Anda di halaman 1dari 6

114

PELAKSANAAN FULL DAY SCHOOL DI SD PLUS NURUL HIKMAH PAMEKASAN


(Telaah Problematika Perkembangan Sosial Peserta Didik) Nur Hilalah I Full day school adalah salah satu karya cerdik para pemikir dan praktisi pendidikan untuk menyiasati minimnya control orang tua terhadap anak di luar jam-jam sekolah formal sehingga sekolah yang awalnya dilaksanakan 5 sampai 6 jam berubah menjadi 8 bahkan sampai 9 jam. Full day school merupakan model sekolah umum yang memadukan sistem pengajaran Islam secara intensif yaitu dengan memberi tambahan waktu khusus untuk pendalaman keagamaan siswa. Biasanya jam tambahan tersebut dialokasikan pada jam setelah sholat Dhuhur sampai sholat Ashar, sehingga praktis sekolah model ini masuk pukul 07.00 WIB pulang pada pukul 16.00 WIB. SD Plus Nurul Hikmah Pamekasa, merupakan salah satu sekolah yang melaksanakan model full day school. Sistem full day di SD Plus Nurul Hikmah Pamekasan dilaksanakan melalui pendekatan integrated curriculum dan integrated activity. Dengan pendekatan ini maka seluruh program dan aktivitas anak di sekolah mulai dari belajar, bermain, makan dan ibadah dikemas dalam suatu sistem pendidikan. Dengan sistem ini pula diharapkan mampu memberikan nilai-nilai kehidupan yang islami pada anak didik secara utuh dan terintegrasi dalam tujuan pendidikan. Konsep pendidikan yang dijalankan sebenarnya adalah konsep effective school, yakni bagaimana menciptakan lingkungan yang efektif bagi anak didik. Sebagai konsekuensinya, anakanak didik diberi waktu lebih banyak di lingkungan sekolah. Namun demikian di sisi lain dari kacamata anak-anak, hanya anak hebat yang kuat dengan stimulus sekolah yang beragam dan mendominasi waktu mereka sehari-hari. Mereka rela kehilangan waktu bermain dan mengeksplor hal-hal lain yang lebih liar tanpa dibatasi aturan-aturan formal yang seringkali Antologi Kajian Islam 15

Nur Hilalah

115

menjemukan bagi anak. Sistem pendidikan tersebut memang seolah-olah menyesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak, tapi penerapan full day sendiri sebenarnya sudah tidak adaptif lagi dengan karakteristik perkembangan anak-anak. Anak-anak akan banyak kehilangan waktu di rumah dan belajar tentang hidup bersama keluarganya. Sore hari anak-anak akan pulang dalam keadaan lelah dan mungkin tidak berminat lagi untuk bercengkrama dengan keluarga. Padahal sesungguhnya sekolah terbaik itu ada di dalam rumah dan pada keluarga. Anak kurangnya eksplorasi di dunia bebas, dunia yang tidak terikat dengan desain pendidikan. Padahal di dunia itu anak sering kali menemukan dan mengembangkan talentanya selain itu juga kurang memperhatikan kondisi fisik dan psikis anak. Peneliti pengadakan penelitian mengenai hal tersebut di SD plus Nurul Hikmah Pamekasan.khususnya tenteng perkembangan sosial peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dampak full day school terhadap perkembangan sosial peserta didik dan latar belakang munculnya masalah perkembangan sosial peserta didik. Dalam kajiannya juga dibahas kendala apa saja yang dihadapi guru serta solusi apa saja yang dilakukan guru dalam membantu perkembangan sosial peserta didik. Penelitian ini dikaji secara kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Seluruh kajiannya adalah deskriptif di mana peneliti menggambarkan kegiatan penelitian yang dilakukan pada obyeknya secara jelas dan sistematis. II Full day school merupakan program pendidikan yang seluruh aktivitas berada di sekolah (sekolah sepanjang hari) dengan ciri integrated activity dan integrated curriculum. Sekolah plus ini diharapkan dapat bermanfaat untuk pembinaan generasi sholih dan sholihah. Para pendidik akan tampil sebagai uswatun hasanah yang mendampingi peserta didik dalam mencapai perkembangan yang optimal. Dilaksanakan program full day school pada hakekatnya tidak hanya upaya menambah waktu dan memperbanyak materi pelajaran saja. Namun lebih dari itu adalah untuk mengkondisikan anak agar memiliki pembiasaan hidup yang Antologi Kajian Islam 15

