berisi putih telur menghasilkan warna merah pucat yang menunjukkan bahwa putih telur juga mengandung protein. Tabung C yang berisi larutan fenol menghasilkan warna jernih yang menunjukkan tidak ada protein di dalamnya. Begitu juga dengan tabung D akan menghasilkan warna jernih sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat protein

Pada percobaan kedua, dilakukan test xanthoprotein untuk mendeteksi ada tidaknya inti benzena. Berdasarkan hasil percobaan pada test xanthoprotein bahan makanan yang mengandung inti benzena adalah putih telur. Bahan makanan yang mengandung inti benzena setelah diberi larutan asam nitrat pekat selanjutnya ditambahkan NaOH pekat akan menghasilkan warna kuning jingga.

Pada percobaan ketiga, dilakukan uji pengendapan logam untuk mendeteksi ada tidaknya protein dalam bahan tersebut. Pada percobaan dengan menggunakan Pb Asetat, bahan yang mengandung adalah albumin dan putih telur. Hal ini disebabkan karena protein dapat mengikat ion-ion logam melalui gugus karboksil yang dimiliki oleh protein tersebut.

Larutan albumin yang ditambahkan dengan Pb-asetat, terbentuk endapan berwarna putih dari garam proteinat. Endapan putih yang dihasilkan merupakan hasil dari reaksi penetralan muatan antara ion logam berat sebagai kation dengan molekul protein sebagai anion. Pada penambahan larutan protein dengan Pb-asetat, anion-anion dari Pb-asetat akan menyebabkan suasana larutan menjadi sedikit asam, sehingga protein akan mengkondisikan diri sebagai basa dan sebagian terdapat sebagai anion. Anion dari protein inilah yang bereaksi dengan ion logam berat membentuk garam proteinat yang tidak larut dalam air.

Pada percobaan test millon, protein yang mengandung triosin atau triptofan akan menghasilkan warna merah. Pada test xanthoprotein, apabila bahan terbentuk endapan putih dan berwarna jingga setelah dipanaskan, maka bahan tersebut mengandung cincin benzena. Pada uji pengendapan logam, memberikan hasil positif terhadap protein yang mengandung sama amino yang memiliki gugus belerang, seperti sistein, sistin, dan metionin. Endapan putih susu menunjukkan adanya protein dalam larutan tersebut. Jika protein tersebut mengandung belerang, akan terbetuk endapan hitam. Protein dapat bereaksi dengan peraksi-pereaksi lain seperti juga asamasam amino yang menjadi penyusunnya. Uji millon dapat mengindikasikan bahwa suatu protein mengandung asam amino tirosin. Uji pengendapan logam untuk menunjukkan asam amino yang mengandung protein. Dan Uji Xantoproteat digunakan untuk mendeteksi apakah suatu sampel mengandung asam amino.