Anda di halaman 1dari 68

Dehidrasi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari

Dehydration
Klasifikasi dan bahan-bahan eksternal ICD-10 E86 ICD-9 276.5

Dehidrasi adalah gangguan dalam keseimbangan cairan atau air pada tubuh. Hal ini terjadi karena pengeluaran air lebih banyak daripada pemasukan (misalnya minum). Gangguan kehilangan cairan tubuh ini disertai dengan gangguan keseimbangan zat elektrolit tubuh. Dehidarasi terjadi karena

kekurangan zat natrium; kekurangan air; kekurangan natrium dan air.

Dehidrasi terbagi dalam tiga jenis berdasarkan penurunan berat badan, yaitu Dehidrasi ringan (jika penurunan cairan tubuh 5 persen dari berat badan), dehidrasi sedang (jika penurunan cairan tubuh antara 5-10 persen dari berat badan), dan dehidrasi berat (jika penurunan cairan tubuh lebih dari 10 persen dari berat badan). Selain mengganggu keseimbangan tubuh, pada tingkat yang sudah sangat berat, dehidrasi bisa pula berujung pada penurunan kesadaran, koma, hingga meninggal dunia, atau tidak.

Dehidrasi
Posted in Info Penyakit on 20 Jun 2009 Cetak

Tubuh manusia sebagian besar terbentuk dari cairan, dengan prosentase hampir 75% dari total berat badan. Cairan ini terdistribusi sedemikian rupa sehingga mengisi hampir di setiap rongga yang ada pada tubuh manusia. Dehidrasi terjadi jika cairan yang dikeluarkan oleh tubuh melebihi cairan yang masuk. Namun karena mekanisme yang terdapat pada tubuh manusia sudah sangat unik dan dinamis maka tidak setiap kehilangan cairan akan menyebabkan tubuh dehidrasi. Dalam kondisi normal, kehilangan cairan dapat terjadi saat kita :

Bernafas Kondisi cuaca sekitar Berkeringat Buang air kecil dan buang air besar.

Sehingga setiap hari kita harus minum cukup air guna mengganti cairan yang hilang saat aktifitas normal tersebut. Untungnya, tubuh mempunyai mekanisme unik bila kekurangan cairan. Rasa haus akan serta merta muncul bila keseimbangan cairan dalam tubuh mulai terganggu. Tubuh akan menghasilkan hormon ADH guna mengurangi produksi kencing oleh ginjal. Tujuan akhir dari mekanisme ini adalah mengurangi sebanyak mungkin kehilangan cairan saat keseimbangan cairan tubuh terganggu. Apakah yang menyebabkan dehidrasi? Dehidari terjadi bila kehilangan cairan sangat besar sementara pemasukan cairan sangat kurang. Beberapa kondisi yang seringa menyebabkan dehidrasi antara lain :

Diare. Diare merupakan keadaan yang paling sering menyebabkan kehilangan cairan dalam jumlah besar. Di seluruh dunia, 4 juta anak anak mati setiap tahun karena dehidrasi akibat diare. Muntah. Muntah sering menyebabkan dehidrasi karena sangat sulit untuk menggantikan cairan yang keluar dengan cara minum. Berkeringat. Tubuh kehilangan banyak cairan saat berkeringat. Kondisi lingkungan yang panas akan menyebabkan tubuh berusaha mengatur suhu tubuh dengan mengeluarkan keringat. Bila keadaan ini berlangsung lama sementara pemasukan cairan kurang maka tubuh dapat jatuh ke dalam kondisi dehidrasi. Diabetes. Peningkatan kadar gula darah pada penderita diabetes atau kencing manis akan menyebabkan banyak gula dan air yang dikeluarkan melalui kencing sehingga penderita diabetes akan mengeluh sering kebelakang untuk kencing. Luka bakar. Penderita luka bakar dapat mengalami dehidrasi akibat keluarnya cairan berlebihan pada pada kulit yang rusak oleh luka bakar. Kesulitan minum. Orang yang mengalami kesulitan minum oleh karena suatu sebab rentan untuk jatuh ke kondisi dehidrasi.

Apakah gejala dan tanda dehidrasi? Respon awal tubuh terhadap dehidrasi antara lain : 1. Rasa haus untuk meningkatkan pemasukan cairan yang diikuti dengan 2. Penurunan produksi kencing untuk mengurangi seminimal mungkin cairan yang keluar. Air seni akan tampak lebih pekat dan berwarna gelap. Jika kondisi awal ini tidak tertanggulangi maka tubuh akan masuk ke kondisi selanjutnya yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Mulut kering. Berkurangnya air mata. Berkurangnya keringat. Kekakuan otot. Mual dan muntah. Kepala terasa ringan terutama saat berdiri.

Selanjutnya tubuh dapat jatuh ke kondisi dehidrasi berat yang gejalanya berupa gelisah dan lemah lalu koma dan kegagalan multi organ. Bila ini terjadi maka akan sangat sulit untuk menyembuhkan dan dapat berakibat fatal. Bagaimana mengobati dehidrasi? Prinsip utama pengobatan dehidrasi adalah penggantian cairan. Penggantian cairan ini dapat berupa banyak minum, bila minum gagal maka dilakukan pemasukan cairan melalui infus. Tapi yang utama disini adalah penggantian cairan sedapat mungkin dari minuman.

Keputusan menggunakan cairan infus sangat terggantung dari kondisi pasien berdasarkan pemeriksaan dokter. Keberhasilan penanganan dehidrasi dapat dilihat dari produksi kencing. Penggunaan obat obatan diperlukan untuk mengobati penyakit penyakit yang merupakan penyebab dari dehidrasi seperti diare, muntah dan lain lain. Dapatkah saya mengatasi dehidrasi di rumah? Dehidrasi dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Dehidrasi sangat mudah dikenali saat awal kejadian sehingga makin cepat dilakukan koreksi maka akan semakin baik hasil yang didapatkan. Koreksi yang paling cepat tentu dapat dilakukan di rumah. Beberapa langkah yang dapat dilakukan di rumah untuk mencegah terjadinya dehidrasi antara lain :

Penderita diare dan muntah muntah dapat diberikan pengobatan awal untuk mencegah kehilangan cairan yang lebih lanjut. Obat obatan ini terutama untuk mengurangi gejala yang terjadi. Obat penurun panas dapat diberikan untuk menurunkan suhu tubuh. Penderita diberikan minum sebanyak mungkin dengan cara bertahap namun frekuensinya ditingkatkan.

Jika dengan tindakan diatas, gejala dehidrasi tidak membaik atau bertambah buruk, segeralah menuju rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dapatkan dehidrasi dicegah? Dehidrasi dapat dicegah dengan melakukan beberapa upaya berikut :

Lingkungan. Dehidrasi yang disebabkan oleh faktor lingkungan sangat mungkin untuk dilakukan pencegahan. Jika memungkinkan, aturlah jadual kegiatan atau aktifitas fisik yang sesuai dengan kondisi lingkungan. Jangan melakukan aktifitas berlebihan pada siang hari. Olah raga. Orang yang berolah raga pada kondisi cuaca yang panas harus minum lebih banyak cairan. Umur. Umur muda dan tua sama beresikonya untuk mengalami dehidrasi.

Dehidrasi bukan kondisi yang tidak dapat dicegah namun bila terjadi dan tertangani dengan baik maka kondisi yang tidak diinginkan bisa dihindari.

Baca Juga :

Tanya Jawab Tentang Jerawat Pertolongan Pertama Pada Luka Bakar Leukemia Si Kanker Darah Kencing Manis? Ngeseks Pun Jadi Loyo

Ini Dia Penyebab Hipoglikemia Pada Penderita Kencing Manis

Follow @blogdokter di Twitter untuk mendapatkan informasi terkini tentang kesehatan Mau konsultasi gratis tentang artikel diatas? Silakan masuk disini Sampaikan komentar, kritik, saran anda disini Silakan berdiskusi tentang kesehatan disini : www.medisiana.web.id Share | Tags: berat badan, cairan, dehidrasi, diabetes, diare, ginjal, kencing, keringat, luka bakar, minum, muntah, penderita, penyakit, tubuh, urine

Fungsi Cairan Tubuh Manusia, Gejala Dehidrasi Dan Cara Mengatasi Kehilangan Cairan Tubuh
Sun, 06/04/2008 - 12:53am blackheart A. Peran / Manfaat / Kegunaan / Fungsi Cairan Tubuh Manusia Air merupakan bagian terbesar dari komposisi tubuh manusia. Hampir semua reaksi di dalam tubuh manusia memerlukan cairan. Agar metabolisme tubuh berjalan dengan baik, dibutuhkan masukan cairan setiap hari untuk menggantikan cairan yang hilang. Fungsi cairan tubuh antara lain : 1- Mengatur suhu tubuh Bila kekurangan air, suhu tubuh akan menjadi panas dan naik. 2- Melancarkan peredaran darah Jika tubuh kita kurang cairan, maka darah akan mengental. Hal ini disebabkan cairan dalam darah tersedot untuk kebutuhan dalam tubuh. Proses tersebut akan berpengaruh pada kinerja otak dan jantung.

3- Membuang racun dan sisa makanan Tersedianya cairan tubuh yang cukup dapat membantu mengeluarkan racun dalam tubuh. Air membersihkan racun dalam tubuh melalui keringat, air seni, dan pernafasan. 4- Kulit Air sangat penting untuk mengatur struktur dan fungsi kulit. Kecukupan air dalam tubuh berguna untuk menjaga kelembaban, kelembutan, dan elastisitas kulit akibat pengaruh suhu udara dari luar tubuh. 5- Pencernaan Peran air dalam proses pencernaan untuk mengangkut nutrisi dan oksigen melalui darah untuk segera dikirim ke sel-sel tubuh. Konsumsi air yang cukup akan membantu kerja sistem pencernaan di dalam usus besar karena gerakan usus menjadi lebih lancar, sehingga feses pun keluar dengan lancar. 6- Pernafasan Paru-paru memerlukan air untuk pernafasan karena paru-paru harus basah dalam bekerja memasukkan oksigen ke sel tubuh dan memompa karbondioksida keluar tubuh. Hal ini dapat dilihat apabila kita menghembuskan nafas ke kaca, maka akan terlihat cairan berupa embun dari nafas yang dihembuskan pada kaca. 7- Sendi dan otot Cairan tubuh melindungi dan melumasi gerakan pada sendi dan otot. Otot tubuh akan mengempis apabila tubuh kekurangan cairan. Oleh sebab itu, perlu minum air dengan cukup selama beraktivitas untuk meminimalisir resiko kejang otot dan kelelahan. 8- Pemulihan penyakit Air mendukung proses pemulihan ketika sakit karena asupan air yang memadai berfungsi untuk menggantikan cairan tubuh yang terbuang. B. Hilangnya Cairan Tubuh Manusia Kehilangan cairan tubuh dapat bersifat : a. Normal Hal tersebut terjadi akibat pemaakaian energi tubuh. Kehilangan cairan sebesar 1 ml terjadi pada pemakaian kalori sebesar 1 kal. b. Abnormal Terjadi karena berbagai penyakit atau keadaan lingkungan seperti suhu lingkungan yang terlalu tinggi atau rendah. Pengeluaran cairan yang banyak dari dalam tubuh tanpa diimbangi pemasukkan cairan yang memadai dapat berakibat dehidrasi.

Dehidrasi adalah keadaan dimana tubuh kehilangan cairan elektrolit yang sangat dibutuhkan organ-organ tubuh untuk bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Saat dehidrasi, tubuh dengan terpaksa menyedot cairan baik dari darah maupun organorgan tubuh lainnya. C. Gejala Dehidrasi Berikut ini adalah berbagai gejala dehidrasi sesuai tingkatannya : - Dehidrasi ringan Muka memerah Rasa sangat haus Kulit kering dan pecah-pecah Volume urine berkurang dengan warna lebih gelap dari biasanya Pusing dan lemah Kram otot terutama pada kaki dan tangan Kelenjar air mata berkurang kelembabannya Sering mengantuk Mulut dan lidah kering dan air liur berkurang - Dehidrasi sedang Tekanan darah menurun Pingsan Kontraksi kuat pada otot lengan, kaki, perut, dan punggung Kejang Perut kembung Gagal jantung Ubun-ubun cekung Denyut nadi cepat dan lemah - Dehidrasi Berat Kesadaran berkurang Tidak buang air kecil Tangan dan kaki menjadi dingin dan lembab Denyut nadi semakin cepat dan lemah hingga tidak teraba Tekanan darah menurun drastis hingga tidak dapat diukur Ujung kuku, mulut, dan lidah berwarna kebiruan D. Mengembalikan Cairan Tubuh Yang Hilang Untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang, kita harus banyak minum minimal 8 gelas ( 2 liter ) air setiap hari yang bisa didapat dari :

- Air putih yang higienis/air mineral Air putih mengandung beberapa zat penting untuk tubuh seperti oksigen, magnesium, sulfur, dan klorida. - Air berion Air berion tidak hanya menghilangkan dahaga melainkan juga berfungsi sebagai sumber energi seperti halnya karbohidrat, lipid, dan protein. Air berion bekerja sebagai perantara dalam reaksi-reaksi biokimia dan berperan dalam proses metabolisme tubuh sehingga dapat mengembalikan kesegaran otot tubuh setelah beraktivitas mengeluarkan keringat dengan cepat. - Jus buah Selain rasanya nikmat dan segar, jus buah mengandung beragam vitamin dan mineral yang menyehatkan. Menurut penelitian, jus jambu biji mengandung vitamin C sebanyak 3-6 kali lebih tinggi dibandingkan jus jeruk, 10 kali lebih tinggi dibandingkan pepaya, dan 10-30 kali lebih tinggi dibanding pisang. Namun, atlet kurang disarankan meminum jus buah saat berolahraga karena cairan padatnya tidak mudah terserap tubuh. Jadi, sebelum Anda bermasalah dengan cairan tubuh, jagalah kadar air dalam tubuh Anda. http://organisasi.org/fungsi-cairan-tubuh-manusia-gejala-dehidrasi-dan-cara-mengatasikehilangan-cairan-tubuh

Diagnosa Diare dan Klasifikasi Dehidrasi

Diagnosa Diare
Diagnosa diare ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Amati konsistensi tinja dan frekuensi buang air besar bayi atau balita. Jika tinja encer dengan frekuensi buang air besar 3 kali atau lebih dalam sehari, maka bayi atau balita tersebut menderita diare. Pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk mengetahui kadar elektrolit dan jumlah sel darah putih. Namun, untuk mengetahui organisme penyebab diare, perlu dilakukan pembiakan terhadap contoh tinja.

Klasifikasi Dehidrasi
Berdasarkan klasifikasi dehidrasi WHO, maka dehidrasi dibagi tiga menjadi dehidrasi ringan, sedang, atau berat. 1. Dehidrasi Ringan Tidak ada keluhan atau gejala yang mencolok. Tandanya anak terlihat agak lesu, haus, dan agak rewel. 2. Dehidrasi Sedang Tandanya ditemukan 2 gejala atau lebih gejala berikut:

Gelisah, cengeng Kehausan Mata cekung Kulit keriput, misalnya kita cubit kulit dinding perut, kulit tidak segera kembali ke posisi semula.

3. Dehidrasi berat Tandanya ditemukan 2 atau lebih gejala berikut:


Berak cair terus-menerus Muntah terus-menerus Kesadaran menurun, lemas luar biasa dan terus mengantuk Tidak bisa minum, tidak mau makan Mata cekung, bibir kering dan biru Cubitan kulit baru kembali setelah lebih dari 2 detik Tidak kencing 6 jam atau lebih/frekuensi buang air kecil berkurang/kurang dari 6 popok/hari. Kadang-kadang dengan kejang dan panas tinggi

http://medicastore.com/diare/diagnosa_diare.htm

Dehidrasi dan Rehidrasi


Kehilangan 2% cairan tubuh akan menurunkan konsentrasi. Be 100%! Beserta iklan-iklan lain, mereka menyerukan rehidrasi optimal menggunakan produk yang ditawarkan. Dari orang kantoran, mbak-mbak yang sedang shopping, sampai masmas yang sedang main golf -bahkan yang mau tidur- semua diancam dehidrasi. Semudah itukah kita mengalami dehidrasi? Secara ringkas, dehidrasi adalah keadaan ketika air yang keluar lebih banyak daripada yang masuk ke tubuh. Dehidrasi ringan -sebanyak 1-2% berat tubuh- memberi tanda berupa:

Sangat haus Mengantuk atau merasa sangat lelah. Bila terjadi pada anak-anak, mereka menjadi tidak seaktif biasanya Mulut kering Menurunnya frekuensi berkemih (8 jam atau lebih tanpa kencing) Lemah otot Sakit kepala Pusing atau tubuh terasa ringan (lightheadedness)

Sedangkan dehidrasi berat -kehilangan cairan sebanyak 9-15% berat tubuh- adalah kondisi darurat medis dan dapat mengancam jiwa, dengan ciri seperti dehidrasi ringan ditambah:

Gelisah, bingung (confusion) atau mengantuk Mulut, kulit, dan membran lendir (misal pada mata) yang sangat kering Tidak/kurang berkeringat Sedikit atau tidak berkemih, dan urin yang keluar berwarna gelap (tidak kuning samar atau jernih tak berwarna seperti seharusnya) Mata cekung Kulit kering dan berkurang kekenyalannya (tidak kembali bila dicubit) Pada bayi, ubun-ubunnya bila diraba akan terasa cekung

Tekanan darah rendah Detak jantung cepat Demam Pada kasus dehidrasi serius, terjadi hilangnya kesadaran

Keadaan tertentu dapat menyebabkan usaha pemasukan dan ketersediaan cairan tubuh tidak berimbang dengan kecepatan keluarnya cairan, misalnya pada saat:

Diare Berolahraga Demam Sangat sering berkemih (misalnya penderita diabetes mellitus dan pengguna obat diuretik yang tidak terkontrol dengan baik) Berada dalam penerbangan dalam waktu lama Iklim panas dan lembap Mengalami luka bakar

Sedangkan orang-orang tertentu memiliki resiko yang lebih tinggi, misalnya:


Bayi dan anak-anak Orang berusia lanjut Atlit dengan olahraga yang bersifat enduransi (maraton, triathlon, memanjat gunung, turnamen bersepeda macam Tour de France, dan semacamnya) Menderita penyakit kronis, misalnya penyakit ginjal, pecandu alkohol, kelainan kelenjar adrenal, bahkan yang sedang menderita selesma (cold) Yang tinggal di dataran tinggi (lebih dari 3000 meter di atas permukaan laut)

Kapan kita harus mencari pertolongan medis? Ketika terjadi:


Diare akut yang parah, dengan atau tanpa muntah dan demam Muntah berkali-kali dalam waktu 12 jam Diare berat selama 5 hari atau lebih Gelisah dan sangat mengantuk Terjadi gejala dehidrasi sedang atau berat

Perawatan bagi penderita dehidrasi (bayi dan anak-anak) yaitu:


Minumkan cairan rehidrasi oral (oralit atau pedialite). Baca petunjuk penggunaan, dan jangan diminumkan sekaligus karena bisa memicu muntah. Tetap diberi ASI Hindari makanan dan minuman tertentu, misalnya kuah yang asin, susu (terutama yang dididihkan), soda, sari buah, atau gelatin. Cairan terbaik adalah yang berjudul larutan rehidrasi oral, bukan sports drinks dan sebangsanya, sebab mereka mengganti cairan yang terbuang akibat keringat dan bukan diare serta muntah-muntah.

