KARSINOMA MAMAE

PENDAHULUAN Kanker payudara adalah jenis keganasan tersering dan penyebab kematian tersering kedua akibat keganasan pada wanita, setelah kanker paru-paru. The American Cancer Society mencatat insidensi kanker payudara pada tahun 2001 sebanyak 193.700 kasus baru (31% dari total kasus kanker baru), merupakan kanker dengan insidensi tertinggi pada wanita. Di Indonesia, keganasan ini merupakan kanker dengan insidensi tertinggi kedua dan terdapat kecenderungan adanya peningkatan dari tahun ke tahun, seperti halnya di negara barat. Angka insidensi kanker payudara dari tahun 1979-1996 meningkat secara konstan yaitu 1% per tahun pada periode 1979-1982 dan 4% per tahun pada periode 1982-1987, lalu mengalami penurunan sebesar 1,3% per tahun pada dekade 1990-an. Berdasarkan data yang didapatkan The American Cancer Society pada tahun 1995-1997, probabilitas perkembangan kanker invasif adalah 0,44% (1: 225) pada perempuan berumur kurang dari 39 tahun, 4,15% (1:24) pada wanita berumur 40-59 tahun, dan 7,02% (1:14) pada wanita berumur 60-79 tahun. Angka kematian rata-rata akibat kanker payudara adalah 2,2% per tahun, 43.000 kasus per tahun. Secara keseluruhan angka probabilitas kanker payudara pada wanita adalah 12,83% (1:8). Sedangkan di Indonesia bedasarkan ”Pathological Based Registration” kanker payudara memiliki insidensi relatif 11,5% dan memiliki insidensi minimal 20.000 kasus baru per tahun. Oleh karena tingginya insidensi keganasan ini dan nilai estetika dan simbolik payudara, kanker payudara selalu menjadi sumber beban bagi pasien dan keluarganya. Kanker payudara mengalami peningkatan insidensi secara dramatis pada dua dekade terakhir. Oleh karena kedua alasan tersebut maka penting artinya bagi kita sebagai dokter umum memahami penyakit ini untuk menegakkan diagnosis klinis secara dini. KLASIFIKASI HISTOLOGI WHO/ JAPANESE BREAST CANCER SOCIETY A. Malignant (carcinoma): 1. non-Invasive carcinoma: a) non-Invasive ductal carcinoma b) lobular carcinoma in-situ

NOS Medullary with lymphoid stroma C. Tipe histopatologis: In-situ carcinoma NOS (no otherwise specified) Intraductal Paget’s disease and intraductal Invasive carcinoma NOS Ductal Inflammatory Medullary. others . tubular carcinoma b10. spindle cell carcinoma c) paget’s disease B. apocrine carcinoma b8. solid-tubular carcinoma a3. papillobular carcinoma a2. Invasive carcinoma: a) invasive ductal carcinoma a1. adenoid cystic carcinoma b5. secretory carcinoma b11. yaitu: GX: grading tak dapat dinilai G1: low grade G2: intermediate grade G4: high grade Mucinous Papillary Tubular Lobular Paget’s disease and infiltrating Undifferentiated Squamous cell Adenoid cystic Secretory Cribriform b7.2. medullary carcinoma b3. invasive lobular carcinoma b4. carcinoma with cartilagous and or osseous metaplasia b9. scirrhous carcinoma b) special types: b1. squamous cell carcinoma b6. Gradasi histologis: Seluruh kanker payudara kecuali tipe medulare harus dibuat gradasi histologis berdasarkan “The Nottingham combined histologic grade” . mucinous carcinoma b2.

Nilai T dalam sentimeter (cm). nilai paling kecil dibulatkan ke angka 0.1-0. radiologist dan mikroskopis adalah sama. N = kelenjar getah bening regional Klinis: Nx N0 N1 : KGB regional tak dapat dinilai (telah diangkat sebelumnya) : tidak terdapat metastasis KGB : metastasis ke KGB ipsilateral yang mobil .5-1 cm : ukuran 1-2 cm : tumor dengan ukuran diameter terbesarnya 2-5 cm.1 cm atau kurang : ukuran 0.5 cm : ukuran 0. otot interkostalis dan seratus anterior kecuali otot pektoralis). nodul satelit pada kulit yang terbatas pada satu payudara : mencakup kedua hal di atas : mastitis karsinomatosa B. Tx T0 Tis Tis (DCIS) Tis (LCIS) Tis (Paget) T1 T1mic T1a Tib T1b T2 T3 T4 : tumor primer tak dapat dinilai : tidak terdapat tumor primer : karsinoma in-situ : ductal ca in-situ : lobular ca in-situ : penyakit paget pada puting tanpa adanya tumor : tumor dengan ukuran diameter terbesarnya 2 cm atau kurang : mikroinvasi ukuran 0.KLASIFIKASI STADIUM TNM (UICC/AJCC) 2002 A. : tumor dengan ukuran diameter terbesarnya lebih dari 5 cm. ulserasi. T = ukuran tumor primer Ukuran T secara klinis. T4a T4b T4c T4d : ekstensi ke dinding dada : edema.1 cm. : ukuran tumor berapapun dengan ekstensi lansung ke dinding dada atau kulit ( termasuk iga.

