Anda di halaman 1dari 99

1

PENGETAHUAN UNSUR-UNSUR ELEMEN DISAIN INTERIOR


(LANJUTAN) (MINGGU III) FUNGSI CAHAYA DALAM PENYUSUNAN TATA-RUANG. Cahaya merupakan unsure yang tidak kalah penting dalam perancangan ruang dalam, karena memberi pengaruh sangat luas serta menimbulkan efek-efek tertentu. Dengan pengetahuan mengenai cahaya seorang ruang dalam dapat mengembangkan kreativitasnya dalam memberikan kesan-kesan tertentu pada ruang dengan menanggapi efek-efek dan keuntungan-keuntungan lain dari system pencahayaan. Perancangan ruang dalam, terutama yang berfungsi di malam hari tidak ada yang lebih menonjol dan lebih banyak kemungkinan kreativitas yang dapat dicapai selain dari pencahayaan. Disini kita lebih menekankan pemakaian istilah pencahayaan dari pada pada penerangan buatan, sebab ada satu hal yang penting yang harus diperhatikan dari system pencahayaan yaitu sifat-sifat penyinaran yang perlu diperhatikan oleh seorang perancang tata ruang dalam. Di panggung sandiwara, penyinaran selalu menjadi pusat perhatian, dengan memperhatikan factor-faktor terang / silau, pergantian warna, kreativitas bentuk dan efek-efek khusus yang ditimbulkan akan mempengaruhi perasaan psikologis para penonton dan memberi daya tarik yang cukup besar. Penempatan lighting yang kurang tepat, akan menimbulkan bayangan-bayangan yang kurang menguntungkan bagi actor / aktrisnya. Dalam ruang kita harus merancang pembagian lighting sedemikian rupa sehingga dapat memberikan efek-efek ekslusive, nyaman dan menarik. Berbagai perasaan dalam keadaan yang berbeda-beda yang ditimbulkan oleh factor pencahayaan dengan menyesuaikan pada warna-warna, suasana ruang dalam yang tersendiri. Pada system pencahayaan banyak permasalahan yang harus diketahui oleh seorang designer karena masalah pencahayaan merupakan kehidupan dari tata ruang, lebih lebih dimalam hari.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. GEGER PERBOWO ROSA TATA RUANG DALAM II

2
Pemilihan pada system yang akan dipergunakan merupakan kunci keberhasilan suatu perancangan interior, tetapi memang benar agak sulit untuk membuat perkiraan sampai berapa jauh system pencahayaan itu bisa dikatakan berhasil, oleh karena masalahnya menyangkut persoalan sumber cahaya, factor penempatan titik cahaya, warna, intensitas, terang cahaya dan suasana ruang yang ingin dicapai, factor biaya dsb. Tetapi minimal dalam system pencahayaan adalah bagaimana kita bisa membuat benda benda dalam ruang agar tampak atau terlihat sedang mengenai suasana ( mood ) tergantung pada fungsi ruang. Terang cahaya suatu penerangan ditentukan oleh factor : a. Kondisi ruang ( tertutup atau bukaan ) b. Letak penempatan lampu c. Jenis dan daya lampu d. Jenis permukaan benda-benda dalam ruang ( memantulkan atau menyerap ) e. Warna-warna dinding ( gelap atau terang ) f. Udara dalam ruang ( asap rokok, dapur dsb ) g. Pola diagram dari tiap lampu. Sistem pencahayaan pada hakekatnya dapat dibedakan dalam dua aspek prinsip yaitu bersangkutan dengan aspek penglihatan, nyaman dan tidak berbahaya sedang aspek yang lain yaitu dari segi suasana dan dekorasi. Dalam chapter ini kita sengaja tidak membahas seluruh masalah pencahayaan tetapi akan dibatasi pada masalah-masalah yang bersangkutan langsung dengan aspek suasana dan dekorasi, sedang segi-segi lain yang menyangkut teknik instalasi perlistrikan biarlah kita serahkan saja kepada insinyur listrik yang tentu lebih ahli dalam bidang ini. Masalah yang pokok adalah : Kebutuhan yang praktis ( Practical needs ) Membantu penampilan ( Ease of performance ) Nyaman ( Comfort ) Keamanan ( Safety ) Ekonomis ( Economy ) Keperluan dekorasi ( Decorative needs)

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. GEGER PERBOWO ROSA TATA RUANG DALAM II

3
Cahaya sebagai unsure dekorasi Persyaratan bangunan ( Architectural consideration ) pencahayaan dianggap menyangkut keselamatan manusia sehingga

Masalah

pemerinyah perlu ikut menentukan persyaratan-persyaratan dalam perancangan system pencahayaan ( roles of lighting ) yang harus ditaati dan diawasi secara ketat.

ROLES OF LIGHTING
Kita mengenal 2 macam pencahayaan, yaitu : a. Cahaya alam ( Natural lighting ) b. Cahaya buatan ( Artifical lighting ) Dalam beberapa hal fungsi ke 2 macam cahaya tersebut tidak dapat dipisah-pisahkan. CAHAYA ALAM ( NATURAL LIGHTING ) Yang dimaksud dengan penerangan alam disini ialah pencahayaan yang berasal dari: Sinar matahari Sinar bulan Sinar api dan sumber-sumber lain dari alam ( fosfor dsb )

Sumber pencahayaan alam yang kita gunakan dalam perancangan ruang dalam pada umumnya dipakai pencahayaan sinar matahari. Cahaya alam dapat dibedakan dalam 2 macam : a) Pencahayaan langsung b) Pencahayaan tidak langsung Pencahayaan langsung yaitu pencahayaan yang berasal dari matahari / secara langsung melalui atap / vide, jendela, genting kaca dll. Cahaya dari sumber alam sangat baik bagi kesehatan manusia, lebih-lebih pada pagi hari. Oleh karena itu pada rumah-rumah sakit diusahakan agar para penderita bisa mendapatkan cahaya pagi sebanyak mungkin. Terang cahaya akan terus berganti oleh karena kedudukan matahari yang harus berubah dan kelemahan dari system ini yaitu bila udara berkabut atau udara mendung maka terang cahaya dalam ruang akan mendadak berkurang, sedang factor pemantulan Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. GEGER PERBOWO ROSA TATA RUANG DALAM II

4
sukar dihindarkan sehingga sehingga ada waktu-waktu tertentu dimana penghuni akan mengalami kesilauan pada penglihatan yang antara lain disebabkan juga oleh permukaan-permukaan benda yang mengkilap. Untuk menghindarkan pencahayaan langsung dipergunakan alat-alat penangkal cahaya, seperti tirai, kerey, louvers, pepohonan dsb. Sehingga kekerasan atau kekuatan cahaya dapat diperlu Pencahayaan tak langsung adalah pencahayaan yang diperoleh dari sinar matahari secara tidak langsung. Sistem pencahayaan tersebut banyak kita temui penggunaannya dalam perancangan ruang melelui skylight, permainan bidang kaca,dll. Semakin berkembangnya teknik perencanaan ruang dalam serta pengertian yang semakin bertambah akan pentingnya pencahayaan buatan sebagai tambahan dari pencahayaan alam dapat kita lihat pada banyaknya bangunan yang didisain untuk memenuhi kepentingan tersebut. Disamping pendapat yang menganggap bahwa fungsi utama dari jendela adalah sebagai jalannya sinar matahari yang sehat tetap bertahan. Gedung-gedung dirancang dengan jendela-jendela dan pintu-pintu diarahkan pada jalannya matahari karena yakin bahwa cahaya dari matahari menghemat energi, sehat, terang, ekonomis untuk dijadikan sebagai penerangan kerja yang baik pada siang hari, dan untuk ruang-ruang yang diberi pencahayaan buatan sekalipun masih perlu diberi tambahan sinar matahari melalui jendela-jendela apalagi bila diinginkan hasil yang lebih baik dan memuaskan sebaiknya dirancang gabungan antara cahay alam dengan cahaya buatan. Untuk pencahayaan didalam gedung, kebutuhan yang utama adalah penglihatan yang baik dengan cara memasang system pencahayaan yang cukup. Dalam hal ini harus dibedakan antara cahaya matahari dan cahaya buatan menjadi sebagai berikut : Sinar matahari berubah-ubah sifat dan terangnya misalnya kalau cuaca lembab, polusi dll. Karena identitas yang berubah-ubah itulah maka di inggris dan Eropa barat laut diadakan suatu standart yang tidak absolute sifatnya, yang disebut dengan : Daylight Factor.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. GEGER PERBOWO ROSA TATA RUANG DALAM II

5
Secara sedrhana dapat dijelaskan bahwa Daylight Factor adalah merupakan angka perbandingan antara terang yang ada didalam ruang berbanding dengan terang yang ada diluar ruang. Dengan mengetahui dan menghitung Daylight Factor, percuacaan akan mengetahui terang cahaya suatu ruang pada waktu tertentu pada tiap musim dengan perhitungan sbb :

Daylight Factor : Terang di dalam ruang Terang di luar ruang Secara matematik memang sukar untuk dijadikan sebagai dasar pegangan untuk sampai berapa jauh daylight factor tersebut bisa memuaskan oleh karena sangat terbatas, dalam lamanya waktu, pengontrolan dan penetrasinya. Suatu badan yang bernama International Commission on Illumination ( CIE ) mendefinisikan sebagai berikut : Daylight Factor adalah perbandingan dari terang sinar matahari pada titik tertentu pada tempat datar berbanding dengan penerangan pada tempat datar tersebut yang mendapat penerangan saat cuaca cerah. Sinar matahari langsung tidak termasuk ke dalam 2 faktor tersebut diatas.

Daylight Factor biasanya dinyatakan dalam prosentase. Sebagai contoh : Apabila terang cuaca yang cerah = 5.000 lux, daylight factor = 2% Secara sederhana dapat dinyatakan bahwa penerangan pada suatu tempat tertentu dalam ruangan adalah 100 lux. Konsep dari daylight factor meskipun penerangan sinar matahari di luar ruangan bertambah atau berkurang, daylight factornya tetap sebab terang di dalam ruangan juga ikut berubah sesuai dengan keadaannya. Maka daylight factorakan merupakan suatu ukuran yang cocok dari system pencahayaan di dalam ruangan. Untuk memberi dasar yang baik dalam membuat perkiraan dan mengukur sinar matahari dalam hal daylight factor adalah menjadi kebiasaan diinggris dan eropa adalah

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. GEGER PERBOWO ROSA TATA RUANG DALAM II

6
5000 lux. Nilai ini bukan merupakan nilai rata-rata bukan pula merupakan nilai minimum tetapi nilai tersebut direkomendasikan oleh CIE sebagai nilai yang menyatakan bahwa di area-area dimana nilai itu dipakai sesuai dengan kondisi sinar matahari ke dalam ruang dapat diperoleh dari kurang lebih 85% dari seluruh waktu kerja dalam satu tahun.

CAHAYA BUATAN
Yang dimaksud dengan cahaya buatan adalah pencahayaan yang berasal dari cahaya buatan manusia. Misalnya : cahaya lilin, sinar lampu dll. Lampu atau pencahayaan bisa mempunyai dua fungsi yaitu : Sebagai sumber cahaya untuk kegiatan sehari-hari. Untuk memberi keindahan dalam disain suatu ruang.

Dalam interior suatu bangunan, kita banyak memanfaatkan cahaya buatan untuk menciptakan kondisi-kondisi tertentu, sesuai dengan kehendak dan fungsi dari ruang. Dalam mendisain interior selalu berkaitan antara penggunaan bahan, pemilihan warna, komposisi / organisasi dan fungsi ruang. Kesemuanya mempunyai hubungan yang sangat erat dengan factor pencahayaan. Suatu disain interior yang baik haruslah saling menunjang antara unsure-unsur tersebut diatas. Oleh karena pencahayaan yang baik akan menimbulkan kenyamanan ( comfortable )bagi si penghuni. Adapun pengertian pencahayaan yang baik jika : Tidak menyebabkan keletihan pada mata. Tidak banyak membuang-buang sinar dengan percuma, sesuai kebutuhan. Sesuai dengan ruang tersebut dan suasana yang akan diciptakan.

Kebutuhan akan pencahayaan dikaitkan antara luas ruang dengan besar watt yang dibutuhkan ( watt per square feet / m )

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. GEGER PERBOWO ROSA TATA RUANG DALAM II

7
Beberapa contoh kebutuhan watt per square feet didalam ruang-ruang sebuah rumah tinggal : Dapur10 watt / sq feet Ruang keluarga . 10 watt / sq feet Ruang tidur8 watt / sq feet Laundry.8 watt / sq feet Kamar mandi.8 watt / sq feet Ruang makan5 watt / sq feet Teras..5 watt / sq feet

Angka-angka tersebut diatas hanyalah sebagai perkiraan kasar akan besarnya kebutuhan pencahayaan penggunaan angka-angka tersebut harus dikaitkan dengan pemilihan warna-warna yang tepat dan juga sifat bahan yang dipakai. Umumnya dekorasi cahaya sebuah ruang keluarga lebih gelap dari dapur dan dalam pemakaian bahan di ruang keluarga banyak dipakai bahan-bahan yang menyerap sinar jika dibanding dengan didapur yang menggunakan bahan-bahan yang memancarkan sinar, maka jika kita ingin mendapatkan suasana terang yang sama di ruang keluarga dan dapur, maka kita harus menggunakan watt yang lebih besar di ruang keluarga. Jenis pencahayaan dapat dibedakan dalam 2 macam :

PENCAHAYAAN LANGSUNG Yang dimaksud dengan pencahayaan langsung adalah semua sinar yang langsung memancar dari pusatnya kea rah obyek yang disinari. Sistem tersebut banyak menggunakan lampu-lampu sorot untuk menyinari unsure-unsur dekorasi dalam ruang, dapur dan toko-toko ( etalase-etalase toko ) dan juga lampulampu meja / lantai.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. GEGER PERBOWO ROSA TATA RUANG DALAM II

PENCAHAYAAN TIDAK LANGSUNG Yang dimaksud dengan pencahayaan tidak langsung, adalah jika sumber pencahayaan disembunyikan dari pandangan mata kita sehingga cahaya yang kita rasakan adalah hasil pantulannya, terutama pada dinding atau ceiling system pencahayaan semacam ini disebut pencahayaan tidak langsung. Sistem tersebut digunakan untuk mengarahkan atau menuntun orang menuju ke sesuatu obyek. PENCAHAYAAN SETEMPAT Yang dimaksud dengan pencahayaan setempat adalah, pencahayaan yang diarahkan untuk menerangi ke suatu tempat atau obyek, misalnya pada dapur, menjahit, lampu meja belajar ataupun lampu yang dipergunakan untuk menerangi sesuatu apa yang sedang dikerjakan pada jarak dekat dan yang membutuhkan pencahayaan yang lebih khusus. PENCAHAYAAN YANG MEMBIAS ( DIFFUSED ). Adalah bahwa jika sinar yang memancar langsung dari sumbernya terlebih dahulu melalui suatu bahan / material yang akan menyebarkan sinar tersebut dalam area yang lebih besar dari sumbernya sendiri. Lampu-lampu pijar menyebarkan cahaya ( diffused ) melalui bahan gelas / kaca yang terdapat pada badannya, panel-panel plastic yang membungkus lampu-lampu neon ( cuve ). Lampu-lampu cahaya yang bersifat menyebar atau membias banyak digunakan untuk kebutuhan pencahayaan umum. System ini banyak digunakan pada ruang-ruang pertemuan, ruang tunggu, koridor dan sebagainya.

Pada pencahayaan yang membias dapat pula diberikan elemen penangkal sehingga pembiasan cahaya dapat diatur untuk mendapatkan suasana khusus.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. GEGER PERBOWO ROSA TATA RUANG DALAM II

PENCAHAYAAN KHUSUS Sistem pencahayaan khusus dibutuhkan untuk jenis pekerjaan-pekerjaan tertentu. Misalnya pencahayaan di ruang operasi, lampu sorot di ruang pameran dan sebagainya.

TEKNIK TEKNIK PENEMPATAN LAMPU


Beberapa cara teknik penempatan lampu didalam ruang : A. TEKNIK PENCAHAYAAN PADA DINDING B. TEKNIK PENCAHAYAAN PADA PLAFOND C. TEKNIK PENCAHAYAAN YANG DAPAT DIPINDAH-PINDAH D. TEKNIK PENCAHAYAAN YANG DIGANTUNG E. TEKNIK PENEMPATAN KHUSUS A. TEKNIK PENCAHAYAAN PADA DINDING meliputi : a. Valances b. Penutup dinding atau bracket c. Cornices d. Ceiling mounted spot / flood light e. Luminous panel

a. VALANCES
Sebelum revolusi industry sistim ini banyak dipergunakan, penempatan lampu dengan penyinaran tidak langsung dan ditempatkan diatas jendela. Agar menimbulkan refleksi, system ini banyak digunakan dalam ruang yang berdinding kaca dimana cahaya pada malam hari sangat banyak dibutuhkan. Kelemahan dari system ini terletak pada biaya pemeliharaan oleh karena itu dalam perancangan harus dibuat gambar-gambar detailnya agar memudahkan dalam pelaksanaannya.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. GEGER PERBOWO ROSA TATA RUANG DALAM II

10

b. CORNICES.
Cornice adalah type valance yang melekat pada plafond, dimana seluruh cahaya langsung dipancarkan ke bawah. Cornice sangat baik untuk menerangi rak barang-barang atau buku-buku. Kedalaman minimum dari cornice 6 inci bila saluran kabel diletakkan pada plafond.

c. CEILING MOUNTED SPOT / FLOOD LIGHT.


Penggunaan lampu pijar dalam rumah menimbulkan udara panas, untuk mengurangi panas tersebut kita gunakan ceiling mounted spot dengan menempatkan lampu pijar didalam plafond. Panas dari lampu akan naik ke atas plafond sedang cahaya tetap diteruskan kearah bawah. Dengan menggunakan bahan metal yang reflektif pada lubang plafond akan membantu pemantulan cahaya, atau dengan cara mengunakan lapisan plat yang dicat putih susu sudah gukup baik.

d. LUMINOUS WALL.
Kita dapat membuat dinding / panel pada tembok sebagai pelindung sumber cahaya. Luminous wall / panel dapat digunakan hamper diseluruh bagian rumah. Sistem tersebut memberi efek bayangan jendela terutama pada siang hari, cocok untuk interior dapur / kamar mandi. Dapat pula digunakan untuk tempat yang bersifat private. Dengan mengunakan luminous panel interior dari rumah tambah lebih luas. Panel ini dipasang sama seperti plafond luminous panel yaitu, pemasangannya dilakukan pada tahap akhir, tetapi kadang-kadang dapat juga dipasang terlebih dahulu. Permukaan cahaya dari luminous wall panel tidak boleh terlalu tinggi, tidak seperti halnya panel plafond, karena harus terlihat langsung oleh orang yang berada dalam ruang. Bila dinding lebih gelap dari plafond, kekuatan cahaya sangat menyilaukan. Cara

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. GEGER PERBOWO ROSA TATA RUANG DALAM II

11
termudah mendapatkan sinar yang lembut dari panel adalah dengan menempatkan panel yang jernih dari kaca atau plastic. Teknik ini hanya dipergunakan pada interior ganda dan akan lebih efisien bila dikedua ruang tersebut dipakai pada saat yang bersamaan untuk pencahayaan panel-panel yang bebas, terdapat dua dasar penampilan : Panel vertical, melindungi sebaris lampu fluorescent pada bagian belakang. Secara horizontal dengan pencahayaan seperti halnya system cornice.

