Anda di halaman 1dari 73

LAPORAN

PRAKTIKUM DASAR TEKNIK KIMIA


SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 2012/2013

LABORATORIUM PRAKTIKUM DASAR TEKNIK KIMIA


PRODI TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN YOGYAKARTA
2012/2013

LAPORAN
PRAKTIKUM DASAR TEKNIK KIMIA
SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 2012/2013
ACARA :
DRYING
(D2)

DISUSUN OLEH :
1. AFFAN FAJAR HAMDANI
2. FITRIANA FAHMI EKAPUTRI
3. M.ARIEF RAMADHAN

121100052
121100058
121100089

LABORATORIUM PRAKTIKUM DASAR TEKNIK KIMIA


PRODI TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN YOGYAKARTA
2012/2013

DRYING
(D2)

Disusun dan diajukan sebagai laporan resmi


sebagai kegiatan akhir dari pelaksanaan
Praktikum Dasar Teknik Kimia

Disahkan Oleh,
Assisten Pembimbing

( Abdul Aji Kresna Tri Anggara)

ii

INTISARI
Salah satu cara yang digunakan untuk menghasilkan suatu produk yang
mempumyai kandungan air yang diinginkan dalam indutri adalah dengan pengeringan
(drying). Pengeringan (drying) zat padat berarti pemisahan sejumlah kecil air atau zat
cair lain dari bahan padat, sehingga mengurangi kandungan sisa zat cair di daklam zat
padat itu sampai sampai suatu nilai rendah yang dapat diterima.
Tujuan percobaan ini adalah untuk mempelajari hubungan antara kandungan air
dengan waktu pengeringan ( x vs t ), kecepatan pengeringan dengan waktu pengeringan
( R vs X ) serta menentukan koefisien kecepatan pengeringan (KG).
Pada percobaan ini menggunakan alat pengering, yaitu oven dan cara pemberian
panasnya adalah secara langsung. Operasi pengeringan terputusputus (batch).
Percobaan ini menggunakan sampel kayu yang berbentuk silinder pejal dan bola pejal.
Hal pertama yang dilakukan adalah menimbang bahan padat basah sebagai berat mula
mula, kemudian dimasukkan ke dalam oven pada suhu 80o C. Pada selang waktu 10
menit, bahan diambil untuk di timbang sebagai berat setelah pengeringan. Cara ini
dilakukan berulang ulang sampai diperoleh berat konstan.Dari hasil percobaan pada
selang waktu 5 menit, diperoleh hasil untuk silinder berlubang kadar air rata rata (X)
0,957 %, kecepatan pengeringan rata rata 0.000683
gram/cm2.menit, koefisien pengeringan (KG) 3,26 x 10-5 /menit. Untuk bola pejal kadar
air rata rata (X) 2,773%, kecepatan pengeringan rata rata 0,001308 gram/cm2.menit,
koefisien pengeringan (KG) 1,687 x 10-4 /menit. Untuk silinder pejal kadar air rata rata
(X) 1,236 %, kecepatan pengeringan rata rata 0,000935 gram/cm2.menit, koefisien
pengeringan (KG) 6,348 x 10-5 /menit.

iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas rahmat Allah SWT akhirnya makalah Praktikum Dasar Teknik
Kimia ini dapat diselesaikan.
Makalah ini disusun sebagai rangkaian akhir dari Praktikum Dasar Teknik Kimia
Fakultas Teknologi Industri UPN Veteran Yogyakarta. Penyusun juga mengucapkan
terima kasih kepada pihak pihak yang telah banyak membantu menyusun makalah ini,
diantaranya :
1. Ir. Gogot Haryono, MT selaku kepala laboratorium Praktikum Dasar Teknik
Kimia
2. Abdul Aji Kresna Tri Anggara selaku asisten pembimbing pelaksana
praktikum.
3. Staf Laboratorium Dasar Teknik Kimia UPN Veteran Yogyakarta.
4. Rekan rekan sesama praktikan
5. Pihak pihak yang telah membantu tersusunnya makalah ini.
Penyusun juga mengharapkan adanya saran dan kritik yang bersifat membvangun
untuk kesempurnaan penyusunan makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagui penyusun khususnya dan pembaca pada umumnya.

Yogyakarta, Desember 2012

Penyusun

iv

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .......................................................................................


HALAMAN PENGESAHAN .........................................................................
INTISARI ........................................................................................................
KATA PENGANTAR .....................................................................................
DAFTAR ISI....................................................................................................
DAFTAR TABEL............................................................................................
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................
DAFTAR ARTI LAMBANG.........................................................................

i
ii
iii
iv
v
vi
vii
viii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Percobaan ......................................................................
1.2 Tujuan Percobaan ...................................................................................
1.3 Dasar Teori .............................................................................................

1
1
2

BAB II PELAKSANAA PERCOBAAN


2.1 Bahan yang Digunakan ..........................................................................
2.2 Alat - alat ................................................................................................
2.3 Cara Kerja...............................................................................................
2.4 Diagram Alir ..........................................................................................

9
9
10
11

BAB III HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN


3.1 Data Percobaan .......................................................................................
3.2 Pengaruh kadar air ( X ) terhadap kecepatan pengeringan ( R ) ............
3.3 Pengaruh waktu pengeringan ( t) terhadap kecepatan pengeringan (R) .
3.4 Pengaruh waktu pengeringan ( t ) terhadap kadar air ( X ) ....................
3.5 Koefisien kecepatan pengeringan ( KG ) ...............................................

12
15
20
25
30

BAB IV KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................
LAMPIRAN.....................................................................................................

33
34

DAFTAR TABEL
Tabel1.
Tabel 2.
Tabel 3.
Tabel 4.
Tabel 5.
Tabel 6.
Tabel 7.
Tabel 8.
Tabel 9.
Tabel 10.
Tabel 11.
Tabel 12.
Tabel 13.
Tabel 14.
Tabel 15.

Data Percobaan Pengeringan Silinder Berlubang .................................


Data Percobaan Pengeringan Bola Pejal................................................
Data Percobaan Pengeringan Silinder Pejal...........................................
Hubungan Kadar Air (X) terhadap Kecepatan Pengeringan (R)
untuk Silinder Berlubang
Hubungan Kadar Air (X) terhadap Kecepatan Pengeringan (R)
untuk Bola Pejal.
Hubungan Kadar Air (X) terhadap Kecepatan Pengeringan (R)
untuk Silinder Pejal
Hubungan Waktu Pengeringan (t) terhadap Kecepatan
Pengeringan (R) untuk Silinder Berlubang
Hubungan Waktu Pengeringan (t) terhadap Kecepatan
Pengeringan (R) untuk Bola Pejal.
Hubungan Waktu Pengeringan (t) terhadap Kecepatan
Pengeringan (R) untuk Silinder Pejal
Hubungan Waktu Pengeringan (t) terhadap Kadar Air (X)
untuk Silinder Berlubang
Hubungan Waktu Pengeringan (t) terhadap Kadar Air (X)
untuk Bola Pejal.
Hubungan Waktu Pengeringan (t) terhadap Kadar air (X)
untuk Silinder Pejal
Harga Koefisien Kecepatan Pengeringan (KG)......................................
Hasil Perhitungan dari Data Percobaan..................................................
Persentase Kesalahan.............................................................................

vi

12
13
14
15
17
18
20
22
23
25
27
29
30
32
33

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1-1.
Gambar 1-2.
Gambar 1-3.
Gambar 1-4.
Gambar 1-5.
Gambar1-6.
Gambar 2.
Gambar 3-1.
Gambar 3-2.
Gambar 3-3.
Gambar 3-4.
Gambar 3-5.
Gambar 3-6.
Gambar 3-7.
Gambar 3-8.
Gambar 3-9.

Alat Pengering Cawan...................................................................


Alat Pengering Rak Hampa...........................................................
Alat Pengering Terowongan..........................................................
Kurva hubungan antara kandungan air (X)
dengan waktu pengeringan (t).......................................................
Kurva hubungan antara kecepatan pengeringan (R)
dengan kandungan uap air (X))....................................................
Kurva hubungan antara kecepatan pengeringan (R)
dengan waktu (t)).........................................................................
Rangkaian Alat..............................................................................
Hubungan antara kadar air (X) dengan kecepatan
pengeringan (R) pada silinder berlubang..
Hubungan antara kadar air (X) dengan kecepatan
pengeringan (R) pada bola pejal
Hubungan antara kadar air (X) dengan kecepatan
pengeringan (R) pada silinder pejal...
Hubungan antara waktu pengeringan (t) dengan
kecepatan pengeringan (R) pada silinder berlubang..
Hubungan antara waktu pengeringan (t) dengan
kecepatan pengeringan (R) pada bola pejal
Hubungan antara waktu pengeringan (t) dengan
kecepatan pengeringan (R) pada silinder pejal...
Hubungan antara waktu pengeringan (t) dengan
kadar air (X) pada silinder berlubang.
Hubungan antara waktu pengeringan (t) dengan
kadar air (X) pada bola pejal...
Hubungan antara waktu pengeringan (t) dengan
kadar air (X) pada silinder pejal..

vii

3
4
5
5
6
7
10
16
17
19
21
22
24
26
28
29

DAFTAR LAMBANG

Wn
Wn+1
A
t
Wd
R
Pai
Pa
Ya
Pt
Kg
D
T
y

=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=

Berat bahan sebelum dikeringkan


Berat bahan setelah dikeringkan
Luas permukaan aktif
selang waktu
Berat konstan
Kecepatan pengeringan
Tekanan jenuh pada Twet
Tekanan uap jenuh
Molal humidity
Tekanan total
Koefisien kecepatan pengeringan
Diameter
Tinggi silinder
Kelembaban absolut
Entalpi

viii

(gram)
(gram)
(cm2)
(menit)
(gram)
(gr/cm2.menit)
(gr/cm2)
(gr/cm2)
(mol uap H2O/mol uap kering)
(atm)
(menit-1)
(cm)
(cm)
(lb uap air / lb udara kering)
(BTU/lb)

ix

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG


Proses pengeringan zat padat merupakan salah satu operasi teknik kimia
yang paling banyak dijumpai di industri terutama pada industri bahan makan.
Pada industri ini pengeringan bertujuan untuk permurnian bahan yang dihasilkan
agar lebih awet , karena mikroba tidak dapat hidup dengan kondisi yang kering
selain itu juga agar lebih mudah dalam pengemasan.
Dalam mempelajari proses pengeringan perlu memperhatikan beberapa yang
harus dianggap sebagai satu kesatuan yaitu variasi bentuk dan ukuran bahan,
jenis bahan serta metode pemberian kalor yang diperlukan untuk penguapan,
dari hal tersebut dapat ditentukan kondisi fisik bahan dan operasi.
Pertimbangan utama pada pemilihan alat pengeringan adalah kemudahan
operasi dan kemampuan menghasilkan produk yang dikehendaki dalam bentuk
dan kecepatan yang diperlukan. Pemilihan yang tepat akan mampu menekan
biaya operasional pengeringan. Pengeringan biasanya merupakan langkah
terakhir dari sederatan operasi.

