KASUS FRAKTUR TERTUTUP INTERTROCHANTER FEMUR SINISTRA

LAPORAN KASUS
IDENTITAS PASIEN • Nama • Umur • Jenis Kelamin • Agama • Status • Alamat 010/004 Grogol Utara • Pekerjaan • Nomor RM • Tanggal masuk RS

: Tn. Martison : 70 Tahun : Pria : Islam : Menikah : Komp. TVRI No. 100 Rt : Pensiuner : 092803 : 21 Mei 2013

ANAMNESIS
• Anamnesis dilakukansecara alloanamnesis pada tanggal 21 Mei 2013 pukul 14.00 WIB. • Keluhan Utama : Panggul kiri nyeri kurang lebih 4 minggu sebelum masuk rumah sakit. • KeluhanTambahan : Paha kiri nyeri bila digerakkan, tidak bisa berjalan kerna nyeri, badan sebelah kiri lemas ,nafsu makan berkurang dan terdapat luka di pinggang belakang.

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pasien datang ke UGD RSAL Mintohardjo sekitar jam 14.00 tanggal 21 Mei 2013 dengan keluhan nyeri pada panggul kiri sejak kurang lebih 4 minggu yang lalu. Pasien mengeluh paha kiri nyeri bila digerakkan dan tidak bisa berjalan kerna nyeri di panggul kiri. Mengikut keluarga pasien, pasien pernah jatuh di kamar mandi pada 1 bulan yang lalu.Sebelumnya pasien pernah kena stroke pada tahun 2007 dan setelah itu lengan dan tungkai kiri pasien lemas dan tidak sekuat bagian tubuh sebelah kanan. Sewaktu lagi bersendirian di kamar mandi,pasien terjatuh di lantai dan keluarga pasien sadar akan hal tersebut setelah mendengar jeritan dari pasien.Malangnya pasien tidak bisa menceritakan kejadian jatuhnya seperti apa kerna pasien sulit berbicara akibat strokenya .

Setelah itu.Selama di rumah tidak ada usaha untuk pasien berobat untuk patah tulangnya. setelah berbicara dengan keluarga pasien dan pasien akhirnya mereka bersetuju untuk dilakukan tindakan operasi.pasien sempat dibawa oleh keluarganya ke sebuah RS dan setelah dirontgen pasien diberitahu dokternya bahwa ada tulang patah di daerah pangkal paha kiri . Pasien juga tidak bisa berjalan kerna nyeri panggulnya walaupun sebelum kejadian jatuh di kamar mandi pasien masih bisa berjalan dengan memakai tongkat.Di rumah pasien tidak berjalan dan hanya bisa berbaring sahaja. Waktu itu pasien menolak dilakukan tindakan medis karena takut di operasi lalu di bawa pulang ke rumah.pasien tidak dibawa berobat kemana pun dan hanya berbaring di kamar. Di UGD RSAL Mintohardjo. Pada tanggal 27 april 2013. .

Riwayat penyakit keluarga • Riwayat Hipertensi (+) • Riwayat Stroke (+) tahun 2007 • Riwayat Diabetes Melitus disangkal • Riwayat penyakit jantung disangkal • Riwayat asma disangkal • Riwayat alergi disangkal Riwayat Keluarga • Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama dengan pasien. • Tidak ada riwayat keganasan. • Tidak ada yang menderita DM • Ada ahli keluarga punya riwayat hipertensi (bapa) .

suka minum kopi. tidak suka minum susu.Untuk patah tulangnya. RiwayatPengobatan • Pasien mengaku sering control untuk penyakit hipertensinya dan rutin minum obat setelah terkena serangan stroke pada tahun 2007.Riwayat kebiasaan • Pasien jarang berolahraga. merokok (sebelum kena stroke). tidak ada usaha pengobatan yang dilakukan. .

