Anda di halaman 1dari 20

Solusi Persamaan Diferensial parsial dengan Metode Beda Hingga

Oleh : Kelompok IV

Terminologi
Persamaan diferensial parsial memegang peranan penting di dalam penggambaran keadaan fisis, dimana besaranbesaran yang terlibat didalamnya berubah terhadap ruang dan waktu. Sebagai contoh, jika kita meninjau topik-topik fisika lanjut (advanced physics), seperti halnya mekanika klasik lanjut yang membicarakan tentang gelombang elektromagnetik, hidrodinamik dan mekanika kuantum (gelombang Schroedinger), maka kita akan menemukan penggunaan persamaan diferensial parsial yang digunakan untuk menggambarkan fenomena fisis yang berkaitan dengan masalah-masalah tersebut. Masalah-masalah tersebut dalam kenyataannya sulit untuk dipecahkan dengan cara analitik biasa, sehingga metode numerik perlu diterapkan untuk menyelesaikannya. Penggunaan persamaan diferensial tidak terbatas pada masalah fisika saja, tetapi lebih luas lagi dalam bidang sains dan

Apa itu Persamaan Diferensial Parsial??


Suatu persamaan yang meliputi turunan fungsi dari satu atau lebih variabel terikat terhadap satu atau lebih variabel bebas disebut persamaan diferensial , Pada Persamaan Diferensial Parsial, variabel bebas dapat berupa waktu dan satu atau lebih koordinat ruang.

Apa Beda Persamaan diferensial Parsial dan Persamaan Diferensial Biasa??

Jika turunan fungsi itu hanya tergantung pada satu variable bebas maka disebut persamaan diferensial biasa (PDB) dan bila tergantung pada lebih dari satu variabel bebas disebut persamaan diferensial parsial (PDP)

Klasifikasi Persamaan Diferensial Parsial


Berdasarkan nilai koefisien-koefisiennya, bentuk umum ini dapat dibedakan atas beberapa bentuk khusus, yang kemudian dikenal sebagai bentuk PDP parabolik, hiperbolik, dan eliptik.

Klasifikasi Persamaan Diferensial Parsial

Solusi Persamaan Diferensial parsial dengan Metode Beda Hingga


Pada Penyelesaian persamaan Laplace, dan berbagai PDE di bidang Teknik, hampir tidak pernah dilakukan secara analitis, kecuali untuk kasus-kasus yang sederhana. Penyelesaian hampir selalu dilakukan dengan cara numeris. Teknik penyelesaian PDE secara numeris Metoda beda hingga (finite difference approximation, FDA) Metoda elemen hingga (finite element method, FEM) Metoda volume hingga (finite volume method, FVM

Solusi Persamaan Diferensial parsial dengan Metode Beda Hingga


Solusi dengan menggunakan metode beda hingga termasuk kedalam kategori Persamaan diferensial Parsial Eliptik, pemecahan masalah dengan Metode Beda Hingga atau sering juga disebut Metode Finite Difference akan dijelaskan sebagai berikut Persamaan umum

Solusi Persamaan Diferensial parsial dengan Metode Beda Hingga


Jika kita substitusikan persamaan tadi ke dalam persamaan laplacec

Solusi Persamaan Diferensial parsial dengan Metode Beda Hingga


Untuk dapat menyelesaikan permasalahan dengan metode beda hingga, maka kondisi batas harus di tentukan , sehingga dapat diperoleh solusi unik. Untuk kasus sederhana yang akan dibahas (Perambatan Panas Pada Titik Titik Dalam Pelat ) maka temperatur pada tepi tepi pelat harus ditentukan suatu nilai tetap. Maka pada saat kondisi seperti itu sering juga di sebut Kondisi Batas Dirichlet