1.2. TUJUAN PERCOBAAN


1. Menentukan hubungan antara kadar air dalam bahan dengan waktu
pengeringan ( X vs t )
2. Menentukan hubungan antara kecepatan pengeringan dengan waktu
pengeringan ( R vs t )
3. Menentukan hubungan antara kecepatan pengeringan dengan kandungan air
dalam bahan ( R vs X )
4. Menentukan koefisien kecepatan pengeringan ( KG )

1.3. DASAR TEORI


Transfer massa adalah gerakan molekul-molekul atau elemen fluida yang
disebabkan karena adanya sesuatu gaya pendorong. ( Hardjono,1989 ). Beda
konsentrasi, beda tekanan, dan beda suhu merupakan gaya pendorong dalam
proses transfer massa.
Bila suatu zat padat dikontakan dengan udara yang kelembabannya lebih
rendah dari kandungan kebasahan zat padat, zat padat akan melepaskan sebagian
dari kebasahan dan mengering sampai seimbang dengan udara. Bila udara lebih
lembab dari zat padat yang berada dalam kesetimbangan dengan udara akan
menyerap kebasahan dari udara sehingga tercapai kesetimbangan .
( McCabe,1993 )
Pengeringan ( drying ) zat padat berarti pemisahan sejumlah kecil air atau
zat cair lain dari bahan padat, sehingga mengurangi kandungan sisa zat cair
didalam padat itu sampai suatu nilai rendah yang dapat diterima.
( McCabe, 1993 )
Pengeringan merupakan suatu cara mengurangi kandungan air suatu bahan
dengan jalan memasukannya ke dalam alat pengering atau oven, sehingga terjadi
pengupan dari zat cair yang ada dalam bahan tersebut. Tidak semua pengeringan
dilakukan dengan oven. Ada beberapa cara pengeringan atau menghilangkan air
yang tidak termasuk dalam operasi pengeringan yaitu dengan cara penekanan
atau pemusingan.
( Treyball, 1985 )
Operasi pengeringan secara garis besar dapat dibagi ke dalam dua
golongan yaitu pengeringan terputus-putus (batch) dan pengeringan kontinyu.
Di dalam pengeringan terputus-putus, bahan yang dikeringkan berada pada
suatu tempat tertentu di dalam alat pengering, sedangakan udara secara terus
menerus mengalir melalauinya dan menguapkan air dari bahan yang
dikeringkan. Dalam pengeringan kontinyu, baik bahan yang dikeringkan dan
udara, keduanya bergerak secara terus-menerus di dalam alat pengering.
Berdasarkan cara pemberian panas yang diperlukan untuk menguapkan
cairan dalam bahan yang dikeringkan, alat pengering terputus-putus dapat dibagi
menjadi :

1.

Alat pengering langsung, dimana panas diberikan dengan cara kontak


langsung antara gas panas dengan bahan yang dikeringkan. Sebagai contoh
dari alat pengering langsung adalah alat pengering cawan, dimana bahan
yang dikeringkan harus ditempatkan di atas cawan, gambar 1-1. Bahanbahan yang dapat dikeringkan dengan alat pengering ialah antara lain kuwih
saringan tekan dan bahan padat berbutir-butir. Alat pengering ini
mempunyai sebuah ruangan dimana cawan-cawan ditempatkan. Udara
panas akan mengalir antara cawan-cawan melintasi permukaan bahan yang
dikeringkan. Pengeringan semacam ini disebut pengeringan sirkulasi
melintang.

Gambar 1-1. Alat Pengering Cawan

2.

Alat pengering tak langsung, dimana panas diberikan secara terpisah dengan
gas yang digunakan untuk mengangkut uap cairan. Sebagai contoh dari lat
pengering tak langsung ialah alat pengering rak hampa, seperti terlihat pada
gambar 1-2. Alat pengering ini mempunyai rak-rak yang berongga dan
selam bekerja rak-rak ini diisi dengan kukus atau air panas. Pada bagian
depan alat pengering ini pada kedua sisinya, terdapat manipol B untuk
mengeluarkan kondensat dan gas tak terembunkan. Manipol dihubungkan
dengan rak-rak oleh pipa-pipa C yang pendek. Bahan yang dikeringkan
ditempatkan pada cawan dan selanjutnya cawan-cawan ini ditempatkan di
atas rak-rak. Pintu ditutup dan ruangan alat pengering dihampakan dengan
3

menggunakan pompa hampa. Alat pengering ini digunakan untuk


mengeringkan bahan yang tidak tahan temperatur tinggi, misalnya bahanbahan farmasi atau bahan yang tidak boleh berkontak dengan udara.
(Hardjono, 1989)

Gambar 1-2. Alat Pengering Rak Hampa

Salah satu contoh alat pengering kontinyu yaitu alat pengering terowongan.
Alat pengeringan terowongan sesungguhnya adalah alat pengering kereta, yang
dikenakan kepada operasi pengeringan kontinyu, gambar 1-3. Pada dasarnya alat
pengering ini berupa terowongan yang relatif panjang, dimana didalam
terowongan ini kereta yang telah diisi dengan bahan yang akan dikeringkan
bergerak dan berkontak dengan arus gas panas. Waktu tinggal kereta di dalam
alat pengering ini harus cukup untuk menurunkan kandungan cairan zat padat
sampai harga yang diinginkan. Gerakan kereta dan gas dalam alat pengering ini
dapat searah atau berlawanan. Alat pengering terowongan ini biasanya
digunakan untuk mengerinngkan batu bata, bahan keramik, kayu dan bahan lain
yang harus dikeringkan dengan agak lambat namun jumlahnya relatif besar.
( Hardjono, 1989 )

Gambar 1-3. Alat Pengering Terowongan

Kecepatan pengeringan dipengaruhi oleh:


1. Luas transfer massa ( A )
2. Kelembaban ( H )
3. Tekanan (P)

Dalam proses pengeringan dapat dibuat suatu kurva hubungan sebagai berikut:
a. Hubungan antara kadar air ( X ) dan waktu pengeringan ( t )

( Fig 6-12, Hardjono,1989)


Gambar 1-4. Kurva hubungan antara kadar air ( X ) dengan waktu
pengeringan (t)

Keterangan :
A

Daerah permukaan bagian atas yang basah

AB :

Periode yang terjadi setelah analisa pengeringan

BC

Daerah bagian kecepatan yang konstan, setelah ditambah


kelembabannya

CD :

Periode pengeringan mendekati jenuh

DE

Daerah pada saat kecepatan pengeringan mulai menurun lebih


cepat dari sebelumnya

Daerah dimana kadar air bahan padat sudah mendekati


kandungan air pada kesetimbangan, setelah pengeringan dapat
dihentikan dapat dihentikan karena keadaan telah konstan

Dari grafik dapat dapat diketahui bahwa semakin lama waktu pengeringan (t)
yang dilakukan maka semakin berkurang kadar air ( X ) dalam suatu bahan
b. Hubungan kecepatan pengeringan ( R ) dengan kadar uap air ( X )

( Fig 6-13, Hardjono,1989)


Gambar 1-5. Kurva hubungan antara kecepatan pengeringan (R) dengan
kadar uap air (X)
Keterangan :
AB:

Kecepatan pengeringan mungkin naik atau turun tergantung


kandungan airnya. Kecepatan pengeringan konstan.

Kecepatan pengeringan konstan.

BC:

Proses pngeringan terjadi, yaitu cairan yang terdapat dalam


bahan padat teruapkan

CD:

Periode dimana kadar air makin kecil

c. Hubungan antara kecepatan pengeringan ( R ) dengan waktu pengeringan


(T)

(Fig 12-41, Perry, 1983)


Gambar 1-6. Kurva hubungan antara kecepatan pengeringan (R) dengan
waktu pengeringan (t)
Keterangan :
A B : Daerah laju pengeringan naik jika waktu ditingkatkan
B C : Daerah kecepatan pengeringan konstan
C

: Titik dimana kecepatan konstan berakhir dan kecepatan


pengeringan mulai turun

C D : Kecepatan pengeringan turun drastis


Pada percobaan ini digunakan bahan padat yang berbentuk bola pejal
dan balok, sedangkan pengeringan dilakukan dengan mangalirkan udara
panas secara langsung terhadap bahan padat dalam oven.
Besaran yang dicari pada percobaan ini adalah :
1. Kecepatan pengeringan ( R )
R

Wn Wn 1
A.t

2. Kandungan air yang diuapkan

Xn

Wn 1 Wd
100%
Wd

3. Koefisien kecepatan pengeringan

KG

R
Pai - Pa

Pa Ya . P

(Hardjono, 1989)

BAB II
PELAKSANAAN PERCOBAAN

2.1. BAHAN YANG DIGUNAKAN


1. Silinder berlubang

2. Bola pejal

3. Silinder pejal

2.2. ALAT-ALAT
1. Timbangan
2. Penjepit
3. Oven
4. Termometer Toven
5. Termometer Twet
6. Termometer Tdry
7. Pompa vacum

2
5

Gambar 2. Rangkaian Alat Drying


Keterangan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Oven
Tdry
Twet
Pompa vacum
Heater
Termostat
Termometer

2.3. CARA KERJA


Bahan yaitu silinder pejal dan bola pejal yang terbuat dari kayu direndam
dalam air selama waktu tertentu. Bahan tersebut diambil dan ditimbang, setelah
itu dicatat hasilnya sebagai berat mula-mula. Kemudian dihidupkan oven,
diatur hingga suhunya 80 oC dan dijaga konstan, lalu bahan dimasukan ke dalam
oven. Pada waktu bersamaan pompa vakum dihidupkan. Dengan selang waktu
10 menit dicatat Twet, Tdry, dan Toven serta berat bahan . Percobaan dilakukan
sampai didapat berat bahan yang konstan.

