Anda di halaman 1dari 23

TUGAS KELOMPOK ZOOLOGI AVERTEBRATA FILUM ECHINODERMATA DISUSUN OLEH NAMA : NURKHOLIS PAULUS SARLAN JULIMINDONI KELAS : C7

SEMESTER : IV PRODI : PENDIDIKAN BIOLOGI

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PERSADA KHATULISTIWA SINTANG TAHUN AJARAN 2012/2013

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas karunia-Nya lah kami dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Zoologi Avertebrata tentang Filum Echinodermata. Walaupun dalam menyelesaikan makalah ini kami banyak menemui kendala-kendala, namun karena-Nyalah makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah Zoologi Avertebrata, karena atas bimbingannyalah tugas ini dapat kami selesaikan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang selalu memotivasi kami dalam mengerjakan makalah ini hingga selesai. Makalah ini tentunya masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kami selaku penyusun mengharapkan saran dan kritiknya apabila di dalam makalah ini ada kesalahankesalahan. Atas perhatianya penyusun ucapkan terima kasih.

Penyusun

Sintang, Mei 2013

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................. DAFTAR ISI ............................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................... A. Latar Belakang ............................................................................................. B. Rumusan Masalah ....................................................................................... C. Tujuan Penulisan.......................................................................................... BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................. A. Ciri-ciri Umum ........................................................................................... B. Aatomi ........................................................................................................ C. Fisiologi ..................................................................................................... D. Habitat ........................................................................................................ E. Klasifikasi .................................................................................................. BAB III PENUTUP ..................................................................................................... A. Kesimpulan .................................................................................................. B. Kritik dan Saran ........................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................

i ii 1 1 1 1 3 3 4 7 11 11 19 19 19 20

ii

BAB I PENDAHULUAAN A. Latar Belakang Echinonermata adalah binatang berkulit duri yang hidup di wilayah laut dengan jumlah lengan lima buah bersimetris tubuh simetris radial. Beberapa organ tubuh echinodermata sudah berkembang dengan baik. Misalnya teripang atau ketimun laut, bulu babi, bintang ular, dolar pasir, bintang laut, lilia laut. Hewan Echinodermata adalah komponen komunitas bentik di lamun yang lebih menarik dan lebih memiliki nilai ekonomi. Lima kelas echinodermata ditemukan pada ekosistem lamun di Indonesia. B. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah: a. Apa saja ciri-ciri umum Echinodermata? b. Bagaimana anatomi dari Echinodermata? c. Bagaimana fisiologi dari Echinodermata? d. Di mana habitat Echinodermata? e. Ada berapa kelompokah klasifikasi filum Echinodermata? C. Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar mahasiswa dapat:

a. Menyebutkan ciri-ciri umum Echinodermata? b. Menjelaskan anatomi dari Echinodermata? c. Menjelaskan fisiologi dari Echinodermata? d. Mengetahui habitat Echinodermata? e. Menjelaskan klasifikasi filum Echinodermata?

BAB II PEMBAHASAN Echinodermata berasal dari kata Yunani: Echinos = duri, derma = kuli; berarti hewan yang kulitnya berduri. Kelompok hewan ini meliputi: Bintang Laut (Kelas Asteroidea), Bintang Ular (Kelas Ophiuroidea), Landak Laut (Kelas Echinoidea), Lilia Laut (Kelas Crinoidea), dan Mentimun Laut atau tripang (Kelas Holothuroidea), disamping beberapa Kelas yang telah punah. Hampir semua bersifat simetri radial ketika dewasa, dan pada umumnya mempinyai kerangka dalam bersifat kapur dengan spina-spina. Nama Echinodermata dimunculkan pertama kali oleh Jacob Klein pada tahun 1734. Echonodermata merupakan hewan laut yang hidup di pantai, tetapi kebanyakan di dasar laut. Echinodermata, penyebarannya sangat luas dan filum ini terdiri atas 5.300 spesies dan sejumlah besar berupa fosil. Filum Echinordemata dibagi menjadi dua subFilum yaitu Pelmatozoa dan Eleutherozoa. A. Ciri-ciri Umum Tubuh umumnya radial simetri, hampir selalu pentamerous. Tubuhnya tripoblastis, coelomata dengan permukaan oral dan aboral yang jelas: tanpa kepala dan tidak bersegmen. Ukuran tubuhnya sedang sampai besar tetapi tidak ada yanh mikroskopis. Bentuk tubuh bundar sampai silindris atau bentuk bintang dengan tangan seederhana yang tersebar dari diskus sentral atau tangan-tnagan bercabang-cabang seperti bulu muncul dari tubuh sentral. Permukaan tubuh agak halus, tertutup oleh 5 ruangan secaraa simetri memancar berupa alur berlekuk yang disebut ambulacra

diselingi 5 inter-radii atau inter-ambulacra. Dindidng tubuh tersusun atas epidermis di sebelah luar, dermis di tengah dan disebelah dalam adalah peritoneum. B. Aatomi Untuk mempelajari hewan Echinodermata, diambil contoh bintang laut(Asterias). Tubuh hewan ini berbentuk bintang, terdiri atas satu diskus sentralis dan lima radii. Dataran yang biasanya di sebelah bawah di mana terdapat mulut atau actinostoma disebut dataran oral, sedangkan di sebelah atas disebut aboral. Skeleton terdiri atas lamina (ossikula) yang tersusun rapat. Lamina terletak di antara dua lapisan jaringan pengikat di dalam didinding tubuh. Di antara ossikula terdapat serabut-serabut otot, dan pori-pori yang disebut pori dermal. Pada beberapa genus, jumlah lengan mungkin lebih dari lima, sebagai contoh terdapat 7-14 lengan pada Solaster dan lebih dari 40 lengan pada Heliaster. Ukurannya berfariasi dari diameter 10-20 cm, namun beberapa ada yang lebih pendek atau lebih panjang. 1. Permukaan Oral Sisi tubuh yang menghadap subtrat terdiri atas mulut atau lubang oral, datar dan berwarna orange gelap sampai keunguan, disebut permukaan oral atau actinal. Pada permukaan oral terdapat bentukan-bentukan berikut: a) Mulut: pada permukaan oral, di tengah dari diskus sentral yang pentagonal adalah berupa lubang yang disebut actinosome atau mulut.

b) Celah ambulakral: dari masing-masing sudut mulut memancar sebuah alur sempit disebut celah ambulakral yang berjalan sepanjang tengah-tengah dari permukaan oral dari masing-masing lengan. c) Kaki tabung atau podia: masing-masing celah ambulakral terdiri dari atas 4baris kaki tabung ayau podia yang berfungsi untuk pergerakan, penangkapan makanan, organorgan respirasi dan sensori. d) Duri-duri ambulakral: masing-masing celah ambulakral dilindungi oleh 2 atau 3 baris duri ambulakral di bagian lateralnya yang dapat digerakan dan dapat menutup celah. e) Organ-organ sensoris: organ-organ sensoris termasuk lima tentakel terminal yang tidak berpasangan dan lima bintik mata yang tidak berpasangan. Ujung dari masingmasing lengan menunjang satu median kecil, non-retractile, disebut tentakel terminal; berfungsi sebagai organ tactile dan olfactori.

