Anda di halaman 1dari 59

MAKALAH SEMINAR

PRAKTIKUM DASAR TEKNIK KIMIA

SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 2012/2013

ACARA D-6

FILTRASI

SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 2012/2013 ACARA D-6 FILTRASI Disusun oleh : AKHMAD PUTHUT B. P 121100060

Disusun oleh :

AKHMAD PUTHUT B. P

121100060

WAYAN PARTA

121100151

RISKI ADITYA K.

121100169

LABORATORIUM PRAKTIKUM DASAR TEKNIK KIMIA

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UPN VETERANYOGYAKARTA

2012

HALAMAN PENGESAHAN

FILTRASI

( D - 6 )

Makalah seminar ini disusun untuk memenuhi syarat praktikum dasar teknik kimia

Fakultas Teknologi Industri Jurusan Teknik Kimia UPN Veteran

Yogyakarta

Yogyakarta,18 Desember 2012

Disetujui,

Asisten Pembimbing

Raden Bagus Anggy

i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-

Nya kami dapat menyelesaikan makalah seminar praktikum dasar teknik kimia ini.

Makalah seminar ini kami susun untuk melengkapi praktikum yang telah kami

laksanakan di Laboratorium Dasar Teknik Kimia UPN VeteranYogyakarta.

Dengan tersusunnya makalah seminar ini, penyusun mengucapkan terima

kasih kepada :

1. Ir. Gogot Haryono M.T., selaku Kepala Laboratorium Dasar Teknik Kimia.

2. Raden Bagus Anggy selaku asisten pembimbing acara Filtrasi.

3. Rekan-rekan satu plug.

4. Segenap Staf Laboratorium PDTK UPN VeteranYogyakarta.

5. Semua pihak yang telah membantu kami dalam pelaksanaan dan penyusunan

makalah seminar ini.

Penyusun menyadari masih banyak kekurangan yang terdapat dalam makalah

ini. Oleh karena itu, saran yang bersifat konstruktif sangat kami harapkan dan semoga

makalah seminar ini dapat bermanfaat bagi kita semua

Yogyakarta,18 Desember 2012

ii

Penyusun

DAFTAR ISI

 

Hal

HALAMAN JUDUL

HALAMAN

PENGESAHAN

i

KATA PENGANTAR

ii

DAFTAR

ISI

iii

DAFTAR TABEL

v

DAFTAR

GAMBAR DAN GRAFIK

vi

DAFTAR LAMBANG

vii

INTISARI

ix

BAB I PENDAHULUAN

1

1.1. Latar Belakang Percobaan

1

1.2. Maksud dan Tujuan Percobaan

2

1.3. Teori Dasar

2

BAB II PELAKSANAAN PERCOBAAN

14

 

2.1. Bahan

14

2.2. Alat & Rangkaian Alat

14

2.3. Cara Kerja

16

BAB III HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

22

3.1. Hasil Percobaan

22

3.2. Pembahasan

25

iii

BAB IV KESIMPULAN

42

BAB V DAFTAR PUSTAKA

45

LAMPIRAN

46

iv

DAFTAR TABEL

 

Hal

1. Hubungan antara volume filtrat dengan kecepatan filtrasi

23

2. Hubungan antara volume air cucian dengan konsentrasi air cucian

24

3. Hubungan antara volume filtrat dengan kecepatan filtrasi

25

4. Hubungan antara Y data, Y hitung dan % kesalahan

27

5. Data absorbansi pada berbagai nilai konsentrasi yang diukur pada panjan

gelombang 415 nm

32

6. Hubungan antara volumen air cucian dengan konsentrasi

33

7. Hubungan antara y data, y hitung dan % kesalahan

35

8. Hubungan antara volumen air cucian, transmitasi, dan konsentrasi

37

9. Hubungan y data, y hitung, dan presentasi kesalahan pada air cucian

39

v

DAFTAR GAMBAR DAN GRAFIK

Hal

1. Hubungan antara dt/dv dengan V………………………………………….…7

2. Rangkaian Alat………………………………………………………… …

15

3. Grafik hubungan antara Volume Filtrat dengan Kecepatan

Filtrasi…………….…

28

4. Grafik hubungan antara Volume dengan Konsentrasi Air Cucian berdasar

absorbansi…………………………………………………………………….36

5. Grafik hubungan Volume dengan Konsentrasi Air berdasarkan

transmitrasi

vi

40

DAFTAR LAMBANG

A

= Luas medium filtrasi, (cm 2 )

Cv

= Konstanta filtrasi, (gram/cm 3 )

Cw

= Konsentrasi air cucian, (mg/ml)

K

= Permeabilitas

t

opt

= Waktu optimum, (detik)

t

s

= Waktu siklus, (detik)

t

w

= Waktu pencucian, (detik)

t

p

= Waktu bongkar pasang, (detik)

V

= Volume filtrat, (ml)

Ve

= Volume ekivalen, (ml)

Vf

= Volume filtrat, (ml)

V opt

= Volume optimum, (ml)

Vw

= Volume air cucian, (ml)

X

= Porositas cake

x

= Fraksi massa padatan dalam slurry

XLA

= Volume cairan dalam cake, (ml)

= 1/kecepatan filtrasi, (detik/ml)

= 1/kecepatan filtrasi, (detik/ml)

vii

(-Pc)

= Penurunan tekanan melalui cake, (gram/ml)

µ

=Viskositas, (gram/cm.detik)

ρ

= Densitas filtrat, (gram/ml)

INTISARI

Filtrasi merupakan operasi dimana campuran heterogen dari fluida partikel-

partikel padat dapat dipisahkan oleh media penyaring dimana fluidanya diteruskan

sedang partikel-partikel padatannya tertahan. Tujuan dari percobaan ini adalah

untuk

mengetahui

hubungan

antara

volume

filtrasi

dengan

kecepatan

filtrasi,

hubungan antara volume air cucian dengan konsentrasi air cucian, dan menentukan

nilai volume ekivalen (Ve), konstanta filtrasi (Cv), volume optimum (V opt ), dan waktu

optimum (t opt ).

Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah filter press, pompa,

pengaduk listrik, manometer, filter cloth, tangki, tabung reaksi, pengukur waktu,

timbangan dan spektrometer. Bahan yang digunakan adalah CaCO 3 , Methyl Orange,

dan air. Dalam percobaan ini mula-mula membuat suspensi dengan mencampur

CaCO 3 sebanyak 220 gram ke dalam 6500 ml air dan ditambah dengan 0.11 gram

Methyl Orange. Sebelum proses filtrasi dimulai, dilakukan uji kebocoran terlebih

dahulu, kemudian campuran diaduk dengan pengaduk listrik dalam tangki suspensi

dan dialirkan melalui filter. Setiap volume 500 ml filtrat yang keluar dicatat

waktunya. Setelah filtrasi selesai dilanjutkan dengan pencucian menggunakan air,

dan setiap kelipatan 500 ml air cucian yang keluar diambil sampelnya dalam tabung

reaksi dan dicatat waktunya. Sampel diamati absorbansinya dengan menggunakan

ix

spektrometer

dan

dicari

konsentrasinya

absorbansi vs konsentrasi.

dengan

menggunakan

grafik

standard

Dari percobaan ini diperolaeh hasil sebagai berikut :

Hubungan antara volume filtrat dengan kecepatan filtrasi :

persamaan garis :

Y = 5.05 x 10⁻⁶X + 4.2107 x 10³

persentase kesalahan rata-rata : 72.87580092 %

Hubungan antara volume air cucian dengan konsentrasi air cucian :

persamaan garis :

air cucian dengan konsentrasi air cucian : persamaan garis : persentase kesalahan : 56.22350063 % 

persentase kesalahan

: 56.22350063 %

Konstanta filtrasi (Cv)

:

147.7558

g/cm 2

Volume ekivalen (Ve)

:

416.9009 cm 3

Volume optimum (V opt )

:

6000.0091 cm 3

Waktu pencucian (t w )

:

419.1691 detik

Waktu filtrasi (t f )

: 303.4794 detik

Waktu siklus (t s )

:

965 detik

Waktu optimum (t opt )

:

965 detik

Kemudian dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa semakin besar

volume filtrat maka kecepatan filtrasi semakin lambat karena cake yang semakin

tebal akan menghalangi aliran dan semakin besar volume air cucian maka akan

semakin kecil konsentrasinya sehingga absorbansinya mendekati konstan, karena

cake sudah bersih.

x

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Percobaan

Perlakuan bahan baku dalam industri banyak sekali macamnya

karena kita akan dihadapkan dengan bahan-bahan yang berbentuk padat,

cair,

dan

gas

atau

kombinasi

antara

ketiga

bentuk

bahan

tersebut.