berkonglomerasi. atau klinis terdapat metastasis ke KGB mamari interna ipsilateral dan metastasis ke KGB aksila N3a N3b N3c Mx M0 M1 Stadium 0 Stadium I : : metastasis ke KGB infraklavikula ipsilateral metastasis ke KGB mamari interna dan KGB aksila : metastasis ke KGB supraklavikula : metastasis jauh belum dapat dinilai : tidak terdapat metastasis jauh : terdapat metastasis jauh : : Tis T1 T0/T1 T2 T2 T3 T0/T1/T2 T3 T4 tiap T tiap T N0 N0 N1 N0 N1 N0 N2 N1/N2 N0/N1/N2 N3 tiap N M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M1 C. : metastasis pada KGB infraklavikular ipsilateral dengan/tanpa metastasis KGB aksila.N2 : metastasis ke KGB ipsilateral terfiksir. atau pembesaran KGB mamari interna ipsilateral tanpa adanya metastasis ke KGB aksila N2a N2b N3 : metastasis ke KGB aksila terfiksir atau berkonglomerasi atau melekat ke struktur lain : metastasis ke KGB mamari interna secara klinis dan tidak tedapat metastasis ke KGB aksila. Grup stadium Stadium IIA : Stadium IIB : Stadium IIIA : Stadium IIIB : Stadium IIIC : Stadium IV : . M = metastasis jauh D.

Pemeriksaan fisik a. siklus haid. peau d’orange. Anamnesis . . suntik KB. atau implan (susuk) Riwayat keluarga sehubungan dengan kanker payudara atau kanker lain Riwayat operasi tumor payudara atau tumor ginekologik Riwayat radiasi dosis tinggi pada dinding dada B. b. cantumkan performance status.Faktor resiko Usia penderita (kulit putih > 45 tahun. kulit hitam < 45 tahun) Punya anak atau tidak Usia melahirkan anak pertama > 30 tahun Riwayat menyusui anak < 1 tahun Riwayat menstruasi: menstruasi pertama < 11 tahun.Keluhan yang berkaitan dengan metastasis: • • • • • • • • • • • • • Nyeri pada tulang (vertebrae. venektasi Perubahan warna kulit Benjolan di ketiak Edema lengan . • • • • • Benjolan Kecepatan tumbuh Rasa sakit Nipple discharge Retraksi puting dan sejak kapan • • • . ulserasi. Status lokalis: Payudara kanan dan kiri harus diperiksa.Keluhan utama pasien di payudara atau di ketiak dan riwayat penyakitnya. sesak (efusi pleura) Sakit kepala hebat • • Krusta pada areola Kelainan kulit: dimpling.PENEGAKKAN DIAGNOSIS A. femur) Rasa penuh di ulu hati (pembesaran hati) Batuk. usia menopause > 55 tahun Riwayat pemakaian obat-obatan hormonal: pil KB. Status generalis.

or serous b) Benign discharge Bilateral Spontaneous or induced Multiple duct orifices Thick green or yellow. serosanguineous. USG hepar. induced and bilateral (duct ectasia) C. ireguler. terdapat metastasis ke KGB. terdapat metastasis jauh (M1). ukuran. peau d’orange. Ciri massa maligna: keras. nodul satelit. Pemeriksaan radiodiagnostik Diharuskan (recommeded): USG payudara dan mammografi untuk tumor Φ 3 cm. Pemeriksaan pada daerah yang dicurigai metastasis: paru. tanpa skin dimpling. tulang. konsistensi. supraklavikula: jumlah. tidak terfiksasi pada kulit atau dinding dada. - Kista sulit dibedakan dengan massa solid secara klinis. krusta.- Massa tumor: lokasi. ukuran. . Optional (atas indikasi): bone scanning dan/atau bone survey bila sitologi atau klinis sangat mencurigai pada lesi > 5 cm. jumlah. Status KGB aksila. Puting susu: tertarik. mobil. hepar. sering nyeri. terdapat gejala metastasis di tulang. otak. terfiksir atau tidak ke jaringan sekitar payudara. Karakter nipple discharge secara klinis: a) Malignant discharge Unilateral Spontaneous One duct orifice Bloody. bentuk dan batas. tanpa nyeri (nyeri hanya pada 10-15% pasien). edema. skin dimpling. - Ciri massa benigna: kenyal. CT-scan. konsistensi. ulserasi. terfiksir satu sama lain atau dengan jaringan sekitarnya. kemungkinan adanya fiksasi pada kulit atau dinding dada. erosi. tanpa retraksi puting susu. tanpa bloody discharge. discharge. Perubahan pada kulit: kemerahan. bloody discharge. dimpling. foto thoraks. permukaan. mamari interna. Indikasi bone scanning lainnya adalah adanya peningkatan penyakit lokalis. retraksi puting susu. regular. infraklavikula.

