Anda di halaman 1dari 34

Pendahuluan

Di Indonesia pembunuhan anak sendiri diartikan pembunuhan yang dilakukan seorang ibu kandung terhadap bayinya pada saat dilahirkan atau tidak berapa lama kemudian oleh karena ia takut ketahuan telah melahirkan anak. UU Inggris (infant Act, 1938), menentukan tenggang waktu saat dilahirkan hingga anak berumur 12 bulan

PERBEDAAN DEFENISI
TERDAPAT PERBEDAAN DEFENISI DI INDONESIA DGN DI NEGARA LAINNYA INDONESIA MENGGUNAKAN ISTILAH PAS=PEMBUNUHAN ANAK SENDIRI

LUAR NEGERI MENGGUNAKAN ISTILAH INFANTICIDE

PENENTUAN SAAT KEMATIAN

1. Apakah bayi baru dilahirkan dan belum dirawat


2. Apakah bayi sudah mampu hidup terus diluar kandungan (viable) atau belum (non viable) 3. Umur bayi dalam kandungan (premature, matur, atau postmatur) 4. Sudah bernafas atau belum (lahir hidup atau lahir mati) 5. Bila terbukti lahir hidup dan telah dirawat, berapa jam/hari umur bayi setelah dilahirkan 6. Adakah tanda tanda kekerasan 7. Apakah penyebab kematian

BAGAIMANA MENENTUKAN SAAT DILAHIRKAN? Lahir hidup Lahir mati Prematur matur Post matur Viable

LAHIR HIDUP

- Bayi lahir hidup adalah keluar atau dikeluarkannya hasil konsepsi yang lengkap, yang setelah pemisahan, bernafas atau menunjukkan tanda kehidupan yang lainnya, tanpa mempersoalkan umur gestasi, sudah atau belumnya tali pusat dipotong dan uri dilahirkan. - Pada pemeriksaan tampak dada sudah mengembang (barrel chest), diafragma sudah setinggi iga 5 6, terutama pada bayi yang telah lama hidup, tulang iga terlihat lebih mendatar, dan sela iga melebar.

Pemeriksaan makroskopik paru Paru sudah mengisi rongga dada dan menutupi sebagian kantong jantung. Paru berwarna merah muda tidak merata dengan pleura yang tegang dan menunjukkan gambaran mozaik karena alveoli sudah terisi udara. Gambaran marmer terjadi akibat pembuluh darah interstitial berisi darah. Konsistensi seperti spons, teraba derik udara. Berat paru bertambah hingga dua kali atau kira kira 1/35 x berat badan karena berfungsinya sirkulasi darah jantung paru.

Pemeriksaan mikroskopik paru Pada pemeriksaan mikroskopik paru menunjukkan alveoli paru yang mengembang sempurna dan atau tanpa emfisema obstruktif, serta tidak terlihat adanya projection. Pada pewarnaan Gomori dan Ladewig, serabut retikulin akan tampak tegang. Bayi dapat lahir hidup dengan jantung berdenyut tetapi tidak dapat bernafas (apnoe). Apabila pada saat belum bernafas bayi itu mengalami asfiksia mekanik misalnya pembekapan, muka terbenam dalam cairan ketuban segera setelah lahir atau setelah lahir masuk kedalam sungai atau selokan, maka paru paru akan menunjukkan gambaran histologik belum mengalami aerasi (status fetalis pulmonum / apneumatosis pulmonum).

Lahir mati (fetal death)

Merupakan kematian hasil konsepsi sebelum dikeluarkannya dari ibunya, tanpa mempersoalkan umur kehamilan. Bukti bahwa bayi lahir mati dapat didasarkan atas keterangan saksi, ditemukannya tanda pasti lahir mati / belum bernafas, keterangan dari orang yang menolong atau menyaksikan kelahiran bayi, yang menyatakan bahwa bayi tidak menunjukkan tanda hidup apapun pada saat dilahirkan. Tanda pasti bayi lahir mati yang dapat ditemukan pada mayat bayi baru lahir adalah maserasi (maceration), mummifikasi atau rigor mortis antepartum.

