Anda di halaman 1dari 19

Oleh:

Arifin Oputu

Pengertian
Karsinoma kolorekatl dapat dianggap sebagai penyakit yang ditimbulkan oleh ekspansi progresif sel asal progenitas tunggal yang dapat melepaskan diri dari pengawasan regulator sel dan mekanisme homeostatis yang normal.

Etiologi Karsinoma Kolorektal


Terdapat berbagai macam teori karsinogenesis pada karsinoma kolorektal. Beberapa yang sering dikemukakan seperti

1. Faktor lingkungan
2. kurangmya serat dalam makanan yang dikonsumsi 3. Tingginya lemak, dan faktor genetik.

Penyebab Karsinoma
Karsinoma timbulkarena adanya gangguan keseimbangan antara jumlah sel yang diproduksi tubuh dan sel yang mati. Keseimbangan ini

diawasi sistem pengontrol yang jika tidak


berfungsi, sel yang seharusnya mati akan membentuk klon dan berkembang menjadi neoplasma.

Pembagian Tumor
1. Tumor jinak Tumor yang tumbuhnya tidak terus menerus dan tidak menginvasi jaringan sehat sekitarnya secara luas.

Lanjutan...
2. Tumor Ganas Tumor yang terus tumbuh dan menjadi progresif invasif. Tumor ganas cenderung bermetastase dan gerombol sel tumor kecil dapat terlepas dari menginvasi pembuluh darah atau kelenjar linfe

dan dibawa keorgan lain untuk seterusnya


berproliferasi.

Antigen Tumor
Immunitas tumor adalah proteksi sistem immun
terhadap timbulnya tumor.

Antigen tumor yang unik dapat digunakan


sebagai molekul sasaran untuk dikenal sistem

immun untuk dihancurkan secara spesifik.


Antigen tersebut dapat dibagi sesuai gambaran

ekspresinya pada sel tumor dan sel normal

Antigen Tumor
1. Tumor spesific antigen 2. Tumor assosiated antigen

Tumor spesific antigen


Respon immun terhadap antigen spesifik seperti ini memberikan banyak harapan karena dapat menghancurkan sel tumor tanpa merusak sel sehat. Contoh dari TSA adalah protein yang diproduksi akibat mutasi satu atau lebih gen.

Tumor assosiated antigen


Terdiri dari: 1. Tumor specific transplantation antigen (TSTA) 2. Tumor assosoated transplantation antigen

(TATA).

Lanjutan...
Jenis tumor assosiated antigen yang lain adalah tissue specific defferitration antigen, protein yang diekspresikan pada sel yang menjadi tumor dan ekspresinya diturunkan terus sesudah transformasi neoplastik. Jadi antigen tersebut menunjukan asal jaringan tumor

Respon immun pada karsinoma kolorektal


1. Imunitas humoral Pada karsinoma kolorektal respon immun seluler lebih dominan dibandingkan dengan immunitas humoral, tetapi tubuh membentuk juga antibodi terhadap antigen tumor

Lanjutan...
Antibodi tersebut ternyata dapat menghancurkan sel tumor secaralangsung, dengan bantuan komplemen, dengan melalui jalur antibody dependent cell cytotoxicyty (ADCC) yang memiliki reseptor misalnya sel NK dan makrofag atau dengan jalan mencegah adhesi sel tumor.

Lanjutan...
2. Immunitas seluler Pada pemeriksaan patologi anatomi karsinoma kolorektal sering ditemukan infiltrasi sel sel yang terdiri atas sel sel fagosit mononuklear, limposit sedikit sel plasma dan sel mast

Lanjutan...
Meskipun pada beberapa neoplasma infiltrat sel mononuklear merupakan indikator untuk prognosis yang baik, tetapi pada umumnya tidak

ada hubungannya antara infiltrasi sel dengan


prognosis. Sistem ini dapat langsung menghancurkan sel tumor tanpa sensitasi sebelumnya

Respon imun post operasi karsinoma kolorektal


Pasien dengan kondisi kritis setelah menjalani reseksi karsinoma kolorektal sering mengalami respon imun yang bersifat kompleks terhadap luka operasi. Idealnya respon imun harus tetap seimbang namun sering kali respon imun menjadi tertekan sehingga resiko untuk mengalami infeksi menjadi tinggi

Lanjutan...
Sebaliknya respon peradangan menimbulkan stimulasi berlebihan sehingga pasien beresiko mengalami kerusakan organ dan kematian. Respon yang terlalu besar dapat disebabkan oleh sepsis dan penekanan serta malnutrisi progresif serta kondisi morbid.

Kesimpulan
Reaksi imun adaptif terhadap kanker kolorektal merupakan variabel penting yang dapat mencegah terjadinya metastase tumor dan bernilai kuratif

pasca operasi. Dengan kata lain, jangka waktu


rekurensi dan survival rate secara dipengaruhi oleh bekerja tidaknya respon imun adaptif. Hal ini menantang pemahaman kita untuk memperbaiki penatalaksanaan kanker kolorektal di klnik.