10

2.4. DIAGRAM PERCOBAAN


Bagan cara kerja pada percobaan ini adalah sebagai berikut :
Kayu direndam

Kayu ditimbang sebagai berat awal

Oven dihidupkan hingga suhu 80 oC dan dijaga konstan

Bahan dimasukan dan Pompa vacum dihidupkan

Setelah 10 menit pompa vacum dimatikan

Dicatat Tdry dan Twet oven

Kayu ditimbang sebagai berat setelah pengeringan

Diulang sampai didapat berat konstan

11

BAB III
HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

3.1. DATA PERCOBAAN


1. Silinder Berlubang
Dari percobaan diperoleh data sebagai berikut:
Berat bahan

= 108,4 gram

Diameter dalam

= 2,2 cm

Diameter luar

= 4,86 cm

Panjang silinder

= 10,1 cm

Luas permukaan

= 194,417 cm2

Berat bahan setelah direndam = 111,5 gram


Suhu oven

= 80 C

Tabel 1. Data percobaan pengeringan silinder berlubang :

5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
525

berat
bahan
110,000
109,100
108,600
108,300
108,200
107,700
107,500
107,200
107,200
107,200
107,000
106,700
106,700
106,700
1508,100

34,000
37,000
39,000
39,000
39,000
39,000
39,000
38,500
38,500
38,500
38,000
38,000
38,000
38,000
533,500

35,000 1,500
40,000 2,400
41,000 2,900
42,000 3,200
42,000 3,300
42,000 3,800
42,000 4,000
41,000 4,300
41,000 4,300
41,000 4,300
41,000 4,500
41,000 4,800
41,000 4,800
41,000 4,800
571,000 52,900

0,001543 3,093
0,001234 2,249
0,000994 1,781
0,000823 1,500
0,000679 1,406
0,000652 0,937
0,000588 0,750
0,000553 0,469
0,000491 0,469
0,000442 0,469
0,000421 0,281
0,000411 0,000
0,000380 0,000
0,000353 0,000
0,009565 13,402

37,5

107,721

38,107

40,786

0,000683

NO

waktu

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Ratarata

T wet

T dry

3,779

0,957

12

2. Bola pejal
Dari percobaan diperoleh data sebagai berikut:
Berat bahan

= 47 gram

Diameter

= 5 cm

Luas permukaan

= 78,5 cm2

Suhu oven

= 80 C

Berat bahan setelah direndam = 47 gram


Tabel 2. Data percobaan pengeringan bola pejal :
NO

waktu

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
525

Berat
bahan
46,5
45,3
44,6
44,3
44,1
43,8
43,5
43,2
43,2
42,9
42,6
42,5
42,5
42,5
611,5

Ratarata

37,5

43,7

T wet

T dry

34
37
39
39
39
39
39
38
38,5
38,5
38
38
38
38
533

35
40
41
42
42
42
42
41
41
41
41
41
41
41
571

0,5
1,7
2,4
2,7
2,9
3,2
3,5
3,8
3,8
4,1
4,4
4,5
4,5
4.5
46,5

0,00127
0,00217
0,00204
0,00172
0,00148
0,00136
0,00127
0,00121
0,00108
0,00104
0,00102
0,00096
0,00088
0,00082
0,01831

9,412
6,588
4,941
4,235
3,765
3,059
2,353
1,647
1,647
0,941
0,235
0,000
0,000
0,000
38,824

38,1

40,8

3,321

0,00131

2,773

13

3. Silinder Pejal
Dari percobaan diperoleh data sebagai berikut:
Berat bahan

= 47,5 gram

Diameter

= 3,38 cm

Luas permukaan

= 125,130 cm2

Berat bahan setelah direndam = 47,5 gram


Suhu oven

= 80 C

Tabel 3. Data percobaan pengeringan silinder pejal :


T wet

T dry

5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
275

berat
bahan
46,2
45,5
45,5
45,5
45,1
44,7
44,5
44,5
44,5
44,5
450,5

34
37
39
39
39
39
39
38,5
38,5
38,5
381,5

35
40
41
42
42
42
42
41
41
41
407

1,3
2
2
2
2,4
2,8
3
3
3
3
24,5

0,002078
3,820
0,001598
2,247
0,001066
2,247
0,000799
2,247
0,000767
1,348
0,000746
0,449
0,000685
0.000
0,000599
0,000
0,000533
0,000
0,000480
0,000
0,009351 12,35955

27,5

45,05

38,15

40,7

2,45

0,000935 1,235955

NO

waktu

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Ratarata

14

3.2. PENGARUH

KADAR

AIR

(X)

TERHADAP

KECEPATAN

PENGERINGAN
Dari percobaan yang telah dilakukan diperoleh data sebagai berikut :
3.2.1. Silinder Berlubang
Tabel 4. Hubungan Kadar Air (X) dengan Kecepatan Pengeringan (R) untuk
Silinder Berlubang :
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Ratarata

X
3,093
2,249
1,781
1,500
1,406
0,937
0,750
0,469
0,469
0,469
0,281
0,000
0,000
0,000

y data
0,001543
0,001234
0,000994
0,000823
0,000679
0,000652
0,000588
0,000553
0,000491
0,000442
0,000421
0,000411
0,000380
0,000353

y hitung
0,001474
0,001162
0,000989
0,000885
0,000850
0,000677
0,000607
0,000503
0,000503
0,000503
0,000434
0,000330
0,000330
0,000330

%kesalahan
4,455
5,853
0,560
7,514
25,214
3,875
3,332
8,962
2,418
13,798
3,138
19,803
13,120
6,437
118,478
8,643

Dari data dapat dibuat grafik hubungan antara kadar air (X) dengan
kecepatan pengeringan R pada silinder berlubang dengan persamaan linier
Y=0.00037x + 0.00033dan didapat % kesalahan sebesar 8,643 %.

15

Kecepatan Pengeringan (gr/cm2menit)

Kadar Air VS Kecepatan Pengeringan


0.001800
0.001600
0.001400
0.001200
0.001000
0.000800
0.000600
0.000400
0.000200
0.000000
-1.000
0.000

y = 0.000371x + 0.000328
R = 0.962940
y data
y hitung
Linear (y data)

1.000

2.000

3.000

4.000

Kadar Air (%)

Gambar 3-1. Hubungan Kadar air (X) dengan Kecepatan Pengeringan R


pada Silinder Berlubang

Dari grafik hubungan antara kadar air (X) dengan kecepatan pengeringan
(R) pada silinder berlubang terlihat bahwa semakin besar kadar air yang ada
dalam bahan, maka kecepatannya akan semakin besar. Pada saat mula-mula,
kadar air (X) tertentu tetapi belum terjadi penguapan sehingga kecepatan
pengeringan sama dengan nol. Setelah bahan dimasukkan dalam oven, terjadi
penguapan sehingga kecepatan pengeringan dapat dicari dimana semakin kecil
kadar air dalam bahan maka kecepatan pengeringannya semakin menurun.

16

3.2.2. Bola Pejal


Tabel 5. Hubungan Kadar Air (X) dengan Kecepatan Pengeringan (R) untuk
Bola Pejal :
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Ratarata

x
9.412
6.588
4.941
4.235
3.765
3.059
2.353
1.647
1.647
0.941
0.235
0.000
0.000
0.000

y data
0.00127
0.00217
0.00204
0.00172
0.00148
0.00136
0.00127
0.00121
0.00108
0.00104
0.00102
0.00096
0.00088
0.00082

y hitung
0.00196
0.00168
0.00151
0.00144
0.00140
0.00133
0.00126
0.00118
0.00118
0.00111
0.00104
0.00102
0.00102
0.00102

%kesalahan
53.953
22.478
25.713
16.061
5.498
2.424
1.460
2.106
10.131
6.657
2.396
6.760
15.657
24.553
195.846
13,898

Dari data diatas dapat dibuat grafik hubungan antara kadar air (X) dengan
kecepatan pengeringan R pada bola pejal didapat persamaan linier
y=0.00010x+0.00102 dan didapat % kesalahan rata-rata 13,898 %.

Kecepatan Pengeringan (gr/cm2menit)

Kadar Air VS Kecepatan Pengeringan


0.00250
y = 0.00010x + 0.00102
R = 0.48628

0.00200
0.00150

y data
0.00100

y hitung

0.00050

Linear (y data)

0.00000
-2.000 0.000

2.000

4.000

6.000

8.000

10.000

Kadar Air (%)

Gambar 3-2. Hubungan Kadar air (X) dengan Kecepatan Pengeringan


(R) pada Silinder pejal

17

Pada grafik hubungan kecepatan pengeringan ( R ) dan kadar air ( X ) pada


bola pejal dapat dilihat bahwa semakin besar kadar airnya maka kecepatan
pengeringan akan semakin besar. Pada saat mula-mula, kadar air (X) tertentu
tetapi belum terjadi penguapan sehingga kecepatan pengeringan sama dengan
nol. Setelah bahan

dimasukkan dalam oven, terjadi penguapan sehingga

kecepatan pengeringan dapat dicari dimana semakin kecil kadar air dalam bahan
maka kecepatan pengeringannya semakin menurun.