Solusi Persamaan Diferensial parsial dengan Metode Beda Hingga Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal
dibawah ini Pada kasus disamping, pelat dipanaskan, dan temperaturnya dijaga konstan pada bagian bagian tepi. Perambatan panas pada titik titik dalam dapat diselesaikan dengan penggabungan metode beda hingga, dan metode iterasi GausSiedel

Solusi Persamaan Diferensial parsial dengan Metode Beda Hingga


Metode beda hingga untuk mencari nilai pada masingmasing titik menggunakan persamaan :

dan hasilnya sebagai berikut:

Di titik (1,1) T1,1 + T0,1 + T1,2 + T1,0 -4T1,1 T2,1 + 75 + T1,2 + 0 -4T1,1 -4T1,1 + T1,2 + T2,1
Di titik (2,1) T3,1 + T1,1 + T2,2 + T2,0 -4T1,1 T3,1 +T1,1 + T2,2 + 0 -4T2,1 T1,1 - 4T2,2 + T3,1 + T2,2 Di titik (3,1) T4,1 + T2,1 + T3,2 + T3,0 -4T3,1 50+T2,1 + T3,2 + 0 -4T3,1 T2,1 - 4T3,1 + T3,2

=0 =0 =-75
=0 =0 =0

=0

=0 = 50

Di titik (1,2) T2,2 + T0,2 + T1,3 + T1,1 4T1,2 = 0 T2,2 + 75 + T1,3 + T1,1 4T1,2 = 0 T1,1 4T1,2 + T1,3 + T2,2
Di titik (2,2) T3,2 + T 1,2 + T 2,3 + T 2,1 -4T 2,2 Di titik (3,2) T 4,2 + T 2,2+ T 3,3 + T 3,1 4T 3,2 50 + T 2,2+ T 3,3 + T 3,1 4T 3,2 T 2,2 + T 3,1 4T 3,2+ T 3,3

= - 75

=0

=0 =0 = - 50

Di titik (1,3) T2,3 + T0,3 + T1,4 + T1,2 4T1,3 T2,3 + 75 + 100 + T1,2 4T1,3 T1,2 4T1,3 +T2,3 Di titik (2,3) T3,3 + T1,3 + T2,4 + T2,2 -4T2,3 T3,3 +T1,3 + 100 + T2,2 -4T2,3 T1,3 +T2,2 +4T2,3 + T3,3

=0 =0 =-175

=0 =0 = 100

Di titik (3,3) T 4,3 + T 2,3 + T 3,4 + T 3,2 4T 3,3 50 + T 2,3 + 100 + T 3,2 4T 3,3 T 2,3 + T 3,2 4T 3,3

=0 =0 = -150

Solusi Persamaan Diferensial parsial dengan Metode Beda Hingga


T1,1 T1,1 -4 T2,1 1 T3,1 0 T1,2 1 T2,2 0 T3,2 0 T1,3 0 T2,3 0 T3,3 0 = Hasil -75

T2,1
T3,1 T1,2 T2,2 T3,2 T1,3 T2,3

1
0 1 0 0 0 0

-4
1 0 1 0 0 0

1
-4 0 0 1 0 0

0
0 -4 1 0 1 0

1
0 1 -4 1 0 1

0
1 0 1 -4 0 0

0
0 1 0 0 -4 1

0
0 0 1 0 1 -4

0
0 0 0 1 0 1

=
= = = = = =

0
-50 -75 0 -50 -175 -100

T3,3

-4

-150

Solusi Persamaan Diferensial parsial dengan Metode Beda Hingga

Penyelesaian kasus tersebut di lanjutkan dengan metoda iterasi Gauss-Siedel (Bahasan kelompok 2)

Sehingga didapat nilai yang konvergen (saling berdekatan) maka nilai dapat kita tentukan nilai di masing masing titik tersebut (pelat besi)

Solusi Persamaan Diferensial parsial dengan Metode Beda Hingga

Maka diambil nilai yang telah konvergen dari iterasi GaussSiedel sehingga seperti gambar dibawah

Terima Kasih