Anda di halaman 1dari 11

BAB II PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Marmer Batu marmer merupakan salah satu bahan galian industri yang diperoleh dari alam. Yang merupakan batuan jenis lime yang bermetamorfosis. Batuan ini adalah sedimentasi dari bebatuan yang terbentuk oleh peninggalan inorganik yang biasanya berasal dari proses presipitasi air laut. Batuan jenis lime sebagian besar terdiri atas kalsit (kalsium karbonat). Marmer telah bernilai tinggi sejak masa lampau karena memiliki warna-warni yang teristimewa serta penampilan yang elegan. Batuan ini secara alamiah terbentuk ketika bebatuan terekspos pada tekanan oleh tumbukan kristal dan panas tinggi dari inti bumi. Selama proses metamorfosis ini berlangsung, kristal kalsit dari bebatuan berkurang dalam jumlah dan meningkat dalam ukuran sehingga menciptakan kekuatan yang bertambah seiring berkurangnya jumlah rongga. Adapun marmer dengan jumlah rongga yang Cukup banyak memiliki kekuatan yang berkurang. Marmer yang tersusun dari kristal-kristal berukuran besar menjadi lebih rapuh karena cenderung memiliki lekukan-lekukan mineral yang lebih banyak. Senyawa kimia marmer, yaitu Silikat SiO2 0.13 % , Alumunium Dioksida AlO3 0.31 %, Feri Oksida Feo3 0.04 %, Kalsium Oksida CaO 55.07 %, Magnesium Oksida MgO 0.36 %, Kalium Oksida K2O 0.01 %, Sulfur Trioksida SO3 0.08 % dan senyawa lainnya 44 %.

Gambar 1 Contoh Marmer di alam

2.2. Sumber dan Sifat Marmer Marmer adalah batuan kristalin kasar yang berasal dari batu gamping atau dolomit. Marmer yang murni berwarna putih dan terutama disusun oleh mineral kalsit. Marmer atau batu pualam merupakan batuan hasil proses metamorfosa atau malihan dari batu gamping. Pengaruh suhu dan tekanan yang dihasilkan oleh gaya endogen menyebabkan terjadi rekristalisasi pada batuan tersebut membentuk berbagai foliasi mapun non foliasi. Akibat rekristalisasi struktur asal batuan membentuk tekstur baru dan keteraturan butir. Marmer Indonesia diperkirakan berumur sekitar 3060 juta tahun atau berumur Kuarter hingga Tersier. Untuk mengetahui besarnya cadangan suatu tubuh marmermaka biasanya dilakukan eksplorasi geofisika agar diketahui baikpenyebaran horizontal maupun vertikal, kemudian dbuat sumuruji dan pemboran untuk mengetahui ketebalan lapisan. Untukmengetahui kualitas marmer di suatu lokasi maka diambilsampel yang diuji di laboratorium baik fisika maupun kimia,secara mikroskopis Adapun sifat marmer: a) Kompak atau keras sehingga daya tahan tinggi dan lebih awet b) Motif nya yang beragam akibat dari campuran yang berbeda-beda membuatnya lebih indah
4