Tabung dapat ditutup dengan transmisi yang tidak tembus cahaya, dibuat dengan sudut 45 untuk menghindari cahaya yang terlalu kuat dari tiap panel. Panel luminous horizontal digunakan pada pintu-pintu / ruang gedung, dapur atau diruang tidur. Disepanjang koridor dapat menciptakan rasa yang luas dalam ruang, dan sekaligus berfungsi sebagai lampu didalam almari. Tabung lampu diletakkan dibelakang panel pintu, dengan material transparent, atau material jernih tergantung dari obyeknya. Untuk menghindari pandangan mata yang langsung digunakan penutup bagian atas. Kedudukan saluran disatukan agar cukup jernih bagi penempatan lampu, tetapi harus diletakkan lebih dalam dibandingkan dengan panelnya. Seperti dalam semua hal yang mengunakan refleksi lampu, bagian dalam dari panel harus dicat putih susu agar distribusi cahaya lebih efisien.

B. TEKNIK PENCAHAYAAN DARI PLAFOND.


Hampir semua lampu dinding tergantung dari refleksi, dan hanya sedikit menggunakan cahaya langsung walau ada beberapa teknik pencahayaan yang dipasang pada plafond : COVE Cove Luminous panel dari plafond Skylight

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. GEGER PERBOWO ROSA TATA RUANG DALAM II

12
Salah satu contoh yang umum dari pencahayaan plafond adalah pencahayaan dengan menggunakan cove. Ini ternasuk type pencahayaan tidak langsung. Proyeksi pada dinding mengandung cahaya lampu, merupakan sinar langsung ke plafond. Pencahayaan dengan system ini dapat digunakan pada ke 4 dinding yang berseberangan. Tetapi sifat ini datar dan tidak menimbulkan kesan decorative dalam ruang, sehingga dalam ruang perlu ditambahkan dengan lampu meja sebagai lampu dekorasi. Lampu tersebut selalu memancar dari plafond, jarak dari tabung lampu ke plafond harus minimum 12. Makin besar jarak makin baik. Jarak dari lampu ke dinding tidak boleh kurang dari 4 untuk mencegah dinding agar tidak silau. Dinding dan plafond harus difinish dengan warna muda, dengan 65 85 % daya refleksi. Bagian dari cove sebaiknya digunakan warna putih. Bagian tepi berfungsi sebagai pengontrol dari pemancaran cahaya dari cove, untuk menghindari / menyembunyikan tabung lampu dari pandangan luas. Bila bibir lampu terlampau rendah, tabung dapat terlihat dari dinding dengan jarak yang agak jauh dari ruang. Bila bibir terlampau tinggi, sinar lampu akan terbatas dan area yang kecil diatas cove.

Luminous panel dan plafond.


Luminous plafond adalah penutup seluruh permukaan dari langit-langit atau sebagian dari langit-langit, ini merupakan cara yang efisien untuk menerangi beberapa area dengan mempergunakan sheet yang transparan, dan sangat mudah pemasangannya. Kebanyakan dipergunakan pada ruang dapur, dikamar mandi, dimana cahaya bayangan bebas dari lampu sangat penting. Penggunaan material pembias ini dapat mendatangkan bermacam-macam perubahan dan sangat menarik, dasar dari perencanaan luminous plafond adalah untuk mendapatkan cahaya yang sebanyakbanyaknya dengan tidak menyilaukan dan dapat dilihat secara langsung dan menyenangkan. Dalam hubungannya dengan luminous plafond cahaya yang tidak menyilaukan tergantung dari cara mengekspresikan : misalnya di dalam ruang duduk atau ruang makan, silau harus dihindari, karena seorang yang sedang berbincangbincang selalu melihat dinding yang berada diseberangnya, sehingga bila dinding silau akan menyakitkan mata. Didalam dapur jumlah sinar lampu harus lebih banyak, sampai

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. GEGER PERBOWO ROSA TATA RUANG DALAM II

13
2/3 kali lebih banyak daripada di ruang duduk, karena plafond lebih kecil areanya, juga tidak banyak variasinya. Di sekeliling daerah tersebut selalu terang dengan warna-warna karena itu sifat kontras tidak menjadi masalah. Pekerjaan di dapur memerlukan jarak penglihatan 30 dari atas lantai, karena itu intensitas lampu diperlukan lebih banyak lagi. Perbedaan permukaan dapat diatasi dengan berbagai cara : Dengan system kombinasi atau terpisah. Di pasaran ada 2 type dasar dari jenis plafond luminous. Luminous panel / plafond yang digantung pada plafond yang sebenarnya, dan yang lain secara terpasang. Saluran lampu dipasang pada box standart di dalam plafond. List aluminium yang ringan dihubungkan / di gantungkan pada saluran. Panel penghambur cahaya dari plastic diletakkan pada list aluminium sekaligus bersama instalasi. Ukuran dari single unit adalah 4 x 5 kaki, dan memiliki 2 x 40 watt lampu fluorescent. Panel gantung ini membutuhkan ruang 7 dalamnya bila box di pasang didalam langit-langit. Plafond minimal 7 kaki dari lantai. Ukuran tersebut sebagai rekomendasi, adapun factor-factor lain tetap diperhatikan seperti fungsi ruang, kapasitas penghuni, sifat permukaan bahan-bahan dan segi ekonomisnya. Sistem penempatan diatas dan ditutup untuk menunjang panel plastic type ini dapat dipasang dalam ketinggian berapa saja. Ukuran dasar panel adalah 2 x 2 dan 2 x 4 kaki.

TEKNIK PENCAHAYAAN YANG DAPAT DIPINDAH-PINDAH


Misalnya : Portable lamp, standart lamp dan sebagainya. Dalam penggunaan ada beberapa petunjuk umum untuk menentukan lampu-lampu dari type ini. Besar cahaya harus diperhitungkan dengan lampu yang akan dipergunakan. Lampu baca sebagai contoh, harus cukup terang dan bila lampu tersebut akan digunakan sebagai pencahayaan umum, type ini harus menerangi bagian atas dan bawah.Lampu dengan bayangan yang penuh diatas bola lampu dapat menciptakan nada kontras yang tajam dalam level cahaya yang direfleksikan pada dinding.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. GEGER PERBOWO ROSA TATA RUANG DALAM II

14
Penutup lampu harus sesuai dengan latar belakang lampu, lantai dan bayangan transmisi yang tinggi yang berlawanan dengan dinding kayu yang berwarna tua akan dapat menimbulkan silau.

PENCAHAYAAN SEBAGAI UNSUR DEKORASI KOLAM DAN TANAMAN. Memberikan cahaya pada tamandi malam hari, dimaksud untuk menunjang efek interior yang terpadu dengan alam. Ada beberapa keuntungan yang berguna yaitu memberi pencahayaan pada taman akan menghidupkan keindahan taman secara praktis. Taman yang disinari matahari berbeda dengan taman yang diterangi oleh cahaya buatan. Suatu taman yang diterangi cahaya akan menyajikan suatu suasana malam. Taman dengan jalan setapak ( flag stone ) yang diterangi menyebabkan orang dapat berjalan dengan senang di malam hari yang sejuk, dengan menikmati keindahan tanaman yang tersebar dalam udara malam yang tenang. Seperti halnya pencahayaan dekoratif yang lain, pencahayaan pada tanaman mempunyai aturan-aturan tertentu jangan menggunakan cahaya yang kuat dan berlebihan, karena akan menjadikan tanaman layu. Taman yang diterangi sewaktuwaktu kelihatan pucat dan mempunyai penampilan, kesan datar pada malam hari. Tanaman yang tidak rimbun bila diberi cahaya akan mendramatisir bentuk dan tekstur. Sehingga kesannya luas pad ataman yang kecil. Sudah tentu cahaya harus di tempatkan sedemikian rupa sehingga sinarnya tidak mengenai jendela tetangga atau secara langsung mengenai mata orang didalam taman. Silau di luar ruang merupakan suatu masalah yang sulit dipecahkan dari pada silau di dalam ruang, sebab latar belakang dari sumber cahaya biasanya berwarna gelap. Pokok-pokok dari pada pencahayaan taman adalah dengan menyesuaikan cahaya dengan bentuk dan tekstur dari tanaman atau sekelompok tanaman. Menerangi taman dan kolam untuk dinikmati pada malam hari telah menjadi sebagian dari kehidupan di luar rumah, contohnya taman dan kolam menyajikan suatu vocal point untuk perancangan pencahayaan taman. Pada kasus-kasus dimana kolam itu harus diperlengkapi cahaya dapat dicapai dengan teknik : Sub marine fixture

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. GEGER PERBOWO ROSA TATA RUANG DALAM II

15
Ground level high lighting Pencahayaan menyeluruh pada kolam dan sekitarnya.

Dua hal yang pertama dapat dipakai dengan arus 150 volt atau dengan system tegangan rendah sering lebih mahal daripada tegangan standart, rencana pencahayaan umum biasanya lebih memuaskan apabila memakai arus 115 volt. Untuk pest ataman segala jenis cahaya yang memijar adalah baik. Cahaya yang sederhana seperti lilin, obor dan lainnya pada ujung bamboo dapat menciptakan suasana yang romantis, kedaerahan dan natural.

LAMPU-LAMPU DEKORASI
Lampu selain berfungsi sebagai sumber cahaya dalam kehidupan manusia, lampu juga dapat kita pergunakan sebagai unsure dekorasi. Lampu-lampu dekorasi pada malam hari tetap berfungsi sebagai pencahayaan buat kita, tetapi dapat juga sekaligus sebagai unsure decorative / ornament dalam ruangan baik terutama pada siang hari. Sering kita lihat pada ruang-ruang makan dan ruang duduk / ruang tamu, tergantung lampu-lampu kristal yang indah, lampu portable yang antic ataupun standart lilin-lilin dengan ukiran-ukiran yang halus. Dinegara-negara barat fireplace dijadikan sebagai unsure dekorasi dan merupakan vocal point dalam ruang sedang pada malam hari berfungsi untuk pemanas ruang dan sebagai sumber cahaya. Selain lampu-lampu dekorasi diruang makan dan diruang tamu, lampu-lampu dekorasi pun dapat digunakan dimanapun, antara lain : Dalam suatu pameran lukisan, lampu-lampu yang digunakan untuk menyorot lukisan / mural / sculpture tersebut dapat berfungsi juga sebagai unsure dekorasi dalam bentuk penghias plafond dan dinding. Lampu-lampu taman selainberfungsi untuk menerangi taman, juga sebagai unsure dekorasi dari taman itu sendiri. Lampu-lampu pada tiap ruang berfungsi pula sebagai lampu dekorasi, kita hendaknya mengetahui dengan tepat bagaimana melihat bentuk lampu yang serasi untuk tiap ruang.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. GEGER PERBOWO ROSA TATA RUANG DALAM II

16
Kesatuan antara bentuk-bentuk lampu, tujuan penyinaran bentuk ruang dan kegunaan ruang harus kita perhatikan.

EFEK-EFEK PSIKOLOGIS DARI SISTEM PENCAHAYAAN PADA KEHIDUPAN MANUSIA


Kita telah sama-sama ketahui bahwa pencahayaan dalam interior merupakan unsure terpenting dalam kehidupan manusia yang selain memberi pencahayaan untuk mata kita, juga mempunyai efek-efek psikologis misalnya, pada ruang tidur pencahayaan yang redup memberi efek tenang dan nyaman. Cahaya yang beraneka warna dari efek tertentu sedang bagi kegiatan manusia yang dilakukan didalam ruang-ruang tertentu memberi efek-efek psikologis tertentu pula. Ruang tamu dengan penyinaran yang cukup terang dari cahaya murni akan memberi kesan keakraban yang nyaman. Ruang makan yang diberi cahaya lilin yang redup, atau lampu yang redup dengan warna kemerah-merahan dapat menciptakan suasana yang romantis dan hangat. Ruang tidur dengan lampu yang agak redup dan warna yang lembut memberi efek tenang sehingga orang mudah terlelap dalam tidur. Pencahayaan pad ataman ataupun pada kolam disekitar taman memberi efek psikologis kedamaian. Pencahayaan yang terarah pad ataman dengan cahaya natural dan penempatan lampu yang tepat, dapat membantu kesan indah sehingga taman terasa tenang dan romantis serta kita dapat merasakan keheningan yang menyatu dengan alam. Pencahayaan pada gereja dan gedung-gedung monumental dapat memberikan suasana yang dikehendaki, menciptakan suasana yang agung, monumental dan hening. Semua efek-efek ini dapat diciptakan dengan penempatan bentuk dari lampu yang tepat, serta warna-warna dari lampu yang harus tepat pula. Untuk sampai pada pencahayaan yang tepat, dianjurkan agar designer membuat percobaan-percobaan karena penghayatan nyata akan lebih

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. GEGER PERBOWO ROSA TATA RUANG DALAM II

17
menentukan seeing believing daripada harus melakukan perombakan-

perombakan dikemudian yang dapat mengganggu jadwal penyelesaian. Diruang pameran, terutama pamran-pameran karya seni misalnya pameran lukisan, Patungpatungdansebagainya,pencahayaan sangat menentukan berhasil tidaknya suatu pameran. Permainan lampu dapat memberi efek yang ekslusif menciptakan suasana pameran yang indah bagi ruangan maupun karyakarya yang dipamerkan. Bar / restaurant. Dalam yang bar kita / restaurant kita dapat sistim menciptakan berbagai berbagai suasana kehendaki melalui pencahayaan lampu yang redup dan warna lampu yang panas / hangat, memberi suasana yang romantis, lampu yang beraneka warna dan terang memberi kesan yang meriah dan riang. Lampu dengan warna lembut dan sinarnya yang lembut memberi perasaan santai dan nyaman bagi yang menikmatinya. Lampu-lampu sorot pada bar pun dapat memberi berbagai efek suasana untuk ruangan maupun bagi barnya sendiri.

Lampu panggung
Pada pertunjukan panggung, lampu memberikan efek yang tidak kecil. Bahkan memegang peranan yang penting bagi kesuksesan suatu pertunjukan. Cahaya yang beraneka ragam warna akan membantu kehidupan warna. Sedang effect bayangan dan terang cahaya dijadikan sebagai factor penentu suasana.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. GEGER PERBOWO ROSA TATA RUANG DALAM II

18
Sistem pencahayaan yang tepat memberikan kesan dramatis bagi penonton, karena akan memperkuat acting para pelaku, efek-efek yang menyeramkan, menegangkan, suasana riang, tenang, megah, agung, romantis, lembut dan berbagai suasana lainnya. Contoh-contoh tersebut adalah efek-efek psikologis baik yang menguntungkan maupun merugikan. Oleh sebab itu, teknik-teknik penempatan lampu, warna lampu dan system pencahayaan serta kepekaan perasaan kita untuk mengkombinasikannya sangat berguna untuk keberhasilan suatu interior. Seperti diketahui pencahayaan merupakan salah satu unsure dari sekian banyak unsure-unsur interior yang fungsinya saling berkaitan dan saling menunjang satu sama lain, karena itu untuk membahas masalah-masalah pencahayaan secara menyeluruh harus ada kaitan dengan unsure-unsur dari interior lainnya, atau secara lebih luas lagi dapat dikatakan dengan masalah arsitektur. Karena itu dalam membahas maslah pencahayaan kita harus melihat dari 2 aspek : Fungsi pencahayaan itu sendiri ( secara murni ) Fungsi arsitektur

Pencahayaan permasalahannya sama seperti masalah dari bangunan pada umumnya tidak berbeda dengan struktur ( kerangka bangunan ), masalah perancangan , masalahmasalah finishing dan sebagainya. Misalkan dalam mendesign struktur, ada aturan-aturan tertentu, yang sangat mengikat dan tidak bisa diabaikan yang kadang-kadang bertentangan dengan konsep disain arsitekturnya sendiri, terutama dalam hal bentuk. Masalah seperti ini bisa terjadi, begitu pula halnya dengan masalah pencahayaan. Pencahayaan berkaitan erat dengan masalah-masalah lain dari arsitektur, struktur, biaya bahan dsb Semakin orang tahu tentang kaedah-kaedah arsitektur maupun struktur, maka semakin kecil pula masalah-masalah yang akan timbul dari kedua disiplin ilmu tadi, begitu pula halnya dengan pencahayaan, semakin banyak pengetahuan seseorang akan pencahayaan maka semakin sedikit masalah-masalah ( konfliks ) yang akan timbul antara sistim pencahayaan dengan unsure-unsur interior dari suatu bangunan ( arsitekture ).

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. GEGER PERBOWO ROSA TATA RUANG DALAM II

19

Seorang arsitek sebagai coordinator dari suatu perancangan secara menyeluruh harus mempunyai banyak pengetahuan akan system pencahayaan beserta effect-efectnya sehingga ia dapat mengintegrasikan unsure-unsur dari interior ( arsitektur ), Pada umumnya dengan unsure-unsur pencahayaan. Tantangan yang harus dihadapi seorang arsitek adalah bagaimana menemukan jalan keluar yang sebaik mungkin pada keadaan tersebut diatas. Dalam praktek biasanya lebih menjurus kearah kebutuhan dan kepuasan psikologis dari manusia seperti apa dan bagaimana cahaya yang kita kehendaki apakah gelap, terang, suram dsb.Itu semua tergantung dari keinginan dan kemampuan tiap-tiap individu serta fungsi dari pencahayaan tersebut. Misalnya : pencahayaan yang dibutuhkan untuk keperluan kantor akan lain dengan pencahayaan pada rumah sakit atau restaurant/bar dll. Jelaslah bahwa dari aspek fungsi pencahayaan tersebut lebih cenderung kearah pemecahan dari problem pencahayaan dalam kaitannya dengan hal-hal psychologis dari manusia yang menggunakan. Jadi menyiapkan rancangan pencahayaan dalam interior : Standart kebutuhan penerangan yang disesuaikan kemampuan ekonomi penghuni. Efek-efek psikologi dari pencahayaan Type-type maupun sifat pencahayaan Sistem system pencahayaan Dan terakhir tapi terpenting adalah dalam tata penerangan sebagai unsure dekorasi dalam tata ruang. Dari pokok-pokokyang telah dibahas maka dapat diambil kesimpulan bahwa banyak sekali cara dan teknik-teknik yang dapat dipakai dalam system pencahayaan ruang. Masing-masing teknik mempunyai kegunaan dan menimbulkan efek-efek sendiri yang berbeda dalam hal ini yang terpenting adalah mengetahui dengan pasti

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. GEGER PERBOWO ROSA TATA RUANG DALAM II

20
Struktur bangunan ikut menentukan system dan macam apa penerangan yang bagaimana akan dibutuhkan. Misalnya pencahayaan sebuah gedung yang berstruktur serba bulat tentu akan berlainan dengan gedungyang berstruktur kotak, karena pertimbangan segi-segi estetis dari pencahayaan. Pencahayaan untuk eksterior gedung harus mendukung bentuk struktur agar bentukbentuk struktur yang unik / khas dari gedung dapat ditonjolkan. Disamping effect cahaya yang diinginkan , factor lamp shade ( armature ) dijadikan sebagai unsure dekorasi ruang. Disini tampak design interior telah berkembang sedemikian pesat, sehingga sukar untuk dipisahkan antara interior dan eksterior.

