Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA

ANALISIS KROMOSOM MANUSIA

Kelompok 1 :
Dewi Ayu Winingsih (3415086849) Desy Sasana Utami.P (3415086853) Rupawanti (3415086869) Arief Septiyono (3415086852)

Pendidikan Biologi Non Reguler 2008

Jurusan Biologi

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta 2010

ANALISIS KROMOSOM MANUSIA

A. Tujuan Praktikum 1. Untuk menganalisis kromosom pada manusia 2. Untuk mengetahui cara dalam menganalisi kromosom pada manusia

B. Dasar Teori Kromosom berasal dari bahasa Yunani yaitu chroma, warna dan soma yaitu badan. Kromosom merupakan struktur di dalam sel berupa deret panjang molekul yang terdiri dari satu molekul DNA dan berbagai protein terkait yang merupakan informasi genetik suatu organisme, seperti molekul kelima jenis histon dan faktor transkripsi yang terdapat pada beberapa deret, dan termasuk gen unsur regulator dan sekuens nukleotida. Kromosom yang berada di dalam nukleus sel eukariota, secara khusus disebut kromatin.

Dalam kromosom eukariota, DNA yang tidak terkondensasi berada dalam struktur order-quasi dalam nukleus, dimana ia membungkus histon (protein struktura) dan di mana material komposit ini disebut kromatin. Selama mitosis (pembelahan sel), kromosom terkondensasi dan disebut kromosom metafase. Hal ini menyebabkan masing-masing kromosom dapat diamati melalui mikroskop optik. Setiap kromosom memiliki dua lengan, yang pendek disebut lengan p (dari bahasa Perancis petit yang berarti kecil) dan lengan yang panjang lengan q (q mengikuti p dalam alfabet). Kromosom pertama kali diamati oleh Karl Wilhelm von Ngeli pada 1842 dan ciri-cirinya dijelaskan dengan detil oleh Walther Flemming pada 1882. Sedangkan Prinsip-prinsip klasik genetika merupakan pemikiran deduksi dari Gregor Mendel pada tahun 1865 yang banyak diabaikan orang hingga tahun 1902, Walter Sutton dan Theodor Boveri menemukan kesamaan antara perilaku kromosom saat meiosis dengan hukum Mendel dan menarik kesimpulan bahwa kromosom merupakan pembawa gen. Hasil penelitian keduanya dikenal sebagai teori Sutton-Boveri atau hipotesis Sutton-Boveri atau teori hereditas kromosom, yang menjadi kontroversi dan perdebatan para pakar kala itu. Kromosom pada manusia terdapat 23 pasang yang terdiri dari 22 pasang autosom dan 1 pasang sex kromosom sehingga formulanya biasa ditulis dengan 44A+XY untuk laki-laki. Perubahan jumlah kromosom mungkin terjadi pada manusia yang disebabkan oleh berbagai factor. Perubahan jumlah kromosom pada manusia ada beberapa macam antara lain: 1. Monosomi yaitu 45xo disebut sindrom turmer 2. Trisomi 21 yaitu 47 xx/xy + 21 yang disebut sindrom down Jumlah kromosom manusia tersebut dapat dikelompokan menjadi 7 kelompok, yaitu: 1. Kelompok A 2. Kelompok B : kromosom 1-3 : kromosom 4-5

3. Kelompok C 4. Kelompok D 5. Kelompok E 6. Kelompok F 7. Kelompok G

: kromosom 6-12 + x : kromosom 13-15 : kromosom 16-18 : kelompok 19-20 : kelompok 21- 22 + y

C. Alat dan Bahan 1. Fotocopy atau foto kromosom manusia dalam stadium metaphase 2. Kertas 3. Gunting 4. Lem kertas

D. Cara kerja

Siapkan dua helai kertas

Masukkan gambar kromosom manusia dalam keadaan metaphase pada dua helai kertas yang sudah disiapkan

Guntinglah tiap-tiap kromosom pada helai kertas tersebut.

Kemudian susunlah gambar tersebut sehingga terbentuk susunan kariotipe

Tempelkan guntingan gambar kromosom tali pada satu halaman kertas

E. Hasil pengamatan

Tanggal Sex

: :