Anda di halaman 1dari 4

PENGARUH ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP DAYA PERKECAMBAHAN BIJI

Oleh: Nama NIM Rombongan Kelompok Asisten : Hanifah Kholid Basalamah : B1J011156 :I :3 : Heti Sartika Sari

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN II

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS BIOLOGI PURWOKERTO 2013

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Dormansi dapat dikatakan sebagai suatu fase dimana kulit biji dalam kondisi yang keras menghalangi penyerapan. Organisme hidup dapat memasuki keadaan tetap hidup meskipun tidak tumbuh selama jangka waktu yang lama, dan baru mulai tumbuh aktif bila kondisinya sudah sesuai. Kondisi penyimpanan selalu mempengaruhi daya hidup biji. Meningkatnya kelembaban biasanya mempercepat hilangnya daya hidup (Salisbury dan Ross, 1995). Menurut Wereing & Phillips (1970), istilah yang mendekati pada arti dormansi adalah masa istirahat bagi suatu organ tanaman atau biji sebelum akhirnya tumbuh dan melewati fase vegetatifnya. Dormansi bertujuan untuk bertahan pada lingkungan yang tidak memungkinkan, sehingga tercipta mekanisme untuk mempertahankan hidup. Fungsi dormansi pada biji adalah sebagai alat penyebaran yang dibentuk oleh berbagai modifikasi kulit-kulit biji. Penyebaran terlaksana ketika embrio masih dalam keadaan dorman (kuisen) dan dapat tumbuh bila pencegah tumbuh embrio telah diatasi. Kesinambungan hidup suatu spesies terlaksana. Dormansi biji biasanya terjadi sebagai akibat dari proses dalam embrio dan dalam kulit biji atau jaringan lain di luar embrio (Prawiranata, 1989). Dormansi dapat dipecah atau dipatahkan dengan pemberian zat pengatur tumbuh seperti NAA dan GA3 (Loveless, 1989). Konsep zat pengatur tumbuh diawali dengan konsep hormon tanaman. Hormon tanaman adalah senyawa-senyawa organik tanaman yang dalam konsentrasi yang rendah mempengaruhi proses-proses fisiologis. Proses-proses fisiologis ini terutama tentang proses pertumbuhan, differensiasi dan

perkembangan tanaman. Proses-proses lain seperti pengenalan tanaman, pembukaan stomata, translokasi dan serapan hara dipengaruhi oleh hormon tanaman. Zat Pengatur Tumbuh adalah senyawa organik bukan nutrisi yang dalam konsentrasi rendah (< 1 mM) mendorong, menghambat atau secara kualitatif mengubah pertumbuhan dan perkembangan tanaman (Intan, 2008).

B. Tujuan Tujuan praktikum acara pengaruh zat pengatur tumbuh terhadap daya perkecambahan biji adalah mengetahui konsentrasi zat pengatur tumbuh yang mampu meningkatkan daya perkecambahan (viability) benih.