Adakalanya kita perlu memisahkan zat yang bercampur satu sama lain.

Disini

pemisahan

padatan

dengan

cairan

dapat

digunakan

operasi

pengendapan atau filtrasi. Filtrasi ini meliputi ragam operasi mulai dari

yang sederhana sampai operasi yang rumit, sehingga perlu dipelajari.

Pemisahan secara filtrasi ini dapat dijalankan

tergantung dari

banyak hal diantaranya ukuran partikel padatan, jumlah bahan yang akan

dipisahkan dan sifat dari partikel itu sendiri. Dengan demikian dalam

masalah ini akan ditinjau hal-hal yang berhubungan dengan filtrasi baik

mengenai

operasinya

maupun

teori-teori

yang

berhubungan

dengan

filtrasi. Hasil filtrasi biasnya berupa padatan dan cairan, oleh sebab itu

operasi

filtrasi sangat dipengaruhi oleh pemilihan filter yang sesuai

dengan sistem.

Didalam pengelolaan lingkungan, kita sering dihadapkan dengan

masalah-masalah yang berhubungan dengan filtrasi, misalnya pemisahan

limbah padat yang harus dipisahkan dari limbah cair sebelum dibuang.

Karena sangat eratnya hubungan manusia dengan lingkungan dan

industri, maka perlu dipelajari hal-hal yang menjembatani hubungan ketiga

factor

diatas

menginginkan

(manusia,

lingkungan

pembangunan

industri

dan

yang

industri).

Karena

industri

berwawasan

lingkungan,

sedangkan jembatan yang disepakati adalah ilmu yang termasuk didalam

mempelajari filtrasi.

1.2 Maksud dan Tujuan Percobaan

1. Mempelajari hubungan antara volume filtrasi (V) dengan (dt/dv).

2. Mempelajari

hubungan

antara

volume

konsentrasi air cucian (Cw).

3. Mencari harga :

a.Konstanta filtrasi(Cv)

b.Volume ekuivalen(Vc)

c.Volume Optimum(V Opt )

d.Waktu Optimum(t Opt )

1.3 Teori Dasar

air

cucian

(Vw)

dengan

Filtrasi adalah proses dimana suatu campuran heterogen antara

padatan dan cairan dari suatu larutan yang dipisahkan oleh suatu filter

medium, dimana cairannya akan terus mengalir melewati medium porous,

tetapi padatannya tertahan. Medium porous ini adalah cake yang dibentuk

oleh

padatannya

sendiri

yang

terkumpul

karena

tertahan

oleh

filter

medium primer (kain penyaring).Fluidanya mungkin berupa zat cair atau

gas.

Gaya pendorong pada operasi filtrasi dapat berupa:

Gaya berat

Tekana

Vakum

Sentrifugal

Jenis-jenis alat filtrasi

1. Horizontal Plate Filter

Biasanya digunakan dalam industri kecil, filter jenis ini digunakan

untuk kapasitas filtrasi yang kecil. Filtrasi terjadi pada bagian atas setiap

pelat yaitu bagian bawah cake. Cake yang terbentuk akan terakumulasi

pada filter. Untuk mengambil cake yang terbentuk, dilakukan dengan

membongkar badan filter. Penambahan lubang dapat dilakukan bila dirasa

laju pengeluaran cairan kurang lancer.

2. Rotary Vacum Filter (RVP)

RVP yang paling banyak digunakan dalam industry kimia yang

mempunyai kapasitas cukup besar dam mampu memisahkan padatan yang

sukar dipisahkan. Desain RVP sangat bervariasi yang dilengkapi oleh

drum yang terus berputar. Tekanan dalam drum mendekati vakum, sedang

diluar drum tekanannta atmosferik. Drum dmasukkan kedalam cairan yang

mengandung suspense yang akan difiltrasi, dan kecepatan putaran drum

sangat rendah.cairan tertarik melalui filter karena perbedaan tekanan,

sedangkan padatan akan tertinggal diluar permukaan drum membentuk

cake.

Pengambilan

cake

dilakukan

ditempelkan pada dinding luar drum.

3. Plate Frame Filter Press

dengan

memasang

pisau

yang

Filter press terdiri atas seperangkat frame dan plate yang dirancang

untuk memberikan sederetan ruang dimana zat padat akan tertahan. Frame

ditutup dengan medium filter yang disebut dengan filter cloth. Umpan

masuk kedalam masing-masing komponen itu dengan tekanan, cairannya

akan melalui cloth dan keluar pipa pengeluran meninggalkan padatan

didalam ruang tersebut.

Filter dibagi menjadi tiga macam:

1. Filter yang beroperasi pada tekanan yang lebih tinggi daripada tekanan

atmosfer disebelah hulu medium filter.

2. Filter yang beroperasi pada tekanan atmosfer sebelah hulu.

3. Filter yang beroperasi disebelah hilir.

Dalam filtrasi dikenal ada dua macam filter yaitu :

1. Filter medium primer.

Pada filtrasi,

filter medium

primer bukan

merupakan

filter

yang

sesungguhnya. Filter medium primer dapat berupa kain saring dan

kertas saring. Adapun fungsi dari filter medium primer adalah sebagai

penahan zat padat pada permukaan filtrasi atau dapat juga sebagai

pembuat filter medium sekunder.

2.

Filter medium sekunder.

Filter medium sekunder merupakan filter medium yang sesungguhnya,

yaitu berupa cake yang dibentuk oleh partikel padat yang tertahan filter

medium primer. Makin lama operasi filtrasi, cake yang terbentuk

makin

tebal,

sehingga

penekanan

cake

terhadap

melewatinya akan semakin besar.

filtrat

yang

Untuk pencucian bahan terlarut yang terperangkap didalam ampas

filter (cake) dapat digunakan pelarut yang dapat tercampur dengan filtrat

itu. Sebagai bahan pencuci yang paling lazim digunakan adalah air.

Medium filter pada setiap filtrasi harus memenuhi syarat-syarat

sebagai berikut :

1. Harus dapat menahan zat padat yang akan disaring dan menghasilkan

filtrat yang cukup bening.

2. Tidak mudah tersumbat.

3. Harus tahan baik secara kimia maupun fisika dalam kondisi proses.

4. Harus memungkinkan penumpukan ampas/cake secara total dan bersih.

5. Pengadaan alat dan proses tidak terlalu mahal.

Proses yang digunakan dalam percobaan ini adalah filtrasi secara

batch. Dalam filtrasi yang bekerja secara batch perlu diamati ketebalan

cake yang terbentuk, karena bila cake yang terbentuk sudah terlalu banyak,

filtrasi harus dihentukan untuk membuang cakenya, sehingga waktu yang

digunakan dapat lebih efisien.

Selama pembentukan filter cake, hubungan aliran laminar dan

kecepatan linier dari cairan tiap saat (V) diberikan oleh persamaan sebagai

berikut :

tiap saat (V) diberikan oleh persamaan sebagai berikut : Adapun neraca massanya : massa padatan dalam

Adapun neraca massanya :

massa padatan dalam cake = massa padatan dalam slurry

: massa padatan dalam cake = massa padatan dalam slurry (1) … (2) (3) (4) persamaan
: massa padatan dalam cake = massa padatan dalam slurry (1) … (2) (3) (4) persamaan
: massa padatan dalam cake = massa padatan dalam slurry (1) … (2) (3) (4) persamaan

(1)

(2)

(3)

(4)

persamaan (3) menunjukkan hubungan antara volume filtrat (V) dan

ketebalan cake (L), ini digunakan untuk mengeliminasi L dari persamaan

(1), sehingga diperoleh :

mengeliminasi L dari persamaan (1), sehingga diperoleh : (5) Untuk suspensi tertentu harga  Pc, V,

(5)

Untuk suspensi tertentu harga Pc, V, t dapat diubah tergantung dari

operasinya, sedangkan operasi lainnya tetap.

suspensi tertentu harga  Pc, V, t dapat diubah tergantung dari operasinya, sedangkan operasi lainnya tetap.
suspensi tertentu harga  Pc, V, t dapat diubah tergantung dari operasinya, sedangkan operasi lainnya tetap.