Mammografi dilakukan setiap dua tahun pada wanita berumur 35-50 tahun. Program SADARI dilaksanakan pada wanita mulai usia subur yang dilakukan tiap satu minggu setelah hari pertama menstruasi terakhir. E. Pemeriksaan histopatologis (gold standard diagnostic) Pemeriksaan dilakukan dengan sediaan potong beku dan/atau parafin. Bahan pemeriksaan diambil melalui: core biopsy. hitung jenis leukosit) Pemeriksaan kimiawi dan faal ginjal Tes fungsi hati Evaluasi kalsium dan fosfat SKRINING / DETEKSI DINI KELAINAN PAYUDARA Metode yang dipakai adalah SADARI (pemeriksaan payudara sendiri). Karakteristik massa ganas atau jinak dapat diprediksikan melalui pemeriksaan mammografi. dan mammografi. pemeriksaan fisik.D.Smaller than 0. p53). hematokrit.5 mm in diameter Architectural distortion Focal asymmetric density - Benign breast lesions . yaitu: - Malignant breast lesions • • • • • Irregular speculated mass Clustered calcifications Calcifications . Pemeriksaan fine needle aspiration biopsy – sitologi Dilakukan bila pada lesi secara klinis dan radiologis disurigai ganas. leukosit. Laboratorium Pemeriksaan darah lengkap (hemoglobin. PR. F. biopsi eksisional untuk tumor berukuran < 3 cm. dan setiap 1 tahun pada wanita berumur > 50 tahun. c-erbB-2. biopsi insisional untuk tumor operable ukuran > 3 cm sebelum operasi definitif atau tumor inoperable. cathepsin-D. Pemeriksaan fisik dilakukan oleh dokter secara lige artis. pemeriksaan imunohistokimia (ER. spesimen mastektomi disertai pemeriksaan KGB. trombosit.

dan ajuvan. Prognosis bergantung pada pasien yang mendapat kemoterapi dan jumlah nodus KGB aksila yang terlibat: • 0 nodus o o Rekurensi rata-rata dalam 5 tahun  mendekati 20% Survival rate dalam 10 tahun  65-80% • 1-3 nodus o o Rekurensi rata-rata dalam 5 tahun30-40% Survival rate dalam 10 tahun  35-65% • 4 nodus o o Rekurensi rata-rata dalam 5 tahun  mendekati 44% Survival rate dalam 10 tahun  Not available • > 4 nodus o o Rekurensi rata-rata dalam 5 tahun  54-82% Survival rate dalam 10 tahun  13-24% . dan modifikasi mastektomi radikal.Larger than 1 mm in diameter Architectural distortion . dan terapi biologis. radiasi. Terapi pada keganasan pada prinsipnya bersifat kuratif. Berikut adalah prognosis kanker berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhinya.Usually not present PENATALAKSANAAN Terapi diberikan berdasarkan stadium kanker. Jenis operasi yang dilakukan adalah BCS ( breast conserving surgery).• • • • Solid.or lucent-centered spheres Smooth and round calcifications Calcifications . PROGNOSIS Status KGB regional merupakan faktor prognosis yang signifikan. kemoterapi. mastektomi radikal. Modalitas terapi pada kanker payudara yang digunakan adalah berupa operasi. Keterlibatan KGB aksila dan jumlah keterlibatan KGB lainnya merupakan faktor prognosis terpenting pada kanker payudara tipe invasif. terapi hormonal. mastektomi sederhana. paliatif.

University of Arkansas for Medical Sciences. www. dr. EGC. SpB (K) Onk. dalam Payudara . MD. Tjakra. 2005. Department of Medicine. Issam.89% Nodus 1-3  79% Nodus ≥ 4  58% • Tumor > 5 cm o o o Nodus 0  82% Nodus 1-3  73% Nodus ≥ 4  45% DAFTAR PUSTAKA Ramli.. Muchlis. Com. Wim de Jong (editor). W. hal 387-402. 2003. . Jakarta. Emedicine. Manuaba. Edisi 2. 2003. Division of Hematology/Oncology. Protokol Penatalaksanaan Kanker Payudara. Breast Cancer. Makhoul. Buku Ajar Ilmu Bedah. dkk.Survival rate dalam waktu 5 tahun berdasarkan ukuran tumor dan jumlah KGB aksila yang terlibat: • Tumor < 2 cm o o o Nodus 0  96% Nodus 1-3  87% Nodus ≥ 4  66% • Tumor 2-5 cm o o o Nodus 0 . Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful