Anda di halaman 1dari 18

JANGAN REMEHKAN MILITER REPUBLIK INDONESIA

(Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan)

OLEH

NAMA : ROCHEHAT PARDEDE NPM : 16211426

KELAS : 2EA27

JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA 2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan karunianya, penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah yang berjudul Jangan Remehkan Militer Republik Indonesia ini, ditulis untuk memenuhi salah satu Tugas Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Setiap Negara wajib untuk memiliki Kesatuan Militer untuk menjaga dan mempertahankan negaranya. Dalam hal ini Indonesia juga tentunya memiliki Angkatan Militer. Namun banyak orang menganggap remeh terhadap angkatan Militer Republik Indonesia. Mungkin mereka beralasan pada pendapat bahwa Indonesia hanya mampu untuk membeli peralatan tempurnya. Namun jangan salah, siapa bilang Indonesia hanya mampu untuk membeli Peralatan Tempurnya. Indonesia sudah mulai merancang sendiri peralatan tempurnya sejak belasan tahun yang lalu meskipun senjata rancangannya masih kalah dengan buatan Negara Lain dan Indonesia masih banyak mengimpor peralatan tempurnya khususnya dari Jerman dan Amerika Serikat. Namun kini kebutuhan impor tersebut sudah berkurang. Indonesia sudah mampu merancang pesawat tempur sejak tahun 2010. Bahkan kini Peralatan Tempur Indonesia sudah ada yang dijual ke Negara lain. Misalnya adalah Panser Anoa dan Fast Patrol Boat. Jadi sekarang kita tidak boleh minder atau takut dengan negara lain, buktinya lembaga Survey Internasional Juga (GFP)mengakui kekuatan militer Negara kita dan sabagai perbandingan adalah Indonesia mempunyai kekuatan militer terbesar di ASEAN, bahkan Negara sekelas Australia sendiri berada di bawah Indonesia dalam hal ranking Militer. Penulis menyadari makalah ini masih belum sempurna. Untuk itu penulis berharap para pembaca dapat memaklumi segala kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam makalah ini, baik dalam bentuk penulisan, pengejaan, dan diksi yang kurang tepat. Penulis juga sangat mengharapkan kritik dan saran yang positif dan membangun untuk perbaikan selanjutnya. Demikianlah makalah ini dapat disajikan oleh penulis semoga bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih.

Penulis,

Rochehat Pardede

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I : PENDAHULUAN 1 1 1 1. Latar Belakang 2. Rumusan Masalah... 3. Tujuan Penulisan i ii

BAB II

RUMUSAN MASALAH 2

1. Peningkatan Militer Republik Indonesia .. 2. Peralatan Militer Buatan Indonesia yang Digunakan oleh Negara Lain . 1. Kepala roket 'Smoke Warhead' (diekspor ke Cile). 2. Pesawat CN 235-MPA (diekspor ke Korsel).... 3. Fast Patrol Boat (diekspor ke Timor Leste). 4. Peluru buatan PT. PINDAD (diminati Singapura hingga AS)... 5. Panser Anoa (diekspor ke Oman dan Malaysia... 6. Senapan Pindad (diminati Singapura hingga Afrika).... 3. Peralatan Tempur Lain Buatan Indonesia ... 1. PAL-AFV (Armoured Floating Vehicle) Tank Amfibi TNI-AL ... 2. KRI-Krait-827. 3. Smart Eagle II (SE II). 4. SUT Torpedo Buatan PT. Dirgantara Indonesia. 5. Senjata Baru Buatan Indonesia. 6. T-50 Golden Eagle Pesawat Buatan Indonesia. 7. KCR 60 M. 8. KRI Leuser 924... 9. Robot Tempur. 10. Rudal-Roket KENDALI.. 4. Pekanbaru Dipilih Sebagai Sarang Pesawat Tempur Republik Indonesia.. 5. Alat Perang Modern yang akan Dimiliki oleh Indonesia. 1. Super Tucano... 2. Kapal selam.. 3. Heli AH-64D Apache Longbow..

3 3 3 4 4 4 5 5 6 6 7 7 7 8 8 8 9 9

9 10 10 11 11
ii

4. Main Battle Tank (MBT) Leopard.... 5. Kapal cepat rudal

11 12

BAB III

PENUTUP 13 13

1. Kesimpulan... 2. Saran. REFERENSI.

14

iii

BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Dalam bidang Pertahanan, banyak orang yang menganggap Indonesia adalah Negara yang lemah. Mereka menduga bahwa militer Indonesia tidak ada apa-apanya dengan Negara lain. Mungkin diantara mereka ada yang berpendapat bahwa Indonesia merupakan Negara yang memiliki militer paling lemah sedunia. Wajar saja jika mereka berpendapat seperti itu jika melihat respon Indonesia terhadap Negara lain yang mengusik Pertahanan Indonesia. Misalnya adalah ketika Malaysia merebut beberapa Pulau yang ada di perbatasan Negara kita, Indonesia seakan hanya diam tanpa respon sedikitpun. Selepas dari itu, sebenarnya Negara kita memiliki Pertahanan Militer yang kuat. Bahkan Malaysia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Negara kita. Kita memiliki fakta-fakta yang mendukung pernyataan tersebut, diantaranya adalah dengan bangkitnya sektor Industri Produksi Militer Indonesia seperti PT. Pindad, PT. Dirgantara , PT. PAL dll . Dan kita telah mampu untuk membuat barang-barang militer tersebut meski mesin dan teknisinya masih di dapatkan dari luar negeri bahkan juga baru-baru ini Presiden SBY mencanangkan dan membuat topik menarik " Kembalikan Macan Asia ".