Gambar 2.1 Permukaan Oral dan Aboral 2. Permukaan Aboral

Sisi tubuh yang menghadap ke atas adalah cembung dan berwarna orange terang sampai keungu-unguan disebut permukaan aboral atau abactinal. Pada permukaan aboral terdapat bentukan-bentukan berikut: a) Anus: suatu lubang kecil disebut anaus, terletak di dekat pusat diskus sentral dari permukaan aboral. b) Madreporit: pada permukan abaral dari diskkus sentral, datar, sub-circular, lempengan asimetris dan beralur disebut lempengan madreporit atau madreporit terletak di antara dua dua dari lima lengan. Permukaan madreporit ditandai oleh sejumlah alur menjari, sempit, beerombak, ramping atau lurus dengan lubang-lubang padanya. c) Duri-duri: seluruh permukaan aboral ditutupi oleh sejumlah duri-duri atau tubercle kalkareus yang pendek, keras, tumpul. Duri-duri berfariasi dalam ukuran dan tersusun dalam barisan yang tidak teratur berjalan paralel sampai sepanjang sumbu dari lengan-lengan. d) Papulae atau insang: antara ossicle dari integument ada sejumlah lubang-lubang dermal yang kecil. Melalui masing-masing lubang dermal menyembulo suatu sangat kecil, halus, berbentuk tabung atau kerucut, seperti jari atau seperti benang, berdinding tipis bersifat memberan dan bersifat retractile disebut branchia dermaatau insang atau papula. Papula merupakan pelekukan dari dinding tubuh, dibatasi oleh epithelium coelomic berfungsi respiratori dan eksretori. e) Pedicellaria: disamping duri-duri dan insang-insang seluruh permukan aboral ditutupi oleh rahang-rahang atau supit-supit kecil seperti duri berwarna keputihan

disebut pedicellaria. Masing-masing pedacellaria terdiri ataas bentukan panjang atau pendek, kuat, tangkai fleksibel tidak ditunjang oleh kalkareus internal. Tangkai mempunyai tiga ossicle kalkareus atau lempeng-lempeng kalkareus. C. Fisiologi 1. Sistem Ambulakral Sistem ambulakral terdiri atas: canalis circumoralis, canalis radialis, canalis madreporicus, ampulla dan podia. Canalis circumoralis ialah pipa yang melingkari mulut, disebelah permukaan oral dari skeleton. Canalis circumoralis mempercabangkan lima canalis radialis. Tiap canalis radialis pada ujung radius bagian oral berakhir sebagai tentakel. Melalui tiap porus ambulacralis berjalan suatu pipa yang menghubungkan suatu kantong yang disebut ampula. Di dalam dinding ampulla terdapat serabut-serabut otot melingkar.

Gambar 2.2 Sistem Ambulakral 2. Sistem Respirasi

Organ respirasi pada Asterias adalah insang, atau papula dan kaki tabung. Papula merupakan organ respirasi yang utama. Mereka adalah sederhana, kontraktil, transparan, hasil pertumbuhan dari didnding tubuh pada permukaan aboral mempunyai epithelium bersilia pada permukaan sebelah luar dan sebelah dalamnya. 3. Sistem Pencernaan Makanan Saluran pencernaan dimulai dari mulut yang berbentuk pentagonal yang disebut actinosstoma. Saluran pencernaan terdiri atas peristoma,esofagus, ventrikulus, intestinum, dan berakhir pada anus. 4. Sistem Sirkulasi Pada Asterias tidak ada sistem sirkulasi yang sebenarnya, sistem sirkulasinya terdiri atas sistem perihelmalis dan sistem hemalis. Sistem perihelmalis terdiri atas: sinus perihelmalis circumoralis, sinus perihelmalis radialis, sinus axialis, dan sinus perihelmalis aboralis. Sistem hemalis tersusun atas jaringan pengikat gelatinosa yang berongga-rongga dengan banyak leukosit. Siste hemalis terdiri atas: sistem lacunare circumoralis, funiculus radialis,, organ axialis, rachis genitalis serta cabang-cabangnya. 5. Sistem Sirkulasi Asterias tidak memiliki organ-organ ekskresi khusus. Sisa ekskresi metabolik yang mengandung nitrogen biasanya berisi senyawa amonium. Sampah-sam pah tersebut akan diambil oleh amoebocyte dan dibuang melalui dermal branchia.

6.

