Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN

Dua pertanyaan penting yang dihadapi dokter ketika merawat anak-anak dengan otitis media: apakah hasil otitis media pada awal kehidupan akan menganggu perkembangan anak dan apakah penyisipan tabung timpanostomi mencegah atau mengurangi kerusakan yang ada.1,2 Pertanyaan ini muncul karena adanya berbagai faktor. Pertama yaitu prevalensi otitis media dengan efusi (OME) yang tinggi pada bayi dan balita,3,4 dan fakta bahwa OME biasanya disertai dengan berbagai tingkat gangguan pendengaran konduktif.5 Kedua, kekhawatiran terbesar bahwa gangguan pendengaran akan berkelanjutan selama periode kritis atau sensitif anak-anak yaitu pada masa perkembangan, yang dapat

mengakibatkan terlambatnya anak dalam berbicara dan berbahasa, keterampilan kognitif atau penyesuaian psikososial,6,7 dan semua hal penting untuk menunjang kehidupannya. Ketiga, pokok utama dari bahasan ini adalah manajemen penanganan untuk bayi dan anak kecil dengan efusi telinga tengah yang telah berlangsung selama 3 bulan yaitu dengan dilakukan miringotomi dan timpanostomi tube. Keempat adalah adanya keterbatasan dan tidak

menyakinkannya bukti tentang hubungan antara otitis media pada awal kehidupan dan perkembangan anak di kemudian hari,1,9-14 dan kurangnya bukti bahwa penyisipan tabung timpanostomi pada anak dengan OME persisten memiliki efek positif terhadap perkembangannya.

Oleh karena itu, tinjauan pustaka ini akan membahas tentang hubungan pengunaan timpanotomi tube dan pengaruhnya terhadap perkembangan anak dengan OME, apakah akan mencegah atau meminimalisir gangguan

perkembangan yang terjadi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Otitis Media Otitis Media adalah peradangan pada sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba eustachius, antrum mastoid, dan sel-sel mastoid. Otitis media berdasarkan gejalanya dibagi atas otitis media supuratif dan otitis media non supuratif, dimana masing-masing memiliki bentuk yang akut dan kronis. Selain itu, juga terdapat jenis otitis media spesifik, seperti otitis media tuberkulosa dan otitis media sifilitika. Otitis media yang lain adalah otitis media adesif.15 Otitis media serosa adalah keadaan terdapatnya sekret yang nonpurulen di telinga tengah, sedangkan membran timpani utuh. Adanya cairan di telinga tengah dengan membran timpani utuh tanpa adanya tanda-tanda infeksi disebut juga otitis media dengan efusi. Apabila efusi tersebut encer disebut otitis media serosa dan apabila efusi tersebut kental seperti lem disebut otitis media mukoid (glue ear).16 Infeksi telinga tengah menjadi masalah medis yang paling sering pada bayi dan anak-anak umur pra sekolah, dan diagnosa utama yang paling sering pada anak-anak yang lebih muda dari usia 15 tahun yang diperiksa di tempat praktek dokter.16 Gangguan fungsi tuba eustachius merupakan penyebab utama. Gangguan tersebut dapat terjadi pada :17 1. Kegagalan fungsi tuba eustachius yang disebabkan oleh: a. hiperplasia adenoid,

b. rinitis kronik dan sinusitis, c. tonsilitis kronik, pembesaran tonsil akan menyebabkan obstruksi mekanik pada pergerakan palatum molle dan menghalangi membukanya tuba eustachius, d. tumor nasofaring yang jinak dan ganas, kondisi ini selalu menyebabkan timbulnya otitis media unilateral pada orang dewasa, dan e. defek palatum, misalnya celah pada palatum atau paralisis palatum. 2. Alergi. 3. Otitis media yang belum sembuh sempurna. 4. Infeksi virus. Otitis media efusi (OME) dapat terjadi selama resolusi otitis media akut (OMA) setelah peradangan akut telah teratasi. Anak-anak yang telah memiliki sebuah episode dari otitis media akut, sebanyak 45% akan memiliki efusi yang persisten setelah 1 bulan, tetapi jumlah ini menurun menjadi 10% setelah 3 bulan. Gangguan fungsi pendegaran dapat disebabkan oleh sejumlah keadaan dari penyumbatan anatomi peradangan sekunder terhadap alergi, infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) atau trauma. Jika gangguan fungsi tuba eustachius berlangsung terus-menerus, tekanan negatif berkembang dalam telinga tengah dari serta penyebaran nitrogen serta oksigen ke dalam sel mukosa telinga tengah. Jika berlangsung cukup lama dengan jumlah yang sesuai, maka akan terjadi transudasi dari mukosa akibat tekanan negatif yang menyebabkan terjadinya akumulasi serosa dengan dasar efusi yang steril. Gangguan fungsi dari tuba eustachius,

