SUBSISTEM OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN

Pengenalan Program Studi 2011 Akper Notokusumo Yogyakarta

pemerataan serta mutu obat dan perbekalan kesehatan secara terpadu dan saling mendukung dalam rangka tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. .PENGERTIAN • tatanan yang menghimpun berbagai upaya yang menjamin ketersediaan.

.TUJUAN • Tersedianya obat dan perbekalan kesehatan yang aman. bermutu dan bermanfaat. serta terjangkau oleh masyarakat untuk menjamin terselenggaranya pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

U N S U R U TA M A • Jaminan ketersediaan.U N S U R . . • Jaminan pemerataan • Jaminan mutu obat dan perbekalan kesehatan.

JAMINAN KETERSEDIAAN • upaya pemenuhan kebutuhan obat dan perbekalan kesehatan sesuai dengan jenis dan jumlah yang dibutuhkan oleh masyarakat. . J A M I N A N P E M E R ATA A N upaya penyebaran obat dan perbekalan kesehatan secara merata dan berkesinambungan sehingga mudah diperoleh dan terjangkau oleh masyarakat.

J A M I N A N M U T U O B AT D A N P E R B E K A L A N K E S E H ATA N • upaya menjamin khasiat. keamanan serta keabsahan obat dan perbekalan kesehatan sejak dari produksi hingga pemanfaatannya .

Obat dan Perbekalan Kesehatan tidak dipromosikan secara berlebihan dan menyesatkan.PRINSIP PENYELENGGARAAN 1. sehingga tidak boleh diperlakukan sebagai komoditas ekonomi semata. Obat dan perbekalan kesehatan adalah kebutuhan dasar manusia yang berfungsi sosial. 2. Obat dan perbekalan kesehatan sebagai barang publik harus dijamin ketersediaan dan keterjangkauannya. Peredaran serta pemanfaatan obat dan perbekalan kesehatan tidak boleh bertentangan dengan hukum. sehingga penetapan harganya dikendalikan oleh pemerintah dan tidak sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme pasar. 4. 3. etika dan moral. .

Pengadaan dan pelayanan obat di rumah sakit disesuaikan dengan standar formularium obat rumah sakit. sedangkan di sarana kesehatan lain mengacu kepada Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN). 8.PRINSIP PENYELENGGARAAN 5. 7. Pelayanan obat dan perbekalan kesehatan diselenggarakan secara rasional dengan memperhatikan aspek mutu. manfaat. Penyediaan obat mengutamakan obat esensial generik bermutu yang didukung oleh pengembangan industri bahan baku yang berbasis pada keanekaragaman sumberdaya alam. 6. Penyediaan perbekalan kesehatan diselenggarakan melalui optimalisasi industri nasional dengan memperhatikan keragaman produk dan keunggulan daya saing. harga. kemudahan diakses serta keamanan bagi masyarakat dan lingkungannya. .

Pengembangan dan peningkatan obat tradisional ditujukan agar diperoleh obat tradisional yang bermutu tinggi. 10. Pengamanan obat dan perbekalan kesehatan diselenggarakan mulai dari tahap produksi.PRINSIP PENYELENGGARAAN 9. 11. aman. keamanan dan keterjangkauan. distribusi dan pemanfaatan yang mencakup mutu. manfaat. memiliki khasiat nyata yang teruji secara ilmiah dan dimanfaatkan secara luas. Kebijaksanaan Obat Nasional ditetapkan oleh pemerintah bersama pihak terkait lainnya. baik untuk pengobatan sendiri oleh masyarakat maupun digunakan dalam pelayanan kesehatan formal. .

Pengadaan dan produksi bahan baku obat difasilitasi oleh pemerintah. Penyediaan obat dan perbekalan kesehatan yang dibutuhkan oleh pembangunan kesehatan dan secara ekonomis belum diminati swasta menjadi tanggung jawab pemerintah.J A M I N A N k E T E R S E D I A A N O B AT DAN PERBEKALAN • • • • • • Perencanaan kebutuhan obat dan perbekalan kesehatan secara nasional diselenggarakan oleh pemerintah bersama pihak terkait. Perencanaan obat merujuk pada Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) yang ditetapkan oleh pemerintah bekerja sama dengan organisasi profesi dan pihak terkait lainnya. Pengadaan dan pelayanan obat di rumah sakit didasarkan pada formularium yang ditetapkan oleh Komite Farmasi dan Terapi Rumah Sakit . Penyediaan obat dan perbekalan kesehatan diutamakan melalui optimalisasi industri nasional.

dengan memperhatikan fungsi sosial.J A M I N A N P E M E R ATA A N O B AT DAN PERBEKALAN • Pendistribusian obat diselenggarakan melalui pedagang besar farmasi. pelayanan dan pemanfaatan perbekalan kesehatan harus memperhatikan fungsi sosial. • Pelayanan obat di apotek harus diikuti dengan penyuluhan yan penyelenggaraannya menjadi tanggung jawab apoteker. • Pelayanan obat dengan resep dokter kepada masyarakat diselenggarakan melalui apotek. • Dalam keadaan tertentu. dokter dapat memberikan pelayanan obat secara langsung kepada masyarakat. dimana tidak terdapat pelayanan apotek. toko obat dan tempat-tempat yang layak lainnya. sedangkan pelayanan obat bebas diselenggarakan melalui apotek. . • Pendistribusian.

• Pengawasan promosi serta pemanfaatan obat dan perbekalan kesehatan dilakukan oleh pemerintah bekerja sama dengan kalangan pengusaha. • Pengamatan efek samping obat dilakukan oleh pemerintah. organisasi profesi dan masyarakat. organisasi profesi dan masyarakat. pemerintah. organisasi profesi dan masyarakat. . organisasi profesi dan masyarakat. • Pengawasan distribusi obat dan perbekalan kesehatan dilakukan oleh pemerintah. bersama dengan kalangan pengusaha.J A M I N A N M U T U O B AT D A N PERBEKALAN • Pengawasan mutu produk obat dan perbekalan kesehatan dalam peredaran dilakukan oleh industri yang bersangkutan. kalangan pengusaha.

. organisasi profesi dan masyarakat. zat adiktif dan bahan berbahaya lainnya dilakukan oleh pemerintah secara lintas sektor. • Pengawasan produksi.J A M I N A N M U T U O B AT D A N PERBEKALAN • Pengendalian harga obat dan perbekalan kesehatan dilakukan oleh pemerintah bersama pihak terkait. distribusi dan pemanfaatan obat tradisional dilakukan oleh pemerintah secara lintas sektor. • Pengawasan produksi. psikotropika. distribusi dan penggunaan narkotika. organisasi profesi dan masyarakat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful