Anda di halaman 1dari 20

prosessor 8088 BAB 1 PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG Dewasa ini komputer sudah menjadi kebutuhan bagi banyak orang terutama bagi kalangan mahasiswa dan professional. Bicara komputer tentu tak lepas dari prosesor, yag umumnya dikenal sebagai otaknya komputer. Dialah yang mengatur dan mengolah semua kerja komponen dalam komputer.Meskipun hanya sebentuk chip silikon tunggal nan kecil, peranti ini memegang peranan sangat penting. Jika komponen PC lainnya berfungsi sebagai pentransmisi data, maka prosesorlah yang berfungsi menentukan dan menghitung semua aktivitas tersebut Prosesor, atau tepatnya mikroprosesor, memang beragam merek dan tipenya. Namun, kesemuanya boleh dibilang memiliki fungsi yang sama. Perkembangan teknologi semikonduktor, dengan di awali penemuan transistor, telah membawa kepada kemajuan teknologi elektronika sampai saat ini Komputer. Bagian fungsional utama sebuah computer adalah Central Processing Unit atau Processor. B. RUMUSAN MASALAH Adapun rumusan masalah pada pembahasan materi processor ini, yaitu : 1. Apa saja karakteristik atau faktor faktor penting dalam processor ? 2. Bagaimana perbedaan processor antar generasi? 3. Apa prosessor 8088? 4. Bagaimana cara kerja processor 8088? 5. Bagaimana registrasi prosessor 8088 ?

C. TUJUAN 1. Untuk mengetahui factor factor penting yang terdapat pada processor 8088. 2. Untuk mengenal perbedaan processor antar generasi. 3. Mengetahui produk yang terdapat dalam processor 8088. 4. Mengenal cara kerja processor prosessor8088. D. MANFAAT 1. Bisa membantu mahasiswa mengenal dan mengetahui tentang processor.

2. Membantu mahasiswa mengenal bagaimana cara kerja processor 3. Membantu mahasiswa memahami komponen komponen processor, sejarah perkembangan processor dan karakteristik penting dalam processor.

BAB II LANDASAN TEORI

A. PENGERTIAN PROCESSOR Processor sering disebut sebagai otak dan pusat pengendali computer yang didukung oleh kompunen lainnya. Processor adalah sebuah IC yang mengontrol keseluruhan jalannya sebuah sistem komputer dan digunakan sebagai pusat atau otak dari komputer yang berfungsi untuk melakukan perhitungan dan menjalankan tugas. Processor terletak pada socket yang telah disediakan oleh dan dapat diganti dengan processor yang lain asalkan sesuai dengan socket yang ada pada motherboard. Salah satu yang sangat besar pengaruhnya terhadap kecepatan komputer tergantung dari jenis dan kapasitas processor. Prosesor adalah chip yang sering disebut MICROPROSESSOR yang sekarang ukurannya sudah mencapai Gigahertz (GHz). Ukuran tersebut adalah hitungan kecepatan prosesor dalam mengolah data atau informasi. Merk prosesor yang banyak beredar dipasatan adalah AMD, Apple, Cyrix VIA, IBM, IDT, dan Intel.

B. KOMPONEN PROCESSOR 1. CU (Control Unit) Merupakan unit pengendali. Fungsi utama unit penegendali (CU) adalah mengambil, mengkode, dan melaksanakan instruksi sebuah program yang tersimpan dalam memori. Unit pengendali mengatur urutan operasi seluruh system. Unit ini juga menghasilkan dan mengatur sinyal pengendali yang diperlukan untuk menyerampakkan operasi, juga aliran dan instruksi program. 2. ALU (Arithmetic Logic Unit) Unit ini berfungsi untuk melaksanakan operasi aritmatik serta operasi operasi logika. ALU sering di sebut mesin bahasa karena bagian ini ALU terdiri dari dua bagian, yaitu unit arithmetika dan unit logika boolean yang masing-masing memiliki spesifikasi tugas tersendiri. Tugas utama dari ALU adalah melakukan semua perhitungan aritmatika (matematika) yang terjadi sesuai dengan instruksi program. ALU melakukan semua operasi aritmatika dengan dasar penjumlahan sehingga sirkuit elektronik yang digunakan disebut adder.Tugas lain dari ALU adalah melakukan keputusan dari suatu operasi logika sesuai dengan instruksi program. Operasi logika meliputi perbandingan dua operand dengan menggunakan operator logika tertentu, yaitu sama dengan (=), tidak sama dengan ( ), kurang dari (<), kurang atau sama dengan ( ), lebih besar dari (>), dan lebih besar atau sama dengan ( ). 3. Memory Unit (Unit Penyimpan)

Unit unit ini mengandung program program yang bersangkutan dan data yang sedang di olah. Memori ini bersifat sementara, biasanya di gunakan untuk menyimpan data saat di olah ataupun data untuk pengolahan selanjutnya. Secara analogi, register ini dapat diibaratkan sebagai ingatan di otak bila kita melakukan pengolahan data secara manual, sehingga otak dapat diibaratkan sebagai CPU, yang berisi ingatan-ingatan, satuan kendali yang mengatur seluruh kegiatan tubuh dan mempunyai tempat untuk melakukan perhitungan dan perbandingan logika.