(6)

(7)

Rumus diatas berlaku untuk penekanan nol, tetapi karena menggunakan

kain

saring

sebagai

filter

medium

primer

maka

pada

waktu

mulai

menyaring sudah ada penekanan dari kain saring. Apabila volume filtrat

(Ve) yang memberi cake dengan ketebalan tertentu, dimana cakenya akan

memberi penekanan

yang sama dengan penekanan kain saring yang

bersifat menekan, maka :

V = V + Ve

(8)

Rumus (V) akan berubah menjadi :

maka : V = V + Ve (8) Rumus (V) akan berubah menjadi : (9) (10)
maka : V = V + Ve (8) Rumus (V) akan berubah menjadi : (9) (10)

(9)

(10)

Untuk cake yang noncompressible harga Cv konstan sehingga filtrasi

dilakukan pada tekanan konstan, grafik yang diperoleh merupakan garis

lurus.

(dt/dv)

volume
volume

Gambar 1. Hubungan antara dt/dv dengan volume

Grafik diatas merupakan garis lurus yang mempunyai persamaan :

Y = aX + b

…(11)

dimana :

slope :

(12)

(12)

intercept

:

(13)

(13)

Bila besarnya slope dan intercept didapat, maka Cv dan Ve akan dapat

dihitung, karena A dan (-Pc) diketahui.

Waktu optimum yaitu waktu filtrasi yang memberikan waktu siklus per

satuan volume filtrat minimum.

t siklus

= t filtrasi + t pencucian + t bongkar pasang + (t pengurasan + t

pengisian) pada filtrasi + (t pengurasan + t pengisisan) pada

pencucian.

Bila filtrasi dijalankan pada tekanan rendah sehingga cake yang terbentuk

noncompressible, maka didapat waktu filtrasi sebagai berikut :

maka didapat waktu filtrasi sebagai berikut : Dalam pencucian cake, kecepatan kecepatan filtrasi, sehingga

Dalam

pencucian

cake,

kecepatan

kecepatan filtrasi, sehingga didapat :

cake, kecepatan kecepatan filtrasi, sehingga didapat :   (14) pencucian dianggap sama dengan
 

(14)

pencucian

dianggap

sama

dengan

 

(15)

bila Vw/V = K maka Vw = K.V (16) (17) (18) Waktu operasi optimum bila

bila Vw/V = K maka Vw = K.V

bila Vw/V = K maka Vw = K.V (16) (17) (18) Waktu operasi optimum bila ts/V
bila Vw/V = K maka Vw = K.V (16) (17) (18) Waktu operasi optimum bila ts/V

(16)

(17)

(18)

Waktu operasi optimum bila ts/V minimum dan ts/V akan minimum bila :

optimum bila ts/V minimum dan ts/V akan minimum bila : (19) (20) (21) (22) (23) Pada

(19)

(20)

(21)

(22)

(23)

Pada pencucian, pekerjaan dianggap selesai bila air cucian yang

keluar sejernih mungkin atau sudah tidak berubah intensitas warnanya.

Untuk analisa air cucian diukur absorbansinya dengan menggunakan

spectrometer, selanjutnya konsentrasi didapat dengan cara memplotkan

nilai absorbansinya tadi pada grafik standard absirbansi Vs konsentrasi air

cucian.

(Brown, 1978)

Spektrofotometer

Spektrofotometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur

absorbansi dengan cara melewatkan cahaya dengan panjang gelombang

tertentu pada suatu obyek kaca atau kuarsa yang disebut kuvet. Sebagian

dari cahaya tersebut akan diserap dan sisanya akan dilewatkan. Nilai

absorbansi

dari

cahaya

yang

dilewatkan

akan

konsentrasi larutan di dalam kuvet.

sebanding

dengan

Fungsi alat spektrofotometer dalam laboratorium adalah mengukur

transmitans atau absorbans suatu contoh yang dinyatakan dalam fungsi

panjang gelombang.

Prinsip kerja spektrofotometer adalah bila cahaya (monokromatik

maupun campuran) jatuh pada suatu medium homogen, sebagian dari sinar

masuk akan dipantulkan, sebagian di serap dalam medium itu, dan sisanya

diteruskan. Nilai yang keluar dari cahaya yang diteruskan dinyatakan

dalam nilai absorbansi karena memiliki hubungan dengan konsentrasi

sampel.

Studi

spektrofotometri

dianggap

sebagai

perluasan

suatu

pemeriksaan visual yang lebih mendalam dari absorbsi energi. Hukum

Beer

menyatakan

absorbansi

cahaya

berbanding

lurus

dengan

dengankonsentrasi dan ketebalan bahan/medium.

Secara garis besar spektrofotometer terdiri dari 4 bagian penting yaitu :

a. Sumber Cahaya

Sebagai sumber cahaya pada spektrofotometer, haruslah memiliki

pancaran radiasi yang stabil dan intensitasnya tinggi. Sumber energi

cahaya yang biasa untuk daerah tampak, ultraviolet dekat, dan inframerah

dekat

adalah sebuah

lampu

pijar dengan

kawat

rambut

terbuat

dari

wolfram (tungsten). Lampu ini mirip dengan bola lampu pijar biasa,

daerah panjang gelombang (l ) adalah 350 20 nanometer (nm).

b. Monokromator

Monokromator adalah alat

yang berfungsi untuk menguraikan

cahaya polikromatis menjadi beberapa komponen panjang gelombang

tertentu (monokromatis) yang bebeda (terdispersi).

c. Cuvet

Cuvet spektrofotometer adalah suatu alat yang digunakan sebagai

tempat contoh atau cuplikan yang akan dianalisis. Cuvet biasanya terbuat

dari kwars, plexigalass, kaca, plastic dengan bentuk tabung empat persegi

panjang 1 x 1 cm dan tinggi 5 cm. Pada pengukuran di daerah UV dipakai

cuvet kwarsa atau plexiglass, sedangkan cuvet dari kaca tidak dapat

dipakai sebab kaca mengabsorbsi sinar UV. Semua macam cuvet dapat

dipakai untuk pengukuran di daerah sinar tampak (visible).

d. Detektor

Peranan detektor penerima adalah memberikan respon terhadap

cahaya

pada

berbagai

panjang

gelombang.

Detektor

akan

mengubah

cahaya menjadi sinyal listrik yang selanjutnya akan ditampilkan oleh

penampil data dalam bentuk jarum penunjuk atau angka digital.

Dengan

mengukur

transmitans

larutan

sampel,

dimungkinkan

untuk menentukan konsentrasinya dengan menggunakan hukum Lambert-

Beer. Spektrofotometer akan mengukur intensitas cahaya melewati sampel

(I), dan membandingkan ke intensitas cahaya sebelum melewati sampel

(Io).

Rasio

disebut

transmittance,

dan

biasanya

dinyatakan

dalam

persentase (% T) sehingga bisa dihitung besar absorban (A) dengan rumus

A = -log %T

Spektrofotometer dibagi menjadi dua jenis yaitu spektrofotometer

single-beam dan spektrofotometer double-beam. Perbedaan kedua jenis

spektrofotometer tersebut hanya pada pemberian cahaya, dimana pada

single-beam,

cahaya

hanya

melewati

satu

arah

sehingga

nilai

yang

diperoleh hanya nilai absorbansi dari larutan yang dimasukan. Berbeda

dengan single-beam, pada spektrofotometer double-beam, nilai blanko

dapat langsung diukur bersamaan dengan larutan yang diinginkan dalam

satu kali proses yang sama. Prinsipnya adalah dengan adanya chopper

yang akan membagi sinar menjadi dua, dimana salah satu melewati blanko

(disebut juga reference beam) dan yang lainnya melewati larutan (disebut

juga

sample

beam).