2. Tujuan Penulisan Adapun Tujuan Penulisan dari Makalah ini adalah : 1. Untuk memenuhi salah satu tugas softsill Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Gunadarma. 2. 3. Untuk menambah wawasan para pembaca mengenai Bidang Pertahanan Indonesia. Untuk meningkatkan rasa kebanggaan bertanah air para pembaca dengan mengetahui sampai dimana kekuatan Militer yang dimiliki oleh Indonesia.

3. Rumusan Masalah Beberapa rumusan masalah dalam makalah ini adalah : 1. 2. 3. 4. Sampai dimana peningkatan Militer Republik Indonesia? Peralatan Militer buatan Indonesia apa saja yang juga digunakan oleh Negara Lain? Masih adakah Peralatan Militer buatan Indonesia selain yang sudah diekspor tersebut? Apa saja Peralatan Tempur Modern Lain yang akan digunakan oleh Indonesia?

BAB II RUMUSAN MASALAH


1. Peningkatan Militer Republik Indonesia Indonesia terus berusaha meningkatkan persenjataan militernya, termasuk juga membangun pesawat tempur sendiri. Saat ini Indonesia masih mengandalkan pembelian pesawat tempur dari Rusia yakni Sukhoi 30. Selain itu Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang baru saja disetujui pembeliannya adalah Tank Leopark Ri dan A24 asal Belanda. Tank canggih itu rencananya akan didatangkan ke Indonesia mulai tahun ini. Tank Leopard Ri dibanderol dengan harga USD 1,7 juta atau sekitar Rp 16,4 miliar per unit. Kabarnya, Indonesia memesan 61 tank Leopard Ri dan 42 Leopard 2A4 seharga USD 700 ribu atau Rp 6,7 miliar per unit. Vice President Corporate Communication PT. Dirgantara Indonesia (PT. DI) Sonni Ibrahim mengatakan, sejak 2010 lalu Indonesia sudah mulai merancang pesawat tempur sendiri. Indonesia saat ini sudah memulai proses perancangan pesawat tempur. Proyek ini sudah dimulai sejak 2010 lalu. Proyek ini merupakan proyek negara dan PT. DI sebagai BUMN produsen pesawat ikut berpartisipasi di dalamnya. Saat ini prosesnya sudah menyelesaikan tahap I yakni tahap teknologi dan development. Tahap ini dimulai sejak 2010 lalu dan Desember 2012 sudah selesai dan akan dilanjutkan dengan Tahap III yaitu Go now Go. Tahap iniberfokus pada pembuatan dan peningkatan kualitas peralatan Militer yang dibuat oleh Indonesia. Seperti diketahui, Indonesia terus meningkatkan peralatan militernya, sejak 2012-2014 setidaknya akan ada 60 pesawat tempur berbagai jenis dimiliki Indonesia. Indonesia juga saat ini mempunyai beberapa pesawat tempur mulai dari F5, F16, Sukhoi, Su30, dan lainnya. Proyek pesawat tempur Indonesia tidak hanya satu saja. Indonesia masih memiliki proyek perancangan Pesawat Tempur lain yaitu Proyek Peawat Tempur IFX (Indonesia Fighter X) yang juga menggandeng Korea Selatan. Negeri K-Pop tersebut akan membangun 200 unit yang diberi nama KFX (Korea Fighter X). Berdasarkan pernyataan Vice President Corporate Communication PT. Dirgantara Indonesia (PT. DI) Sonni Ibrahim, kerjasama dua negara untuk membangun pesawat IFX/KFX ini tercapai dengan kesepakatan pembagian pendanaan 20% dari Indonesia, dan 80% dari Korea Selatan. 20% dari PT. DI sendiri mencapai sebesar US$ 8 miliar yang akan dibagi da lagi oleh TNI dan pemerintah, sementara 80% sisanya adalah dari Korea. Walaupun 80% memberikan pendanaan, namun untuk spesifikasi, mesin, peralatan semuanya sama. Korea membangun pesawat tempur yang sama persis dengan Indonesia. Spesifikasinya juga sama, yang berbeda hanya sebagain kecilnya seperti sistem radio.

2. Peralatan Militer Buatan Indonesia yang Digunakan oleh Negara Lain Salah besar jika Anda memandang sebelah mata senjata produksi dalam negeri. Sebab, senjata yang dihasilkan putra putri terbaik bangsa nyatanya dilirik oleh negara asing. Beberapa Peralatan Militer buatan Indonesia yang telah digunakan oleh Negara lain diantaranya adalah :

1.