C. KARAKTERISTIK PENTING PROCESSOR Berikut adalah faktor-faktor penting prosesor yang dapat menggambarkan karakteristik dari prosesor tersebut : 1. Clock Speed Clock Speed adalah seberapa cepat Processor bekerja (memproses data) dalam waktu satu detik. Satuan Clock Speed saat ini adalah GigaHertz (GHz). Misalnya : Pentium 4 3.2 GHz artinya inti processor mampu memproses secepat 3.2 x 109 kali dalam waktu satu detik. Atau setara dengan kecepatan 3.2 miliar perdetik. 2. Front Side Bus. Front Side Bus merupakan satuan kecepatan ketika data ditransfer ke Memory Utama (RAM) atau sistem komputer. Dengan kata lain, jika clock speed merupakan pengolahan internal processor maka FSB merupakan kecepatan ketika data dibawa keluar / masuk ke processor. 3. Cache Memory Cache Memory merupakan memori khusus yg diintegrasikan pada inti processor. Memori ini berkecepatan tinggi (high speed memory) agar processor mendapatkan pasokan data dengan cepat. Kebanyakan processor memiliki L1 Cache dan L2 Cache, meski ada juga yang memiliki L3 Cache.

D. PRODUK PROCESSOR Intel Corporation, membagi produknya ke dalam dua kelompok sbb: a. Intel Pentium Kelompok ini merupakan prosesor untuk performance PC dengan unggulan yang dikeluarkan adalah Intel Pentium 4. Sampai dengan akhir tahun 2005 prosesor Intel Pentium 4 muncul dengan clock speed 3,6 GHz. b. Intel Celeron

Kelompok ini merupakan prosesor untuk Value PC, dengan kemampuan setara pentium tetapi memiliki harga yang relatif lebih murah. Sebagai informasi, prosesor untuk performance PC memiliki ukuran chace memori yang lebih besar daripada procesor kelas value PC. AMD pun melakukan membagi produknya ke dalam dua kelompok sbb: 1) AMD Athlon. Kelompok ini diposisikan sebagai pesaing utama prosesor Pentium 4. 2) AMD Duron. Kelompok yang diposisikan untuk menyaingi Prosesor Celeron.

BAB III PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN PROSESSOR 8088 Intel 8088 adalah prosesor mikro buatan Intel berbasis pada 8086, dengan 16-bit register dan menggunakan 8-bit external data bus. intel 8088 merupakan prosesor yang digunakan pada IBM PC.8088 ditargetkan pada sistem yang ekonomis, diikuti oleh pengunaan desain 8-bit. Jalur bus yang lebar dalam circuit boards masih sangatlah mahal ketika ini di luncurkan. Queue yang ungul dari 8088 adalah 4 bytes, sebagai penggunaan dalam 8086 6 bytes. 8088 termasuk keturunan dari 80188, 80288, 80186, 80286, 80386, 80486, dan 80388, microcontroller seperti yang masih digunakan sekarang. Clone yang populer dengan menggunakan 8088 adalah Model D, dimana tombol pilihan dapat berjalan pada clock 4.77 MHZ atau 7.16 MHZ B. SPESIFIKASI PROSESSOR 8088 Mikroprosesor Intel 8088 hampir serupa dengan prosesor Intel 8086, kecuali pada data eksternal bus. Lebar data eksternal bus 8088 dikurangi menjadi 8 bit, dan instruksi ukuran queue dan prefetching algoritmanya diubah. Intel 8088 menggunakan dua urutan bus siklus untuk menulis atau membaca 16 data bit sebagai ganti satu siklus untuk 8086. Ini menjadikan prosesor bergerak lebih lambat, tetapi ada nilai plus pada perangkat keras yang menjadikan CPU 8088 kompatibel dengan peripheral 8080/8085.