c) Tidak cepat memanas d) Tahan goresan

2.3. Sebaran dan Potensi Marmer di Indonesia Sumatra Potensi Marmer di Sumatera Utara Kegunaan Marmer : Untuk bangunan seperti ubin lantai, dinding, papan nama, dekorasi atau hiasan, ornamen dan perabot rumah tangga seperti meja. Lokasi : Aekbanir Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailingnatal Status : Penyelidikan Pendahuluan Hasil Analisa : SiO = 0,04 - 26,34 %, CaO = 23,55 - 54,68 %, Fe2O3 = 0,16 9,18 %, MgO = 0,60 - 5,65 %, LOI = 9,41 - 43,30 % Lokasi : Muarapungkut Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailingnatal Koordinat : 00o51'46" LU 98o11'17,8" BT Status : Penyelidikan Umum Lokasi : Desa Ranjobatu Kecamatan Muarasipongi Kabupaten Mandailingnatal Status : Penyelidikan Umum Cadangan : 29.400.000 ton Lokasi : Desa Sibaganding Kecamatan Girsangsipanganbolon Kabupaten Simalungun Status : Penyelidikan Umum Lokasi : Desa Mardinding Kecamatan Mardinding Kabupaten Karo Status : Penyelidikan Umum Cadangan : 1.552.233 m3 Lokasi : Desa Mbalmbalpetarum Kecamatan Lubaleng Kabupaten Karo Status : Penyelidikan Umum Lokasi : Desa Laubuluh Kecamatan Kutabuluh Kabupaten Karo Status : Penyelidikan Pendahuluan Lokasi : Desa Kutabuluh Kecamatan Tanahpinem Kabupaten Dairi Status : Penyelidikan Umum
5

Cadangan : 1.500.000 ton Lokasi : Desa Najunambe Kecamatan Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara Status : Penyelidikan Umum Potensi Marmer di Lampung Lokasi : Desa Relung Helak, Kec. Natar Sumberdaya : 50 Hektar (hipotetik) Lokasi : Desa Timbul Rejo, Kec. Bangun Rejo Sumberdaya : 101.290.800 ton (hipotetik) Lokasi : Kec. Sendang Agung Sumberdaya : 18.168 ton (hipotetik) Lokasi : Pekon Sukamulya, Kec. Pugung Sumberdaya : 1.794.000 ton (hipotetik) Lokasi : Pekon Tanjung Kemala, Kec. Pugung Sumberdaya : 313.040 ton (hipotetik) Lokasi : Kampung Bukit Harapan, Kec. Way Tuba Sumberdaya : 44.161.000 Ton (Hipotetik) Lokasi : Desa Lumbirejo. Kec. Gedong Tataan Sumberdaya : 32 Hektar (hipotetik) Lokasi : Desa Umbulan Komering, Kec. Gedong Tataan Sumberdaya : 15 Hektar (hipotetik) Lokasi : Desa Roworejo Kec. Gedong Tataan Sumberdaya : 15 Hektar (hipotetik) Lokasi : Desa Tanjung Kemala, Kec. Pagelaran Sumberdaya : 1,6 Ha (hipotetik) Potensi Marmer di Sumatera Barat Kabupaten Lima Puluh Kota Lokasi: Tanjung Gadang dan Halaban, Luhak
6

Lokasi: Halaban dengan prakiraan potensi hipotetik sebesar 74.999.608 ton Lokasi: Sitanang dengan prakiraan potensi hipotetik 1.249.792 ton Kabupaten Agam Lokasi: Matur dengan prakiraan potensi hipotetik 500.000.000 ton Lokasi: Palupuh Kabupaten Pasaman Barat Lokasi: Air Bangis Kecamatan Sei Prakiraan Potensi: Hipotetik 1.500.000 ton Kabupaten Sawahlunto/Sijinjing Lokasi: Bukit Talang Liang dan Bukit Talaung, J. Lolo, Tanjung Gadang Prakiraan Potensi: Terduga 90 Ha 75.000.000 ton Lokasi: Tampurungo, S.Kudus. Prakiraan Potensi: Terduga 50 Ha 2.500.000.000 m3 Lokasi: Bukit Sangkar Ayam Tanjung Lolo Tanjung Gadang. Prakiraan Potensi: Terduga 25 Ha 700.000 m3 Kabupaten Solok Lokasi: Batu Takudo, Balai Balai, X Koto Diatas Prakiraan Potensi: Hipotetik 3.000.000 m2 (50 Ha) Lokasi: Bukit Sibunbun Betina, Timbulun, Linawan Sulit Air, X Koto Diatas Prakiraan Potensi; Hipotetik 25.000.000 m3 (50 Ha) Lokasi: Tanjung Baliksibarambang, X Koto Diatas, Lolo, Pantai Cermin Kabupaten Solok Selatan Lokasi: Bukit Bingkuang, Kiambang, Sungai Pagu Lokasi: Bukit Ambayan, Kiambang, Sungai Pagu Prakiraan Potensi: Hipotetik 15 Juta m3 Lokasi: Bukit Alahan Bodi Bukit Gadang, Sungai Pagu Prakiraan potensi: Hipotetik 54 Juta m3 (180 Ha) Lokasi: Bukit Karang Putih, Sukoharjo, Sangir Prakiraan Potensi: Hipotetik 2,4 juta m3 (100 Ha) Kabupaten Tanah Datar Lokasi: Pamusian dan Mawar, Lintau Buo dengan prakiraan potensi 700 Ha Lokasi: Patai, Sungayang dengan prakiraan potensi 150 Ha Lokasi: Solok, X Koto dengan prakiraan potensi 600 Ha Potensi Marmer di Jambi
7

