Anda di halaman 1dari 2

Dokumen Artikel Penelitian ini milik penulis/peneliti yang diserahkan sebagian (judul dan Abstrak) hak ciptanya kepada

Universitas Airlangga untuk digunakan referensi dalam penulisan artikel ilmiah.

Tim Peneliti : Dr.Ahmad Yudianto, dr.Sp.F, M.Kes, SH

EFEKTIVITAS TES ASAM FOSFATASE DAN TES ZINK PADA PEMERIKSAAN BERCAK SEMEN MANUSIA SEBAGAI IDENTIFIKASI PRIMER (SebuahPenelitian Observasional Laboratorium)
Abstrak :

AHMAD YUDIANTO Departemen Ilmu Kedokteran Forensik & Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga 2007

ABSTRAK Adanya spermatozoa didalam liang vagina merupakan tanda pasti adanya persetubuhan. Namun kadang-kadang dalam pemeriksaan mikroskopik tersebut tidak menemukan spermatozoa atau dengan hasil ’false negative’. Hal ini banyak factor yang mempengaruhi antara lain tidak adanya ejakulat dalam liang vagina. Selain itu juga factor-faktor oligo/azoospermia, vasektomi, degenerasi dari sperma karena waktu, pengambilan sampel yang salah, penyimpanan yang tidak benar. Sehingga perlu pemeriksaan komponen-komponen ejakulat yang lain yakni enzim asam fosfatase, kholin dan spermin. Baik enzim fosfatase, kholin maupun spermin bila dibandingkan dengan spermatozoa, nilai untuk pembuktian lebih rendah sebab ketiga komponen tersebut kurang spesifik. Namun kadar enzim fosfatase yang terdapat divagina jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan yang berasal dari kelenjar prostate. Dari penelitian ini sebanyak 192 sampel potong kain bercak sperma/semen dilakukan pengetesan pada tes asam fosfatase dan tes zink dengn cara pemeriksaan yakni cara langsung dan tak langsung. Pencucian dilakukan pada cara pertama dilakukan pada hari 1, 7 dan 3 bulan serta tiap-tiapnya dilakukan pengetesan sedangkan cara 2 pencucian dilakukan secara serentak dan pengetesan pada hari 1, 7 dan 3 bulan. Pencucian dengan menggunakan 7 jenis deterjent masing-masing 4 sampel bercak dan pencucian dengan air sebagai control. Hasil penelitian menunjukkan nilai sensivitas sangat rendah (0.186) sedangkan spesifisitas sangat tinggi (100%). Hal ini menunjukkan kedua tes tersebut memiliki nilai spesifisitas tinggi, yakni pada tes asam fosfatase spesifik adanya enzim fosfatase sedangkan tes zink spesifik adanya kandungan zink dalam semen. Enzim phosphohydrolase-fosfatse ini mudah mengalami degradsi karena factor eksternal antara lain suhu/temperature, kelembaban serta bahan –bahan kimiawi. Karena pengaruh kimiawi yakni adanya unsur SDS (Sodium Douducyl Sulfate) yang mempunyai kemampuan memotong –motong enzim. Kelemahan dari tes asam fosfatase karena sifat suatu enzim yang mudah terdegradasi baik parsial maupun total karena factor eksternal yakni suhu, kelembaban, panas serta kimiawi. Adanya deterjent dapat mengakibatkan. Keyword :

Page 1

Dokumen Artikel Penelitian ini milik penulis/peneliti yang diserahkan sebagian (judul dan Abstrak) hak ciptanya kepada Universitas Airlangga untuk digunakan referensi dalam penulisan artikel ilmiah.

Tim Peneliti : Dr.Ahmad Yudianto, dr.Sp.F, M.Kes, SH

Efektivitas, tes asam fosfatase & tes zink, identifikasi, bercak semen

Page 2