Pin SSO pada 8088 menggantikan BHE/S7 pada 8086, dan pin IO/M pada 8088, bukan M/IO seperti pada 8086. 8088 membutuhkan catu daya +5,0 V dengan toleransi + 10%. Mikroprosesor 8088 akan kompatibel TTL (Transistor-Transistor Logic) jika kekebalan terhadap noise disesuaikan menjadi 350 mV dari nilai 400 mV yang biasa. Mikroprosesor 8088 dapat menjalankan satu 74XX, lima 74LSXX, satu 74SXX, sepuluh 74ALSXX, dan sepuluh 74HCXX beban satuan. Jika mikroprosesor 8088 direset, mikroprosesor ini mulai mengeksekusi perangkat lunak pada lokasi meori FFFF0H (FFF:0000) dengan pin interrupt request di-disable. Karena bus-bus 8088 dimultipleks dan kebanyakan memori dan peralatan I/O tidak, system harus didemultipleks sebelum pengantarmukaan dengan memori atau I/O. Demultipleks dilakukan oleh latch delapan bit yang pulsa clocknya didapat dari sinyal ALE. Operasi minimum 8088 sama dengan mikroprosesor Intel 8085A, sementara mode maksimum adalah baru dan khusus dirancang untuk operasi koprosesor aritmatika 8087

C. REGISTER PROSESSOR 8088 Sebuah register adalah sebuah tempat penampungan sementara untuk data-data yang akan diolah oleh prosesor, dan dibentuk oleh 16 titik elektronis di dalam chip mikroprosesor itu sendiri. Dengan adanya tempat-tempat penampungan data sementara ini, proses pengolahan akan biasa dilakukan secara jauh lebih cepat dibandingkan apabila data-data tersebut harus diambil langsung dari lokasi-lokasi memori. Register-register tersebut sebagai register internal dan terdiri dari empat belas register dan keseluruhannya dapat dibagi dalam beberapa jenis, yaitu : Register Segment, Register Data, Register pointer, Register index, Register index, dan General Purpose Register.Semua general register mikroprosesor 8088 dapat digunakan untuk perhitungan dan operasi logika. Macam-macam register segmen yaitu sebagai berikut:

1) segmen code yang berisi instruksi 2) segmen data, berisi data yang telah dialokasikan sebelumnya (statik) 3) segmen ekstra, untuk variabel dinamik 4) segmen stack yang dipakai untuk menyimpan informasi pada saat pemanggilan subrutin.

Macam- macam register data antara lain sebagai berikut 1) AH dan AL membentuk AX, sebagai Accumulator untuk menyimpan salah satu nilai yang akan dioperasikan oleh Arithmatic Logic Unit (ALU) dan tempat menerima hasil operasi tersebut. 2) BH dan BL membentuk BX, sebagai Base Register dalam pengalamatan. 3) CH dan CL membentuk CX, digunakan untuk pencacah pada instruksi tertentu.

4) DH dan DL membentuk DX, untuk menyimpan alamat I/O bila CPU mengakses peralatan I/O. Macam- macam register indexs dan pointer sebagai berikut 1) Stack Pointer (SP) adalah bagian dari memori yang digunakan untuk menyimpan informasi alamat program yang ditinggalkan pada saat terjadi pemanggilan subrutin/subprogram. 2) Base Pointer (BP) adalah sebagai offset yang menunjuk ke dipanggil. parameter-parameter fungsi yang

3) SI dan DI biasanya digunakan sebagai offset (masing-masing berpasangan dengan ES dan DS) yang menunjuk ke suatu variabel/data untuk operasi string (larik data)

D. PETA MEMORY (MEMORY MAP) Kapasitas memori untuk IBM PC/XT yang berbasis prosesor Intel 8088/8086 adalah 1.048.576 byte atau lebih mudah disebut 1 (satu) Megabyte. Nilai sebesar 1 MB inilah yang menjadi dasar sistem pemetaan memori dalam keluarga IBM PC Kompatibel, sehingga dalam produk-produk yang lebih mutakhir pun, peta memori tersebut tetap dipertahankan. Hal ini berhubungan dengan konsistensi yang harus dijaga pada Disk Operating System, yang dalam keadaan bagaimanapun, harus tetap bisa dijalankan mulai dari produk yang paling awal seperti PC/XT, sampai kepada yang terbaru seperti AT 486 kompatibel.

E. ARSITEKTUR PROSESSOR 8088 Arsitektur dari 8088 tetap sama degan 8086 yakni: 16-bit registers, 16-bit internal data bus dan 20-bit address bus, yang bisa menjadikan prosesor mencapai memori 1 MB. 8088 memiliki pembagian memori yang sama dengan 8086: prosesor bisa mencapai 64 KB dari memori secara langsung,untuk mencapai lebih dari 64 KB, salah satu bagian register harus di update. Program, data dan stack memori menduduki ruang memori yang sama. Total kapasitas memory yang bisa dicapai adalah 1MB KB. Sebagaimana kebanyakan instruksi prosesor yang menggunakan 16-bit pointers, prosesor dapat mengolah secara efektif jika hanya memorinya 64 KB. Untuk mengakses memori diluar 64 KB, CPU menggunakan bagian register khusus untuk menspesifikasi di mana kode, stack dan 64 KB segmen data diposisikan di dalam memori 1 MB. F. CARA KERJA PROCESSOR Saat data atau instruksi dimasukkan ke processing-devices, pertama sekali diletakkan di RAM (melalui Input-storage), apabila berbentuk instruksi ditampung oleh Control Unit di Program-storage, namun apabila berbentuk data ditampung di Working-storage). Jika register siap untuk menerima pengerjaan eksekusi, maka Control Unit akan mengambil instruksi dari Program-storage untuk ditampungkan ke Instruction Register, sedangkan alamat memori yang berisikan instruksi tersebut ditampung di Program

