Anda di halaman 1dari 31

Review Journal Journal of Anesthesiology Failed Spinal Anaesthesia : Mechanism, Management, and Prevention

disusun oleh:

Aditya Mohammad Fathony, S.Ked J500080027 Fungki Pamungkas Sari, S.Ked J500070058 Anna Listyana Dewi, S.Ked J500060071 Dini Nurul Annisa, S.Ked J500080102 Zahratul Aimah, S.Ked J500070048
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2012

Pendahuluan
Kemungkinan terjadinya kegagalan pada anestesi spinal masih bisa terjadi. Kesalahan yang biasa terjadi adalah kesalahan dalam persiapan, tidak adekuatnya menginjeksikan obat, kegagalan kerja obat pada jaringan saraf, dan kesulitan lebih terkait dengan manajemen pasien

kegagalan blok dianggap berasal dari salah satu dari tiga aspek: teknik klinis, pengalaman dan ketelitian.

Meminimalkan kegagalan menjadi syarat memperoleh manfaat dari anestesi spinal

untuk

Bagian dari ilmu saraf dari Astra Zeneca menerima laporan 562 pada tanggal 6 sampai dengan 31 Desember 2007, semuanya dianggap anestesi spinal yang gagal untuk solusi bupivacaine tidak efektif

Pemecahan Masalah
Pencarian dilakukan denganPubMed dan database Google dicari menggunakan istilah kegagalan anestesi, kegagalan anestesi regional, dan kegagalan anestesi spinal. pencarian dilakukan dengan menggunakan Planet (sebuah AstraZeneca basis data internal), BIOSIS, Current Content, Embase, PsycINFO, dan Medline, Medline Daily Update, menggunakan istilah Failed Spinal Anaesthes dan Failed Spinal Anesthesiaia

Mekanisme dan Pencegahan


1. Gagal dalam Lumbal Pungsi
Ketidakmampuan untuk kadang-kadang disebut merupakan satu-satunya yang jelas. mendapatkan CSF, sebagai dry tap, penyebab kegagalan

Kelainan tulang belakang (kyphosis, scoliosis, pengapuran ligamen, akibat dari osteoporosis), obesitas, dan kecemasan pasien membuat posisi pasien dan penyisipan jarum lebih sulit. Kegagalan kebanyakan disebabkan karena tidak dilakukan sesuai prosedur yang ada

2. Posisi
Pasien ditempatkan pada permukaan keras, lamina lumbar dan punggung dipisahkan maksimal dengan meregangkan tulang belakang secara keseluruhan (termasuk leher), pinggul, dan lutut, rotasi dan kelengkungan tulang belakang lateral dihindari.

Peran asisten dalam mencapai dan mempertahankan pasien dalam posisi yang benar tidak bisa diperkirakan.

3. Penyisipan Jarum
Dengan pendekatan tulang garis tengah penyisipan harus mulai tepat di mid-line, pertengahan jalan antara spina posterior, dengan poros jarum di sudut kanan ke belakang di keduanya

Petugas anastesi harus memiliki pengetahuan yang baik tentang anatomi spinal dan berhubungan dengan perubahan pada resistensi jaringan

4. Adjuncts
Tujuan dari adjuncts adalah untuk mengoptimalkan posisi pasien dan untuk mencegah setiap gerakan Mencapai posisi yang benar adalah tantangan khusus untuk pasien sakit (misalnya fraktur hip) dan analgesic sistemik (i.v. atau inhalasi) lebih jauh membantu Mencapai posisi yang benar adalah tantangan khusus untuk pasien sakit (misalnya fraktur hip) dan analgesic sistemik (i.v. atau inhalasi) lebih jauh membantu

5. Keberhasilan Pungsi Pseudolumbal


Munculnya cairan bening dari jarum biasanya menandakan bahwa ruang subarachnoid telah dimasuki jarum

6. Kesalahan dalam Penyuntikan Larutan


Munculnya CSF di hub jarum merupakan pentingnya persiapan awal untuk anestesi spinal, tetapi itu tidak menjamin dari keberhasilannya

7. Pemilihan Dosis
Dosis yang sebenarnya dipilih akan tergantung pada anestesi lokal tertentu yang digunakan, baricity dari larutan, posisi pasien, yang berikutnya jenis blok yang digunakan dan antisipasi dari durasi operasi. Suatu efek yang adekuat brarti dosis obat yang disuntikkan dalam tehnik standar single shot yang ditembakkan lebih besar dari pada dosis yang benarbenar diperlukan

