Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN Pokok bahasan Hari/tanggal Waktu Tempat Sasaran Pelaksana : Konsumsi Makanan Sehat : Jumat, 15 Maret

2013 : Pukul 07.30 08.10 : Ruang Tunggu Pasien Bedah Aster RSUD Dr. Soetomo Surabaya : Keluarga pasien Bedah Aster RSUD Dr. Soetomo : Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga

I.

Tujuan Umum Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit, diharapkan sasaran penyuluhan dapat memahami tentang konsumsi makanan sehat.

II.

Tujuan Khusus Setelah diberikan penyuluhan diharapakan keluarga pasien dapat : 1. Menjelaskan pengertian gizi seimbang 2. Menyebutkan prinsip gizi seimbang 3. Menjelaskan tumpeng gizi seimbang 4. Menyebutkan pola makan sehat

III.

Materi. 1. Pengertian gizi seimbang 2. Prinsip gizi seimbang 3. Tumpeng gizi seimbang 4. Pola makan sehat Materi penyuluhan terlampir

IV.

Metoda Ceramah dan tanya jawab

V.

Media Flip chart, leaflet

VI. Pengorganisasian Penyaji Fasilitator Moderator Pembimbing : Taufan Citra Darmawan Septi Nursanindah Sasikirana : Ashof Yus Miko, Masfin Muhayanah : Prihatin : Adi Sukrisno, S.Kep.,Ns Abu Bakar, S.Kep.,Ns.,M.Kep.,Sp.KMB VII. Pelaksanaan
No. Tahap dan Waktu Pembukaan 5 menit Kegiatan Pemateri 1. Mengucapkan salam dan memperkenalkan diri 2. Menyampaikan maksud dan tujuan 3. Menyampaikan topik penyuluhan yang akan diberikan 4. Menjelaskan mekanisme kegiatan 5. Kontrak waktu Kegiatan Peserta 1. Menjawab salam 2. Mendengarkan maksud dan tujuan 3. Mendengarkan topik penyuluhan 4. Mendengarkan mekanisme kegiatan 5. Menyetujui kontrak waktu 1. menjawab pengalaman & pengetahuan sebelumnya tentang konsumsi makanan sehat 2. mendengarkan materi yang diberikan 3. menanyakan materi yang belum dipahami

Observer dan Notulen : Tyas Ajeng Anastasia

Penyuluhan 30 menit

1. Menggali pengetahuan peserta mengenai konsumsi makanan sehat 2. Menjelaskan materi:

1. Menjelaskan pengertian gizi seimbang 2. Menyebutkan prinsip gizi seimbang 3. Menjelaskan tumpeng gizi seimbang 4. menyebutkan pola makan sehat
3. Memberikan kesempatan peserta untuk bertanya 4. Menjawab pertanyaan peserta

Penutup 5 menit

1. mengevaluasi pemahaman peserta 2. menyimpulkan kembali penjelasan yang telah diberikan 3. membagikan leaflet 4. Salam penutup

1. menjawab pertanyaan pemateri 2. mendemonstrasikan materi 3. mendengarkan kesimpulan

VIII Setting Tempat Keterangan: Moderator Penyaji Fasilitator Observer IX Evaluasi 1. Kriteria Struktur a. Kontrak waktu dan tempat diberikan 1 hari sebelum acara dilakukan b. Pembuatan SAP, leaflet dan flipchart maksimal 2 hari sebelum acara c. Peserta berada di tempat yang ditentukan d. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelum dan saat penyuluhan dilaksanakan 2. Kriteria Proses a. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan b. Peserta mendengarkan dan memperhatikan penyuluhan c. Pelaksanaan kegiatan sesuai rencana d. Pengorganisasian berjalan sesuai dengan job discription

Lampiran MATERI PENYULUHAN GIZI SEIMBANG A. Pengertian Gizi Seimbang adalah susunan makanan seharihari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan (BB) ideal. B. Prinsip Gizi Seimbang 1. Makan beraneka ragam makanan Tidak satu pun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi, yang mampu membuat seseorang hidup sehat, tumbuh kembang dan produktif. Oleh karena itu, setiap orang perlu mengkonsumsi aneka ragam makanan 2. Lakukan aktivitas fisik Aktivitas fisik sangat bermanfaat bagi setiap orang, karena dapat meningkatkan kebugaran, mencegah kelebihan berat badan, meningkatkan fungsi jantung, paru otot dan memperlambat penuaan 3. Jaga kebersihan makanan a. Cuci tangan. Menjaga kebersihan makanan dimulai dari cuci tangan sebelum menyentuh makanan atau mengolah makanan. Kebiasaan sehat ini tidak hanya menghindarkan dari penyakit di saluran cerna namun juga menghindarkan tubuh dari penyakit lain. b. Mencuci sayur/buah sebelum dimakan. Sayuran dan buah-buahan terutama yang dikonsumsi beserta kulitnya tidak dapat langsung dimakan. Perlu pencucian untuk menghilangkan kotoran, sisa pestisida, bakteri, dan zat lain yang menempel. Untuk mencuci sayur dan buah dilakukan dengan mencuci di air yang mengalir supaya seluruh kotoran dapat luruh bersama air. Lakukan penggosokan bila perlu.

