Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN

Kabupaten Solok adalah sebuah kabupaten di provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini merupakan salah satu sentra produksi beras terbesar di Sumatera Barat, yang dikenal dengan nama Bareh Solok. Dahulu wilayah Solok (termasuk kota Solok dan kabupaten Solok Selatan) merupakan wilayah rantau dari Luhak Tanah Datar, yang kemudian terkenal sebagai Luhak Kubuang Tigo Baleh. Disamping itu wilayah Solok juga merupakan daerah yang dilewati oleh nenek moyang Alam Surambi Sungai Pagu yang berasal dari Tanah Datar yang disebut juga sebagai nenek kurang aso enam puluh (artinya enam puluh orang leluhur alam surambi Sungai Pagu). Perpindahan ini diperkirakan terjadi pada abad 13 sampai 14 Masehi. Kabupaten Solok bukanlah daerah baru karena Solok telah ada jauh sebelum undang-undang pembentukan wilayah ini dikeluarkan. Pada masa penjajahan Belanda dulu, tepatnya pada tanggal 9 April 1913, nama Solok telah digunakan sebagai nama sebuah unit administrasi setingkat kabupaten yaitu Afdeeling Solok sebagaimana disebut di dalam Besluit Gubernur Jenderal Belanda yang kemudian dimuat di dalamStaatsblad van Nederlandsch-Indie. Sejak ditetapkannya nama Solok setingkat kabupaten pada tahun 1913 hingga saat ini Solok tetap digunakan sebagai nama wilayah administratif pemerintahan setingkat kabupaten/kota. Pada tahun 1970, ibukota Kabupaten Solok berkembang dan ditetapkan menjadi sebuah kotamadya dengan nama Kota Solok. Berubah statusnya Ibukota Kabupaten Solok menjadi sebuah wilayah pemerintahan baru tidak diiringi sekaligus dengan pemindahan ibu kota ke lokasi baru. Pada tahun 1979 Kabupaten Solok baru melakukan pemindahan pusat pelayanan pemerintahan dari Kota Solok ke Koto Baru, Kecamatan Kubung, namun secara yuridis Ibukota Kabupaten Solok masih tetap Solok. Dengan dikeluarkannya Undang-undang nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, pemerintah kabupaten/kota diberikan kewenangan yang nyata dan luas serta tanggung jawab penuh untuk mengatur daerahnya masing-

masing. Kabupaten Solok yang saat itu memiliki luas 7.084,2 Km memiliki kesempatan untuk melakukan penataan terhadap wilayah administrasi

pemerintahannya. Penataan pertama dilakukan pada tahun 1999 dengan menjadikan wilayah kecamatan yang pada tahun 1980 ditetapkan sebanyak 13 kecamatan induk ditingkatkan menjadi 14 sementara jumlah desa dan kelurahan masih tetap sama. Penataan wilayah administrasi pemerintahan berikutnya terjadi pada tahun 2001 sejalan dengan semangat babaliak banagari di Kabupaten Solok. Pada penataan wilayah administrasi kali ini terjadi perubahan yang cukup signifikan dimana wilayah pemerintahan yang mulanya terdiri dari 14 kecamatan, 11 Kantor Perwakilan Kecamatan, 247 desa dan 6 kelurahan di tata ulang menjadi 19 kecamatan, 86 Nagari, dan 520 jorong. Wilayah administrasi terakhir ini ditetapkan dengan Perda nomor 4 tahun 2001 tentang pemerintahan Nagari dan Perda nomor 5 tahun 2001 tentang Pemetaan dan Pembentukan Kecamatan. Pada akhir tahun 2003, Kabupaten Solok kembali dimekarkan menjadi dua kabupaten yaitu Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan. Pemekaran ini di lakukan berdasarkan Undang-undang Nomor 38 tahun 2003 dan menjadikan luas wilayah Kabupaten Solok berkurang menjadi 3.738 Km. Pemekaran inipun berdampak terhadap pengurangan jumlah wilayah administrasi Kabupaten Solok menjadi 14 Kecamatan, 74 Nagari dan 403 Jorong. Dengan berbagai pertimbangan dan telaahan yang mendalam atas berbagai momentum lain yang sangat bersejarah bagi Solok secara umum, pemerintah daerah dan masyarakat menyepakati peristiwa pencantuman nama Solok pada tanggal 9 April 1913 sebagai sebuah nama unit administrasi setingkat kabupaten di zaman Belanda sebagai momentum pijakan yang akan diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Solok. Kesepakatan inipun dikukuhkan dengan Perda Nomor 2 tahun 2009 tentang Penetapan Hari Jadi Kabupaten Solok. Pada tanggal 9 April 2010, merupakan kali pertama Kabupaten Solok memperingati hari jadinya yang ke 97.