Dosis rendah dapat mencapai CSF dan kemudian menyebar dengan baik, mengingat bahwa ruang matipada jarum mempunyai proporsi yang signifikan dengan volume kecil untuk memulainya

8. Kehilangan Larutan Injeksi


Koneksi Luer antara jarum suntik dan spuit mempunyai peluang untuk mengalami kebocoran larutan/solution
Ketika hilangnya larutan atau bahkan beberapa tetes dapat menyebabkan penurunan yang signifikan pada massa obat untuk mencapai CSF, dan juga dalam keefektivitasnya

9. Kesalahan injeksi
Spuit dan jarum suntik harus terhubung dengan tegas Aspirasi untuk CSF setelah injeksi untuk mengkonfirmasi tempat yang benar untuk di rawat. Isu jarum pencil point yang sekarang digunakan secara luas untuk meminimalkan kejadian pungsi sakit kepala pasca-dural.

rotasi dari jarum 3600 setelah tampak CSF, dan diperiksa sebelum aspirasi, dianjurkan sebagai cara untuk meminimalkan kemungkinan yang terjadi

10. Penyebaran yang Tidak Adekuat di Intrathecal


Penyebaran intrathecal pada anestesi lokal larutan, bahkan ketika ditempatkan dengan benar, dan sudah digambarkan dengan benar terkadang bisa berubah-ubah

11. Kelainan Anatomi


Penyebaran ke intratechal ditentukan oleh pengaruh antara karakteristik larutan tubuh, gravitasi, dan susunan canal vertebrae. ligamen mendukung spinal cord sampai ke dalam theca dari septae yang lengkap dan tindakan pertahanan seperti longitudinal atau transversal untuk penyebaran anestesi lokal Ketidaknormalan perlu diperhatikan, dipertimbangkan untuk mengetahui pembatasan penyebaran untuk pasien tunggal lebih besar daripada volume CSF sebelumnya di dalam theca lumbar

12. Kekentalan Larutan


Larutan dengan kekentalan sampai jarak normal pada CSF (isobaric) sebenarnya akan memblok lower limb dengan sedikit risiko memblok thoracic nervus dan kemudian meneyebabkan hipotensi Larutan dengan kekentalan yang lebih besar daripada CSF (hyperbaric) bergerak sangat pasti di bawah penggabungan pengaruh gravitasi dan garis canal vertebrae Hasil memblok, dibatasi oleh segmental sacral, hanya dilakukan dengan kateter spinal dengan caudal kecil

13. Ketidakefektifan Aksi Obat


Kemungkinana terakhir menerangkan tentang kegagalan spinal yang pada umumnya terjadi karena larutan diinjeksikan mencapai target nervus, teteapi tidak aktif atau tidak efektif, dengan perbedaan yang memungkinkan.

14. Kesalahan Identifikasi


kemungkinan terjadi kesalahan injeksi dipastikan adanya penyebaran luas dilakukan pelebelan semprotan dalam anestesi,

15. Ketidaksesuaian Bahan Kimia


Pencampuran dua obat yang berbeda juga menaikkan kemungkinan ketidakefektifan seperti hasil interaksi dianatara anestesi lokal dan ajuvan Ada laporan yang menyatakan bahwa insiden kegagalan terjadi setelah penjumlahan larutan vasokonstriktor dan ini dapat mewakili contoh efek tersebut

16. Larutan Anestesi Lokal yang tidak Aktif


Dahulu, anestesi lokal jenis ester adalah bahan kimia yang tidak stabil jika disterilisasi dengan dipanaskan dan disimpan dalam jangka waktu yang lama, partikel pada cairan dapat menjadi tidak efektif karena hidrolisis ada sejumlah laporan kegagalan anestesi spinal karena obat yang tidak aktif.

17. Resisten terhadap Anestesi Lokal


Jarang terjadi kasus kegagalan anestesi spinal yang dikaitkan dengan resistensi fisiologis pada anestesi lokal, meskipun ada kecenderungan anekdot

Masalah tersebut dikarenakan adanya masalah mutasi sodium cannel yang menyebabkan obat menjadi tidak efektif

18. Kegagalan Pengelolaan Sebelumnya


Anestesi spinal yang benar akan menimbulkan kelumpuhan somatic yang lengkap, dan pada derajat otonomik, tidak memblokir bagian bawah tubuh kecuali pada bagian tubuh yang bersangkutan Berbaring terlentang adalah salah satu cara untuk menghindari hal buruk selama proses operasi Sedatif cukup untuk menimbulkan rasa kantuk, atau tertidur, dan jarang mengalami kontraindikasi selain dalam situasi kebidanan dan dosis kecil yang masih digunakan

