Anda di halaman 1dari 7

SISTEM INFORMASI PENJUALAN TIKET TRAVEL PADA CV MARTABE BERBASIS WEB

Feber Siregar febersiregar@gmail.com Ahmad Suryan Ali Hanifa

asa_suryan@yahoo.co.id alihanifa@gmail.com

Program Studi Manajemen Informatika Politeknik Telkom Bandung 2012 Abstrak Perkembangan ilmu teknologi sangat berkembang pesat sehingga membawa pengaruh besar bagi kemajuan bisnis sektor pemerintah atau swasta. Untuk kemajuan usaha bisnis diperlukan manajemen yang tepat dalam hal pengolahannya. Oleh karena itu sangat dibutuhkan sumber daya manusia yang cepat dan tepat untuk dapat menanganinya. Proses penjualan dan pencatatan data transaksi pada CV Martabe saat ini masih manual. Sehingga sering ditemukan kesalahan-kesalahan dalam pencatatan data transaksi dan dalam pembuatan laporan. Permasalahan yang muncul pada CV Martabe memberikan ide untuk membangun suatu sistem yang dapat membantu dalam mengatasi masalah-masalah yang ada saat ini. Untuk itu dibangun sebuah sistem informasi penjualan tiket bus berbasis web dengan metode pengembangan SDLC diharapkan dapat membantu pengolahan proses transaksi dan pembuatan laporan pada CV Martabe. Kata kunci: Sistem Informasi, SDLC, WEB Abstract The development of science and technology is growing rapidly so as to bringgreater influence to the advancement of public or private sector business.Necessary for theadvancement of business management is appropriate in terms of processing. It is therefore very necessary human resources to quickly and accurately can handle it. The sales process and recording of transaction data on CV Martabe is still manual. So often found errors in recording transactions anddata in the report. The problems that arise in CV Martabe provide ideas for building a system that can assist in overcoming the problems that exist today. It was built for a bus ticket sales information system with a web-based development method SDLC process is expected to help the processing of transactions and preparing reports on the CV Martabe. Keyword: Information System, SDLC, WEB

Pendahuluan Aplikasi penjualan tiket travel berbasis web dapat membantu karyawan dan konsumen dalam melakukan transaksi pembelian tiket bus. Aplikasi penjualan tiket berbasis web sangat membantu bagi pelanggan untuk mencari informasi mengenai harga dan ketersediaan tiket travel pada CV Martabe.
1.

Pelanggan yang sebelumnya sudah memesan tiket terlebih dahulu dapat melakukan pembayaran dengan cara mentransfer ke nomor rekening yang sudah disediakan oleh CV Martabe. Aplikasi berbasis web ini menyediakan tools untuk menampilkan nomor kursi penumpang dan dapat mencatat serta menyimpan setiap data transaksi penjualan tiket sehingga dapat membantu dalam membuat laporan CV Martabe. Laporan yang akan ditampilkan pada sistem ini adalah laporan dalam bentuk grafik. Laporan akan dihitung perbulan dan pertahun oleh masing-masing cabang. Salah satu tools yang ditawarkan dalam aplikasi ini adalah chating atau komunikasi dua arah. Fasilitas chatting ini dapat digunakan oleh pelanggan untuk berkomunikasi langsung dengan petugas. Pelanggan yang sudah melakukan validasi pembayaran akan disimpan oleh sistem kedalam database. Sistem akan mengirimkan pesan pemberitahuan kepada petugas ke dalam kotak pesan atau inbox yang dimiliki oleh petugas bahwa pelanggan sudah melakukan validasi pembayaran kemudian petugas akan mengubah status bayar pelanggan. Sistem akan menyimpan status pelanggan yang sudah diubah ke dalam database kemudian sistem akan menampilkan resi pembayaran yang akan ditukarkan menjadi tiket oleh pelanggan. Aplikasi berbasis web ini juga dibuat untuk menghindari redundancy data dalam hal pemesanan dan pembelian nomor kursi penumpang, sehingga tidak akan terjadi pemesanan nomor tempak duduk yang sama oleh dua atau lebih penumpang. Pelanggan yang ingin memesan dan membeli tiket travel dapat mengakses web ini tanpa harus datang ke loket CV Martabe.

perjalanan yang berbeda. Perusahaan jasa angkutan ini pun telah tersebar di 6 kota di Sumatera Utara, yaitu: Medan (pusat), Sibolga, Padang Sidempuan, Rantau Prapat, Kisaran, dan Sidikalang. Saat ini CV Martabe melayani perjalanan jasa angkutan ke berbagai kota tersebut. Setiap harinya CV Martabe ini beroperasi dua kali dalam sehari yaitu pagi dan malam. Karena pelayanannya selalu memberikan yang terbaik bagi pelanggannya, CV Martabe ini ingin menambah rute perjalanannya, tidak hanya antar kota dalam provinsi tetapi juga antar kota antar provinsi. 2.2 WEB Website atau situs juga dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang menampilkan informasi data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi, suara, video dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman atau hyperlink (Muhamad, 2009) Website dibedakan menjadi 2 bagian yaitu website bersifat statis dan website bersifat dinamis. Website bersifat statis adalah website yang isi informasinya tetap, jarang berubah, dan isi informasinya searah dari pemilik website. Website bersifat dinamis adalah website yang isi informasi nya berubah-ubah dan isi informasinya interaktif dua arah berasal dari pemilik serta pengguna website.