Kedua gambar yang tampak disini memnunjukan perbedaan kesan ruang yang ditimbulkan oleh lighting pada gereja di London. Kiri : Menggambarkan lampu yang diletakkan tanpa memperhatikan kesan yang akan ditimbulkan, disini terlihat bahwa kolom-kolom seakan terputus-putus, begitu pula design plafond yang megah tidak terlihat secara utuh. Kanan : Penempatan lampu-lampu dengan disertai perhitungan akan menerangi ruang tanpa merusak detail-detail arsitektur. AIR CONDITIONING DAN PENGARUHNYA DALAM DISAIN INTERIOR

1. PENGKONDISIAN UDARA DALAM INTERIOR

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. GEGER PERBOWO ROSA TATA RUANG DALAM II

21
Manusia selalu berusaha menyesuaikan d i r i dan mencoba mempertahankan hubungan yang serasi dengan lingkungan dimana dia berada. Mereka akan mencari tempat berteduh jikahari sangat panas dan mencari tempat ber li nd un g bila menghadapi angin topan, hujan atau udara dingin. Keadaan tersebut menunjukkan bahwa manusia membutuhkan tempat tinggal yang aman guna melindungi d i r i d a n gangguan-gangguan binatang, kondisi alam dan juga ancaman dari sesamanya. Dengan perkembangan budaya mulailah mereka m e m i k i r k a n perlengkapanperlengkapanatau alat-alatkebutuhan rumah tangga, d i n d i n g dibuat kuat, beratap untuk penahan hujan dan membuat l u b a n g pada d i n d i n g sebagai j e n d e la , s eh i n g g a memungkinkan cahaya matahari masuk serta mengalirkan udar a bersih dan sejuk dari luar ke dalam ruang. Pada saat perkembangan peradaban m a n u s i a s u d a h sodemikian jauh telah ditemukan tenaga listrik, yang dimanfaatkan sebagai sumber energi u n t u k penerangan, menyejukkan udara di dalam ruang, hiburan, d an komunikasi. Seseorang apabila secara terus-menerus berada di da la m r u a n g t e r t u t u p maka semakin lama akan semakin merasa pengap dan panas, sehingga merupakan siksaan baginya. Pada ta hu n 1777 Lavoisier seorang ahli k im ia Perancis mencoba mengadakan penelitian tentang adanya kenaikan kadar CO2 (carbon dioksida) di dalam ruang vang berasal dari hasil pembuangan nafas manusia. Kondisi tersebut menyebabkan u d a r a d i dalam. r u a n g menjadi panas d a n pengab serta t i d a k sehat, sehingga perlu secepatnya dilakukan penggantian udara dari luar ke dalam ruang.

Pada t a h u n 1858 M a x von Pettenkofer, seorang a k h l i bidan g kesehatan menyatakan bahwa selama proses bernafas m a n u s i a menghisap p a r tike l o2 (oksigen) d a n mengeluarkan CO2 s u a t u zat v a n g d i a n g g a p b e r a c u n . Sed ang k an Frugge mengemukakan sebuah teori yang menyatakan, bahwa m a n u s i a juga mengeluarkan panas dari t u b u h sebagai akibat dari kerja vang mereka lakukan. Apabila panas tersebut t i d a k d a p a t d i k e l u a r k a n d a r i t u b u h , oleh karena k on di si ud ar a sekitar t i d a k m em u n g k i n k a n , maka badan akan merasa k ur an g sehat ( f i t ) . N a m u n t u b u h

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. GEGER PERBOWO ROSA TATA RUANG DALAM II

22
manusia ternyata memiliki kemampuan u n l u k melakukan penyesuaian d i r i dengan lingkungan

Udara bersih dalam suhu tertentu dialirkan melalui duckting yang dipasang pada plafond sehingga memungkinkan udara didalam ruang tetap segar.

sekitarnya. Dalam lingkungan yan g dingin, saluran darah akan mengerut, sehingga penguapan panas tu b u h yang disebahkan oleh radiasi kulit b e rk u r a n g . Begitupula h a l n y a b ila m a n u s i a berada di l i n g k u n g a n y a n g panas, s a l u r a n d a r a h a k a n mengembang sehingga menyebabkan radiasi dari k u l i t b e r t a m b a h besar. A p a b i l a manusia berada di lin gkun gan y a n g lebih panas lagi, tubuh juga akan le bih cepat menjadi panas sehingga m e n g e l u a r k a n b a n y a k k e r i n g a t Proses p e n g u a p a n d a n keringatlah yang akan mendinginkan s u h u permukaan k u l i t . Pendek k a ta , t u b u h manusia akan sanggup mempertahankan s u h u t u b u h secara k o n s t a n . Namun t u b u h setiap manusia mempunyai batas k e m a m p u a n p e n y e s u a i a n y a n g berbeda-beda, ter gan tu ng pada us ia da n k o n d i s i t u b u h . Or a n g y a n g b e k e r ja keras b a n y a k mengeluarkan panas tubuh, dia akan lebih menvukai udara yang d i n g i n . Sebaliknya, mereka yang bekerja ringan akan lebih menvukai li n g k u n g a n u d a r a v a n g a g a k panas. Suhu permukaan ku lit manusia yang terbaik rata-rala adalah 33 "C, yai tu sesuai dengan jumlah panas yang dihasilkan oleh tubuh. Orang tid ak a k a n mendadak merasa dingin atau panas oleh perubahan s u h u yang cepat dari t u b u h a t a u oleh perbedaan cuaca vang mendadak.

Perbedaan s u h u udara l u a r dan udar a di d a l a m r u a n g v a n g ideal sebaiknya tidak melebihi 7 "C. Tinggi r e n d a h n y a s u h u u d a r a di l u a r d a n di d a l a m ruang tergantung da r i banyaknya cahaya matahari vang mengenai p e r m u k a a n r u a n g beserta pengaruh yang d i t i m b u l k a n n y a .

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. GEGER PERBOWO ROSA TATA RUANG DALAM II

23 2. PENGARUH CAHAYA MATAHARI TERHADAP KONDISl DI DALAM RUANG.

Panas matahari dipancarkan oleh sinar matahari yang ditransmisikan ke bumi melalui radiasi. Sinar tersebut bergerak dalam bentuk garis lu r u s dan terpantul dengan s u d u t yang sama oleh permukaan benda-benda yang d i k e n a i n y a .

Sinar m a t a h a r i menembus kaca dan dipa nt ulka n secara langsung ke segala arah dalam b en tuk u t u h at au pun terurai. Radiasi panasnya merambat ke s e l u r u h ruang d a n mengakibatkan udara di dalam ruang menjadi panas.

Saat sinar matahari mengenai dinding bagian luar, sejumlah radiasi diteruskan ke dalam ruang, yang besarnya tergantung da ri warna serta t e k s t u r permu kaan dinding tersebut. Sudut jatuhnya sinar pada dindin g juga i k u t menentukan besarnya jumlah panas yang diterima. Apabila sinar matahari mengenai pe rm u k a a n dengan su dut 90 maka sinar akan direfleksikan kembali sehingga menjadikan temperatur pada permukaan tersebut menjadi tinggi. Perputaran bumi mengelilingi matahari menjadikan sudut jatuhnya sinar dan cahaya terus berubah setiap menit sepanjang tahun. Sumber panas terbesar yang terjadi di dalam ruang berasal dari sinar atau cahaya matahari yang masuk ke dalam ruang melalui celah-celah dinding / jendela, lobang-lobang yang terbuka, terutama kaca seperti yang kita lihat pada gedung-gedung masa kini. Warna kaca yang populer biasanya bening k ehij au - h ij auan a t au kecoklat-coklatan bersifat memudahkan sinar matahari menembus langsung dan mengenai lantai, dinding serta bendabenda yang berada di dalam ruang. Begitu pula dengan radiasinya akan merambat kemana-mana melalui media udara atau media lainnya. U n t u k membatasi jumlah panas yang dit imbulkan oleh cah aya yang menembus kaca, sebaiknya dipakai jenis kaca yang disebut reflektion glass, agar cahaya yang mengandung panas dapat ditangkal dan tidak langsung Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. GEGER PERBOWO ROSA TATA RUANG DALAM II

24
menembus ke dalam ruang, atau setidak-tidaknya dapat mengurangi sejumlah panas.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. GEGER PERBOWO ROSA TATA RUANG DALAM II

25

GARUH PANAS MATAHARI TERHADAP KESEJUKAN UDARA DI DALAM RUANG


U n t u k mengurangi panas matahari yang m a s u k ke d a l a m r u a n g dengan segala radiasinya, digunakan alat-alat peneduh atau penangkal cahaya misalnya, overstek, kanopi, gorden (tirai), pohon dan sun-breaker. Sedang u n t u k me mba nt u mengatasi udara panas yang berlebihan, dirancangkanlah s u a t u a l a t yang m a m p u mengatur udara secara tetap dan konstan sehingga tercapai k o n d i s i u d a r a y a n g nyaman, dan sejuk bagi pemakai ruang. Sejak satu dekade terakhir udara sejuk di dalam ruang t i d a k lagi mengandalkan sistem aliran udara alami yang disebut cross ventilation system. M a nu si a menginginkan kenyamanan dan kesejukan udara yang ko ns t a n m e n g g u n a k a n alat pengatur udara mekanis yang disebut A C singkalan dari AIR CONDITIONER, d a n sist em k e r j a n y a disebut A I R CONDITIONING. 1. PERAN AIR CONDITIONER DALAM DISAIN INTERIOR U n t u k mengatur kesejukan udara di dalam ruang, ki t a mengenal 2 jenis system pengaliran udara ya it u sistem yang a la m i da n sistem vang m ekanis. Sistem a l a m i , antara lain cross ventilation, sedang sistem mekanis adalah sistem b u a l a n m anusia. a. Sistem M E K A N I S adalah suat u sistem pengkondisian ud ar a d al am r u a n g vang menggunakan alat mekanis ( li st r i k) seperti kipas angin yang digunakan u n t u k mempercepat gerakan u d a r a d e n g a n t i d a k m e n g u r a n g i d e r a j a t k e l e m b a b a n udara di sekitarnya. U n t u k r u an ga n yang besar d i p e r g u n a k a n e x h a u s t f a n y a n g berukuran besar yang juga berfungsi menarik dan m engalirkan u da r a d a r i d al am keluar atau sebaliknya. Kedua alat tersebut dianggap k ur an g ny a m a n karena t i d a k m a m p u u n t u k mengatur kelembaban, s u h u d i n g i n a t a u panas, kebersihan u d a r a konstan, Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. GEGER PERBOWO ROSA TATA RUANG DALAM II

26
oleh karena it u sistem kerjanyadisempurnakan dengan menambahkan a l a t y a n g di s ebut refrigerator d an kondensor, u n t u k me ng ko n di s i k an u d a r a ar.ar sesuai dengan persyaratan yang diinginkan. b. Sistem A I R CONDITIONINGS adalah suatu sistem pengaturan udara u n s u r u da r a yang di at ur oleh AC y a i t u : KECEPATAN ALIRAN UDARA, PENGGANT1AN DAN P EM B ERS IH A N UDARA, PENGATURAN S U H U , K E L E M B A B A N ( A I R CONDITIONED). Ma n u s i a menginginkan kenyamanan dan kesejukan u d a ra agar mendukung kenydmanan kerja. Pilihan a t a u keputusan u n t u k menggunakan AC adalah karena sistem mekanis lainnya dianggap tidak mampu mengatasi pengaturan udara.secara sempurna antara lain disebabkan oleh : DAN P E N D I S T R I B U S I AN A L I R A N UDARA pada tingkat at au k o n d i s i yang k i t a i n g i n k a n secara t e r a t u r d a n k on st an dalam

ruang yang di l ak u ka n secara t e r at ur dan constan. A d a p u n u n s u r -

a. Ventilasi alam yang kurang memenuhi persyaratan. b. c. Keadaan s u h u d a n kelembaban udara yang k u r a n g seimbang (uncomfortable) Keadaan l i n g k u n g a n h i d u p yan g t i d a k memenuhi syarat ketentramandan kenyamanan terutama disebabkan oleh polusi suara dan udara. d. Udara bersih vang tidak m encukupi kebutuhan s u a t u r uang yang digunakan oleh sejum lah orang dengan segala akt ivit asnya.

Rasa demam sering dirasakan oleh para pemakai AC yang sering keluar masuk ruang, disebabkan oleh perbedaan s u h u u da ra di da la m d a n di l u a r ru an g sehingga pengaturan dan penyesuaian panas t u b u h menjadi terganggu.

Rasa d i n g i n lerjadi sewakt u yang bersangkutan berada di d a l a m r uang yang ber-AC, pada saa't i t u t u b u h m a n u s i a mengeluarkan panas u n t u k mengimbangi atau m e n v e s u a i k a n d i r i dengan d i n g i n n y a AC. Sedang ap ab il a ia berada di Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. GEGER PERBOWO ROSA TATA RUANG DALAM II

27
luar ruang yang tidak ber AC, tubuhnya secara perlahan- lahan

m e n g u r a n g i pengeluaran panas guna mengimbangi cuaca panas yang ada di l u a r ruang. Sebagai akibat dari pe ru bahan-pe ru bahan y a n g berkali-ka li d ia lami, maka t i m b u l l a h rasa demam dikarenakan oleh penyesuaian s u h u t u b u h terhadap s u h u udara sekitar yang tidak terjadi secara mendadak.

4. PENENTUAN KONDISI UDARA DALAM INTERIOR

U n t u k mendapat kan pengkondisian udara yang sejuk, bersih dan nyaman ada beberapa parameter yang dapat d i g u n a k a n sebagai a c u a n :

a. temperatur rata-rata radiasi konstan. b. Kecepatan aliran udara sesuai yang diinginkan. c. Udara yang bersih dan bebas polusi. d. Partikel udara yang menimbulkan bau. e. Kualitas ventilasi udara. f. Tingkat kebismgan yang d i t i m b u l k a n oleh suara dan luar. g. Suhu bola kering dan basah dan udara h. Segi-segi ekonomis dari harga alat dan perawatannya. i. Pertimbangan estetik dari bentuk AC itu sendiri.

Tingkat kenyamanan yang d i t e n t u k a n dongan mengalur s u h u pada d e r a j a t d ing in atau panas AC, t ergant u ng d a r i kesukaan da n k e i ng ma n ma s i n g m a s i n g pemakai disesuaikan dengan pada sifat pekerjaan, j u m l a h panas yang ditimbulkan radiasi. Dalam menentukan jenis AC yang d i s uk ai , orang a k a n m e m p e r ha t ik a n merek AC yang sudah terkenal di pasaran, karena d i a ng g a p p a l i n g cocok dengankebutuhannva oleh TV, Radio, setrikaan, Komputer, posisi r u a n g terhadap k e d u d u k a n matahari, ukuran dan posisi jendela, jenis peneduh dan jenis media

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. GEGER PERBOWO ROSA TATA RUANG DALAM II

5. JENIS-JENIS AIR CONDITIONER (AC)


Dalam pasaran umum kita kenal ada 3 (tiga) jenis AC y a i t u : a. AC WINDOW. Umumnya dipakai di perumahan dan d i p a s a n g pada salah satu dinding ruang dengan ketinggian yang terjangkau, d a n penyemprotan udara t i d a k rnengganggu pemakai. b. AC CENTRAL biasa d i g u n a k a n perkantoran, hotel, supermaket yang dengan pengontrolan atau pengendaliannya di lakuk an dari satu tempat. c. AC SPLIT hampir sama bentuknya dengan AC WINDOW. Bedanya hanya pada konstruksi alat condensator yang terdapat di l u a r ruang.

Pada saat menentukan jenis AC yang a k a n digunakan, p u l a memperhatikan dari ukuran dan segi ekonomis. AC WINDOW lebih cocok untuk energi r uang AC kecil. jenis Untuk ini bisa menghemat

dimatikan saat ruang t i dak terpakai. Jenis AC SPLIT banyak disukai oleh karena kelembutan suara mesin, tidak bising sehingga menjamin ketenangan. Peredamansuar a bising tsb. d ik ar e na ka n mot or kondensor terletak di luar ruang. Kadang-kadang AC juga di kategorikan m e n u r u t cara penempatannya, seperti C E I L I N G TYPE, MOUNTED TYPE, PACKAGED TYPE, WALL MOUNTED TYPE, CUSTOM FLOOR TYPE, SUCT TYPE dan PORTABLE TYPE.

D I S A M P I N G i s t i l a h - i s t i l a h t e r s e b u t di a t a s k i t a j u g a m a s i h m e n j u m p a i i s t i l a h i s t i l a h l a i n y a n g p e n g g u n a a n n y a d a l a m skal a besar m i s a l n y a u n t u k hotel, i n d u s t r i dll; y a i t u : SISTEM UDARA P E N U H ( A L L A I R SYSTEM) SISTEM A I R KE U D A R A (WATER TO A I R SYSTEM) SISTEM A I R P E N U H ( A L L WATER SISTEM). U d a r a d a l a m r u a n g t e r d i r i d a r i c a m p u r a n beberapa jenis gas dan u a p air. Udara kering (dry air) t erdir i dar i Nitrogen 78%, Oksigen 21%, Carbondioxida 1% serta s e j u m l a h kecil gas-gas l a i n , sepert i hydrogen, h e l i u m , Neon, Argon d a n l ai n- la in . Pada prinsipnya kandungan gas-gas dalam udara d i m a n a p u n sama, kecuali udara yang berada di daerah i nd us t r i, pegunungan dan di atas laut , karena clipengaruhi oleh lokasi dan kondisi l i n g k u n g a n sekitar. Kandungan a i r dalam udara juga bisa berbeda-beda. j i k a sa t u an ber at d i n y a t a k a n dalam Kg. m aka s at ua n u da r a d i n y a t a k a n dalam vo lu m e (meter kubik) . Sepanjang t a h u n s u h u rata-rata di Indonesia adalah 32 - 39 "C, sedang s u h u t u b u h yang ideal berkisar antara 36 - 37 "C. Kelembaban udara (humidity) sangat vital bagi pernafasan manusia sehingga kadar kandungannya dalam udara perlu dikontrol secara tetap. Kelembaban udara adalah prosentase kandungan uap air dalam udara. Dalam udara v a n g panas lebih b a n y a k menvimpan uap air dari pada udara yang dingin. Kelembaban udara mempengaruhi tingkat penguapan pada tubuh manusia. CASSETE TYPE

Udara kering mempercepat penguapan udara sehingga mendinginkan permukaan tubuh. Udara lembab akan menghalangi penguapan udara dari badan, sehingga kita merasa panas. Kondisi udara yang sejuk dan nyaman ad alah pada t i n g k a t kelembaban 50-60% sedang kecepatan udara yang ideal adalah antara 15 - 20 KPM.