adanya efusi merupakan media yang baik untuk perkembangbiakan bakteri dan bisa mengakibatkan terjadinya otitis media akut.18 Diagnosis OME seringkali sulit ditegakkan karana prosesnya sendiri yang kerap tidak bergejala (asimtomatik), atau dikenal dengan silent otitis media. Absennya gejala seperti nyeri telinga, demam, ataupun telinga berair membuat OME sering tidak terdeteksi baik oleh orang tua, guru, bahkan oleh anak itu sendiri.16 Lazimnya diagnosis OME dibuat berdasarkan pemeriksaan fisik telinga dengan menemukan cairan di belakang membran timpani yang normalnya translusen. Pemeriksaan otoskopik dapat membantu memperlihatkan :16,19 membran timpani retraksi, nyeri tumpul, dan opaque yang ditandai dengan hilangnya refleks cahaya, warna membran timpani bisa merah muda cerah hingga biru gelap, processus brevis maleus terlihat sangat menonjol dan processus longus tertarik ke arah medial dari membran timpani, dan adanya air fluid level membuat diagnosis lebih nyata. Terapi medikamentosa dari otitis media efusi (OME) termasuk penggunaan antibiotik, steroid, antihistamin dan dekongestan, serta mukolitik. Otitis media efusi yang menunjukkan terdapatnya bakteri pathogen memerlukan pengobatan dengan antibiotik yang tepat, meskipun bukti yang menunjukkan hanya bermanfaat untuk jangka pendek. Penelitian eritromisin, sulfisoxazole, amoksisilin, amoksisilin-klavulanat, dan trimetoprim-sulfametoksazol telah menunjukkan tingkat kesembuhan lebih cepat dibandingkan dengan plasebo,

meskipun perbedaannya hampir tidak signifikan secara statistik di sebagian besar untuk uji coba ini.20 Operasi menjadi terapi yang paling banyak diterima dan efektif untuk otitis media efusi persisten (OME). Intervensi termasuk miringotomi dengan atau tanpa pemasangan tuba, adenoidektomi, atau keduanya. Tonsilektomi telah terbukti sedikit bermanfaat sebagai pengobatan primer dari otitis media efusi. Rekomendasi pedoman klinis bagi intervensi operasi dari The American Academy of Family Physicians (AAFP), American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery (AAO-HNS), dan American Academy of Pediatrics (AAP).20 Ketika terdapat indikasi operasi pada seorang anak, pemasangan tuba timpanostomi adalah prosedur awal yang sering dipakai. Adenoidektomi tidak boleh dilakukan, kecuali ada terdapat indikasi misalnya, sumbatan hidung, dan adenoiditis kronis Operasi tulang terdiri dari adenoidektomi ditambah miringotomi, dengan atau tanpa penembatan tabung. Tonsilektomi atau miringotomi saja tidak berguna untuk mengobati otitis media efusi.

2.2. Timpanostomi Tube dan Perkembangan Anak. Banyak peneliti mengungkapkan pertanyaan apakah anak dengan OME untuk jangka waktu yang cukup lama dapat mengancam perkembangan anak yang berakibat pada gangguan perkembangan, serta apakah pemasangan timpanostomi tube segera dapat melindungi atau meminimalkan gangguan tersebut.21

Miringotomi dengan pemasangan timpanostomi tube adalah operasi yang paling umum pada anak-anak di Amerika Serikat, diperkirakan 280.000 dengan usia kurang dari tiga tahun menjalani operasi pada tahun 1996. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa pada anak OME persisten, yang umumnya diikuti gangguan pendengaran konduktif, diperkirakan menghasilkan gangguan bicara menetap, bahasa, kognitif, dan perkembangan psikososial. Berdasarkan American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery, otitis media efusi dengan durasi lebih dari tiga bulan sebagai indikasi tepat untuk pemasangan timpanostomi tube, dan pedoman yang ditetapkan oleh Agency for Health Care Policy and Research for children, usia satu sampai tiga tahun termasuk dalam daftar prosedur ini. Sebagai pilihan ketika OME dengan durasi 3 bulan dan direkomendasi saat kondisi berlangsung selama 4-6 bulan dengan efusi yang dikuti oleh gangguan pendengaran bilateral, ditandai dengan level ambang pendengaran 20 dB atau lebih (nilai yang lebih tinggi mencerminkan pendengaran kurang).21 Hasil studi prospektif yang ditujukan untuk menjelaskan hubungan antara otitis media persisten pada awal kehidupan anak dan perkembangan kognitif, bahasa, bicara, dan psikososial mereka di masa datang. Pada penelitian tersebut didapatkan bahwa anak sehat usia kurang dari 3 tahun dengan OME persisten yang dipasang timpanostomi tube, tidak terlihat adanya gangguan perkembangan pada usia 4 tahun. Namun, hasil ini masih belum dapat dipegang karena mungkin waktu yang diteliti belum cukup untuk melihat perkembangan yang berarti.21 Penelitian pada anak usia 4 tahun untuk menegaskan dan memperkuat temuan yang telah dilaporkan sebelumnya dengan anak-anak yang sama pada

umur 3 tahun. Pada anak-anak dalam uji coba klinis secara acak, tidak ditemukan perbedaan secara signifikan secara statistik pada usia 4 tahun. Hal ini mendukung penelitian sebelumnya. Interval kepercayaan yang diberikan bahwa setiap perbedaan 0,2 SD atau lebih besar mendukung kelompok pengobatan awal jika ada akan terdeteksi. Dalam berbagai subkelompok, dengan batas tertentu bahwa perbedaan yang signifikan terjadi, perbedaan cenderung mendukung pada anakanak dalam kelompok pengobatan terlambat. Pada anak-anak dengan komponen asosiasi, korelasi umumnya lemah dan, dalam banyak kasus, tidak signifikan. Namun, telah ditemukan setelah penyesuaian untuk signifikan faktor-faktor sosiodemografi, statistik, meskipun hasil korelasinya lemah yang melibatkan hasil beberapa tindakan, menunjukkan bahwa durasi yang lebih lama dengan OME berkorelasi dengan hasil yang kurang menguntungkan pada perkembangan anak.21 Penelitian lain pada anak-anak yang memiliki OME persisten selama tiga tahun pertama, menunjukkan bahwa pemasangan timpanostomi tube tidak memiliki efek menguntungkan dibuktikan pada hasil perkembangan mereka pada usia enam tahun. Penelitian ini memperkuat temuan pada penelitian pada umur tiga dan empat tahun dan serta hasil tindakan yang baru diterapkan pada usia enam tahun.21 Langkah-langkah ini terdiri dari tes untuk defisit dalam pengolahan pusat pendengaran, dianggap oleh beberapa penulis untuk membentuk dasar yang mendasari banyaknya masalah belajar yang disebabkan oleh otitis media persisten pada awal kehidupan; tes formal intelijen, dan guru peringkat perilaku anakanak.21

Penelitian lain mengamati bahwa pengukuran fungsi intelektual dari 31 tindakan dan 32 bahasa semakin menguatkan prediksi, kemudian dengan meningkatnya IQ usia dua sampai kira-kira enam tahun, setelah itu tingkat prediktabilitas, dan bahwa IQ yang baik berasal dari orang tua dan guru selama usia sekolah dengan kinerja yang berkolerasi.22 Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa hasil yang kita peroleh dari anak-anak usia enam tahun akan berkorelasi dengan fungsi anak-anak nanti. Dalam menentukan efek pendidikan, tidak dilihat dari usia 6 tahun. Hal ini mungkin menjadi jelas kemudian, penelitian yang menguji anak-anak usia 9 sampai 11 tahun dengan menggunakan ukuran keaksaraan, perhatian, dan keterampilan yang terkait, tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam skor yang mendukung kelompok awal pengobatan dengan kelompok pengobatan tertunda dalam uji klinis. Dari 26 langkah, interval tingkat kepercayaan 95% diberikan jaminan bahwa kehadiran perbedaan dari 0,33 SD atau lebih besar yang mendukung kelompok awal pengobatan mungkin akan terdeteksi.21 Pada anak-anak dalam perwakilan subkelompok, korelasi antara durasi kumulatif efusi telinga bagian tengah dalam pada tiga tahun pertama dan perkembangannya, seperti yang telah ditemukan pada usia sebelumnya, umumnya lemah dan dalam kebanyakan kasus tidak signifikan.23, 24 Hasil penelitian random pada anak usia tiga tahun, pedoman praktek klinis baru-baru ini dikeluarkan oleh perwakilan dari American Academy of Family Physicians, American Academy of Otolaryngology-Bedah Kepala dan Leher, dan American Academy of Pediatrics merekomendasikan anak-anak yang sehat

dengan otitis media persisten dengan efusi, tidak menjalani pemasangan tabung, dimana perlu dipahami kembali pada interval 3-6 bulan sampai efusi tidak lagi hadir, tidak terdapat kehilangan pendengaran signifikan, atau dicurigai kelainan struktur gendang telinga atau telinga tengah.22 Penelitian ini mendukung rekomendasi untuk tidak memasukkan tabung hanya atas dasar efusi persisten dan tampaknya umumnya berlaku untuk anakanak dengan kondisi tertentu. Seperti telah kita ketahui sebelumnya, temuan ini tidak dapat digeneralisasi untuk anak-anak yang tidak sehat atau yang telah kondisi seperti kehilangan pendengaran sensorineural, sumbing, atau sindrom Down, atau untuk anak-anak dengan periode efusi lebih lama dibandingkan yang kita pelajari, atau anak-anak yang efusi secara konsisten yang cukup parah (lebih dari biasanya).11,13

10

BAB III PENUTUP

Pemasangan timpanoplasti tube pada anak dengan otitis media efusi yang cepat tidak berpengaruh pada perkembangan anak secara signifikan, dibandingkan dengan pemasangan yang lebih lambat. Sebaiknya menunggu untuk minimal 6 bulan tambahan jika efusi bilateral dan untuk setidaknya 9 bulan tambahan bila efusi adalah unilateral. Manajemen konservatif seperti yang disebutkan di atas lebih dianjurkan, dengan tetap memperhatikan kondisi pasien.

11