Sedangkan perawatan bagi orang dewasa (dengan kasus dehidrasi ringan hingga sedang) adalah dengan minum air putih lebih banyak. The operative word is WATER. AIR PUTIH. Kopi, teh, dan minuman yang mengandung kafein dapat memperburuk dehidrasi, sedangkan sari buah (fruit juice) dan soda dapat memperparah diare. Tidak semudah itu manusia normal mengalami dehidrasi yang membutuhkan perhatian khusus dan memberi gejala selain haus dan lemas. Tak perlu paranoid dan khawatir berlebihan. Walaupun demikian, orang-orang yang beresiko lebih tinggi tentu lebih baik waspada. Yang paling aman tentu saja dengan mencegah terjadinya dehidrasi. Cara terbaik untuk menghindari dehidrasi adalah dengan USAHA SADAR dalam menjaga tubuh tetap diberi asupan cairan yang memadai. Ingatkan diri untuk minum. Air putih adalah pilihan utama. Bukan minuman isotonik dan kawan-kawannya. Topik bahasan ini dapat meluas pada diare (versus konstipasi), jenis-jenis minuman elektrolit, kebutuhan asupan cairan, atau yang muncul di pertanyaan dalam komentar anda. Tapi sabar ya, satu-satu

The Causes of Dehydration


There are many things that can cause dehydration, the most common are vomiting, diarrhea, blood loss, malnutrition, and plain old failure to replenish liquids lost from sweating and urination (Not drinking enough water). Many illnesses and diseases can trigger acute dehydration due to the increased body temperature and sweating that usually occur. This is why your doctor tells you to drink plenty of fluids when you are ill. Your body uses fluids to expel toxins as well as to keep your system flexible, lubricated and running smoothly. For a more complete list of causes, visit the Wikipedia link in the dehydration information section.

The Signs and Symptoms of Dehydration


Symptoms of dehydration usually begin with thirst and progress to more alarming manifestations as the need for water becomes more dire. The initial signs and symptoms of mild dehydration in adults appear when the body has lost about 2% of it's total fluid. These mild dehydration symptoms are often (but not limited to):

Thirst Loss of Appetite Dry Skin Skin Flushing

Dark Colored Urine Dry Mouth fatigue or Weakness Chills Head Rushes

If the dehydration is allowed to continue unabated, when the total fluid loss reaches 5% the following effects of dehydration are normally experienced:

Increased heart rate Increased respiration Decreased sweating Decreased urination Increased body temperature Extreme fatigue Muscle cramps Headaches Nausea Tingling of the limbs

When the body reaches 10% fluid loss emergency help is needed IMMEDIATELY! 10% fluid loss and above is often fatal! Symptoms of severe dehydration include:

Muscle spasms Vomiting Racing pulse Shriveled skin Dim vision Painful urination Confusion Difficulty breathing Seizures Chest and Abdominal pain unconsciousness

Be aware that these are not the only symptoms of severe dehydration that may manifest in response to dehydration, these are simply the most common. Symptoms of dehydration will differ from person to person because the body is a complex network of systems and everyone's body is different. When these systems are disturbed due to loss of fluids there will be several common symptoms shared by most bodies, but there may also be unusual or unexpected responses depending on the particular person in question. Age also plays a part in the manifestation of symptoms. Signs of dehydration in a child will not be the same as those experienced by a teenager, adult or in the elderly. Dehydration prevention is the best treatment for every age group. heatstroke is always around the corner.

Treatment for Dehydration


If dehydration is the removal of water from an object, then the treatment of dehydration to reverse its effects would logically be rehydration. When a person becomes dehydrated they have also lost electrolytes so it is very important to replenish them along with the water. The type of electrolytes needed for rehydration are sodium and potassium salts usually found in sports drinks like Gatorade and pediatric formulas like Pedialite. Electrolytes are needed for electro-chemical reactions within cells. A lack of electrolytes in the body can interfere with the chemical reactions needed for healthy cell operation and is known as water intoxication. This can become a serious condition and has lead to death in extreme cases. If a person is showing minor symptoms give them plenty of water and let them drink it very slowly, in small sips. Electrolytes are also important to replace. Electrolytes can be readily had from Gatorade or Pedialite. They are also found in salty foods but eating any food while dehydrated will only dehydrate the body more since fluids are required for digestion. If Gatorade or Pedialite are not available, slowly replenish the body's liquids with water and follow that up after symptoms have subsided with a small salty snack or a very light meal. If a person is showing some of the more severe symptoms of dehydration as listed above, call an ambulance immediately. He or she may be past the point where ingestion of the proper fluids will help; get them medical attention immediately.

Prevention of Dehydration
The average person loses between two and three litres of water a day through the breath, sweat, and urine. This number can increase or decrease based on the types of activities that a person engages in. Heavy exercise can cause a body to lose more than 2 litres an hour! To prevent dehydration you simply need to replenish the liquids that are lost throughout the day. Many resources and sites will tell you to drink 8 glasses of water a day, or give you a set number of litres to drink but the honest truth is that every BODY is different and only you will know how much your BODY needs. Only YOU can know how much water YOU need to be at your best. Thats right, WATER. Not soda, not juice, not sugar-drinks. Pay attention to your fluid loss and take special care to replenish it as it is being lost. By the time you feel thirsty you are already dehydrated - you want to avoid becoming thirsty in the first place. Pay attention to the color of your urine, dark urine is usually an indicator that you are dehydrated. Drink more water, especially infants, children and the elderly. http://www.symptomsofdehydration.com/

KLASIFIKASI DEHIDRASI MENURUT MAURICE KINGS SCORE KLASIFIKASI DEHIDRASI MENURUT MAURICE KINGS SCORE
Tingkat Score KU Turgor Mata Nafas Mulut Nadi Total Ringan 5% 1 Sehat Normal Normal 20 30 Normal Kuat > 120 6 Sedang 8 % 2 gelisah/apatis Turun Cekung 30 40 Kering 120 - 140 7 - 13 Berat > 10 % 3 ngigau,koma,syok Sangat turun Sangat cekung 40 60 kering biru 14 > 13

Diposkan oleh erwin nirwanto di 12/21/2009 09:19:00 AM Label: medis http://erwin234.blogspot.com/2009/12/klasifikasi-dehidrasi-menurut-maurice.html

Selasa, 01 Januari 2008


DEHIDRASI, KEHILANGAN BANYAK CAIRAN, HATI-HATI .....LOH?

DEHIDRASI PENGERTIAN Dehidrasi adalah berkurangnya cairan tubuh total, dapat berupa hilangnya air lebih banyak dari natrium (dehidrasi hipertonik), atau hilangnya air dan natrium dalam jumlah yang sama (dehidrasi isotonik), atau hilangnya natrium yang lebih banyak dari pada air (dehidrasi hipotonik). Dehidrasi hipertonik ditandai dengan tingginya kadar natrium serum (lebih dari 145 mmol/liter) dan peningkatan osmolalitas efektif serum (lebih dari 285 mosmol/liter). Dehidrasi isotonik ditandai dengan normalnya kadar natrium serum (135-145 mmol/liter) dan osmolalitas efektif serum (270-285 mosmol/liter). Dehidrasi hipotonik ditandai dengan rendahnya kadar natrium serum (kurang dari 135 mmol/liter) dan osmolalitas efektif serum (kurang dari 270 mosmol/liter. Penting diketahui perubahan fisiologi pada usia lanjut. Secara umum, terjadi penurunan kemampuan homeostatik seiring dengan bertambahnya usia. Secara khusus, terjadi

penurunan respons rasa haus terhadap kondisi hipovolemik dan hiperosmolaritas. Disamping itu juga terjadi penurunan laju filtrasi glomerulus, kemampuan fungsi konsentrasi ginjal, renin, aldosteron, dan penurunan respons ginjal terhadap vasopresin. DIAGNOSIS Gejala dan tanda klinis dehidrasi pada usia lanjut tak jelas, bahkan bisa tidak ada sama sekali. Gejala klasik dehidrasi seperti rasa haus, lidah kering, penurunan turgordan mata cekung sering tidak jelas. Gejala klinis paling spesifik yang dapat dievaluasi adalah penurunan berat badan akut lebih dari 3%. Tanda klinnis obyektif lainya yang dapat membantu mengindentifikasi kondisi dehidrasi adalah hipotensi ortostatik. Berdasarkan studi di Divisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, bila ditemukan aksila lembab/basah, suhu tubuh meningkat dari suhu basal, diuresis berkurang, berat jenis (bj) urin lebih dari atau sama dengan 1,019 (tanpa adanya glukosuria dan proteinuria), serta rasio blood urea nitrogen/kreatinin lebih dari atau sama dengan 16,9 (tanpaadanya perdarahan aktif saluran cerna) maka kemungkinan terdapat dehidrasi pada usia lanjut adalah 81%. Kriteria ini dapat dipakai dengan syarat: tidak menggunakan obat obat sitostatik, tidak ada perdarahan saluran cerna, dan tidak ada kondisi overload (gagal jantung kongensif, sirosis hepatis dengan hipertensi portal, penyakit ginjal kronik stadium terminal, sindrom nefrotik). Defisit cairan (litar) = cairan badan total (CBT) yang diinginkan CBT saat ini CBT yang diinginkan = kadar na serum X CBT saat ini 140 CBT saat ini (pria) = 50% X berat badan (kg) CBT saat ini (perempuan) = 45% berat badan (kg) jenis cairan kristaloid yang digunakan untuk rehidrasi tergantung dari jenis dehidrasinya. Pada dehidrasi isotonik dapat diberikan cairan Na Cl 0,9% atau dekstrosa 5 % dengan kecepatan 25 30 % dari defisit cairan total per hari. Pada dehidrasi hipertonik cairan NaCl 0,45%. Dehidrasi hipotonik ditatalaksana dengan mengatasi penyebab yang mendasari, penambahan diet natrium, dan bila perlu pemberian cairan hipertonik. KOMPLIKASI Gagal ginjal, sindrom delirium akut PROGNOSIS Dubia ad bonam WEWENANG Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Geriatri UNIT YANG MENANGANI Devisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam UNIT TERKAIT Divisi di Departemen Ilmu Penyakit Dalam yang terkait dengan keterlibatan etiologi dehidrasi, Bidang Keperawatan http://drlizakedokteran.blogspot.com/2008/01/dehidrasi-kehilangan-banyak-cairanhati.html