Kepala roket 'Smoke Warhead' (diekspor ke Cile) Rencananya, akhir Maret ini 260 unit kepala roket jenis smoke warhead segera diekspor ke Cile. Alutsista itu merupakan buatan PT. Sari Bahari dari Malang, Jawa Timur. Kualitas Smoke Warhead ini diakui mengalahkan produk serupa buatan pabrikan sejumlah negara maju, seperti Amerika Serikat dan Rusia. Smoke Warhead adalah kepala roket dengan diameter 70 mm dan cocok dipasangkan dengan roket pasangan pesawat seperti Super Tucano Smoke Warhead akan memberikan informasi kepada pilot soal posisi jatuh roket dengan cara mengeluarkan asap selama dua menit saat roket jatuh ke tanah. Smoke Warhead telah diproduksi sejak tahun 2000. Hingga kini, sudah lebih dari 3.000 Smoke Warhead yang dipesan TNI.

2.

Pesawat CN 235-MPA (diekspor ke Korsel) Pesawat CN 235 jenis Maritime Patrol Aircraft (MPA) produksi PT. Dirgantara Indonesia menjadi salah satu Alutsista yang diminati negara lain. Pada 2011-2012 lalu, PT. DI memenuhi permintaan Korea Selatan yang memesan empat pesawat itu melalui kontrak yang ditandatangani pada 2008 dengan nilai total USD 94,5 juta. Pesawat yang merupakan modifikasi dari CN-235 itu, cocok untuk melakukan patroli perairan di samping bisa difungsikan untuk angkutan personel. Di tahun yang sama, PT. DI juga mengekspor pesawat CN 235 jenis pesawat angkut militer VIP, ke Senegal, Afrika. CN-235 MPA Versi Patroli Maritim, dilengkapi dengan sistem navigasi, komunikasi dan misi (mulai mendekati fase operasional dan hadir dalam Singapore Airshow 2008). Pada Desember 2009 diumumkan bahwa TNI AL membeli 3 unit CN-235 MPA sebagai bagian dari rencana memiliki 6 buah pesawat MPA sampai tahun 2014. CN-235 MPA menggunakan sistem Thales AMASCOS, radar pencari Thales/EADS Ocean Master Mk II, penjejak panas (thermal imaging) dari Thales, Elettronica ALR 733 radar warning receiver, dan CAE's AN/ASQ-508 magnetic anomaly detection system. Pesawat ini juga akan mengakomodasi Rudal Exocet MBDA AM-39 atau torpedo ringan Raytheon Mk 46.

3.

Fast Patrol Boat (diekspor ke Timor Leste) Putra putri terbaik bangsa di PT. PAL telah berhasil membuat kapal perang jenis patroli cepat (Fast Patrol Boat). Rupanya, Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) buatan dalam negeri itu telah membuat negara tetangga, Timor Leste, kepincut. Pada 2011 lalu, Pemerintah Timor Leste memutuskan memesan dua kapal patroli cepat senilai USD 40 juta. Kapal tersebut akan digunakan untuk melindungi wilayah teritorial Timor Leste. Konstruksi lambung dan anjungan kapal yang dibuat dari bahan alumunium mampu menahan gelombang tinggi dan lebih lincah saat bermanuver. Kapal patroli cepat ini mempunyai kecepatan maksimum 30 Knot, walaupun saat official trial bisa mencapai 33 Knot. Kapal ini memiliki dua baling-baling dan dilengkapi Radar NavNet yang mampu mengintegrasikan data-data peralatan sistim navigasi dan komunikasi seperti echo sounder, speed log dan GPS ke dalam peta elektronik dan sistem radar.

4.

Peluru buatan PT. PINDAD (diminati Singapura hingga AS) PT. Perindustrian Angkatan Darat (Pindad) selama ini memasok kebutuhan peluru TNI-Polri. Peluru buatan Pindad antara lain berkaliber 5,56 mm, 7,62 mm dan 9 mm. Namun, selain untuk TNI-Polri, peluru yang dihasilkan PT. PINDAD juga diekspor keluar negeri. Peluru-peluru tersebut dikirim ke Singapura, Filipina, Bangladesh, hingga ke Amerika Serikat (AS). Untuk Singapura, sudah beberapa tahun belakangan negara singa putih itu telah memesan 10 juta peluru. Sementara, pada 2009 lalu, satu juta peluru telah diekspor ke AS dengan nilai transaksinya mencapai USD 200.000. Peluru buatan Pindad tersebut tentu bukan sembarangan. Sebab, produk dalam negeri itu telah melalui uji kelayakan badan internasional, seperti semua produk Divisi Amunisi yang telah lulus pengujian standar NATO. Demikian juga telah mendapatkan sertifikat ISO 9001 dari SGS Yearsly-International Certification Services Ltd, Inggris pada tahun 1994.

5.