Sistem Saraf a) Sistem Saraf Oral Sistem saraf oral mempunyai bagian-bagian: 1) Cincin saraf: cincin saraf berbentuk segi lima circumaral, yakni terdapat di sekitar mulut di dalam membran peristomial. 2) Saraf radial: cincin saraf mengeluarkan 5 saraf radial, masing-masing menuju sepanjang lengan di dasar alur ambulakral 3) Saraf subepideermal kompleks: suatu jaringan luas daari sel saraf dan serabut-serabut saraf, tertanam di dalam epidermis di atas permukaan tubuh, termasuk insang dan pedikelaria. b) Sistem Saraf Dalam atau Hyponeural Sistem saraf hyponeural terjadi di dalam bentuk lapisan saraf di bagian lateral dari dinding oral dari hyponeural, berada di dalam epithelium coelomic. Lapisan saraf ini disebut saraf Lange. Lapisan tersebut dipisahkan daari bagian lateral dari saraf radial hanya oleh satu lapis tipis dari jaringan dermal connective. c) Sistem Saraf Aboral Sistem saraf ini berada di bagian luar dari peritoneum parietal pada sisi aboral, terdiri atas sebuah cincin saraf diskus sentral dan sebuah saraf pada masing-masing lengan.

d) Sistem Saraf Visceral Sistem saraf visceral terdapat di dinding usus, sebelah luar epithelium usus Sistem ini menginnervasi otot saluran pencernaan makanan dan dihubungkan dengan reseptor visceral. 7. Organ Sensorik Asterias mempunyai beberapa organ sensorik primitif sebagai berikut: a) Mata Mata adalah organ sensorik yang paling signifikan pada Asterias. Mata sederhana, berpigmen dan terdapat di dasar tentakel terminal. Pada permukaan oral, pada dasar masing-masing tentakel terminal terdapat bantalan optic, tersusun dari epidermis tebal dengan beberapa fotoreseptor atau mangkok ocelli berpigmen. Ocelli adalah organ penerima cahaya yang dapat mendeteksi perubahan intensitas cahaya. b) Tentakel terminal Tentakel terminal mempunyai sel-sel sensorik yang tactile dan juga sensitif terhadap makanan dan rangsanga kimiawi yang lain. c) Sel-sel Neusensori Sel-sel neusensori berupa sel-sel ramping denga bentuk gelendong berisi nukleus, utamanya terdapat pada bagian pengisap dari podia, pada bagian dasar spina, pedikelaria.

10

8.

Sistem Reproduksi Kebanyakan spesies dari Asterias adalah dioecious yaitu seks terpisah kecuali beberapa sepesies seperti Asterias rubeus yang hemafrodit. Tidak ada tanda dimorfisme seksual, tetapi selama musim perkembangbiakan, mungkin terjadi perbedaan warna antara keduanya. Organ-organ reproduksi dari Asterias adalah tipe primitif dan tidak ada organ-organ kopulasi, kelenjar asesori, reseptakel untuk penyedian ovum dan resrvoir untuk penyediaan sperma matang. Hanya ada gonad-gonad yang bertindak sebagai organ-organ reproduktif. a) Fertilisasi Kebanyakan spesies dari Asterias mengalami satu musim perkembangbiakan dalam satu tahun dan fertilisasi pada Asterias terjadi secara eksternal.

D.

Habitat Asterias adalah hewan laut, tinggal di dasar atau benthonic, mendiami bervariasi tipe dasar, umumnya di zonz littoral di mana mereka bergerak merayap atau mungkin diam sekalli waktu. Kebanyakan dari mereka adalah nokturnal, sisanya di siang hari dan menjadi aktif di malam hari.

E.

