P. 1
ISK (Makalah)

ISK (Makalah)

|Views: 13|Likes:
Dipublikasikan oleh gusde
Infeksi Saluran Kemih Anak
Infeksi Saluran Kemih Anak

More info:

Published by: gusde on May 30, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2013

pdf

text

original

It

'

Infeksi salurankemihpadaanak
Ninik A Soemyarso, Noer Rizky VitriaPrasetyo, M Sjaifullah Departemen llmuKesehatan AnakRSUDDr Soetomo/FK UNAIR Pendahuluan padasaluran Infeksi kemih(lSK)adalahinfeksi saluran akibatmikroorganisme normaladalahsteril.lnfeksisalurankemihmerupakan kemihyang dalamkeadaan yangsering penyakit padaanakdengan kejadian 2% sampai angka berkisar ditemukan Di negarayang sedangberkembang, anakdengankeluhanpanas 8o/o. sekitar104/o 8oh^35o/o lSK. Penelitian mendapatkan menderita bahwa anak denganmalnutrisi, padaanakdibawah lSK.ISKsering Diatas menderita ditemukan umursatutahun. satu 1'2'3'4'5 perempu penderita teUin . laki-laki an tahun dibanding iarang panjang yaituparut komplikasijangka Infeksi saluran kemih dapatmenimbulkan proteinuri, ginjal yang dapat menyebabkan komplikasi hipertensi, saat terjadinya penyakit ginjal yang fungsi menjadi kronis kehamilan, dan berlanjut dapatmengganggu ginjal. Namun ISKdengan ISKpadausia6-12bulan, 12-30o/o berulang. demikian dapat panaspadaanak usia < 1 tahunmempunyai keluhan resikolebihrendah terjadinya pielonefritis dan parutginjaldibanding anakdengan usialebihbesar Sejak4 dekade yang lalu, kerusakan ginjaldapat terjadipada anak denganISK berulang akibat kelainan mengetahui faktorresiko lSK, urogenital. Olehkarenaitu penting terjadinya penanganan ginjal yang dengan faktor resiko, maka kerusakan sehingga koreksi tepat, ". lanjut lebih dapat dihindari Faktorpredisposisi teryadinya infeksiberulangantara lain refluk vesikoureter pada sekitar30o/o-4Ao/o (RVU)sertagangguan fungsisalurankemih.RVU ditemukan parut ginjalpadaanak lSK. kasusdengan RVU merupakan faktorresikoterjadinya
d e n o a n1 5 ( I ' z s s 0 ' 2 .

Kumanpenyebab ISK padaanak adalahEscherichia coli ditemukan tersering pada60-92% penyebab kasus. adalah Selain E coli,kuman lainyangsering ditemukan Klebsiella,Proteus, Enterococcus Sedang kuman dan golongan enterobacter. penyebab ISK yangjarangditemukan adalahPseudomonas, GroupB Streptococcus. pada ISK akibatkelainan Staphylococcus auriusseringditemukan anatomi saluran pada urogenital kemih,batu ginjal,infeksiyang terjadisetelahpembedahan atau jugadapat jamurdan parasit kateterisasi tindakan ka^ndung kemih. kuman, virus, Selain penyebab ISK''" o. sebagai Pathogenesis ISK pada anak adalah infeksiasendingdari kuman daerah periurethral. pertamaterhadapinfeksiasending ini adalah Oleh karenaitu pertahan sistemimun lokaldari mukosasalurankemih. Antibodi lokalakan mengikat bakteri penyebab perlekatan pada permukaan infeksi kemih. dan mencegah mukosa saluran pertahan Bilakumanpathogen dapatmenembus mukosa, makakuman tersebut akan yang faktor dieliminasi oleh sistemimunyang ada dalamsirkulasi Beberapa darah. penyebab memudahkan terladinya infeksi virulensi kuman ISKsertadayatahan adalah peranpenting host.Padaanak,imunsistemik lSK. Pathogenmemegang terjadinya yang ditemukan specific antibody-secreting dalam cells (ASC) merupakan antibodi sirkulasi darahanak denganISK bagianatas. Oleh karenaitu pentingmengetahui

ginjal

apakah ISK terjadi pada bagian atas atau bagian bawah. Keadaanini untuk mengantisipasi kemungkinan yangterjadi. komplikasi pielonefritis, ISK atas misalnya padaparenkim merup^akan infeksi ginjalyangmempunyai parut resiko terjadi komplikasi 3'8'e.