3.2.3

Silinder Pejal

Tabel 6. Hubungan Kadar Air (X) dengan Kecepatan Pengeringan (R) untuk
silinder pejal :
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Ratarata

x
3.820
2.247
2.247
2.247
1.348
0.449
0.000
0.000
0.000
0.000

y data
0.002078
0.001598
0.001066
0.000799
0.000767
0.000746
0.000685
0.000599
0.000533
0.000480

y hitung
0.001804
0.001275
0.001275
0.001275
0.000973
0.000671
0.000520
0.000520
0.000520
0.000520

% kesalahan
13.199
20.226
19.661
59.548
26.828
10.041
24.088
13.243
2.399
8.446
197.679
19,768

Dari data diatas dapat dibuat grafik hubungan antara kadar air (X) dengan
kecepatan pengeringan R pada bola pejal didapat persamaan linier
y=0.000336x+0.000520 dan didapat % kesalahan rata-rata 19,768 %.

18

Kadar Air VS Kecepatan Penguapan


Kecepatan Penguapan
(gram/cm2menit)

0.002500
y = 0.000336x + 0.000520
R = 0.776818

0.002000
0.001500

y data

0.001000

y hitung

0.000500

Linear (y data)

0.000000
-1.000 0.000

1.000

2.000

3.000

4.000

5.000

Kadar Air (%)

Gambar 3-3. Grafik Kadar air (X) dengan Kecepatan Pengeringan (R)
pada Silinder Pejal

Dari grafik hubungan antara kadar air (X) dengan kecepatan pengeringan
(R) pada silinder pejal terlihat bahwa semakin besar kadar air yang ada dalam
bahan, maka kecepatannya akan semakin besar. Pada saat mula-mula, kadar
air (X) tertentu tetapi belum terjadi penguapan sehingga kecepatan
pengeringan sama dengan nol. Setelah bahan dimasukkan dalam oven, terjadi
penguapan sehingga kecepatan pengeringan dapat dicari dimana semakin kecil
kadar air dalam bahan maka kecepatan pengeringannya semakin menurun.

19

3.3 PENGARUH WAKTU PENGERINGAN ( t ) TERHADAP KECEPATAN


PENGERINNGAN ( R )
Dari percobaan data-data sebagai berikut :
3.3.1. Silinder Berongga
Tabel 7. Hubungan Waktu Pengeringan (t) terhadap Kecepatan Pengeringan (R)
untuk Silinder Berlubang :
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Ratarata

x
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70

y data
0,001543
0,001234
0,000994
0,000823
0,000679
0,000652
0,000588
0,000553
0,000491
0,000442
0,000421
0,000411
0,000380
0,000353

y hitung
0,001499
0,001185
0,001001
0,000870
0,000769
0,000686
0,000616
0,000555
0,000502
0,000454
0,000411
0,000371
0,000335
0,000301

% kesalahan
2,836
4,037
0,615
5,707
13,208
5,270
4,769
0,418
2,091
2,621
2,416
9,798
11,849
14,607
80,243
5,732

Dari data diatas dapat dibuat grafik hubungan antara waktu pengeringan (t)
terhadap kecepatan pengeringan (R) untuk silinder berlubang dengan persamaan
logaritmit y= -0.000454 ln(x)+0.00223 dan didapat % kesalahan rata-rata sebesar
5,732 %.

20

Kecepatan Pengeringan (gr/cm2menit)

Waktu VS Kecepatan Pengeringan


0.001800
0.001600
0.001400
0.001200
0.001000
0.000800
0.000600
0.000400
0.000200
0.000000

y = -0.000454ln(x) + 0.002229
R = 0.985671
y data
y hitung
Log. (y data)

20

40

60

80

Waktu (menit)

Gambar 3-4. Grafik

Waktu

Pengeringan

(t) dengan Kecepatan

Pengeringan (R) pada Silinder Berlubang

Dari

grafik hubungan kecepatan pengeringan (R) terdapat waktu

pengeringan (t) pada silinder berlubang terlihat bahwa semakin lama waktu
pengeringan maka kecepatannya akan semakin kecil. Percobaan dihentikan pada
t = 5 menit ke-14 karena dianggap tidak terjadi lagi penguapan. Pada saat t = 0
kecepatan pengeringan sama dengan nol karena belum terjadi proses penguapan.
Setelah bahan dimasukkan dalam oven terjadi penguapan dimana kecepatan
pengeringannya besar. Namun semakin lama waktu pengeringan maka kecepatan
pengeringan semakin kecil.

21

3.3.2. Bola Pejal


Tabel 8. Hubungan Waktu Pengeringan (t) terhadap Kecepatan Pengeringan (R)
untuk Bola Pejal :
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Ratarata

x
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70

y data
0,00127
0,00217
0,00204
0,00172
0,00148
0,00136
0,00127
0,00121
0,00108
0,00104
0,00102
0,00096
0,00088
0,00082

y hitung
0,00189
0,00177
0,00166
0,00156
0,00147
0,00138
0,00129
0,00122
0,00114
0,00107
0,00101
0,00095
0,00089
0,00083

% kesalahan
48,173
18,149
18,331
9,103
0,659
1,453
1,624
0,457
6,129
2,636
1,207
1,040
0,676
1,816
111,452
7,961

Dari data diatas dapat dibuat grafik hubungan antara waktu pengeringan (t)
dengan kecepatan pengeringan (R) pada bola pejal dengan persamaan
eksponensial y = 0.00201e-0.01257x dan didapat % kesalahan rata-rata sebesar
7,961 %

Waktu VS Kecepatan Pengeringan


Kecepatan Pengeringan
(gram/cm2menit)

0.00250
y = 0.00201e-0.01257x
R = 0.78219

0.00200
0.00150

y data
0.00100

y hitung

0.00050

Expon. (y data)

0.00000
0

20

40

60

80

Waktu (menit)

Gambar 3-5. Grafik Hubungan Kecepatan Pengeringan (R) dengan Waktu


Pengeringan (t) pada Bola Pejal
22

Dari grafik hubungan kecepatan pengeringan (R) terhadap waktu (t) pada
bola pejal dapat dilihat bahwa semakin lama waktu pengeringan maka
kecepatannya akan semakin kecil. Percobaan dihentikan pada t = 5 menit ke14 karena dianggap tidak terjadi lagi penguapan. Pada saat t = 0 kecepatan
pengeringan sama dengan nol karena belum terjadi proses penguapan. Setelah
bahan dimasukkan dalam oven terjadi penguapan dimana kecepatan
pengeringannya besar. Namun semakin lama waktu pengeringan maka
kecepatan pengeringan semakin kecil.

3.3.3

Silinder Pejal

Tabel 9. Hubungan Waktu Pengeringan (t) terhadap Kecepatan Pengeringan


(R) untuk Silinder Pejal :
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Ratarata

x
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50

y data
0,00208
0,00160
0,00107
0,00080
0,00077
0,00075
0,00069
0,00060
0,00053
0,00048

y hitung
0,00197
0,00149
0,00122
0,00102
0,00087
0,00074
0,00064
0,00055
0,00046
0,00039

% kesalahan
5,212
6,482
14,211
27,623
13,017
0,498
7,068
9,053
12,828
18,193
114,185
11,418

Dari data diatas dapat dibuat grafik hubungan antara waktu pengeringan
(t) dengan kecepatan pengeringan (R) pada bola pejal dengan persamaan
logaritmit y = -0.000685 ln(x) + 0.003072 dan didapat % kesalahan rata-rata
sebesar 11,418 %

23

Kecepatan Pengeringan (gr/cm2menit)

Waktu VS Kecepatan Pengeringan


0.00250
0.00200
0.00150

y = -0.000685ln(x) + 0.003072
R = 0.949085

y data

0.00100

y hitung

0.00050

Log. (y data)

0.00000
0

10

20

30

40

50

60

Waktu (menit)

Gambar 3-6. Grafik Hubungan Kecepatan Pengeringan (R) dengan Waktu


Pengeringan (t) pada Silinder Pejal
Dari

grafik hubungan kecepatan pengeringan (R) terdapat waktu

pengeringan (t) pada silinder pejal terlihat bahwa semakin lama waktu
pengeringan maka kecepatannya akan semakin kecil. Percobaan dihentikan
pada t = 5 menit ke-10 karena dianggap tidak terjadi lagi penguapan. Pada saat
t = 0 kecepatan pengeringan sama dengan nol karena belum terjadi proses
penguapan. Setelah bahan dimasukkan dalam oven terjadi penguapan dimana
kecepatan pengeringannya besar. Namun semakin lama waktu pengeringan
maka kecepatan pengeringan semakin kecil.

24

3.4

PENGARUH WAKTU PENGERINGAN ( t ) TERHADAP KADAR AIR


(X)
Dari percobaan yang telah dilakukan didapat dat-data sebagai berikut :
3.4.1. Silinder Berlubang
Tabel 10. Hubungan Waktu Pengeringan (t) dengan Kadar Air (X) pada
Silinder Berlubang :
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Ratarata

x
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70

y data
3,093
2,249
1,781
1,500
1,406
0,937
0,750
0,469
0,469
0,469
0,281
0,000
0,000
0,000

y hitung
3,119
2,286
1,799
1,454
1,186
0,966
0,781
0,621
0,479
0,353
0,238
0,134
0,037
-0,052

% kesalahan
0,856
1,656
1,043
3,059
15,669
3,122
4,194
32,482
2,282
24,732
15,295
0.000
0.000
0.000
104,392
7,457

Dari data diatas dapat dibuat grafik hubungan antara waktu


pengeringan (t) dengan kadar air (X)

untuk silinder berlubang dengan

persamaan logaritmit Y = -1.2015 ln (x) + 5.053 dan didapat % kesalahan ratarata sebesar 7,457 %

25

Waktu VS Kadar Air


3.500
3.000
Kadar Air (%)

2.500
y = -1.2019ln(x) + 5.0544
R = 0.9899

2.000

y data

1.500

y hitung

1.000

Log. (y data)

0.500
0.000
-0.500

20

40
Waktu (menit)

60

80

Gambar 3-7. Grafik Hubungan Waktu Pengeringan (t) dengan Kadar Air
(X) pada Silinder Berlubang

Dari grafik hubungan waktu pengeringan (t) dengan kadar air (X) pada
silinder berlubang, terlihat bahwa semakin lama waktu pengeringan maka
kadar airnya semakin kecil. Pada saat t = 0, kadar air (X) tertentu. Setelah
bahan dimasukkan oven, Kadar air dalam bahan (X) semakin berkurang
karena terjadi penguapan. Semakin lama waktu pengeringan maka kadar
airnya semakin berkurang karena adanya transfer panas dan transfer massa
antara air dalam bahan dengan udara.