BAB II PEMBAHASAN

Pendidikan Dilihat dari ketersediaan sarana pendidikan, sampai akhir tahun 2010 di Kabupaten Solok terdapat 345 sekolah setingkat SD, 97 sekolah setingkat SLTP dan 41 sekolah setingkat SLTA baik yang berada dibawah naungan Dinas P dan K maupun Departemen Agama. Dari sisi jumlah murid, untuk tingkat SD terdapat 51 409 orang, tingkat SLTP sebanyak 13 417 orang dan tingkat SLTA sebanyak 9 059 orang. Jumlah siswa yang lulus U.N mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Untuk tingkat SD jumlah lulusan U.N sebanyak 6 709 orang, tingkat SLTP sebanyak 5318 orang dan SLTA sebanyak 2 721 orang.

Kesehatan Pada tahun 2010 terjadi kenaikan jumlah dokter umum dan dokter gigi masing-masing 44 orang dan 20 orang. Secara keseluruhan terjadi kenaikan jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Solok dari 823 orang tahun 2009 menjadi 829 orang tahun 2010.

Agama Pada tahun 2010 terjadi kenaikan jumlah jemaah haji sebesar 3.59 persen dari 134 orang tahun 2009 menjadi 139 orang tahun 2010. Dari jumlah jemaah haji yang diberangkatkan ke tanah suci ini, sebagian besar wanita (58.99 persen) dan dengan komposisi tingkat pendidikan yang paling banyak SLTA (26.61 persen). Terjadi peningkatan pula pada jumlah peserta qurban dibanding tahun lalu, sebesar 21.19 persen. Pada tahun 2010, jumlah peserta qurban 11 239 orang dan 2 041 ekor hewan qurban.

Perekonomian Kabupaten Solok sebagai sentra produksi padi di Sumatera Barat perlu terus melakukan inovasi untuk meningkatkan produktifitas lahan. Hal ini berkaitan dengan ancaman mutasi lahan sawah yang semakin besar di masa-masa

mendatang. Kalau diamati untuk produksi padi pada tahun 2010, terjadi peningkatan produksi sebesar 4.86 persen dari 304 124.4 ton tahun 2009 menjadi 319 667.8 ton tahun 2010. Akan tetapi peningkatan ini perlu terus didorong untuk mengimbangi peningkatan jumlah penduduk dan kebutuhan pangan terutama beras dari waktu ke waktu. Untuk tanaman palawija terjadi peningkatan produksi yang signifikan pada tahun 2010 terutama pada komoditi kedelai yaitu dari 108.3 pada Tahun 2009 naik menjadi 168.9 pada Tahun 2010. Kenaikan juga terjadi pada komoditi jagung, kacang tanah dan kacang hijau serta hampir semua komoditi palawija naik pada Tahun 2010. Pada tahun 2010 terdapat sebanyak 321 pengusaha yang melakukan pendaftaran perusahaan baru maupun memperpanjang status perusahaan. Dari jumlah tersebut, 262 diantaranya tercatat sebagai pendaftaran baru dan 59 lainnya pendaftaran perpanjangan. Perusahaan yang paling banyak ada pada Kabupaten Solok yaitu perusahaan perorangan, sebesar 72.58 persen.

Perhubungan Total panjang jalan di Kabupaten Solok sampai akhir tahun 2010 berjumlah 1.421,63 km, dengan rinci menurut status jalan, jalan nasional 66.21 km, jalan propinsi 118.09 km dan jalan kabupaten 1 237.33 km. Jika dilihat dari kondisi jalan, terdapat peningkatan jalan berkualitas baik sebesar 12.3 persen dari tahun lalu. Sedangkan jalan berkualitas sedang, jalan berkualitas rusak dan jalan dalam kondisi rusak berat mengalami penurunan 5.83 persen, 22.68 persen dan 2.7 persen dari tahun 2009. Dibanding tahun 2009, jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten Solok pada tahun 2010 mengalami kenaikan sebesar 7.2 persen. Jumlah kendaraan bermotor yang menyumbang kontribusi terbesar yaitu truck, sebesar 49.14 persen.

Telekomunikasi Sampai akhir tahun 2010 tersedia 7.232 satuan sambungan telepon dan 6 524 pelanggan. Pelanggan yang terbanyak ada pada STO Solok yaitu 4 603, dengan kontribusi 63.64 persen dari seluruh pelanggan di Kabupaten Solok.

Pariwisata Kabupaten Solok memiliki pesona alam yang tidak dimiliki daerah lain seperti pesona danau Diatas dan danau Dibawah, danau Singkarak dan hamparan hijau kebun teh di kawasan Kecamatan Gunung Talang serta banyak lainnya. Keunggulan komparatif di bidang pariwisata ini harus mampu dikelola dengan sebaik-baiknya untuk mendatangkan sebanyak mungkin wisatawan ke Kabupaten Solok. Pada gilirannya diharapkan dengan peningkatan kunjungan wisatawan akan mampu menggerakkan perekonomian dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kehidupan Sosial Masyarakat Kabupaten Solok, saat ini sangat membutuhkan mediator yang mampu bersinergi dengan pemerintah dan berperan sebagai perpanjangan tangan guna melakukan pendataan dalam rangka penanggulangan permasalahan sosial. Sehingga kedepanya Pemerintah Daerah Kabupaten Solok memiliki data base yang valid terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kabupaten Solok. Hal itu dikatakan Bupati Solok Drs. H. Syamsu Rahim diwakili oleh Kepala Dinas Sosnakertrans Ir. Taufik Ramadan, MM, ketika membuka secara resmi acara sosialisasi pelayanan masalah sosial bagi petugas pelayanan sosial dan pemuka masyarakat di Guest House Rumah Dinas Bupati Solok, Arosuka Untuk itu, diharapkan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Karang Taruna dan Tenaga Kesejahteraan sosial Kecamatan (TKSK) untuk mampu memfasilitasi dan menanganani permasalahan sosial di nagarinya masing-masing, kata Taufik Ramadhan. Dikatakannya, dengan meningkatkan kepedulian terhadap permasalahan sosial ditengah masyarakat Pemkab Solok menghimbau supaya semua elemen yang terkabung kedalam pekerja sosial untuk selalu bergandengan tangan untuk mencapai kemaslahatan masyarakat Kabupaten Solok, khususnya. Menurut Taufik Ramadhan, pertemuan ini hendaknya dapat melahirkan beberapa keputusan kedalam bentuk program kerja yang dapat diterapkan ditengah-tengah masyarakat. Selain itu Pemkab Solok juga menghimbau pada

pada PSM, TKSK dan pemuka masyarakat untuk bekerja keras, terutama menanggulangi keluarga fakir miskin, penyandang cacat, wanita yang menjadi korban tindakan kekerasan. Sementara itu, Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Ny. Erlinda Syamsu Rahim mengatakan, permasalahan sosial yang berkembang pada saat ini, seperti narkoba dan HIV AIDS, anak terlantar, pelecehan seksual, dan keluarga hidup dalam rumah tidak layak huni, lebih banyak disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan informasi yang didapati masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebutlah menurut Hj. Erlinda, LKKS terpanggil untuk mengadakan kegiatan sosialisasi penyandang masalah kesejahteraan sosial. Ia berharap dengan adanya sosialisasi ini masyarakat yang terhimpun kedalam kegiatan sosial, bisa menambah pengetahuan dan keterampilan dalam menangani masalah ditengah-tengah masyarakat. Didampingi Taufik Ramadhan, Hj. Erlinda Syamsu Rahim, pada kesempatan tersebut, menyerahkan bantuan kepada beberapa orang masyarakat yang menyandang permasalahan sosial di Kabupaten Solok, sebagai salah satu bentuk kepedulian LKKS terhadap mereka. Mudah-mudahan dengan bantuan yang diberikan ini, setidaknya dapat sedikit meringankan beban para penyandang masalah sosial di Kabupaten Solok. Terutama sekali bagi penderita penyakit menahun, dapat digunakan untuk bantuan biaya berobat di rumah sakit ucap Hj. Erlinda Syamsu Rahim.