Manifestasi klinis Gejala klinis ISKpadaumumnya tidakspesifik. Infeksi kemih saluran bagian atas manifestasi panastinggi,nyeridaerahpunggung klinisbiasanya (flankpain),serta gejalatidak spesifik yaitu mual,muntah, kadangdisertai diare.ISK bawahmisalnya merupakan pada kandung sistitis infeksi gejala kemihdengan lebihringanmisalnya nyeri saatkencing, sering kencing, kadang disertai nyeriperutbagian bawah. PadaISK bawahbiasanya tidakdisertai dengangejalasistemik panas. misalnya Selainlokasi infeksi, usiajuga mempengarui manifestasi klinisanakdenganlSK. Padaanak lebih besar, gejala pielonefritis selain panas tinggi, penderita mengeluhnyeri daerah punggung pain). (flank padabayi, gejala pielonefritis Sedang panas selain tinggi disertai gelisah ataurewel, diare, tidakmaumakan, minum. Padabayidan anak,gejala panas penting merupakan indikator terjadinya ginjal (pielonefritis). infeksipada parenkim Menurut American Academy (AAP), of Pediatrics anakataubayidenganISK disertai panas> 390Cmerupakan penting indikator ginjal terjadinya infeksipada parenkim (pielonefritis). Sedang anak atau bayi denganISK dengan gejalaklinispanass3B0C merupakan indikator ISK bawah(sistitis). gejalaklinisdapatmembedakan Selain ISK atasdan ISKbawah, indikator lainyangdapat peningkatan dipergunakan adalah lekosit darah serta peningkatan CRP. Bila seoranganak dengan gejala panas, harus dievaluasi derajat penderita, keparahan penderita apakah tampak toksik. Keadaan ini pentinguntuk menentukan perlu segeradiberikan. apakahantibiotik Oleh karena memberikan terlambat padapielonefritis antibiotik dapatmenimbulkan resiko terladinya 3's'10. parut ginjal Diagnosis Diagnosis ISK ditegakkan_dengan melakukan kultururin. Diagnosis ISK bila >105colony-forming pertumbuhan terdapat kuman (CFU)iml. Unit Namun demikian AAP 2011, menyatakan bahwa ISKpadaanakusia2 sampai piuria dengan 24bulan dengan dan kultururin palingsedikit50000 CFU/mldenganpengambilan sampelsecara kateterisasi atau aspirasisupra pubik (ASP). Pengambilan sampel urin sangat mempengaruhi hasilkultururin.Padaanaklebihbesar(telah dilakukan toilettraining) dapat dilakukanpengambilan sampel urin porsi tengah dengan terlebihdahulu membersihkan genetalia. daerah padabayidan anaklebihkecil, Sedang pengambilan sampel urin dianjurkandengan kateterisasi atau ASP. Pengambilan sampel mempergunakan urin kolektortidak dianjurkan oleh karena kemungkinan dapat terkontaminasi oleh kuman daerah perineal.Pengambilan sampel urin dengan g5% dan spesifisitas g9%. Sedangpengambilan kateterisasi mempunyai sensitivitas sampel urindengan urin kolektor mempunyai palsusangat nilaipositif besarberkisar 88%.Kultur urindengan urinkolektor mempunyai spesifisitas 63y 3t0'11. Selain kultur urin,pemeriksaan urindengan dipstick ataupemeriksaan sedimen urindengan penting. mikroskop sangat Padadipstick tes, bilaleukocyte (LE) esterase

lSK. Eritrosit dan protein merupakan indikator kuatterjadinya dan ataunitrittes positif, LE dan nitrit lSK. Pemeriksaan indikator kuatterjadinya bukanmerupakan urin positif pemeriksaan pada mikroskop. Namun lebih urin dengan dipstick baik dari dengan signifikan antara mendapatkan tidak ada perbedaan demikianNICE guidelines pemeriksaan untuk menegakkan dipstickdan pemeriksaan urin secaramikroskop ISK3'1'2. diagnosis jumlahlekosit, adanya Pemeriksaan untukmengetahui urin denganmikroskop pemeriksaan urintanpadilakukan bakteri. Dianjurkan sampel bakteri dan Gramstaining bakteri pada 10 Piuri bila lekositurin >101mm", bila terdapat bakteriuri sentrifuge. g1% dan pandang. mempunyai sensitivitas lapangan Pemeriksaan urin Gramstaining pemeriksaan ISK palingbaik. rapidtes untukdiagnosis 96%,merupakan spesifisitas antibiotik. sebagai acuanpemberian Hasilpemeriksaan Gramstaining dapatdipakai pemeriksaan rapid meta-analisis akurasi Williams dkk melakukan untukmenganalisis pemeriksaan (tabell). Disimpulkan Gram mikroskop staining dengan dibandingkan tes pemeriksaan pemeriksaan Gram rapidtes palingbaik.Namundemikian merupakan pemeriksaan kultur urin. Pada stainingbakterimasih belum dapat menggantikan jugamerupakan positif lSK.Kultur indikator kuatterjadinya urin tes LE dannitrit dipstick hasil demikian olehkarena bakuemasuntukdiagnosis lSK.Namun masihmerupakan serta sebagai acuandiagnosis kultururin butuhwaktu,maka rapidtes diperlukan juga pemberian (NICE) Exellence National Institute for Health antibiotik. and Clinical yang hal tinggi, menyatakan spesifisitas sama bahwaLE dan nitrittest mempunyai pada penderita menyarankan walaupun sensitivitas agak rendah.NICE guidelines kultururin tes LE dan nitritnosjtj[ dapatdiberiantibiotik denganmelakukan dengan pemberian sebelum antibiotik''''. Rekomendasi AAP Pada anak dengan gejala panas tanpa diketahuisumber infeksi denganjelas, sampelurin makaantibiotikdapat diberikandenganterlebihdahulu mengambil pubik kultur urin. dilakukan untuk secara kateterisasiatau aspirasi supra pengambilan ISK tidak dapatditegakkan sampelurin melalui Diagnosis berdasar quality: (evidence kolektor A; recommendation). urin strong Tabel1. Sensitivitas rapid urine fesfs dan spesifisitas WBC Sensitivity Specificity
74% 86%

Gram stain
91o/o 96%

LE
79o/o 87o/o

Nitrite
49% 9B%

EitherLE or nitrite
88%
79o/a

Both LE and nitrite
45olo 98%

( Saadeh,2011)

Tabel2. Diagnosis infeksisalurankemihberdasarkan kultururin
Collection method

Colonycount (CFU/mi| Any_groMh
>10" 1o4-1 05
__\

Suprapubic aspiration Catheterization
Clean-catch, midstream urine

lot I /o,

Probabi lity of infection

>t ol (boy) >t0" lgirt) (3specimens) >10" (girl) (2specimens)

>99o/o 95o/o Infectionlikely Infection likely 95% 9AoA

(Saadeh,2011) Bakteriuri tanpagejala Definisi bakteriuri tanpagejala bilaterdapat kultur urinyangsignifikan (biasanya >100'000 CFU/ml), tetapitidak disertai gelataklinisdan'piul rtrr"n penyebab tersering adalah E coliyangtidakvirulen oantloat menyebabkan terjadinya parut ginjal. Bakteriuri tanpagejalaseringditemukan padaanakdenganneurogenic pada bladder keadaan ini tidakperludiberi terapi antibiotik ataupemberian prorLtsisantibiotik oleh karena tidakterbukti dapatmenimbulkan komplikasi parut ginlal. Namun demikian pada penderita denganneurogenic bladde"r seringditemukan oiagnosis Jiuii serringta lsK 3. dalam keadaan inimenjadi lebih sulit Pemeriksaan renalimaging padaISK Pemeriksaan imagingsangat pentinguntuk mengetahui faktor predisposisi terjadinya lsK' Dengan pemeriksain imaginfdapat mendeieksi kelainan padasaluran kemih secara dini'sehingga dapatmenguiangi resiko terjadinya kerusakan ginjal akibat infeksi sertakomplikasi jangkapanjangl ruam-un demikian sampai sekarang belum ada konsensus kapan saatyangtepatmelakukan pemeriksaan imaging padaanakdengan ISK' Pemeriksaan imagingmeliputiultrasonografi ginjal,_ cystouretrhogram (VCUG) sertascanginjal "oilins' dengan dimercapto succinic acid(DMSA renal scan)," Ultrasonografi (USG) ginjal Pemeriksaan USG ginjal sangat penting untuk mendeteksi abses ginjal, hidronefrosis, kelainan ginjal*ongenitil,serta bitu ginjal.pemeriksaan USG ginjal Kurang sensitif untukmenegakkan diagnosis pielonetriiis'dibanoingka; dengan DMSA renal scan' Sensitivitas pemeriks?andengan USG untuk r"n'"grg"n diagnosis pielonefritis 20-69%dibandingkan DMSAreia scan 40-92o/o. Untukhendeteksi parut ginjal pemeriksaan mempergunakan usc jug, kurang sensitif. Ahmed dkk mendapatkan bahwaUSGkurang sensitif untuknrendeteksi parutginjat dibandingkan dengan DMSArenalrscan. Namun pemeriksaan ginjal USG dikataka-n cutup baikuntuk mendeteksi RVU2