6. PRINSIP KERJA AIR CONDITIONER (AC)


Ventilasi ruang dengan sis te m AC adalah s u a t u u s a h a ma nu s ia u n t u k memasukkan sejumlah udara segar secara teratur dan konstan ke dalam ruang dengan mempergunakan suatu unit alat yang disebut Air Conditioner (AC). Jumlah udara yang dimasukkan ke dalam ruang ak an d igun ak a n u n t u k menurunkan kandungan uap air dalam udara, menghilangkan bau yang tidak sedap, keringat, gas, dan karbondioksida. Jumlah udara segar vang dibutuhkan juga tergantung dari aktifitas pengguna ruang. Semakin banyak orang yang merokok cialam ruang, harus semakin cepat dan Bagan umum dari alat AC dirinci dalam 9 (sembilan) bagian pokok yaitu : KOMPRESSOR, KONDENSOR, S A R I N G A N ( S T R A I N E R ) . PIPA K A P I L E R , PENGGANTI PANAS (HEAT EXCHANGER), EVAPORATOR, AKUMULATOR, SALURAN HISAP (SUCTION LINE) DAN B A H A N PENDINGIN (REFRIGERANT ). Pada saat AC dihidupkan, selang beberapa waktu kemudian bagian depan terasa dingin sedang bagian beiakang terasa panas. Pada bagian depan terpasang evaporator dan blower yang diputar oleh motor fan.

Udara dalam ruang dihisap oleh blower melalui saringan udara ( a i r f i l t e r ) . Sewaktu udara lewat evaporator terjadi proses pendinginan, sehingga uap air yang terkandung di dalam udara mengembun kemudian dikeluarkan dengan kecepatan tinggi.

A i r embun ( k o n d e n s a t) yang terjadi akan menetes dan d ialirkan keluar, menyebabkan perbandingan kelembaban udara akan berkurang. Sebaliknya apabila temperatur udara terlampau rendah, maka udara tersebut akan dipanaskan dengan cara mengalirkan melalui koil pemanasan, Dengan demikian akan diperoleh suhu udara seperti yang diprogramkan. Untuk bahan pendingin AC di pergunakan zat yang sifatnya mudah diubah dan bentuk gas menjadi cair atau sebaliknya. Bahan tersebut dipakai un tu k menyerap panas dan evaporator dan mengalirkannya ke condensor. Jenis gas pendingin yang dikenal antara lain; Freon keluaran L)u Pont (AS),Frigen dari hoecshst AC". (Jerman). Arcton dari 1CI (Inggris) Ucon dari Union Carbide Corp (AS) dan masih banyak lagi. Bahan-bahan pendingin dari berbagai kondisi udara pada prinsipnya tidak boleh beracun, tidak boleh berbau, tidak boleh terbakar atau meledak sendiri bila tercampur dengan minyak atau jenis udara yang lain, dan tidak boleh menimbulkan daya korosi pada pipa saluran AC. Bahan pendingin disimpan di d alam tabung-tabung dengan warna yang berbeda-beda disesuaikan dengan jenis isinya.Pada sisi lu a r tabung tertera isi, dan tekanan d a r i bahan pendingin tersebut misalnya, Freon 13 ( biru muda ), Freon 12 ( Putih ), Freon 500 ( K u n i n g ) d an seterusnya.

7. DASAR - DASAR PERHITUNGAN PENGGUNAAN AC

Bila k i t a a k a n memasang AC u n t u k s u a t u r u a n g k i t a p e r l u m e n g e t a h u i t e rl e b i h d a h u l u data yang akan d i j a d i k a n dasar p e r h i t u n g a n a t a u p e n e n t u a n kap a sit a s AC, yaitu : Dimensi ruang untuk mengetahui besaran Volume udara yang

dibutuhkan. Fungsi ruang dan jenis kegiatan yang dila ku k a n. Letak dan ukuran jendela, j u m l a h bukaan d in d i n g yang borkaca, serta jenis kaca yang dipakai. Jenis benda yang dapat menimbulkan panas d alam ruang, seperti televisi,setrikaan dll. Orientasi ruang terhadap mata angin, serta besar dan j u m l a h waktu penyinaran sinar matahari perhari dan permusim. J umlah kapasitas pengguna ruang. Kondisi udara sekeliling, seperti suhu, kelembaban relatif, dan perubahan cuaca.

Perhitungan lebih lanjut secara teknis dan bagaimana detailnya, kita serahkan saja pada teknisi. Kegunaan atau fungsi AC mampu untuk mengantisipasi segala kebutuhan yang bersangkutan dengan pengkondisian udara dalam ruang seperti : a. b. c. d. e. Mengatur suhu udara ( temperature ) Mengatur kelembaban udara ( humidity ) Mengatur aliran udara ( air motion ) Pembersihan udara ( a ir cleaning ) Ventilasi udara segar ( fresh air ventilation )

Saat ini baru diperkenalkan 2 type AC baru yaitu AW 1007E kapasitas sebesar menggu-nakan 1210 E dengan 10000 pendmgm 8000 BT/jam konsumsi kapasitas BT/jam

denr.an

Iistrik620 wait, dan type AW pendingin

menggunakan daya listrik 780 Watt. Angka-angka tersebut lebih tinggi dibanding dengan ukuran umum yaitu 1pk = 8000 BT(BT = British Thermal Unit), Kusus dalam perhitungan 151 diambil ancer-ancer sbb; untuk setiap l(satu) meter persegi lantai ruangan dengan ukuran tinggi langit-langit 3-4 m dibu-tuhkan 550 BT. Untuk ruang yang 3 x 4 nr diperlukan AC berkapasitas berukuran 3 x 4 BT/jam = 6600 BT/jam. Apabila ROOK TV/'K /); 'I'EMI'A'IKAN 111

k ur a n g dari angka te rs e b u t tingkat kesejukan udara dalam ruang akan berkurang,sehingga kompresor harus bekerja lebih berat dan tentu akan mempengaruhi usia AC. AC yang sering dihidupkan u n t u k w a k t u yang r elat if singkat akan mengganggu kompresor, sebab tekanan yang ada di kompresor akan m onjadi t i d a k stahii. A r t i n y a tekanan masih tinggi, tiba-tiba mati, l a l u bekerja kembali maka sebaiknya ada interval waktu yang cukup, misalnya berkisar antara 2 sampai 3 jam. Catatan : Sebelum menentukan penggunaan system penyejukan udara dalam ruang, seorang disainer perlu mengetahui lebih dulu prinsip-prinsip kerja AC, dan mengetahui cara pengoperasian serta perawatannya yang antara lain sbb : Memilih konstruksi yang sederhana Dipilih merk AC yang tahan lama Mudah direparasi bila terjadi kerusakan Mudah dicapai, pemasangan tidak terlalu tinggi M udah da lam perawatan dan mesin tidak bising Mampu mengantisipasi perubahan perubahan Cuaca pertimbangan ekonomis, hemat energi P i l i h l a h b e n t u k AC yang a r t i s t i k agar da p a t m e n u n j a n g k e i n d a h a n i n t e r i o r d a n tentukan pemasangan pada tempat yang tepat

DEKORASI SEBAGAI UNSUR PENDUKUNG TATA RUANG


(MINGGU III) Untuk mencapai .hasil perancangan yang op ti ma l d a n s u a t u disain tata ruang dalam, banyak unsur-unsur yang bisa u n t u k mendukungnya. Salah satu diantaranya adalah unsur DEKORASI, karena tanpa dekorasi sebagai u n s u r keindahan,maka ru an g akan kurang menyenangkan. Unsur-unsur dekorasi mancakup pengertian tentang teori estetika seperti titik, garis, bidang, komposisi warna,.proporsi, texture, keseimbangan dan lain-lain yang diaplikasikan pada kesatuan elemen ruang. elemen keindahan yang.lain misalnya : Perabot tambahan lukisan pot bunga benda antik dan lain-lain. Dalam perancangan disain suatu ruang hendaknya dijaga p e r p a d u a n a n t a r a berbagai unsur-unsur dekorasi yang ada di dalam r u a n g dengan dekorasi y a n g ada diluar ruang seperti: kolam, lampu-lampu taman, p a t u n g dan sebagainva. Pada gambar di bawah ini bisa kita lihat dind in g yang didekor dekor dengan b a t u a!am dan ru a n g yang dipenuhi dengan tanam-tanaman.

Bangunan yang dibuat dengan perancangan yang baik sekalipun, tetapi apabila tanpa didukung oleh unsur dekorasi, pasti tidak akan berhasil.

Keindahan yangakan dijadikan sebagai pola utama disain hendaknya ditentukan terlebih dulu dengan membuat warna dasar sebagai unsur pokok kemudian menyusui textur, dan baru pola-pola pendukung disekelilingnya; Adapun pola

>

yang baik yaitu pola yang mempunyai daya tarik, baik di waktu siang maupun di malam hari. Misalnya penggunaan pola tunggal yang kuat dengan warnawarna yang berani dijadikan sebagai aksen dan warna lembut sebagai pendukung. Dengan berbekal pengertian keseimbangan baru kemudian perhatian diarahkan pada bentuk furnitur secara keseluruhan sebagai satu kesatuan.

Seseorang akan siap menerapkan beberapa prinsip dekorasi bila yang bersangkutan telah berhasil mengumpulkan materi-materinya, dan unsur-unsur budaya setempat bisa dikembangkan untuk dipakai sebagai dasar pengorganisasian ruang secara keseluruhan.

elemen dekorasi dicoba dikembangkan u n t u k bisa berfungsi sebagai hiasan ruang berfungsi agar tempat lebih unik. Pada praktek, kadang-kadang membuat sesuatu yang janggal dalam proses perancangan disain interior, terlebih lagi bila ada 2 orang perancang yang bersama-sarna mendisain ruang yang sama dengan topik yang sama pula. Disainer perlu mengambil k e u n t u n g a n yang seluas-luasnya da r i kesempatan u n t u k menghias dengan cara menyatukan semua un s ur- u ns u r yang menjadi pusat perhatian u m u m d a n yang palin g disenangi, karena dengan demikian dapat u n t u k menunjukkan kegemaran dan minat si perancang.

Ruang tidur dengan bahan pelengkap seperti penutup ranjang(bed cover), karpet dan sebagainya dapat u n t u k menghidupkan ruang dengan menambah sedikit sentuhan yang bersifat human, maka ruangan terasa menjadi lebih hangat. Meskipun benda-benda pelengkap hanya sebagian kecil da rise luruh dekorasi, tetapi benda-benda tersebut tetap mempunyai peranan pe n t i n g g un a mencapai keseimbangan total. Benda-benda pelengkap dikategori sebagai benda f u n g s i o n a l dan d e k o r a t i f yang maksudnya, bisa berbobot u n t u k dipajang, misalnya; koleksi cangkir dengan piring kecil ditempatkan pada almari s ud u t akan memberikan kesan yang meyakinkan. Benda-benda pelengkap fungsional yang lain y a i t u benda-benda yangdigunakan u n t u k maksud-maksud tertentu sesuai dengan fungsi ruangseperti; lampu-lampu, jam, cermin/kaca, lampu meja, buku-buku semua i t u hendaknya tersusun secara berencana.

Perhatian k h u s u s pada s u a t u bagian d a n b a n g u n a n juga d i b u t u h k a n guna m e n d u k u n g kelengkapan f u n g s i o n a l y a n g m enar ik. b ag ia n- ba gi an y a n g kecil dimanfaatkan untuk pelengkap tentu akan membawa konsekuensi dalam penentu s u a t u keindahan ruang agar lebih berkesan. Berdasarkan pengalaman, bentuk pola atau benda-benda yang ramping di dalam ruang besar tampak berlebihan jika disbanding dengan patung yang mungil, tetapi menurut pandangan mata kita tampak kurang serasi. Hal tersebut b a n y a k kita j u m p a i pada bangunan abad pertengahan yang penuh dengan u k i r a n d a n ornamen sebagai unsur dekorasi. Penempatan meja yang bagus m e m p u n y a i peranan y a n g k h u s u s u n t u k pandangan mata karena berirama da ri sat u bagian ke bagian y a n g l a i n , i r a m a n y a bergerak dalam urutan yang menarik. Meja didisain sama tinggi dengan lengan kursi karena proporsi teras

Dekorasi ruang duduk dengan menyatukan unsur-unsur taman pola dan texture akan menjadikan ruang bertambah hidup kurang tepat bila dibuat lebih tinggi atau rendah terhadap meja.

Dengan mempergunakan dekorasi dinding yang berirama y ang sejalan dengan arah garis perabot serta penempatan dari obyek pada jarak tertentu bisa untuk mengurangi kesan dimensi oval dari ruang. Sentuhan halus dari dekorasi meliputi semua bagian-bagian disain yang dianggap baik, dengan cara mengkombinasikan warna, tekstur bentuk, proporsi, keseimbangan, kontras dan lain-lain akan membantu keberhasilan perancang tata ruang.

Pada ruang tidur banyak kegiatan yang dilakukan seperti berhias, membaca, menonton tv dsb. Penentuan dekorasi harus mendukung kegiatan tersebut tanpa harus mengorbankan prinsip dekorasi.

Dalam proses pendekorasian benda berfungsi unsur tekstur akan dirasakan dengan penuh dan akan membantu perpaduan dari prinsip keseimbangan dan skala benda secara mudah. Keempat macam unsur tersebut bila dikombinasi dengan warna-warna membuat suatu Interior hadir bagai sebuah lukisan yang indah, sedang penampilan dari susunan dan corak tersebut dapat menunjukkan karakter zaman dan tingkat kebudayaan sesuatu bangsa. Keseimbangan dan skala yang berhasil akan membuat rasa yang menyenangkan dan bers ifat mengundang sehingga k i ta pada s u a tu k e tik a t a h u bagaimana susunan corak yang digunakan untuk mencapai keseimbangan dan skala yang tepat. Sebelum menggunakan keistimewaan dan kekhususan tersebut, sebaiknya diperiksa kembali beberapa prinsip yang penting dalam disain dan sesungguhnya tidak ada a In ran yang boleh dilanggar, tola pi disain menganalisa persoalan dalam batas-batas kewajaran dari prinsip disain sebagai sesuatu cara pemecahan persoalan yang unik. Analisa garis dan bentuk ruang, jenis-jenis perabot dengan jalan pengutamaan elemen-elemen yang menyenangkan atau dengan menggunakan samaran untuk menutupi bagianbagian yang tidak diinginkan. Garis vertikal kelihatan mulia, tenang dan maskulin seperti yang kila lihat dalam katedral dengan ruang yang berplafon tinggi dan bila dikombinasikan dengan garis horizontal akan kelihatan klasik dan kuat, sebagai bagian dari arsitektur modern seperti Shaker, dan perabotperabot Bauhaus. Garis lengkung kelihatan sebagai curahan perasaan yang bersemangat dan romantik, contoh : perabot Louis XIV, XV, Cabrioles, Bentwood Piece, Arsitektur Rococo dan Paisley Fabrics. Bentuk-bentuk pada umumnya berupa garis lengkung dan alam dan digabung dengan gaya-gaya oriental akan memberi kesan bergerak dan dinamis. Jika kita tidak menggunakan bentuk-bentuk simetris maka benluk segi empat , bulat, garis panjang akan terkesan lebih dominan sedang bagian lengkung dari sofa akan membuat bagian-bagian ruang mempunyai hubungan harmonis dengan elemen yang lain.

r~;

I I I I I I

Apabila kita telah yakin bagian mana yang dominan maka kondisi ruang dianggap sudah cukup kuat untuk menentukan bagian-bagian mana dan ruang yang penting sehingga kita tidak kehilangan arah dan lepas dari keteraturan. samar. Sebuah lukisan modern dapat juga menarik perhatian dalam sebuah r u a n g t r a d i s i o n i l asalkan penempatannya tepat.

Keharmonisan sehuah ruang dicapai dengan memadukan u n s u r tekstur bentuk serta keseimbangan dari bahan-bahan yang akan membuat sebuah ruang menjadi

I I I I I I I l I l l

tampak lebih anggun dan abadi.

Suatu ruang yang didekor

dengan

tekstur

yang sama merupakan

kecerobohan yang besar, begitu juga kalau terlalu banyak variasi warna. Bisa terjadi tekstur yang kasar dan kuat akan membuat ruang yang membosankan akan berubah menjadi bertambah meriah. Penambahan suatu area dengan bahan yang bertekstur kasar bisa jadi lebih baik tapi bisa juga merusak kesan ruang. Ruang lembut ditambah dengan elemen diachrome akan tampak lebih hidup sedang ruang yang didekorasi dengan warna monoton atau warna-warna halus dan lembut akan membuat tampak kurang hidup. Dengan demikian jelaslah bahwa tekstur dan warna ternyata mempunyai pengaruh yang dominan dalam dekorasi. Tekstur mempunyai ciri mulai dari yang kasar sampai yang halus, dari yang terlihat dengan jelas sampai ke yang semu seperti pada urat kayu atau pada beludru.tekstur untuk dekorasi terdiri dari berbagai macam : Tekstur dari bulu-bulu ; bahan tanaman, karpet d a n permadani

Tekstur halus ; bahan-bahan gelas, kristal, gading, rotan dsb. Tekstur kasar ; batu-batuan, manner, k a y u dsb .