Dari

kedua

jenis

spektrofotometer

tersebut,

spektrofotometer

double-beam

memiliki

keunggulan

lebih

dibanding

single-beam,

karena

nilai

absorbansi

larutannya

telah

mengalami

pengurangan terhadap nilai absorbansi blanko. Selain itu, pada single-

beam, ditemukan juga beberapa kelemahan seperti perubahan intensitas

cahaya akibat fluktuasi voltase.

BAB II

PELAKSANAAN PERCOBAAN

2.1 Bahan-bahan yang digunakan :

1. CaCO 3

2. Methyl Orange (MO)

3. Air

2.2 Alat-alat yang digunakan :

1. Frame filter press

2. Plate filter press

3. Cloth

4. Pompa

5. Manometer

6. Pengaduk listrik

7. Tangki

8. Tabung reaksi

9. Pengukur waktu

10. Gelas ukur

11. Timbangan

12. Spektrofotometer

2.3 Gambar rangkaian alat :

2.3 Gambar rangkaian alat : Gambar 2. Rangkaian Alat Keterangan gambar : 1. Tangki penampung air

Gambar 2. Rangkaian Alat

Keterangan gambar :

1. Tangki penampung air cucian

2. Tangki penampung suspensi CaCO 3

3. Pengaduk listrik

4. Kran air cucian

a.

b.

Kran suspensi

c.

Kran by pass

d.

Kran pembuangan

5. Pompa

6. Manometer

7.

Filter plate

8. Filter cloth

9. Filter frame

10. Penampung filtrate

2.4 Cara Kerja

1. Proses filtrasi

a. Membuat suspensi CaCO 3 sebanyak 220 gram kedalam 6.5

liter air dan 0.11 gram Methyl Orange (MO).

b. Mengukur diameter dalam frame filter press.

c. Memasang rangkaian alat filter plate, frame, dan cloth dan

mencatat waktunya.

d. Mengisi tangki 1 dengan air dan tangki 2 dengan suspensi

CaCO 3 sesudah menghidupkan pengaduk listrik terlebih dahulu

yang ada pada tangki 2.

e. Melakukan uji kebocoran dengan cara, membuka kran 4a,

menghidupkan pompa dan membuka kran 4c untuk mengatur

tekanan dan kecepatan aliran. Bila terjadi kebocoran, pompa

dimatikan

untuk

membongkar

dan

memasang

kembali

rangkaian alat filter. Menutup kran 4a setelah tidak terjadi

kebocoran, sedangkan kran yang lain tetap pada posisi semula.

f. Memulai filtrasi dengan membuka kran 4b dan menghidupkan

pompa.

g. Menampung filtrat dan mencatat waktunya setiap kelipatan 500

ml.

h. Menghentikan filtrasi bila suspensi sudah habis dan mematikan

pompa untuk dilanjutkan dengan pencucian.

i. Mengkonversi absirbansi dan transmitasi menjadi konsentrasi

dengan menggunakan grafik standart.

2. Proses pencucian

a. Mengisi tangki 1 dengan 5 liter air, menutup kran 4b dan

membuka kran 4a, sedangkan posisi kran yang lain tetap.

b. Menghidupkan pompa.

c. Menampung air dalam tabung reaksi setiap kelipatan 500 ml air

yang keluar dari lubang filter frame dan mencatat waktunya.

d. Mematikan pompa setelah air cucian habis.

e. Mengukur absorbansi sampel air cucian dengan menggunakan

spektometer sampai nilai absobansinya konstan

2.5 DIAGRAM ALIR

1.Proses Fitrasi

Membuat suspensi CaCO 3 sebanyak 220 gram kedalam 6.5 liter air dan 0.11 gram Methyl Orange (MO).

Mengukur diameter dalam frame filter press.

Memasang rangkaian alat filter plate, frame, dan cloth dan mencatat waktunya.

Mengisi tangki 1 dengan air dan tangki 2 dengan suspensi CaCO 3 sesudah menghidupkan pengaduk listrik terlebih dahulu yang ada pada tangki 2.

Melakukan uji kebocoran

Memulai filtrasi dengan membuka kran 4b dan menghidupkan pompa.

Menampung filtrat dan mencatat waktunya setiap kelipatan 500 ml.

18

Menghentikan filtrasi bila suspensi sudah

habis dan mematikan pompa untuk

dilanjutkan dengan pencucian.

Mengkonversi absirbansi dan transmitasi

menjadi konsentrasi dengan menggunakan

grafik standart.

2. Proses Pencucian

Mengisi tangki 1 dengan 5 liter air,

menutup kran 4b dan membuka kran 4a,

sedangkan posisi kran yang lain

Mengisi tangki 1 dengan 5 liter air, menutup

Menghidupkan pompa.

kran 4b dan membuka kran 4a, sedangkan

posisi kran yang lain tetap.

membuka kran 4a, sedangkan posisi kran yang lain tetap. Menampung air dalam tabung reaksi setiap kelipatan

Menampung air dalam tabung reaksi setiap kelipatan 500 ml air yang keluar dari lubang filter frame dan mencatat waktunya.

Mematikan pompa setelah air cucian habi

Mengukur absorbansi sampel air cucian

dengan menggunakan spektometer sampai

nilai absobansinya konstan

2.6 Analisis Perhitungan

1. Menentukan hubungan antara volume filtrat dengan kecepatan filtrasi.

hubungan antara volume filtrat dengan kecepatan filtrasi. 2. Menentukan konstanta filtrasi (Cv) dengan menggunakan

2. Menentukan konstanta filtrasi (Cv) dengan menggunakan slope (a) dari

persamaan hubungan antara volume filtrat dengan kecepatan filtrasi.

Slope =

antara volume filtrat dengan kecepatan filtrasi. Slope = 3. Menentukan volume ekivalen (Ve) dengan menggunakan
antara volume filtrat dengan kecepatan filtrasi. Slope = 3. Menentukan volume ekivalen (Ve) dengan menggunakan

3. Menentukan volume ekivalen (Ve) dengan menggunakan intercept (b)

dari persamaan hubungan antara volume filtrat dengan kecepatan

filtrasi.

Intercept =

antara volume filtrat dengan kecepatan filtrasi. Intercept = 4. Menentukan waktu pencucian (tw). 5. Menentukan waktu
antara volume filtrat dengan kecepatan filtrasi. Intercept = 4. Menentukan waktu pencucian (tw). 5. Menentukan waktu

4. Menentukan waktu pencucian (tw).

filtrat dengan kecepatan filtrasi. Intercept = 4. Menentukan waktu pencucian (tw). 5. Menentukan waktu filtrasi (tf).

5. Menentukan waktu filtrasi (tf).

filtrat dengan kecepatan filtrasi. Intercept = 4. Menentukan waktu pencucian (tw). 5. Menentukan waktu filtrasi (tf).

6.

Menentukan waktu siklus (t siklus).

t siklus

=

tf + tw + tp

7. Menentukan volume optimum (Vopt).

t siklus = tf + tw + tp 7. Menentukan volume optimum (Vopt). 8. Menentukan waktu

8. Menentukan waktu optimum (t opt).

volume optimum (Vopt). 8. Menentukan waktu optimum (t opt). 9. Menentukan hubungan antara konsentrasi air cucian

9. Menentukan hubungan antara konsentrasi air cucian dengan volume air

cucian.

Untuk

menentukan

hubungan

diatas

digunakan

persamaan

eksponensial, yaitu :

dengan volume air cucian. Untuk menentukan hubungan diatas digunakan persamaan eksponensial, yaitu : 21
dengan volume air cucian. Untuk menentukan hubungan diatas digunakan persamaan eksponensial, yaitu : 21

BAB III

HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil Percobaan

Data hasil percobaan :

Berat CaCO 3

:

220

gram

Berat pewarna tekstil

:

0,05

%

Volume larutan

:

6,5

liter

Waktu bongkar pasang

:

25

menit

Jumlah filter plate

:

7

buah

Jumlah filter frame

:

6

buah

Jumlah filter cloth

:

13

buah

Tekanan pompa

:

0,12

kg/cm 2

Waktu filtrasi

:

90,58

detik

Waktu pencucian

:

90,85

detik

Tabel 1. Hubungan antara volume filtrat dengan kecepatan filtrasi.