Voidingcystourethrogram Voidingcystourethrogram (VCUG) merupakan pemeriksaan imaginguntuk mendeteksi refluk vesikoureteral (RVU). Pemeriksaan ini dapat segera dilakukan penderita setelah terapi dengan antibiotik selesai dankeadaan secara klinis sudah baik. Dengan pemeriksaan grade VCUG dapat dideteksi RVU dengan tujuan untuk memprediksi outcomedan terapi.lnternational RefluxStudy (lRS) membagiRVU menjadi 5 grade. Pemeriksaan radionuclear cystography(RNC) merupakan pemeriksaan untukmendeteksi RVUdengan eksposure radiasi lebihsedikit daripada pemeriksaan VCUG.Pemeriksaan yaitu RNCmembagi RVUmenjadi tiga RVUringan, pemeriksaan sedang dan berat.Namun inijuga mempunyai efeksamping toksikpada gonadakibateksposure radiasi. RNC tidakdianjurkan untukpemeriksaan RVU awal gradeRVU sertamendeteksi oleh karena tidak dapatmenentukan adanyakelainan Pemeriksaan anatomi. VCUGdan RNCharus padaanakdengan segera dilakukan ISK 3'16. panas disertai tinggi DMSA(dimercaptosuccinic acid) DMSAmerupakan pielonefritis bakuemasuntukdiagnosis akutdan parutginjal. pemeriksaan Namundemikian DMSA scan tidak dapatdipakaiuntuk memprediksi pielonefritis parutginjal. apakah akanberlanjut menjadi Olehkarena itu pemeriksaan ulangan DMSA scandianjurkan pielonefritis 4-6 bulan setelah diagnosis akut.Sehingga pielonefritis dapatdiketahui apakah parut akutmembaik ataumenimbulkan komplikasi 3'13. ginjalPemeriksaan DMSA tidaksensitif untuk mendeteksi RVU pemeriksaan Rasional imaging Pemeriksaan imaging perdebatan. awal padaISK masihmenjadi Kapanwaktu yangtepatdilakukan pemeriksaan pada imaging. AAP tahun1999merekomendasikan pada semua bayi usia 2-24 bulan dengan ISK pertamakali harus dilakukan pemeriksaan USGginjal danVCUGatauRNC.Namun tahun2007National lnstitute for Health (NICE) and Clinical Excellence pemeriksaan dari Britain membuat rekomendasi imaging lebih Rekomendasi selektif. inidibuat pada berdasarkan umurpenderita,respon antibiotik, sertatypicalatau atypical UTl. Tabel3. Rekomendasi NICE mempunyai kelemahan, oleh karenapemeriksaan imaging lebihselektif, maka beberapa kasus denganVUR tidakterdiagnosis parutginjalpada bayi <6 dan terjadinya komplikasi bulan. Pendapat lain menyatakan bahwa untuk membuatdiagnosis RVU dengan pemeriksaan mengganti VCUGdenganDMSAscan.Bila DMSAscantidak normal, pemeriksaan baru dilakukan pemeriksaan VCUG. Namundemikian DMSA kurang sensitif untukmemeriksa RVU.Jadi sampaisaat^ini yang pasti belumada panduan penggunaan pemeriksaan untuk pada imaging ISK".