Hubungan semu antar satu bangunan dengan yang lain menuntut persyaratan sebagai mediator Iewat tekstur, fungsi, bentuk dan lingkungan Tekstur seperti pada batu memberi kesan pada s i f a t bahan secara langsung, menyentuh perasaan bagi orang yang melihat tanpa perlu merabanya. Tekstur bisa juga didapat dari bahan organis misalnya r u m p u t atau jenis-jenis lain. Untuk membuat kesan ruang agar tampak kecil dapat digunakan tekstur dengan bahan kasar, batu bata, atau dengan merendahkan langit-langit ata u dipadukan dengan peletakan permadani warna kuat at au gelap. U n t u k membuat r u a n g agar terasa besar.

dengan mempergunakan c e r m i n a ta u benda diachrome, dengan ventilasi lebar. Permukaan kasar s u a t u bahan akan memperkecil intensitas warna bahan, karena cahaya dan warna diserap olehnya, karpet dengan tekstur kasar akan lebih menarik perhatian dari pada s ua t u permukaan yang mengkilap.

Jenis katun, cetakan sederhana sampai yang termahal dan sutera tebal yang bagus dengan pola-pola beraneka ragam akan menambah karakter ruang. Membuat pola agar d o m i n a n harus melihat bagian-bagian mana yang penting d a r i suatu ruang agar bisa tampak spesifik. Pola diterapkan pada bangunan, jendela, dinding, lantai atau perabot-perabot yang tersusun dari yang berukuran besar sampai pada meja perorangan yang kecil atau u n t u k langit-langit dengan menggunakan jenis tenunan atau wallpaper.

Pola dalam ruang dititikberatkan pada keindahan geometrik (alami) dimulai dengan membentangkan lant ai v i n i l a t a u kayu, bisa u n t u k mendominasi suasana r uang agar tampak lebih berwibawa.

Rak perpustakaan terbuka, batu untuk dinding penyekat, semua mempunyai satu pola. Ukuran ruangdalam hubungannya dengan jumlah pola yang akan digunakan misalnya : pola berskala besar dalam daerah luas kurang cocok bila dibanding dengan daerah yang lebih kecil. Untuk membantu melihat hubungan a nta ra ukuran, pola dengan perabot-perabot memerlukan perhatian kritis. Untuk menjaga keseimbangan perabot-perabot biasanya d ilet ak kan pada obyek yang menarik dengan jarak sama dari pusat imajinasi dengan mencurahkan seluruh perasaan dengan pada jalan batas kerapihan, Variasi untuk keseimbangan normal menggunakan kerangka dasar tapi

sayangnya terapan ini kadang-kadang s u k a r u n t u k mendapat pertemuan bagian-bagian dan masing-masing bentuk (model).

Obyek hendaknya diberi latar belakang berbeda. Lukisan cat air yang bagus akan tampak hilang, jika sekitarnya banyak terdapat lukisan lain atau lukisan posterposter, sehingga perlu diperhitungkan penempatan yang berlawanan. Keseimbangan informal agak sukar untuk dicapai karena obyek-obyek yang tidak sama bentuknya sering dikelompokkan secara dini di sekeliling garis pusat menjadikan tampak kurang seimbang pada kedua sisi muka sehingga hasilnya akan

memperlihatkan sifat

informal. Sebelum menyiapkan bahan-bahan dekorasi,

hendaknya dipelajari terlebih dahulu dengan sehelai kertas berwarna sebagai percobaan dari disain yang akan direncanakan. Penciptaan perabot-perabot baru harus ada kesatuan, yang secara umum sebaiknya mengikuti aturan-aturan yang telah ada karena setiap perubahan di satu tempat pasti akan berakibat pada yang lain dengan mengundang persoalan-persolan baru di tempat lain. Obyek hendaknya diberi latar belakang yang berbeda. Lukisan cat air yang bagus akan tampak hilang, jika sekitarnya banyak terdapat lukisan lain atau lukisan posterposter, sehingga perlu memperhitungkan penempatan arah yang berlawanan.

Dekorasi dinding merupakan cara paling baik untuk dikombinasikan dengan pajangan perlengkapan dekorasi yang monoton, termasuk cermin atau patungpatung metalik. Benda-benda padat atau bingkai yang artistik akan menolong peran lukisan menjadi lebih menonjol dan berdimensi tiga, dan vang lebih meyakinkan lagi bila dekorasi dikombinasi dengan satu set perabot yang sama besar atau lebih besar akan memberi kesan besar pada pandangan. Untuk mendukung penglihatan agar dapat memperluas fungsi dekorasi dengan cara menaikkan tinggi lantai lebih-lebih bila furnitur dalam ruang tersebut kurang memadai mungkin cara ini yang paling tepat. Apabila kita telah yakin bahwa problematika telah bisa diatasi kemudian selesaikanlah salah satu unsur yang dianggap penting pada bagian yang lain, demikian seterusnya. Methode lain dengan jalan perencanaan langsung di tempat yang akan didekorasi dengan jalan membuat percobaan-percobaan maka sampailah pada penentuan salah satu obvek yang paling baik, dan disertai catatan-catatan seperlunya guna menyusun rencana anggaran. Tiap bagian dinding dipelajari, mana tempat-tempat yang masih bisa diperindah agar bisa menyambung dengan bagian-bagian lain yang ada di dalam gedung. Ruang keluarga, dapur, kamar tidur, ruang tamu dan selasar memiliki peluang besar untuk diberi dekorasi terutama pada dinding. Di tempattempat yang sempit

diusahakan agar ada ketstimewaan-keistimewaa n k h u s u s menambah keindahan obyek tanpa merusak alam sekitar.

y a ng

bisa

Keuntungan-keuntungan lain dari pemanfaatan un s ur - u n s u r estetika seperti : keseimbangan, skala, vvarna, proporsi merupakan modal dasar d al am pembuatan dekorasi baik yang konvensionil dan tradisionil, sampai pada post modernism. Sejumlah perlengkapan dekorasi yang akan d i p a k a i merupakan persoalan tersendiri, tergantung dari acara pandang mereka masing-masing, tetapi pada

umumnya penambahan benda baru akan mempengaruhi elemen de k or as i y a n g telah ada sebelumnya. Dengan jalan mengadakan beberapa pilihan tentang cara pendekorasian melalui warna atau tekstur pada tempat yang dominan di dalam r ua ng akan memberi hasil yang sangat mengagumkan.

Ruang-ruang u n t u k beristirahat secara relatif sering terjadi bahwa pengunjung secara otomatis bergerak ke tempat yang bisa memberi suasana t en an g dan tenteram dengan menikmati al am benda dekorasi .

Keleluasaan gerak keamanan dan keselamatan pengunjung merupakan tujuan perancangan disain tetapi disamping itu manusia juga membutuhkan kepuasan batin yang berupa keindahan.

Penggemar benda-benda a n t i k

misalnya,

senang m e n g u m p u l k a n

benda-benda u n t u k d i j a d i k a n sebagai bahan dekorasi d a n bagi mereka yang kebetulan mempunyai m i n a t y a n g sama a k a n i k u t merasa gembira karena telah menemukan obyek yang sama-sama mereka senangi. Bagaimana membawa p an da ng an agar serasi dan

terkesan benar-benar merupakan tantangan yang hanya bisa dicapai melalui usaha penyiapan disain secara terprogram. Menghias permukaan dinding merupakan tindakan pertama dalam menampilkan suatu dekorasi yang t idak terasa bosan di sepan jang j a m a n pada ruang keluarga dibutuhkan meja dan sofa dan begitu pula di ruang makan tetapi cara penempatannya dibuat lain agar dominan di dalam ruang. Bendabenda dekorasi lainnya sangat dibutuhkan guna menunjang kebutuhan kerja yang lain misalnya asbak, jam di sisi tempat tidur, atau lampu. Dekorasi di daerah yang posisinya dominan mudah diatasi tetapi bagaimana dengan dekorasi di tempat yang kurang, penting? maka perlu diusahakan agar tidak terjadi dekorasi yang telah ada mongganggu dekorasi baru atau sebaliknya. Penempatan dari perlengkapan dekorasi di sekitar ruang harus tetap berhati-hati dengan menghindari penempatan pot-pot di sekitar sofa dan lebih ba i k lagi bila diletakkan pot di depan dinding-dinding kosong u n t u k membuat aksentrasi dari daerah sekitar. Dekorasi pada exterior tidak bisa lepas dari kepentingan interior misalnya : lampu di atas kolam atau halaman mempunyai hubungan penglihatan dari dalam ruang. Kita tidak boleh mengorbankan obyek utama guna mendapatkan keuntungan lain yang belum tentu berhasil. Pemakaian tanaman sebagai u n s u r dekorasi a kan menambah keberhasilan seorang disainer dalam menata ruang karena tanaman sebagai unsur dekorasi pelengkap dapat memperlembut suasana y a n g serba keras dan berfungsi sebagai penghubung atau pengikat satu elemen dengan elemen lain.

Penempatan tanaman berpotensi atau dimaksud untuk : a. b. c. d. e. Pengisi ruang yang masih dianggap kosong. Sebagai aksen dekorasi. Berfungsi sebagai pelindung pandangan dan cahaya. Berfungsi untuk penghambat rambatan suara. Sebagai elemen pelunak slruktur bangunan.

Hal lain yang menarik dalam sistem dekorasi adalah u n s u r penggunaan unsur seni tiga dimensi yang juga bisa berguna dan berhasil memberi keuntungan pada kelompok-kelompok dan beberapa kombinasi perambat sehingga dekor tampak lebih semarak dan hidup.

PERABOT DITINJAU DARI SEGI DEKORASI.


Perabot merupakan u n s u r yang u n i k karena perabot i t u sendiri adalah elemen dekorasi yang kehadirannya didalam ruang terbawa oleh fungsi. Dalam meneliti disain perabot, kita harus berprinsip bahwa kita harus memilih perabot apa saja yang kelak d i b u t u h k a n di dalam ru ang tersebut sesuai dengan keseimbangan dan skala ruang.

Kelernahan tanarnan sebagai unsur dekorasi semata-mata terletak pada faktor pemeliharaan karena tanaman mernbutuhkan sinar matahari.Disain perabot d al a m penempatannya m e n u n t u t pertimbangan-pertimbangan dalam segi bentuk, ukuran, tekstur, model, warna dan kualit as bahan.

Seringka li perabot dianggap menyenangkan dan akan menambah keindahan dalam arti kata abstrak oleh karena itu perlu dikombinasikan dengan u ns ur dekorasi dan bahan-bahan ala mi lainn y a seperti tanam-tanaman akan menjadikan suasana tampak lebih menyatu dengan alam sekitar. U k u r a n , pola dan tekstur, apakah sudah sesuai u n t u k mengimbangi b en t u k perabot. Hal tersebut penting guna mempertinggi daya tarik f u r n i t u r i t u sendiri sedang intensitas warna, pola d a n bentuk yang berani akan berfungsi sebagai pe nd uk u ng

dekorasi

yang

mampu

mempengaruhi

suasana

ruang

secara

langsung.

Keseimbangan formal adalah simetris memberi kesan ruang menjadi terang (cerah) hal ini lebih mudah dicapai dari pada keseimbangan informal.

Sebagai contoh, dalam sebuah ruang ditempatkan sofa berwarna gelap di tengah ruang dan di tambah dengan koleksi bantal-bantal yang merupakan pengulangan dari warna-warna taplak. Bentuk sofa persegi yang lengkap dengan p u f f dan bantalan berbentuk segi tiga digabung, akan merupakan gubah an u n i k yang bisa menarik perhatian. Keindahan kombinasi warna sarung bantal yang terbuat dari bahan satin sampai bahan wool pada hakekatnya sama nilainya. Suatu keuntungan lain dari perabot tradisionil pada umumnya dikarenakan memiliki skala yang tepat dan ornamen atau motif-motif menarik. Bila kita menginginkan penggunaan alat-alat elektronik atau elemen lain yangtermasuk modern sebaiknya di gunakan perabot yang non tradisional sobagai dasar pegangan atau dasar patokan dalam proses perancangan. Tingkat formalitas dari suatu ruang mempunyai permasalahan tersendiri misalnya. benda-benda keramik tidak akan terlihat janggal apabila ditempatkan di ruang keluarga atau pada ruang kerja, meskipun benda tersebut tidak berasal dari masa yang sama, tetapi benda tersebut tetap akan tampak formil atau tidak formil tergantung dari kepandaian penyusun perabot yang selalu mencerminkan karakter pribadi seseorang. Secara praktis dipilih sebuah sofa u n t u k ruang keluarga, tetapi dalam rencana selanjutnya tidak akan ada orang lain yang memilih asbak atau lukisan yang bentuknya sama sebagai pelengkapnya. Pemilihan perabot sebagai u n s u r penghias ruang menuntut keseimbangan secara menyeluruh dalam disain. Kita harus berhati-hati dalam memilih dan menempatkan perabot. Seperti halnya senyum akan mempercantik wajah seseorang, begitu pula dengan pemilihan perabot juga kan menambah rumah kita tampak lebih hidup dan menarik bagi mereka yang menatapnya. Apakah kita memiliki benda-benda perabot yang lengkap atau hanya dengan seadanya, maka d a l a m setiap penempatan harus tetap dipikirkan ruangruang mana yang tepat u n t u k mendukung keberadaan benda-benda tersebut.

Dengan penempatan perabot kita bisa mendapatkan proporsi yang cukup baik, lain halnya dengan sebuah lukisan yang besar, maka belum tentu benda tersebut bisa memberi pandangan berbobot karena hiasan dinding hanya merupakan sebagian saja yang bisa memberi sentuhan dramatik dari seluruh tata susunan. Seandainya kita merasa ragu-ragu dalam merencana maka sebaiknya d i b u a t terlebih d a h u l u sketsa dengan skala lalu gambarlah elemen-elemen penting dari ruang, seperti letak pintu, jendela, dan ventilasi kemudian buatlah aksen-aksen p a d a d in d ing ya n g a ka n dipasang hiasan dengan ja lan membuat tempelan-tempelan yang bisa d i u b a h - u b a h sampai mendapatkan letak yang b a i k dari benda-benda tersebut.

Benda-benda pelengkap ditempelkan setelah itu pada tahap berikutnya nya, lampu-lampu, jam dinding atau yang lain penempatannya juga disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya pada sudut meja kita perlukan lampu u n t u k membaca, dip ih a k lain kita letakkan jam dengan memilih tempat yang mudah terlihat, demikian seterusnya, ulangi proses-proses tersebut u ntuk keempat sisi dinding. Penggantungan hiasan-hiasan sedapat m u n g k i n sejajar a t a u s e d ik i t di bawah pandangan mata, tapi ada pula yang harus digantung setinggi t atapan mata sewaktu kita memasuki ruang. Dekorasi merupakan kumpulan dari berbagai u ns u r yang tergabung dalam satu unit yang serasi dengan fungsi sebagai suatu kesatuan yang

harmonis Ragam hias berbagai bangsa bisa k i t a p e l a j a r i u n u t k s e l a n j u t n y a k i t a terapkan u n t u k mendapatkan suasana k h u s u s sesuai b u d a y a bangsa yang bersangkutan.Benda-benda hias tradisional kaya akan ragam, kita kenal ragam hias geometri yang erat hubungannya dongan bentuk pola dasar yang kemudian berkembang menjadi ragam hias yang beraneka d a l a m be n tu k garis-garis patah, lurus ataupun lengkungdan diulang-ulang secara sistematis kesemuanya akan menambah keindahan tata ruang sebagai u n s u r dekorasi yang m a n ta p . Demikian sekilas gambaran tentang peranan u n s u r dekorasi dalam disiplin Disain Interior, dan tentu masih banyak lagi u n s u r - u n s u r lain yang p e rlu k i ta pelajari seperti sistem pencahayaan, pengatur i k l i m ru ang, p e n g u k u r dan pembatas kebisingan suara yang kesemuanya merupakan manifestasi disainer da la m pengabdiannya pada bangsa dan kebudayaan dari s u a t u masa.

MATERIAL L O G A M

PENGETAHUAN MATERIAL DASAR DISAIN INTERIOR


Pengetahuan Material logam.

Awal penggunaan logam oleh orang, ialah ketika orang membuat perhiasan dari emas dan perak tempaan d an k e m u d i a n membuat senjata at au mata bajak dengan menempa tembaga h a l ini dimungkinkan karena logam-logam ini terdapat di a la m d a l a m keadaan murni, sehingga dengan mudah orang dapat menempanya.Pengecoran perunggu dilakukan pertama kali di

zaman Mesopotamia kira - kira 3000 tahun sebelum Masehi, teknik ini kemudian dibawa ke Asia Tengah, I ndi a d a n Cina. Dalam zaman Cina kuno semasa Dinasti Yin, yaitu kira-kira 1.500-1.400 tahun sebelum Masehi, pada masa itu tangki tangki besar yang h al us buatannya d ib ua t dengan jal an pengecoran. Cara pengecoran pada zaman i t u ialah menuangkan secara langsung logam cair vang didapatkan dari b ij i besi dan dituangkan langsung ke dalam cetakan. Saat ini material logam atau sering disebut metal adalah bahan yang banyak dipakai u n t u k kebutuhan kerekayasaan indusri dan sangat menentukan hasil kinerja dari suatu peralatan dan produk yang di ingi nk an. Pada umumnya, penguasaaan dari ilmu material logam (metallurgi) diperlukan untuk mendukung, perencanaan / desain d a n s u a t u peralatan dan konstruksi produk yang dihasilkan, terutama y a n g berkaitan dengan kekuatan / ketangguhannya, karena s u a t u kinerja peralatan dipersyaratkan harus sesuai dengan standard teknis y a n g diminta. Pengertian bahan/material logam yang dipakai did a l a m perencanaan teknik dan produk yang distandarkan biasanya mencakup material logam yang mengandung besi (NON
FERO

) dan logam yang tidak mengandung besi ( non ferro) termasuk

a l lu m in iu m (,AI) , Bronz ( paduan tembaga ), Brass ( paduan kuningan ), seng ( p a d u a n ) dan beberapa jenis logam mu lia . Dengan pesatnya k r i t e r i a bahan dan tuntutan persyaratan teknis, kinerja peralatan dan produk vang distandarkan haruslah dapat dipenuhi maka il mu logam sangat penting untuk dikuasai, tetapi tidak semua peralatan dan produk dapat dipenuhi oleh logam, bahkan banyak dijumpai material yang non logam justru lebih cocok untuk dipakai seperti a l l u m i m u m , tembaga, perunggu, seng, composite, plastik, ceramic dan banyak lagi yang mampu untuk mensubtitusi fungsi logam sebagai material .

Saat

ini

logam

lebih

populer

dipakai

sebagai

material

konstruks i

dan pendukung material u n t u k

kebutuhan

peralatan / perencanaan produk yang sering disebut sebagai engineering material. Peranan material / bahan sebagai raw m a t e r i a l p r o d u k m e m p u n v a i kekhususan pendalaman serta kekhususan tersendiri yang perlu ditelaah.

Di bawah ini akan dijelaskan secara garis besar uraian material logam dan kaitannya dengan non logam yang d i j u m p a i d a l a m pengetahuan bahan yang sering disebut juga sebagai engineering material .