No. Vol. Filtrat (ml) 1. 500

No.

Vol. Filtrat

(ml)

1.

500

No. Vol. Filtrat (ml) 1. 500 Waktu ∆ t ∆ V(ml) ∆ t/ ∆ V (detik)

Waktu

t

V(ml)

t/V

(detik)

(detik)

(detik)/ (ml)

10.45

10.45

500

0.0209

Waktu ∆ t ∆ V(ml) ∆ t/ ∆ V (detik) (detik) (detik)/ (ml) 10.45 10.45 500
Waktu ∆ t ∆ V(ml) ∆ t/ ∆ V (detik) (detik) (detik)/ (ml) 10.45 10.45 500
Waktu ∆ t ∆ V(ml) ∆ t/ ∆ V (detik) (detik) (detik)/ (ml) 10.45 10.45 500

16.61

6.16

500

0.01232

23.5

6.89

500

0.01378

28.95

5.45

500

0.0109

34.51

5.56

500

0.01112

39.9

5.39

500

0.01078

44.31

4.41

500

0.00882

49.38

5.07

500

0.01014

55.71

6.33

500

0.01266

90.58

34.87

500

0.06974

0.00882 49.38 5.07 500 0.01014 55.71 6.33 500 0.01266 90.58 34.87 500 0.06974

2.

1000

3.

1500

4.

2000

5.

2500

6.

3000

7.

3500

8.

4000

9.

4500

10

5000

3. 1500 4. 2000 5. 2500 6. 3000 7. 3500 8. 4000 9. 4500 10 5000
3. 1500 4. 2000 5. 2500 6. 3000 7. 3500 8. 4000 9. 4500 10 5000
3. 1500 4. 2000 5. 2500 6. 3000 7. 3500 8. 4000 9. 4500 10 5000

Tabel 2. Hubungan antara volume air cucian dengan konsentrasi air

cucian.

No Vol.Air Waktu Absorbansi C Cucian (detik) (ml) 1 500 10.45 0,078 A T

No

Vol.Air

Waktu

Absorbansi

C

Cucian

(detik)

(ml)

1 500

10.45

0,078

A

T

1.734939759

0.12048435

2 1000

16.61

0,237

3.47645126

0.131239098

3 1500

23.5

0,058

1.515881709

0.135603344

4 2000

28.95

0,073

1.680175246

0.131083232

4 2000 28.95 0,073 1.680175246 0.131083232 Transmitasi (%) 5 2500 34.51 0,091 1.877327492 0.127030719
4 2000 28.95 0,073 1.680175246 0.131083232 Transmitasi (%) 5 2500 34.51 0,091 1.877327492 0.127030719
4 2000 28.95 0,073 1.680175246 0.131083232 Transmitasi (%) 5 2500 34.51 0,091 1.877327492 0.127030719
4 2000 28.95 0,073 1.680175246 0.131083232 Transmitasi (%) 5 2500 34.51 0,091 1.877327492 0.127030719

Transmitasi

(%)

5

2500

34.51 0,091

1.877327492

0.127030719 81,5

         

77,3

84,2

87

84,1

6

3000

39.9

0,269

3.82694414

0.084323459

54,1

7

3500

44.31

0,146

2.47973713

0.077621224

49,8

8

4000

49.38

0,202

3.093099671

0.097727927

62,7

9

4500

55.71

0,273

3.87075575

0.057514522

36,9

10

5000

90.58

0,369

4.922234392

0.06671061

42,8

11

5500

96.48

0,437

5.667031763

0.056891058

36,5

12

6000

100.21

0,574

7.167579409

0.041616199

26,7

3.2 Pembahasan

1. Menentukan hubungan antara volume filtrat dengan kecepatan filtrasi.

Tabel 3. Hubungan antara volume filtrat dengan kecepatan filtrasi.

No

1

Volume Filtrasi

Cm³ (X)

500

No 1 Volume Filtrasi Cm³ (X) 500 Waktu Δt ΔV Δt/ΔV X² X.Y   dtk/cm³ detik

Waktu

Δt

ΔV

Δt/ΔV

X.Y

 

dtk/cm³

detik

Detik

cm³

(Y)

10.45

10.45

500

0.0209

250000

10.45

X² X.Y   dtk/cm³ detik Detik cm³ (Y) 10.45 10.45 500 0.0209 250000 10.45
X² X.Y   dtk/cm³ detik Detik cm³ (Y) 10.45 10.45 500 0.0209 250000 10.45
X² X.Y   dtk/cm³ detik Detik cm³ (Y) 10.45 10.45 500 0.0209 250000 10.45
X² X.Y   dtk/cm³ detik Detik cm³ (Y) 10.45 10.45 500 0.0209 250000 10.45

16.61

6.16

500

0.01232

1000000

12.32

23.5

6.89

500

0.01378

2250000

20.67

28.95

5.45

500

0.0109

4000000

21.8

34.51

5.56

500

0.01112

6250000

27.8

39.9

5.39

500

0.01078

9000000

32.34

44.31

4.41

500

0.00882

12250000

30.87

49.38

5.07

500

0.01014

16000000

40.56

55.71

6.33

500

0.01266

20250000

56.97

90.58

34.87

500

0.06974

25000000

348.7

393.9

90.58

5000

0.18116

96250000

602.48

90.58 34.87 500 0.06974 25000000 348.7 393.9 90.58 5000 0.18116 96250000 602.48

2

1000

3

1500

4

2000

5

2500

6

3000

7

3500

8

4000

9

4500

10

5000

27500

1500 4 2000 5 2500 6 3000 7 3500 8 4000 9 4500 10 5000 ∑
1500 4 2000 5 2500 6 3000 7 3500 8 4000 9 4500 10 5000 ∑
1500 4 2000 5 2500 6 3000 7 3500 8 4000 9 4500 10 5000 ∑
1500 4 2000 5 2500 6 3000 7 3500 8 4000 9 4500 10 5000 ∑
1500 4 2000 5 2500 6 3000 7 3500 8 4000 9 4500 10 5000 ∑

Menentukan pesamaan garis dengan pendekatan least square:

Y = ∑X.a + n.b

25

X.Y = ∑ X².a + ∑X.b

Diperoleh nilai a dan b, sehingga persamaan menjadi:

Y = a.X + b

0.18116

= 27500 a + 10b

( x 2750)

602.48

= 96250000a + 27500b

(x 1)

-104.29 = -20625000a

a = 5.05 x 10⁻⁶

b = 4.2107 x 10³

sehingga persamaan menjadi : Y = 5.05 x 10⁻⁶X + 4.2107 x 10³ , dengan

menggunakan persamaan Y, maka dapat menghitung Y hitung dan %

kesalahan.

Y hitung = 5.05 x 10⁻⁶X + 4.2107 x 10³

= 6.7357 x 10³

% Y data Y hitung

kesalahan =

Y data

x 100%

=

0.0209 - 6.7357 x 10³

0.0209

= 67.771%

x 100%

Dengan cara yang sama, diperoleh data sebagai berikut:

Table 4. hubungan antara Y data, Y hitung dan % kesalahan

No

1

Volume Filtrasi

Cm³ (x)

500

No 1 Volume Filtrasi Cm³ (x) 500 Y data Y hitung % kesalahan 0.0209 0.006736 67.77177033

Y data

Y hitung

% kesalahan

0.0209

0.006736

67.77177033

No 1 Volume Filtrasi Cm³ (x) 500 Y data Y hitung % kesalahan 0.0209 0.006736 67.77177033
No 1 Volume Filtrasi Cm³ (x) 500 Y data Y hitung % kesalahan 0.0209 0.006736 67.77177033

0.01232

0.009261

24.83198052

0.01378

0.011786

14.4724238

0.0109

0.014311

31.29082569

0.01112

0.016836

51.40017986

0.01078

0.019361

79.59833024

0.00882

0.021886

148.1371882

0.01014

0.024411

140.7366864

0.01266

0.026936

112.7622433

0.06974

0.029461

57.75638084

 