Tabel 3. National lnstitute for Health an Clinical Excellence(NICE)imaging guidelines Responds well to within treatment 48h Ultrasound" None None AtypicalUTI DMSA Ultrasound, andVCUG and Ultrasound
DMSAd

Recurrent UTI
DM SA Ultr asound, and VCUG Ultrasound and DMSAd Ultrasound and DMSA

Age.6 months Age6 months-3 years Age t 3 years

Ultrasound

(Saadeh,2011) Terapi pada lokasiinfeksi(sistitis akut),usia atau pielonefritis TerapiISK tergantung penderita, klinis, serta gambaranresistensiantimikrobial. beratnyamanifestasi pengambilan setelah antibiotik harussegera diberikan Pemberian terapi sesuai empiris <24 pielonefritis. sebagai ISK padausia bulanharusditerapi sampel urinuntukkultur. memberi denganlSK. Terlambat Terapiharussegeradiberikan bila curigapenderita yangtelahdibuktikan parutginjal, oleh mempunyai resiko terladinya seperti antibiotik, 3'14. Hewitt danDoganis gentamicin, dan streptomycin, Nalidixic meliputi amikacin acid,aminoglycosides yang dianjurkan generasi ketigacephalosporin merupakan antibiotik dan augmentin penyebab lSK. Pemberian kumanpathogen bila terjadiresistensi terhadap terutama pemberian membuktikan review 2AA7 Cochrane dapatperoral atauintravena. antibiotik pertama peroral selama 3 hari antibiotik diikuti oral 10-14haridan intravena antibiotik ginjal6-12 kerusakan 10 hari,tidak berbeda secarasignifikan dalamhal terjadinya juga terjadinya ginjalpermanen panas.Demikian kerusakan lamanya bulan,maupun Namun oral dan intravena. tidak berbeda secarasignifikan antaraterapiantibiotik peneliti kelainan anatomi ini menyingkirkan resiko misalnya dengan kasus dengan tinggi 31417 ginjal parut ginjal ataudengan peroralselama2-4 hari. Untuksistitisakut terapiantibiotik dapat diberikan Pemberian antibiotik efektifitas samadenganpemberian oral2-4 hari ini mempunyai pada pielonefritis anak>2-3bulan, dapat selama 7-14 hari. akut antibiotik Sedang untuk di rumahsakitbila oral bila kondisi kliniscukupbaik.Indikasi dirawat diberiantibiotik penderita penderita sistem dengangangguan dengangejalaurosepsis, bakteriemi, peroral. pemberian nutrisi Untukbayidibawah imundan bila penderita tidakmungkin telah ada umur 1 tahun denganlSK, harus dievaluasi sebagaisepsis.Walaupun guidelines tidaksesuai terapilSK, pada kenyataannya banyakterapiISK dilakukan guidelines. pada tabel 4, 5, 6 '''. Daftar dengan antibiotik tertera

Tabel4. Antibiotikoral padasistitis Dose (TMP)-sulfamethoxazole Trimethoprim 8 mg (TMP)/kg/day divided every12 h Nitrofurantoin 5-7 mg/kg/day divided every6 h Amoxicillin 25-45mg/kglday divided every12 h Amoxicil lin-clavulanate 25-45mg (amoxicillin)lkg/day divided every8Cephalexin Cefixime 12h 25-50 mg/kg/day dividedevery 6 h 8 divided everv 12 h ( Saadeh ,2011) Antibiotik

Tabel5. Antibiotikoral padapielonefritis Antibiotik Cefixime Cefdinir Amoxicil Iin-clavu lanate Ciprofloxacin Dose 8 mglkglday divided every12 h 14 mglkglday divided everi12 h 25-45mg (amoxicillin)/kg/day dividedever 812h 20-30 divided 12h ( Saadeh ,2011)