Logam secara u m u m d ikenal sebagai material p e n d u k u n g konstruksi bangunan dalam bentuk baja beton, baja profile sebagai kerangka baja yang mendukung bangunan juga sebagai material pengsupport bangunan seperti atap (sealing), ducting, r ai l tangga, kitchen material, sanitary meterial dan banyak lagi fungsinya sebagai interior bulding. Secara umum dapat dibagi menjadi logam berbasis ferro dan logam non ferro basis. Logam ferro (ferro metals) dikenal sebagai baja dan besi (besi cor) sedangkan logam non ferro (non ferro metal) yaitu logam selain besi dan baja Logam non f e r r o d a p a t dibedakan sebagai : Logam ringan : (allummium, magnesium ) Logam berat / tima h hitam, tembaga ) Logam mulia : ( emas,perak,platina ) Logam radioaktif : uranium, germanium, ra di um Logam titik lebur tinggi, chrom.nickel, cobalt : (timbal

Logam dengan titik lebur rendah, timah, timbal, bism ut Dari penjelasan di atas yang banyak dip aka i sebagai penguat / konstruksi bangunan adalah baja sedangkan di d al am bangunan tersebut, material interior banyak digunakan logam non ferro seperti aluminium, tembaga dan timah

Besi dan baja

Besi tuang adalah campuran besi (Fe) dan karbon ( C ) dengan kadar karbon > 2%. Sedangkan baja t u a n g adalah c ampuran besi karbon dengan kadar karbon < 2%. Dalam rangka memperbaiki sifat ditambahkan
UNSUR-UNSUR

mekanis besi cor maupun baja cor selalu sebagai impurity maupun kesengajaan

lain

perencanaan. Baja yang mendapatkan perlakuan tersebut sering disebut sebagai baja alloy, yang mengarah kesifat-sifat khusus dan u n t u k kepentingan terte ntu. Fe-C DIAGRAM (Diagram keseimbangan Fe-C )

Dalam aplikasinya material apapun yang d i p a k a i / di g u n a k a n ya n g perlu diketahui adalah spesifikasi kekuatannya, s i l a t - s i f a t mekanik dan sifat kimia yang menjadi Catatan khusus d a n material tersebut (acuan standard yang

di pe nu hi ). U n t u k material , khususnya logam yang dipakai a cu a n adalah tensile strength (o,) yangdicapai, saat ini dapat diacu bahwa dengan mengetahui kekerasan dari material logam (angka HB) maka melalui cara mengkonversikan ke dalam tensile strength ( di l i ha t dari tabel standarisasi, standard internasional yang dipakai) dapat d i k e t a h u i secara langsung tensile strength (kekuatan tarik) material tersebut dalam Kg/ cm 2.

Logam non ferro.

Disamping logam banyak raw material lam sebagai produk dan sebagai pelapis dengan persyaratan khusus yang harus d i p e n u h i dikelompokan sebagai composite, ceramic dan rubber ya ng a k a n dijelaskan secara lengkap pada bab - bab tersendiri. Ha k e k a t d a n perencanaan itu sendiri adalah merencanakan peralatan p ro d u k j a d i dengan menggunakan material yang seminim m u n g k i n tetapi K u a t d a l a m fu n g si kerjanya a t a u pemakaiannva serta p rima d a r i segi estetikanya. Bagian peralatan yang u m u m d iju mpa i dan banyak dipakai di lingkungan in du stri bangunan dan i n t e r i o r n y a dapat digolongkan sebagai material dekorative.

Khusus di du nia bangunan dan interior, perancangan yang dilakukan mencakup terhadap segi keindahannya, jenis material standard pelapisan yang d ila k uk an j u m l a h produk yang ditargetkan dan cara produksinya menjadi kriteria yang harus dipenuhi. Karena keterbatasan uraian di k ta t ajar i ni , maka diharapkan pendalaman ilmu penunjang pengetahuan bahan standard teknik melalui Hand book yang tersedia. Logam non ferro yang digunakan dalam interior disain adalah alluminium, tembaga, timah dan seng yang sering disebut logam tunggal mempunyai sifat-sifat tahan karat, l u n a k dan kurang kuat.

Aluminium ( AL )
Aluminium berasal dari bijih aluminium alam, yang dijumpai sebagai tambang bauksit yang mengandung kandungan utama aluminium oksida. Bauksit diolah dalam dapur listrik yang menghasilkan ingot aluminium ( alluminium virgin ingot ). Bila dibandingkan dengan baja maka Al 1/3 berat baja, harganya 6 x > dari harga baja, 1 /2 x kekuatan baja. Tetapi bila alluminium dibuat paduan maka kekuatannya akan dapat melebihi kekuatan baja, aluminium paduan ini mempunyai sebutan high strenght a l u minium. Aluminium alloy ( paduan aluminium) ini mempunyai si fat Mudah dibentuk Tahan gempa ( u n t u k konstruksi rangka untuk pemasangan kaca )

Tahan pengaruh lengkung ,ketahanan ini diperbaiki dengan proses anodisasi.

Dari bentuk ingot alluminium (balok alluminium ) dapat dibuat alluminium paduan (alluminium alloy) berbagi produk alluminium seperti : a. Pipa,dalam bentuk bulat (pipes),berbentuk empat persegi (square pipes ) b. Berbentuk profil, antara lain,bentuk siku,bentuk 1 ,bentuk H, bentuk U ,bentuk C dll c. Berbentuk pelat (sheet) untuk penutup lantai / atap ada dua jenis flat sheet, corugated sheet d. Bentuk lembaran sangat tipis (alluminium foil) ,untuk pelapis penahan panas yang dipasang di bawah genteng. U n t u k jenis ini dalam perdagangan ada dua jenis yaitu Alluminium foil tanpa penguat, hanya satu lapis dan mudah robek. U n t u k jenis ini sebelum dipasang a l l u m i n i u m foil harus dipasang plywood terlebih dahulu. Jenis yang kedua, terdiri dari 3 lapis yang tersusun sebagai berikut, alluminium foil, lembaran plastik busa dan lembaran penguat .

Keuntungan penggunaan aluminium foil jenis 3 lapis : Lebih kuat, tidak mudah robek Tahan panas, memantulkan panas hingga 95 % Pemasangan di atas tidak perlu menggunakan penguat tambahan dari plywood. Jenis ini juga dapat digunakan sebagai : Isolasi panas matahari pada konstruksi, atap bangunan, pabrik, gudang, gedung bertingkat dan bangunan umum Pekerjaan isolasi panas pada jaringan AC, alat pendingin dan pemanas Pekerjaan isolasi pada dinding.

Di dalam perdagangan meter, panjang 1OO meter.

disajikan

dalam bentuk gulungan

dalam

versi

a l l u m i n i u m foil, lebar 1,25 meter, panjang 60 meter d a n alluminium foil lebar 1

Mempunyai daya hantar listrik serta kalor yang baik (nomer 2 setelah perak), tembaga murni dapat ditempa y a i t u d i r u b a h bentuknya dalam keadaan dingin dengan memalu, menggiling a ta u menarik hingga menjadi getas. s i f a t getas mi d a p a t dihilangkan dengan mendinginkan kembali dalam air. Tembaga yang dihasilkan disebut sebagai blister copper dengan kemurnian 99 %, u n t u k keperluan tertentu, bidang kelistrikan dan elektronika perlu dimurnikan lagi menjadi tought pitch cop-per dengan kemurnian 99,5 % atau menjadi electrolytical refined copper dengan kemurnian 99,9 % .

Sifat tembaga sebagai logam tunggal :


Tahan karat Lunak dan kurang kuat Mempunyai data hantar listrik yang baik Tahan terhadap panas Daya hantar listrik yang baik pada tembaga dimanfaatkan di bidang kelistrikan sebagai kabel listrik, alat listrik, penangkal petir. Tembaga juga mempunyai daya hantar panas yang baik dan digunakan u n t u k pembuatan alat pemanas . Sifat yang kurang baik lunak, kurang kuat kondisi ini dapat diperbaiki dengan membuat paduan tembaga (copper alloy ). Paduan tembaga yang banyak dijumpai dan dimanfaatkan adalah kuningan (brass) dan perunggu (bronz).

c. Perunggu ( Bronz )
Perunggu disebut pula sebagai bronz yang dibedakan ked a l a m penggolongan utama ,yaitu : a. Paduan tembaga dengan timah , dengan kadar timah a ntara10 - 20 % b. Paduan tembaga dengan logam lain non timah, i n i dapat dicontohkan sebagai, paduan tembaga dengan a l l u m m i u m , paduan tembaga dengan kuningan, paduan tembaga dengan nikel, paduan tembaga dengan silikon dua

Di bidang interior perunggu tidak banyak d i g u n a k a n bila dibanding dengan kuningan dan perunggu lebih banyak d ig un akan sebagai material engineering.

d. Kuningan ( Brass )

Kuningan disebut juga sebagai loyang, merupakan paduan tembaga dan Zn dengan kadar Zn bisa lebih besar dari 40 %. Penggunaan kuningan (brass ) pada umumnya digunakan untuk : Pipa penyalur air panas dan evapurator pe n d i ng in pada jaringan AC, alat pendingin kodensor dan alat pemanas (pro heater).

Finishing alluminium .

Aluminium tahan karat karena di udara membentuk paduan alluminium oksida hasil reaksi antara O2 di udara dengan permukaan logam alluminnium. Lapisan alluminium ini berisi oksida yang cukup kedap udara dan t i da k dapat tertembus dan in i menghambat terjadinya pengkaratan. Agar alluminium lebih tahan terhadap karat perlu dil akukan finis hing lebih l a nj u t dengan melakukan anodisasi /anodixing. Lapisan oksida alluminium terbentuk secara alami amat tipis ini membuat daya tahan meningkat, lapisan ini dapat dipertebal dengan proses anodisasi. Dengan cara menempatkan alluminium ke dalam l ar ut an elektrolite (larutan yang mudah meneruskan arus listrik) yang kemudian dialiri arus listrik.

Lapisan alluminium oksida yang terbentuk lunak + berpori-pori, karena itu perlu proses sealing (penutupan pori 2) dan membentuk lapisan alluminium oksida yang keras, terjadi proses kristalisasi dan hasil ini disebut sebagai anodixied alluminium. Semua komponen bagian yang telah dianodisasi menjadi tahan terhadap pengaratan.

b. Tembaga (Cu )

Berdasarkan informasi dan data yang ada bahwa I nd o n es ia memiliki potensi tembaga yang cukup besar, yang hingga saat ini baru sebagian kecil saja yang dapat d i m a n f a a t k a n u n t u k menunjang pembangunan. Seperti kita ketahui potensi tembaga yang sudah diekploitasi antara lain TIMIKA Irian Jaya oleh FREE PORT. Para desainer, arsitek memilih logam tembaga dengan alasan ekonomis, sebab perawatannya yang mudah serta alasan estetika lain misalnya dipakai pada permukaan d i n d i n g akan tampak lebih indah, biasanya berbentuk gelombang monogram yang tidak membosankan. Tembaga dalam teknik pada umumnya dipakai dalam bentuk paduan dari logam murninya sendin, selain dari sifat mekanis dan s i f a t kimianya dapat d i a t u r menurut keperluan paduan - paduan tembaga berupa kuningan, perunggu dan lainnya. Tembaga berasal d ar i al am berupa b i j i h b a t u a n tembaga (Cu) dengan kandungan utama tembaga oksida yang kemudian direduksi dalam dapur listrik menjadi tembaga murni . Tembaga adalah logam berwarna merah kekuning - kuningan yang terkenal non magnetis, dengan indentitas sebagai berikut : Berat jenis : 8,93 Titik cair : 1083oC kg/cnV* Berat atom : 63,57 Titik didih : 23IOoC

b. Di bidang bangunan dan interior, d i m a n f a t k a n se rt a digunakan untuk pembuatan : Furniture Kereta dorong untuk sajian makanan Kaki dan alas lemari Dekorasi pada dinding , patung - Pegangan pada tombol pintu rumah dan furniture Aneka barang - barang kerajinan , patung / tempat lilin, lampu hias dll.

Paduan dalam bentuk kuningan kurang tahan terhadap udara lembab dan akan menimbulkan noda biru dan agar lebih tahan harus dilapisi dengan

pernis kuning. Pernis yang digunakan har us bebas terhadap asam /acidfree (copper varnishes ) karena asam akan merusak kuningan .

e. Timah ( Tin )
Timah atau secara awam dikenal sebagai timah patri lebih banyak dipakai sebagai filler metal pada proses soldering (pem.itnan), pelekatan logam induk (parent metal) dongan menggunakan timah yang memanfaatkan panas di mana logam induknya tidak i ku t mencair. Selain i t u timah juga dimanfaatkan sebagai bahan coran dengan kekuatan rendah. Dalam lingkungan disain interior banyak digunakan pu la sebagai pengikat kaca decorative yang dipasang sebagai kaca rumah yang bersifat seni ar ti sti k. Timah ini juga digunakan sebagai bahan campuran u n t u k produk-produk kerajinan dan bahan campuran logam l a i n u n t u k kepentingan anti korosi.

3.1. KOMPOSIT Komposit adalah material yang dibentuk dari d ua alau lebih material dasar
yang mempunyai sifat lebih baik dari material pembentuknya. Menurut keberadaannya komposit a d a d u a macam yaitu komposit alam ( kayu, gigi, tulang) dan komposit buatan (semen beton, fiber reinforce, be metal ). Komposit dapat dinyatakan sebagai hasil manipulasi orde satu atau hasil manipulasi sifat makrokopis material yang dikenal dan mulai dibuat sejak avval tahun 1972. Komposit dibuat/diciptakan karena ingin mendapatkan bahan baru yang mempunyai sifat sebagai,( A + B ) / 2 = X dimana X > ( A + B ) / 2, sifat ini disebut sebagai sifat sinergitik dan dapat dicontohkan sebagai bahan karet + carbon = ban. Sifat yang dicari. dinginkan oleh komposit antara lain : 1. Kekuatan ( strength ) 2. Kekokohan ( stiffness) 3. Tahan korosi ( corrosion resisttance ) 4. Tahan keausan ( wear resistance )

5. Menarik (attractiviness) 6. Masalah berat ( weight) 7. Unsur kelelahan ( ftique life ) 8. Ketahanan temperatur (temperatur depended ) 9. Konduktivitas termal (thermal behavior conductivity ) 10. Isolasi panas (thermal insulation ) 11. Insulasi akustik ( acustic insulation )

Klasifikasi komposite

1. Komposite serat ( fibricus composite), yaitu komposite yang terdiri dari serat dan matrix ( bahan dasar ) yang d i p r o d u k secara fabrikasi, misalnya serat + resin sebagai bahan perekat. Sebagai contoh ialah FRP (fiber reinforce plastik) plastik diperkuat dengan serat dan banyak digunakan. yang sering disebut f i b e r glass. Contoh lainnya adalah PCB ( pulp cement board ) semen yang diperkaya dengan serat pulp dan dicetak dalam lembaran datar atau bergelombang. PCB menggantikan asbes semen board dalam penggunaannya, karena asbes akan terhisap dan merugikan kesehatan dengan menimbulkan gangguan kesehatan pada paru -paru. Beda serat dengan serabut ialah serat itu panjang dan serabutt itu pendek. . Apabila kita tinjau lebih mendalam maka posisi besar kecilnya serat mempunyai kekuatan yang berbeda t e n t u saja posisi kemiringan anyaman serta jaraknya i k u t serta m e n e n t u k a n kekuatannya. Untuk disain serat ini dapat d i d e k a t i dengan perhitungan matematika dan mekanika d a l a m m e n e n t u k a n seratnya . Bila kita amati ikatan baja yang dibentuk dari wishkers (serabut) Fe^ C dan Fe3C butiran mempunyai sifat yang berbeda beda tergantung dari bentuk kristalnya. FesC yang terbentuk dari serabut (wishker) ikatan kristalnya sangat mempengaruhi keuletan baja tersebut. Secara mikro struktur ikatan Fe3C dapat dilihat sbb : macam serat, arah serat dan disain

2. Komposite lapis (laminated composite), yaitu komposite yang terdiri dari lapisan dan matrix, yaitu lapisan yang diperkuat oleh resin sebagai contoh plywood, laminated glass yang sering digunakan sebagai bahan bangunan dan kelengkapannya. Pada umumnya manipulasi makroskopis yang dilakukan yang tahan terhadap korosi, kuat dan tahan terhadap temperatur dan ini dicontohkan oleh bimetal.

Bila logam A dan logam B direkatkan dimana aA > aB maka perekat harus tahan terhadap temperatur, karena bila terjadi panas dan bahan perekat tidak kuat menahan muai, maka muai A > dari muai B sehingga terjadi pembengkokan . 3. Komposit partikel ( particulate composite ), komposit yang terdiri dari partikel dan matrix yaitu butiran (batu, pasir) yang diperkuat dengan semen yang kita jumpai sebagai beton (concrete), senyawa komplek ke dalam senyawa komplek. Dua bahan atau lebih dicampur lalu tidak terjadi interaksi antara permukaannya dan tidak mempunyai sifat sinergetik disebut algomerale ( ad ukan ) tetapi bila mempunyai sifat sinergetik disebut komposile. Contoh lainnya adalah WPC ( wood plastic combination ) yaitu partikel kayu hasil buangan sisa kayu (waste wood ) yang d ii ka t dengan plastik resin dan apabila partikel kayu tersebut diikat dengan resin saja maka particulate komposite ini disebut sebagai particle board ( PB.) yang sering dijumpai sebagai bahan peredam suara atau bahan pelapis dinding.

Baja untuk peluru, partikelnya dibuat speroid agar tahan terhadap puntiran, di sini komposite yang terjadi adalah metal terhadap metal. Keramik dilapiskan pada metal disebut sebagai ciMinol (ceramik metal) dengan tujuan agar tahan terhadap temperature tinggi. Cromium carbid (CrC,) dimasukan ke da la m m a t r i x C> dengan tujuan agar matrial baru tahan terhadap korosi Bila oksida, carbit2 dimasukan ke dalam makaakan membual metal ini sangat kuat untuk terkorosi .Perbedaan antara alloy dan composite : Alloy a. perosesnya lebih sulit b. Mudah diprediksi karena sifat phisiknya c. d. Mudah Sifat susunan sifat mudah

atomnya teratur. mernprediksi mekanisnya koduktivitas listrik panas dipridiksi e.Perlakuan secara termisi sudah dapat diatasi. f. Lebih banyak ditinjau dari segi Composite
A. PROSESNYA LEBIH MUDAH B. LEBIH SULIT, KARENA SUSUNAN ATOMNYA C. HARUS DIUKUR DENGAN TRIAL DAN EROR SIFAT PHISIK DAN

DINAMIKA
D. SAMA E. BARU DAPAT DIATASI TERHADAP SIFAT MEKANIS F. LEBIH BANYAK DITINJAU DARI SEGI EKONOMISNYA.