26

3.4.2. Bola Pejal


Tabel 11. Hubungan Waktu Pengeringan (t) dengan Kadar Air (X) pada Bola
Pejal
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Ratarata

X
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70

y data
9.412
6.588
4.941
4.235
3.765
3.059
2.353
1.647
1.647
0.941
0.235
0.000
0.000
0.000

y hitung
9.261
6.762
5.300
4.262
3.458
2.800
2.244
1.763
1.338
0.958
0.615
0.301
0.012
-0.255

% kesalahan
1.598
2.636
7.257
0.640
8.154
8.452
4.611
7.031
18.756
1.811
161.180
0.000
0.000
0.000
222.124
15,866

Dari data diatas dapat dibuat grafik hubungan antara waktu


pengeringan (t) dengan kadar air (X) untuk bola pejal dengan persamaan
logartmit Y = -3.606ln(x) + 15.065 dan didapat % kesalahan rata-rata sebesar
15,866 %.

27

Waktu VS Kadar Air


10.000

Kadar Air (%)

8.000
y = -3.6069ln(x) + 15.0683
R = 0.9925

6.000

y data
4.000

y hitung

2.000

Log. (y data)

0.000
0

20

-2.000

40

60

80

Waktu (menit)

Gambar 3-8. Grafik Hubungan Waktu Pengeringan (t) dengan Kadar Air
(X) pada Bola Pejal

Dari grafik hubungan waktu pengeringan (t) dengan kadar air (X) pada
bola pejal, terlihat bahwa semakin lama waktu pengeringan maka kadar airnya
semakin kecil. Pada saat t = 0, kadar air (X) tertentu. Setelah bahan
dimasukkan oven, Kadar air dalam bahan (X) semakin berkurang karena
terjadi penguapan. Semakin lama waktu pengeringan maka kadar airnya
semakin berkurang karena adanya transfer panas dan transfer massa antara air
dalam bahan dengan udara.

28

3.4.3. Silinder Pejal


Tabel 12. Hubungan Waktu Pengeringan (t) dengan Kadar Air (X) pada
Silinder Pejal
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Ratarata

X
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50

y data
3.820
2.247
2.247
2.247
1.348
0.449
0.000
0.000
0.000
0.000

y hitung
3.907
2.681
1.964
1.455
1.061
0.738
0.466
0.230
0.021
-0.165

% kesalahan
2.268
19.310
12.595
35.233
21.319
64.322
0.000
0.000
0.000
0.000
155.047
15,505

Dari data diatas dapat dibuat grafik hubungan antara waktu


pengeringan (t) dengan kadar air (X) untuk silinder pejal dengan persamaan
logaritmit Y = -1.7683 ln(x) + 6.7528 dan didapat % kesalahan rata-rata
sebesar 15,505 %

Kadar Air (%)

Waktu VS Kadar Air


4.500
4.000
3.500
3.000
2.500
2.000
1.500
1.000
0.500
0.000
-0.500 0

y = -1.7683ln(x) + 6.7528
R = 0.9171

y data
y hitung
Log. (y data)

10

20
30
40
Waktu (menit)

50

60

Gambar 3-8. Grafik Hubungan Waktu Pengeringan (t) dengan Kadar Air
(X) pada Bola Pejal
29

Dari grafik hubungan waktu pengeringan (t) dengan kadar air (X) pada
silinder pejal, terlihat bahwa semakin lama waktu pengeringan maka kadar
airnya semakin kecil. Pada saat t = 0, kadar air (X) tertentu. Setelah bahan
dimasukkan oven, Kadar air dalam bahan (X) semakin berkurang karena
terjadi penguapan. Semakin lama waktu pengeringan maka kadar airnya
semakin berkurang karena adanya transfer panas dan transfer massa antara air
dalam bahan dengan udara.

3.5

KOEFISIEN KECEPATAN PENGERINGAN ( KG)


Dengan mengetahui kecepatan rata-rata dan tekanan uap jenuhnya
maka akan diperoleh koefisien kecepatan pengeringan ( KG ) sebagai berikut :
Tabel 13. Harga Koefisien Kecepatan Pengeringan ( KG )
Sampel

Harga KG ( menit-1)

Silinder berlubang

3,26 x 10-5

Bola pejal

1,687 x 10-4

Silinder pejal

6,348 x 10-5

30

BAB IV
KESIMPULAN

1. Semakin lama waktu pengeringan yang dilakukan maka akan semakin


berkurang kadar air yang ada dalam suatu bahan
2. Semakin lama waktu pengeringan, maka kecepatan pengeringan akan semakin
berkurang.
3. Semakin besar kadar air dalam suatu bahan, maka kecepatan pengeringan akan
semakin bertambah besar dan sebaliknya.
4. Dari hasil percobaan pada selang waktu 5 menit diperoleh harga-harga sebagai
berikut :

Tabel 16. Hasil Percobaan dari Data Perhitungn


X rata-rata

R rata-rata

(%)

( gram/cm2.menit )

194,417

0,957

0.000683

Bola pejal

78,500

2,773

0,001308

Silinder pejal

125,130

1,236

0,000935

Sampel

A ( cm2 )

Silinder berlubang

Sampel

KG
( menit-1 )

Silinder berlubang

3,26 x 10-5

Bola pejal

1,687 x 10-4

Silinder pejal

6,348 x 10-5

31

5. Persentase kesalahan rata - rata


Tabel 17. Persentase Kesalahan
Sampel
Silinder berlubang

R Vs X
8,463 %

t Vs R
5,732 %

t Vs X
7,457 %

Bola pejal

13,989 %

7,961 %

15,866 %

Silinder pejal

19,768 %

11,418 %

15,505 %

32

DAFTAR PUSTAKA

Hardjono,Ir,1989, Operasi Teknik Kimia II, edisi ke-1, hal. 192-240, Universitas
Gadjah Mada, Yogyakarta
McCabe,W.L.,Smith,J.C.,and Harriot, P.,1993,Operasi Teknik Kimia, Jilid 2, edisi
4, hal 204, 249-267, Erlangga, Jakarta
Perry,R,H,1984,Chemical Engineers Handbook,6th ed, McGraw Hill Book
Company, Inc, New York
Treybal, R.E, 1981,Mass Transfer Operation,4th ed, p.668, McGraw Hill Book
Company,Tokyo

33

LAMPIRAN
A. Data Percobaan :
1. Silinder berlubang
Berat bahan

108,4

gram

Tinggi

Luas permukaan

194,417

cm2

Diameter dalam = 2,2

cm

Suhu oven

80

Diameter luar

cm

Tdry mula-mula

31

Twet mula-mula

31

Berat bahan setelah direndam =

111,5

= 10,1

cm

= 4,86

gram

Tabel Percobaan
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Ratarata

waktu
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
525

berat bahan
110,000
109,100
108,600
108,300
108,200
107,700
107,500
107,200
107,200
107,200
107,000
106,700
106,700
106,700
1508,100

T wet
34,000
37,000
39,000
39,000
39,000
39,000
39,000
38,500
38,500
38,500
38,000
38,000
38,000
38,000
533,500

T dry
35,000
40,000
41,000
42,000
42,000
42,000
42,000
41,000
41,000
41,000
41,000
41,000
41,000
41,000
571,000

W
1,500
2,400
2,900
3,200
3,300
3,800
4,000
4,300
4,300
4,300
4,500
4,800
4,800
4,800
52,900

R
0,001543
0,001234
0,000994
0,000823
0,000679
0,000652
0,000588
0,000553
0,000491
0,000442
0,000421
0,000411
0,000380
0,000353
0,009565

x
3,093
2,249
1,781
1,500
1,406
0,937
0,750
0,469
0,469
0,469
0,281
0,000
0,000
0,000
13,402

37,5

107,721

38,107

40,786

3,779

0,000683

0,957

34

2. Bola Pejal
Berat bahan

43

gram

Diameter

cm

Luas permukaan

78,5

cm2

Suhu oven

80

Tdry mula-mula

31

Twet mula-mula

31

Berat bahan setelah direndam =

47

gram

Tabel Percobaan
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Ratarata

waktu
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
525

berat bahan
46,5
45,3
44,6
44,3
44,1
43,8
43,5
43,2
43,2
42,9
42,6
42,5
42,5
42,5
611,5

T wet
34
37
39
39
39
39
39
38
38,5
38,5
38
38
38
38
533

T dry
35
40
41
42
42
42
42
41
41
41
41
41
41
41
571

W
0,500
1,700
2,400
2,700
2,900
3,200
3,500
3,800
3,800
4,100
4,400
4,500
4,500
4,500
46,500

R
0,00127
0,00217
0,00204
0,00172
0,00148
0,00136
0,00127
0,00121
0,00108
0,00104
0,00102
0,00096
0,00088
0,00082
0,01831

x
9,412
6,588
4,941
4,235
3,765
3,059
2,353
1,647
1,647
0,941
0,235
0,000
0,000
0,000
38,824

37,5

43,7

38,1

40,8

3,321

0,00131

2,773

35

3. Silinder Pejal
Berat bahan

45

gram

Diameter

3,38

cm

Tinggi

10,1

cm

Luas permukaan

125,130

cm2

Suhu oven

80

Tdry mula-mula

31

Twet mula-mula

31

Berat bahan setelah direndam =

47,5

NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Ratarata

gram

waktu
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
275

berat bahan
46,2
45,5
45,5
45,5
45,1
44,7
44,5
44,5
44,5
44,5
450,5

T wet
34
37
39
39
39
39
39
38,5
38,5
38,5
381,5

T dry
35
40
41
42
42
42
42
41
41
41
407

W
1,3
2
2
2
2,4
2,8
3
3
3
3
24,5

R
0,002078
0,001598
0,001066
0,000799
0,000767
0,000746
0,000685
0,000599
0,000533
0,000480
0,009351

x
3,820
2,247
2,247
2,247
1,348
0,449
0,000
0,000
0,000
0,000
12,360

27,5

45,05

38,15

40,7

2,45

0,000935

1,236

36

B. Perhitungan
1. Hubungan Kadar air ( X ) dan kecepatan pengeringan ( R ).
Rumus :

Wn Wn 1
A xt

a. Silinder Berlubang
Diketahui:
Diameter dalam (d) =

2,2

cm

Diameter luar (D)