Diare

Penyebab Diare dan Gejala Diare


Penyebab Diare Diare bukanlah penyakit yang datang dengan sendirinya. Biasanya ada yang menjadi pemicu terjadinya diare. Secara umum, berikut ini beberapa penyebab diare, yaitu: 1. Infeksi oleh bakteri, virus atau parasit. 2. Alergi terhadap makanan atau obat tertentu. 3. Infeksi oleh bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain seperti: Campak, Infeksi telinga, Infeksi tenggorokan, Malaria, dll. 4. Pemanis buatan Berdasar metaanalisis di seluruh dunia, setiap anak minimal mengalami diare satu kali setiap tahun. Dari setiap lima pasien anak yang datang karena diare, satu di antaranya akibat rotavirus. Kemudian, dari 60 anak yang dirawat di rumah sakit akibat diare satu di antaranya juga karena rotavirus. Di Indonesia, sebagian besar diare pada bayi dan anak disebabkan oleh infeksi rotavirus. Bakteri dan parasit juga dapat menyebabkan diare. Organisme-organisme ini mengganggu proses penyerapan makanan di usus halus. Dampaknya makanan tidak dicerna kemudian segera masuk ke usus besar. Makanan yang tidak dicerna dan tidak diserap usus akan menarik air dari dinding usus. Di lain pihak, pada keadaan ini proses transit di usus menjadi sangat singkat sehingga air tidak sempat diserap oleh usus besar. Hal inilah yang menyebabkan tinja berair pada diare. Sebenarnya usus besar tidak hanya mengeluarkan air secara berlebihan tapi juga elektrolit. Kehilangan cairan dan elektrolit melalui diare ini kemudian dapat menimbulkan dehidrasi. Dehidrasi inilah yang mengancam jiwa penderita diare. Selain karena rotavirus, diare juga bisa terjadi akibat kurang gizi,

http://rumahherbalmadu.com/?gmt=20&idz=Diare

Saat Anak Dehidrasi


Dibandingkan orang dewasa, bayi dan balita lebih rentan mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Jika tidak mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat, anak yang mengalami dehidrasi akan mengalami berbagai kerusakan organ tubuh serta mengalami syok yang dapat berujung pada kematian. Ngeri bukan?

Penyebab dehidrasi Diare atau Muntaber Pada saat mengalami diare atau muntaber, anak kerap kehilangan nafsu makan dan seringkali tidak mau minum. Akibatnya, cairan yang masuk dan keluar dari tubuh tidak seimbang. Tak hanya itu, sejumlah mineral penting, seperti sodium, potasium, dan klorida juga ikut terbuang.

Pneumonia Bayi atau balita yang mengalami pneumonia atau radang paru-paru biasanya mengalami demam tinggi dan napas terengah-engah. Hal ini akan membuat cairan, berupa uap air, yang keluar dari paru-paru juga meningkat. Penanganan yang terlambat atau tidak tepat bisa mengakibatkan dehidrasi.

Kurang makan dan minum Kondisi ini jarang terjadi, pasalnya kalau lapar atau haus umumnya bayi akan menangis minta makan atau minum. Namun mungkin saja saat anak sedang sakit, ia kehilangan nafsu makan dan minum. Jika hal ini terjadi selama 3 - 5 hari maka dehidrasi bisa terjadi.

Gejala Jeli mengenali gejala dehidrasi pada anak, baik yang ringan, sedang maupun yang berat bisa membantu si kecil Anda terhindar dari akibat yang fatal. Berikut gejalanya: Gejala dehidrasi ringan hingga sedang Segera waspadai jika anak menangis tapi air mata.

Mulut dan bibir kering. Jika tubuh kekurangan cairan hampir seluruh tubuh akan menjadi kering. Kondisi ini biasanya ditandai bagian mulut dan bibir yang kering. Penurunan berat badan. Waspadalah jika berat badan bayi turun sampai 5% dari berat badan asalnya. Lihat ubun-ubunnya. Bila cekung, atau lebih cekung dari biasanya waspadai mungkin ia sedang mengalami dehidrasi. Jarang buang air kecil (BAK). Waspadai jika air seni yang keluar sangat sedikit dan berwarna gelap. Normalnya, bayi buang BAK di atas 3cc/kg BB setiap jamnya. Mata bayi tampak cekung dan seakan terbenam. Tidak bergairah, lemas dan selalu mengantuk, seperti; hanya tergolek di tempat tidur tanpa aktivitas yang berarti. Kulit tampak pucat, kering dan tidak elastis. Untuk lebih memastikan cobalah mencubit kulit bayi secara perlahan. Bayi yang mengalami dehidrasi, setelah dicubit, kulitnya tidak akan cepat kembali normal. Demam. Terjadi peningkatan suhu tubuh sampai 38 derajat celcius bahkan lebih.

Gejala dehidrasi berat Kesadaran si kecil menurun, napas jadi cepat dan denyut jantung meningkat.

Hilang kesadaran. Hal ini karena cairan yang sangat dibutuhkan untuk metabolisme tubuh berkurang, maka seluruh sistem kerja organ tubuh menjadi terganggu dan otak tidak berfungsi secara sempurna. Pengeluaran cairan makin tidak sebanding dengan kebutuhan tubuh, yakni bisa mencapai 200-250 cc/kg BB dalam sehari. Kondisi ini membuat berat badan si kecil turun secara drastis, yaitu lebih dari 10 persen BB asalnya.

Solusi dan penanganan Inilah langkah yang dapat dilakukan saat menemukan gejala dehidrasi pada bayi: Sebagai pertolongan pertama, berikan banyak cairan pada anak. Boleh berupa seperti teh manis hangat atau sup. Begitu juga cara tradisional berupa pemberian air tajin (air rebusan beras). Berdasarkan penelitian, air tajin mengandung glukosa polimer, yaitu gula yang mudah diserap dan dicerna tubuh. Protein poliglukosa yang dikandung dalam tepung tajin pun dapat membuat feses lebih padat. Jangan memberikan air putih saja untuk si kecil yang sedang muntah, diare atau

dehidrasi. Karena air putih tidak mengandung elektrolit yang diperlukan tubuh saat dehidrasi terjadi, dan ini bisa membahayakan khususnya untuk si kecil. Jangan memberikan cairan yang manis, seperti; sari buah saat diare, karena akan memperburuk kondisi diare anak. Berikan oralit dengan takaran yang tepat. Misalnya, 1 sachet kecil dicampur 200 gr air putih. Tanpa takaran akurat, oralit justru membahayakan karena kandungan garamnya yang masih kental dikhawatirkan akan meningkatkan dehidrasi. Pasalnya garam yang pekat akan "menyerap" air dari sel-sel tubuh. Jika gejala dehidrasi terlihat semakin berat, segera bawa anak ke dokter atau rumah sakit terdekat. Saat ini penanganan yang paling tepat adalah pemberian cairan melalui infus, sebelum keadaannya menjadi semakin tidak teratasi.

http://www.conectique.com/tips_solution/parenting/health/article.php?article_id=4850

Kenali Penyebab Dehidrasi Pada Bayi


Ada beberapa gangguan kesehatan yang sering dialami bayi. Salah satunya, dehidrasi atau kekurangan cairan. Jadi, kenali gejala dan cara tepat mengatasinya Ada beberapa gangguan kesehatan yang sering dialami bayi. Salah satunya, dehidrasi atau kekurangan cairan. Jadi, kenali gejala dehidrasi dan cara tepat untuk mengatasinya. Umumnya, balita mengalami dehidrasi karena kurang minum atau kurang banyak cairan yang dimasukkan ke dalam tubuh mungilnya. Bisa jadi, ini akibat bayi terlalu asyik bermain sehingga lupa untuk minum. Disamping kurang cairan, ada juga penyebab lain terjadinya dehidrasi pada bayi, diantaranya: Flu atau pilek. Dehidrasi bisa terjadi pada saat bayi sedang sakit flu atau pilek. Walaupun tidak muntah dan tidak sering pipis, dia akan tetap merasa lemas

seperti orang kelaparan dan kehausan. Biasanya, hal ini terjadi karena dia menolak untuk makan atau minum. Kelelahan, sekalipun bayi Anda tidak terlalu banyak bermain dan cukup tidur. Ini terjadi akibat banyaknya keringat atau energi yang keluar. Terinfeksi virus penyebab muntah dan diare. Walaupun bayi Anda tidak bolakbalik pipis, cukup tidur, dan tidak kelelahan bermain, dia bisa saja mengalami dehidrasi akibat muntah-muntah dan diare yang dialaminya.