Tinjauan komposite non enginering dapat dijelaskan sebagai berikut,

Mempunyai si fa t homogen, walaupun komposit te rj ad i karena campuran tetapi terhadap kekuatan luar dapat dianggap homogen. Komposit juga bersifat isotropik artinya arah kekuatan ke segala arah sama besar (komposite partikel), perkecualian hanya terjadi pd komposite jenis lamina maka jenis ini mempunyai sifat anisotropik . Sifat mekanik komposite : 1. Sifat mikromekanik, mempelajari komposite sebagai bahan yang inhomogenis yaitu menelaah interaksi antara filler ( isian ) dengan matrix khususnya kerekatan antara filler dan matrix . 2. Sifat makromekanik, mempelajari s i f a t makro k o m p o s i t sebagai bahan yang homogen yang dapat menerima aksi dari luar . 3.2. PLASTIK Di bidang bangunan interior plastik digunakan terutama u n t u k pekerjaan lantai, pekerjaan dinding dan plafon, pekerjaan saniter dan perlengkapan kamar mandi, pekerjaan atap dan pekerjaan furniture serta produk desain yang lainnya. Plastik termasuk kelompok polimer, yaitu merupakan hasil penggabungan (proses polimerisasi) dari monomernya, sedangkan monomer adalah senyawa k i m i a organik yang mempunyai kemampuan untuk berpolimerisasi dan ini tergantungdari jenis monomer yang akan bergabung. Monomer yang bergabung dapat dibedakan atas beberapa jenis antara lain : a. Mono polimer ,adalah hasil penggabungan monomer sejems, nA polimerisasi ( A ) x n -^ n molekul monomer A bergabung menjadi polimer (A) dengan berat molekul n x berat molekul monomer A . Sebagai contoh, ethilene polyethilene .

prophilene polyprophilene . vcm ( vinyl chloride monomer ) PVC (poly vinyl chloride).

b. Leopimer, yang bergabung bukan monomer sejenis, n A + m B + pC ( ABC ) n + m + p, n molekui monomer A bergabung dengan m molekul monomer B dan p molekul monomer C membentuk polymer (ABC) dengan berat atom ( n+m+p ). Sebagai contoh : Formaldehid + melamin Formaldehid + phenol melamin formaldehid. phenol formaldehide.

Plastik dapat diartikan sebagai material organik sintetik yang dibentuk melalui pemanasan dan dapat dibentuk menjadi bentuk -bentuk tertentu di bawah tekanan. Plastik dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu : 1. Thermoplastic, yaitu plastik yang bahan bakunya dapat diolah kembali dan tidak memiliki bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan.

Sifat - sifat thermoplastik antara lain : Mudah menjadi lunak bila terkena panas dan akan mengeras kembali bila dingin, sifat ini berulang . Dapat didaur ulang lagi atau dengan kata l a i n d ap a t dimanfaatkan lagi . Dapat disampul dengan pemanasan (heat scalable ), dalam praktek dengan melakukan pengelasan plastik( plastu welding), pengerasan plastik . batang plastik A penambah Plastik A Plastik B alat pemanas

Bahan plastik penambah dipanaskan dan meleleh kemudian mengisi rongga yangakan disambung. dapat juga dengan cara memanaskan ujung plasti A dan plastik 15 dan kemudian menekannya . dipanaskan . ditekan A B <- ditekan .

d. Mudah larut dalam pelarut organik seperti bensin, alkohol, terpentine, tineer dan sejenisnya .

2. Thermosetting, yaitu plastik yang hanya dapat diolah sekali saja. Sifat - sifat plastik thermosetting antara lain : Tidak mau melunak bila terkena panas, jadi tahan panas hanya melunak pada waktu pembentukan produk pe r t a m a b i l a kemudian dipanaskan ia tidak dapat melunak lagi Tidak dapat didaur ulang. Tak dapat disambung dengan pemanasan . Tidak larut / sulit larut dalam pelarut organik .

jenis - jenis plastik thermosetting,


Cellulosic Material ini memiliki sifat kekuatan mekanik yang baik dan kemampuan untuk dibentuk menjadi lembaran . Polysyrene Material ini memiliki sifat tahan terhadap air dan banyak bahan kimia, kestabilan, dimensi, dan kemampuan isolasi yang baik . Polythylene Material ini memiliki sifat tahan terhadap air dan sedikit bahan kimia, berkemampuan u n t u k mengisolasi panas, d a n dapat dibentuk dalam berbagai warna . Polypropylene Material ini memiliki sifat kelistrikan yang sangat baik, kekuatan impact dan tesile yang baik dan tahan terhadap panas dan sifa t kimia . Polysulfones Material ini memiliki bentuk fisik vang baik dan tahan terhadap panas. Polymide

Material ini memiliki sifat ketahanan panas yang tinggi, koefisien friksi yang kecil dan sifat kelistrikan yang tinggi . Polycarbonet Material ini memiliki sifat ketahanan kimia yang baik dan memiliki tingkat kekerasan yang baik . A B S (Acrylonitrille Butadiena Styrene) Material ini dapat dibentuk dengan tingkat kekerasan yang tinggi ataupun ketangguhan yang tinggi . Nylon Material ini memiliki sifat keuletan yang tinggi dan tahan a i r . Acrylic Material ini mampu mentransmisikan cahaya dengan sa n ga t mudah dibentuk dan tahan terhadap minyak Vinyl Vinyl dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu : Poly vinyl buty rate yang tahan terhadap minyak, kemampuan lekat yang baik dan stabil terhadap cahaya dan panas . Polyvinyl chloride (PVC) yang tahan terhadap banyak jenis cairan dan tidak mendukung pembakaran . Synthetic Rubber Material ini tahan terhadap suhu yang rendah dan tinggi sebaik melumasi minyak, menetralkan asam dan sinar matahari . baik,

Plastik AMINO antara lain :

a. Urea formaldehide ( UF ). Urea formaldehide ini banyak sekali digunakan sebagai resin pembentuk produk glue sebagai pemuatan plywood dan jenis perekat lain. Apabila perekat tersebut harus tahan terhadap air maka yang digunakan adalah urea melamin formaldehide . b. Melamin formaldehide ( MF )

c.

Phenol formaldehide ( PP ) .

PROSES PEMBENTUKAN PADA PLASTIK


1. Injection Molding dari Thermoplastic Plastic injection machine merupakan mesin yang sering digunakan untuk membentuk material plastik.
Material plastik
1

HjhjiM

Gambar3.1. sketsa plastic injektion machine.


Plastic injection mechine dibagi berdasarkan kekuatan penekanan dies. Kekuatan penekanan dies berada di antara 50 ton sampai 2500 ton dan temperatur ruang pemanasan di antara 120 C sampai 260 C tergantung jenis material plastik. Cara kerja plastic injection adalah: material molding dimasukan dalam hyper dan kemudian masuk ke dalam tungku pemanas silinder, di mana material tersebut lumer/leleh dan diinjeksikan ke dalam cetakan tertutup di bawah tekanan yang ditentukan. Produk akhir menjadi padat di dalam cetakan akibat efek pendinginan dengan silkulasi air melalui saluran pendingin di dalam cetakan. Setelah luas injeksi ditarik mundur, cetakan terbuka dan produk ditolak keluar cetakan. 2. Compression Molding Compression M o l d i n g d i l a k u k a n clengan cara pemasukan sejumlah material pada cetakan metal yang dipanaskan, dan setelah cetakan ditutup, tekanan diberikan dan membentuk material sesuai dengan bentuk cetakan. Material yang digunakan dapat berbentuk bubuk atau tablet. 3. Transfer Molding Pada transfer molding, bubuk thermosetting dimasukan pada tabung terpisah atau ruang penekanan terpisah di bawah tempat cetakan. Material dibentuk

dengan panas dan tekanan kemudian diinjeksi pada mold cavities dengan panas dan mengeras. Waktu pembentukan pada transfer molding umumnya lebih sedikit dibandingkan dengan compression molding akan tetapi kerugian material dalam tabung material, sprue dan runner dan biaya cetakan lebih besar, dibanding clengan compressin molding. 4. Injection Molding dari Thermosetting Material thermosetting dapat dicetak secara injeksi menjadi bentuk dengan ukuran yang terbatas dengan proses yang dikenal sebagai jet molding. Dengan sedikit perubahan, hampir semua plastic-injection molding dapat diubah menjadi jet molding. Pada jet molding, nozzle hams dipanaskan dalam silinder dan menjadi plastik tetapi belum tepolimerisasi. Setelah didorong ke cetakan, nozzle didinginkan agar sisa material tidak terpolimensasi.5. Extruding Material thermoplastic dapat diekstrusikan melalui dies menjadi bentuk bentuk yang sederhana dengan panjang yang tak terbatas. Proses extruding coating umunya digunakan u n t u k menjadi lembaran plastik. 6. Blow molding Blow molding digunakan u n t u k membentuk tabung kosong berdinding tipis dari resin thermoplastic. Silinder dari material plastik yang dikenal sebagai parison diekstrusikan secepat mungkin dan ditempatkan pada cetakan yang terpisah. Setelah cetakan ditutup, akan menekan parison dan produk di b en t u k dengan tekanan angin yang membentuk material sesuai dengan bentuk permukaan dies. melapisi kertas, kain, lembaran logam, mengisolasi kabel dan kawat dan dapat diekstrusikan

7. Pembentukan Film dan Lembaran Metoda dasar untuk membentuk film dan lembaran adalah cal-endering, ekstrusi dan percetakan. Calendering a dala h pembentukan lembaran tipis melalui penekanan material thermoplastic melalui rol. Proses ekstrusi d i g u n a k a n u n t u k membentuk meterial - meterial plypropilene, polythylene, polystyrene dan ABS. Pada film casting meterial dilebur dalam cairan dan dicetak pada polished continous belt atau d r u m besar d a n dijalankan melalui

oven di mana material d i b e n t u k d a n cair terpisah. Pada cell casting, cell yang dibentuk oleh dua lembaran dari kaca mengkilap, dipisahkan oleh ketebalan lembaran yang dikehendaki dan ujung - ujung ditahan u n t uk diisi cairan monomer katalis, di mana cairan ini ditempatkan hingga dibentuk. cell casting digunakan dalam memproduksi lembaran a c r y l i c transparan.

8. Thermoforming

Thermoforming dilakukan pada lembaran thermoplastic dengan pemanasan sehingga lembaran lunak dan kemudian dibentuk menjadi bentuk yang sesuai dengan cetakan melalui tekanan angin maupun dengan tekanan mekanik.Thermoforming memiliki dua teknik pembentukan yaitu :

Teknik pembentukan bebas dengan menggunakan tekanan udara diferensial tanpa menggunakan cetakan. Dan dengan menggunakan tekanan udara yang diberikan kepada cetakan.

Teknik pembuatan vakum snap back. Setelah lembaran yang telah dipanaskan dijepit, ruangan cetak divakumkan yang mengakibatkan lembaran tertarik ke dalam cetakan, kemudian cetakan jantan dipasang pada lembaran terbentuk dan tekanan vakum dikurangi yang mengakibatkan lembaran kembali ke bentuk semula dan dibentuk sesuai bentuk cetakan.

KAYU DAN PLYWOOD

Kayu adalah suatu material alam yang mempunyai karakter sebagai komposit alam yang menjadi komoditi dan menghasilkan devisa Negara. Indonesia merupakan salah satu penghasil kayu terbesar didunia dalam bentuk hutan tropis terbesar didunia dan menjadi andalan, juga sebagai paru-paru dunia. Amatlah naf bila kita sebagai bangsa Indonesia tidak mengenal kayu sebagai resources alam yang sangat menguntungkan. Merupakan kewajiban warga Negara yang berkecimpung didunia pendidikan tinggi untuk mendalami pengetahuan tentang kayu sebagai material yang digunakan sebagai bahan dasar produk, mengetahui pemanfaatan jenis kayu yang ada, menguasai pengolahan kayu serta pelestariannya. Jenis kayu yang ada di Indonesia beraneka ragam yang tumbuh didaerah tropis, dalam kesempatan ini yang kita bicarakan adalah kayu yang tumbuh berkembang didaerah tropis Kayu jenis ini banyak digunakan sebagai material dasar peralatan atau produk bangunan maupun pelengkap interior baik sebagai produk semi maupun produk jadi ( finished Product ). Product kayu ini bisa dijadikan konsumsi local maupun untuk kepentingan eksport sebagai devisa Negara yang menjanjikan

4.1. KAYU TROPIS


Kayu secara umum merupakan material alami yang sampai saat ini menjadi kebutuhan industri, konstruksi y a n g b e l u m d a p a t digantikan oleh material lain. Kayu merupakan bahan bangunan perekayasaan, engineering construction material yang paling luas penggunaanya di Indonesia, dengan jumlah tonasi produk tahunannya melebihi semua bahan-bahan perekayasaan lainnya. termasuk beton dan baja. Disamping penggunaannya, fungsi kayu untuk membangun rumah kediaman, gedung, jembatan dan kelengkapan peralatan interior bangunan serta furniture, kayu juga digunakan untuk memproduksi bahan-bahan campuran seperti kayu lapis, papan halus, particel board dan bahan dasar kertas (bubur kertas / pulp ). Kayu merupakan sebuah bahan campuran alami yang terutama terdiri dari suatu susunan sel-sel selulosa yang tersusun secara rumit, dan diperkuat oleh sebuah bahan primer yang bernama lignin, serta bahan-bahan campuran organis lainnya sesuai dengan jenis kayunya. Pembahasan mengenai kayu yang dilakukan pada bab ini akan diawali dengan terlebih d u l u memperhatikan susunan makro kayu tersebut diikuti dengan suatu pemeriksaan singkat tentang susunan mikro kayu halus / lunak dan kayu keras. Kemudian beberapa sifat yang dimiliki kayu tersebut termasuk kekerasannya, texturenya yang dikaitkan dengan susunan makronya .

Susunan makro kayu.

Kayu adalah sebuah produk alam yang mempunyai susunan yang rumit, oleh karenanya kita tidak dapat mengharapkan, memperoleh suatu produk yang homogen u n t u k keperluan perancangan-perancangan kerekayasaan, karena kekuatan k a y u sangat anisotropis, dengan kekuatan daya j a l u r yang sejajar dengan arah batang pohon yang bersangkutan. Lapisan-lapisan yang terlihat pada potongan melintang pohon dapat dijelaskan sebagai berikut, pertama-tama marilah kita teliti sebuah potongan melintang sebuah pohon yang khas, sebagaimana yang dapat lihat dalam gambar4.1, dimana daerah-

daerah lapisan penting yang terdapat dalam gambar ini, ditandai dengan h u r u f A sampai F.

Gambar .4.1. Penampang melintang potongan pohon Nama dan fungsi masing lapisan tersebut dapat dijelask an sebagai berikut : Lapisan A, lapisan ku li t luar terdiri dari jaringan kering dan mati, berguna sebagai l a p i s a n p e l i n d u n g l u a r p o h o n tersebut. Lapisan B, lapisan kulit dalam masih dalam keadaan basah dan lunak serta bertugas mengangkut makanan dari daun ke semua bagian pohon yang masih mengalami pertumbuhan . Lapisan C, lapisan kambium adalah lapisan yang terletak di antara lapisan k u l i t kay u dan lapisan k a y u n y a sendiri, berfungsi untuk membentuk selsel kulit kayu dan kayu. Lapisan D, kayu muda adalah bagian kayu berwarna muda, merupakan bagian luar batang kayu tersebut. Bagian kayu muda ini mengandung s e j u ml a h sel yang m a s i h l u d u p , berfungsi sebagai penyimpan makanan dan pengangkut a i r / getah tumbuh - tumbuhan dari akar ke daun . Lapisan E, hati kayu adalah wilayah kayu yang terletak lebih dalam dan lebih tua di dalam batang pohon, yaitu bagian kayu yang sudah tidak hidup lagi. Bagian hati ini berwarna lebih gelap dibandingkan warna bagian kayu muda, berfungsi memberi kekuatan kepada batang tersebut. Bagian F, adalah inti kayu yang merupakan jaringan lunak, terdapat di tengahtengah batang pohon, pada sekeliling bagian inilah sesungguhnya pertumbuhan pohon d im u l a i .

Kayu halus/lunak dan Kayu keras .

Pohon diklasifikasikan ke dalam dua buah kelompok utama, yaitu kayu halus /lunak (gymnosperm) dan kayu keras (angiosperm). Dasar botani mengklasifikasikan demikian bila benih pohon yang bersangkutan tersingkap / terbuka (berbiji ganda),maka kayu yang dihasilkan dimasukkan ke dalam kayu halus/lunak, yang secara f is ik pohon ini dijumpai sebagai pohon berdaun jarurn ( needle trees). Yaitu pohon dengan ciri-ciri daunnya runcing dan batang pohonnya lurus tidak bercabang . Sebaliknya bila benih kayu tertutup (berbiji tunggal), maka termasuk jenis kayu keras yang ditandai secara fisik dengan pohon yang mempunyai daun lebar ( brood leave trees ), berdaun biasa, berbatang banyak dan mempunyai banyak cabang yang ditumbuhi daun yang rindang. Demikian pula sejumlah kecil perkecualian yang terjadi dapat diterima dan dapat pula dikatakan bahwa setiap tahun pohon kayu lunak akan tetap mempertahankan daun-daunnya, sementara sebuah pohon kayu keras daun-daunnya akan.berguguran setiap tahun. Pohon-pohon kayu ha lus/l unak kerap kali disebut sebagai pohon-pohon yang berdaun hijau dan pohon kayu keras dikenal sebagai pohon-pohon yang berganti daun. Secara fisik pohon kayu lunak mempunyai fisik halus/lunak dan pohon kayu keras sebaliknya mempunyai fisik kayu keras, tetapi sebagaimana lazimnya di sini juga kita dapatkan sejumlah perkecualian yang ada. Beberapa buah contoh kayu halus/lunak asli Indonesia adalah pohon - pohon pir semacam pohon spruce, semacam pohon cemara dan pohon cadar, sedangkan beberapa contoh pohon kayu keras adalah tectona grandis, sono keling, sungkai, meranti, bengkirai, ramin, ulin, eboni dll.

Cincin-cincin pertumbuhan tahunan .