Lokasi : Desa Ngaol, Kecamatan Tabir Ulu, Kabupaten Merangin; Areal 200 Ha, cadangan tereka 12 juta m3 CaO 5,0-55,06%, 0,87%, kuat teka 806,94 kg/cm, Sungai Pinang (Hulu sungai Sengayau) Kecamatan Sungai Manau Kabupaten Merangin; Areal 12.500 Ha, cangan tereka 1,5 milyar m3. CaO 61,21%, SiO2 1,43%, AI2O 2,40%, MgO 0,81% kuat tekan 960-1.060 kg/cm. Potensi Marmer di Aceh Cadangan : 350,730,272,059 ton Kabupaten : Aceh Besar, Aceh Tengah, Aceh Barat Potensi Marmer di Bengkulu Lokasi : Desa Ulak Bandung, Batu Luang Api api Kec Kaur Tengah Tahap Penyelidikan : Survey Tinjau Keterangan : kantor Pertambangan ESDM Kab Kaur tahun 2005 Lokasi : Desa Bungi Tambun Kec kaur Utara Tahap Penyelidikan :Survey Tinjau Cadangan : kantor Pertambangan ESDM Kab Kaur tahun 2005 Lokasi Terletak di Desa Simpang Ketenong Kec Kerkap Tahap Penyelidikan : Survei Tinjau Kualitas: Kalsit=89% Kuarsa=6% Felspar= 3% Jawa Potensi Marmer di Jawa Tengah Kabupaten Banjarnegara Cadangan terka: 18,68 m3 Potensi Marmer di Jawa Barat Kabupaten Tasikmalaya Potensi Marmer di Daerah Istimewa Yogyakarta

Kabupaten Kulonprogo Lokasi: Samigaluh Potensi Marmer di Jawa Timur Kabupaten Blitar Kabupaten Bojonegoro Produksi per tahun sebesar 500 m3 Deposit: 300.000 m3 Kabupaten Gresik Kabupaten Malang Kabupaten Pacitan Kabupaten Tulungagung Kabupaten Ponorogo Luas lahan yang tersedia 6 ha Kabupaten Trenggalek Kapasitas produksi per tahun sebesar 61 ton Deposit: 250 ton

Sulawesi Potensi Marmer di Sulawesi Tenggara Kabupaten Bombana Lokasi: Lengora dan Rahadopi Pulau Kabaena. Luas: 8.062,5 Ha Cadangan: 2,5 milyar m3 Komposisi Kimia: SiO2=14,44%; CaO=27,05%; AI2O3=0,45%; Fe2O3=0,36%; MgO=7,95%. Kabupaten Kolaka Lokasi: Tamborasi, Ahilulu Penyebaran: 105.748, 5 Ha Cadangan: 466 Milyar m3 Komposisi:

SiO2=10,80%; CaO=44,58%; AI2O3=3,04%; Fe2O3=0,16%; Na2O3=0,24%; FeS2=0,36%; MgO=37,30%. Kabupaten Kolaka Utara Lokasi: Batu Putih dan Ranteangin. Kabupaten Konawe Selatan Lokasi: Moramo, Wolasi. Luas: 2.580 Ha (Moramo) Cadangan: Terkira 4.000.000.000 m3 (Moramo). Kabupaten Buton Utara Lokasi: Labuan, Lanosangia dan Tomoahi. Penyebaran: 32.762 Ha Cadangan: 16.493.500.000 m3 Komposisi: SiO2=5,32% ; CaO=59,44% ; Fe2O3=0,84% ; MgO=1,61%. Kabupaten Konawe Utara Lokasi: Lasolo dan Kokapi. Luas: 1.870 Ha (Lasolo) Cadangan: Terkira 4.000.000.000 m3 (Lasolo)

Potensi Marmer di Sulawesi Tengah Kabupaten Banggai Lokasi: Kecamatan Luwuk Timur. Kabupaten Morowali Lokasi: Desa Tinompo, Korowalelo dan Beteleme, Kecamatan Lembo, dan Desa Didiri dan Bungintimbe Kecamatan Petasia. Kabupaten Poso Lokasi: Desa Sulewana, Ratodena dan Tonusu, Kecamatan Pamona Utara, Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir. Kabupaten Tojounauna Lokasi: Desa Kabalo Kecamatan Tojo Kecamatan Ampibabo, Perbukitan Parigi, Binangga, Parigimpu, dan Kecamtan Parigi Barat.
10

Potensi Marmer di Sulawesi Barat Kabupaten Mamuju Lokasi: Kecamatan Budong-Budong Cadangan: 500.000 ton Potensi Marmer di Sulawesi Selatan Kabupaten Barru Cadangan: 100 juta ton Kabupaten Bone Cadangan: 10.000.000 ton Kabupaten Enrekang Lokasi: Buntu Batu, Liang Bai Eran Batu, Asaan, dan Langisan Kabupaten Maros Cadangan: 75.000.000.000 ton Kabupaten Pangkep Cadangan: 698.500.000 m2 Nusa tenggara Potensi Marmer di Nusatenggara Timur Kabupaten Manggarai Lokasi: Sambi Rampas (Desa Nanga Mbaur) Luas/Sebaran: 12.500.000 m3 Potensi Marmer di Nusatenggara Barat Lokasi: Kabupaten Dompu, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Sumbawa Barat Papua Potensi Marmer di Papua Barat Kabupaten Sorong Selatan
11

Lokasi: Tersebar di Distrik Sawiat, Ayamaru, Ayamaru Utara, dan Mare. Potensi Marmer di Papua Kabupaten Jayawijaya Lokasi: Kurulu Cadangan: 350 juta ton Maluku Potensi Marmer di Maluku Lokasi : P. Seram G Nakaela ( Kec Taniwel), G Kasieh ( Kec. Taniwel), G Anuena ( P. Buano), G Keki ( P. Buano) Kualitas : . G. Nakaela : Karbohidrat 76,8%, Lempung 19,7 % . G. Anuena : Karbohidrat 86,6-92,3%, Lempung 6,3-12,3% . G. Keki : Karbohidrat 86,5-92,3%, Lempung 6,3-12,3% Luas Cadangan : . G. Nakaela : 3.733.000.000 ton . G. Kasieh : 1.047.600.000 ton . G. Anuena : 412.799.999 ton . G. Keki : 11.200.000 ton Keterangan : Penyelidikan Pendahuluan 2.4. Kegunaan Marmer Seperti yang kita ketahui Marmer adalah batuan yang keras/kuat dan indah, sehinga banyak kegunaannya. Penggunaan Marmer biasa dikategorikan kepada dua penampilan yaitu tipe ordinario dan tipe staturio. Tipe ordinario biasanya digunakan untuk pembuatan tempat mandi, meja-meja, dinding dan sebagainya, sedangka tipe staturio sering dipakai untuk seni pahat dan patung 2.5. Proses Pengolahan Marmer Tahap Penambangan marmer Ini merupakan tahapan yang terberat dari proses pengolahan marmer, karena dalam proses ini harus keluar masuk hutan untuk mencari lokasi marmer yang bagus, dan layak untuk dijadikan sebuah bahan baku. Layak disini dalam arti secara kwalitas, bahan yang ada disekitar lokasi tersebut bisa dimanfaatkan untuk bahan baku lantai marmer atau dinding. Penambangan ini dilakukan dalam skala besar, biasanya hanya perusahaan-perusahaan yang besar saja yang bisa melakukan eksplorasi, dengan mempergunakan izin dari PERHUTANI setempat. Karena biasanya lokasi tambang marmer ini berada diwilayah instansi tersebut. Dalam tahapan ini batu
12