Panser Anoa (diekspor ke Oman dan Malaysia) Panser Anoa buatan PT. PINDAD menjadi salah satu Alutsista yang paling laris dijual. Pada tahun 2008, TNI memesan 154 buah Panser Anoa berbagai tipe. Untuk tahun 2011 TNI memesan 11 Panser Anoa tipe APC dan tahun 2012 TNI memesan 61 unit. Tak hanya dalam negeri, Panser Anoa juga diminati negara asing. Untuk Panser jenis Anoa 6?6 juga dipesan oleh Kerajaan Oman. Malaysia juga memesan hingga 32 unit panser Anoa. Panser bermesin Renault ini memang sudah teruji di negara-negara gurun seperti Libanon saat digunakan oleh pasukan perdamaian PBB.

Kualitasnya sesuai dengan standar NATO pada level III atau level yang tingkat ketahanannya terhadap serangan sudah lebih baik dari level II yang diproduksi di China dan India. Belum lama ini, Pindad mengeluarkan Panser Anoa jenis baru. Anoa spesies baru ini mengusung Kanon kaliber 20 mm dan berjenis berjenis IFV (Infantry Fighting Vehicle). Panser ini didesain untuk mengantisipasi kebutuhan Batalyon Infantri Mekanis. Dengan demikian, Panser Kanon 90 mm nantinya dikonsentrasikan untuk Batalyon Kavaleri, sementara Panser Kanon 20 mm untuk batalyon. Selain mengusung senjata utama kaliber 20 mm, Panser jenis ini juga mampu menyandang senapan mesin sedang kaliber 7,62 mm dan mampu menampung lima orang, yang terdiri dari tiga kru Ranpur dan dua personel pasukan.

6.

Senapan Pindad (diminati Singapura hingga Afrika) Selain Panser Anoa, sejumlah senjata buatan Pindad juga banyak dipesan oleh negara luar. PT. PINDAD mampu memproduksi berbagai jenis senjata antara lain; jenis senapan serbu (SSI-VI, SS2-V2, SS1-V3, SS1-V5), Senapan sniper (SPR-1) pistol (P-1, P-2), revolver (R1-V1, R1-V2, RG-1 (tiper A), RG-1 (tipe c), senapan sabhara/polisi (Sabhara V1 and Sabhara V2), senjata penjaga hutan, pistol profesional magnum, peluncur granat, dan pelindung tubuh (personal body protection). Produk-produk yang dihasilkan itu banyak dipesan oleh negara-negara di luar negeri. Di antaranya adalah sebuah jaringan supermarket khusus olahraga berburu, camping, dan memancing bernama Cabelass, yang merupakan pembeli terbesar produk-produk buatan Pindad. Senapan serbu SS-2 merupakan produk langganan negara-negara Afrika seperti Zimbabwe, Mozambik, dan Nigeria. Selain itu, Thailand dan Singapura juga kerap memesan senjata tersebut.

3. Peralatan Tempur Lain Buatan Indonesia Indonesia (TNI) tengah giat-giatnya memodernisasi persenjataan yang dimilikinya atau biasa disebut alat utama sistem senjata (Alutsista). Diharapkan, beberapa tahun ke depan Alutsista TNI akan semakin lengkap dan moderen. Militer yang kuat memang menjadi sebuah syarat mutlak sebuah negara. Sebab, selain berfungsi untuk menjaga wilayah perbatasan dan menangkal serangan dari luar, militer yang kuat juga dapat menjadi nilai lebih sebuah negara di mata negara lain. Namun, hal itu akan semakin lengkap jika Alutsista yang digunakan berasal dari hasil buatan sendiri, bukan hasil impor. Meski belum bisa memproduksi seluruh Alutsista (Alat Utama Sistem Senjata) yang diperlukan TNI, Indonesia nyatanya telah mampu menciPT.akan sejumlah senjata tempur dan bahkan ada yang telah diekspor ke luar negeri.

Selain Alutsista yang telah disebutkan tadi, Indonesia juga masih memiliki beberapa Peralatan Tempur Lainnya yang diproduksi sendiri oleh Indonesia. Peralatan-peralatan tempur tersebut antar lain adalah : 1. PAL-AFV (Armoured Floating Vehicle) Tank Amfibi TNI-AL Sukses memodifikasi tank amfibi BTR-50 TNI-AL, kali ini PT. PINDAD bekerjasama dengan PT. PAL membangun tank amfibi angkut pasukan terbaru dengan nama Armoured Floating Vehicle (PAL-AFV). Dibangun dengan mengacu pada BTR-50PM, PAL-AFV mempunyai bentuk dan spesifikasi teknis yang tidak jauh berbeda. Perbedaan mencolok terletak pada penggunaan mesin Diesel inline 8 silinder yang dipakai, sehingga tenaga yang dihasilkan mampu mencapai 300Hp. Kemampuan jelajah tank inipun bertambah dari 400Km menjadi 480Km. Untuk kecepatan bertambah dari 50Km/jam menjadi 60Km/jam dijalan normal. Namun bobot kendaraan juga bertambah menjadi hampir 15 ton. Untuk kemampuan daya angkut personil tidak berbeda dengan BTR-50. Yakni 3 awak tank dan 14 pasukan, dengan kemampuan operasional (endurance) selama 8 jam. Seperti diketahui ada beberapa titik kelemahan yang kemudian dimodifikasi dari BTR-50P. Salah satunya yang krusial adalah garis air yang posisinya sejajar dengan lubang hisap mesin. Namun hal ini telah diperbaiki dan disempurnakan di tank amfibi PAL-AFV ini. Berdasarkan info yang diperoleh dari PT. PAL di acara Indo-Defence 2008, prototypenya dibuat oleh PT. PINDAD pada 2009 lalu. Hal ini semakin memperjelas Transfer of Technology (ToT) antara RI (diwakili oleh PT. PINDAD) dan Korea dalam hal penguasaan teknologi suspensi dan roda penggerak rantai. Yaitu guna menunjang pengembangan panser amfibi ini (PAL-AFV), dan rencana PT. PINDAD merealisasikan Light-tank pengganti Scorpion.

2.

KRI-Krait-827 Kapal perang ini merupakan hasil saling tukar ilmu antara TNI AL lewat fasharkan (Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan) Mentigi dan PT. Batan Expressindo Shipyard (BES), Tanjung Guncung. Dikerjakan selama 14 Bulan dan 100 % ditangani oleh putra-putri Indonesia. Berbahan baku aluminium, bertonase 190 DWT dengan jarak jelajah sekitar 2.500 Mil. Dilengkapi dengan radar dengan jangkauan 96 Nautical Mil (setara 160 Km) dengan system navigasi GMDSS area 3 dengan kecepatan terpasang 25 Knots.

3.

Smart Eagle II (SE II) Merupakan Prototype pertama UAV (Unman Aerical Vehicle) yang dibuat PT. Aviator Teknologi Indonesia guna kepentingan intelegen Indonesia. SE II menggunakan mesin 2 tak berdiameter 150cc, mampu terbang hingga 6 Jam. Dilengkapi dengan colour TV Camera. Mampu beroperasi dimalam hari dengan menggunakan Therman Imaging (TIS) kamera untuk opsi penginderaannya.

4.

SUT Torpedo Buatan PT. Dirgantara Indonesia Torpedo merupakan senjata andalan kapal selam dalam suatu pertempuran laut. Kebutuhan akan torpedo akan meningkat bersamaan kedatangan dua buah kapal selam KRI Cakra dan KRI Nanggala dari Jerman. Selain itu torpedo digunakan juga oleh kapal permukaan milik TNI-AL. PT. Dirgantara Indonesia (PT. DI), ditunjuk sebagai produsen torpedo dalam negeri. Menggunakan lisensi dari AEG (Allgemeine Elektrizitts-Gesellschaft, General Electricity Company) Jerman, PT. DI mulai memproduksi SUT (Surface and Underwater Target) Torpedo di Kawasan Produksi V di Pulau Madura. SUT Torpedo dapat ditembakan dari helikoPT.er, seperti NAS 332 Super Puma atau dari pesawat CN-235 MPA. PT. DI membuat dua varian SUT Torpedo, latihan dan perang. Panjang SUT Torpedo dengan kasket 6620 mm, sedangkan tanpa kasket 6150 mm. Berat torpedo varian perang 1413.6 kg, varian latihan 1224 kg. Dengan membawa hulu ledak seberat 225 kg SUT Torpedo mampu mengkaramkan sebuah frigate. Jarak jangkau SUT Torpedo 38 km dengan kemampuan menyelam hingga 100 m .

5.

Senjata Baru Buatan Indonesia Selain Peralatan tempur berbentuk kendaraan tempur tersebut, Indonesia juga telah berhasil merancang berbagai jenis senjata baru. Dengan mengacu pada beberapa Model Senjata yang diimpor oleh Indonesia, Indonesia akhirnya berhasil merancang senjata baru dengan sedikit mengubah bentuk dan postur serta lebih serta memberi perubahan pada beberapa bagiannya. Senjata tersebut dirancang khusus untuk digunakan dalam medan tempur. Senjata baru buatan Indonesia tersebut antara lain adalah : 1. SS-1 2. SS-4 3. SS-5 4. Sub Machine Gun 5. SS-13

6.

