Anda di halaman 1dari 25

FERTILITAS & INFERTILITAS LELAKI

Wahyuning Ramelan Program Studi Dokter, FKUTp FKUI

Mahluk
Alam semesta dihuni/diisi oleh 2 jenis penghuni/pengisi :
Benda, mati akan hancur, musnah Mahluk, hidup, tetapi akan mati

Mahluk dibedakan dari benda, berdasar pada ciri atau kriteria hidup; ada 7 ciri :
Organisasi; mutlak

Ciri mahluk
Metabolismus; mutlak Adaptasi dan bereaksi terhadap rangsang/ stimulus; sangat penting Reproduksi (berkembang biak); penting Tumbuh-kembang; penting Gerak dan mobilitas; Bentuk dan ukuran;

Reproduksi
Bertujuan mempertahankan eksistensi diri dan kelompok (species-nya) Dua (2) cara reproduksi
Aseksual, terutama pada mahluk monosel Seksual, pada manusia dan banyak mahluk lain

Pada reproduksi seksual, 2 sel gamet dari 2 mahluk (dewasa) species sama, akan bertemu untuk membentuk individu baru species itu

Reproduksi seksual
Dua individu yang mengeluarkan gamet dan gamet itu, pada reproduksi seksual mahluk rendah, tak berbeda dari morfologi (bentuk). Pada mahluk rendah tertentu, meski bereproduksi seksual, tetapi 2 gamet yang bertemu, berasal dari 1 individu mahluk hermafrodit Pada mahluk tinggi dengan reproduksi seksual 2 individu penghasil gamet sering berbeda pd morfologinya betina dan jantan

Reproduksi seksual2
Gamet pun beda pula,
Ovum (telur) dari betina, statis/diam di tempat Spermatozoa (sperma saja) dari jantan, lebih kecil daripada ovum, bergerak aktif

Pertemuan gamet (ovum dan sperma), dikenal sebagai fertilisasi, dapat terjadi
Internal, di dalam tubuh betina Eksternal, di luar tubuh

Reproduksi seksual manusia


Manusia dikenal dengan 2 jenis kelamin
Perempuan (betina), wanita Lelaki (jantan), pria

reproduksi seksual, fertilisasi internal Manusia dilengkapi dengan sistem reproduksi, beda pada perempuan dan pada lelaki, yang meliputi beberapa organ, juga beda. Sistem reproduksi + organnya baru berfungsi setelah mencapai masa pubertas

Reproduksi seksual manusia2


Dengan demikian : Masa pubertas = masa peralihan dari anak yang sistem reproduksinya belum berfungsi, sampai menjadi dewasa dengan sistem reproduksi yang secara penuh telah berfungsi manusia dewasa secara seksual Manusia dewasa secara seksual bukan hanya fisik, tetapi juga psikologik.

Sistem reproduksi manusia


Meliputi sejumlah organ, yang dikenal juga sebagai organ genital (alat kelamin). Karena ada yang nampak, dan yang tak nampak
Organ genital internal , al testis, ovarium dsb. Organ genital eksternal, al skrotum, labia, dsb

Fungsi sistem reproduksi pada manusia, erat sekali kaitannya dengan fungsi seksualitas, karena menggunakan organ yang sama

Sistem reproduksi lelaki


Sepenuhnya berfungsi setelah lewat masa pubertas Salah satu organ penting baik pada sistem reproduksi, maupun untuk fungsi seksualitas, adalah testis Testis merupakan organ yang sekaligus berfungsi endokrin ( testosteron) dan fungsi eksokrin ( spermatozoa)

Sistem reproduksi lelaki2


Testis pada masa embrio pernah berfungsi (beberapa waktu, tak permanen) dalam aspek endokrin ( menghasilkan testosteron ), yang lebih lanjut memicu pembentukan organ genitalia/reproduksi eksternal Aspek eksokrin, baru nampak berfungsi dalam bentuk emisi nokturnal, yang umum terjadi pada masa puber, dan sebentar pasca puber spermatogenesis telah berfungsi baik sistem reproduksi telah berfungsi sepenuhnya

Spermatogenesis
Proses pembentukan spermatozoa (sperma) Dipengaruhi oleh hormon
FSH \ Testosteron > Sumbu Hipotalamus-Hipofisis-Testis LH /

Dimulai dari spermatogonium A (= sel stem, sel punca) yang sudah ada (terbentuk) sejak testis muncul/terbentuk (pd embrio 10 mgg)

Spermatogenesis2
Sperma yang terbentuk dan belum keluar, utk sementara melekat pd sel Sertoli, pemberi nutrisi utk sperma. Terjadi pengurangan jumlah materi genetik, (meiosis), dimanifestasikan dalam jumlah kromosom yg hanya separuh dari awal (diploid, 2 N, 46 1 N, haploid, 23) Dua (2) jenis sperma, sperma X, sperma Y