116

Pelaksanaan Full Day School di SD Plus Nurul Hikmah Pamekasan

baik, ini yang pertama. Kedua adalah untuk pengayaan atau pendalaman konsepkonsep materi pelajaran yang telah ditetapkan oleh Diknas. Ketiga adalah memasukkan materi-materi keislaman kedalam bidang studi dan sebagai bidang studi tersendiri yang harus dikuasai oleh anak-anak sebagai bekal hidup. Keempat untuk pembinaan kejiwaan, mental dan moral anak. Maksudnya adalah memberikan keseimbangan antara kebutuhan rohani dan jasmani agar terbentuk kepribadian yang utuh. Program full day school dilengkapi dengan program rekreatif dalam pembelajaran agar tidak timbul kebosanan dalam menempuh studinya. Adapun yang menjadi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan full day school adalah sebagai berikut: Lingkugan sekolah yang kondusif, Untuk menyelenggarakan proses pendidikan yang berkualitas, dibutuhkan iklim sekolah yang kondusif juga kualitas guru akan memberikan pengaruh yang sangat berarti terhadap proses pembentukan kepribadian anak didik. Maka oleh karena itu, dengan keberadaan seorang guru professional diharapkan akan mampu memberikan pengaruh positif terhadap kelancaran dan keberhasilan proses belajar mengajar serta mampu memaksimalkan perkembangan anak didik dengan sebaik-baiknya. Sarana dan prasarana sangat berguna sekali bukan hanya sebagai pendukung bahkan juga sebagi faktor yang sangat penting dalam kelancaran proses baelajar-mengajar. Sekolah juga menjalin hubungan baik dengan individu orangtua/wali siswa. Hubungan baik antara sekolah dengan orangtua/wali siswa. Dari segi sosial, Clark dan Kirk menemukan anak-anak yang bersekolah full day school Lebih mudah bergabung dan bersosialisasi dengan teman sebayanya karna mereka lebih lama bersama di sekolah hampir seharian mereka bersama dengan teman yang sebaya (satu sekolah), Memiliki keterampilan sosial (social skills) yang lebih baik. Para ahli mengungkapkan bahwa anak yang bersekolah full day school Lebih mandiri, Mengalami kecemasan yang rendah, Lebih berani untuk mendekati (berbicara) dengan guru, Lebih jarang tidak masuk sekolah dan lebih survive dalam menghadapi tantangan dimasa yang akan datang. Clark dan Kirk menambahkan bahwa anak-anak yang bersekolah di full day school secara perilaku Antologi Kajian Islam 15

Nur Hilalah

117

dan motivasi mereka lebih positif dan produktif selain itu anak yang sekolah full day school juga dapat memiliki pembiasaan hidup yang baikyaitu salah satunya dengan kebiasaan shalat berjamaah sejak dini sehingga nanti diharapkan dapat terbiasa hidup yang agamis. Melalui pembiasaan (habit forming) yang Islami dalam lingkungan sekolah diharapkan akan terbentuk kepribadian anak yang sholeh dan sholihah. Tentu menjadi harapan kita semua anak-anak mendapatkan pendidikan yang berkualitas, mampu mengantarkan mereka menjadi generasi yang berakhlakul karimah dan memiliki nilai akademis yang tinggi. Adapun yang menjadi negatif pelaksanaan full day school adalah Anak menjadi jenuh tak hanya karena dibatasi dalam lingkup sekolah yang seringkali menjauhkan dari realita kehidupan, tetapi ketika materi yang diberikan terlalu banyak, Kurang sosialisasi, temannya hanya itu-itu saja, sehingga anak jadi jemu, tidak bisa membaur dengan anak-anak sekitar dan merasa ekslusif. Situasi ekonomi yang homogen menurunkan kepekaan dan kepedulian sosial. Krisis emosional ini akibat jauhnya anak dari faktor lekatnya (orang tua, saudara tua, family figure). faktor lekat inilah yang dalam kajian Dr. Khoiruddin Bashori dalam bukunya Probleme Kaum Santri, menentukan karakter dan kepribadian sang anak. yang perlu sekali diketahui oleh para orang tua ialah dalam keluargalah anak itu berkembang. Oleh karena itu keluarga menduduki tempat terpenting bagi terbentuknya pribadi anak secara keseluruhan yang akan dibawa (hasil pembentukannya itu) sepanjang hidupnya. Keluargalah pemberi pembentuk watak pemberi dasar rasa keagamaan, penanaman sifat, kebiasaan, hobi, cita-cita dan sebagainya dan lembaga-lembaga lain di masyarakat adalah sekedar membantu, melanjutkan, memperbanyak atau memperdalam apa yang diperoleh dari keluarga. Miskin pengalaman diluar sekolah, Interaksi sosial yang lebih kompleks secara tidak langsung juga lebih mematangkan hubungan sosial mereka Sehingga tidak sepantasnya perilaku sosial mereka dibatasi sebab nantinya kecenderungan terhadap perilaku a-sosial bisa saja muncul. Keterkekangan untuk berapresiasi dalam hal hobi dan kesukaan, tentunya yang positif. Kontrol orang tua rendah terhadap anak, begitu juga anak tidak mendapatkan figur ideal seorang ayah dan ibu dari keluarga. Individualis yang semakin tinggi terhadap lingkungan sekitarnya. Kognitif sosialnya tidak Antologi Kajian Islam 15