T-50 Golden Eagle Pesawat Buatan Indonesia PT. Dirgantara Indonesia (PT.DI) akhirnya siap berkerja sama dengan Korea Selatan mengerjakan proyek pengembangan model pesawat tempur senilai US$8 miliar yang ditawarkan pemerintah negara tersebut kepada Indonesia. Direktur Integrasi Pesawat PT. DI, Budiwuraskito mengemukakan sejumlah sarana dan prasarana yang dimiliki badan usaha milik negara (BUMN) tersebut mampu mengerjakan pesawat tempur sejenis T-50 Golden Eagle yang merupakan pengembangan pesawat oleh Korea SelatanAmerika Serikat belum bisa, tetapi kalau bergabung dengan Korea Selatan bisa terlaksana. PT. DI memiliki pengalaman dalam bidang kualifikasi dan sertifikasi dalam memproduksi pesawat-pesawat yang berkecepatan rendah seperti CN-235. Sementara itu, Korea Selatan berpengalaman dalam memroduksi pesawat berkecepatan tinggi atau melebihi kecepatan suara (1 mach) T-50 Golden Eagle. PT. DI memiliki lahan, laboratorium, ruang perakitan, sumber daya manusia, dan lain-lain. Jadi hanya dengan penggabungan teknologi saja, pesawat ini akan bisa diselesaikan dengan cepat. PT. DI mengatakan pengembangan dan pembangunan model pesawat yang ditawarkan Korea Selatan baru untuk jenis tempur (fighter), sementara pengembangan model pesawat jenis lainnya seperti jenis stealth (siluman), belum masuk program. Dia menilai kerja sama pengembangan pesawat tempur kemungkinan bisa diwujudkan pada tahun ini setelah pemerintah Korea Selatan memberikan lampu hijau atas program kerja sama. Pemerintah Korea Selatan tinggal menunggu persetujuan parlemennya dalam program pengembangan pesawat ini, katanya. KCR 60 M Mendapatkan nafas baru baik dalam bentuk dana bantuan maupun jajaran direksi, PT Penataran Angkutan Laut (PAL) Indonesia langsung menggenjot kinerjanya dengan menangani proyek-proyek yang telah mereka terima. Menyerap instruksi dari kementrian BUMN, perusahaan galangan kapal terbesar di Indonesia ini fokus untuk menangani pesanan kapal dari kementrian pertahanan melalui Dinas Pengadaan TNI Angkatan Laut. Saat ini, kedua pihak mulai melaksanakan kesepakatan untuk membangun dua kapal tugboat (kapal tunda) dan tiga kapal cepat rudal (KCR).

7.

8.

KRI Leuser 924 Kapal tunda samudera yang saat ini dioperasikan TNI juga merupakan produksi dalam negeri.

9.

Robot Tempur Lembaga Pengkajian Teknologi (Lemjitek) TNI AD, Karangploso, Kabupaten Malang, mampu menciptakan robot tempur.prototype robot tempur ini sudah beberapa kali

diujicobakan,dan mampu menempuh jarak hingga 1 km dari pusat kendali. Ukurannya 1,5 m kali 0,5 m dengan berat sekitar 100 kg. Robot ini memiliki mesin penggerak dua roda, dan mampu mengangkut beban hingga sekitar 150 kg, kecepatan maksimalnya bisa mencapai 60 km/jam. Robot yang diciptakan pada tahun 2009 dan belum memiliki nama ini, digerakkan dengan tenaga listrik dari dua baterei yang tersimpan di dalam bodi robot. Dua baterei ini memiliki kekuatan 36 volt yang berfungsi untuk penggerak, dan 12 volt untuk sistem kontrolnya. Gunawan mengaku, kondisi robot ini belum sepenuhnya sempurna karena baru selesai proses perakitannya, kemungkinan masih sekitar 70-80% dari kondisi ideal yang diinginkan.

10. Rudal-Roket KENDALI Walaupun, roket RX-420 masih jadi pertimbangan Departemen Pertahanan, apakah mampu menjadi salah satu senjata penangkal di darat yang dapat diandalkan sehingga, Indonesia tidak memerlukan armada kapal atau senjata perang lainnya, selain faktor biaya yang dominan besar. ide produksi rudal dalam negeri mulai tercetus tahun 2005. Dana sebesar Rp 2,5 miliar digelontorkan untuk proyek pembuatan rudal pada tahun itu, dan bila itu terwujud Dephan akan menggandeng PT Pindad Indonesia, pabrik senjata dalam negeri yang melakukan penelitian hulu ledak kaliber 122 milimeter. Saat ini, LAPAN telah berhasil meluncurkan roket dengan kekuatan jarak tempuh 100 kilometer, dan memiliki kecepakatan luncur awal 4 kali kecepatan suara.

4. Pekanbaru Dipilih Sebagai Sarang Pesawat Tempur Republik Indonesia Untuk menjaga kedaulatan Indonesia dan memantau kawasan strategis di perbatasan, Indonesia mengerahkan armada militernya. Penjagaan militer di berbagai perbatasan Indonesia ini membuktikan bahwa sampai saat ini wilayah perbatasan Indonesia tetap aman. Penjagaan ketat ini juga menjadikan Indonesia sebagai Negara yang militer perbatasannya terkuat seAsia Tenggara. Hanya saja beberapa pulau yang berada di perbatasan Indonesia dapat diambil alih oleh Malaysia. Hal itupun bukan melalui pertempuran. Malaysia berhasil merebut pulau-pulau tersebut dengan cara yang sangat licik, yaitu dengan mengklaim ke Mahkamah Internasional. Salah satu contoh penjagaan perbatasan terkuat di Indonesia adalah Penjagaan Selat Malaka. Penjagaan di selat malaka ini kini semakin diperkuat karena merupakan wilayah strategis dan jalur perdagangan Internasional. Untuk memperketat penjagaan Selat Malaka kini Pangkalan Udara Lanud Roesmin Nuryadin Pekanbaru bersiap menyambut satu skuadron pesawat tempur F-16 blok 52 lengkap dengan persenjataan dan amunisi canggih.
9

