Anda di halaman 1dari 19

Mareyke Saroinsong Ivon Lupy Maya Sumangkut Sarah Moniung Wellem Pormes

Kelompok 1 (100114115) (100114049) (100114074) (100114054) (100114067)

Bahasa

adalah bentuk aturan atau sistem lambang yang digunakan anak dalam berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungannya yang dilakukan untuk bertukar gagasan, pikiran dan emosi. Dalam Kamus Bahasa Indonesia, bahasa didefinisikan sebagai : suatu sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh suatu anggota masyarakat untuk bekerja bersama, berinteraksi dan mengidentifikasikan diri.

Menurut Van Riper, gangguan bicara dan bahasa dapat disimpulkan sebagai berikut. Berbicara dikatakan terganggu bila berbicara itu sendiri membawa perhatian yang tidak menyenangkan pada si pembicara, komunikasi itu sendiri terganggu, atau menyebabkan si pembicara menjadi kesulitan untuk menempatkan diri (terlihat aneh, tidak terdengar jelas, dan tidak menyenangkan).

Menurut Berry and Eisenson, gangguan pada berbicara ialah: Tidak mudah didengar, Tidak langsung terdengar dengan jelas, Secara vocal terdengar tidak enak, Terdapat kesalahan pada bunyi-bunyi tertentu, bicara itu sendiri sulit diucapkannya, kekurangan nada dan ritme yang normal, Terdapat kekurangan dari sisi linguistik, Tidak sesuai dengan umur, jenis kelamin, dan perkembangan fisik pembicara, Terlihat tidak menyenangkan bila ia berbicara.

Perkembangan bahasa dan bicara


0

6 Bulan: Mengulangi suara yang sama 7 12 Bulan: Mengerti arti tidak dan panas 13 18 Bulan: Menggunakan intonasi yang mengikuti pola bicara orang dewasa 19 24 Bulan: Lebih sering menggunakan kata dari pada jargon 2 3 Tahun: Bicara 50-75% dapat dimengerti 3 4 Tahun: Mengerti fungsi dengan benda

5 Tahun: Mengerti konsep jumlah sampai dengan

3 5 6 Tahun: Menamakan 6 warna dasar dan 3 bentuk dasar 6 7 Tahun: Menamakan beberapa huruf, angka, dan mata uang

Kesalahan

dalam bahasa

Kesalahan dalam mengartikan suatu kata Kesalahan dalam mengorganisir kata dalam kalimat Kesalahan bentuk kata

Kegagalan

bicara

Gagap Kekurangan dalam artikulasi Kerusakan alat artikulasi

Penyebab gangguan atau keterlambatan bicara adalah sebagai berikut:

1. Gangguan pendengaran
Anak yang mengalami gangguan pendengaran kurang mendengar pembicaraan disekitarnya. 2. Kelainan organ bicara Kelainan ini meliputi lidah pendek, kelainan bentuk gigi dan mandibula (rahang bawah), kelainan bibir sumbing (palatoschizis/cleft palate), deviasi septum nasi, adenoid atau kelainan laring.

3. Genetik Herediter Gangguan karena kelainan genetik yang menurun dari orang tua. Biasanya juga terjadi pada salah satu atau ke dua orang tua saat kecil. Biasanya keterlambatan. 4. Kelainan Sentral (Otak) Gangguan berbahasa sentral adalah ketidak sanggupan untuk menggabungkan kemampuan pemecahan masalah dengan kemampuan berbahasa yang selalu lebih rendah. Ia sering menggunakan mimik untuk menyatakan kehendaknya seperti pada pantomim.

5. Autisme Gangguan bicara dan bahasa yang berat dapat disebabkan karena autism. Autisme adalah gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial. 6. Mutism Selektif Mutisme selektif biasanya terlihat pada anak berumur 3-5 tahun, yang tidak mau bicara pada keadaan tertentu, misalnya di sekolah atau bila ada orang tertentu. Atau kadang-kadang ia hanya mau bicara pada orang tertentu, biasanya anak yang lebih tua. Keadaan ini lebih banyak dihubungkan dengan kelainan yang disebut sebagai neurosis atau gangguan motivasi. Keadaan ini juga ditemukan pada anak dengan gangguan komunikasi sentral dengan intelegensi yang normal atau sedikit rendah.