AUTOPSI PADA BAYI

Pemeriksaan makroskopik paru

Paru paru mungkin tampak masih bersembunyi dibelakang kandung jantung atau telah mengisi rongga dada. Osborn (1953) menemukan pada 75% kasus, ternyata paru paru telah mengisi rongga dada, baik pada bayi yang lahir mati maupun lahir hidup. Paru paru berwarna kelabu ungu merata seperti hati, konsistensi padat, tidak teraba derik udara dan pleura yang longgar (slack pleura). Berat paru paru kira kira 1/70 kali berat badan

Pemeriksaan mikroskopik paru

Struktur seperti kelenjar (gland like structure) bukan merupakan ciri paru bayi yang belum bernafas, tetapi merupakan ciri paru janin yang belum mencapai dua pertiga masa perkembangan prenatal (belum mencapai gestasi 26 minggu). Tanda khas untuk paru bayi belum bernafas adalah adanya tonjolan (projection), yang berbentuk seperti bantal (cushion like) yang kematian akan bertambah tinggi dengan dasar menipis sehingga tampak seperti gada (Club like). Pada permukaan ujung bebas projection tampak kapiler yang berisi banyak darah.

Khas untuk paru paru bayi yang belum bernafas (lahir mati) ialah dukti alveolares dan alveoli yang mengembang oleh cairan (expansion by fluid), dan dinding yang berliku liku (torturous) dan banyak projection yang menjorok kedalam lumen. Pola alveoli ini oleh Plank disebut krauselalveolen (alveoli yang keriting), sedangkan Potter dan Craig menamakannya crumpted sac alveoli (alveoli seperti saku yang kumal) dan melukiskannya seperti alveoli yang bersudut sudut (angulated) dan berbentuk polygonal, tanpa menyinggung tentang adanya projections. Alveoli yang mengembang oleh cairan tersebut tampak uniform pada seluruh lapangan.

Sudah mampu hidup diluar kandungan ibu

Bayi yang sudah mampu untuk hidup (viable) memenuhi persyaratan sebagai berikut : Telah dikandung ibunya selama 28 minggu atau lebih Berat badan 1000 gram atau lebih Panjang kepala tumit 35 cm atau lebih Tidak memiliki cacat bawaan yang tidak memungkinkan untuk terus hidup (incompatible with life) seperti bayi yang anencephalus (lack of brain) Tanda tanda lain yang tak terukur, seperti :
Jenis kelamin sudah dapat dibedakan meskipun testis pada bayi laki laki belum turun kedalam skrotum. Bulu mata, alis dan bulu badan sudah tumbuh Kuku sudah tumbuh melewati ujung jari Inti penulangan sudah terbentuk pada tulang kalkaneus dan talus Pertumbuhan gigi sudah sampai pada tingkat kalsifikasi .

MATUR = ATERM

Bayi matur adalah bayi yang lahir setelah dikandung selama 37 minggu atau lebih tetapi kurang dari 42 minggu penuh (259 293 hari). panjang badan (kepala tumit) lebih dari 45 cm, (kepala tungging) lebih dari 30 33 cm, berat badan 2500 gr 3500 gr, dan lingkar kepala 33 cm. Ciri ciri lain bayi cukup bulan dapat dilihat dari proses penulangan, lanugo yang sedikit terdapat pada dahi, pinggang dan bahu.

TANDA-TANDA BAYI MATUR


Menurut antropometrik

Berat badan Panjang badan kepala tumit Panjang kepala tungging Lingkar kepala oksipito frontal Lingkar dada Lingkar perut Diameter dada (antero posterior) Dimeter perut (antero posterior)

; (2500 4000 gram) ; 46 50 cm ; 30 cm atau lebih ; 33 34 cm ; 30 33 cm ; 28 30 cm ; 8 9 cm ; 7 8 cm

Selain itu dapat menggunakan rumus De Haas, rumus Finnstrom dan pusat penulangan

Tabel Pusat Penulangan

Pusat Penulangan pada Umur (bulan) Clavikula 1,5 Tulang panjang (diafisis) 2 Ischium 3 Pubis 4 Calcaneus 56 Manubrium sterni 6 Talus akhir 7 Sternumbawah Akhir 8 Distal femur Akhir 9 / setelah lahir Proksimal tibia Akhir 9 / setelah lahir Kuboid Akhir 9 /setelah lahir, bayi wanita lebih cepat

POSTMATUR
Bayi postmatur ialah bayi yang dilahirkan pada umur kehamilan 42 minggu penuh atau lebih (294 hari atau lebih). Tanda tanda postmaturitas adalah verniks kaseosa dan lanugo hampir tidak terdapat, rambut kepala dan kuku panjang, deskuamasi kulit dan kulit dapat mengering seperti kertas perkamen, jaringan bawah kulit tipis, dan tampak seperti bayi sudah berumur satu minggu atau lebih.

