Anda di halaman 1dari 5

PENANGGULANGAN KOROSI Korosi merupakan efek yang paling merusak pada logam, oleh karena itu untuk melindungi

logam digunakan banyak cara, yang semuanya ditujukan agar logam tidak cepat rusak karena korosi. Kerusakan karena korosi bisa mencapai 1000 kali lipat lebih cepat pada logam dibandingkan karena pengaruh yang lain. Karena itu timbul berbagai penelitian untuk melindungi logam ini dari pengaruh korosi, dari cara cara yang sederhana seperti hanya dengan melapis permukaan logam dengan mengecat sampai cara cara yang paling modern dengan membuat logam paduan yang tahan terhadap korosi. Cara cara penanggulangan korosi antara lain: 1.Melapis permukaan logam dengan cat. 2. Melapis permukaan logam dengan proses pelapisan atau Electroplating. 3. Membuat lapisan yang tahan terhadap korosi seperti Anodizing Plant. 4. Membuat sistem perlindungan dengan anoda korban. 5. Membuat logam paduan yang tahan terhadap korosi. Dari metoda-metoda pelapisan tersebut, masing masing mempunyai keunggulan dan kekurangan. Melapis logam dengan cat merupakan cara yang paling mudah dan murah, tetapi paling cepat rusak daya tahannya. Sedangkan membuat logam paduan adalah cara yang paling rumit dan mahal, tetapi daya tahannya paling bagus. Logam paduan juga ditujukan untuk hal hal lain seperti membuat logam yang kuat tapi ringan, atau logam yang keras tapi getas seperti baja dan sebagainya.

Pencegahan Kerugian yang cukup besar akibat proses pengaratan mengharuskan adanya upaya-upaya pencegahan terjadinya karat. Prinsip pencegahan nya dengan cara melindungi besi dan penyebab terjadinya karat. dilihat dari faktor-faktor yang memengaruhi proses pengaratan besi, banyak cara pencegahan yang dapat dilakukan, seperti modifikasi lingkungan, modifikasi besi, proteksi katodik, dan pelapisan.

Cara modifikasi lingkungan. Oksigen (O2) dan kelembaban udara merupakan faktor penting dalam proses pengaratan, mengurangi kadar oksigen atau menurunkan kelembaban udara dapat memperlambat proses pengantaraan. Sebagai contoh, kelembaban di dalam gudang dapat dikurangi dengan mendinginkan gudang menggunakan pengondisi udara (Air Conditioner / AC).

Cara modifikasi besi. Ketika besi membentuk aloi (logam campuran) dengan unsurunsur tertentu, besi akan lebih tahan terhadap pengaratan. Baja (aloi dari besi) mengandung sebelas persen hingga dua belas persen kromium dan sedikit mengandung karbon, disebut stainless steel. Baja ini ini tahan karat dan sering digunakan dalam industri, untuk bahan kimia, dan di rumh tangga.

Cara proteksi katodik. Jika logam besi dihubungkan dengan seng, besi tersebut akan sukar mengalami korosi. Hal ini disebabkan seng lebih mudah teroksidasi dibandingkan dengan besi. Potensi reduksi besi adalah EZn2+|Zn = -0.76V, lebih negatif dari pada potensi reduksi besi, yaitu sebesar EFe2+|Fe = -0.44V. Seng akan beraksi dengan oksigen dan air dalam lingkungan yang mengandung karbon dioksida. Seng karbonat yang terbentuk berfungsi melindungi seng itu sendiri dari korosi. Cara perlindungan logam seperti ini disebut cara proteksi katodik (Katode Pelindung). Selain seng (Zn), logam magnesium (Mg) yang termasuk alkali tanah, banyak digunakan untuk keperluan ini.