Tabel6. Antibiotikparentral padapielonefritis
A n t i b i o t ik

Ampicillin Cefotaxime Ceftriaxone Cefepime Gentamicin

Dose 100mg/kg/day divided every6 h 100-200 mg/kg/day divided every 8h 50-100 mg/kg/day divided ever12 h i 100mg/kg/day divided every12 h I 7.5 ms/ks/da divided everv8 h (Saadeh,2011)

Profilaksis antibiotikpadaISK profilaksis Pemberian antibiotik untukmencegah ISK denganatautanpaRVU masihkontroversi. Cochrane reviewoleh Williams, mendapatkan yang 8 penelitian melibatkan 618 anakdengan lSK, membandingkan pemberian plasebo antibiotik, dan tanpaterapiterhadap kejadian ISK berulang. Hasilreviewmendapatkan pemberian profilaksis antibiotik menurunkan resiko kultur urinpositif secara signifikan dibandingkan denganplacebo. Namundemikian peneliti perludilakukan menyimpulkan penelitian secara doubleblinduntukmendukung penggunaan profilaksis antibiotik. Peneliti lain yaituGarindkk dan Montini juga mendapatkan penggunaan profilaksis antibiotik tidak ada manfaat untukmencegah ISK padaanakdengan RVUgradeI sampai dengan V. juga penggunaan Demikian profilaksis pada penderita antibiotik denganpemasangan kateter urin.Namun demikian Craigdkk, mendapatkan pemberian profilaksis antibiotik menurunkan resikoabsolutISK sebesar6 poin percentage. SedangRoussey dkk

pemberian profilaksis pada RVU grade rendahtidak ada mendapatkan antibiotik pemberian profilaksis kecuali RVUgradelll padaanaklaki-laki. NICE(2A07) manfaat, pada padalSK.American kondisi Associatiol.(Aun) hanya Urological antibiotik tertentu guidelines penggunaan profilaksis 2010mengeluarkan antibiotic, tabel7, 8, 9 '''o'''. Tabel7. Profilaksis antibiotik dari uji klinissecararandom Authorand year Patient age Total numberof patientsin study 218 225 100 338 576 2A3 VUR statu s + VUR + VUR + VUR t VUR t VUR + VUR Number VUR Followgrade up of patients (months with VUR _J_ _ l-lll 113 12 225 100 128 243 203 l-lll ll-lv l-lll l-V lll-l\/ 18 24-48 12 12 24

Garin et al.[51]

l month-'!8 Year

years Roussey-Kesler l month-3 et al. [52] Pennesi et al. 0-30months [53] Montini et al. [54] 2months-7 years et al. [55] 0-18years Craig Swedish Reflux 1-2years Trial[56]

(Saadeh,2011) reflux(VUR) Tabel8. Initialmanagement of a child < lyear old with vesicoureteral (AUA)guidelines to American according UrologiAssociation prophylaxis Contin uousantibiotik Standar Recommende td VUR diagnosed after All grades \l febrile UTI VUR diagnosedthrough Grades I & ll screening { lll-V Grades Option

\r

( Saadeh, 2011)

Tabel9. Initialmanagement of a child > 1 yearold with vesicoureteral reflux(VUR) according to American Urological Association (AuA)guidetines Standard

I onlinoug an!&!q{LpIgghy&{!f

No recurrent febrileUTl, BBD or renalcortical anomalies recurrentfebrile UTl, BBD. or renal cortical anomalies

FeeuSe@e9___9egel**_
\

(Saadeh,2011) Terapipembedahan pembedahan Terapi dilakukan bilaterdapat gangguan urogenital sebagai faktor resikoterjadinya lSK. lradikasi infeksisajatanpamltafutan koreksi faktole-riko tSK, tidak gkan menyelesaikan masalah,dan akan terjadi ISK berulangyang dapat menyebabkan terladinya jangka panjang,serta dapat mLrusa[ ginjal. komplikasi pembedahan Tindakan pada dilakukan RVU mulii giade lll, ISK berulang wataufun telahdiberiprofilaksis antibiotik, atau bila penderitapatuhdenganpemakaian tioat< profilaksis antibiotik.. Tindakanpembedahan mempergunakan endoskopi saat ini banyak dilakukan. AUA mengeluarkan guidelines bahwa pembedahan iindakan disertai endoskopi dapatdilakukan dengan mempertimbangkan penderita, usia keadaan ginjal sertagradeRVU3.