Pembentukan tulang rawan yang telah sempurna (daun telinga dapat kembali dengan cepat), diameter tonjolan susu 7 mm atau lebih, kuku kuku jari telah melewati ujung ujung jari, testis sudah turun ke scrotum (pria), labia minor telah tertutup oleh labia mayor yang telah berkembang sempurna(wanita), kulit berwarna merah muda (kulit putih), atau berwarna merah kebiru biruan (kulit berwarna) yang setelah 1 2 minggu berubah menjadi lebih pucat atau coklat kehitam hitaman, lemak bawah kulit cukup merata sehingga kulit tidak berkerut (kulit pada bayi premature berkerut).

Bayi baru lahir dan belum dirawat

Tubuh bayi masih berlumuran darah dan verniks kaseosa serta tali pusat mungkin masih berhubungan dengan uri atau sudah terpisah, tetapi belum diikat (belum dirawat). Dengan demikian tali pusat yang belum diikat merupakan petunjuk terpenting dari keadaan belum dirawat, termasuk apakah ujung tali pusat dipotong dengan benda tajam atau robek.

TEST MENENTUKAN BAYI PERNAH BERNAFAS

1. Uji apung paru (Hidrostatik test) 2. Uji lambung usus (Breslau test) 3. Uji telinga tengah (Midle ear test)

HIDROSTATIK TEST

Hidup berapa lama dan pernahkah dirawat


Perjalanan udara dalam saluran makanan Melalui sinar rongent, bahwa dalam 5 menit setelah lahir, ditemukan ventrikel lambung berisi udara, 15 menit pertama terisi seluruh lambung. Usus halus dalam 1 2 jam, kolon dalam 5 6 jam, rectum dalam 12 jam setelah lahir. Dalam colon ascenden atau caecum terisi pada jam ke 3 atau ke 4, colon transversum dan descendens dalam jam ke 5 dan ke 6. Tali pusat Beberapa jam setelah dipotong tali pusat layu / kisut, mengering pada hari ke 2 lalu mengalami mummifikasi menjadi seutas tali yang kaku dan berbenjol benjol. Jam pertama terbentuk cincin hiperemi dan pembengkakan dibagian kulit tali pusat. Ditemukannya infiltrasi lekosit di zona demarkasi pada bayi pmatur atau premature merupakan bukti bahwa bayi lahir hidup, namun pada beberapa bayi yang lahir mati akibat anoreksia durante partum ditemukan infiltrasi lekosit pada zona demarkasi. Mekonium Berdasarkan penelitian pada 1000 bayi baru lahir, mekonium dikeluarkan sebagai berikut ; pada 25 % dari bayi bayi tersebut setelah 5,5 jam, 50 % setelah 9 jam, sisanya (25%) setelah 13 jam. Mekonium masih terdapat dalam seluruh usus besar maka hal ini merupakan petunjuk bahwa bayi lahir hidup tidak lebih dari hari ke 2.

Tanda tanda kekerasan

Penyebab kematian tersering pada pembunuhan anak sendiri adalah mati lemas (asfiksia), kematian dapat pula karena proses persalinan (trauma lahir), kecelakaan (misalnya bayi terjatuh, partus presipitatus), pembunuhan atau alamiah (penyakit). Cara tersering pembunuhan dan asfiksia yaitu pembekapan, pencekikan dan penenggelaman, penggunaan kekerasan dengan benda tumpul jarang, kalaupun ada biasanya dilakukan berulang ulang dengan daerah trauma yang luas.

Pada tindak pidana pembunuhan anak sendiri (PAS), terdapat unsur kriteria yang khas, yaitu : Ibu kandung, Tenggang waktu Keadaan jiwa siibu

UNDANG UNDANG YANG BERHUBUNGAN DENGAN INFANTICIDE


Pasal 341 KUHP (Kinderdoodslag) Seorang ibu yang karena takut akan ketahuan melahirkan anak pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian, dengan sengaja merampas nyawa anaknya, diancam karena membunuh anaknya sendiri dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. Pasal 342 KUHP (Kindermood) Seorang ibu yang untuk melaksanakan niat yang ditentukan karena takut akan ketahuan bahwa ia akan melahirkan anak, pada saat dilahirkan atau tidak lama kemudian merampas nyawa anaknya, diancam karena melakukan pembunuhan anak sendiri dengan rencana, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.

Pasal 343 KUHP (turut membantu) Kejahatan yang diterangkan dalam pasal 341 dan 342 dipandang, bagi orang lain yang turut serta melakukan, sebagai pembunuhan atau pembunuhan anak dengan rencana.