2.3 HTML HTML (Hypertext Markup Language) adalah bahasa yang digunakan untuk membuat suatu situs web atau homepage. Setiap dokumen dalam web di tulis dalam format HTML. Semua format dokumen, hyperlink yang dapat di klik, gambar, dokumen, multimedia, form yang dapat diisi dan sebagainya didasarkan atas HTML (Muhamad, 2009). Setiap menggunakan HTML dalam membuat web, diperlukan juga syntax PHP. Dengan menggunakan PHP, user tidak akan melihat kode-kode PHP yang telah ditulis tersebut di dalam browser. Umumnya semua dokumen web dibagi menjadi dua section (bagian), yaitu section head dan section body.

2.

Tinjauan Pustaka

2.1 CV Martabe CV Martabe merupakan salah satu perusahaan jasa angkutan antar kota dalam provinsi. CV Martabe didirikan pada tanggal 8 Juni 2000. Pemilik perusahaan jasa angkutan ini adalah Bapak Imran Nasution. Pada saat pertama kali beroperasi CV Martabe hanya memiliki rute perjalanan SibolgaMedan (pulang-pergi). Setelah tahun 2004, CV Martabe mulai membuka cabang di berbagai kota yang memiliki rute

2.4 PHP PHP adalah salah satu bahasa pemograman skrip yang dirancang untuk membangun aplikasi web. Ketika dipanggil dari web browser, program yang ditulis dengan PHP akan diparsing dari web browser interpreter PHP dan diterjemahkan ke dalam dokumen HTML (Hyper Text Markup Language),

yang selanjutnya akan ditampilkan kembali ke web browser (Muhamad, 2009). Penggunaan PHP memungkinkan web dapat dibuat dinamis sehingga maintenance situs web tersebut menjadi lebih mudah dan efisien. PHP merupakan software Open-Source yang disebarkan dan dilisensikan secara gratis serta dapat diunduh secara bebas dari situs resminya.

System (RDBMS), sehingga dengan kemampuan ini MySQL akan mampu menangani data-data sebuah perusahaan yang berukuran sangat besar hingga berukuran Giga Byte. MySQL merupakan sebuah software database yang bersifat free (gratis) karena MySQL di lisensi di bawah GNU General Public Licence (GPL). Dengan adanya keadaan seperti itu maka anda dapat menggunakan software database ini dengan bebas tanpa harus takut dengan lisensi yang ada.

2.5 DBMS (DATABASE MANAGEMENT SYSTEM) Kebutuhan akan ketersediaan data sangat diperlukan tidak hanya bagi perorangan tetapi juga untuk organisasi dari berbagai level. Organisasi memerlukan data yang akurat dan tersedia setiap saat, untuk membantu memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan di setiap level organisasi. Data dalam jumlah yang besar memerlukan pengaturan data yang efektif sehingga dapat diperoleh informasi secara cepat dan informasi yang dihadirkan dapat relevan dengan kebutuhan pengguna saat itu (Yulianto, 2009). Beranjak dari kebutuhan tersebut, dibutuhkan suatu data management system yang kuat, fleksibel dan sanggup menangani kompleksitas data. User memerlukan alat bantu yang menyederhanakan pengaturan data dan mampu memberikan informasi yang berguna pada waktu diperlukan. Data adalah kumpulan kejadian yang diangkat dari suatu kenyataan (fakta), dapat berupa angka, huruf, simbol khusus atau gabungan ketiganya. Kapan kumpulan data disebut sebagai basis data? Basis data adalah kumpulan data yang didefinisikan sebagai rangkaian aktifitas dari satu organisasi atau lebih yang saling berhubungan basis data, beberapa diantaranya terdiri dari entitas dan relasi (Ardhian, 2009). 2.7 Data Flow Diagram Menurut (Rosa.A.S-M.Shalahuddin, 2001), Data Flow Diagram (DFD) awalnya dikembangkan oleh Christ Gane dan Trish Sarson pada tahun 1979 yang termasuk dalam Structured Systems Analysis and Design Methodology (SSADM) yang ditulis oleh Chris Gane dan Trish Sarson. Sistem yang dikembangkan ini berbasis pada dekomposisi fungsional dari sebuah sistem. Tom DeMarco memperkenalkan metode yang lain pada tahun 1980-an dimana mengubah persegi dengan sudut lengkung (pada DFD Chris Gane dan Trish Sarson) dengan lingkaran untuk menotasikan. DFD ini popular digunakan sebagai model analisis sitem perangkat lunak untuk sistem perangkat lunak yang akan diimplementasikan dengan pemrograman terstruktur. 2.8 ERD Menurut (A.S-M.Shalahuddin, 2011), pemodelan awal basis data yang paling banyak digunakan adalah menggunakan Entity Relationship Diagram(ERD). ERD dikembangkan berdasarkan teori himpunan dalam bidang matematika. ERD digunakan untuk pemodelan basis data relational. Sehingga jika penyimpanan basis data menggunakan OODBMS maka perancangan basis data tidak perlu menggunakan ERD.