dieksplorasi dalam bongkahan-bongkahan besar, dan juga bongkahan- bongkahan kecil, biasanya disesuaikan dengan tujuan pembuatan bongkahan tersebut. Misalnya bongkahan untuk meja marmer bulat biasanya besar sekali, sampai dengan luasan 1,5 M X 1,5 M X 1,5 M .kalau untuk tujuan pembuatan bahan baku prasasti PNPM biasa hanya berukuran kecil sekitar 50X70X40 CM saja perbongkah.Yang terbesar biasanya adalah bahan baku untuk meja bilyard ukurannya mencapai 2,25 M X 1,5 M X 1,5 M, ini biasanya satu truk FUSO hanya muat satu dua bongkahan saja. Tingkat kesulitan yang tinggi akan berkembang jika faktor cuaca tidak mendukung, bisa saja kita membeli bongkahan marmer tanggal 5 Januari Misalnya, karena cuacanya hujan terus-terusan maka bahan baku baru bisa dikeluarkan dari hutan tanggal 10 Januari. Tahapan Penggergajian Setelah proses penambangan bahan , tahapan selanjutnya adalah penggergajian bahan. Penggergajian ini dilakukan disebuah pabrik khusus untuk menggergaji balokan dan bongkahan marmer tersebut menjadi bahan-bahan setengah jadi. Biasanya dalam penggergajian ini telah direncanakan untuk bahan kerajinan A, bahan kerajinan B , C, D dan seterusnya. Demikian juga untuk pembuatan dinding marmer dan lantai marmer, setelah direncanakan balokan dan sebelum masuk pabrik penggergajian ini . Tahapan Pemolesan marmer. Tahapan yang ketiga dalam proses pembuatan prasasti PNPM ini adalah pemolesan bahan, hal ini dimaksudkan agar bahan prasasti PNPM kita menjadi mengkilat dan siap dikerjakan. Proses ini juga dilakukan untuk menambal pori-pori marmer dengan bahan resin dan katalist, sehingga pori-pori atau bahkan lubang-lubang tersebut dapat tertutup rapi dan kelihatan seperti alami.Dalam rangkaian pemolesan ini juga dilakukan penutupan pori-pori belakang agar tampak rapi pula, meskipun biasanya banyak juga tukang poles yang mengabaikan hal ini, dan dibiarkan tetap terbuka lebar seandainya ada lubang. Tahapan Pengerjaan Prasasti Tahapan ini adalah tahapan akhir dari rangkaian panjang bagaimana pengrajin-pengrajin kami membuat sebuah prasasti.Dan tahapan ini memerlukan keahlian khusus dalam pengerjaannya, biasanya dilakukan oleh tukang pahat atau Tukang Letter. Para pengrajian dan pekerja telah memiliki tradisi turun temurun tentang pengolahan batu-batuan marmer. Tradisi pengolahan marmer Tulungagung adalah tradisi marmer yang tertua di Indonesia, sehingga jika anda berada dikawasan sebuah pabrik marmer , diluar Jawa sekalipun, Tulungagung sudah sangat terkenal.

13

Anda mungkin juga menyukai