Klasifikasi Filum echinodermata dibagi menjadi 2 subFilum yaitu Pelmatozoa dan Eleutherozoa. 1. SubFilum Pelmatozoa

11

Sebagian besar anggota subFilum ini sudah punah. Tubuh mengiatkan diri pada subtrat dengan permukaan aboral atau dengan sebuah tangkai aboral. Sistem saraf utamanya di bagian aboral. Pelmatozoa hanya mempunyai satu kelas yang masih hidup yaitu kelas Crinoidea a) Kelas Crinoidea Angota dari kelas ini tidak bertangkai dan bergerak bebas, tubuh terdiri dari mangkuk aboral, disebbut calyx dan penutup oral atau atap, disebut tegmen dan struktur kuat bercabang lima atau kelipatannya. Larvanya disebut doliolaria. Kelas ini hanya mempunyai satu ordo yaitu Articulata. Ordo Articulata Ordo ini meliputi Crinoidea yang sudah punah dan yang masih hidup. Calyx bersifat pentamerous, fleksibel, lentur menyatu pada ossikula tangantangan yang lebih bawah. Tegmen kaasar berisi partikel kalkareus atau lempeng-lempeng kecil. Mulut dan lekuk ambulakral tampak jelas. Contoh: Metacrinus, Antedon.

12

Gambar 2.3 Antedon 2. SubFilum Eleutherozoa


Kebanyakan dari subFilum ini masih hidup. Batang atau tangkai tidak ada, biasanya hidup bebas. Struktur tubuh biasanya pentamerous. Permukaan oral terdapat mulut yang letaknya pada salah satu sisi. Anus biasanya pada permukaan aboral. SubFilum ini meliputi 4 kelas.

a) Kelas Holothuroidea Tubuhnya simetri bilateral, biasanya memanjang atau mulut terletak pada satu ujung dan anus terletak pada ujung yang lain. Endoskeleton tereduksi berupa spikula berukuran mikroskopis. Podia biasanya ada dan berfungsi untuk pergerakan. Saluran pencernaan panjang dan berliku-liku. Ordo Aspidochirota Memiliki beberapa podia, mulut dikelilingi 10-30 tentakel, kebanyakan 20 tentakel mulut yang bercabang-cabang. Contoh: Holothuria

Gambar 2.4 Holothuria tubulosa Ordo Elasipoda 13

Banyak podia, mulut biasanya di bagian ventral dan dikelilingi oleh 10-20 tentakel yang bercabang-cabang. Contoh: Deima, Benthodytes. Ordo Dendrochirota Podia banyak, tentakel oral dendritic, terdapat retraktor oral. Contoh: Cucumaria.

Gambar 2.5 Cucumaria Ordo Malpadonia Podia tidak ada keuali sebagai papilla anal. Tentakel oral berbentuk jari, tidak memiliki retraktor oral. Contoh: Molpadia. Ordo Apoda Tubuh berbentuk cacing, mempunyai permukaan halus atau berkutil, podia tidak ada. Tentakel oral 10-20 buah, sederhana, bertipe digitate atau pinnatate. Contoh: Synapta, Chiridota. b) Kelas Echinoidea

14

Tubuh berbentuk bola, seperti mangkuk, oval atau berbentuk jantung, tertutup oleh cangkang endoskeleton dari lempenga kalkareus, tertutup oleh spina yang dapat digerakan. Podia keluar dari lubang-lubang dari lempeng-lempeng ambulakral dan berfungsi untuk pergerakan, mulut terletak di pusat permukaan oral Subkelas Regularia Tubuh membulat, biasanya sirkuler dan seringkali berbentuk oval, simetrinya pentamerous denga dua baris lempengan inter-ambulakral. Mulut di tengah berlokasi di permukaan oral dan anus bersifat sentral terdapat di kutub aboral. Ordo Lepidocentroidea Kerangka fleksibel dengan lempeng-lempeng terpisah atau tumpang tindih. Contoh: Phormosoma, Sperosoma. Ordo Cidaroidea Kerangka kaku dan membulat, ada dua baris lempengan-lempenga panjang dan dua baris lempeng inter-ambulakral. Contoh: Cidaris, Notocidaris. Ordo Aulodonta Kerangkanya simetri dan membulat, tersusun atas dua baris masing-masing di dalam satu lempeng ambulakral dan inter-ambulakral. Contoh: Diodema. Ordo Camarodonta

15

Kerangkanya kaku dan agak oval, epiphyses dari lentera meluas dan bertemu di atas pyramid. Contoh: Strongylocentrotus.