2.6 Database MySQL MySQL merupakan basis data yang paling digemari dikalangan Programmer Web, dengan alasan bahwa program ini merupakan basis data yang sangat kuat dan cukup stabil untuk digunakan sebagai media penyimpanan data. Sebagai sebuah database server yang mampu untuk memanajemen basis data dengan baik, MySQL terhitung merupakan basis data yang paling digemari dan paling banyak digunakan dibanding basis data yang lainnya. Selain MySQL masih terdapat beberapa jenis database server yang juga memiliki kemampuan yang juga tidak bisa dianggap mudah, basis data itu adalah Oracle dan PostgreSQL (Nugroho, 2004). Kemampuan lain yang dimiliki MySQL adalah mendukung Relational Database Management 2.9 Flowmap Flowmap merupakan campuran peta dan flowchart yang menunjukan pergerakan benda dari satu lokasi ke lokasi lain, seperti jumlah orang dalam migrasi, jumlah barang yang diperdagangkan, atau jumlah paket dalam jaringan. Flow map dapat menolong analis dan programmer untuk memecahkan masalah ke dalam segmen-segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis alternatif-alternatif lain dalam pengoperasian. Flowmap adalah paket perangkat lunak yang didedikasikan untuk menganalisi dan menampilkan interaksi atau aliran data. Jenis data dalam arti kata khusus ada dua lokasi geografis yang berbeda

terhubung ke masing-masing item data, seperti sebuah lokasi tempat asal aliran data dimulai dan lokasi tujuan di mana aliran berakhir.

3.

Analisis dan Perancangan

3.1 Analisis Sistem yang Sedang Berjalan Pada sistem yang sedang berjalan, proses pemesanan dan pembelian tiket travel masih manual. Data penjualan tiket masih dicatat pada buku penjualan tiket sehingga penyimpanan data penjualan tiket belum terorganisir dengan baik karena tidak menutup kemungkinan buku tempat penyimpanan data penjualan akan hilang atau rusak. Untuk pemesanan tiket, pelanggan mendatangi dan menelefon cabang terdekat CV Martabe dan menanyakan nomor bangku yang akan dipesan. Kemudian petugas tiket mengecek ketersediaan nomor bangku yang akan dipesan. Jika nomor bangku yang ingin dipesan tidak tersedia, maka pelanggan akan menanyakan kembali nomor bangku pada hari atau jam berikutnya. Jika bangku yang dipesan tersedia maka petugas akan mencatat data pemesanan pada buku yang tanpa memberikan tanda bukti fisik pemesanan kepada pelanggan sehingga dapat mengakibatkan terjadinya redundancy data. Pada saat pembayaran tiket yang sudah dipesan sebelumnya, pelanggan datang ke cabang CV Martabe maksimal satu jam sebelum keberangkatan. Hal ini tentu sangat merugikan bagi CV Martabe karena bisa saja pelanggan tersebut membatalkan tiket pesanannya dan bangku yang sebelumnya sudah terisi menjadi kosong kembali.

pembayaran. Setelah menerima pesan tersebut, petugas kemudian mengecek ke nomor rekening apakah pelanggan tersebut sudah melakukan pembayaran. Jika sudah maka pegawai kemudiaan mengubah status pelanggan menjadi sudah bayar atau lunas. Kemudian sistem menyimpan status yang diubah oleh petugas ke dalam database. Lalu sistem menampilkan status pelanggan yang sudah diubah dan pegawai melakukan konfirmasi ke pelanggan dengan fasilitas chatting yang disediakan pada web bahwa pembayaran berhasil dan pelanggan menerima nomor transaksi untuk ditukar dengan tiket pada saat mau berangkat.