4,86

cm

Tinggi

10,1

cm

Luas permukaan aktif (A)


A

( D L + d L) + 1/2 ( D2 - d2 )

[( 3.14 x 4,86 x 10,1 ) + ( 3.14 x 2,2 x 10,1 )] + [(3,14 x 4,862)


(3,14 x 2,2 2)]

=
R

=
=

194,417 cm2
(
(

)(

0,001543 g/cm2.menit

x 100 %
3,093 %

37

Dengan cara dan perhitungan yang sama, maka didapat hasil sebagai berikut :
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Ratarata

Waktu
(menit)
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
275

berat bahan
(gram)
46,2
45,5
45,5
45,5
45,1
44,7
44,5
44,5
44,5
44,5
450,5

27,5

45,05

R (gr /cm2 menit)

X (%)

0,002078
0,001598
0,001066
0,000799
0,000767
0,000746
0,000685
0,000599
0,000533
0,000480
0,009351

3,820
2,247
2,247
2,247
1,348
0,449
0,000
0,000
0,000
0,000
12,360

0,000935

1,236

b. Bola Pejal
Diketahui :
Diameter bola pejal =

cm

Luas permukaan aktif (A)


A

[ 4 ( D / 2 )2 ]

[ 4 x 3.14 x ( 5 / 2 )2]

78,5 cm2

=
=

(
(

)
)(

0,00127 g/cm2.menit

=
=

9,412 %

38

Dengan cara dan perhitungan yang sama, maka didapat hasil sebagai berikut :
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Ratarata

Waktu
(menit)
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
525

berat bahan
(gram)
46,5
45,3
44,6
44,3
44,1
43,8
43,5
43,2
43,2
42,9
42,6
42,5
42,5
42,5
611,5

37,5

43,7

R (gr /cm2.menit)

X (%)

0,00127
0,00217
0,00204
0,00172
0,00148
0,00136
0,00127
0,00121
0,00108
0,00104
0,00102
0,00096
0,00088
0,00082
0,01831

9,412
6,588
4,941
4,235
3,765
3,059
2,353
1,647
1,647
0,941
0,235
0,000
0,000
0,000
38,824

0,00131

2,773

c. Silinder Pejal
Diameter luar (D)

cm

Tinggi

10,1

cm

Luas permukaan aktif (A)


A

D L + D2

(3,14 x 5 x 10,1) + (3,14 x 52)

125,130 cm2

=
=

(
(

)
)(

0,002078 gram/cm2.menit

=
=

2,247 %

39

Dengan cara dan perhitungan yang sama, maka didapat hasil sebagai berikut :
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Ratarata

Waktu
(menit)
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
275

berat bahan
(gram)
46,2
45,5
45,5
45,5
45,1
44,7
44,5
44,5
44,5
44,5
450,5

27,5

45,05

R (gr/cm2.menit)

X (%)

0,002078
0,001598
0,001066
0,000799
0,000767
0,000746
0,000685
0,000599
0,000533
0,000480
0,009351

3,820
2,247
2,247
2,247
1,348
0,449
0,000
0,000
0,000
0,000
12,360

0,000935

1,236

2. Presentase kesalahan pada hubungan kadar air ( X ) dan kecepatan pengeringan

(R)
Model Matematika :
y

a e bx

Ln y

Ln a

bx

bx

Metode Least Square :


a X + b. n

= y

a X2 + b X

= xy

40

a. Pada silinder berlubang didapat hasil sebagai berikut :

x = kadar air ; y = kecepatan pengeringan


NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

x
3,093
2,249
1,781
1,500
1,406
0,937
0,750
0,469
0,469
0,469
0,281
0,000
0,000
0,000
13,402

y
0,001543
0,001234
0,000994
0,000823
0,000679
0,000652
0,000588
0,000553
0,000491
0,000442
0,000421
0,000411
0,000380
0,000353
0,009565

a X + b. n

= y

a X2 + b X

= xy

y
13,402 a + 14 b

xy
0,0047724
0,0027765
0,0017708
0,0012340
0,0009545
0,0006106
0,0004408
0,0002591
0,0002303
0,0002073
0,0001183
0,0000000
0,0000000
0,0000000
0,0133747

x2
9,565
5,059
3,171
2,249
1,976
0,878
0,562
0,220
0,220
0,220
0,079
0,000
0,000
0,000
24,198

= a + bx
= 0,009565

24,198 a + 13,402 b = 0,0133747

x 13,402 179,614 a + 187,628 b = 0,128


x 14

338,772 a + 187,628 b = 0,187


-159,158 a = -0,059
a = 0,00033

13,402 a + 14 b = 0,009565
13,402 (0,00033) + 14 b = 0,009565
0,00442 + 14 b = 0,009565
b = 0,00037
Maka didapat persamaan y hitung :
y = 0,00033 + 0,00037x
Untuk data 1 dengan x = 3,093
y hitung = 0,00033 + 0,00037x
= 0,00033 + 0,00037(3,093)
= 0,001474

41

% kesalahan = |

= |

= 4,455 %

Dengan cara yang sama didapat y hitung dan % kesalahan sebagai berikut :
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

x
3,093
2,249
1,781
1,500
1,406
0,937
0,750
0,469
0,469
0,469
0,281
0,000
0,000
0,000

y data
0,001543
0,001234
0,000994
0,000823
0,000679
0,000652
0,000588
0,000553
0,000491
0,000442
0,000421
0,000411
0,000380
0,000353

% kesalahan rata-rata =

y hitung
0,001474
0,001162
0,000989
0,000885
0,000850
0,000677
0,000607
0,000503
0,000503
0,000503
0,000434
0,000330
0,000330
0,000330

% kesalahan
4,455
5,853
0,560
7,514
25,214
3,875
3,332
8,962
2,418
13,798
3,138
19,803
13,120
6,437
118,478

=
= 8,463 %

42

b. Pada bola pejal didapat hasil sebagai berikut :

x = kadar air ; y = kecepatan pengeringan


NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

x
9.412
6.588
4.941
4.235
3.765
3.059
2.353
1.647
1.647
0.941
0.235
0.000
0.000
0.000
38.824

y
0.00127
0.00217
0.00204
0.00172
0.00148
0.00136
0.00127
0.00121
0.00108
0.00104
0.00102
0.00096
0.00088
0.00082
0.01831

a X + b. n

= y

a X2 + b X

= xy

xy
0.01199
0.01427
0.01007
0.00728
0.00556
0.00416
0.00300
0.00199
0.00177
0.00098
0.00024
0.00000
0.00000
0.00000
0.06132

x2
88.582
43.404
24.415
17.938
14.173
9.356
5.536
2.713
2.713
0.886
0.055
0.000
0.000
0.000
209.772

= a + bx

38,824 a + 14 b

= 0,01831

209,772 a + 38,824 b = 0,06132

x 38,824

1507,303 a + 543,536 b = 0,711

x 14

2936,808 a + 543,536 b = 0,858


-1429,505 a = -0,147
a = 0,000102

38,824 a + 14 b

= 0,01831

38,824(0,000102) + 14 b = 0,01831
0,00396 + 14 b = 0,01831
b = 0,0001
Maka diperoleh persamaan y hitung :
y = 0,00102 + 0,00010x
Untuk data 1 dengan x = 9,412
y hitung = 0,00102 + 0,00010x
= 0,00102 + 0,00010(9,412)
= 0,00196
43

% kesalahan = |

= |

= 53,593 %
Dengan cara yang sama didapat data sebagai berikut :
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
total

x
9.412
6.588
4.941
4.235
3.765
3.059
2.353
1.647
1.647
0.941
0.235
0.000
0.000
0.000

% kesalahan rata-rata

y data
0.00127
0.00217
0.00204
0.00172
0.00148
0.00136
0.00127
0.00121
0.00108
0.00104
0.00102
0.00096
0.00088
0.00082

y hitung
0.00196
0.00168
0.00151
0.00144
0.00140
0.00133
0.00126
0.00118
0.00118
0.00111
0.00104
0.00102
0.00102
0.00102

%kesalahan
53.953
22.478
25.713
16.061
5.498
2.424
1.460
2.106
10.131
6.657
2.396
6.760
15.657
24.553
195.846

=
= 13,989 %

44

c. Pada silinder pejal didapat hasil sebagai berikut :

x = kadar air ; y = kecepatan pengeringan


NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

a X + b. n

x
3.820
2.247
2.247
2.247
1.348
0.449
0.000
0.000
0.000
0.000
12.360
= y

a X2 + b X

y
0.002078
0.001598
0.001066
0.000799
0.000767
0.000746
0.000685
0.000599
0.000533
0.000480
0.009351

xy
0.007938
0.003592
0.002395
0.001796
0.001034
0.000335
0.000000
0.000000
0.000000
0.000000
0.017090

x2
14.594
5.050
5.050
5.050
1.818
0.202
0.000
0.000
0.000
0.000
31.764

= xy

dengan y

= a + bx

12,360 a + 10 b

= 0,0093515

31,764 a + 12,360 b = 0,017090

x 12,360 152,769 a + 123,60 b = 0,115


x 10

317,64 a + 123,60 b = 0,17090


-164,871 a = -0,0559
a = 0,00052

12,360 a + 10 b

= 0,0093515

12,360(0,00052) + 10 b = 0,0093515
0,00643 + 10 b = 0,0093515
b = 0,000336
Maka didapat persamaan y hitung :
y = 0,00052 + 0,000336x
Untuk data 1 dengan x = 3,820
y hitung = 0,00052 + 0,000336x
= 0,00052 + 0,000336(3,820)
= 0,001804
% kesalahan = |
= |

|
|

= 13,199 %

45

Dengan cara yang sama didapat data sebagai berikut :