Kehidupan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi Kota Solok sepanjang tahun 2011 mencapai 6,07%, terjadi peningkatan 0,11% dibandingkan tahun 2010. Meskipun mengalami peningkatan, namun jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat atau dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuahan ekonomi Kota Solok masih sedikit lebih rendah. Hal itu diungkapkan Walikota Solok, Irzal Ilyas Dt Lawik Basa MM saat menyampaikan nota penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Solok Tahun 2011 kepada DPRD Kota Solok di gedung dewan.

"Jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang mencapai 6,22%. Jelas pertumbuhan ekonomi Kota Solok lebih rendah 0,15%. Apalagi jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 6,5%, pertumbuhan ekonomi Kota Solok juga kalah 0,43%," ujar Irzal Ilyas. Namun demikian kata Irzal, pertumbuhan ekonomi Kota Solok yang mencapai 6,07% ini menunjukkan sektor rill perekonomian masyarakat Kota Solok terus tumbuh maju dan dinamis. Ditambahkan Irzal, angka inflansi Kota Solok tahun 2011 juga mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2010. Namun sekali lagi, jika dibandingkan dengan angka inflansi nasional, angka inflansi Kota Solok juga masih lebih besar1,58%. Angka inflansi Kota Solok tahun 2011 adalah 5,37% sementara angka inflansi nasional hanya 3,79%. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Solok atas dasar harga yang berlaku tahun 2011 mencapai angka Rp 1,21 triliyun meningkat jika dibandingkan tahun 2010 yang hanya mencapai Rp 1,09 triliyun. Angka PDRB ini didominasi oleh sektor jasa-jasa sebesar 23,67%, pengangkutan dan komunikasi sebesar 21,67%,kontruksi 15,10% dan perdagangan, hotel, restoran sebasar 10,79%. Sedangkan sektor pertanian,perkebunan,peternakan, kehutanan dan

perikanan justru terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2011 sektor ini hanya memberikan kontribusi sebesar 8,61% turun 0,22% dari tahun 2010. Kondisi ini kedepan hendaknya menjadi perhatian kita semua sehingga pertumbuhan sektor ini tidak mengalami penurunan terus. Karena hal ini akan berakibat serius pada ketahanan pangan dan lapangan pekerjaan bagi 12,03% penduduk Kota Solok yang bekerja disektor pertanian ini," ucap Irzal Ilyas. Satu hal yang menggembirakan, kata Irzal, tingkat kesejahteraan masyarakat Kota Solok terus mengalami peningkatan. Ini ditandai dengan peningkatan pendapatan perkapita yaitu terjadi peningkatan Rp 1,56 juta dibandingkan tahun 2010. Pendapatan perkapita Kota Solok tahun 2011 adalah Rp 20,01 juta/tahun. Angka ini diperoleh dari jumblah PDRB sebesar Rp 1,21

triliyun dibagi dengan jumblah penduduk Kota Solok tahun 2011 sebanyak 60,721 jiwa.