3.3 Perancangan Basis Data 3.3.1 ERD

#Id_trayek Nama #Id_penumpang seat status biaya Rute Kode_mobil

Alamat N Penumpang Umur Admin_status Jam_hapus 1 memesan N Trayek

Tanggal

Jam

Telp_hp

Email

Seat

Jenis_kelamin

memiliki

#Id_biaya Tanggal_konfirmasi Nama_pengirim Tanggal_transfer Konfirmasi Bank Nominal 1 Rute Biaya

Rute_awal

3.2 Analisis Sistem yang Diusulkan Pada sistem yang diusulkan, proses pemesanan dan pembelian tiket sudah menggunakan sistem komputerisasi. Pelanggan kemudian mengecek sendiri ketersediaan nomor bangku yang akan dipesan pada menu yang disediakan. Jika tersedia pelanggan kemudian mengisi data-data pemesanan. Setelah disubmit sistem akan menyimpan data pemesanan tersebut kedalam database. Kemudian sistem akan menampilkan nomor kode pemesanan yang akan digunakan oleh pelanggan pada saat validasi pembayaran. Pada saat validasi pembayaran melalui web ini, pelanggan memilih menu validasi yang sudah disediakan, kemudian mengisi dengan data pemesanan dan nomor kode pemesanan yang sudah ditampilkan saat pemesanan tiket. Sistem kemudian menyimpan data validasi pembayaran tersebut ke dalam database. Lalu sistem akan mengirimkan pesan ke petugas bahwa pelanggan sudah melakukan
Nama_lengkap Username N Password User N dikelola 1

Harga

#Kode_cabang

Cabang

Nama_cabang

No_telp #Id_User Email

Gambar 3. 1 ER Diagram

3.3.2

Relasi Antar Tabel

Tabel 3. 2 Kebutuhan Perangkat Lunak

4.

Implementasi dan Pengujian

4.1 Implementasi Implementasi antarmuka sistem ini merupakan hasil dari desain uang telah dirancang sebelumnya.
Gambar 3. 2 Relasi Antar Tabel

Berikut ini adalah implementasi dari sistem yang telah dibuat :

3.3.3
Penumpang

Data Flow Diagram


Data_pesan, pilih_bangku, data_konfirmasi Data_login, konfirmasi_pembayaran Pegawai

Kode_boking, nomor_bangku, status_bayar

SISFO CV MARTABE

Status_login, status_konfirmasi, status bayar

Gambar 4. 1 Menu Pesan Tiket

Data_login, data_pegawai

Status-login, info_pegawai

Pemilik

Gambar 3. 3 Diagram Konteks

3.3.4

Kebutuhan Perangkat Keras


Tabel 3. 1 Kebutuhan Perangat Keras Gambar 4. 2 Halaman Login Admin

Gambar 4. 3 Halaman Login Pegawai

2.

Menambah info mobil agar penumpang dapat merasa nyaman dan yakin ketika memesan tiket.

Daftar Pustaka A.S-M.Shalahuddin, R. (2011). Modul Pembelajaran Rekayasa Perangkat Lunak (Terstruktur dan Berorientasi Objek). Bandung: Modula.
Gambar 4. 4 Laporan

Ardhian, A. (2009). Analisis dan Desain Sistem Informasi. Bandung: Politeknik Telkom. Muhamad, W. (2009). Pemograman Web. Bandung: Politeknik Telkom. Nugroho, B. (2004). Aplikasi Pemrograman Web Dinamis dengan PHP dan MySQL. Yogyakarta: Gava Media. Rosa.A.S-M.Shalahuddin. (2001). Modul Pembelajaran Rekayasa Perangkat Lunak (Terstruktur dan Berorientasi Objek). Bandung: Modula. Yulianto, A. A. (2009). Analisis dan Desain Sistem Informasi. Bandung: Politeknik Telkom.

4.2 Pengujian Pengujian dilakukan untuk menguji aplikasi apakah aplikasi sudah sesuai dengan yang diinginkan atau dibutuhkan. Seperti validasi validasi untuk berbagai macam kemungkinan masukan.

5.

Kesimpulan dan Saran

5.1 Kesimpulan Dengan adanya Sistem Informasi Penjulan Tiket Bus Berbasis Web ini, CV Martabe akan sangat terbantu dalam melakukan transaksi penjualan tiketnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa : 1. Sistem Informasi Penjulan Tiket TRAVEL Berbasis WEB pad CV Martabe ini dapat membantu penumpang dalam melakukan pemesanan tiket. Menyimpan data transaksi pemesanan tiket sehingga kecil kemungkinan ditemukan redudancy data. Laporan dapat dilihat oleh pemilik secara jelas dalam bentuk grafik dan tabel sehingga kecil kemungkinan ditemukan kesalahan pencatatan data laporan yang dapat merugikan CV Martabe.

2.

3.

5.2 Saran Untuk pengembangan sistem penjualan tiket ini sebaiknya ditambahkan fungsionalitas sebagai berikut : 1. Menambahakan fungsi update konfirmasi pembayaran secara otomatis, agar ketika penumpang melakukan konfirmasi sistem dapat langsung mengubah status bayar pelanggan