DaftarPustaka medicalof first urinarytract infections in infants:A population-iased study. j474-TB Pediatr 2005; 115 (6): 2 . LeroyS; Vantalon S; Larakeb A; Le-Pointe HD; Bensman. Vesicoureteral reflux in children withurinary tractinfection: Comparison of diagnostic accuracy of renal UScriteria. Radiotogy 201 0;2S5(3):890-98 J. SaadehSA; MattooTK. Managing urinarytract infections.pediatr Nephrol 2411;26',1967-76 WolffO. Evidence behind theWHOguidelines: Hospital carefor children. Whatis the appropriate empiric antibiotic therapy in uncomplicated urinary tractinfections in children in developing countries. J Troppediatr 2006;52:1s}-sb. 5 . Zorch JJ; Kiddoo DA;ShawKN.Diagnosis and management of pediatrrc urinary tractinfections. ClinMicrobiot Rev.2ObS;t S(\.afi-22 o . Pecile P; Romanello c; VidalE; contardoM; ValentF; Tenaro A. Age-related parenchymal lesions in children with first febrile uriniry tract 1e1al infections. Ped iatr. 20A8: 124..23-9
1 . CohenAL; RivaraFP; Davis R, Christakis. Compliance with guidelines for

7. Shaikh N; Ewing AL; Bhatnagar S; Hoberman A. Riskof renal scarring in children witha firsturinary tractinfection: A systematic review. Pediatr 2010',126(6): 108491 8. Muzamdar K; Dutta NK;Dastidar SG;Motohashi N; Shirataki Y Diclofenac in the management of E.coli urinary tractinfections. ln vivo2006',2A'.613-20 9. Kantele A; Palkola N; Arvillommi H; Honkinen O; Jahnukainen T, Mertsola J immune dkk.Local response to upperurinary in children. tractinfections Clin & Vaccine lmmunol"200B; 15(3\.41 2-17 l0.American Academyof Pediatrics. Clinicalguideline. Urinarytract infection: practice guideline Clinical for the diagnosis and management of the initial UTI in febrile infants andchildren 2 to 24 months. Pediatr 2011;128(3):595-610 11. Coulthard MG; KalraM; Lambert HJ; Nelson A; SmithT; PerryJD. Redefining urinary tractinfections by bacterial Pediatr colony counts. 2A10',125(2).335-41 12.PriceE; Pallett A; GilbertRD; Williams C. Microbiological aspects of the UK National lnstitute (NICE) guidance for Health and Clinical Excellence on urinary tractinfection in children J Antimicrob Chemother 2010;65:836-41 13.Fouzas S; Krikelli E; Vassilakos P; Gkentzi D; Papanastasiou DA; Salakos C. DMSAscanfor revealing young vesicoureteral refluxin with urinary children tract infections. Pediatr 2010',1 26(3).51 3-1 I 14.Paschke AA; Zaoutis T; Conway PH; Xie D; KerenR. Previous antimicrobial exposureis associated with drug-resistant urinarytract infections in children. Pediatr 2010', 125'.664-7 2 15.Leroy S; Adamsbaum C; Marc E; MoulinF; Raymond J; GendrelD dkk. Procalsitonin as a predictor vesicoureteral of refluxin children with a firstfebrile urinary tractinfections. Pediatr 20A5,1 15(6):706-09 16.Cheng CH; Tsai MH; HuangYC; Su LH; Tsau YK; Lin CJ dkk. Antibiotic patterns resistance of community-acquired in children urinary tractinfections with vesicoureteralreflux receiving prophylactic antibiotic therapy. Pediatr 2008; 122.1212-17 17.Baumer JH. Managing urinary tractinfections in youngchildren. Arch Dis Child EducPract Ed 2005;90:78-80 lS.Getliffe K; Newton T. Catheter-associated in primary urinary tract infection and community health care. Age & Aging 2006;35:477-81 l9.MontiniG; Rigon L; Zucchetta P; Fregonese F; ToffoloA; GobberD dkk Prophylaxis after first febrileurinarytract infections in children? A multicenter, randomizes, controlled, noninferiority 2008; 122'.1 064-7 1 trial.Pediatr

10

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->