c. Memasak bahan makanan. Mengolah bahan makanan dapat dilakukan dengan perebusan, pengukusan, pemanggangan, serta penggorengan. Tujuan dilakukan pengolahan adalah memastikan tidak ada bakteri yang hidup ketika kita makan. Selain itu pengolahan makanan juga memperpanjang daya tahan makanan sehingga tidak mudah basi. d. Menyimpan makanan dengan benar Proses penyimpanan makanan dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti dimasukkan kulkas, plastik, atau dibungkus dengan aluminium foil. e. Mencuci peralatan makan. Peralatan makan sangat rentan terhadap penularan penyakit dari satu orang ke orang lain. Beberapa penyakit dapat berpindah hanya dengan kontak liur dengan menggunakan peralatan makan yang sama. Biasakan mencuci peralatan makan dengan bersih di air mengalir. 4. Pantau berat badan Pemantauan berat badan sangat penting terutama untuk menghindarkan kegemukan. Indeks Masa Tubuh (IMT) = BB : TB2 Berat badan kurang Normal Obesitas C. Tumpeng Gizi Seimbang (TGS) Tumpeng Gizi Seimbang (TGS) meragakan 4 prinsip Gizi Seimbang : aneka ragam makanan sesuai kebutuhan, kebersihan, aktivitas fisik dan memantau berat badan ideal. TGS terdiri atas beberapa potongan tumpeng: satu potongan besar, dua potongan sedang, dua potongan kecil, dan di puncak terdapat potongan terkecil. Luasnya potongan TGS menunjukkan porsi makanan yang harus dikonsumsi setiap orang per hari. TGS yang terdiri atas potongan-potongan itu dialasi oleh air putih. Artinya, air putih merupakan bagian terbesar dan zat gizi esensial bagi kehidupan untuk hidup sehat dan aktif. IMT= <18,5 IMT= 18,5-22,9 IMT >25

Berat badan berlebih IMT>23

Dalam sehari, kebutuhan air putih untuk tubuh minimal 2 liter (8 gelas). Setelah itu, di atasnya terdapat potongan besar yang merupakan golongan makanan pokok (sumber karbohidrat). Golongan ini dianjurkan dikonsumsi 38 porsi. Kemudian di atasnya lagi terdapat golongan sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral. Keduanya dalam potongan yang berbeda luasnya untuk menekankan pentingnya peran dan porsi setiap golongan. Ukuran potongan sayur dalam PGS sengaja dibuat lebih besar dari buah yang terletak di sebelahnya. Dengan begitu, jumlah sayur yang harus dilahap setiap hari sedikit lebih besar (3-5 porsi) daripada buah (23 porsi). Selanjutnya, di lapisan ketiga dari bawah ada golongan protein, seperti daging, telur, ikan, susu dan produk susu (yogurt, mentega, keju, dan lain-lain) di potongan kanan, sedangkan di potongan kiri ada kacangkacangan serta hasil olahan seperti tahu, tempe, dan oncom. Terakhir dan menempati puncak TGS makanan dalam potongan yang sangat kecil adalah minyak, gula, dan garam, yang dianjurkan dikonsumsi seperlunya. Pada bagian bawah tumpeng terdapat prinsip Gizi Seimbang lain, yaitu pola hidup aktif dengan berolahraga, menjaga kebersihan dan pantau berat badan. D. Pola Makan Sehat 1. Jumlah atau porsi. Jumlah porsi makan disesuaikan menurut kebutuhan dan aktivitas masing-masing orang. Orang yang beraktivitas tinggi tentu membutuhkan porsi yang lebih besar. 2. Jenis makanan Jenis makan harus disesuaikan kebutuhan tubuh masing-masing orang. Misalnya: anak yang baru tumbuh membutuhkan porsi protein yang lebih banyak, pekerja berat membutuhkan porsi karbohidrat yang lebih banyak, ibu hamil membutuhkan porsi makanan yang mengandung zat lebih banyak dan lain sebagainya. 3. Jadwal makan Secara umum, orang Indonesia membutuhkan 5-6x makan dalam sehari yang dibagi menjadi 3x makan besar dan 2-3x makan kecil