Anda di halaman 1dari 5

Pidato Ahmadinejad di Konferensi Anti Rasisme di Genewa

Selasa, 21 April 2009

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma ‘Ajjil Liwaliyyikal Faraj Wal’Afiah Wannashr. Waj’alna min Khairi Ansharihi wa A’wanini
Walmustasyhadina Baina Yadaih.

Segala puji dan syukur khusus milik Allah Yang Adil, Pengasih dan Yang Menginginkan Kebaikan Hamba-
Nya.

Salam Allah kepada para nabi ilahi mulai dari Nabi Adam hingga Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan pamungkas
para nabi Muhammad saw. Mereka semua adalah penyeru monoteisme, persaudaraan, cinta, kehormatan
manusia dan keadilan.

Ahmadinejad: Photo Farsnews


Pimpinan sidang,

Sekjen PBB,

Komisi Tinggi HAM,

Ibu dan bapak,

Kita berkumpul di sini guna melanjutkan konferensi anti rasisme Durban dengan membahas kondisi kekinian
dan solusi praktis dalam perjuangan suci dan manusiawi ini. Dalam peristiwa di beberapa abad terakhir telah
terjadi banyak kezaliman besar terhadap umat manusia. Di abad pertengahan para ilmuwan dihukum mati.
Setelah itu masuk masa perbudakan dan pemburuan manusia tak berdosa lalu memisahkan mereka dari
keluarganya dengan mengirimkan mereka ke Eropa dan Amerika dalam kondisi sangat buruk bila
dibandingkan jutaan manusia lainnya.

Periode kegelapan yang dibarengi oleh penjajahan berbagai daerah disertai penjarahan kekayaan alam dan
pembantaian serta mengungsikan dengan paksa warga tak berdosa. Bertahun-tahun lewat bangsa-bangsa
bangkit untuk mengusir para penjajah lalu mendirikan pemerintah independen dan nasional dengan nyawa
jutaan manusia.

Gila kekuasaan dalam waktu singkat memaksakan dua perang besar di Eropa dan sebagian dari Asia dan
Afrika. Perang yang hasilnya mengorbankan ratusan juta nyawa manusia dan hancurnya lahan-lahan tanah-
tanah subur. Mereka yang menang dalam perang menganggap dirinya sebagai jagoan dan pemenang dunia
sementara bangsa-bangsa lainnya dipandang sebagai pecundang. Mereka lalu membuat undang-undang dan
sistem yang zalim, tidak peduli dan bahkan menistakan hak-hak bangsa lain.

Ibu dan bapak,

Lembaga Dewan Keamanan PBB sebagai warisan Perang Dunia I dan II. Dengan logika apa mereka
1
mendapatkan keistimewaan dan hak veto? Nilai-nilai kemanusiaan dan ilahi seperti apa yang bisa menerima
logika ini? Dengan keadilan? Dengan persamaan di hadapan hukum? Dengan kehormatan manusia? Atau
diskriminasi, ketidakadilan, pelanggaran HAM dan ancaman bagi mayoritas bangsa dan negara di dunia? Ini
kondisi dewan tertinggi dan referensi pengambilan keputusan bagi perdamaian dan keamanan dunia! Ketika
diskriminasi ada dan sumber hukum tidak lagi keadilan dan kebenaran, tapi arogansi dan kekuatan,
bagaimana dapat diharapkan terciptanya keadilan dan perdamaian? Gila kekuasaan dan egoisme sumber
rasisme, diskriminasi, agresi dan kezaliman. Sekalipun kini kebanyakan orang-orang rasis juga ikut-ikutan
mengecam rasisme dalam slogan dan ucapan mereka, namun ketika beberapa negara kuat punya hak
berdasarkan kepentingannya mengambil keputusan untuk negara-negara lain, mereka dengan mudah
menginjak-injak hukum dan nilai-nilai kemanusiaan. Dan hal itu telah dilakukan oleh mereka.

Setelah Perang Dunia II dengan alasan orang-orang Yahudi menjadi korban dalam peristiwa holocaust dan
dengan agresi mereka mengungsikan sebuah bangsa dan mereka mengirimkan orang-orang Yahudi dari
Eropa, Amerika dan dari berbagai negara di dunia tinggal di daerah itu. Mereka akhirnya mendirikan
pemerintah yang mutlak berasaskan rasisme di Palestina pendudukan. Sejatinya, alasan untuk menebus
kerugian rasisme di Eropa, mereka mendirikan rasisme paling kejam di tempat lain, yaitu Palestina.

Dewan Keamanan PBB mengakui pemerintah perampok ini dan selama 60 tahun membelanya serta
memberikan kesempatan rezim ini untuk melakukan segala bentuk kejahatan. Lebih buruk dari ini, sejumlah
negara Barat dan Amerika merasa berkewajiban untuk membela para rasisme pembantai manusia. Ketika
manusia yang masih memiliki hati nurani bersih menyaksikan pengeboman dan pembantaian yang terjadi di
Gaza dan mengecam aksi tersebut, mereka malah membela para penjahat. Sebelum itu juga mereka memilih
diam di hadapan segala terbongkarnya kejahatan yang dilakukan rezim ini dan mendukungnya.

Saudara-saudara yang mulia, ibu dan bapak,

Apa alasan di balik perang terakhir seperti serangan Amerika ke Irak dan pengiriman besar-besaran tentara
ke Afganistan? Apa alasannya selain arogansi pemerintah Amerika waktu itu, tekanan para pemodal dan
penguasa untuk melebarkan pengaruh dan hegemoni, menjamin kepentingan para produsen senjata,
penghancuran sebuah peradaban ribuan tahun, menghancurkan bahaya potensial dan aktual negara-negara
regional terhadap Rezim Zionis Israel dan menjarah sumber-sumber energi Irak? Jujur saja, mengapa ada
satu juta orang tewas dan cidera dan jutaan lainnya harus mengungsi? Jujur saja, apakah serangan ke Irak
dengan rencana Rezim Zionis Israel dan sekutu mereka di pemerintah Amerika waktu itu yang di satu sisi
bersandar pada kekuasaan dan di sisi lainnya bersandar pada para pemilik perusahaan senjata? Apakah
dengan mengirimkan pasukan ke Afganistan, perdamaian, keamanan, ketenangan dan kesejahteraan telah
kembali di negara ini?

Amerika dan sekutunya tidak mampu bahkan hanya untuk mencegah produksi narkotika. Kehadiran mereka
di Afganistan kini malah membuat produksinya meningkat berkali-kali lipat!

Pertanyaan pentingnya adalah apa yang dilakukan oleh pemerintah Amerika dan sekutunya waktu itu?
Apakah mereka menjadi wakil-wakil dunia? Apakah mereka pilihan bangsa-bangsa di dunia? Apakah rakyat
di dunia mewakilkan kepada mereka untuk mengintervensi seluruh dunia (tentunya mereka lebih banyak
melakukan intervensi di kawasan kami)? Apakah aksi-aksi pendudukan Irak dan Afganistan bukan bukti dari
arogansi, rasisme, diskriminasi, penistaan kehormatan dan kemerdekaan bangsa-bangsa?

Ibu dan bapak,

Siapa penanggung jawab ekonomi dunia setelah terjadi krisis ekonomi dunia? Krisis bermula dari mana?
Dari Afrika, Asia atau bermula dari Amerika yang kemudian menyebar ke Eropa dan sekutunya!