http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Gizi+dan+Kesehatan/Kelahiran/kenali.penyebab.deh idrasi.pada.bayi/001/001/494/7/3

Dehidrasi DEFINISI Dehidrasi adalah kekurangan cairan tubuh. Beberapa mekanisme bekerja sama untuk mempertahankan keseimbangan cairan dalam tubuh. Salah satu yang terpenting adalah mekanisme haus. Jika tubuh memerlukan lebih banyak air, maka pusat saraf di otak dirangsang sehingga timbul rasa haus. Rasa haus akan bertambah kuat jika kebutuhan tubuh akan air meningkat, mendorong seseorang untuk minum dan memenuhi kebutuhannya akan cairan. Mekanisme lainnya untuk mengendalikan jumlah cairan dalam tubuh melibatkan kelenjar hipofisa di dasar otak. Jika tubuh kekurangan air, kelenjar hipofisa akan mengeluarkan suatu zat ke dalam aliran darah yang disebut hormon antidiuretik. Hormon antidiuretik merangsang ginjal untuk menahan air sebanyak mungkin. Jika tubuh kekurangan air, ginjal akan menahan air yang secara otomatis dipindahkan dari cadangan dalam sel ke dalam aliran darah untuk mempertahankan volume darah dan tekanan darah, sampai cairan dapat digantikan melalui penambahan asupan cairan. Jika tubuh kelebihan air, rasa haus ditekan dan kelenjar hipofisa hanya menghasilkan sedikit hormon antidiuretik, yang memungkinkan ginjal untuk membuang kelebihan air melalui air kemih.

PENYEBAB Dehidrasi terjadi bila pengeluaran cairan tubuh lebih besar dibandingkan asupannya. Kekurangan cairan biasanya menyebabkan kadar kalsium dalam darah meningkat. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi: # Muntah # Diare # Penggunaan diuretik (obat yang menyebabkan ginjal mengeluarkan sejumlah besar air dan garam) # Panas yang berlebihan # Demam # Berkurangnya asupan cairan karena berbagai alasan. Penyakit tertentu seperti diabetes melitus (kencing manis), diabetes insipidus dan penyakit Addison dapat menyebabkan dehidrasi karena hilangnya cairan yang berlebihan. GEJALA Pada awalnya, dehidrasi merangsang pusat haus di otak, menyebabkan penderita minum lebih banyak air. Bila asupan cairan tidak dapat mengimbangi pengeluarannya, dehidrasi akan menjadi lebih berat. Jumlah keringat akan berkurang dan hanya sedikit menghasilkan air kemih. Air akan berpindah dari cadangan dalam sel ke dalam aliran darah. Bila dehidrasi berlangsung terus menerus, jaringan tubuh mulai mengering. Sel-sel mulai mengkerut dan mengalami gangguan fungsi. Sel-sel otak merupakan sel yang paling mudah terkena dehidrasi sehingga salah satu dari pertanda utama terjadinya dehidrasi yang berat adalah kekacauan mental yang dapat berlanjut menjadi koma. Selain air, dehidrasi juga menyebabkan hilangnya elektrolit dari tubuh, terutama natrium dan kalium. Karena itu dehidrasi sering disertai dengan kekurangan elektrolit. Jika terjadi kekurangan elektrolit, air tidak dapat berpindah dari cadangannya di dalam sel ke dalam darah. Sehingga jumlah air dalam aliran darah berkurang. Tekanan darah dapat menurun, menyebabkan perasaan melayang atau seakan-akan hendak pingsan, terutama jika sedang berdiri (hipotensi ortostatik). Jika kehilangan air dan elektrolit terus berlanjut, tekanan darah bisa turun sangat rendah, menyebabkan syok dan kerusakan yang berat pada berbagai organ dalam, seperti ginjal,

hati dan otak. DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan gejala-gejalanya. PENGOBATAN Untuk dehidrasi ringan, yang diperlukan hanya minum air putih biasa. Tetapi jika terjadi kehilangan air dan elektrolit, garam juga harus diberikan, terutama natrium dan kalium. Minuman yang diperjualbelikan (misalnya Gatorade), telah diracik sedemikian rupa untuk menggantikan garam (elektrolit) yang hilang setelah melakukan latihan berat. Minuman ini juga bisa digunakan untuk mencegah dehidrasi atau untuk mengobati dehidrasi ringan. Hal ini juga bisa diatasi dengan minum sejumlah cairan dan mengkonsumsi sedikit garam selama atau setelah latihan. Orang-orang yang memiliki masalah jantung atau ginjal, harus terlebih dulu melakukan konsultasi dengan dokternya mengenai penggantian cairan yang aman sebelum melakukan latihan. Bila tekanan darah sangat menurun sehingga terjadi syok, untuk mengatasinya biasanya diberikan larutan yang mengandung natrium klorida intravena. Pada awalnya cairan intravena diberikan dengan cepat dan kemudian diperlambat sejalan dengan perbaikan keadaan fisik penderita. Penyebab yang mendasari dehidrasi selalu diatasi. Misalnya bila seseorang menderita diare, selain diberikan cairan pengganti juga diberikan obat untuk mengobati atau menghentikan diare. Jika ginjal terlalu banyak mengeluarkan air karena terjadi kekurangan hormon antidiuretik (seperti yang bisa terjadi pada penderita diabetes insipidus), diberikan pengobatan hormon antidiuretik jangka panjang. Jika penyebab dehidrasi berhasil diatasi, dilakukan pemantauan terhadap penderita untuk memastikan asupan cairan per-oralnya cukup untuk mempertahan hidrasi. Apotik online dan media informasi obat - penyakit :: m e d i c a s t o r e . c o m

Fluids & Electrolytes


Rate This Gejala dehidrasi : 1. Kehilangan berat badan 1 Tidak ada dehidrasi, bila terjadi penurunan berat badan 2% Dehidrasi ringan, bila terjadi penurunan berat badan 2-5% Dehidrasi sedang, bila terjadi penurunan berat badan 5-10% Dehidrasi berat, bila terjadi penurunan berat badan lebih dari 10% 1. Menurut skor Maurice King 1,4,6 Bagian tubuh yang0 diperiksa Keadaan Umum Sehat Turgor Mata Normal Normal 1 2

Ubun-Ubun Besar Normal Mulut Normal

Denyut Nadi/menit <120x/menit

Gelisah, Mengigau, koma, cengeng, apatis,syok ngantuk Sangat kurang Sedikit kurang Sangat cekung Sedikit cekung Sangat cekung Sedikit cekung Kering dan Kering sianosis 120-140/menit >140x/menit : Dehidrasi ringan : Dehidrasi Sedang : Dehidrasi berat

Jika mendapat nilai 0-2 Jika mendapat nilai 3-6 Jika mendapat nilai 7-12

Pada anak-anak dengan ubun-ubun besar yang sudah menutup, nilai untuk ubun-ubun besar diganti dengan banyaknya / frekuensi buang air kecil. 1. Menurut WHO Periksa A B C

Turgor kulit Keadaan umum Mata Air mata Rasa Haus Hasil

Cepat Baik, sadar Normal Ada Biasa Tanpa Dehidrasi

Lambat Gelisah, rewel Cekung Tidak ada Haus Dehidrasi ringan

Sangat lambat Lesu, tak sadar Sangat cekung Tidak ada Malas minum Dehidrasi berat

Penilaian derajat dehidrasi Penilaian A Keadaan Umum Baik, sadar C Lesu, lunglai atau tdk sadar Mata Normal Cekung Sangat cekung dan kering Air mata Ada Tidak ada Tidak ada Mulut dan lidah Basah Kering Sangat kering Rasa haus Minum biasa,Haus, inginMalas minum tdk haus minum banyak atau tdk bisa minum Turgor kulit Kembali cepat Kembali lambat Kembali sangat lambat Hasil Tanpa Dehidrasi Dehidrasi berat pemeriksaan dehidrasi ringan/sedang Terapi Rencana Terapi Rencana Terapi B Rencana Terapi A C Rencana Terapi A 6,7 Digunakan untuk : 1. Mengatasi diare tanpa dehidrasi 2. Meneruskan terapi diare di rumah 3. Memberikan terapi awal bila anak terkena diare lagi. Tiga dasar terapi di rumah adalah sbb : 1. Berikan anak lebih banyak cairan dari biasanya untuk mencegah dehidrasi. 2. Beri anak makanan untuk mencegah kurang gizi. B Gelisah, rewel

Kebutuhan oralit per kelompok umur Umur < 12 bulan 1 4 thn > 5 thn Jumlah oralit yangJumlah oralit yang diberikan tiap BAB disediakan di rumah 50 100 ml 400 ml/hari (2 bungkus) 100 200 ml 600-800 ml/hari (4 bks) 200 300 ml 800-1000 ml/hari (6 bks)

Cairan yang dianjurkan oleh WHO mengandung 3,5 g/l NaCl, 2,5 g/l BicNat, 1,5g/l KCl dan glukosa 20 g/l Rencana Terapi B 6,7 Dalam 3 jam pertama diberikan 75 ml/kgBB atau bila berat badan anak tidak diketahui atau memudahkan di lapangan diberikan oralit paling sedikit : < 1 thn : 300 ml

1 5 thn : 600 ml > 5 thn : 1200 ml

Dewasa : 2400 ml Bila anak menginginkan lebih banyak oralit, berikanlah. Setelah 3 4 jam, nilai kembali anak menggunakan bagan penilaiann kemudian pilih rencana terapi A, B, atau C untuk melanjutkan pengobatan. 1. Bila tidak ada dehidrasi, ganti ke rencana A. Bila dehidrasi telah hilang, anak biasanya kencing dan lelah kemudian mengantuk dan tidur. 2. Bila tanda menunjukkan dehidrasi ringan/sedang, ulangi rencana B tetapi tawarkan makanan, susu dan sari buah seperti rencana A. 3. Bila tanda menunjukkan dehidrasi berat, ganti dengan dengan rencana C. Rencana Terapi C 6,7 Cairan intravena yang dianjurkan adalah larutan RL. Bila tidak ada, NaCl 0,9%, DG ana atau 2A dapat digunakan. Larutan yang hanya mengandung glukosa tidak boleh digunakan. Bila dapat diberikan cairan secara intravena, maka segera berikan cairan intravena. Bila penderita bisa minum, berikan oralit oralit sewaktu cairan intravena dimulai. Beri 100 ml/kg RL atau NS, dibagi menjadi berikut :

Umur Bayi < 12bln Anak > 1 thn -

Pemberian I 1 jam jam

Kemudian 5 jam 2 jam

Ulangi bila nadi masih lemah atau belum teraba.

