Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH TUGAS PENGANTAR EKONOMI PEMBANGUNAN : HAMBATAN DALAM PROSES PEMBANGUNAN FAKTOR DALAM NEGERI

Disusun Oleh Kelompok 3: Risa Listyawati Lia Esmiyati ( 122010200024 ) ( 122010200037 )

Choirul Umam Musoffah ( 122010200052 )

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO 2012 2013

Page 1

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya kepada Kita semua. Karena Dialah kami bisa menyelesaikan tugas Pengantar Ekonomi Pembangunan : yang berjudul Hambatan dalam Proses Pembangunan dalam negeri. Kami menyadari dalam menyusun makalah ini kami mengalami berbagi kendala. Maka kami mohon maaf jika ada pemakaian bahasa atau kata yang kurang sempurna. Selain itu, kami selaku penyusun makalah ini meminta saran dan kritik yang membangun untuk kesempurnaan makalah kami selanjutnya. Dan semoga makalah ini bisa menjadi kriteria penilaian.

Sidoarjo, April 2013

Penyusun

Page 2

DAFTAR ISI
Cover.....................................................................................................................................01 Kata Pengantar....................................................................................................................02 Daftar Isi...............................................................................................................................03 Pendahuluan.........................................................................................................................04 Pembahasan..........................................................................................................................06 Penutup.................................................................................................................................11 Daftar Pustaka.....................................................................................................................12

Page 3

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Semua Negara baik Negara-negara maju maupun Negara sedang berkembang tentu melaksanakan pembangunan ekonomi . Untuk itu menaikkan pendapatan riil perkapita atau paling tidak mempertahankan tingkat pendapatan yang telah di capai. Bagi Negara sedang berkembang pembangunan ekonomi jelas dimaksudkan untuk meningkatkan taraf hidup sehingga setaraf dengan tingkat hidup di Negara-negara maju.Negara sedang berkembang saat ini telah menyadari tentang kemiskinan yang dialami dan jurang perbedaan yang semakin lebar antara Negara maju dengan Negara sedang berkembang. Disamping keadaan yang sudah ada dinegara berkembang, terdapat pula keadaan atau pengaruh yang berasal dari negara maju, yang dapat mengurangi kemampuan negara berkembang mempercepat pembangunan ekonomi. Beberapa definisi telah dibuat dengan tujuan untuk menunjukkan pengaruh yang kurang menguntungkan yang bersumber dari perkembangan ekonomi yang lebih tinggi di negara maju, terdapat pembangunan ekonomi dinegara yang relatif miskin. Sejarah hubungan antara negara maju dan negara berkembang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang besar antara keuntungan potensial yang mungkin diperoleh negara berkembang dari hubungan tersebut, dengan keuntungan yang sebenarnya diperoleh. Ahli-ahli ekonomi klasik telah menunjukkan beberapa keuntungan yang mungkin diperoleh apabila mengadakan hubungan ekonomi dan perdagangan dengan negara lain. Apabila keuntungan ini benar-benar dapat diperoleh, hubungan ekonomi dan perdagangan dengan negara lain dapat merupakan alat pendorong penting untuk mempercepat pembangunan ekonomi. Akan tetapi malangnya, walaupun sejak beberapa abad lalu kebanyakan negara berkembang telah melakukan hubungan dengan dunia luar, terutama dengan negara maju, keuntungan yang telah diperoleh belumlah mencpai tingkat yang cukup menggembirakan. Sebaliknya, segolongan ahli ekonomi menganggap bahwa hubungan tersebut telah menghambat negara berkembang mencapai perkembangan yang lebih pesat.

Page 4

B. RUMUSAN MASALAH 1. Jelaskan hambatan pembangunan faktor dalam negeri ? 2. Bagaimana hambatan pembangunan faktor luar negeri berdasarkan proses sebab-akibat kumulatif? C. TUJUAN Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk membantu masyarakat agar dapat mengetahui tentang Hambatan Pembangunan. Selain itu, pembuatan makalah ini bertujuan agar kita sebagai mahasiswa mampu berkreatifitas dan dapat mengembangkan kemampuan berpikir sehingga kita dapat mengetahui lebih luas tentang tentang hambatan pembangunan sehingga dapat memberkan kontribusi terhadap pembangunan perekonomian.