Kehidupan Agama Kantor kementerian agama kabupaten Solok merupakan bagian dari kementerian agama RI yang berada di wilayah Sumantera Barat tepatnya di kabupaten Solok. Dengan tugas melaksanakan sebagian tugas umum pemerintah di bidang pembangunan agama. (KMA 373/2002) Untuk menyamakan persepsi, kementerian agama kab. Solok mempunyai visi Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Solok Yang Taat Beragama, Rukun, Mandiri dan Sejahtera Lahir Batin. Dari visi tersebut dijebarkan dengan misi antara lain : Meningkatkan kualitas hidup beragama,; Meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama ; Meningkatkan kualitas raudatul athfal, madrasah, pendidikan agama dan pendidikan keagamaan ; Meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji ; serta Mewujudkan tata kelola kepemerintahan yang bersih dan berwibawa. Pada awalnya urusan keagamaan di kabupaten Solok disebut dengan Kantor Urusan Agama Tingkat Dua (KUADU) dalam bidang urusan agama dan Inspeksi Pendidikan Agama (IPADU), seterusnya diganti dengan Dinas Urusan Agama (DINURA) dan Dinas Pendidikan Agama. (DISPENDA) dan Dinas Penerangan Agama (DISPENA). Penyebutan DINURA, DISPENDA dan DISPENA selanjutnya disatukan dengan sebutan Kantor Perwakilan Departemen Agama. Kantor Perwakilan Departemen Agama selanjutnya diganti dengan Kantor Departemen Agama dan mulai bulan Januari 2010 menjadi Kantor Kementerian Agama. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok yang sebelumya berpindahpindah dengan meyewa bangunan masyarakat, baru pada tanggal 27 Januari 1982 diresmikan oleh Kakanwil Drs. H. Hasnawi Karim.Yang beralamat di Jl Raya Koto Baru Solok no 73. Menurut data yang diperoleh bahwa yang pernah menjadi kepala pada Kantor Kemenag Kab. Solok antara lain : Alimin Saleh, Sungguh St Mudo,

Abdul Kiram BA,H. Mahadis Suleman, Hanafi Salim, Ibrahim Uyub BA, Drs. H. Yunis Yahsyar Koto, Drs. H. Syahrul Thaib, Drs Suherman, Drs. H. Japeri Jarrab, MM, Drs. H. Syahrul Wirda, MM, dan saat ini Drs. H. Kardinal N, MM. Luasnya kabupaten Solok yang lebih kurang 3.738 KM2 dengan jumlah penduduk 475.230 orang memunculkan potesi keagamaan antara lain : Masjid 312 buah, Surau 1.217 buah, Majelis Taklim 166 buah, ormas islam 19 buah, MDA 137 buah, TPQ/TPSQ 864 buah, Tenaga keagamaan seperti Imam 1177 orang, Khatib 522 orang, Ulama 420 orang Guru PAIS 537 orang dan Penyuluh agama 219 orang. Kantor kementerian Agama Kabupaten Solok saat ini mempunyai pejabat sturuktural sebanyak 44 orang, pegawai 119 orang, Guru Madrasah 314 orang, guru YBD 63 orang, Pengawas PAI 15 orang Analis Kepegawaian 1 orang, Perencana 2 orang, Penyuluh Agama Fungsional 22 orang serta penghulu 8 orang. Untuk mendukung pembinaan keagamaan fasilitas penunjang yang ada pada kementerian Agama kabupaten Solok antara lain mempunyai 1 unit kantor Kementerian Agama Kab. Solok yang berkedudukan di Koto Baru Solok, 14 Kantor Urusan Agama (KUA) yang berkedudukan di ibu kota kecamatan, 34 RA/BA (dikelola oleh swasta) dan 54 buah madrasah.Madrasah tersebut antara lain tingkat MI sebanyak 10 buah (4 negeri dan 6 swasta), tingkat MTs sebayak 33 buah (7 negeri dan 28 swasta) tingkat MA sebanyak 11 buah (3 negeri dan 8 swasta) dan Dua buah pondok pesantren salafiah. Catatan sejarah ini akan disempurnakan apabila didapatkan informasi dan data yang lebih sempurna.