Cukup lama mereka memaksakan undang-undang dan peraturan tidak adil ekonomi dengan kekuatan politik
dalam interaksi politik dan intenasional. Mereka menetapkan sistem moneter dan keuangan tanpa ada
pengawasan internasional. Mereka memaksa seluruh negara dan bangsa di dunia untuk tidak ikut campur
dalam proses dan pengambilan kebijakan. Mereka bahkan tidak pernah memberikan kesempatan kepada
rakyatnya untuk melakukan pengawasan. Dengan meminggirkan moral dalam berbagai hubungan, mereka
membuat undang-undang dan peraturan yang menguntungkan sebuah kelompok penguasa dan kaya. Dengan

2
mendefinisikan sendiri pasar bebas dan persaingan, mereka berhasil menjegal kesempatan pihak lain
memindahkan masalah yang dimilikinya ke pihak lain.

Kini puncak krisis puluhan ribu miliar hutang dan ribuan miliar defisit anggaran telah kembali kepada
mereka sendiri.

Kini untuk memperbaiki kondisi mereka mulai menyuntikkan ratusan miliar tanpa pendukung dari kantong
rakyat Amerika sendiri dan dari seluruh dunia kepada bank-bank, perusahaan-perusahaan besar dan pasar
moneter yang hampir bangkrut. Dengan cara ini mereka kembali membuat rakyatnya semakin banyak hutan
dan masalah menjadi semakin kompleks.

Mereka hanya memikirkan kekuasaannya saja. Bagi mereka masyarakat internasional, bahkan rakyat mereka
sendiri tidak bernilai.

Pimpinan sidan, ibu dan bapak,

Akar asli rasisme kembali pada ketidaktahuan akan hakikat manusia sebagai makhluk terpilih dan
menyimpang dan jalur kehidupan manusia dan tugas manusia dalam penciptaan. Lalai dari penyembahaan
secara sadar kepada Allah dan pemikiran dalam filsafat kehidupan dan jalur kesempurnaan manusia yang
berasal dari hasil alami akibat komitmen terhadap nilai-nilai ilahi dan manusiawi. Semua ini menyebabkan
tataran cara pandang seorang manusia menjadi turun yang membuatnya hanya memikirkan kepentingan
terbatas dan fana sebagai prinsip dalam berlaku. Dengan demikian inti kekuatan yang memiliki sifat setan
telah terbentuk. Dengan menghapus kesempatan secara adil bagi pertumbuhan orang lain ia berusaha
mengembangkan diri. Sebagaimana dalam bentuk terburuknya berubah menjadi rasisme yang tidak lagi
memiliki kekangan dan kini menjadi faktor paling berbahaya yang mengancam perdamaian dunia dan
menutup jalan terciptanya kehidapan damai.

Tidak ragu lagi bahwa rasisme harus dinilai sebagai simbol kebodohan dalam sejarah dan tanda-tanda
kekolotan di hadapan pertumbuhan manusia umumnya. Dari sini diharapkan kita mencari pengejawantahan
rasisme dalam penyebaran kondisi kemiskinan akan ilmu dan ketiadaan pemahaman bagi masyarakat.

Oleh karenanya, solusi asli dalam memerangi fenomena ini adalah menyebarkan pemahaman masyarakat dan
memperdalam pemahaman mereka mengenai filsafat keberadaan manusia dan hakikat dunia dengan fokus
manusia. Hasilnya adalah kembalinya manusia kepada nilai-nilai spiritual, moral, keutamaan manusia dan
kecenderungan kepada Allah. Masyarakat internasional harus dalam sebuah gerakan universal budaya demi
menjelaskan lebih luas lagi kepada masyarakat yang terkena penyakit ini dan tentunya mereka
terkebelakang. Bila ini dilakukan simbol keburukan dan kekotoran ini bakal tergerus dengan cepat.

Saudara-saudara yang terhormat,

Kini masyarakat internasional menghadapi semacam rasisme yang keburukannya merusak citra
manusia di awal mileniuk ketiga dan mempermalukan umat manusia.

Zionisme Internasional simbol mutlak rasisme yang berbohong atas nama agama dan memanfaatkan
simpati keagamaan demi menyembunyikan wajah buruknya dari orang-orang yang tidak punya
informasi. Namun yang harus diperhatikan dengan serius adalah upaya sebagian kekuatan besar dan
pemilik kepentingann luas di dunia dengan memanfaatkan kekuatan ekonomi, pengaruh politik dan
media berusaha sekuat tenaga mendukung Rezim Zionis Israel dan mengurangi keburukannya. Di
sini sudah bukan masalah kebodohan!

Oleh karenanya, tidak boleh mencukupkan diri dengan aksi-aksi budaya untuk melawan fenomena
buruk ini, tapi yang harus dilakukan adalah mengakhiri penyalahgunaan Israel dan para
pendukungnya akan lembaga-lembaga internasional sebagai alat politiknya. Dengan menghormati
keinginan bangsa-bangsa lain dan memperkuat tekad negara-negara untuk mengikis habis rasisme ini
serta berani mengambil langkah memperbaiki hubungan internasional.

Tidak ragu lagi kalian semua tahu ada upaya besar kekuatan-kekuatan dunia untuk menyelewengkan

3
tugas penting ini dalam pertemuan ini. Patut disayangkan bahwa diplomasi dukungan terhadap
Zionis Israel memiliki arti ikut serta secara transparan dalam setiap aksi kejahatan dan ini
menambah tanggung jawab wakil-wakil terhormat yang hadir untuk membongkar aksi anti manusia
dan segera memperbaiki hubungan dan perilaku. Harus diketahui bahwa mengenyampingkan
kapasitas besar dunia seperti konferensi ini merupakan bukti asli membantu berlanjutnya
keberadaan rasisme paling buruk. Konsekwensi membela HAM saat ini pertama adalah membela hak
bangsa-bangsa untuk bebas dalam mengambil keputusan penting dunia tanpa campur tangan pihak-
pihak lain dan kedua, harus melakukan langkah-langkah untuk memperbaiki struktur dan hubungan
internasional.

Mencermati hal ini, konferensi ini menjadi ujian besar dan opini dunia hari ini dan esok akan menilai apa
yang kita lakukan.

Pimpinan sidang, ibu dan bapak,

Kondisi dunia dengan cepat tengah mengarah pada perubahan prinsip. Relasi kekuatan tampak sangat rapuh.
Suara patahnya tulang punggung kezaliman dunia telah terdengar. Struktur politik dan ekonomi makro
tengah menuju kehancurannya. Krisis politik dan keamanan semakin dalam dan krisis ekonomi yang
semakin meluas dan tidak ada secercah harapan untuk untuk memperbaikinya. Berbagai dimensi baik
kuantitas dan kualitas transformasi di berbagai bidang untuk maju sangat menakjubkan. Saya berkali-kali
menekankan agar kembali dari jalur salah dalam mengelola dunia saat ini dan memperingatkan bila
terlambat menyikapi masalah ini. Kini dalam konferensi internasional tak ternilai kepada kalian dan setiap
pemimpin, pemikir dan kepada semua bangsa di dunia yang haus akan perdamaian, kebebasan, kemajuan
dan kesejahteraan saya ingin mengatakan bahwa pengelolaan tidak adil yang menguasai dunia telah berakhir!

Kebuntuan ini tidak dapat dihindarkan karena muncul dari logika pengelolaan yang bersumber dari
pemaksaan zalim. Karena logika gerakan dunia merupakan gerakan transenden, punya tujuan, manusia
sebagai fokus dan kecenderungan kepada Allah. Gerakan yang akan melawan setiap kebijakan dan program
yang tidak memihak kepentingan bangsa-bangsa dunia. Kemenangan kebenaran atas kebatilan dan masa
depan cerah manusia berdasarkan sistem dunia yang adil merupakan janji Allah dan para nabi, bahkan
harapan seluruh masyarakat dan generasi. Terciptanya masa depan seperti ini merupakan konsekwensi dari
kebijaksanaan dalam penciptaan dan menjadi kepercayaan semua hati orang yang percaya kepada Allah dan
posisi tak ternilai manusia.