Nilai kembali pasien tiap 1-2 jam. Bila rehidrasi belum tercapai, percepat tetesan intravena. - Juga berikan oralit (5 ml/kg/jam) bila penderita bisa minum; biasanya setelah 3-4 jam (bayi) atau 1-2 jam (anak). Setelah 3-6 jam (bayi) atau 3 jam (anak) nilai lagi penderita menggunakan bagan penilaian. Kemudian pilih rencana yang sesuai (A,B,C) untuk melanjutkan pengobatam. http://drvegan.wordpress.com/2010/07/10/fluids-electrolytes/

Penyakit Hernia, Gejala dan Cara Mengatasinya


Hernia atau turun berok selama ini lebih dikenal sebagai penyakit pria, karena hanya kaum pria yang mempunyai bagian khusus dalam rongga perut untuk mendukung fungsi alat kelaminnya. Berdasarkan penyebab terjadinya, hernia dapat dibedakan menjadi hernia bawaan (congenital) dan hernia dapatan (akuisita). Sedangkan menurut letaknya, hernia dibedakan menjadi hernia inguinal, umbilical, femoral, diafragma dan masih banyak lagi nama lainnya. Bagian hernia terdiri dari cincin, kantong, dan isi hernia itu sendiri. Isi hernia yaitu usus, ovarium, dan jaringan penyangga usus (omentum). Bila ada bagian yang lemah dari lapisan otot dinding perut, maka usus dapat keluar ke tempat yang tidak seharusnya, yakni bisa ke diafragma (batas antara perut dan dada), bisa di lipatan paha, atau di pusar. Umumnya hernia tidak menyebabkan nyeri. Namun, akan terasa nyeri bila isi hernia terjepit oleh cincin hernia. Infeksi akibat hernia menyebabkan penderita merasakan nyeri yang hebat, dan infeksi tersebut akhirnya menjalar dan meracuni seluruh tubuh. Jika sudah terjadi keadaan seperti itu, maka harus segera ditangani oleh dokter karena dapat mengancam nyawa penderita.Hernia dapat terjadi pada semua umur, baik tua maupun muda. Pada anak-anak atau bayi, lebih sering disebabkan oleh kurang sempurnanya procesus vaginalis untuk menutup seiring dengan turunnya testis atau buah zakar. Biasanya yang sering terkena hernia adalah bayi atau anak laki-laki. Pada orang dewasa, hernia terjadi karena adanya tekanan yang tinggi dalam rongga perut dan kelemahan otot dinding perut karena faktor usia.

Tekanan dalam perut yang meningkat dapat disebabkan oleh batuk yang kronik, susah buang air besar, adanya pembesaran prostat pada pria, serta orang yang sering mengangkut barang-barang berat.Penyakit hernia akan meningkat sesuai dengan penambahan umur. Hal tersebut dapat disebabkan oleh melemahnya jaringan penyangga usus atau karena adanya penyakit yang menyebabkan tekanan di dalam perut meningkat.

Sebenarnya sudah banyak masyarakat yang tahu tentang gejala awal penyakit hernia, namun seringkali tidak menyadarinya. Pada awalnya, gejala yang dirasakan oleh penderita adalah berupa keluhan benjolan di lipatan paha. Biasanya akan timbul bila berdiri, batuk, bersin, mengejan atau mengangkat barang-barang berat. Benjolan dan keluhan nyeri itu akan hilang bila penderita berbaring. Hernia dapat berbahaya bila sudah terjadi jepitan isi hernia oleh cincin hernia. Pembuluh darah di daerah tersebut lama-kelamaan akan mati dan akan terjadi penimbunan racun. Jika dibiarkan terus, maka racun tersebut akan menyebar ke seluruh daerah perut sehingga dapat menyebabkan terjadinya infeksi di dalam tubuh. Sebenarnya tidak semua hernia harus dioperasi. Bila jaringan hernia masih dapat dimasukkan kembali, maka tindakannya adalah hanya menggunakan penyangga atau korset untuk mempertahankan isi hernia yang telah direposisi. Pada anak-anak atau bayi, reposisi spontan dapat terjadi karena cincin hernia pada anak lebih elastis. Bila sudah tidak dapat direposisi, maka satu-satunya tindakan yang harus dilakukan adalah melalui operasi. WASPADAI BENJOLAN DI LIPAT PAHA DAN PUSAR Munculnya benjolan tersebut bisa saja menjadi tanda bahwa bayi menderita hernia.Banyak masyarakat yang masih menyangka kalau hernia hanya menyerang orang dewasa terutama manula. Padahal si kecil yang masih bayi bisa juga mengalaminya. Kasus bayi hernia bahkan tercatat cukup banyak. Dikatakan pula oleh dr. Cosmas Gora Triaswhoro, Sp.B., meski namanya terkesan cukup indah, hernia ternyata dapat menimbulkan bahaya. Bila terus didiamkan tanpa penanganan tepat, bahkan dapat

menimbulkan komplikasi yang berat sampai kematian. Selanjutnya, spesialis bedah dari RS Mitra International Jakarta ini menambahkan, hernia merupakan bentuk penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau suatu bagian yang lemah dari dinding rongga yang bersangkutan. Bila terjadi di perut, isi perut dapat menonjol melalui bagian yang lemah. Kebanyakan organ yang menonjol adalah usus. Hernia bukanlah penyakit turunan. Proses terjadinya hernia pada bayi berbeda dengan hernia pada orang dewasa yang biasanya terjadi karena kelemahan otot dinding perut. Sedangkan pada bayi, hernia yang terjadi di daerah perut akibat penyakit bawaan atau kongenital. Secara umum ada dua jenis hernia, yaitu internal dan eksternal. * Hernia internal berada dalam tubuh dan tidak bisa dilihat secara kasat mata. Contohnya hernia diafragmatika dimana hernia terjadi akibat adanya celah di diafragma (otot pemisah antara bagian perut dengan dada) karena pembentukan diafragma yang tidak sempurna. Contoh lainnya adalah hernia hiatal esofagus, yaitu hernia terjadi melalui celah masuknya esofagus yang masuk dari rongga dada, serta banyak lagi jenis lainnya. * Hernia eksternal. Dari jenis hernia ini yang paling sering dijumpai adalah hernia inguinalis yang muncul di lipat paha dan hernia umbilikalis yang muncul di daerah pusar. Bayi umumnya mengalami hernia eksternal yang bisa dideteksi secara kasat mata karena terlihat secara langsung. Proses terjadinya hernia eksternal pada bayi umumnya disebabkan penyakit kongenital, yakni penyakit yang muncul ketika bayi dalam kandungan dan umumnya tidak diketahui penyebabnya. Secara umum bayi laki-laki lebih sering mengalami hernia dibandingkan perempuan karena proses penurunan testis/buah pelir yang merupakan organ reproduksinya berlangsung lebih kompleks. Hernia pun lebih sering terjadi pada bayi prematur, sebab pada saat kelahirannya proses penurunan testis dan pembentukan ligamen belum sempurna. Hernia inguinalis : * Pada bayi laki-laki terjadi karena kegagalan proses penutupan kantung yang menutupi testis. Ketika di dalam kandungan, testis turun dari bagian perut ke bawah dan berhenti sesampainya di skrotum (kantung pelir). Proses penurunan ini dimulai waktu bayi masih berada dalam kandungan. Ketika turun, testis akan membawa selaput dari perut ke bawah sehingga membentuk kantung. Ketika lahir cukup bulan, umumnya proses perpindahan testis ini sudah selesai. Namun pada beberapa bayi, proses penutupan hingga menjadi ligamentum (jaringan ikat) tidak berjalan sempurna yang akhirnya menyisakan lubang. Nah, lubang inilah yang nantinya bisa menimbulkan herniasi. Bila hanya berisi cairan

saja disebut hidrocele. "Pada hernia inguinalis, paling sering ditemukan di sebelah kanan, sekitar 67 persen, sisanya sebelah kiri," jelas Cosmas. * Pada bayi perempuan hernia terjadi melalui proses seperti ini: seperti halnya bayi lakilaki, bayi perempuan pun mengalami proses pembentukan organ tubuh bagian bawah yang hampir sama. Namun, bila laki-laki mengalami proses penurunan testis, maka perempuan tidak. Hernia umbilikus : Pada bayi laki-laki dan perempuan hernia umbilikus terjadi bila penutupan umbilikus (bekas tali pusar) tidak sempurna. Seharusnya, bila penutupan membuat umbilikalis tetap terbuka. Bila hal ini terjadi, tentu akan menyisakan lubang sehingga usus bisa keluar masuk ke daerah tersebut.