Page 5

BAB II PEMBAHASAN

HAMBATAN PROSES PEMBANGUNAN FAKTOR DALAM NEGERI


A.DUALISME EKONOMI Hampir semua negara menghadapi sistem dualisme ini,di kota-kota.atau di dekatnya,perekonomian sudah bersifat industri dan uang digunakan secara luas. Sedangkan di luar kota yaitu di desa desa,perekonomian masih pada tingkat rendah(subsisten). Dualisme Sosial (Boeke) : Dalam suatu masyarakat tumbuh bersamaan dua sistem soaial yang sangat berbeda yaitu sistem sosial yang lebih modern dan sistem sosial pribumi. Sistem sosial modern berkembang di negara Barat dan di suatu Negara yang dijajah dan melakuakn pergangan antar negara sejak lama. Penetrasi dari sistem ini menyebabkan kegiatan dan cara berfikir masyarakat sama dengan masyarakat di Negara maju sekarang ini. Sebaliknya, sistem sosial pribumi hampir tidak mengalami perubahan. Penetrasi yang terjadi diawali dari politik dan kemudian diikuti oleh sistem ekonomi yaitu berupa pengembangan kegiatan ekonomi modern (seperti perkebunan produk ekspor dan tambang). Perkembangan sektor perkebunan dan tambang ini semakin pesat sehingga mendorong perkembangan sektor pertanian tradisionil, dari produksi subsisten (kebutuhan sendiri) menjadi produk bahan makanan dan produk pertanian ekspor. Akan tetapi perkembangan tersebut tidak banyak merubah aspek-aspek lain kehidupan petani (seperti : organisasi produksi, adat istiadat, tingkat pendidikan). Inilah yang mengakibatkan timbulnya dualisme sosial dalam kehidupan masyarakat. Dualisme Teknologi (Higgins) Dualisme teknologi adalah keadaan dimana suatu kegiatan ekonomi tertentu menggunakan teknik produksi dan organisasi yang berbeda, sehingga produktivitas berbeda.Kegiatan ekonomi yang tergolong lebih maju : industri minyak, pertambangan, perkebunan besar, industri pengolahan, sistem bank dan keuangan lainnya serta jasa-jasa modern (hotel dan perdagangan).Kegiatan ekonomi yang teknologinya rendah : pertanian bahan makanan, pertanian ekspor tradisionil, industri rumah tangga, dan jasa tradisionil. Perbedaan tingkat produktivitas sektor modern tang lebih tinggi disebabkan oleh penggunaan modal yang lebih besar, penggunaan teknik dan organisasi yang modern, dan tingkat pendidikan tenaga kerja yang lebih tinggi. Dualisme Finansial (Myint) : Pasar uang di Negara Berkembang dapat dibedakan menjadi : Pasar Uang yang memiliki
Page 6

organisasi yang sempurna (organized money market) dan Pasar Uang yang idak terorganisir (unorganized money market). Pasar Uang Yang Terorganisir : Bank dan Lembaga Keuangan lain yang terdapat di kota-kota besar. Perkembangan lembaga ini sejalan dengan perkembangan perkebunan dan pertambangan, dengan menyediakan pinjamanpinjaman. Sebaliknya, negara berkembang mulai mendorong masyarakat membentuk lembaga seperti itu setelah memperoleh kemerdekaan, terutama untuk memberi pinjaman pada sektor industri dan pertanian rakyat. Pasar Uang yang tidak terorganisir : tuan tanah, ceti desa, pedagang perantara dan pemilik warung-warung di daerah pertanian. Dualisme Regional : yaitu ketidak seimbangan pembangunan di berbagai daerah di suatu negara, sehinga terjadi jurang pemisah tingkat ekonomi yang semakin jauh, bahkan menyebabkan masalah sosial dan politik. Dualisme ini dibedakan menjadi : dualisme pembangunan antara kota dengan desa serta dualisme pembanguan antara pusat negara/ pusat industri dan perdagangan dengan daerah lainnya. Dualisme ini terjadi sebagai akibat dari perbedaaan penanaman modal dan pembangunan. B CORAK DAN STRUKTUR EKSPOR Ketidakstabilan ekspor negara berkembang sebagai andalan perekonomian disebabkan oleh karena sebagian besar ekspor merupakan bahan mentah, seperti : karet, timah dan kelapa sawit, kayu, gula, tembaga, dsb. Ekspor bahan mentah negara berkembang empunyai ciriciri : fluktuasi harga di pasar dunia dalam jangka pendek sangat tinggi, term of trade (ekspor dengan impor) dengan negara lain dalam jangka panjang semakin buruk

