Anda di halaman 1dari 3

BAB 111 ASUHAN KEPERAWATAN 1. Fokus Pengkajian Gangguan Eliminasi Urine dan Alvi Kepala a. Elinasi Alvi 1.

kaji pola BAB 2. .Pada cedera Otak ,kontrol volunteer pada perangsangan atau penghambatan refleks terganggu. Hal ini dapat diketahui dengan cara sfingter Ani dirangsang oleh perawat. Dengan menggunakan jari yang telah memakai Hanscone kemudian jari dimasukkan sedalam 2 ruas. Hal ini dilakukan secara rutin. 3. Ada konstipasi 4. Adanya impaksi 5. Adanya buang air besar tak disengaja atau feses sedikit tapi kontinyu. Diagnosa Keperawatan Gangguan Eliminasi Alvi ; Inkontinensia usus / konstipasi berhubungan dengan gangguan persarafan pada usus dan rectum yang ditandai dengan kehilangan kemampuan untuk mengeluarkan feces secara volunteer, konstipasi, dilatasi gastric dan ileus. b. Eliminasi Urine 1. Kaji output urine secara cermat, ukur haluaran urine. 2. Kaji adanya retensi urine. 3. Kaji adanya inkontinensia urine. Diagnosa Keperawatan Gangguan eliminasi urine; Inkontinensia urine / retensi urine berhubungan dengan gangguan persarafan dalam kandung kemih yang ditandai dengan inkontinensia / aliran berlebihan. pada Pasien Cedera

2. Rencana Tindakan Keperawatan 2. 1. a. Diagnosa ; Gangguan Eliminasi Alvi; Inkontinensia usus / konstipasi berhubungan dengan ganggua persarafan pada usus dan rectum yang ditandai dengan kehilangan kemampuan untuk mengeluarkan feces secara volunteer, konstipasi, dilatasi gastric dan ileus b. Menciptakan kembali kepuasan pola eliminasi usus. c. Intervensi 1. Auskultasi bising usus,catat lokasi dan karakteristiknya. Rasional ; Bising usus mungkin tidak ada selama syok spinal. Hilangmya bising menandakan adanya pararlitik ileus. 2. Observasi adanya distensi abdomen jika bising usus tidak ada atau berkurang. Rasional ; Hilangnya peristaltic ( karena gangguan saraf ) melumpuhkan usus, membuat distensi ileus dan usus. 3. Periksa muntahan atau sekresi gaster ( jika terpasang NGT ) dan feces untuk bekuan darah. Rasional ; Perdarahan gastrointestinal dapat terjadi sebagai respon dari trauma atau sebagai efek samping dari terapi tertentu. 3. Catat frekwensi, karakteristik dan jumlah feces. Rasional ; Mengidentifikasikan derajad gangguan atau disfungsi dan kemungkinan bantuan yang diperlukan. 4. Kenali tanda-tanda / periksa adanya sumbatan, seperti tidak adanya feces yang terbentuk seleme beberapa hari, feces semi cair, kegelisahan, perasaan penuh di perut / abdomen. Rasional ; intervensi dini perlu untuk mengatasi konstipasi secara efektif / feces yang tertahan dan mengurangi resiko terjadinya komplikasi. 5. Lakukan defekasi secara teratur. Rasional ; Kemampuan mengontrol pengeluaran feces penting untuk kemandirian fisik pasien dan penerimaan sosial.

6. Masukkan selang rektal jika diperlukan. Rasional : Mengurangi distensi usus yang meningkatkan respon autonom. 7. Berikan obat pelunak feces seuai indikasi. Rasional : Menstimulasi peristaltic dan pengeluaran feces secara rutin. 2. 2. a. Diagnosa ; Gangguan Eliminasi Urine berhubungan dengan gangguan dalam persarafan kandung kemih yang ditandai dengan distensi kandung kemih, inkontinensia / aliran berlebihan, retensi. b. Kriteria Hasil ; Mempertahankan keseimbangan masukan / haluaran dengan urin jernih, bebas bau. c. Intervensi 1. Kaji pola berkemih; frekwensi, jumlah dan berat jenisnya. Rasional ; mengidentifikasi fungsi kandung kemih (misal, pengosongan kandung kemih, fungsi ginjal dan keseimbagan cairan) 2. Palpasi adanya distensi kandung kemih dan observasi pengeluaran urine. Rasional : Disfungsi kandung kemih bervariasi, ketidakmampuan berhubungan dengan hilangnya kontraksi kandung kemih untuk merelakskan sfingter urinarius. 3. Bersihkan daerah perineum dan jaga agar tetap kering, lakukan perawatan kateter bila perlu. Rasional : menurunkan resiko terjadinya iritasi kulit / kerusakan kulit atau infeksi keatas menuju ginjal. 4. Jangan biarkan kandung kemih penuh. Mulai lakukan kateterisasi secara intermiten jika diperlukan. Rasional : Kateter Folley digunakan selama fase akut untu mencegah retensi urine dan utuk memantau haluaran.