Spermatogenesis3
Proses berlangsung di tubuli semeniferi, yang sangat panjang, berlipat berkelok di testis Sperma yang matang keluar, dan berkumpul sementara di rete testis, yg ada di epididimis utk kemudian disimpan di vesica seminalis, sebelum dikeluarkan dari tubuh pemiliknya, dengan cara eyakulasi

Fertilitas
Didefinisikan sebagai kemampuan/potensi seseorang untuk memiliki keturunan, baik itupada lelaki maupun perempuan Parameter penting untuk fertilitas lelaki ialah keadaan semen/sperma, yang harus sesuai dengan ketentuan/persyaratan WHO (2011) normospermia, jika telah sesuai fertil Meliputi jumlah, motilitas, dan morfologi sperma

Fertilitas2
Aspek imunologik harus baik, normal untuk fertil tak ada aglutinasi sperma Aspek infeksi, juga harus tidak ada pada situasi fertil keberadaan lekosit sesuai persayaratan WHO (0 3)/LPB, dan tak ada mikro-organismus di semen Tidak boleh ada darah (eritrosit) di semen pH semen juga berperan pada fertilitas (7 8) Volume semen harus normal (2 5 mL)

Infertilitas
Didefinisikan sebagai ketidak-mampuan, kehilangan potensi untuk memiliki keturunan. 2 Jenis berdasar manifestasi klinik-sosial
Primer Sekunder

Beberapa jenis, sesuai hasil analisis semen


Oligozoospermia, jumlah < ketentuan/syarat Asthenozoospermia, motilitas < Teratozoospermia, bentuk sperma normal < Gabungan dari 2 3 di atas

Infertilitas2
Disebabkan oleh gangguan/kelainan
Pra-testis Testis Pasca-testis Tergantung penyebab ada di tingkat mana

Pada tingkat terberat


Azoospermia Aspermia

Dapat genetik, ataupun non-genetik

Infertilitas3
Didefinisikan sebagai : Ketidak-mampuan menghasilkan keturunan, setelah pernikahan/ perkawinan sampai 2 tahun, dan hubungan seksual dilakukan dengan baik, tanpa upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan Definisi di atas utk lelaki/suami, perempuan/ isteri, atau PUS (pasangan usia subur) Infertilitas genetik, umumnya tak dapat disembuhkan

Seksualitas
Merupakan fungsi lain dari sistem/organ reproduksi manusia dimanifestasikan dalam bentuk hubungan/kontak genital antara lelaki dan perempuan Penting untuk fertilitas/reproduksi yang harus disertai seksualitas normal Otak, sering dinilai sebagai organ seksual primer, karena orientasi seksual seseorang adalah awal dari seksualitas dan reproduksi

Pemeriksaan PUS Infertil oleh DU


Anamnesis: berapa lama, primer/sekunder, hubungan seksual Pemeriksaan fisik : untuk memastikan ada/tak adanya kelainan organik pada isteri + suami Pemeriksaan tambahan
Lab. : sperma pada suami/lelaki (DU boleh periksa sendiri secara sederhana) Utk pemastian lebih lanjut ada-tidaknya fekunditas dan fertilitasnya, al. Suhu-basal

ART / TRB
Assisted reproduction technology (Teknologi reproduksi berbatuan) = upaya kedokteran utk menolong PUS infertil, yang dengan obat saja tak berhasil TRB sederhana
Inseminasi buatan, dari suami/IBS, dari donor IBD IBS dengan pemrosesan semen lebih dahulu

FIV, fertilisasi in vitro (IVF, in vitro fertilization)

FIV
Telur diambil (ovum pick up), dgn sebelumnya picuan agar terjadi multimaturasi ovum FIV sederhana : ovum + semen (+ sperma dlm jumlah baik) di satu tempat (cawan Petri), atau cawan khusus FIV canggih, cara khusus memasukkan sperma
ICSI, intra cytoplasm sperm injection SUZI, sub zonal injection

FIV2
Pada kasus oligozoospermia berat (semen hanya berisi puluhan sperma)
TESA, testicular sperm aspiration MESA, m epididymal sperm aspiration

Azoospermia biopsi testis, ambil spermatid, atau bahkan spermatosit 2 Amati zigot sampai embrio (tkt morula) masukkan ke uterus (embryo transfer)

FIV3
Embryo transfer (transfer embrio)
Ke uterus sang Ibu pemilik telur (FIV biasa) Ke uterus ibu lain (pengganti, surrogate mother)

FIV umum ada > 1 embrio, ke uterus


1 embrio saja, sisa disimpan 2 atau lebih embrio, sisa (jika ada) disimpan

sekian

Anda mungkin juga menyukai