Pada daerah-daerah beriklim sedang, seperti di I nd on e si a misalnya, maka selama setiap musim pertumbuhan, sebuah lapisan lapisan kayu baru akan di bentuk setiap tahun mengelilingi batang pohon. Lapisan-lapisan yang demikian inilah yang

dinamakan cincin-cincin pertumbuhan tahunan. Cincin-cincin pertumbuhan tahunan yang demikian terutama sekali akan dapat kita lihat dengan jelas pada potongan melintang pohon kayu lunak / ha lu s seperti pada gambar 4.2. Masing-masing cincin mempunyai dua buah sub cincin yaitu kayu dini (musim semi) dan kayu lambat (musim panas). Pada kelompok kayu halus/lunak akan dapat kita saksikan bahwa kayu dini itu mempunyai warna yang lebih muda dan sel-selnya memiliki ukuran yang lebih besar, jika dibandingkan dengan apa yang kita dapatkan pada jenis kayu keras. Gambar 4.2 c i n c i n pertumbuhan tahunan, sebagaimana yang dapat kita saksikan pada pohon kayu halus/lunak. Bagian kayu dini (EW) dan c i n c i n pertumbuhan tahunan tersebut kelihatan berwarna lebih muda jika dibandingkan dengan apa yang kita saksikan pada lapisan kayu lambat (LW)

Gambar 4.2. lingkaran tahun pohon lunak


Sumbu-sumbu simetri kayu penting sekali artinya bagi kita untuk mampu menghubungkan arah yang terdapat pada sebuah pohon dengan susunan mikronya Untuk dapat melakukan itu dengan baik, maka telah dipilih seperangkat sumbu sebagaimana diperlihatkan pada gambar 4.3.

Gambar 4.3. axes in wood Persamaan dan perbedaan mendasar sifat dari material logam dan material kayu.

1. Mechanical properties
Sifat mekanik 1. Kekuatan tariknya 2. Kekerasannya 3. Kelembabannya 4. Kehalusan permukaan 5. Komposisi unsurnya Logam tetap tetap tetap (tidak berubah) halus tetap Kayu tidak tetap tidak tetap tidak tetap (tergantung suhu 0) bervariasi tidak tetap

2. Natural properties
Tampak texrurenya logam warnanya homogen homogen kayu spesifik spesifik

Kelebihan kayu ,sehingga masih banyak digunakan antara lain : Lebih ringan dan cukup kuat bila dibandingkan bahan bangunan lain seperti baja dan beton. Pengerjaannya mudah dan peralatan yang digunakan c u k u p sederhana. Dapat diperoleh dalam ukuran besar dan bila diperoleh ukuran kecil dapat dibuat ukuran besar dengan teknik penyambungan yang sederhana dan cukup kuat. Dapat dilestarikan sepanjang pola tanam dan pola teba ng diserasikan. Mempunyai nilai artistik dan decorative yang tinggi .

Kelemahan kayu antara lain : Mudah terbakar, tetapi dapat dibuat lebih tahan terhadap api, caranya memperlambat sifat terbakarnya dengan melakukan wood fire proofing. Ada kayu yang kurang awet ( gampang lapuk dan mudah dimakan rayap) dapat diperbaiki dengan cara pengeringan kayu dan pemberian bahan kimia wood seasoning atau timber drying dan chemical treatment.

Dalam penggunaannya sering terjadi k et i d ak p u a s a n d ar i pemakaianya karena kayu yang digunakan dalam kondisi basah dan ini banyak terjadi di lingkungan penggunanya. Oleh karenanya sebelum digunakan dianjurkan u n t u k d il a k u k an pengeringan terhadap kayu terlebih dahulu moisten contentnya mendekati 6-10 serta pemberian anti rayap .

Sifat kayu yang penting untuk diperhatikan .

a) Kekerasannya (hardness), dibedakan ke dalam kayu keras ( hard wood ) dan kayu lunak ( soft wood ) tetapi pengelompokan ini kurang tepat, karena ada pohon kayu yang berdaun lebar bersifat lunak contoh: meranti clan mahoni. Adapula kayu dari pohon yang berdaun jarum sifat kayunya keras. contoh : pohon damar. b) Cara pembelahan , sifat ini dibentuk dan di tentukan menuru t serat batang memanjang. Sumbu batang memanjang, umumnya arah seratnya sejajar arah sumbu batang. Bahan kayu yang mudah membelahnya contohnya: kayu jati, kayu ulin, kayu besi dan yang sulit membelahnya antara lain: kayu noni, kayu kesambi dan kayu walikukun. c) Berat jenis ( BJ), berat jenis kayu berkisar antara 0,1 - 1,3, yang teringan adalah kayu balsa dan yang terberat adalah kayu besi. Kayu dapat dibedakan berdasarkan berat jenisnya, y aitu kedalam berat jenis ringan sekali, berat jenis ringan, berat jenis agak ringan, berat jenis agak berat, berat jenis berat, berat jenis berat sekali, d) Kekuatannya, yang terpenting adalah kekuatan tekan dan kekuatan lengkung, sesuai dengan penggunaannya.

Penggolongan kayu dalam perdagangan

Kayu dijual di pasaran dalam bentuk kayu gelondong, jenis kayu gelondong (log wood ) yang dilindungi oleh regulasi negara dengan membatasi perdagangan untuk eksport. Sedangkan untuk perdagangan lokal dipasarkan dalam bentuk papan kayu (sawntimber), square type (reng, usuk, kaso atau ukuran tertentu yang dipesan). Untuk mewujudkan jenis dan ukuran kayu tersebut dilakukan dengan cara membelah batang

kayu (kayu gelondong / log), meggunakan savvmiller ( gergaji pita), hingga menghasilkan papan kayu ( sawntimber ) yang diinginkan. Di bawah ini disajikan bagaimana cara menghasilkan papan kayu dari batangan kayu (kayu gelondong ),dengan cara yang benar agar mendapatkan hasil yang optimal. Keterangan: Comparison of yield, 18-inch diameter log. Veneer and lumber. /4-cut into veneer, leaving 7-inch core. B-cut into veneer, leaving 5-inch core. C-sawn into lumber, quality basis. D-sawn into lumber, quantity basis. Gambar 4.4. Proses penggergajian kayu gelondong yang benar .

Kayu Kelapa.

Kayu jenis ini perlu mendapatkan penjelasan tersendiri mengingat ciri dan karakternya berbeda dengan kayu secara umum serta populasinya cukup banyak terdapat di Indonesia. Tujuan utama dari tanaman kelapa ini adalah untuk dimanfaatkan buahnya, selain dimanfaatkan sebagai buah yang segar juga dimanfaatkan sebagai bahan dasar minyak kelapa dan keperluan yang lain. Kayu kelapa hanya dimanfaatkan bila pohonnya tidak lagi produktif buahnya, dan dimanfatkan sebagai bahan bangunan rumah, jembatan atau dibiarkan mati mengering. Akhir-akhir ini sudah banyak dipakai sebagai bahan dasar furniture, walaupun hanya sebagian kecil saja yang memanfaatkannya. Hal tersebut dikarenakan karena kontinuitas penyediaannya serta karakter kayu kelapa yang sulit pengerjaannya.Tetapi texture dan serabutnya mempunyai karakter tersendiri dan berbeda dengan jenis kayu yang lain, ini sangat menarik bila dipandang dari sisi artistiknya .

4.2. P LY W O O D.

Adalah salah satu jenis produk fabrikasi dari material kayu, yang terbentuk dari beberapa layer lumber dan vineer yang dilem secara bersamaan baik secara pengeleman panas ( hot glueing ) maupun pengeleman dingin (cold glueing) yang sering disebut juga sebagai kayu lapis atau multiplex.

jenis dari plywood sangat banyak sekali ada yang dipakai sebagai bahan dasar pembuatan lemari, piano, kursi tempat tidur dan banyak lagi yang lain, oleh karenanya jumlah layer dan jenis glueing yang digunakan juga amat bervariasi tergantung dari kegunaan dan standard yang dipersyaratkan. Sebagai contoh dapat dijelaskan sebagai berikut :

Playwood with layers separated to show the structural features of the different strata. A-five-ply with lumber core : B-three-ply with veneer core. The laminations when glued rigidly together tend strongly to balance the internal stresses and strains and result in a sturdy sheet of compound wood with a rugged base as a foundation for fragile lace veneers. Gambar 4.5. plywood dengan beberapa strata jumlah l a y e r dapat dicontohkan sebagai plywood kontruksi.

Klasifikasi glue dan adhesive yang sering digunakan da l a m pekerjaan kayu dan plywood antara lain : 1. animal glue 2. vegetable glue

3. casein glue 4. soya bean glue 5. blood albumin 6. syntetic resin, phenolic and urea miscellaneous glue . Masing - masing glue tersebut memiliki sifat i n d i v i d u a l dan karakteristik yang erat kaitannya dengan harga, k e m u n g k i nan mendapatkannya, kecepatan keringnya dan k e m u d a h a n menggunakannya. Dari keenam kelompok lem tersebut di atas jenis sintetic resin dan groupnya yang banyak dijumpai d a n dapat dikembangkan secara massal karena dapat diproduksi secara besar-besaran. Disamping itu karakter glue yang ada biasanya standard kemampuan glue dituntut harus memenuhi persyaratan yang dipersyaratkan, misalnya harus tahan terhadap air ( water proofing ) dan tidak beracun (non tocid ) dan ini hanya dapat diwujudkan oleh kelompok ke enam .

Klasifikasi plywood .

1. Plywood for beauty Plywood for beauty ini sering juga disebut sebagai plywood dekoratif yang

memprioritaskan keindahan penampakannya. Plywood jenis ini layer pertamanya menjadi keutamaan penampakan motif atau t ext ur e d a r i desainer perancangan p r o d u k y a n g direncanakan. Texture dan motif kayu tersebut biasanya terdiri dan lembaran tipisatau veneer kayu yang merupakan layer pertama yang mengutamakan motif dan keindahan. M o t i f yang d i m a k s u d k a n terwujudkan dengan menampakan antara lain texture kayu jati, texture kayu ramin, texture kayu sungkai, texture kayu sono keling, kayu oak d l l . Plywood i n i memang k e u t a m a a n ny a a d a l a h penampakaan keindahan texture dan motif kayu tetapi f a k t o r kekuatan tidaklah diabaikan begitu saja .

2. Plywood for strength .

Plywood

jenis

ini

memprioritaskan

kekuatan

dalam

penggunaannya,

oleh

karenanya cara mewujudkannya tergantung dari jenis kayunya, ketebalan dan jumlah layer, proses serta jenis glue (resin) yang digunakan. Plywood jenis ini juga sering disebut sebagai plywood konstruksi atau plywood teknik yang mengutamakan kekuatan (stiffness). Kebutuhan desain perencanaan tentang kekuatan yang distandarkan adalah kekuatan tekan ( o
(

) dan kekuatan bengkok ( o

) dalam satuan kg / cm 7

y a n g h a r u s diwujudkan oleh plywood for strength ini.

A- circumferential shrinkage. B- radial shrinkage. C- plain-sawn board. D- quarter-swanboard. Gambar 4.7. ilustrasi pembelahan kayu gelondong untuk mendapatkan kekuatan

ROTAN DAN BAMBU

5.1. R O T A N
Rotan atau rattan adalah material alami yang tumbuh di hutan merambat secara Liar dari pohon yang satu ke pohon yang lain dan panjang rambatannya bisa mencapai panjang 300 meter. Rotan diambil dengan cara memotong pangkal rambatan yang dekat tanah dan kemudian menariknya sampai rambatan lepas, kemudian dipotong-potong berdasarkan u k u r a n diameter yang t el a h distandardkan. Rotan dibedakan berdasarkan besar diameternva, yaitu : 1. Rotan besar, yaitu rotan dengan diameter >18 mm dan panjangnya dipotong sepanjang 3 meter. 2. Rotan kecil, yaitu rotan dengan diameter < 18 mm dan panjangnya dipotong sepanjang 6 meter. Dari kedua jenis rotan ini perlu mendapatkan pengolahan lebih lanjut yang sering disebut sebagai pengolahan p r i m e r d a n pengolahan sekunder, kemudian hasil pengolahan t er s ebu t dikerjakan oleh pemahat dan pengrajin sebagai produk jadi (finished product)..

1. Pengolahan primer Dalam proses pengolahan i n i rotan d ik e r i n g k a n s e k a l i g u s diawetkan, dan ini terjadi pada : a. Rotan kecil. Proses pengeringan dan pengawetan ini dilakukan dengan dua cara, diletakan di dalam rak bambu dan kemudian diasap sebagai berikut,

Rak bambu

Asap

Rotan Dengan mengasap rotan akan menjadi kering dan pengawetan terjadi oleh bahan yang terbawa oleh asap. Yang kedua meletakan di rak bambu tersebut d a n menjemurnya di luar dengan memanfaatkan sinar matahari . Pengeringan cara ini adalah secara alami (natural drying), dan proses alami ini memerlukan waku 7-21 hari . b. Rotan besar. Dikeringkan dengan cara merebus / menggoreng batang rotan ke dalam minyak / campuran minyak, dan jenis minyak yang digunakan tergantung dari kebiasaan setempat. Sebagai contoh, minyak solar, minyak solar + minyak tanah, minyak solar + minyak tanah + minyak kelapa. Sewaktu minyak dipanaskan, kandungan belerang akan terbakar dan u n s u r sulphur inilah yang mengawetkan rotan serta membuat warna rotan menjadi lebih muda, setelah itu dilakukan pengeringan secara alami dengan memanfaatkan sinar matahari .

2. Pengolahan sekunder.
Di dalam pengolahan sekunder, rotan besar dan kecil diolah menjadi produk setengah jadi ( half finished product ) yang merupakan bahan baku bagi pengusahaan pembuat product jadi atau produk siap pakai (finished product). Karena itu pengolahan sekunder dilengkapi berbagai peralatan dan mesin yang menghasilkan jenis produk tertentu . Jenis produk a. Mesin pclurus bahan rotan b. Mesin serutscrut/ mesin kelan c. Mesin poles Batang rotan yang telah lurus, diametemya belum seragam dan diameter i n i diserut sehingga diameter jadi seragam (sama besar). Batang rotan yang telah lurus dan diameternya Jenis peralatan / mesin

Batang rotan yang semula belum lurus ditarik oleh mesin ini sehingga rotan i n i m e n j a d i batang yang lurus.

seragam permukaannya dihaluskan dengan cara diamplas atau dapat juga dilakukan secara manual. Yang di maksud dengan manual

dikerjakan dengan tangan, biasanya hal tersebut dilakukan oleh perusahaan kecil. atau dapat pula menggunakan mesin (dengan bantuan pita amplas berjalan), yang biasa dilakukan oleh perusahaan besar . d. Mesin irat Batang rotan dibelah / diirat menghasilkan (mesin pembelah rotan) iratan rotan (sejenis pita) dihasilkan : iratan kulit, iratan at i (pikril)

e. Mesin Trim . Menghasilkan dan menyeragamkan u k u r a n (trimming rotan lebar dan tingginya, dan unluk menyambung ikatan yang pulus f. Mesin anyam rotan machine) ikatan rolan,

Mesin

ini

menganyam

rotan

ir at an

dan

menghasilkan anyaman sederhana

(an ya m an 2 arah, verlikal dan horizontal). Mesin i n i merubah anyaman 2 arah menjadi a n y a m a n bercorak ( anyaman truntun ) at au corak lain tergant ung dengan pola y a n g d i b u a t / direncanakan pada meja anyam.

3. Pengelola/ perusahaan pembuat produk jadi rotan

perusahaan ini merangkai hasil produk setengah jadi dari pengelola sekunder menjadi produk jadi (siap pakai) seperti : furniture produk keperluan sehari - hari seperti keranjang, penutup lantai ( lampit), krey, penyekat ruangan . aneka produk kerajinan seperti kap lampu, hiasan dinding, tempat buah, vas bunga, dll.

Produk utama furniture dari rotan terdiri dari 2 komponen utama yaitu ;

Rangka, komponen pemberi bentuk dasar dan juga sebagai penguat, biasanya digunakan rotan batangan yang berdiamater 1,5 - 5,0 cm yang sering disebut rotan tulang .

Isian, komponen yang mengisi rongga kosong antar rangka, dan isian dapat digunakan Rotan eating / rotan salut, yaitu rotan yang kecil dengan ukuran 2-5 mm, atau anyaman rotan 2 arah / anyaman rotan yang bercorak ( t r u n t u n ) .

2. 2. BAMBU
Bambu (bamboo) adalah jenis ta n a ma n alami ya n g b a n y a k tumbuh dan ditanam di desa-desa serta banyak d i j u m p a i di pegunungan, tumbuh berkelompok ( serumpun ) dan tersebar di seluruh tanah air kita. Bambu (bamboo) jenisnya banyak sekali mulai bambu yang berdiameter kecil 1 - 2 cm sampai dengan y a n g berdiameter > dari 20 cm dengan ketebalan daging yang berbeda pula. Nama dari bambu ditentukan dari jenis dan dan daerah mana bambu tersebut tumbuh, suatu misal bambu apus, bambu pelung, bambu orri bambu kuning dan banyak lagi.

Pada umumnya bambu digunakan sebagai kerajinan, alat d a p u r yang konvensional,alat rumah tangga, atap rumah, dinding pelapis, furniture dan di desa banyak dipakai sebagai material ko nstru ksi (tiang rumah, usuk, reng, pagar bahkan jembatan gantung), Bambu mempunyai karakter yang tersendiri berkulit luar c u k u p keras, berdaging dengan serat searah yang keras p u l a dan panjang pohonnya bisa mencapai 10 meter yang terdiri dari buku-buku sepanjang pohonnya. Sampai saat ini bambu yang masih muda ( rebung ) masih dimanfaatkan sebagai bahan dasar s a y u r dan masakan lainnya.Karena karakternya yang unik maka pengerjaan bambu memerlukan persyaratan tersendiri dan biasanya selalu dikerjakan dengan handmade menggunakan peralatan khusus yang sederhana standard hand tool yang banyak dipakai d a n d i j u a l dipasaraan Kelemahan dari bambu adalah sarat d i m a k a n rayap (termmit ), oleh karenanya sebelum di ker ja ka n selalu h a r u s dipreparasi terlebih dahulu dengan chemical treatment ( bahan kimia ) agar tahan

terhadap rayap. Biasanya f in is hi n g pel a p is ann ya dilakukan dengan memberikan pernis agar natural texturenya dapat tertampakan .

PENGETAHUAN MATERIAL PELAPIS AKHIR FURNITURE DISAIN INTERIOR Bahan Pelapis Akhir dari Jenis Logam Meliputi: 1. Plat besi dan plat besi bermotif. 2. Plat stanless steel; mirror dan hairline 3. Plat alumunium rata dan bermotif 4. Plat tembaga dan kuningan

Bahan pelapis akhir dari jenis non logam, meliputi: 1. Bahan lapisan kayu / veener, seperti: lapisan sungkai, nyatoh, jati, white, oak, red oak, mega sungkai, zebra wood, maple, dan lain-lain.

2. Lapisan HPL ( Hight Plesure Laminated), meliputi: a. Supercone

b. Takon

c. Pelangi

d. Wilson art

e. Bahan Dekorial.

3. Bahan pelapis untuk sofa / dudukan, meliputi: a. Bahan kulit

b. Kulit sintesis (oskar)

c. Bahan jenis kain/ bludru

Anda mungkin juga menyukai