CARA MENDETEKSI * Merasakan tonjolan Yang perlu diketahui, awam hanya dapat mendeteksi hernia eksternal, karena hernia internal terjadi dalam tubuh dan sulit dideteksi. Mendeteksi keberadaan hernia pada orang dewasa juga jelas lebih mudah ketimbang pada bayi. Ketika buang air misalnya, orang dewasa bisa merasakan adanya tonjolan di bagian perut yang umumnya lebih terasa. Namun pada bayi, meskipun terasa ada yang tidak nyaman pada tubuhnya, ia tidak bisa mengungkapkannya dengan jelas. Itulah mengapa hernia pada bayi lebih sulit dideteksi sehingga memerlukan ketelitian orang tua. Walaupun sulit, lihat dan rabalah bagian lipat paha atau pusar si bayi. Hernia eksternal umumnya akan diketahui dari munculnya benjolan di bagian tersebut. * Mengamati gejala Gejala klinis yang biasa muncul tak berbeda jauh dari penyakit-penyakit pada umumnya, seperti mual muntah, susah makan, dan tubuh demam. Lantaran itulah, Cosmas mengimbau orang tua agar segera membawa bayinya ke dokter saat melihat gejala-gejala tadi, agar diagnosa penyakit si kecil dapat segera ditegakkan. Gejala khususnya muncul berdasarkan berat-ringan hernia: 1. Reponible : Benjolan di daerah lipat paha atau umbilikus tampak keluar masuk (kadang-kadang terlihat menonjol, kadang-kadang tidak). Benjolan ini membedakan hernia dari tumor yang umumnya menetap. Ini adalah tanda yang paling sederhana dan

ringan yang bisa dilihat dari hernia eksternal. Bisa dilihat secara kasat mata dan diraba, bagian lipat paha dan umbilikus akan terasa besar sebelah. Sedangkan pada bayi wanita, seringkali ditemukan bahwa labianya besar sebelah. Labia adalah bagian terluar dari alat kelamin perempuan. 2. Irreponible : benjolan yang ada sudah menetap, baik di lipat paha maupun di daerah pusat. Pada hernia inguinalis misalnya, air atau usus atau omentum (penggantungan usus) masuk ke dalam rongga yang terbuka kemudian terjepit dan tidak bisa keluar lagi. Di fase ini, meskipun benjolan sudah lebih menetap tapi belum ada tanda-tanda perubahan klinis pada anak. 3. Incarcerata : benjolan sudah semakin menetap karena sudah terjadi sumbatan pada saluran makanan sudah terjadi di bagian tersebut. Tak hanya benjolan, keadaan klinis bayi pun mulai berubah dengan munculnya mual, muntah, perut kembung, tidak bisa buang air besar, dan tidak mau makan. 4. Strangulata : ini adalah tingkatan hernia yang paling parah karena pembuluh darah sudah terjepit. Selain benjolan dan gejala klinis pada tingkatan incarcerata, gejala lain juga muncul, seperti demam dan dehidrasi. Bila terus didiamkan lama-lama pembuluh darah di daerah tersebut akan mati dan akan terjadi penimbunan racun yang kemudian akan menyebar ke pembuluh darah. Sebagai akibatnya, akan terjadi sepsis yaitu beredarnya kuman dan toxin di dalam darah yang dapat mengancam nyawa si bayi. Sangat mungkin bayi tidak akan bisa tenang karena merasakan nyeri yang luar biasa.

MENANGANI HERNIA Berhubung proses peningkatan dari satu fase ke fase berikutnya terjadi cukup cepat, Cosmas menyarankan, bawalah segera bayi Anda ke dokter begitu terlihat gejala awal hernia. Bila memang positif, meskipun masih sangat ringan, bayi harus segera dioperasi untuk mencegah tahap gangguan yang lebih berat. "Operasi yang biasa dilakukan adalah herniotomi untuk memotong kantung hernia kemudian diikat," kata Cosmas. Namun sebelumnya, saat pemeriksaan, dokter akan melakukan palpasi atau meraba isi hernia dengan ujung jarinya, apakah masih dapat dimasukkan kembali ke dalam perut atau tidak. Meskipun kejadiannya jarang, setelah operasi sebaiknya waspadai kemungkinan kambuhnya hernia. Bila kekambuhan terjadi dalam beberapa bulan atau setahun, hal ini mungkin merupakan akibat dari pembedahan yang dilakukan. Namun kemungkinan kambuhan akibat kesalahan teknis sangat kecil. Nah bagi saudara yang menderita penyakit tersebut di atas, ramuan ini Insya Allah dapat menyembuhkan, paling tidak meringankan sakit saudara. Bahan yang dibutuhkan :

1.Satu butir telur ayam kampung. 2.Tiga sendok makan madu asli. 3.Tiga sendok makan minyak samin. 4.Air putih secukupnya. Cara Meramu : Tuangkan ke dalam gelas telur, madu dan minyak samin lalu tambahkan sedikit air, setelah itu aduk sampai tercampur rata. Kemudian minum diwaktu pagi hari, hasilnya akan anda rasakan pada perut yang terasa sakit. Dan bila dilakukan berulang-ulang akan cepat sembuh penyakit hernia ( poros ) yang Anda derita. Cobalah resep ini Insya Allah Anda sembuh seperti sedia kala. http://trik-tips-tutorial.blogspot.com/2010/03/cara-mengatasi-penyakit-hernia.html

HERNIA INGUINALIS PADA ANAK KASUS PEMICU Anak I (3,5 tahun) menderita hernia inguinalis, sering menangis karena sakit dan direncanakan akan operasi segera. DEFINISI Hernia, atau sering kita kenal dengan istilah turun bero, merupakan penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan. Hernia adalah perpindahan isi suatu ruangan ke ruangan lain melewati dinding pemisah. Biasanya dari ruangan yang tekanannya tinggi ke ruangan yang tekanannya rendah. (Dr.dr.H. Muljono Wirjodiarjo, SpA(K)) Hernia adalah defek dalam dinding abdomen yang memungkinkan isi abdomen (seperti peritoneum, lemak, usus atau kandung kemih) memasuki defek tersebut, sehingga timbul kantong berisikan materi abnormal (Tambayong, 2000). Hernia inguinalis adalah suatu keadaan dimana sebagian usus masuk melalui sebuah lubang pada dinding perut kedalam kanalis inguinalis. Kanalis inguinalis adalah saluran yang berbentuk tabung, yang merupakan jalan tempat turunnya testis dari perut kedalam skrotum sesaat sebelum bayi dilahirkan. KLASIFIKASI

Klasifikasi hernia inguinalis, adalah: 1. Hernia Inguinalis Lateralis Disebut juga Hernia Inguinalis Indirek, karena menonjol melalui annulus dan kanalis inguinalis. 2. Hernia Inguinalis Medialis Disebut juga Hernia Inguinalis direk, karena menonol langsung melalui trigonum Hesselbach, tanpa melalui kanalis inguinalis. ETIOLOGI 1. Kongenital Muncul ketika bayi dalam kandungan dan umumnya tidak diketahui penyebabnya. Secara umum bayi laki-laki lebih sering mengalami hernia dibandingkan perempuan karena proses penurunan testis/buah pelir yang merupakan organ reproduksinya berlangsung lebih kompleks. Hernia pun lebih sering terjadi pada bayi prematur, sebab pada saat kelahirannya proses penurunan testis dan pembentukan ligamen belum sempurna. 2. Didapat Ditemukan adanya factor kausal/predisposisi yang berperan untuk timbulnya hernia: - Prosesus vaginali yang tetap terbuka - Peninggian tekanan intra abdomen: o Pekerjaan mengangkat barang-barang berat o Batuk kronik Elemahan otot dinding perut: o Usia tua o Sering melahirkan Hernia inguinalis atau hernia pada lipatan paha umumnya diderita bayi/anak laki-laki (dominan pada bayi prematur). Sebab saluran tempat turunnya buah pelir dari rongga perut ke kantung buah pelir tetap terbuka saat lahir. Ukuran lubang cukup besar, sehingga sebagian usus bayi bisa turun mengikuti buah pelir membentuk benjolan (kurang-lebih sebesar ibu jari orang dewasa). Kamaluan penderita hernia tipe ini membesar. PATOFISIOLOGI MANIFESTASI KLINIS - Benjolan di lipat paha yang timbu hilang. Muncul saat penderita beraktifitas berlebih, batuk, bersin, mengedan dan menghilang saat penderita berbaring - Nyeri timbul bila strangulasi. Gejala khususnya muncul berdasarkan berat-ringan hernia: 1. Reponible: Benjolan di daerah lipat paha atau umbilikus tampak keluar masuk (kadang-kadang terlihat menonjol, kadang-kadang tidak). Benjolan ini membedakan hernia dari tumor yang umumnya menetap. Ini adalah tanda yang paling sederhana dan ringan yang bisa dilihat dari hernia eksternal. Bisa dilihat secara kasat mata dan diraba, bagian lipat paha dan umbilikus akan terasa besar sebelah. Sedangkan pada bayi wanita, seringkali ditemukan bahwa labianya besar sebelah. Labia adalah bagian terluar dari alat kelamin perempuan. 2. Irreponible: benjolan yang ada sudah menetap, baik di lipat paha maupun di daerah pusat. Pada hernia inguinalis misalnya, air atau usus atau omentum (penggantungan usus) masuk ke dalam rongga yang terbuka kemudian terjepit dan tidak bisa keluar lagi. Di fase ini, meskipun benjolan sudah lebih menetap tapi belum ada tanda-tanda perubahan klinis pada anak. 3. Incarcerata, benjolan sudah semakin menetap karena sudah terjadi sumbatan pada saluran makanan sudah terjadi di bagian tersebut. Tak hanya benjolan, keadaan klinis bayi pun mulai berubah dengan munculnya mual, muntah, perut kembung, tidak bisa buang air besar, dan tidak mau makan. 4. Strangulata, ini adalah tingkatan hernia yang paling parah karena pembuluh darah sudah terjepit. Selain benjolan dan gejala klinis pada tingkatan incarcerata, gejala lain juga muncul, seperti demam dan dehidrasi. Bila terus didiamkan lama-lama pembuluh darah di daerah tersebut akan mati dan akan terjadi penimbunan racun yang kemudian akan menyebar ke pembuluh darah. Sebagai akibatnya, akan terjadi sepsis yaitu beredarnya kuman dan