Gambar 2.6 Strongylocentrotus Subkelas Irregularia Kerangka kebanyakan datar oval sampai sirkuler, simetrinya bilateral pada saat larfa, mulut terdapat di tengah permukaan oral. Anus terletak lebih posterior umumnya marginal pada permukaan oral atau aboral, podia tidak untuk pergerakan. Ordo Clypeastroidea Berbentuk datar, oval, atau membulat ditutup dengan duri-duri kecil, mulut dan sistem apikal biasanya dalam posisi memusat dan oral. Daerah ambulakral aboral adalah petaloid, tidak ada insang. Contoh: Laganum. Ordo Spatangoida Berbentuk oval atau bentuk jantung, tidak memiliki lentera Aristotle, Contoh: Sparangus. c) Kelas Asteroidea

16

Tubuhnya pipih, pentagonal, permukaan aral dan aboral terlihat jelas, permukaan oral menghadap kebawah dan aboral menghadap ke atas. Mulut bertempat dibagian sentral dari permukaan oral dikelilingi oleh peristoma yang bersifat memberan. Anusnya kecil dan berlokasi di permukaan aboral.. Endoskeleton fleksibel, terbentuk dari ossikula yang terpisah. Ordo Phanerozonia Lengan-lengan dilengkapi dengan dua baris lempeng-lempeng marginal yang mencolok, lempeng oral adalah inframarginal dan lempeng aboral adalah supramarginal. Podia tersusun dalam dua baris. Contoh: Luidia. Ordo Spinulosa Lengan-lengan umumnya tanpa lempeng marginal yang mencolok. Skeleton aboral adalah imbricated atau reticulated dengan duri tunggal atau kelompok duri. Podia dilengkapi dengan pengisap. Contoh: Aesterina. Ordo Forcipulata Lempeng marginal tidak mencolok, skeleton aboral kebanyakan reeticulated dengan duri-duri yang mencolok, pedikelaria bertipe pendunkulata. Podia tersusun dalam 4 baris dan dilengkapi alat pengisap. Contoh: Asterias.

17

Gambar 2.7 Asterias d) Kelas Opiuroidea Tubuhnya pipih dengan diskus sentral bersegi lima bulat, permukaan oral dan aboral tampak jelas. Lengannya biasanya lima, ramping, halus ataupun berduri. Tidak memiliki lekuk ambulakral, tidak punya anus dan intestine, madreporit terdapat pada permukaan oral. Ordo Ophiurae Lengan-lengan sederhana, kebanyakan berjumlah lima, ossikula lengan bersendi denga lubang dan tonjolan, madreporitnya tunggal. Contoh: Ophiothrix. Ordo Euryalae Lengan-lengan sederhana atau bercabang, panjang dan fleksibel, mampu membelit sekeliling benda dan menggulungnya. Diskus dan lengan tanpa perisai atau kurang berkembang. Contoh: Astroporpa.

18

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Echinodermata berasal dari kata Yunani: Echinos = duri, derma = kuli; berarti hewan yang kulitnya berduri. Kelompok hewan ini dibagi menjadi dua subfilum yaitu Pelmatozoa dan Eleutherozoa meliputi: Bintang Laut (Kelas Asteroidea), Bintang Ular (Kelas Ophiuroidea), Landak Laut (Kelas Echinoidea), Lilia Laut (Kelas Crinoidea), dan Mentimun Laut atau tripang (Kelas Holothuroidea), disamping beberapa Kelas yang telah punah. B. Kritik dan Saran Tiada kesempurnaan di dunia ini, kami sangat mengharapkan kritik maupun saran dari makalah ini tujuannya hanyalah demi kesempurnaan. Dan semoga makalah yang telah kamisusun bermanfaat bagi kita semua, Amin.

19

DAFTAR PUSTAKA Kastawi, Yusuf, dkk. 2005. Zoologi Avebrata. Malang: Penerbit Universitas Malang. http://www.google.com

20