118

Pelaksanaan Full Day School di SD Plus Nurul Hikmah Pamekasan

terasah dengan baik karena tidak beragamnya ruang interaksi bagi mereka III SD plus Nurul Hikmah Pamekasan Madura didirikan dalam rangka merespon kekhawatiran orang tua tentang pendidikan anaknya di era globalisasi. perkembangan SD dari tahun ketahun semakin pesat. Lebih-lebih penerapan sistem full day dengan penambahan kurikulum plus merupakan kelebihan tersendiri dari SD lainnya. Sistem full day di SD Plus Nurul Hikmah Pamekasan dilaksanakan melalui pendekatan integrated curriculum dan integrated activity. Dengan pendekatan ini maka seluruh program dan aktivitas anak di sekolah mulai dari belajar, bermain, makan dan ibadah dikemas dalam suatu sistem pendidikan. Dengan sistem ini pula diharapkan mampu memberikan nilai-nilai kehidupan yang islami pada anak didik secara utuh dan terintegrasi dalam tujuan pendidikan. Konsep pendidikan yang dijalankan sebenarnya adalah konsep effective school, yakni bagaimana menciptakan lingkungan yang efektif bagi peserta didik. Adapun visi SD plus Nurul Hikmah memposisikan sekolah sebagai pusat keunggulan yang mampu menyiapkan dan mengembangkan sumberdaya insani yang berkualitas dibidang IPTEK dan IMTAQ dengan misi menyelenggarakan pendidikan yang berorientasikan mutu baik secara keilmuan maupun secara moral dan sosial sehingga mampu menyiapkan dan mengembangkan sumberdaya _nsane yang yang mempunyai kualitas dibidang IPTEK dan IMTAQ IV Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut. 1. Adapun persoalan yang dihadapi oleh peserta didik dengan adanya pelaksanaan full day school khususnya yang berkaitan dengan perkembangan sosial peserta didik adalah: a. Kurangnya interaksi sosial pada peserta didik b. Kurangnya rasa percaya diri pada peserta didik Antologi Kajian Islam 15

Nur Hilalah

119

c. Rendahnya kepekaan sosial pada peserta didik 2. Latar belakang timbulnya permasalahan perkembangan sosial peserta didik antara lain yaitu; a. Karena peserta didik lebih ditekankan pada perkembangan kemampuan kognitifnya saja b. Beban belajar yang tidak proporsional c. Adanya keterbatasan waktu untuk bersama keluarga di rumah d. Kurangnya motivasi dari orang-orang disekitarnya untuk bergaul dengan masyarakat. 3. Kendala yang dihadapi oleh guru adalah: a. Kurang dukungan orang tua untuk memotivasi anak dalam mengikuti kegiatan di sekolah, b. Kurangnya keterbukaan orang tua sehingga guru agak kesulitan untuk memantau perkembangan anak ketika di rumah, c. Minimnya dana yang dimiliki oleh SD Plus Nurul Hikmah Pamekasan d. Kurangnya profesionalisme guru dalam menggunakan metode yang menyenangkan, khususnya pada siang hari. 4. Solusi yang dilakukan dalam permasalahan perkembangan sosial peserta didik antara lain: a. Peserta didik dibiasakan bertegur sapa dengan mengucapkan salam setiap bertemu dengan guru, teman maupun orang tuanya b. Menjalin kerjasama yang baik dengan orang tua/wali murid c. Diadakan studi banding ke lembaga-lembaga lain d. Diadakan pertemuan secara berkala di rumah peserta didik secara bergantian e. Peserta didik dibiasakan shalat dhuha, dhuhur dan ashar secara berjamaah ketika di sekolah.

Antologi Kajian Islam 15