Pembentukan masyarakat dunia praktis memungkinkan terciptanya sistem bersama dunia dan dengan ikutnya
para ilmuwan, para pemimpin dan masyarakat dunia untuk ikut serta secara aktif dan adil dalam
pengambilan keputusan makro dan prinsip merupakan jalur pasti dari tujuan besar ini. Kini kapasitas
keilmuan, teknik, dan teknologi informasi dan komunikasi mampu membentuk pemahaman bersama dan
luas dari masyarakat dunia dan sebagai sarana bagi terciptanya satu sistem bersama. Kini tanggung jawab
besar ini berada di pundak para pendidik, ilmuwan dan negarawan seluruh dunia yang percaya akan jalan
pasti ini mampu memainkan peran historisnya. Saatnya saya ingin menekankan satu hakikat bahwa
Kapitalisme Barat sama dengan Komunisme telah berakhir karena tidak mampu melihat manusia sebagai apa
adanya dan berusaha untuk memaksakan jalan dan tujuan yang diciptakan untuk manusia. Ketimbang
memperhatikan nilai-nilai manusia dan ilahi, keadilan, kebebasan cinta dan persaudaraan, malah menjadikan
persaingan keras guna meraih kepentingan materi, individu dan kelompok sebagai prinsip hidupnya.

Kini dengan mengambil pelajaran dari masa lalu dan memahami keharusan mengubah jalan dan kondisi saat
ini, mari kita semua bertekad untuk berusaha di segala bidang. Sekaitan dengan hal ini dan sebagai
pembicaraan terakhir, saya mengajak semua untuk memperhatikan dua poin penting:

1. Perubahan kondisi dunia dan itu pasti bisa dilakukan, namun perlu diketahui bahwa hal ini hanya dapat
dilakukan dengan kerjasama seluruh negara dan bangsa. Oleh karenananya, harus memanfaatkan seluruh
kapasitas yang ada untuk kerjasama internasional. Kehadiran saya dalam konferensi ini sebagai
penghormatan atas masalah penting begitu juga masalah HAM dan pembelaan hak-hak bangsa dalam
menghadapi fenomena buruk rasisme bersama kalian para ilmuwan.

2. Mencermati tidak berfungsinya sistem-sistem yang ada dan relasi politik, ekonomi, keamanan dan budaya

4
internasional perlu melakukan perubahan dalam struktur yang ada dengan memperhatikan nilai-nilai ilahi
dan manusiawi, analisa yang benar dan realistis mengenai manusia, berdasarkan keadilan dan memberikan
nilai kepada hak semua manusia di seluruh dunia, para hegemoni harus mengakui kesalahan sebelumnya dan
mengubah cara berpikir dan berlaku. Sekaitan dengan masalah ini, perubahan segera Dewan Keamanan
PBB, menghapus keistimewaan diskriminatif hak veto, perubahan sistem moneter dan keuangan dunia harus
segera dijadikan agenda untuk dibicarakan. Jelas, tidak memahami pentingnya perubahan segera sama
dengan biaya lebih besar perubahaan itu sendiri.

Saudara-saudara saya yang terhormat,

Ketahuilah, gerakan menuju keadilan dan kemulian manusia bak gerak cepat dalam arus air. Jangan sampai
kita melupakan eliksir cinta. Kepastian masa depan cerah bagi manusia merupakan modal besar yang mampu
membuat kita semakin mengerti dan berharap untuk berusaha menciptakan dunia yang penuh dengan cinta,
nikmat, tidak ada lagi kemiskinan, semua mendapat rahmat Allah dalam kepemimpinan manusia sempurna.
Mari kita berusaha untuk memiliki saham dalam masalah penting ini!

Dengan harapan akan hari cerah dan indah!

Kepada pemimpin sidang, Sekjen PBB dan kepada kalian semua yang mendengarkan pidato ini, saya
mengucapkan terima kasih banyak.

Semoga sukses dan tetap jaya.

Penerjemah: Saleh lapadi