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

x
3,820
2,247
2,247
2,247
1,348
0,449
0,000
0,000
0,000
0,000

% kesalahan rata-rata

y data
0,002078
0,001598
0,001066
0,000799
0,000767
0,000746
0,000685
0,000599
0,000533
0,000480

y hitung
0,001804
0,001275
0,001275
0,001275
0,000973
0,000671
0,000520
0,000520
0,000520
0,000520

% kesalahan
13,199
20,226
19,661
59,548
26,828
10,041
24,088
13,243
2,399
8,446
197,679

=
= 19,768 %

3. Presentase kesalahan pada hubungan waktu (t) dan kecepatan pengeringan (R)
a. Pada silinder berlubang didapat hasil sebagai berikut :
x = waktu ; y = kecepatan pengeringan
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

x
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
525

y
0.001543
0.001234
0.000994
0.000823
0.000679
0.000652
0.000588
0.000553
0.000491
0.000442
0.000421
0.000411
0.000380
0.000353
0.009565

ln x
1.609
2.303
2.708
2.996
3.219
3.401
3.555
3.689
3.807
3.912
4.007
4.094
4.174
4.248
47.723

yln x
0.002483
0.002842
0.002693
0.002465
0.002185
0.002216
0.002090
0.002040
0.001871
0.001730
0.001686
0.001685
0.001586
0.001498
0.029072

(ln x)2
2.590
5.302
7.334
8.974
10.361
11.568
12.640
13.608
14.491
15.304
16.059
16.764
17.426
18.050
170.47

46

a ln x + b. n

= y

a (ln x)2 + b ln x = ylnx


dengan y = a ln x + b
47,723 a + 14 b

= 0,009565 x 47,723 2277,485 a + 668,122 b = 0,4546

170,47 a + 47,723 b = 0,029072 x 14

2389,580 a + 668,122 b = 0,4070


-109,095 a = 0,0495
a = -0,000454

47,723 a + 14 b

= 0,009565

47,723(-0,000454) + 14 b = 0,009565
0,0217 + 14 b = 0,009565
b = 0,00223

Maka didapat persamaan yhitung :


y = - 0.000454 ln(x) + 0.00223

Untuk data 1 dengan x = 5


y hitung = - 0.000454 ln(x) + 0.00223
= - 0.000454 ln(5) + 0.00223
= 0,001499

% kesalahan = |
= |

|
|

= 2,836 %

47

Dengan cara yang sama didapat data sebagai berikut :


NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

x
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70

y data
0.001543
0.001234
0.000994
0.000823
0.000679
0.000652
0.000588
0.000553
0.000491
0.000442
0.000421
0.000411
0.000380
0.000353

% kesalahan rata-rata

y hitung
0.001499
0.001185
0.001001
0.000870
0.000769
0.000686
0.000616
0.000555
0.000502
0.000454
0.000411
0.000371
0.000335
0.000301

% kesalahan
2.836
4.037
0.615
5.707
13.208
5.270
4.769
0.418
2.091
2.621
2.416
9.798
11.849
14.607
80.243

=
= 5,732 %

b. Pada bola pejal didapat data sebagai berikut :


x = waktu ; y = kecepatan pengeringan ; y = ln y
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

x
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
525

y
0.00127
0.00217
0.00204
0.00172
0.00148
0.00136
0.00127
0.00121
0.00108
0.00104
0.00102
0.00096
0.00088
0.00082
0.01831

y'
-6.666
-6.135
-6.196
-6.366
-6.517
-6.601
-6.666
-6.717
-6.835
-6.864
-6.889
-6.953
-7.033
-7.108
-93.545

x2
25
100
225
400
625
900
1225
1600
2025
2500
3025
3600
4225
4900
25375

xy'
-33.328
-61.351
-92.935
-127.312
-162.932
-198.034
-233.299
-268.679
-307.564
-343.207
-378.885
-417.202
-457.172
-497.526
-3579.426
48

bx + n.C = y

dengan : y = aebx

bx2 + Cx = xy
525 b

+ 14 C = -93,545 x 525 275625 b + 7350 C = -49111,125

25374 b + 525 C = 3579,426 x 14

355250 b + 7350 C = -50111,964


-79625 b = 1000,839
b = -0,01257

525 b + 14 C

= -93,545

525(-0,01257) + 14 C = -93,545
-6,599 + 14 C = -93,545
C = -6,2104
Maka diperoleh nilai a :
C = ln a
a = exp (C)
a =exp (-6,2104)
a = 0,00201

Maka didapat persamaan yhitung :


y = 0.00201e-0.01257x
Untuk data 1 dengan x = 5
y hitung = 0.00201e-0.01257x
= 0.00201e-0.01257(5)
= 0,00189

% kesalahan = |
= |

|
|

= 48,173 %

49

Dengan cara yang sama didapat data sebagai berikut :


NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

x
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70

y data
0.00127
0.00217
0.00204
0.00172
0.00148
0.00136
0.00127
0.00121
0.00108
0.00104
0.00102
0.00096
0.00088
0.00082

% kesalahan rata-rata =

y hitung
0.00189
0.00177
0.00166
0.00156
0.00147
0.00138
0.00129
0.00122
0.00114
0.00107
0.00101
0.00095
0.00089
0.00083

% kesalahan
48.173
18.149
18.331
9.103
0.659
1.453
1.624
0.457
6.129
2.636
1.207
1.040
0.676
1.816
111.452

=
= 7,961 %

c. Pada silinder pejal didapat sebagai berikut :


x = waktu ; y = kecepatan pengeringan ;
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

x
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
275

y
0.00208
0.00160
0.00107
0.00080
0.00077
0.00075
0.00069
0.00060
0.00053
0.00048
0.00935

ln x
1.609
2.303
2.708
2.996
3.219
3.401
3.555
3.689
3.807
3.912
31.199

ylnx
0.00334
0.00368
0.00289
0.00239
0.00247
0.00254
0.00244
0.00221
0.00203
0.00188
0.02586

(ln x)2
2.590
5.302
7.334
8.974
10.361
11.568
12.640
13.608
14.491
15.304
102.172

50

a ln x + b. n

= y

a (ln x)2 + b ln x

= ylnx

dengan y = a ln x + b
31,199 a + 10 b

= 0,009565 x 31,199 973,377 a + 311,99 b = 0,2917

102,172 a + 31,199 b = 0,029072 x 10

1021,72 a + 311,99 b = 0,2586


-48,3424 a = 0,03311
a = -0,000685

31,199 a + 10 b

= 0,009565

31,199(-0,000685) + 10 b = 0,009565
-0,0214 + 10 b = 0,009565
b = 0,003072
Maka didapat persamaan y hitung :
y = -0,000685(lnx) + 0,003072

Untuk data 1 dengan x = 5


y hitung = -0,000685(lnx) + 0,003072
= -0,000685(ln 5) + 0,003072
= 0,00197
% kesalahan = |

= |

= 5,212 %
Dengan cara yang sama didapat data sebagai berikut :
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

x
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50

y data
0.00208
0.00160
0.00107
0.00080
0.00077
0.00075
0.00069
0.00060
0.00053
0.00048

y hitung
0.00197
0.00149
0.00122
0.00102
0.00087
0.00074
0.00064
0.00055
0.00046
0.00039

% kesalahan
5.212
6.482
14.211
27.623
13.017
0.498
7.068
9.053
12.828
18.193
114.185

51

% kesalahan rata-rata =

=
= 11,418 %

4. Presentase kesalahan pada hubungan waktu (t) dan kadar air (X)
a. Pada silinder berlubang didapat data sebagai berikut :
x = waktu ; y = kadar air
NO

ln x

yln x

(ln x)2

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
525

3.093
2.249
1.781
1.500
1.406
0.937
0.750
0.469
0.469
0.469
0.281
0.000
0.000
0.000
13.402

1.609
2.303
2.708
2.996
3.219
3.401
3.555
3.689
3.807
3.912
4.007
4.094
4.174
4.248
47.723

4.978
5.179
4.822
4.492
4.525
3.188
2.666
1.729
1.784
1.833
1.127
0.000
0.000
0.000
36.322

2.590
5.302
7.334
8.974
10.361
11.568
12.640
13.608
14.491
15.304
16.059
16.764
17.426
18.050
170.470

a ln x + b. n

= y

a (ln x)2 + b ln x

= ylnx

dengan y = a ln x + b
47,723 a + 14 b

= 13,402 x 31,199 2277,485 a + 668,122 b = 639,584

170,470 a + 47,723 b = 36,322 x 10

2386,580 a + 668,122 b = 508,508


-109,095 a = 131,076
a = -1,2015

47,723 a + 14 b

= 13,402

47,723(-1,2015) + 14 b = 13,402
-57,339 + 14 b = 13,402
b = 5,053
Maka didapat persamaan y hitung :
y = -1,2015 (lnx) + 5,053

52

Untuk data 1 dengan x = 5


y hitung = -1,2015 (lnx) + 5,053
= -1,2015 (ln 5) + 5,053
= 3,119

% kesalahan = |

= |

= 0,856 %

Dengan cara yang sama didapat data sebagai berikut :


NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

x(waktu)
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70

y data
3.093
2.249
1.781
1.500
1.406
0.937
0.750
0.469
0.469
0.469
0.281
0.000
0.000
0.000

% kesalahan rata-rata =

y hitung
3.119
2.286
1.799
1.454
1.186
0.966
0.781
0.621
0.479
0.353
0.238
0.134
0.037
-0.052

% kesalahan
0.856
1.656
1.043
3.059
15.669
3.122
4.194
32.482
2.282
24.732
15.295
0.000
0.000
0.000
104.392

=
= 7,457 %

53

b. Pada bola pejal didapat data sebagai berikut :


x = waktu ; y = kadar air
NO
x
1
5
2
10
3
15
4
20
5
25
6
30
7
35
8
40
9
45
10
50
11
55
12
60
13
65
14
70

