Anda di halaman 1dari 2

Pada praktikum ini dilakukan pemeriksaan kadar HCN secara kualitatif pada sampel makanan.

Karena HCN sangat berbahaya dan beracun, perlu diketahui kandungan HCN dalam suatu makanan supaya dapat mengetahui kelayakan makanan tersebut untuk dikonsumsi. Praktikum pemeriksaan ini dilakukan dengan penambahan asam tartarat pada sampel yang telah diencerkan dengan aquades yang kemudian diuji menggunakan kertas pikrat yang telah dicelupkan kedalam natrium karbonat 10% yang dilakukan dengan pemanasan. Jika dalam sampel makanan tersebut mengandung HCN, maka kertas pikrat akan mengalami perubahan warna menjadi merah, sehingga dapat diketahui sampel tersebut positif mengandung HCN. Praktikum pemeriksaan HCN secara kualitatif ini menggunakan sampel ketela rambat. Sampel terlebih dahulu dihancurkan supaya dapat tercampur dengan baik dalam pelarut aquades, setelah itu sampel ditimbang sebanyak 15-25 gram lalu dicampurkan ke dalam aquades sebanyak 50 ml. Setelah itu dilakukan penambahan 10 ml asam tartarat ke dalam larutan sampel. Kemudian larutan diaduk agar tercapur atau homogen. Kertas pikrat pada praktikum ini digunakan sebagai indicator untuk menentukan apakah sampel mengandung HCN atau tidak yang ditentukan dengan perubahan warna yang terjadi. Kertas pikrat terlebih dahulu dicelupkan kedalam natrium karbonat 10% kemudian di gantung pada mulut Erlenmeyer. Erlenmeyer yang digunakan adalah Erlenmeyer yang tertutup agar gas HCN yang dikeluarkan sampel pada saat pemanasan tidak keluar dari Erlenmeyer. Pemanasan dilakukan pada suhu 50oC selama 15 menit. Kemudian diamati jika terjadi perubahan warna pada kertas pikrat. Jika kertas pikrat berubah warna menjadi merah maka dapat disimpulkan sampel tersebut mengandung HCN. Dalam praktikum yang dilakukan didapatkan hasil negatif pada pemeriksaan HCN secara kualitatif yang dilakukan pada sampel ketela rambat. Hal itu dikarenakan tidak terjadi perubahan warna mejadi merah pada kertas pikrat. Karena praktikum yang dilakukan hanya secara kualitatif saja maka sampel yang diperiksa tidak dapat dipastikan dengan benar tidak mengandung HCN, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan secara kuantitatif untuk mengetahui dengan benar kadar HCN dalam sampel makanan. Jika dalam pemeriksaan HCN secara kuantitatif juga didapatkan hasil negatif dan atau kadar rendah (memenuhi syarat yang diperbolehkan dalam makanan) maka makanan tersebut layak untuk dikonsumsi. Dan jika didapatkan hasil yang tidak memenuhi syarat kadar maksimum HCN yang diperbolehkan dalam makanan, maka makanan tersebut tidak layak untuk dikonsumsi karena bersifat toksik yang berbahaya bagi kesehatan.