PEMERIKSAAN FISIK • Keadaan Umum • Kesadaran • Gizi : Tampak sakit sedang : Compos Mentis : Kurang Tanda Vital • Tekanan darah • Nadi • Suhu • Pernapasan : 140/90 mmHg : 88 x/menit. regular : 36 ˚C : 20 x/menit .

STATUS GENERALIS Kepala • Normochepali • Tidak tampak adanya deformitas Mata • Tidak terdapat ptosis pada palpebra dan tidak terdapat oedem • Conjunctiva anemis • Sklera tidak tampak ikterik • Pupil: isokor kiri kanan Hidung • Bagian luar : normal. tidak terdapat deformitas • Septum : terletak ditengah dan simetris • Mukosa hidung : tidak hiperemis • Cavum nasi : tidak ada tanda perdarahan Telinga • Daun telinga : normal • Tofi : tidak ditemukan • Lieng telinga : lapang • Membrana timpani : intake • Nyeri tekan mastoid : tidak nyeri tekan • Serumen tidak ada • Sekret : tidak ada .

ronkhi -/-. whezing -/- . ada karies • Palatum : tidak ditemukan torus • Lidah : normoglosia • Tonsil : T1/T1 tenang • Faring : tidak hiperemis Leher • Kelenjar getah bening:Tidak teraba membesar • Kelenjar tiroid : tidak teraba membesar • Trakea : letak di tengah Paru-Paru • Inspeksi : pergerakan nafas saat statis dan dinamis • Palpasi : vocal fremitus sama pada kedua paru • Perkusi : sonor pada seluruh lapangan paru • Auskultasi : suara nafas vesikuler di kedua paru.Mulut dan tenggorokan • Bibir : Kering. tidak pucat dan tidak sianosis • Gigi geligi : lengkap.

• Auskultasi : Bising usus positif. Ekstremitas atas • Regio kanan : akral hangat. tidak terdapat oedem • Regio kiri : akral hangat. tidak terdapat oedem Ekstremitas Bawah • Lihat status lokalis . gallop (-) Abdomen • Inspeksi :tidak membuncit. 1 cm lateral linea midclavicularis sinistra • Auskultasi : S1 S2 reguler.tidak nyeri tekan. Punggung : Terdapat ulkus dekubitus di pinggang belakang dengan ukuran diameter 8cmx6cm. murmur (-). ICS 5 • Perkusi : Batas atas : ICS 2 linea parasternalis sinistra • Batas kanan : ICS 3-4 linea sternalis dextra • Batas kiri : ICS 5. tidak ada efloresensi bermakna.tidak ada • Perkusi : Rata –rata timpani • Palpasi : Supel.tidak teraba massa.Jantung • Inspeksi : ictus cordis terlihat • Palpasi : ictus cordis teraba 1 jari linea midclavicularis sinistra.

REGIO FEMUR SINISTRA Look • Skin :Jejas(-). atrofi otot(+) :Krepitasi (+) :Pulsasi a. • Shape :Oedem(-).Nyeri tekan(+) :Oedem (-).poplitea (+).warna kulit tampak sama dengan daerah kulit sekitar.dorsalis pedis (+) :Sulit dinilai kerna nyeri :Sulit dinilai kerna nyeri :Sulit dinilai kerna nyeri .deformitas(+) • Position :malposisi(+) Feel • Skin • Soft Tissue • Bone • Pulse Move • Aktif • Pasif • Power :Kalor(-).hematom(-). a.

86 (3.9 (12-16 g/dl) : 38 (38-46%) : 365000 (150-400 ribu/mm3) : 17 mg/dl : 0.2 juta/mm3) : 10.6-5.PEMERIKSAAN PENUNJANG PEMERIKSAAN LABORATORIUM Tanggal 21 Mei 2013 • Glukosa sewaktu • Bleeding time • Clotting time • Leukosit • Eritrosit • Hemoglobin • Hematokrit • Trombosit • Ureum • Creatinin • SGOT • SGPT : : 139 (<200 mg%) : 2 menit 30 detik(1-6 menit) : 12 menit (10-16 menit) : 10000 (5000-10000/mm3) : 3.6 mg/dl : 29 u/l : 19 u/l .

