Anda di halaman 1dari 1

PENENTUAN KADAR SPESI IODIUM DALAM GARAM BERIODIUM DAN MAKANAN DENGAN METODE HPLC PASANGAN ION

Kekurangan iodium dapat menyebabkan gondok, terjadinya kretinisme, menurunnya kecerdasan, gangguan pada otak, bisu-tuli, serta pada ibu hamil dapat menyebabkan keguguran dan kematian pada bayi. Metode kromatografi cair kinerja tinggi pasangan ion yang digunakan dalam penelitian ini dapat menentukan dan memisahkan spesi spesi iodium yaitu iodat dan iodida dalam garam beriodium dan makanan secara spesifik, cermat dan seksama. Kondisi percobaan optimum adalah sebagai berikut fase gerak yang digunakan terdiri dari campuran metanol dengan larutan dapar kalium dihidrogen fosfat pH 7,0 yang mengandung tetrabutil amonium klorida 0,001 M (10 : 90), suhu kolom 27oC, laju alir fase gerak 1 mL/menit, detektor UV diset pada 226 nm dan kolom fase balik Phenomenex, Bondclone, C 18, ukuran 300 x 3,9 mm, ukuran partikel 10 m. Proses iodisasi garam natrium klorida murni dengan penambahan kalium iodat cara kering merupakan cara yang paling baik karena paling sedikit mengalami penurunan kadar iodat jika dibandingkan dengan cara basah yaitu sebesar 2,74%, sedangkan cara basah 28,29%. Faktor suhu, pH, penambahan bahan kimia (kalsium fosfat dan fero sulfat), kelembaban relatif, cara penambahan garam beriodium ke dalam sediaan makanan, lama pemanasan atau pemasakan, dan lama penyimpanan berpengaruh Penelitian ini telah memperdalam pemahaman baru mengenai beberapa faktor (lama penyimpanan, suhu, kelembaban, pH, zat reduktor, air dan cara iodisasi) yang mempengaruhi terjadinya penguraian iodat menjadi spesi-spesi iodium lain dan kestabilan iodat dalam garam beriodium dan makanan.