Counter. Sedangkan data diambil oleh Control Unit dari Working-storage untuk ditampung di Generalpurpose register (dalam hal ini di Operand-register). Jika berdasar instruksi pengerjaan yang dilakukan adalah arithmatika dan logika, maka ALU akan mengambil alih operasi untuk mengerjakan berdasar instruksi yang ditetapkan. Hasilnya ditampung di Accumulator. Apabila hasil pengolahan telah selesai, maka Control Unit akan mengambil hasil pengolahan di Accumulator untuk ditampung kembali ke Working-storage. Jika pengerjaan keseluruhan telah selesai, maka Control Unit akan menjemput hasil pengolahan dari Working-storage untuk ditampung ke Output-storage. Lalu selanjutnya dari Output-storage, hasil pengolahan akan ditampilkan ke output-devices. G. Sejarah Perkembangan Mikroprocessor Dimulai dari sini : 1. 1971 : 4004 Microprocessor Pada tahun 1971 munculah microprocessor pertama Intel , microprocessor 4004 ini digunakan pada mesin kalkulator Busicom. Dengan penemuan ini maka terbukalah jalan untuk memasukkan kecerdasan buatan pada benda mati. 2. 1972:8008Microprocessor Pada tahun 1972 munculah microprocessor 8008 yang berkekuatan 2 kali lipat dari pendahulunyayaitu4004. 3. 1974 : 8080 Microprocessor Menjadi otak dari sebuah komputer yang bernama Altair, pada saat itu terjual sekitar sepuluh ribu dalam 1 bulan

4. 1978 : 8086-8088 Microprocessor Sebuah penjualan penting dalam divisi komputer terjadi pada produk untuk komputer pribadi buatan IBM yang memakai prosesor 8088 yang berhasil mendongkrak nama intel. 5. 1982 : 286 Microprocessor Intel 286 atau yang lebih dikenal dengan nama 80286 adalah sebuah processor yang pertama kali dapat mengenali dan menggunakan software yang digunakan untuk processor sebelumnya. 6. 1985 : Intel386 Microprocessor Intel 386 adalah sebuah prosesor yang memiliki 275.000 transistor yang tertanam diprosessor tersebut yang jika dibandingkan dengan 4004 memiliki 100 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan 4004

7. 1989 : Intel486 DX CPU Microprocessor Processor yang pertama kali memudahkan berbagai aplikasi yang tadinya harus mengetikkan commandcommand menjadi hanya sebuah klik saja, dan mempunyai fungsi komplek matematika sehingga memperkecil beban kerja pada processor. 8. 1993:intel Pentium prosessor Processor generasi baru yang mampu menangani berbagai jenis data seperti suara, bunyi, tulisan tangan, dan foto. 9. 1995 : Intel Pentium Pro Processor Processor yang dirancang untuk digunakan pada aplikasi server dan workstation, yang dibuat untuk memproses data secara cepat, processor ini mempunyai 5,5 jt transistor yang tertanam. 10. 1997 : Intel Pentium II Processor Processor Pentium II merupakan processor yang menggabungkan Intel MMX yang dirancang secara khusus untuk mengolah data video, audio, dan grafik secara efisien. Terdapat 7.5 juta transistor terintegrasi di dalamnya sehingga dengan processor ini pengguna PC dapat mengolah berbagai data dan menggunakan internet dengan lebih baik. 11. 1998 : Intel Pentium II Xeon Processor Processor yang dibuat untuk kebutuhan pada aplikasi server. Intel saat itu ingin memenuhi strateginya yang ingin memberikan sebuah processor unik untuk sebuah pasar tertentu. 12. 1999 : Intel Celeron Processor Processor Intel Celeron merupakan processor yang dikeluarkan sebagai processor yang ditujukan untuk pengguna yang tidak terlalu membutuhkan kinerja processor yang lebih cepat bagi pengguna yang ingin membangun sebuah system computer dengan budget (harga) yang tidak terlalu besar. Processor Intel Celeron ini memiliki bentuk dan formfactor yang sama dengan processor Intel jenis Pentium, tetapi hanya dengan instruksi-instruksi yang lebih sedikit, L2 cache-nya lebih kecil, kecepatan (clock speed) yang lebih lambat, dan harga yang lebih murah daripada processor Intel jenis Pentium. Dengan keluarnya processor Celeron ini maka Intel kembali memberikan sebuah processor untuk sebuah pasaran tertentu.

