Anda di halaman 1dari 6

MANAJEMEN OPERASIONAL TATA LETAK / LAYOUT BENGKEL ROYAL MOTOR

Penyusun : 1. 2. 3. 4. 5. 6. . dedy dwi arianto Nur Afandi Alfian Zulfikar agung Tito Pratama Putra Khoirul Anam 10.312.043 11.312.013

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GRESIK FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN

Bengkel Royal Motor

Dari hasil observasi kami, desain tata ruang salah satu bengkel motor yang ada di daerah surabaya, yakni Royal Motor adalah sebagai berikut,

Dari Layout di atas, kami menyimpulkan bahwa bengkel tersebut kurang efektif dan efisien dalam penataan ruang maupun penempatan ruang kerja, sehingga menurut kita kurang maksimal. Kekurangan Layout diatas : 1. Letak Kasir yang ada didalam dan pojok membuat kurang efektif karena jika pada saat bengkel sedang ramai, maka pengunjung bengkel harus masuk terlebih dahulu untuk mengambil nomor antrian yang ada pada kasir. 2. Kursi Tunggu yang jauh dari Area Service membuat pengunjung yang akan mengontrol motornya agak kesulitan dan harus mendekat ke area service. 3. Penataan Tempat Parkir yang Kurang memuaskan sehingga tidak enak dilihat dan tempat menjadi lebih sempit. 4. Untuk Tempat sparepart dan aksesoris yang terlalu menjorok ke dalam, sehingga pengunjung yang hanya membeli sparepart saja dan tanpa servis harus masuk kedalam melewati sekitar tempat servis.

Maka dari itu kami membuat innovasi baru untuk tata ruang bengkel tersebut dalam bentuk layout. LAY OUT BENGKEL SETELAH INOVASI Pintu Masuk

1
Keterangan : : : : :

2
Sparepart

5
: : : : Kasir Kursi

Ruang Tunggu Tempat Oli Tempat Service

Parkir Sepeda Motor Peralatan Service

Keterangan :
1. Pada kali ini kami mengusulkan untuk merekrut seorang pegawai tambahan guna mengurus tata letak parkir, agar bisa lebih di maksimalkan untuk ruang parkir 2. Kasir kami taruh depan, agar pada saat bengkel sedang ramai, pengunjung bengkel bisa mengambil nomor antrian yang ada pada kasir. 3. Kursi tunggu kami lebih masukkan agar bisa mengontrol motor yang mereka servis. 4. Untuk sparepart dan aksesoris kami meletakkan tidak terlalu menjorok ke dalam, agar pengunjung yang hanya akan membeli sparepart dan tanpa servis bisa langsung menuju tempat spare part tanpa lalu lalang di sekitar tempat servis.

DOKUMENTASI

Gambar 1.1 Lokasi Parkir Bengkel yang cenderung tidak rapi

Gambar 1.2 Tempat Service yang Kurang memadai/ Kurang Efisien

Gambar 1.3 Ruang Kasir yang Terlalu kedalam dan tidak tertata

DOKUMENTASI x

Gambar 1.4 Ruang Tunggu yang kurang memadai sehingga tidak memberikan kenyamanan bagi pengunjung

Gambar 1.5 Tempat Sparepart yang terlalu menjorok kebelakang dan penataannya kurang rapi

Gambar 1.6 Tempat Sparepart yang terlalu menjorok kebelakang dan penataannya kurang rapi