7. Gangguan emosi dan perilaku lainnya Gangguan bicara biasanya menyerta pada gangguan disfungsi otak minimal, gejala yang terjadi sangat minimal sehingga tidak mudah untuk dikenali. Biasanya diserta kesulitan belajar, hiperaktif, tidak terampil dan gejala tersamar lainnya 8. Alergi makanan Alergi makanan ternyata juga bisa mengganggu fungsi otak, sehingga mengakibatkan gangguan perkembangan salah satunya adalah keterlambatan bicara pada anak. Gangguan ini biasanya terjadi pada manifestasi alergi pada gangguan pencernaan dan kulit.

MANIFESTASI KLINIS
1.
2. 3. 4.

Gangguan tidur malam Agresif meningkat Gangguan konsentrasi Emosi tinggi

1.

PENGKAJIAN Fokus pengkajian pada anak yang mengalami gangguan bicara : Data Subyektif : Pada anak yang mengalami gangguan bahasa : Umur berapa anak saudara mulai mengucapkan satu kata ? Umur berapa anak saudara mulai bisa menggunakan kata dalam suatu kalimat ? Apakah anak anda mengalami kesulitan dalam mempelajari kata baru? Apakah anak anda sering menghilangkan kata-kata dalam kalimat yang diucapkan dalam kalimat yang diucapkan ? Siapa yang mengasuh di rumah ? Bahasa apa yang digunakan bila berkomunikasi di rumah ? Apakah pernah diajak mengucapkan kata-kata? Apakah anak anda mengalami kesulitan dalam menyusun kata-

Pada anak yang mengalami gangguan bicara :


Apakah anak anda sering gugup dalam mengulang suatu kata ? Apakah anak anda sering merasa cemas atau bingung jika ingin mengungkapkan suatu ide? Apakah anda pernah perhatikan anak anda memejamkan mata, menggoyangkan kepala, atau mengulang suatu frase jika diberikan kata-kata baru yang sulit diucapkan ? Apa yang anda lakukan jika hal di atas ditemukan ? Apakah anak anda pernah/sering menghilangkan bunyi dari suatu kata? Apakah anak anda sering menggunakan kata-kata yang salah tetapi mempunyai bunyi yang hampir sama dngan suatu kata ? Apakah anda kesulitan dalam mengerti kata-kata anak anda ? Apakah orang lain merasa kesulitan dalam mengerti kata-kata anak anda ? Perhatikan riwayat penyakit yang berhubungan dengan gangguan fungsi SSP seperti infeksi antenatal (Rubbela syndrome), perinatal (trauma persalinan), post natal (infeksi otak, trauma kepala, tumor intra kranial, konduksi elektrik otak).

Data Obyektif : Kemampuan menggunakan kata-kata. Masalah khusus dalam berbahasa seperti (menirukan, gagap, hambatan bahasa, malas bicara). Kemampuan dalam mengaplikasikan bahasa. Umur anak. Kemampuan membuat kalimat. Kemampuan mempertahankan kontak mata. Kehilangan pendengaran (Kerusakan indra pendengaran). Gangguan bentuk dan fungsi artikulasi. Gangguan fungsi neurologis.

Beberapa diagnosa keperawatan yang muncul pada anak yang mengalami gangguan bicara meliputi : 1. Gangguan komunikasi verbal berhubungan dengan kurangnya stimulasi bahasa 2. Gangguan komunikasi berhubungan dengan kelemahan artikulasi 3. Gangguan komunikasi verbal berhubungan dengan gangguan pendengaran

1.

Gangguan komunikasi verbal berhubungan dengan kurangnya stimulasi bahasa Lakukan latihan komunikasi dengan memperhatikan perkembangan mental anak Lakukan komunikasi secara komprehensif baik verbal maupun non verbal. Berbicara sambil bermain dengan alat untuk mempercepat persepsi anak tentang suatu hal. Berikan lebih banyak kata meskipun anak belum mampu mengucapkan dengan benar. Lakukan sekrening lanjutan dengan mengggunakan Denver Speech Test.

2. Gangguan komunikasi berhubungan dengan kelemahan artikulasi Stimulasi bahasa dan latihn bicara tetap dilakukan sesuai dengan perkembangan mentak anak. Kolaborasi: dengan ahli bedah untuk perbaikan alatalat artikulasi.

3. Gangguan komunikasi verbal berhubungan dengan gangguan pendengaran Lakukan latihan komunikasi, dan stimulasi dini dengan benda-benda atau dengan menggunakan bahasa isyarat serta biasakan anak melihat artikulasi orang tua dalam berbicara. Perhatikan kebersihan telinga anak Kolaborasi dengan rehabilitasi untuk penggunaan alat bantu dengar.