Penambahan pesawat F-16 ini di pangkalan udara lanud pekanbaru semakin menambah jumlah pesawat tempur indonesia yang disimpan di pekanbaru, sebelumnya pangkalan lanud roesmin nuryadin pekanbaru juga sudah memiliki 1 skuadron pesawat tempur hawk 100/200. Dan pada awal tahun 2014 Lanud Roesmin Nuryadin akan memiliki 2 skuadron pesawat tempur yang terdiri dari satu skuadron pesawat tempur hawk 100/200 dan satu skuadron pesawat tempur F-16 dengan blok 52 lengkap dengan persenjataan canggih masa kini, ungkap kepala penerangan dan perpustakaan (kapentak) lanud TNI AU Mayor Sus filfadri kepada media indonesia di pekanbaru beberapa waktu lalu. Dipilihnya pekanbaru sebagai sarang pesawat tempur canggih F-16 tidak lepas dari lokasi strategis pekanbaru yang secara geografis berada di kawasan selat malaka, dan berbatasan langsung dengan singapura dan malaysia, sehingga dengan dipilihnya pekanbaru sebagai markas F-16 di pekanbaru, dapat mengawal dan mengintai selat malaka yang strategis, yang dilalui ribuan kapal dagang dari berbagai negara setiap hari. Dengan penambahan armada tempur tersebut secara tidak langsnung telah mengubah status Lanud Roesmin Nuryadin yang sebelumnya Berstatus B kini menjadi berstatus A, dan akan dipimpin oleh perwira berpangkat bintang satu.

5. Alat Perang Modern yang akan Dimiliki oleh Indonesia Dalam rangka peningkatan keamanan dan penguatan alat utama sistem senjata (Alutsista) TNI, Indonesia akan membeli delapan helikopter AH-64D Apache Longbow dari Amerika Serikat. Pembelian itu diungkapkan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa di Washington. Rencana peremajaan alutsista Indonesia memang sudah dilakukan oleh pemerintah sejak beberapa tahun terakhir, mulai dari pesawat tempur, kapal selam, tank dan juga helikopter. Berikut lima alutsista terbaru TNI yang disiapkan untuk memperkuat pertahanan dan keamanan wilayah Indonesia : 1. Super Tucano Empat pesawat tempur taktis ringan Super Tucano EMB-314/A-29 baru saja sampai di Indonesia tepatnya di Halim Perdana Kusuma. Pesawat asal Brasil ini bermesin single turboprop dan piawai dalam tempur ringan. Kecepatannya yang rendah membuat pesawat ini biasanya diperuntukan untuk mata-mata udara. Super Tucano dilengkapi dengan 2 senapan mesin dan juga bisa dipasang bom sejenis MK81 dan MK-82, peluncur roket jamak, dan bom berpemandu Laser. Sejak diperkenalkan dan dipakai Brasil pada tahun 2004, Super Tucano EMB-314 terbukti berhasil melakukan misi penjagaan perbatasan di kawasan Amazon yang terkenal sangat rawan dengan aktivitas penyelundupan dan perdagangan narkotika.

10

2.

Kapal selam Tiga kapal selam Changbogo buatan Korea Selatan berhasil menarik perhatian pemerintah, kapal selam Changbogo yang relatif kecil dianggap tepat untuk bermanuver di laut Indonesia. Changbogo didesain untuk menghancurkan kapal selam lawan, kapal permukaan, melindungi pangkalan dan misi pengintaian. Pada saat menyelam, kapal selam ini dapat turun hingga kedalaman 250 m. Dengan dilengkapi dengan 4 MTU mesin diesel, kapal selam ini dapat melaju dengan kecepatan maksimum 21 knots (posisi menyelam) dan 11 knots (posisi permukaan). Kapal selam ini juga dilengkapi 8 buah 533mm/21 inch torpedo di haluan dan dipersenjatai dengan total 14 torpedo atau 28 ranjau laut. Kapal selam ini juga mampu untuk beroperasi secara terus menerus selama 2 bulan dengan 40 orang kru kapal selam yang dibeli dari Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) akan tiba pada tahun 2015, selain itu Indonesia juga akan mendapatkan keuntungan karena satu dari tiga kapal selam akan dibuat di Indonesia.

3.

Heli AH-64D Apache Longbow Helikopter buatan Boeing ini merupakan jenis penyerbu/tempur yang bisa diterbangkan dalam berbagai cuaca. Helikopter serbu ini dikendalikan oleh dua orang crew dan persenjataan utamanya terdiri dari sebuah senapan mesin M230 kaliber 30 mm. Helikopter ini juga bisa membawa gabungan persenjataan lain seperti AGM-114 Hellfire dan pod roket Hydra 70 di empat hard point pada pangkal sayap. Apache merupakan helikopter penyerang utama bagi Angkatan Darat Amerika Serikat. Indonesia rencananya akan membeli delapan helikopter ini dari Amerika Serikat setelah ada pertemuan antara Menteri Luar Negeri RI dan AS di Washington.

