Anda di halaman 1dari 6

Latar Belakang

Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2002-2003 median usia kawin pertama adalah 19,2 tahun dan median usia kawin pertama di pedesaan lebih rendah yaitu 17,9 tahun. Terlalu muda usia untuk hamil atau kurang dari 20 tahun sekitar 10,3% menyebabkan kematian pada ibu secara tidak langsung. Persentase perempuan umur 15-19 yang sedang hamil anak pertama adalah 2%. Perempuan kelompok umur 15-19 tahun didapatkan 14% berstatus menikah dan 2,8% diantaranya telah menikah pada usia 15 tahun dan kelompok umur 2024 tahun didapatkan 57% berstatus menikah dan 24,2% telah menikah pada usia 18 tahun. Jumlah pernikahan usia muda dipedesaan lebih besar dibandingkan dengan di daerah perkotaan.

Definisi
Menurut Undang-undang No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan, hanya orang yang sudah mencapai umur 16 tahun untuk perempuan dan 19 tahun untuk laki-laki yang boleh melakukan perkawinan. Perkawinan usia muda adalah perkawinan yang dilakukan bila pria < 20 tahun dan perempuan < 19 tahun.

Penyebab Kawin Muda


Pergaulan Bebas Kurang mendapat perhatian dan kasih sayang dari orang tua Desakan ekonomi Rendahnya pendidikan Kebanyakan menganggap kawin muda itu asyik Lajunya perkembangan penduduk Sulitnya mendapatkan pekerjaan Keterlanjuran berhubungan seks

Akibat Kawin Muda


Banyaknya perceraian Pertambahan penduduk melaju kencang Banyaknya kematian ibu dan bayi, karena resiko komplikasi kehamilan, persalinan, dan nifas Sulit terwujud keluarga berkualitas karena kematangan psikologis belum tercapai Ditinjau dari segi sosial, mengurangi kebebasan mengembangkan diri Konflik dalam keluarga membuka peluang mencari pelarian ke alkohol, sex bebas dll

Masalah perkawinan dan kehamilan usia muda


Ketidakmatangan secara fisik dan mental Resiko komplikasi dan kematian ibu dan bayi semakin besar Kehilangan kesempatan untuk mengembangkan diri Resiko untuk melakukan aborsi yang tidak aman Infeksi organ reproduksi, anemia, mandul dan kematian karena perdarahan. Trauma kejiwaan (depresi, rendah diri, merasa berdosa dan kehilangan harapan masa depan)

Penanganan perkawinan usia muda


Pendewasaan usia kehamilan dengan penggunaan kontrasepsi Bimbingan psikologis Dukungan keluarga Peningkatan kesehatan

Beri Nilai