permintaan berkembang dengan lambat

C. JUMLAH MODAL DAN KESANGGUPAN MENCIPTAKAN MODAL Kekurangan modal negara berkembang terdiri dari kekurangan alat-alat modal dan kekurangan dana pembiayaan untuk pembentukan modal baru. Alat modal modern sangat terbatas, swasta dan pemerintah menghadapi kesulitan dalam membangun srana produksi langsung maupun parsarana. Hal ini disebabkan terbatasnya tabungan masyarakat dan penerimaan pajak. Bantuan luar negeri belum mampu mendorong pembangunan, bahkan menimbulkan masalah baru yaitu memaksa maasyarakat untuk menciptakan tabungan dalam bentuk mata uang asing. Kemampuan swasta untuk membentuk barang modal produktif juga terhambat oleh lembaga keuangan yang tersedia Belem sesempurna yang dimiliki oleh negara maju. Selain karena pendapatan yang masih rendah, masyarakat juga belum terdorong untuk mencipatakan tabungan dalam negeri oleh karena ketidak sempurnaan lembaga keuangan, menyimpan dalam bentuk emas, membeli tanah dan pandangan masyarakat yang masih tradisionil. Sebaliknya, masyarakat yang berpenghasilan tinggi cenderung senang mengkonsumsi produk luar negeri (international demonstration effect). 2. KEADAAN PENDUDUK a. Masalah Kependudukan :
Page 7

Penduduk dunia yang sudah banyak jumlahnya, akan mengalami pertumbuhan yang semakin besar karena : ledakan pertumbuhan penduduk pada abad ke XX-an dan tingkat pertumbuhan yang masih tinggi. Faktor-faktor yang menimbulkan tingkat pertumbuhan yang cepat adalah penurunan tingkat kematian yang tidak diikuti oleh penurunan tingkat kelahiran. Pertumbuhan penduduk yang cepat ini menimbulkan masalah baru di negara berkembang yaitu : Struktur penduduk menunjukkan bahwa penduduk di bawah umur (< 15 tahun) lebih banyak (40-45 % dari seluruh penduduk). Masalah pengangguran menjadi serius, karena pertumbuhan lapangan kerja tidak mampu mengimbangi. Sehingga sering terjadi pengangguran terbuka (sepenuhnya menganggur) maupun pengangguran tersembunyi (bekerja tidak optimal).

Proses urbanisasi semakin deras. Urbanisasi tidak selalu buruk karena dapat meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan memenuhi permintaan tenaga kerja sektor perkotaan, sesuai dengan kebutuhan. Dinegara berkembangan migrasi yang berlebihan menyebabkan pertambahan penduduk kota menjadi sangat tinggi (sampai tiga kali lipat). Sebaliknya kegiatan ekonomi di kota tidak mempunyai kemampuan yang cukup besar untuk menampung pertambahan penduduk, sehingga mendorong pertumbuhan tingkat pengangguran

b. Tingkat Pendidikan Tingkat Pendidikan di negara berkembang belum tinggi, terlihat dari : Tingkat buta huruf yang terdapat diantara penduduk Persentase jumlah anak-anak yang bersekolah pada usia sekolah

Mutu pendidikan yang rendah (tidak sempurna, biaya dan minat pengembangan terbatas, kekurangan sarana dan prasarana, fasilitas dan gaji tenaga pendidikan yang rendah, etidak sesuaian corak pendidikan dengan corak pekerjaan

3. FAKTOR PENGHAMBAT DALAM NEGERI a. Perangkap Penduduk Perkembangan Penduduk dapat menjadi pendorong ekonomi apabila : Pertambahan itu memungkinkan perkembangan lapangan kerja dari masa ke masa. Hal ini terjadi apabila Tenaga kerja berpendidikan terampil dan wiraswasta. Perluasan Pasar. Pertambahan penduduk merangsang peningkatan produksi Perkembangan Penduduk dapat memperburuk ekonomi apabila : Produktivitas tenaga kerja rendah Memeperbesar tigkat penagngguran b. Pengaruh Pertambahan Penduduk terhadap Kesejahteraan (Analisa Nelson dan Leibenstein)

Page 8

Analisa Nelson menunjukkan hubunagn antaraPertambahan Penduduk dan Pendapatan Perkapita (A), Hubungan antara Penanaman Modal dengan Pandapatan Per Perkapita (B) serta Pertumbuhan Pendapaatn Nasional (C). Laju pertambahan penduduk pada berbagai tingkat pendapatan selalu berbeda. Pada tingkap Pendapatan Per Kapita yang rendah laju tingkat kematian lebih besar dari laju tingkat kelahiran, sehingga pertambahan penduduk cenderung negatif. Pada tingkat Pendapatan Per Kapita yang lebih tinggi, laju tingkat kematian menurun, sedangkan laju tingkat kelahiran tetap, sehingga pada tingkat pendapatan cukup hidup, pertumbuhan penduduk akan nol artinya tingkat kelahiran sama dengan tingkat kematian.