4.

Main Battle Tank (MBT) Leopard Indonesia dipastikan membeli Main Battle Tank (MBT) Leopard dari Jerman, sebanyak 15 unit pertama akan tiba pada bulan Oktober 2015. Recananya 100 unit MBT akan dipersiapkan untuk modernisasi Alutsista TNI. Awalnya tank dapat memuat 4 orang ini akan didatangkan dari Belanda, namun muncul kontroversi karena seratus unit yang akan diboyong dari negeri kincir angin tersebut adalah tank bekas. Tank yang jadi andalan pasukan tempur Jerman, Kanada, Yunani, Belanda, Portugis dan Spanyol ini dilapisi baja terbaru yang diklaim mampu menghentikan proyektil peluru dengan bobot mencapai 60 ton. Kecepatan maksimal hingga 72 Km/jam, mampu mendaki hingga kemiringan 60 derajat dan memiliki daya jelajah 550 Km. Sementara untuk senjata, Leopard mengandalkan meriam Rheinmetall berkaliber 120 mm dan bisa membawa hingga 42 peluru kanon. Selain itu, tank ini dilengkapi dua senapan mesin 7,62 mm.
11

5.

Kapal cepat rudal Alutsista Terbaru TNI AL yang diluncurkan tahun 2013 ini adalah buatan anak bangsa yaitu kapal cepat rudal (KCR) Trimaran yang kini diberi nama KRI Krewengan. Kapal yang memiliki panjang 63 meter ini bisa menempuh kecepatan maksimal 35 knot atau didarat setara 65 Km/jam dan bisa dipersenjatai dengan berbagai tipe/sistem rudal, seperti rudal C705 buatan China, RBS15, Penguin atau Exocet, meriam 4057 mm serta senjata tembak cepat Close in Weapon System (CIWS). Teknologi tinggi berbahan serat karbon vinylester diaplikasikan untuk membuat bodi yang juga berdesain siluman hingga sulit dideteksi radar. Selain itu juga dipersenjatai peluru kendali dengan jarak tembak hingga 120 kilometer. Namun kapal ini masih akan menjalani serangkaian uji coba di laut serta pemasangan sistem deteksi dan persenjataan. Kapal pertama dari empat kapal bertipe serupa yang dipesan TNI AL ini ditargetkan bisa beroperasi penuh pada awal 2014.

12

BAB III PENUTUP


1. Kesimpulan Dalam rangka peningkatan keamanan dan penguatan alat utama sistem senjata (Alutsista) TNI, Indonesia terus mengembangkan industry Peralatan Tempur. Di luar itu, perancangan sendiri Peralatan Militer tersebut juga ditujukan untuk memperkecil tingkat impor Senjata dan Peralatan Militer lainnya. Dalam perbandingan kualitas Peralatan Militer buatan Indonesia dengan buatan Luar Negeri, Peralatan Tempur buatnan Indonesia tidak kalah, baik dari segi bentuk dan sistematika fungsi Peralatan tersebut. Hal ini dikarenakan kebanyakan senjata atau peralatan tempur tersebut dibuat berdasarkan penelitian kekurangan Peralatan Tempur impor yang kemudian dimodifikasi menjadi Peralatan Tempur baru yang lebih canggih. Berbagai proyek Kerjasama Indonesia dengan Negara lain menghasilkan Peralatan Tempur yang sangat canggih dan modern. Kerjasama itu juga didasakan pada kualitas pabrik yang dimiliki Indonesia dan kualitas teknologi yang dimiliki oleh Negara kerjasama tersebut. Dengan demikian kita tidak perlu takut ataupun gentar untuk menghadapi Malaysia jika kita terusik lagi dan terpaksa harus melakukan pertempuran.

2. Saran Untuk lebih menjaga dan memperketat pertahanan Indonesia, kita sebagai warga Negara harus mendukung program kerjasama dengan Negara-negara lain. Begitu juga halnya dalam pengembangan Peralatan Tempur, kita sebaiknya mengadakan Wajib Militer untuk lebih mengetahui bagaimana sistem Pertahanan Negara Republik Indonesia. Sehingga bilamana dalam keadaan terpaksa Indonesia harus bertempur, kita dapat juga membantu untuk mempertahankan kedaulatan Negara kita.

13

REFERENSI
http://cakrawalakuansing.blogspot.com/2013/05/pekanbaru-akan-jadi-sarang-pesawat.html http://hankam.kompasiana.com/2013/04/09/jangan-remehkan-militer-indonesia-544404.html http://log.viva.co.id/news/read/270612-proyeksi-kekuatan-militer-indonesia http://tradizional.blogspot.com/2012/12/10-senjata-militer-buatan-indonesia.html http://unik.inibaru.com/2012/09/5-alat-perang-modern-yang-bakal.html http://qies9917.blogspot.com/2013/03/ri-rancang-pesawat-tempur-sejak-2010.html

14

Anda mungkin juga menyukai