• Terdapat pergeseran bagian proksimal femur kearah superior • Terdapat garis fraktur pada trochanter minor • Didapatkan shanton line pada pelvis tidak simetris kanan kiri .RADIOLOGI Tanggal 27 April 2013 : • Foto AP pelvis sinistra Konfigurasi : • Terdapat diskontinuitas sepanjang trochanter mayor hingga trochanter minor.

Nyeri dirasakan hebat terutama saat paha kiri digerakkan dan ketika berjalan . Setelah itu.pasien dikatakan pernah jatuh ketika bersendirian di kamar mandi kurang lebih 1 bulan sebelum masuk rumah sakit. berjalan memakai tongkat dan sulit berbicara akibat serangan stroke pada tahun 2007 yang lalu.pasien tidak bisa menceritakan kejadian jatuhnya seperti apa. Pasien menolak dilakukan tindakan medis karena takut di operasi lalu di bawa pulang ke rumah.Walau bagaimanapun.Di rumah pasien hanya bisa berbaring sahaja. Pada tanggal 27 april 2013.pasien sempat dibawa oleh keluarganya ke sebuah RS dan setelah dirontgen pasien diberitahu dokternya bahwa ada tulang patah di daerah pangkal paha kiri . .pasien tidak dibawa berobat kemana pun dan hanya berbaring di kamar.Selama di rumah juga pasien tidak berobat untuk patah tulangnya.RESUME Seorang pasien laki-laki berusia 70 tahun datang ke RSAL pada tanggal 21 Mei 2013 sekitar jam 14.Setelah menganamnesis keluarganya.hilang nafsu makan.00 dengan keluhan nyeri daerah panggul kiri sejak kurang lebih 1 bulan yang lalu.Sebelumnya pasien mengalami kelemahan sisi sebelah kiri tubuh .

Untuk riwayat pengobatan .Di keluarganya Cuma bapa pasien saja yang punya riwayat hipertensi.pasien mengalami hipertensi dan ketahuan sejak mengalami stroke pada tahun 2007.pasien mulai rutin makan obat hipertensi sejak kena stroke dan tidak pernah berobat untuk patah tulangnya.pada tanda vitalnya didapatkan hipertensi grade 1. Kelainan pada status generalis Cuma didapatkan konjungtiva anemis dan bibir kering. .alergi maupun penyakit jantung.kesadaran compos mentis.tidak suka minum susu.Untuk riwayat penyakit dahulu.Pasien jarang berolahraga.Pasien tidak punya riwayat DM.sangat menyukai kopi dan sebelum kena stroke pasien suka merokok.Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum pasien tampak sakit sedang.

Untuk pemeriksaan bagian tubuh lain masih didalam batas normal. Pada pemeriksaan rontgen yaitu pada foto AP pelvis sinistra. atrofi otot (+).ROM terbatas karena nyeri dan kekuatan otot sulit dinilai karena nyeri.poplitea (+). .didapatkan diskontinuitas sepanjang trochanter mayor hingga trochanter minor .krepitasi (+). teraba hangat (+). terdapat garis fraktur pada trochanter minor dan didapatkan shanton line pada pelvis tidak simetris kanan kiri. terdapat pergeseran bagian proksimal femur kearah superior.pulsasi a.pulsasi a. oedem (-).9 g/dl.Pada bagian pinggang belakang terdapat ulkus dekubitus dengan diameter 8cmx6cm.Pada status lokalis di region femur sinistra didapatkan deformitas (+). hematom(-).dorsalis pedis (+). warna kulit tampak sama dengan daerah sekitarnya.jejas(-). Pada pemeriksaan laboratorium yang abnormal hanyalah jumlah Hemoglobin yaitu 10.nyeri tekan (+).