13. 1999 : Intel Pentium III Processor Processor Pentium III merupakan processor yang diberi tambahan 70 instruksi baru yang secara dramatis memperkaya kemampuan pencitraan tingkat tinggi, tiga dimensi, audio streaming, dan aplikasi-aplikasi video serta pengenalan suara.

14. 1999 : Intel Pentium III Xeon Processor Intel kembali merambah pasaran server dan workstation dengan mengeluarkan seri Xeon tetapi jenis Pentium III yang mempunyai 70 perintah SIMD. Keunggulan processor ini adalah ia dapat mempercepat pengolahan informasi dari system bus ke processor , yang juga mendongkrak performa secara signifikan. Processor ini juga dirancang untuk dipadukan dengan processor lain yang sejenis. 15. 2000 : Intel Pentium 4 Processor Processor Pentium IV merupakan produk Intel yang kecepatan prosesnya mampu menembus kecepatan hingga 3.06 GHz. Pertama kali keluar processor ini berkecepatan 1.5GHz dengan formafactor pin 423, setelah itu intel merubah formfactor processor Intel Pentium 4 menjadi pin 478 yang dimulai dari processor Intel Pentium 4 berkecepatan 1.3 GHz sampai yang terbaru yang saat ini mampu menembus kecepatannya hingga 3.4 GHz. 16. 2001 : Intel Xeon Processor Processor Intel Pentium 4 Xeon merupakan processor Intel Pentium 4 yang ditujukan khusus untuk berperan sebagai computer server. Processor ini memiliki jumlah pin lebih banyak dari processor Intel Pentium 4 serta dengan memory L2 cache yang lebih besar pula. 17. 2001 : Intel Itanium Processor Itanium adalah processor pertama berbasis 64 bit yang ditujukan bagi pemakain pada server dan workstation serta pemakai tertentu. Processor ini sudah dibuat dengan struktur yang benar-benar berbeda dari sebelumnya yang didasarkan pada desain dan teknologi Intels Explicitly Parallel Instruction Computing ( EPIC ).

18. 2002 : Intel Itanium 2 Processor Itanium 2 adalah generasi kedua dari keluarga Itanium 19. 2003 : Intel Pentium M Processor Chipset 855, dan Intel PRO/WIRELESS 2100 adalah komponen dari Intel Centrino. Intel Centrino dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar akan keberadaan sebuah komputer yang mudah dibawa kemana-mana. 20. 2004 : Intel Pentium M 735/745/755 processors Dilengkapi dengan chipset 855 dengan fitur baru 2Mb L2 Cache 400MHz system bus dan kecocokan dengan soket processor dengan seri-seri Pentium M sebelumnya. 21. 2004 : Intel E7520/E7320 Chipsets

7320/7520 dapat digunakan untuk dual processor dengan konfigurasi 800MHz FSB, DDR2 400 memory, and PCI Express peripheral interfaces. 22. 2005 : Intel Pentium 4 Extreme Edition 3.73GHz Sebuah processor yang ditujukan untuk pasar pengguna komputer yang menginginkan sesuatu yang lebih dari komputernya, processor ini menggunakan konfigurasi 3.73GHz frequency, 1.066GHz FSB, EM64T, 2MB L2 cache, dan HyperThreading. 23. 2005 : Intel Pentium D 820/830/840 Processor berbasis 64 bit dan disebut dual core karena menggunakan 2 buah inti, dengan konfigurasi 1MB L2 cache pada tiap core, 800MHz FSB, dan bisa beroperasi pada frekuensi 2.8GHz, 3.0GHz, dan 3.2GHz. Pada processor jenis ini juga disertakan dukungan HyperThreading. 24. 2006 : Intel Core 2 Quad Q6600 Processor untuk type desktop dan digunakan pada orang yang ingin kekuatan lebih dari komputer yang ia miliki memiliki 2 buah core dengan konfigurasi 2.4GHz dengan 8MB L2 cache (sampai dengan 4MB yang dapat diakses tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermal design power ( TDP )

25. 2006 : Intel Quad-core Xeon X3210/X3220 Processor yang digunakan untuk tipe server dan memiliki 2 buah core dengan masing-masing memiliki konfigurasi 2.13 dan 2.4GHz, berturut-turut , dengan 8MB L2 cache ( dapat mencapai 4MB yang diakses untuk tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermal design power (TDP)

H. PERBEDAAN PROCESSOR ANTAR GENERASI Perbedaan tersebut antara lain adala a) Perbedaan Clock Speed. Tahun Nama Prosesor Clock Speeds Transitor 1999 Motorola PowerPC 7400(G4) 400 500 MHz 10,5 juta 2000 Intel Pentium 4 660 1,4 3,06 GHz 42 55 juta 2001 Intel Itanium 2 733 800 MHz 25,4-60juta 2001 AMD Athlon XP 1,331,73 GHz 37,5 juta 2001 Intel Mobile Pentium 4 1,4 3,06 GHz 55 juta

2001 Intel Xeon 1,4 2,8 GHz 140 juta 2002 AMD Athlon MP 1,53 1,6 GHz 37,5 juta 2002 Intel Itanium 2 1GHzdan lebih 221 juta 2003 AMD Opteron 2 2,4 GHz 37,5 juta 2004 IBM PowerPC 970FX (G5) 2,2 GHz 58 juta 2005 Intel Pentium 2 Montecito dual-core 2 GHz (tiap core) 1,7 miliar 2005 AMD Athlon 64 X2 dual-core 2 GHz (tiap core) 105,9 juta 2005 Intel Pentium 4 660 3,6 3,7 GHz 169 juta 2006 Intel Pentium EE 840 dual-core 3,2 GHz (tiap core) 230 juta

b) Perbedaan Soket dan PINS Daftar berbagai jenis soket dan slot prosesor yang digunakan pada prosesor buatan Intel .

Jenis Soket Jumlah Pin Processor yang Kompatible DIP 40 8086/8088 PLCC 68, 132 80186/280286/80386 Soket 1 169 80486 Soket 2 238 80486 Soket 3 237 80486 Soket 4 273 Pentium Soket 5 320 Intel Pentium, AMD K5, IDT WinChip C6, IDT WinChip 2 Soket 6 235 80486

Soket 7 321 Intel Pentium, Intel Pentium MMX, AMD K6 Super Soket 7 321 AMD K6-2, AMD K6-III Rise mP6, Cyric MII Soket 8 387 Intel Pentium Pro Slot 1 242 Intel Pentium II, Intel Pentium III Slot 2 330 Intel Pentium II Xeon Soket 463, Soket NexGen 463 NexGen Nx586 Slot A 242 AMD Athlon Soket 370 370 Intel Pentium II, Intel Celeron, VIA Cyric III, Via C3 Soket 462/Soket A 462 AMD Athlon, AMD Duron, AMD Athlon XP, AMD Athlon XP-M, AMD Athlon MP, AMD Sempron Soket 423 423 Intel Pentium 4 Soket 478/Soket N 478 Intel Pentium 4, Intel Celeron, Intel Pentium 4 EE, Intel Pentium M Soket 495 495 Intel Celeron PAC418 418 Intel Itanium Soket 603 603 Intel Xeon PAC611 611 Intel Itanium 2 Soket 604 604 Intel Xeon Soket 754 754 AMD Athlon 64, AMD Sempron, AMD Turion 64 Soket 940 940 AMD Opteron, AMD Athlon 64 FX Soket 479 479 Intel Pentium M, Intel Celeron M Soket 939 939 AMD Athlon 64, AMD Athlon 64 FX, AMD Athlon X2, AMD Opteron Soket T/LGA 775 775 Intel Pentium 4, Intel Pentium D, Intel Celeron, Intel Celeron D, Intel Pentium XE, Intel Core 2 Duo, Intel Core 2 Quad, Intel Xeon Soket 563 563 AMD Athlon XP-M Soket M 478 Intel Core Solo, Intel Core Duo, Intel Dual-Core Xeon, Intel Core 2 Duo Soket J/LGA 771 771 Intel Xeon

Soket S1 638 AMD Turion 64 X2 Soket AM2 940 AMD Athlon 64, AMD Athlon 64 X2 Soket F 1207 AMD Athlon 64 FX, AMD Opteron Soket AM2+ 940 AMD Athlon 64, AMD Athlon X2, AMD Phenom Soket P 478 Intel Core 2 Soket 441 441 Intel Atom Soket B/LGA 1366 1366 Intel Core i7 Soket AM3 941 AMD Phenom II, AMD Athlon II Soket H/LGA 1156 1156 Intel Core i5, Intel Core i3

c) Banyaknya Core dalam suatu processor. d) Perbedaab dalam mengkonsumsi Daya Listrik. Prosesor dalam mengkonsumsi daya listrik tergantung dari berapa besar clock speeds, semakin besar clock speeds tiap generasi proseseor semakin bnyak daya listrik yang dikonsumsi, tapi jika clock speedsnya rendah maka daya listrik yang dikonsumsi juga rendah.