525
a ln x + b. n

y
9.412
6.588
4.941
4.235
3.765
3.059
2.353
1.647
1.647
0.941
0.235
0.000
0.000
0.000
38.824
= y

a (ln x)2 + b ln x

ln x
1.609
2.303
2.708
2.996
3.219
3.401
3.555
3.689
3.807
3.912
4.007
4.094
4.174
4.248
47.723

y ln x
15.148
15.170
13.381
12.688
12.118
10.404
8.365
6.076
6.270
3.682
0.943
0.000
0.000
0.000
104.244

(ln x)2
2.590
5.302
7.334
8.974
10.361
11.568
12.640
13.608
14.491
15.304
16.059
16.764
17.426
18.050
170.470

= ylnx

dengan y = a ln x + b
47,723 a + 14 b

= 38,824 x 47,723 2277,485 a + 668,122 b = 1852,797

170,470 a + 47,723 b = 104,244 x 14

2386,580 a + 668,122 b = 1459,381


-109,095 a = 393,381
a = -3,606

47,723 a + 14 b

= 38,824

47,723(-3,606) + 14 b = 13,402
-172,089 + 14 b = 13,402
b = 15,065
Maka didapat persamaan y hitung :
y = -3,606 (ln x) + 15,065

Untuk data 1 dengan x = 5 :


y hitung = -3,606 (ln x) + 15,065
= -3,606 (ln 5) + 15,065
= 9,261

54

% kesalahan = |

= |

= 1,598 %

Dengan cara yang sama didapa data sebagai berikut :


NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

x
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70

y data
9.412
6.588
4.941
4.235
3.765
3.059
2.353
1.647
1.647
0.941
0.235
0.000
0.000
0.000

% kesalahan rata-rata =

y hitung
9.261
6.762
5.300
4.262
3.458
2.800
2.244
1.763
1.338
0.958
0.615
0.301
0.012
-0.255

% kesalahan
1.598
2.636
7.257
0.640
8.154
8.452
4.611
7.031
18.756
1.811
161.180
0.000
0.000
0.000
222.124

=
= 15,866 %

55

c. Pada silinder pejal didapat data sebagai berikut :


x = waktu ; y = kadar air
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

a ln x +

x
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
275
b. n

a (ln x)2 + b ln x

y
3.820
2.247
2.247
2.247
1.348
0.449
0.000
0.000
0.000
0.000
12.360
= y

ln x
1.609
2.303
2.708
2.996
3.219
3.401
3.555
3.689
3.807
3.912
31.199

y ln x
6.148
5.174
6.086
6.732
4.340
1.528
0.000
0.000
0.000
0.000
30.009

(ln x)2
2.590
5.302
7.334
8.974
10.361
11.568
12.640
13.608
14.491
15.304
102.172

= ylnx

dengan y = a ln x + b
31,199 a + 10 b

= 12,360 x 31,199 973,378 a + 311,99 b = 385,620

102,172 a + 31,199 b = 30,009 x 10

1021,72 a + 311,99 b = 300,09


-48,342 a = 85,53
a = -1,7683

31,199 a + 10 b

= 12,360

31,199(-1,7683) + 10 b = 12,360
-55,169 + 10 b = 12,360
b = 6,7528

Maka didapat persamaan y hitung :


y = -1,7683 (ln x) + 6,7528

Untuk data 1 dengan x = 5 :


y hitung = -1,7683 (ln x) + 6,7528
= -1,7683 (ln 5) + 6,7528
= 3,907

56

% kesalahan = |

= |

= 2,268 %

Dengan cara yang sama didapat data sebagai berikut :


NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

x
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50

y data
3.820
2.247
2.247
2.247
1.348
0.449
0.000
0.000
0.000
0.000

% kesalahan rata-rata =

y hitung
3.907
2.681
1.964
1.455
1.061
0.738
0.466
0.230
0.021
-0.165

% kesalahan
2.268
19.310
12.595
35.233
21.319
64.322
0.000
0.000
0.000
0.000
155.047

=
= 15,505 %

57

5. Perhitungan Konstanta Kecepatan Pengeringan (KG)


a. Silinder Berlubang
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Ratarata

waktu
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
525

berat bahan
110,000
109,100
108,600
108,300
108,200
107,700
107,500
107,200
107,200
107,200
107,000
106,700
106,700
106,700
1508,100

T wet
34,000
37,000
39,000
39,000
39,000
39,000
39,000
38,500
38,500
38,500
38,000
38,000
38,000
38,000
533,500

T dry
35,000
40,000
41,000
42,000
42,000
42,000
42,000
41,000
41,000
41,000
41,000
41,000
41,000
41,000
571,000

W
1,500
2,400
2,900
3,200
3,300
3,800
4,000
4,300
4,300
4,300
4,500
4,800
4,800
4,800
52,900

R
0,001543
0,001234
0,000994
0,000823
0,000679
0,000652
0,000588
0,000553
0,000491
0,000442
0,000421
0,000411
0,000380
0,000353
0,009565

x
3,093
2,249
1,781
1,500
1,406
0,937
0,750
0,469
0,469
0,469
0,281
0,000
0,000
0,000
13,402

37,5

107,721

38,107

40,786

3,779

0,000683

0,957

Kadar air rata-rata :


X rata-rata =

=
= 0,957 %

Kecepatan pengeringan rata-rata :


R rata-rata =

=
= 0,000683 gram/cm2.menit

Mencari Pa :
Twet rata-rata =

=
= 38,107 oC

58

Tdry rata-rata =
=

= 40,786 oC=105.4148 oF
Dari grafik kelemababan udara-uap air diperoleh harga Y' = 0,0425 lb uap air/lb
udara, maka molal humidity :
Ya =
=

)(
(

)
)

= 0,0683
Pa1 = Ya . Pt
= (0,0683) (1 atm)
= (0,0683)(1033,5 gr/cm2)
= 70,588 gr/cm2
dari table apendiks
T(oF)

P(psia)

100

0.9492

110

1.2748

Dengan menggunakan metode interpolasi , pada suhu 105.4148 oF didapat P=1.1253


psia
Pa1=70,588 gr/cm2
(

Pa2=

KG =

)(
(

)
)

=(

= 79.1154 gr/cm2

=3.26x10-5 cm2/gr

59

b. Bola Pejal
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Ratarata

waktu
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
525

berat bahan
46,5
45,3
44,6
44,3
44,1
43,8
43,5
43,2
43,2
42,9
42,6
42,5
42,5
42,5
611,5

T wet
34
37
39
39
39
39
39
38
38,5
38,5
38
38
38
38
533

T dry
35
40
41
42
42
42
42
41
41
41
41
41
41
41
571

W
0,500
1,700
2,400
2,700
2,900
3,200
3,500
3,800
3,800
4,100
4,400
4,500
4,500
4,500
46,500

R
0,00127
0,00217
0,00204
0,00172
0,00148
0,00136
0,00127
0,00121
0,00108
0,00104
0,00102
0,00096
0,00088
0,00082
0,01831

x
9,412
6,588
4,941
4,235
3,765
3,059
2,353
1,647
1,647
0,941
0,235
0,000
0,000
0,000
38,824

37,5

43,7

38,1

40,8

3,321

0,00131

2,773

Kadar air rata-rata :


X rata-rata =

=
= 2,773 %

Kecepatan pengeringan rata-rata :


R rata-rata =

=
= 0,00131 gram/cm2.menit

Mencari Pa :
Twet rata-rata =

=
= 38,1 oC

60

Tdry rata-rata =
=

= 40,8 oC=105.44 oF
Dari grafik kelemababan udara-uap air diperoleh harga Y' = 0,043 lb uap air/lb udara,
maka molal humidity :
Ya =
=

)(
(

)
)

=0,0691
Pa1 = Ya . Pt
=(0,0691) (1 atm)
=(0,0691)(1033,5 gr/cm2)
=71,4148 gr/cm2
dari table apendiks
T(oF)

P(psia)

100

0.9492

110

1.2748

Dengan menggunakan metode interpolasi , pada suhu 105.44 oF didapat P=1.1263


psia
Pa1=71,4148 gr/cm2
(

Pa2=

KG =

)(
(

)
)

=(

= 79.18 gr/cm2

=1.687x10-4 cm2/gr

61

c. Silinder Pejal
NO
waktu
berat bahan
1
5
46,2
2
10
45,5
3
15
45,5
4
20
45,5
5
25
45,1
6
30
44,7
7
35
44,5
8
40
44,5
9
45
44,5
10
50
44,5

275
450,5
Rata27,5
45,05
rata
Kadar air rata-rata :
X rata-rata =

T wet
34
37
39
39
39
39
39
38,5
38,5
38,5
381,5

T dry
35
40
41
42
42
42
42
41
41
41
407

W
1,3
2
2
2
2,4
2,8
3
3
3
3
24,5

R
0,002078
0,001598
0,001066
0,000799
0,000767
0,000746
0,000685
0,000599
0,000533
0,000480
0,009351

x
3,820
2,247
2,247
2,247
1,348
0,449
0,000
0,000
0,000
0,000
12,360

38,15

40,7

2,45

0,000935

1,236

=
= 1,236 %

Kecepatan pengeringan rata-rata :


R rata-rata =

=
= 0,0000935 gram/cm2.menit

Mencari Pa :
Twet rata-rata =

=
= 38,15 oC

Tdry rata-rata =

=
= 40,7 oC=105.26 oF

62

Dari grafik kelemababan udara-uap air diperoleh harga Y' = 0,042 lb uap air/lb udara,
maka molal humidity :
Ya =
=

)(
(

)
)

=0,0675
Pa 1= Ya . Pt
=(0,0675) (1 atm)
=(0,0675)(1033,5 gr/cm2)
=69,76125 gr/cm2
dari table apendiks
T(oF)

P(psia)

100

0.9492

110

1.2748

Dengan menggunakan metode interpolasi , pada suhu 105.26 oF didapat P=1.2018


psia
Pa1=69,76125 gr/cm2
(

Pa2=

KG =

)(
(

)
)

=(

= 84.49 gr/cm2

=6.348x10-5 cm2/gr

63