DIAGNOSA BANDING • Tidak ada .DIAGNOSA KERJA Fraktur Tertutup Intertrochanter Femur Sinistra VII.

PENATALAKSANAAN Prinsip penatalaksanaan • Recognition • Reduction • Retaining • Rehabilitation .

Saraf • Konsul Sp. Anestesi • Rawat Decubitus setiap hari. Jantung • Konsul Sp. Pembedahan • Operatif : Hemiartroplasty caput femur sinistra .Instruksi pre-op : • Infus RL 20 tetes/menit • Ceftriaxone 3x1 mg • Ketorolac 3x1 amp • Pasang skin traksi beban 4 kg • Pro hemiartroplasty bila kondisi stabil • Konsul Sp.

Penatalaksanaan post operatif Konservatif • Tirah baring • Diet tinggi kalori dan tinggi protein Foto kontrol: Tanggal 25 Mei 2013 (post-op) : • Foto AP pelvis sinistra .

• Edukasi • Fisioterapi • Kontrol ke dokter orthopedic . kesadaran dan tanda vital.• Monitoring • Waspadai terjadinya sindroma kompartemen: monitoring keadaan umum. • Waspadai terjadinya perdarahan. • Waspadai terjadinya syok.

sindroma kompartemen – Late onset : infeksi. lesi neurovaskuler post operatif.KOMPLIKASI • Pada kasus ini tidak ada komplikasi • Kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi: – Acute onset : perdarahan. . osteomyelitis dan kekakuan sendi. malunion. non-union. delayed union.

PROGNOSIS – Ad vitam – Ad fungsionam – Ad sanationam : dubia ad bonam : dubia ad malam : dubia ad bonam .

• Caput femoris menganjurkan ke arah craniomedial dan agak ke ventral sewaktu bersendi dengan acetabulum.ANATOMI FEMUR • Femur. dan 2 trochanter (trochanter mayor dan trochanter minor) . • Ujung proximal femur terdiri dari sebuah caput femoris. tulang terpanjang dan terberat dalam tubuh • Meneruskan berat tubuh dari os coxae kepada tibia .

yaitu epicondylus medialis dan epicondylus lateralis. berakhir menjadi 2 condylus. • Ujung distal femur.• Caput femoris dan collum femoris membentuk sudut (1150-1400) terhadap poros panjang corpus femoris. .

OS FEMUR .

PEMBULUH DARAH FEMUR .

.

OTOT-OTOT PADA FEMUR .

ARTICULATIO COXAE .

mengenai pembuluh darah. sering diikuti oleh kerusakan jaringan lunak dengan berbagai macam derajat. .FRAKTUR FEMUR • Fraktur femur adalah terputusnya kontinuitas dari tulang femur . otot dan persarafan • Bilamana tidak ada luka yang menghubungkan fraktur dengan udara luar atau permukaan kulit atau kulit diatasnya masih utuh ini disebut fraktur tertutup sedangkan bila terdapat luka yang menghubungkan tulang yang fraktur dengan udara luar atau permukaan kulit yang cenderung untuk mengalami kontaminasi dan infeksi ini disebut fraktur terbuka.

.

• Fraktur Femoral Trochanteric : Trauma langsung atau trauma yang bersifat memuntir • Fraktur Femoral Shaft : terjadi apabila pasien jatuh dalam posisi kaki melekat pada dasar disertai putaran yang diteruskan ke femur.MEKANISME TRAUMA • Fraktur Femoral Neck : Kecelakaan lalu lintas. . terpeleset di kamar mandi di mana panggul dalam keadaan fleksi dan rotasi.jatuh pada tempat yang tidak tinggi.