728.7580092

72.87580092

0.01266 0.026936 112.7622433 0.06974 0.029461 57.75638084   728.7580092 72.87580092

2

1000

3

1500

4

2000

5

2500

6

3000

7

3500

8

4000

9

4500

10

5000

27500

rata-rata

2000 5 2500 6 3000 7 3500 8 4000 9 4500 10 5000 ∑ 27500 rata-rata
2000 5 2500 6 3000 7 3500 8 4000 9 4500 10 5000 ∑ 27500 rata-rata

Jadi % kesalahan rata-rata = 72.87580092 %

Dari persamaan 5.05 x 10⁻⁶X + 4.2107 x 10³ dapat dibuat grafik

hubungan antara volume filtrasi dengan dt/dv sebagai berikut:

antara volume filtrasi dengan dt/dv sebagai berikut: Grafik 1. Hubungan antara volume filtrasi dengan dt/dv Dari

Grafik 1. Hubungan antara volume filtrasi dengan dt/dv

Dari grafik diatas dapat disimpulkan bahwa semakin besar volume

filtrat

maka

disebabkan

kecepatan

cake

yang

filtrasi

semakin

terbentuk

pada

menurun

/

filter

semakin

lambat,

tebal

hal

ini

sehingga

menutup pori-pori cloth dan menghambat kecepatan filtrasi.

Adanya % kesalahan disebabkan pembacaan waktu yang kurang

tepat, karena penggunaan tekanan yang terlalu besar sehingga kecepatan

aliran menjadi sangat cepat dan hal itu yang menyebabkan pembacaan

waktu menjadi kurang teliti.

2. Menentukan harga Cv, Ve, tw, tf, Vopt, dan topt

Dari percobaan yang telah dilakukan, diperoleh data:

Diameter dalam pipa frame

:10,239 cm

Jumlah filter frame

:6 buah

Tekanan pompa (-∆Pc)

:0,12 kg/cm² = 120 gr/cm²

Luas (A)

π D² x n = ¼ π (10,239)² x 6

a. Menentukan harga Cv

π D² x n = ¼ π (10,239) ² x 6 a. Menentukan harga Cv =

= 493,7828 cm²

¼ π (10,239) ² x 6 a. Menentukan harga Cv = 493,7828 cm² = 147.7558 gr/cm²

= 147.7558 gr/cm²

Dari rumus diatas, didapat nilai Cv sebesar 147.7558 gr/cm²

b. Menentukan harga Ve

nilai Cv sebesar 147.7558 gr/cm² b. Menentukan harga Ve = 416.9009 cm³ Dari rumus diatas, didapat
nilai Cv sebesar 147.7558 gr/cm² b. Menentukan harga Ve = 416.9009 cm³ Dari rumus diatas, didapat

= 416.9009 cm³

Dari rumus diatas, didapat nilai Ve sebesar 416.9009 cm³

c. Menentukan harga tw (waktu pencucian)

Vw : 6000

Vf : 6500

= 419.1691 detik Dari rumus diatas, didapat nilai tw sebesar 419.1691 detik d. Menentukan harga
= 419.1691 detik Dari rumus diatas, didapat nilai tw sebesar 419.1691 detik d. Menentukan harga

= 419.1691 detik

Dari rumus diatas, didapat nilai tw sebesar 419.1691 detik

d. Menentukan harga tf (waktu filtrasi)

419.1691 detik d. Menentukan harga tf (waktu filtrasi) = 303.4794 detik Dari rumus diatas, didapat nilai
419.1691 detik d. Menentukan harga tf (waktu filtrasi) = 303.4794 detik Dari rumus diatas, didapat nilai

= 303.4794 detik

Dari rumus diatas, didapat nilai tf sebesar 303.4794 detik

e. Menentukan harga volume optimum

tp : 25 menit = 1500 detik

Menentukan harga volume optimum tp : 25 menit = 1500 detik Mencari harga (2k + 1)

Mencari harga (2k + 1)

optimum tp : 25 menit = 1500 detik Mencari harga (2k + 1) … (1) (

… (1)

optimum tp : 25 menit = 1500 detik Mencari harga (2k + 1) … (1) (

( 2k + 1) = 8.25082

Disubtitusikan kke persamaan (1)

optimum tp : 25 menit = 1500 detik Mencari harga (2k + 1) … (1) (

= 6000.0091 cm³

Dari rumus diata, didapat nilai Vopt sebesar 6000.0091 cm³

f. Menentukan harga t opt

nilai Vopt sebesar 6000.0091 cm³ f. Menentukan harga t opt = 219.8266 detik Dari rumus diatas,
nilai Vopt sebesar 6000.0091 cm³ f. Menentukan harga t opt = 219.8266 detik Dari rumus diatas,

= 219.8266 detik

Dari rumus diatas, didapat nilai t opt sebesar 219.8266 detik

3.

Menentukan

hubungan

konsentrasi air cucian

antara

volumen

air

cucian

dengan

Tebel 5. data absorbansi pada berbagai nilai konsentrasi yang diukur

pada panjang gelombang 415 nm

No

1

Absorbansi (x)

0.034

No 1 Absorbansi (x) 0.034 Konsentrasi (y) 0.1

Konsentrasi (y)

0.1

0.2

0.3

0.4

0.5

0.6

0.7

0.8

0.9

1

2

0.098

3

0.17

4

0.254

5

0.358

6

0.493

7

0.594

8

0.687

9

0.723

10

0.806

Dari grafik hubungan absorbansi dengan konsentrasi diperoleh persamaan

garis linier Y = 0.0913 X 0.0804 , dimana Y = absorbansi dan X = konsentrasi.

Dengan menggunakan persamaan garis linier Y = 0.0913 x 0.0804 , dapat dicari

besar konsentrasi pada data nilai absorbansi yang diperoleh.

Y = 0.078

0.078 = 0.0913 X 0.0804

X = 1.7349

Dengan cara yang sama, diperoleh data sebagai berikut.

Tabel 6. Hubungan antara volumen air cucian dengan konsentrasi

No

1

Vulome air

cucian (x)

6000

No 1 Vulome air cucian (x) 6000 Absorbansi 0.078 Konsentrasi (y) x² 1.734939759 36000000 In y

Absorbansi

0.078

Konsentrasi (y)

1.734939759 36000000

In y

0.55097269

x.In y

3305.836151

(x) 6000 Absorbansi 0.078 Konsentrasi (y) x² 1.734939759 36000000 In y 0.55097269 x.In y 3305.836151
(x) 6000 Absorbansi 0.078 Konsentrasi (y) x² 1.734939759 36000000 In y 0.55097269 x.In y 3305.836151
(x) 6000 Absorbansi 0.078 Konsentrasi (y) x² 1.734939759 36000000 In y 0.55097269 x.In y 3305.836151
(x) 6000 Absorbansi 0.078 Konsentrasi (y) x² 1.734939759 36000000 In y 0.55097269 x.In y 3305.836151

0.237

3.47645126

30250000

1.24601202

6853.066113

0.058

1.515881709

25000000

0.41599726

2079.986278

0.073

1.680175246

20250000

0.5188981

2335.041456

0.091

1.877327492

16000000

0.62984922

2519.396874

0.269

3.82694414

12250000

1.34206661

4697.233135

0.146

2.47973713

9000000

0.90815256

2724.457676

0.202

3.093099671

6250000

1.12917372

2822.934295

0.273

3.87075575

4000000

1.35344977

2706.899545

0.369

4.922234392

2250000

1.59376257

2390.643858

0.437

5.667031763

1000000

1.73466548

1734.665482

0.574

7.167579409

250000

1.969568

984.7839988

2.807

41.31215772

162500000

13.392568

35154.94486

7.167579409 250000 1.969568 984.7839988 2.807 41.31215772 162500000 13.392568 35154.94486

2

5500

3

5000

4

4500

5

4000

6

3500

7

3000

8

2500

9

2000

10

1500

11

1000

12

500

39000

4000 6 3500 7 3000 8 2500 9 2000 10 1500 11 1000 12 500 ∑
4000 6 3500 7 3000 8 2500 9 2000 10 1500 11 1000 12 500 ∑
4000 6 3500 7 3000 8 2500 9 2000 10 1500 11 1000 12 500 ∑
4000 6 3500 7 3000 8 2500 9 2000 10 1500 11 1000 12 500 ∑

Menentukan persamaan garis dengan pendekatan persamaan

∑In Y = n . In a + b . ∑ X

∑X . In Y = ∑X . In a + b . ∑X²

33

n

a

a

an b

n

a

a

aan

n a

Y = a.

13.392568 = 12 . In a + 39000 b

 

( x 39000)

35154.94486

= 39000 . In a + 162500000 b

 

( x 12)

100450.8137

= - 429000000 b

 

b

= - 2.3415 x 10⁻⁴

a

= 0.154123

 

sehingga persamaan menjadi:

a = 0.154123   sehingga persamaan menjadi: menggunakan persamaan diatas, maka dapat dihitung y hitung,

menggunakan persamaan diatas, maka dapat dihitung y hitung, dengan x = 6000

didapat y hitung = 0.037814845

maka dapat dihitung y hitung, dengan x = 6000 didapat y hitung = 0.037814845 Didapat %

Didapat % kesalahan = 51.51942988 %

Dengan cara yang sama diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 7. Hubungan antara y data, y hitung dan % kesalahan

No Volume filtrasi (x) y data y hitung 1 6000 0.078 0.037814845 2 5500 0.237

No

Volume filtrasi (x)

y data

y hitung

1 6000

0.078

0.037814845

2 5500

0.237

0.04251159

3 5000

0.058

0.047791688

2 5500 0.237 0.04251159 3 5000 0.058 0.047791688 % kesalahan 51.51942988 82.06262029 17.60053718
2 5500 0.237 0.04251159 3 5000 0.058 0.047791688 % kesalahan 51.51942988 82.06262029 17.60053718
2 5500 0.237 0.04251159 3 5000 0.058 0.047791688 % kesalahan 51.51942988 82.06262029 17.60053718

% kesalahan

51.51942988

82.06262029

17.60053718

% kesalahan 51.51942988 82.06262029 17.60053718 4 4500 0.073 0.053727595 5 4000 0.091
% kesalahan 51.51942988 82.06262029 17.60053718 4 4500 0.073 0.053727595 5 4000 0.091

4

4500

0.073

0.053727595

5

4000

0.091

0.060400763

6

3500

0.269

0.067902764

7

3000

0.146

0.076336541

8

2500

0.202

0.085817826

9

2000

0.273

0.096476721

10

1500

0.369

0.10845949

11

1000

0.437

0.121930565

12

500

0.574

0.137074797

39000

rata-rata

% kesalahan rata-rata = 56.22350063 %

Dari persamaan :

Dari persamaan : Maka dapat dibuat grafik hubungan antara volume air dengan konsentrasi air cucian sebagai

Maka dapat dibuat grafik hubungan antara volume air dengan konsentrasi air

cucian sebagai berikut:

volume air dengan konsentrasi air cucian sebagai berikut: Grafik 2. Hubungan volume air cucian dengan konsetrasi

Grafik 2. Hubungan volume air cucian dengan konsetrasi berdasarkan absorbansi

Dari grafik diatas dapat disimpulkan bahwa semakin besar volume air

cucian maka semakin kecil konsentrasi air cucian hingga pada saat percobaan nilai

absorbansinya mencapai konstan, karena cake sudah dianggap bersih dari filtrat.

Adanya % kesalahn disebabkan kurang bersihnya tabung reaksi yang digunakan

sehingga menghasilkan konsentrasi yang tidak tepat.

Menggunakan Transmitasi

Dari

data

transmitasi

pada

berbagai

nilai

dengan

konsentrasi,

maka

diperoleh grafik standart hubungan transmitasi dengan konsentrasi.

Dari grafik standart hubungan transmitasi dengan konsentrasi dapat dibuat

tabel hubungan antara volume air cucian, transmitasi, dan konsentrasi sebagai

berikut.

Tabel 8. Hubungan antara volumen air cucian, transmitasi, dan konsentrasi

No

1

Volume (x)

6000

No 1 Volume (x) 6000 Transmitasi 77.3 Konsentrasi (y) 0.12048435 x² In y 36000000 -2.1162354 x

Transmitasi

77.3

Konsentrasi (y)

0.12048435

In y

36000000 -2.1162354

x . In y

-12697.41245

(x) 6000 Transmitasi 77.3 Konsentrasi (y) 0.12048435 x² In y 36000000 -2.1162354 x . In y
(x) 6000 Transmitasi 77.3 Konsentrasi (y) 0.12048435 x² In y 36000000 -2.1162354 x . In y
(x) 6000 Transmitasi 77.3 Konsentrasi (y) 0.12048435 x² In y 36000000 -2.1162354 x . In y
(x) 6000 Transmitasi 77.3 Konsentrasi (y) 0.12048435 x² In y 36000000 -2.1162354 x . In y

84.2

0.131239098

30250000

-2.0307344

-11169.03943

87

0.135603344

25000000

-1.9980212

-9990.106226

84.1

0.131083232

20250000

-2.0319228

-9143.652586

81.5

0.127030719

16000000

-2.0633263

-8253.305375

54.1

0.084323459

12250000

-2.4730952

-8655.833123

49.8

0.077621224

9000000

-2.5559144

-7667.74314

62.7

0.097727927

6250000

-2.3255679

-5813.919791

36.9

0.057514522

4000000

-2.8557178

-5711.435626

42.8

0.06671061

2250000

-2.7073913

-4061.086892

36.5

0.056891058

1000000

-2.8666171

-2866.617103

26.7

0.041616199

250000

-3.1792658

-1589.632899

 

162500000

-29.20381

-87619.78464

26.7 0.041616199 250000 -3.1792658 -1589.632899   162500000 -29.20381 -87619.78464

2

5500

3

5000

4

4500

5

4000

6

3500

7

3000

8

2500

9

2000

10

1500

11

1000

12

500

39000

4000 6 3500 7 3000 8 2500 9 2000 10 1500 11 1000 12 500 ∑
4000 6 3500 7 3000 8 2500 9 2000 10 1500 11 1000 12 500 ∑
4000 6 3500 7 3000 8 2500 9 2000 10 1500 11 1000 12 500 ∑
4000 6 3500 7 3000 8 2500 9 2000 10 1500 11 1000 12 500 ∑

Dari tabel diatas maka dapat menentukan persamaan garis dengan pendekatan

persamaan:

∑In Y = n . a + b . ∑ X

∑X . In Y = ∑X . a + b . ∑X²

Diperoleh nilai a dan b, sehingga persamaannya menjadi

y =

.

a = In A

-29.20381 = 12 a + 39000 b

( x 39000)

-87619.78 = 39000 a + 162500000 b

( x 12)

-87511.17432 = -429000000 b

a = In A

A = 0.0452

b 2.0391 x 10⁻⁴

=

a = -3.0961

Sehingga persamaan menjadi:

2.0391 x 10 ⁻⁴ = a = -3.0961 Sehingga persamaan menjadi: Menggunakan persamaan diatas, maka dapat

Menggunakan persamaan diatas, maka dapat dapat dihitung

= a = -3.0961 Sehingga persamaan menjadi: Menggunakan persamaan diatas, maka dapat dapat dihitung = 0.1536

= 0.1536

= a = -3.0961 Sehingga persamaan menjadi: Menggunakan persamaan diatas, maka dapat dapat dihitung = 0.1536
= a = -3.0961 Sehingga persamaan menjadi: Menggunakan persamaan diatas, maka dapat dapat dihitung = 0.1536

= 27.49

Dengan cara yang sama maka diperoleh datasebagai berikut

Tebl 9. Hubungan y data, y hitung, dan presentasi kesalahan pada air cucian

No

Volume (x)

Y data

Y hitung

1 6000

0.12048435

0.153631532

2 5500

0.131239098

0.138740057

3 5000

0.135603344

0.125292009

0.131239098 0.138740057 3 5000 0.135603344 0.125292009 % kesalahan 27.51160782 5.715490795 7.604041447
0.131239098 0.138740057 3 5000 0.135603344 0.125292009 % kesalahan 27.51160782 5.715490795 7.604041447
0.131239098 0.138740057 3 5000 0.135603344 0.125292009 % kesalahan 27.51160782 5.715490795 7.604041447

% kesalahan

27.51160782

5.715490795

7.604041447

% kesalahan 27.51160782 5.715490795 7.604041447 4 4500 0.131083232 0.113147478 5 4000
% kesalahan 27.51160782 5.715490795 7.604041447 4 4500 0.131083232 0.113147478 5 4000

4

4500

0.131083232

0.113147478

5

4000

0.127030719

0.102180115

6

3500

0.084323459

0.092275816

7

3000

0.077621224

0.083331538

8

2500

0.097727927

0.075254228

9

2000

0.057514522

0.06795985

10

1500

0.06671061

0.061372514

11

1000

0.056891058

0.055423688

12

500

0.041616199

0.050051481

39000

1.127845741

1.118660306

Rata-rata

Dari data diatas maka didapat hubungan antara volumen air cucian dengan

konsentrasi air berdasar transmitasi.

air cucian dengan konsentrasi air berdasar transmitasi. Grafik 3. Hubunga volume air dengan konsentrasi air

Grafik 3. Hubunga volume air dengan konsentrasi air berdasarkan transmitrasi

Dari grafik diatas dapat disimpulkan bahwa semakin besar volume air

cucian maka semakin besar konsentrasi air cucian hingga pada saat percobaan

nilai transmitasinya mencapai konstan, karena cake sudah dianggap bersih dari

filtrat. Adanya % kesalahn disebabkan kurang bersihnya tabung reaksi yang

digunakan sehingga menghasilkan konsentrasi yang tidak tepat.

PEMBAHASAN

Pada percobaan ini digunakan air sebanyak 6.5 liter, kemudian filtrat

ditampung setiap 500 ml dan dicatat waktunya. Seharusnya diperoleh 13 data

tetapi

pada percobaan

hanya

disebabkan karena:

didapat

10

data

pada proses

filtrasi.

Hal

ini

1. Adanya air filtrasi yang terbuang saat penampungan filtrat

2. Adanya cake yang terbentuk pada frame sehingga volumen air filtrat

yang keluar berkurang.

3. Adanya air sisa pada tangki penampung suspensi.

Adanya % kesalahan disebabkan pembacaan volumen filtrat yang kurang

tepat pada saat menampung filtrat dan banyaknya filtrat yang terbuang sehingga

pencatatan waktu menjadi kurang tepat. Dan pada prasentase kesalahan air cucian

besar disebabkan pada hal yang sama.

Semakin lama waktu filtrasi, maka semakin menurun kecepatan filtrasi

karena cake yang semakin tebal sehingga menutupi pori-pori filter cloth dan

menghambat laju alir.

Semakin lama waktu filtrasi, maka konsentrasi air cucian makin rendah,

karena

semakin

banyak

volumen

air

cucian

konsentrasinya semakin jernih atau rendah.

yang

membersihkan

hingga

BAB IV

KESUMPULAN

1. Pembahasan grafik:

BAB IV KESUMPULAN 1. Pembahasan grafik:  Grafik 1. Hubungan antara volume filtrasi dengan dt/dv Dari

Grafik 1. Hubungan antara volume filtrasi dengan dt/dv

Dari grafik tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin besar volume

filtrat

maka

disebabkan

kecepatan

cake

yang

filtrasi

semakin

terbentuk

pada

menurun

/

filter

semakin

lambat,

tebal

hal

ini

sehingga

menutup pori-pori cloth dan menghambat kecepatan filtrasi.

Adanya % kesalahan disebabkan pembacaan waktu yang kurang tepat,

karena penggunaan tekanan yang terlalu besar sehingga kecepatan aliran

menjadi sangat cepat dan hal itu yang menyebabkan pembacaan waktu

menjadi kurang teliti.

0,7 0,6 0,5 0,4 0,3 0,2 y 0,1 0 konsentrasi
0,7
0,6
0,5
0,4
0,3
0,2
y
0,1
0
konsentrasi

500

1000 1500 2000 2500 3000 3500 4000 4500 5000 5500 6000

volume filtrasi (x)

data2500 3000 3500 4000 4500 5000 5500 6000 volume filtrasi (x) y hitung y = 0.154123e

y

hitung2000 2500 3000 3500 4000 4500 5000 5500 6000 volume filtrasi (x) data y y =

y

= 0.154123e -2.3415x

R² = 0.6531

Grafik 2. Hubungan volume air cucian dengan konsetrasi berdasarkan

absorbansi

Dari

grafik

tersebut

dapat

disimpulkan

bahwa

semakin

besar

volume air cucian maka semakin kecil konsentrasi air cucian hingga pada

saat percobaan nilai absorbansinya mencapai konstan, karena cake sudah

dianggap

bersih

dari

filtrat.

Adanya

%

kesalahn

disebabkan

kurang

bersihnya

tabung

reaksi

yang

digunakan

sehingga

menghasilkan

konsentrasi yang tidak tepat.

 Grafik 3. Hubunga volume air dengan konsentrasi air berdasarkan transmitrasi  

Grafik

3.

Hubunga

volume

air

dengan

konsentrasi

air

berdasarkan

transmitrasi

 
 

Dari

grafik

tersebut

dapat

disimpulkan

bahwa

semakin

besar

volume air cucian maka semakin besar konsentrasi air cucian hingga pada

saat percobaan nilai transmitasinya mencapai konstan, karena cake sudah

dianggap

bersih

dari

filtrat.

Adanya

%

kesalahn

disebabkan

kurang

bersihnya

tabung

reaksi

yang

digunakan

sehingga

menghasilkan

konsentrasi yang tidak tepat.

2. Harga-harga :

Konstanta filtrasi (Cv)

: 147.7558

g/cm 2

Volume ekivalen (Ve)

: 416.9009 cm 3

Volume optimum (V opt )

: 6000.0091 cm 3

Waktu pencucian (t w )

: 419.1691 detik

Waktu filtrasi (t f )

: 303.4794 detik

Waktu optimum (t opt )

: 219.8266 detik

BAB V

DAFTAR PUSTAKA

Brown, G.G., 1978, “Unit Operation”, 3 rd ed, p.p. 242-247, John Wiley and Sons

Inc, New York.

Haryono, Gogot, “Handout Operasi Teknik Kimia 3”, UPN ‘V’, Y

yaka ta.

Mc Cabe, Smith, 1980, “Operasi Teknik Kimia”, jilid 2, Erlangga, Jakarta.

Perry, R.H., 1973, “Chemical Engineering Hand Book”, 6 th ed, McGraw Hill

Book Company, Singapore.

(http://hildan09.student.ipb.ac.id/2011/03/26/spektrofotometer-ipbbiokimia/)

(http://sekara08.student.ipb.ac.id/2010/06/18/spektrofotometer/)

http://id.wikipedia.org/wiki/Spektrofotometer

LAMPIRAN

0.9 y = 0.0913x - 0.0804 0.8 R² = 0.9904 0.7 0.6 0.5 absorbansi 0.4
0.9
y = 0.0913x - 0.0804
0.8
R² = 0.9904
0.7
0.6
0.5
absorbansi
0.4
Linear (absorbansi)
0.3
0.2
0.1
0
0.034 0.098
0.17
0.254 0.358 0.493 0.594 0.687 0.723 0.806
Absorbansi
konsentrasi (ppm)

Grafik 4. Hubungan absorbansi dengan konsentrasi

(ppm) Grafik 4. Hubungan absorbansi dengan konsentrasi Grafik 5. Grafik standart hubungan transmitasi dengan

Grafik 5. Grafik standart hubungan transmitasi dengan konsentrasi

46

Pertanyaan dan jawaban:

1. Kukuh Setya Pambudi (121100160)

Apa fungsi transmitasi dan mengapa harus mencari transmitasi

Jawab:

Fungsi transmitasi yaitu untuk membuat grafik hubungan antara volume

air dengan konsentrasi air berdasarkan transmitrasi

2. Rakky Arman (121100053)

Apa fungsi dari spektrofotometer dan sebutkan dan jelaskan bagian-

bagiannya?

 

Jawab:

Fungsi

alat

spektrofotometer

dalam

laboratorium

adalah