19. Pengujian Blok


Banyak pasien yang terlihat cemas tentang proses injeksi dan meningkatkan penilaian singkat

20. Kateter dan Teknik Kombinasi


Sebagian besar anestesi spinal adalah single, melalui jarum injeksi dan dicatat, ini membutuhkan kepastian untuk efektivitas pembedahan . Jika kateter ditempatkan dengan benar, adanya masalah, kualitas, dan durasi efek akan dapat ditangani meskipun masalah teknik maih berlaku

21. Kegagalan dalam Manajemen


Kegagalan proses anestesi spinal pada kasus yang signifikan membuat pasien prihatin, dan sangat terlihat jelas saat itu Para ahli anestesi melakukan pelatihan menghindari kesalahan teknik, khususnya tindakan medis yang tanpa pengawasan untuk pada

Apabila anestesi spinal gagal, dapat dilakukan beberapa cara sesuai dengan pengelolaannya, jadi aturan pertama yaitu mengupayakan tindakan pencegahan

Kegagalan blok
Tanpa blok ; solusi yang salah yaitu sudah terlanjur disuntikkan, kemudian disimpan di tempat yang tidak tepat, atau tidak efektif Pemblokan yang baik dari penyebaran cephalad yang memadai: tingkat injeksi terlalu rendah, kelainan anatomi menyebabkan pembatasan penyebaran, atau penginjeksian pada tempat yang salah

Blok yang baik, tetapi hanya pada satu sisi : ini kemungkinan besar karena posisi, namun ada kemungkinan bahwa ligamen longitudinal yang menghambat penyebaran obat Patchy block (Istilah ini digunakan untuk menggambarkan sebuah blok efektif dalam batas tertentu, tetapi efek sensorik dan motorik tidak lengkap.)

Durasi yang tidak memadai: penjelasan yang paling mungkin dari beberapa alasan adalah tidak adekuatnya dosis anestesi local yang masuk ke CSF

Mengulangi Blok
Blok terbatas mungkin karena beberapa faktor, mungkin secara anatomi, penyebaran cairan terhambat, dan kemungkinan memiliki dampak yang sama persis pada suntikan kedua Ulangi injeksi, terutama ketika blok berkualitas buruk, dapat menyebabkan penyebaran yang berlebihan

Sebuah blok berkualitas baik, tapi unilateral, mungkin menyebabkan upaya untuk menempatkan suntikan kedua ke sisi 'lainnya' Hambatan menyebar di dalam ruang subarachnoid juga dapat mempengaruhi penyebaran pada epidural (dan sebaliknya)

Penyebaran sebuah blok yang tidak adekuat mungkin dapat diatasi dengan mengulangi injeksi pada daerah yang lebih tinggi Perhatian akhir, terutama berlaku untuk yang terakhir disebutkan, namun relevan untuk hampir semua keadaan dimana blok diulangi, jaringan saraf yang berdekatan sudah dipengaruhi oleh tindakan anestesi lokal sehingga risiko trauma akibat jarum meningkat

Cara Lain untuk Anestesi Umum


anestesi umum harus dipertimbangkan jika satu atau dua langkah langkah sederhana tidak dapat mengatasi masalah

Pelu membuat keputusan cepat dari pada nantinya pasien akan merasa merasa lebih kesakitan

Ini adalah alasan lain mengapa pencegahan (memulai dengan blok yang tepat) adalah cara yang terbaik, juga alasan untuk tidak 'over - selling' anestesi regional sebelum operasi.

Tindak Lanjut Klinis


Setiap komplikasi anestesi, harus dicatat secara detail, dan dijelaskan secara lengkap kepada pasien setelah operasi

Memberikan ringkasan secara tertulis kepada pasien agar dapat digunakan saat pasien kedokter anestesi lain nantinya
Banyak kemungkinan lain yang mungkin terjadi, diperlukan pengamatan yang sangat rinci, diperlukan laporan anestesi yang sebelumnya pernah dilakukan pasien.

Investigasi Efektivitas Anestesi Lokal


Kegagalan dapat terjadi kapan saja oleh dokter siapa saja, tidak perduli seberapa banyak pengalamannya

Melakukan tes pada kulit dengan beberapa cairan yang digunakan untuk injeksi tulang belakang harus menunjukkan bahwa cairan tersebut efektif

TERIMA KASIH