Cara pelapisan. Jika logam besi dilapisi tembaga atau timah, besi akan terlindung dari korosi. Sebab logam Cu (ECu2+|Cu = +0.34V) dan Sn( ESn2+|Sn =-0.14V) memiliki potensi reduksi yang lebih positif dari pada besi (EFe2+|Fe = -0.44V). Namun, bila lapisan ini bocor, sehingga lapisan tembaga atau timah terbuka, besi akan mengalami korosi yang lebih cepat. Selain dengan tembaga dan timah, besi juga dapat dilapisi dengan logam lain yang sulit teroksidasi. Logam yang dapat digunakan adalah yang memiliki potensial reduksi lebih positif dibandingkan besi, seperti perak, emas, nikel, timah, tembaga, dan platina. Selain senyawa logam, pelapisan dapat pula menggunakan senyawa nonlogam. Proses pelapisan logam besi ini dapat dengan cara membersihkan besi terlebih dahulu, kemudian melapis dengan suatu zat yang sukar ditembus oleh oksigen, misalnya cat, gelas, plastik, atau vaselin (gemuk). Perlu diperhatikan, seluruh permukaan besi harus terlapis sempurna untuk menghindarkan kontak dengan oksigen. Proses pelapisan yang tidak sempurna dapat lebih berbahaya dibandingkan besi tanpa pelapis. Pengaratan dapat terjadi pada bagian yang tertutup sehingga tidak terdeteksi.

Dasar Teori Korosi atau pengkaratan merupakan fenomena kimia pada bahan-bahan logam pada dasarnya merupakan reaksi logam menjadi ion pada permukaan logam yang kontak langsung dengan lingkungan berair dan oksigen. Proses Korosi Korosi merupakan transformasi logam menjadi senyawanya, terutama terjadi dalam lingkungan yang mengandung air, atau peristiwa teroksidasinya suatu logam oleh gas oksigen di udara. Suatu logam akan mengalami korosi jika pada permukaannya terdapat lapisan yang bertindak sebagai anoda dan lapisan lain sebagai katoda. Faktor-faktor yang mempengaruhi Korosi Faktor yang berpengaruh terhadap korosi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu yang berasal dari bahan itu sendiri dan dari lingkungan. Faktor dari bahan meliputi kemurnian bahan, struktur bahan, bentuk kristal, unsur-unsur kelumit yang ada dalam bahan, teknik pencampuran bahan dan sebagainya. Faktor dari lingkungan meliputi tingkat pencemaran udara, suhu, kelembaban, keberadaan zat-zat kimia yang bersifat korosif dan sebagainya.
1.

Oksigen terlarut ( DO = Dissolved oxygen ) DO berperan dalam sebagian Zat padat terlarut jumlah ( TDS = total dissolved solid ) konsentrasi TDS

proses korosi, bila konsentrasi DO naik, maka kecepatan korosi akan naik.
2.

sangatlah penting, karena air yang mengandung TDS merupakan penghantar arus listrik yang baik dibandingkan dengan air tanpa TDS. Aliran listrik diperlukan untuk terjadinya korosi pada pipa logam, oleh karena itu jika TDS naik, maka kecepatan korosi akan naik.
3.

pH dan Alkalinitas mempengaruhi kecepatan reaksi, pada umumnya pH dan Temperatur makin tinggi temperatur, reaksi kimia lebih cepat terjadi dan Tipe logam yang digunakan untuk pipa dan perlengkapan pipa logam yang Aliran listrik Aliran listrik yang diakibatkan oleh korosi sangat lemah dan

alkalinitas naik, kecepatan korosi akan naik.


4.

naiknya temperatur air pada umumnya menambah kecepatan korosi.


5.

mudah memberikan elektron atau yang mudah teroksidasi, akan mudah terkorosi.
6.

isolasi dapat menghalangi aliran listrik antara logam-logam yang berbeda, sehingga korosi galvanis dapat dihindari. Bilamana aliran listrik yang kuat melewati logam yang mudah terkorosi, maka akan menimbulkan aliran nyasar dari sistem pemasangan

listrik di pelanggan yang tidak menggunakan aarde, hal ini menyebabkan korosi cepat terjadi.
7.