ETIOLOGI • Fraktur disebabkan oleh kekuatan otot yang tiba-tiba dan berlebihan. . yang dapat berupa pemukulan. • Trauma tak ak langsung: Tulang dapat mengalami fraktur pada tempat yang jauh dari tempat yang terkena kekuatan itu Trauma Kompresi • Retak dapat terjadi pada tulang. seperti halnya pada logam dan benda lain. pemuntiran. penekukan. penghancuran. akibat tekanan berulang – ulang. atau penarikan. • Trauma langsung: tulang dapat patah pada tempat yang terkena jaringan lunak juga pasti rusak.

Patologik • Fraktur dapat terjadi karena tekanan yang normal apabila tulang itu lemah atau apabila tulang itu sangat rapuh .

melalui trochanter femur yang lebih besar atau yang lebih kecil atau pada daerah intertrochanter.KLASIFIKASI Fraktur collum femur: Fraktur intrakapsuler • Terjadi didalam tulang sendi. panggul dan kapsula • Melalui kepala femur • Hanya dibawah kepala femur • Melalui leher dari femur Fraktur ekstrakapsuler • Terjadi diluar sendi dan kapsul. • Terjadi dibagian distal menuju leher femur tetapi tidak lebih dari 2 inci dibawah trochanter minor .

dibagi dalam beberapa klasifikasi tetapi yang lebih sederhana dan mudah dipahami adalah klasifikasi Fielding & Magliato. yaitu : • tipe 1 : garis fraktur satu level dengan trochanter minor • tipe 2 : garis patah berada 1 -2 inch di bawah dari batas atas trochanter minor • tipe 3 : garis patah berada 2 -3 inch di distal dari batas atas trochanterminor .Fraktur subtrochanter femur • Ialah fraktur dimana garis patahnya berada 5 cm distal dari trochanter minor.

• Fraktur suprakondiler femur Biasanya fraktur supracondyler ini disebabkan oleh trauma langsung karena kecepatan tinggi sehingga terjadi gaya axial dan stress valgus atau varus dan disertai gaya rotasi. dapat menimbulkan perdarahan yang cukup banyak mengakibatkan penderita jatuh dalam shock. • Fraktur interkondiler Biasanya fraktur intercondular diikuti oleh fraktur supracondular. .• Fraktur batang femur Fraktur batang femur biasanya terjadi karena trauma langsung akibat kecelakaan lalu lintas. sehingga umumnya terjadi bentuk T fraktur atau Y fraktur. • Fraktur kondiler femur Mekanisme traumanya biasa kombinasi dari gaya hiperabduksi dan adduksi disertai dengan tekanan pada sumbu femur keatas.

Kerusakan yang berhubungan dengan otak.GAMBARAN KLINIK Tanda – tanda umum : • Tulang yang patah merupakan bagian dari pasien penting untuk mencari bukti ada tidaknya 1. Syok atau perdarahan 2. Penyebab predisposisi . medula spinalis atau visera 3.

tetapi hal yang penting adalah apakah kulit itu utuh kalau kulit robek dan luka memiliki hubungan dengan fraktur cedera terbuka. memeriksa bagian distal dari fraktur untuk merasakan nadi dan untuk menguji sensasi. memar dan deformitas (penonjolan yang abnormal. Movement :Krepitus dan gerakan abnormal dapat ditemukan. tetapi lebih penting untuk menanyakan apakah pasien dapat menggerakan sendi – sendi dibagian distal cedera. rotasi. . Feel : Terdapat nyeri tekan setempat. pemendekan) mungkin terlihat jelas. b. Look : Pembengkakan. c. Cedera pembuluh darah adalah keadaan darurat yang memerlukan pembedahan. angulasi.Tanda – tanda lokal a.

.PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan radiologi pada panggul meliputi foto polos pelvis secara anteroposterior (AP) dan area yang terkena cedera. CT scan mungkin diperlukan . dan dapat pula foto panggul secara lateral view. Pada beberapa kasus.

PENATALAKSANAAN – – – – 1. Terapi konservatif Proteksi Immobilisasi saja tanpa reposisi Reposisi tertutup dan fiksasi dengan gips Traksi 2. Terapi operatif – ORIF .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful