Anda di halaman 1dari 2

BAB V PEMBAHASAN Praktikum ini dilakukan oleh satu kelompok dengan tiga kali percobaan.

Percobaan pertama rasio air dan bubuknya 20 : 50, percobaan kedua 20 : 45, dan ercobaan yang ke tiga 25 :50. Pada percobaan pertama,yaitu dengan perbandingan 20 : 50, kami melakukan kesalahan karena jarum dial indicator tidak menyentuh ujung alat uji ekstensometer saat campuran kami masukkan ke dalam alat ekstensometer, sehingga setelah 30 menit dan 60 menit, tidak terjadi pertambahan ekspansi atau pertambahan panjang = 0 mm. Pada percobaan kedua dengan perbandingan air dan bubuk 20 : 45, didapatkan pertambahan ekspansi pada menit ke 30 yaitu sebesar 5mm, dan pada menit ke 60 yaitu 6mm. Percobaan yang terakhir dengan rasio air dan bubuk 25 : 50, didapatkan pertambahan ekspansi pada menit ke 30 yaitu sebesar 4,5 mm dan menit ke 60 sebesar 5 mm. Dari ketiga percobaan yang dilakukan, dapatdisimpulkan bahwa semakin kecil rasio air dan bubuk (W : P) dan semakin lama waktu pengadukan (tidak berpengaruh banyak), maka semakin besar ekspansi pengerasan. Dengan semakin meningkatkan rasio W:P, semakin sedikit nukleus kristalisasi per unit volume yang ada dibandingkan dengan adukan yang lebih kental, dan karena dapat dianggap bahwa ruang antar-nukleus lebih besar pada keadaan tersebut, maka pertumbuhan interaksi kristal-kristal dihidrat semakin sedikit,demikian juga dorongan keluar. Percobaan pertama seharusnya memiliki setting expansion paling besar, dan percobaan kedua dan ketiga semakin kecil setting expansionnya karena semakin besar perbandingan rasionya. Berhubung kami melakukan kessalahan pada percobaan pertama, maka kami hanya dapat membandingkan hasil dari percobaan kedua dan ketiga. Sesuai dengan teorinya, semakin kecil rasio W:P, maka semakin besar ekspansi yang terjadi karena ruang antarnukleus pada campuran yang lebih kental mengalami desakan oleh kristal-kristal dihidrat dan menyebabkan terjadinya dorongan keluar yang lebih besar.

BAB VI PENUTUP 6.1 Kesimpulan Dari hasil praktikum yang kami lakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin kecil perbandingan rasio W:P, atau semakin kentalnya campuran, maka semakin besar setting ekspansionnya karena ruang antar-nukleus pada campuran yang lebih kental mengalami desakan oleh kristal-kristal dihidrat dan menyebabkan terjadinya dorongan keluar yang lebih besar. 6.2 Saran Untuk menghindari kesalahan seperti yang telah dilakukan, maka diharapkan praktikan lebih teliti dalam bekerja.