BAB 1V PENUTUP A. KESIMPULAN 8088 adalah desain hybrid 8/16-bit: 16-bit internal, dengan 8-bit I/O. ini berarti bahwa Sistem designer dapapt menggunakan chip pendukung 8-bit yang murah dan tersedia. Sehingga menurunkan harga sebuah sistem komputer. Kemampuannya tidak begitu hebat, mesin-mesin Z-80 dan 8085 kadangkadang lebih unggul, tetapi 8088 terjual cukup banyak. Apalagi setelah divisi IBM memilihnya sebagai prosesor utama IBM PC. 8088 menjadi sejarah dan terjual jutaan unit, rekor kedua setelah Z-80. Mikroprosesor 8088 mempunyai fungsi yang cukup beragam pada aplikasi-aplikasi rangkaiannya dan relatif mudah serta murah untuk direalisasikan dalam sebuah sistem yang dirancang sesuai keinginan.

Daftar Pustaka

1. V.Carl Hamacher, Zvonko G. Vranesic, Safwat G. Zaky, Computer Organization (5th Edition), McGraw-Hill, 2001. 2. Robert H. Blissmer, Computer Annual, an Introduction to InformationSystems 1985-1986 (2nd Edition), John Wiley & Sons, 1985. 3. William M. Fuori, Introduction to the Computer: The Tool of Business (3rd Edition), Prentice Hall, 1981.

Spesifikasi Perangkat Keras 8086/8088


Pin-out dan Fungsi Pin. Secara virtual tak ada perbedaan antara mikroprosesor 8086 dan 8088-keduanya terkemas dalam dual in-line package (DIP) 40-pin. Mikroprosesor 8086 merupakan mikroprosesor 16-bit dengan bus data 16-bit, sementara mikroprosesor 8088 merupakan mikroprosesor 16-bit dengan bus data 8-bit. Bagaimanapun terdapat perbedaan kecil antara keduanya, yakni pada sinyal kontrol. 8086 memiliki pin M/IO, dan 8088 memiliki pin IO/M. Perbedaan lainnya adalah pada pin 34 chip 8088 terdapat pin SSO sementara pada chip 8086 terdapat pin BHE/S7. Baik 8086 maupun 8088, keduanya membutuhkan catu daya sebesar +5,0 volt dengan toleransi sebesar 10 persen. 8086 menggunakan arus catu maksimum 360 mA, sementara 8088 menggunakan arus catu maksimum 340 mA. Mikroprosesor 8086 dan 8088 akan kompatibel TTL jika kekebalan terhadap noise disesuaikan menjadi 350 mV dari nilai 400 mV yang biasa.

Hubungan Pin8086 dan 8088 AD7-AD0 Jalur bus alamat/data 8088 yang di-multipleks pada 8088 dan berisi 8-bit LSB dari alamat memory atau nomor port I/O. Pin-pin ini berada pada status impedansi tinggi selama hold acknowledge. A15-A8 Bus alamat 8088 menyediakan bit-bit alamat memory paruh atas MSB selama siklus bus. A19-A16 Bit-bit alamat status di-multipleks untuk memberi sinyal (S6-S3) alamat A19-A16 dan juga bitbit status S6-S3. Status impedansi tinggi selama hold acknowledge. RD Jika sinyal logika 0 bus data bisa menerima data dari memory atau alat I/O. READY Input ini dikendalikan untuk mrnyisipkan status tunggu ke timing prosesor. INTR Interrupt request digunakan untuk meminta interupt perangkat keras. TEST Pin input yang dites oleh instruksi WAIT. NMI Input non-maskable interrupt sama dengan INTR kecuali NMI tidak memeriksa bit flag IF logika 1. RESET Input mereset mikroprosesor saat logika 1. CLK Pin clock menyediakan sinyal timing dasar ke mikroprosesor. Vcc Input catu daya menyediakan sinyal +5,0 volt toleransi 10 persen ke mikroprosesor. GND Hubungan ground jalur kembali catu daya. MN/MX Pin mode minimum atau maksimum. BHE/S7 Pin bus high enable pada 8086 untuk enable data MSB (D15-D8). Pin-pin Mode Minimum.