B a k t e r i tipe bakteri tertentu dapat mempercepat korosi, karena mereka akan

menghasilkan karbon dioksida (CO2) dan hidrogen sulfida (H2S), selama masa putaran hidupnya. CO2 akan menurunkan pH secara berarti sehingga menaikkan kecepatan korosi. H2S dan besi sulfida, Fe2S2, hasil reduksi sulfat (SO42) oleh bakteri pereduksi sulfat pada kondisi anaerob, dapat mempercepat korosi bila sulfat ada di dalam air. Zat-zat ini dapat menaikkan kecepatan korosi. Jika terjadi korosi logam besi maka hal ini dapat mendorong bakteri besi (iron bacteria) untuk berkembang, karena mereka senang dengan air yang mengandung besi. Faktor-faktor tersebut saling berinteraksi, satu sama lain dengan material pipa. Kombinasi faktor-faktor dan pengaruhnya terhadap reaksi-reaksi korosi akan membantu menentukan berapa besarnya kecepatan jalannya korosi. Bila faktor berubah, maka kecepatan korosipun berubah. Akibat Korosi Korosi lebih banyak menimbulkan kerusakan, terutama pada bangunan dan bendabenda yang terbuat dari besi. Korosi merupakan reaksi yang cepat terjadi dan berlangsung terus-menerus karena besi (III) oksida bersifat porous (mudah ditembus oleh oksigen dan air). Sifat porous pada besi inilah yang mempercepat proses pengkaratan selanjutnya, sehingga bangunan atau benda-benda yang terbuat dari besi yang telah berkarat akan semakin rapuh. Karat yang dihasilkan dari korosi besi semakin berbahaya karena mudah larut dan bersifat racun. Pencegahan Korosi Beberapa tindakan untuk mencegah atau memperlambat korosi yang dapat dilakukan antara lain : a. Pada pembuatan logam dalam industri, diusahakan agar zat-zat tercampur

sehomogen mungkin dalam logam tersebut. Hal ini untuk menghindari tertumpuknya campuran tersebut di satu bagian, sehingga tidak terjadi perbedaan potensial listrik antar zat yang dapat memicu terjadinya korosi. b. Melapisi permukaan logam dengan cat untuk mencegah kontak antara permukaan logam dengan udara yang mengandung oksigen dan uap aur. c. Melakukan proses galvanisasi, misalnya besi dilapisi dengan seng (Zn) sehingga

terbentuk lapisan tipis ZnO yang mampu melingdungi besi dari oksidasi oleh oksigen di udara

d.

Penggunaan logam pelapis, seperti timah (Sn), tembaga (Cu), atau platina (Pt)

pada kaleng. Prinsipnya logam pelapis memiliki potensial elektroda lebih besar daripada logam yang dilapisi, sehingga logam pelapis mampu melindungi dari reaksi oksidasi. Namun bila logam pelapis rusak, korosi yang hebat akan terjadi, karena terbentuknya sel elektrokimia dengan besi sebagai anoda dan logam pelapis sebagai katoda, yang akan menghasilkan karat besi. Oleh karena itulah, proses pencegahan korosi ini biasa disebut metode pengorbanan. Beberapa hal yang berkaitan dengan proses korosi yaitu : 1. Besi yang terbenam dalam minyak tidak akan berkarat, karena minyak mampu

melindungi besi terhadap gas oksigen dan uap air yang ada di udara. 2. Besi dalam ruang yang kering lebih lambat berkarat, karena tanpa adanya uap air di udara (udara yang lembab) perkaratan sulit terjadi. Kalaupun terjadi akan sangat lambat. 3. Perkaratan dipercepat oleh pH larutan, adanya suatu garam, kontak dengan logam lain yang memiliki potensial elektroda lebih besar, keadaan logam sendiri.