Kehidupan Budaya Terciptanya tatanan kehidupan sosial budaya dan kelestarian lingkungan yang lebih baik berdasarkan falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Semarak syiar agama di surau/mushalla/masjid dan ditengah keluarga serta dalam hidup bermasyarakat Semarak kehidupan budaya masyarakat Tingkat kriminalitas, peredaran narkoba dan PEKAT terkendali Terjamin keamanan, kenyamanan dan kepastian hukum

Tinggi kualitas penataan dan pelestarian lingkungan (pro green) Upaya penguatan kearifan lokal dan mengatasi pergeseran nilai-nilai adat

dan budaya, bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Namun perlu keseriusan dan tanggung-jawab seluruh eleman yang ada, terutama kalangan pemangku adat terhadap generasi penerus. Tantangan global yang kian berat memicu terjadinya problematika dalam keseharin masyarakat. Minangkabau sebagai salah-satu kawasan yang legalitasnya secara administrasi oleh negara dikukuhkan menjadi sebuah provinsi (Sumatera Barat) di nusantara, sesungguhnya cukup kental akan nilai-nilai adat dan budaya. Adat dan budaya yang dimiliki Minangkabau juga terasa sempurna dibanding daerah lain, hingga tatanan hidup bermasyarakatnya dahulunya berlangsung secara teratur, ujar Bupati Solok, Syamsu Rahim disela berlangsungnya acra Pekan Budaya Sumbar (PBS) 2012 di Lapangan Kotobaru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Dikatakannya diera sekarang banyak terjadi fenomena tak wajar, tidak sesuai dengan nilai-nilai adat dan budaya. Ketika semuanya menggelinding, pihak berkompeten pun seolah acuh, mereka tega hanya berpangku tangan menyaksikannya. Padahal jelas mereka punya tanggung-jawab untuk meluruskannya. Seperti kasus perselisihan dalam suatu rumah-tangga hingga berujung perceraian, kawin lari, perseteruan antara kemenakan dan mamak gara-gara perebutan harta pusaka, hingga sikap antipati masyarakat terhadap program pemerintah. Dibidang agama, masyarakat sekarang lebih suka berlomba membangun sarana ibadah semegah mungkin, sementara tempat-tempat ibadah itu sepi jemaah. Ini tidak hanya di perkotaan tapi juga di pelosok perkampungan, surau dan Masjid hanya akan ramai dimanfaatkan masyarakat dikala bulan Ramadhan, atau di saat-saat tertentu bila ada kegiatan keagamaan wirid pengajian, setelah itu kembali sepi. Seolah antara adat dan agama tidak lagi bersinergi, melainkan berseberangan. Padahal dalam palsafah Minangkabau disebutkan, adat basandi syara, syara basandi kitabullah, ungkapnya.

Mnurut mantan Ketua DPRD Sawahlunto dan Wali Kota Solok itu, adat di Minangkabau sudah cukup sempurna. Selain berlandaskan Islam, ajaran yang diterapkan juga bersumber dari alam. Jelas, persoalannya tentu terletak pada manusianya. Melalui Pekan Budaya Sumbar 2012 yang berlangsung di Kotobaru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, yang serta-merta dibungkus dengan kegiatan musyawarah bersama duduk baropok anak nagari melibatkan seluruh elemen se-Sumbar, diharapkan dapat terlahir sebuah keputusan bulat yang dinamai deklarasi kotobaru. Pemangku adat yang selama ini lengah akan anak kemenakannya dapat lebih konsisten memerankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi), generasi penerus menaruh rasa cinta akan adat dan budaya sendiri seraya menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga sederas apapun goncangan budaya luar merasuki sendi-sendi kehidupan warga Minangkabau, nilai-nilai kearifan lokal akan tetap dapat terpelihara. Begitupun menyangkut budaya, meski diera globalisasi namun tradisi daerah harus tetap tegar berkibar di saentro Minangkabau, kesenian anak nagari hidup dan semarak. Sesungguhnya tradisi dan budaya itu adalah khasanah negeri warisan para leluhur, tidak boleh dihilangkan. Seperti halnya kesenian randai, saluang jo dendang, tarian tradisional, rabab, kasidah rebana dan gambus, selawat dulang, serta berbegai bentuk kesenian lainnya.