Operasi mode minimum 8086/8088 didapat dengan menghubungkan pin MN/MX langsung ke +5,0 volt. Jangan hubungkan pin ini ke +5,0 volt melalui register pull-up karena tidak akan berfungsi dengan benar. IO/M Pin IO/M (8088) atau pin M/IO (8086) akan memilih memory (M/IO) atau I/O. WR Jalur write merupakan strobe yang menunjukkan bahwa 8086/8088 sedang mengeluarkan data ke memory atau I/O. INTA Sinyal interrupt acknowledge merupakan tanggapan terhadap pin INTR. ALE Address latch enable menunjukkan bahwa bus alamat/data 8086/8088berisi informasi alamat. DT/R Sinyal data transmit/recive. DEN Data bus enable mengaktifkan buffer bus data eksternal. HOLD Input hold meminta direct memory access (DMA). HLDA Hold acknowledge menunjukkan bahwa 8086/8088 memasuki status hold. SS0 Jalur SS0 ekuivalen dengan pin S0 pada operasi mode maksimum. Sinyal ini digabungkan dengan IO/M dan DT/R untuk mendekode fungsi siklus bus saat itu. Pin-pin Mode Maksimum. Untuk mencapai mode maksimum untuk penggunaan dengan co-processor external, hubungkan pin MN/MX ke ground. S0, S1, dan S0 Bit-bit status ini menunjukkan fungsi siklus bus saat itu. Sinyal-sinyal ini biasanya didekode oleh bus controller 8288. RO/GT1 Pin-pin request/grant ini meminta DMA selama operasi mode dan maksimum. Jalur-jalur ini bidireksional dan digunakan RO/GT1 untuk meminta dan memberi hak operasi DMA. LOCK Output lock digunakan untuk mengunci periferal dari sistem. Pin ini diaktifkan dengan menggunakan awalan LOCK untuk semua instruksi. QS1 dan QS0 Bit queue status menunjukkan status antrian instruksi internal.

Generator Clock (8284A) 8284A merupakan komponen tambahan mikroprosesor 8086/8088. Tanpa generator clock banyak rangkaian tambahan yang dibutuhkan untuk membangkitkan clock (CLK) pada sistem yang berbasis 8086/8088. 8284A menyediakan fungsi-fungsi atau sinyal-sinyal dasar sebagai pembangkit clock, sinkronisasi RESET, sinkronisasi READY, dan sinyal clock periferal level TTL. Frekuensi operasi standar 5 Mhz untuk 8086/8088 didapat dengan memasang kristal 15 Mhz ke generator clock 8284A. Output PCLK terdiri dari sinyal yang kompatibel TTL pada setengah frekuensi CLK. Bagian reset 8284A sangat sederhana hanya terdiri dari satu buffer Schmitt Trigger dan satu rangkaian flip-flop tipe-D. Jika mikroprosesor 8086/8088 direset, mikroprosesor ini mulai mengeksekusi perangkat lunak pada lokasi memory FFFF0H (FFFF:0000) dengan pin interrupt request disable. Demultipleks Bus Bus alamat/data pada 8086/8088 di-multipleks (dipakai bersama) untuk memperkecil jumlah pin yang dibutuhkan untuk IC mikroprosesor 8086/8088. Karena bus-bus mikroprosesor 8086/8088 di-multipleks dan kebanyakan memory dan peralatan I/O tidak, maka sistem haruslah di-demultipleks sebelum pengantarmukaan dengan memory atau dengan I/O. Demultipleks dilakukan oleh latch 8-bit yang pulsaclocknya berasal dari sinyal ALE. Sistem yang Di-buffer Jika lebih dari 10 satuan beban terhubung ke pin bus manapun, seluruh sistem 8086 atau 8088 harus di-buffer. Pin yang ter-multipleks telah di-buffer oleh latch 74LS373, yang dirancang untuk mengendalikan bus kapasitas tinggi yang ditemukan pada sistem mikroprosesor. Arus output buffer telah dinaikkan sehingga lebih banyak stuan beban TTL yang dapat dikendalikan. Output logika 0 menyediakan sampai 32 mA arus sink, dan output logika 1 menyediakan arus sumber hingga 5,2 mA. Operasi Mode Minimum Operasi mode minimum merupakan cara yang paling mudah untuk mengoperasikan mikroprosesor 8086/8088. Biayanya lebih murah karena semua sinyal kontrol untuk memory dan I/O dibangkitkan oleh mikroprosesor. Sinyal-sinyal kontrol ini sama dengan Intel 8085A, periferal 8-bit untuk digunakan dengan 8086/8088 tanpa pertimbangan khusus. Operasi Mode Maksimum Operasi mode maksimum berbeda dengan operasi mode minimum dalam hal beberapa sinyal kontrol harus dibangkitkan secara eksternal. Hal ini membutuhkan bus controller 8288. Tidak ada cukup pin pada 8086/8088 untuk kendali bus selama mode maksimum karena pin-pin baru dan fitur-fitur baru telah menggantikan beberapa diantaranya. Mode maksimum biasanya hanya digunakan ketika sistem berisi co-processor eksternal seperti co-processor 8087 (untuk aritmatik). Bus Controller 8288 Sistem 8086/8088 yang dioperasikan pada mode maksimum harus memiliki bus controller 8288 untuk menyediakan sinyal-sinyal yang dihilangkan dari 8086/8088 oleh operasi mode maksimum, ke memory dan I/O. Dengan kata lain 8288 merancang kembali sinyal kendali yang ditiadakan tersebut.