Mengurangi jumlah tabungan yang diciptakan masyarakat dan menambah proporsi pendapatan nasional yang diterima oleh penduduk yang tidak menabung (Coale) Mengurangi kemampuan pemerintah untuk menabung karena menurunnya penghasilan dari pajak Mengharuskan pemerintah untuk melakukan penanaman modal yang lebih banyak untuk pendidikan Mempercepat pembangunan fasilitas-fasilitas publik untuk kesejahteraan masyarakat Menimbulkan kesulitan bagi perekonomian untuk mencapai pemerataan pendapatan yang lebih baik. Menimbulkan dilemma bagi kebijakan ekonomi dalam memilih penggunaan teknologi (padat modal vs padat karya) Diperlukan produksi bahan makanan yang sangat besar Meningkatkan impor dan menrurunkan ekspor

d. PENGARUH DUALISTIS PEREKONOMIAN TERHADAP MEKANISME PASAR Kondisi masyarakat tradisionil menyebabkan ketidak sempurnaan dalam mekanisme pasar, karena : tidak terjadi mobilitas faktor-faktor produksi yang tinggi, pengetahuan
Page 9

masyarakat tentang pasar sangat minim, adanya monopoli, sekap masyarakat yang tidak gigih mencapai tingkat optimalisasi ekonomi dan tidak sensitif terhadap rangsangan-rangsangan ekonomi (percaya dengan nasib/ takdir). Dualisme teknologi yang timbul sebagai akibat dari penggunaan modal asing akan menyebabkan terjadinya hambatan berupa : pemindahan keuntungan ke luar negeri, membatasi kemampuan sektor modern untuk mencipatakan lapangan kerja, membatasi kemampuan sektor pertanian untuk berkembang, memperburuk maslah pengangguran. Sebaliknya dualisme teknologi dapat memberika peluang berupa : memmngkinkan negara berkembang mempercepat pertumbuhan ekonomi.

e. LINGKARAN PERANGKAP KEMISKINAN (THE VICIQUS CIRCLE) Dari segi penawaran modal : Tingkat produktivitas rendah>> tabungan masyarakat rendah>>kemampuan masyarakat untuk menabunga rendah>>kekurangan barang modal, sehingga tingkat produktivitas akan tetap rendah. Dari segi permintaan modal : Kekurangan Perangsang untuk penanaman modal menyebabkan penanaman Modal rendah>>Produktivitas rendah>>Pendapatan Masyarakat Rendah sehingga, luas Pasar untuk berbagai jenis barang terbatas>>rangsangan untuk penanaman modal rendah Perangkap Kemiskinan Model Meier :

Perangkap kemiskinan timbul sebagai akibat timbulnya saling hubungan antara Keadaan masyarakat yang masih terbelakang dengan Kurangnya Pengembangan Kekayaan Alam. Dengan demikian, Teori Lingkaran Perangkap Kemiskinan berpendapat bahwa penghambat pembangunan adalah :

Ketidakmampuan untuk mengerahkan tabungan yang cukup Kurangnya perangsang untuk melakukan penanaman modal Taraf pendidikan, pengetahuan dan ketrampilan masyarakat yang relatif rendah.

Page 10

PENUTUP KESIMPULAN
1.KESIMPULAN Ada pengaruh UKM terhadap peningkatan PDRB di Sidoarjo Semakin besar pendapatan UKM naka Semakin Tinggi Peningkatan PDRB sebaliknya semakin kecil pendapatan UKM Semakin rendah PDRB . 2.SARAN Dengan adanya pembuatan makalah ini penulis mengharapkan agar dapat dimanfaatkan dan sebagai literatur bahkan sebagai rujukan bagi mahasiswa dalam menambah wawasan pengetahuannya.

Page 11

DAFTAR PUSTAKA
http://id.scribd.com/doc/3943907/pengaruh UKM terhadap PDRB SIDOARJO

Page 12