toxin di dalam darah yang dapat mengancam nyawa si bayi. Sangat mungkin bayi tidak akan bisa tenang karena merasakan nyeri yang luar biasa. PEMERIKSAAN FISIK Daerah inguinalis pertama-tama diperiksa dengan inspeksi , sering benjolan muncul dalam lipat paha dan terlihat cukup jelas. Kemudian jari telunjuk diletakkan disisi lateral kulit skrotum dan dimasukkan sepanjang funikulus spermatikus sampai ujung jari tengah mencapai annulus inguinalis profundus. Suatu kantong yang diperjelas dengan batuk biasanya dapat diraba pada titik ini. Jika jari tangan tak dapat melewati annulus inguinalis profundus karena adanya massa, maka umumnya diindikasikan adanya hernia. Hernia juga diindikasikan, bila seseorang meraba jaringan yang bergerak turun kedalam kanalis inguinalis sepanjang jari tangan pemeriksa selama batuk. DIAGNOSIS Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik. Benjolan akan membesar jika penderita batuk, membungkuk, mengangkat beban berat atau mengedan. Gejala dan tanda klinik hernia banyak ditentukan oleh keadaan isi hernia. Pada hernia reponibel keluhan satu-satunya adalah benjolan dilipat paha yang muncul pada waktu berdiri, batuk, bersin, atau mengedan dan menghilang setelah berbaring . Nyeri yang disertai mual atau muntah timbul ketika terjadi inkarserasi karena ileus atau strangulasi karena nekrosis atau gangren. Dengan jari telunjuk atau jari kelingking pada anak dapat dicoba mendorong isi hernia dengan menonjolkan kulit skrotum melalui anulus eksternus sehingga dapat ditentukan apakah isi hernia dapat direposisi atau tidak. Dalam hal hernia dapat direposisi, pada waktu jari masih berada dalam anulus eksternus, pasien diminta mengedan. Kalau hernia menyentuh ujung jari, berarti hernia inguinalis lateralis, dan kalau samping jari yang menyentuh menandakan hernia inguinalis medialis. Isi hernia pada bayi wanita yang teraba seperti sebuah massa yang padat yang biasanya berisi ovarium. DIAGNOSIS BANDING a. Hidrocele pada funikulus spermatikus maupun testis. Yang membedakan: o pasien diminta mengejan bila benjolan adalah hernia maka akan membesar, sedang bial hidrocele benjolan tetap tidak berubah. Bila benjolan terdapat pada skrotum , maka dilakukan pada satu sisi , sedangkan disisi yang berlawanan diperiksa melalui diapanascopy. Bial tampak bening berarti hidrocele (diapanascopy +). o Pada hernia: canalis inguinalis teraba usus o Perkusi pada hernia akan terdengar timpani karena berisi usus o Fluktuasi positif pada hernia. b. Kriptochismus Testis tidak turun sampai ke skrotum tetapi kemungkinanya hanya sampai kanalis inguinalis c. Limfadenopati/ limfadenitis inguinal d. Varises vena saphena magna didaerah lipat paha e. Lipoma yang menyelubungi funikulus spermatikus (sering disangka hernia inguinalis medialis). PENATALAKSANAAN

1. Konservatif Pengobatan konservatif terbatas pada tindakan melakukan reposisi dan pemakaian penyangga atau penunjang untuk mempertahankan isi hernia yang telah direposisi. 2. Operatif Pengobatan operatif merupakan satu-satunya pengobatan hernia inguinalis yang rasional. Indikasi operasi sudah ada begitu diagnosis ditegakkan. Prinsip dasar operasi hernia adalah hernioraphy, yang terdiri dari herniotomi dan hernioplasti. o Anak: Herniotomi, yaitu hernia yang dibuka dan isi hernia didorong kedalam rogga abdomen. Kantong proksimal dijahit kuat setinggi mungkin lalu dipotong. Kantong distal dibiarkan o Dewasa: Herniorafi dan hernioplastik Herniorafi terdiri dari herniotomi dan hernioplastik Hernioplastik: setela herniotomi dilakukan tindakan memperkecil annulus internus dan memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis. PROGNOSIS Perbaikan klasik memberikan angka kekambuhan sekitar 1% -3% dalam jarak waktu 10 tahun kemudian. Kekambuhan disebabkan oleh tegangan yang berlebihan pada saat perbaikan, jaringan yang kurang, hernioplasti yang tidak adekuat, dan hernia yang terabaikan. Kekambuhan yang sudah diperkirakan, lebih umum dalam pasien dengan hernia direk, khususnya hernia direk bilateral. Kekambuhan tidak langsung biasanya akibat eksisi yang tidak adekuat dari ujung proksimal kantung. Kebanyakan kekambuhan adalah langsung dan biasanya dalam regio tuberkulum pubikum, dimana tegangan garis jahitan adalah yang terbesar.insisi relaksasi selalu membantu. Perbaikan hernia inguinalis bilateral secara bersamaan tidak meningkatkan tegangan jahitan dan bukan merupakan penyebab kekambuhan seperti yang dipercaya sebelumnya. Hernia rekurren membutuhkan prostesis untuk perbaikan yang berhasil, kekambuhan setelah hernioplasti prostesisanterior paling baik dilakukan dengan pendekatan preperitoneal atau secara anterior dengan sumbat prostesis. KOMPLIKASI - Hernia Akreta; Isi hernia dapat tertahan dalam kantong hernia pada hernia irreponibel; ini dapat terjadi kalau hernia terlalu besar atau terdiri dari omentum, organ ektraperitoneal (hernia geser) atau hernia akreta. Disini tidak timbul gejala klinik kecuali berupa benjolan. - Hernia Strangulasi; isi hernia tercekik oleh cincin hernia sehingga terjadi hernia strangulate yang menimbulkan gejala obstruksi usus yang sederhana. Sumbatan dapat terjadi total atau parsial. - Hernia inkarserasi retrograde; (jarang terjadi) yaitu dua segmen usus terperangkap didalam kantong hernia dan satu segmen lainnya berada dalam rongga peritoneum seperti hurup W. PENCEGAHAN Hindari hal-hal yang memicu tekanan di dalam rongga perut Untuk mencegah terjadinya kekambuhan, hindarkan anak dari hal-hal yang memicu tekanan di dalam rongga perut, misalnya batuk dan bersin yang kuat, konstipasi (sembelit), mengejan, serta mengangkat barang berat. Usahakan anak tidak mengejan kuat ketika buang air kecil atau besar. Jelaskan pada anak mengenai risiko batuk dan mengejan. Anda pun bisa menggunakan

kondisi ini sebagai alasan agar anak menghindar terlalu banyak permen (menghindari batuk), makan banyak buah agar buang air besarnya mudah. ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN HERNIA INGUINALIS Pengkajian Data Subjektif: 1. Nyeri seperti tertusuk, yang akan semakin memburuk dengan anak menangis batuk, bersin, membengkokkan badan. 2. Keluhan tidak mampu untuk beraktifitas. 3. Ibu anak mengatakan ada benjolan di selangkang paha dan sakit jika dipegang. Data Objektif: 1. Perubahan jalan, berjalan dengan terpincang-pincang. 2. Nyeri pada palpasi. 3. Anak menangis kesakitan 4. Wajah anak tampak meringis 5. Adanya benjolan di lipat paha. 6. Ibu anak I tampak khawatir dengan keadaan anaknya. Analisa Data No. Data Etiologi Masalah 1. DO: - Nyeri pada palpasi - Wajah tampak meringis. - Anak menangis kesakitan DS: - Nyeri seperti tertusuk. - Ibu anak mengatakan ada benjolan di selangkang paha dan sakit jika dipegang. - Adanya benjolan pada lipatan paha dan sakit ketika disentuh - Peningkatan tekanan intra abdomen. Nyeri 2. DO: Nyeri pada palpasi - Wajah tampak meringis. - Anak menangis kesakitan - Ibu anak I tampak khawatir dengan keadaan anaknya. DS: - Nyeri seperti tertusuk. - Ibu anak I mengatakan ada benjolan di selangkang paha dan sakit jika dipegang. Anak I akan dilakukan tindakan operasi. Kecemasan orangtua Diagnosa Keperawatan 1. Nyeri berhubungan dengan adanya benjolan pada selangkangan. Hasil yang diharapkan : a. Anak menunjukkan tingkat nyeri yang dapat diterima. b. Anak belajar dan mengimplementasikan strategi koping yang efektif c. Orangtua belajar keterampilan koping dan efekti dalam membantu anak untuk meakukan koping. Rencana tindakan : No. Intervensi Rasional 1. Mandiri Lakukan strategi nonfarmakologi untuk membantu anak mengatasi nyeri Gunakan strategi yang dikenal anak atau gambarkan beberapa strategi dan biarkan anak memilih salahsatunya. Libatkan orangtua dalam pemilihan strategi. Ajarkan anak untuk menggunakan strategi nonfarmakologi khusus sebelum terjadi nyeri atau sebelum nyeri menjadi lebih berat Kolaborasi Bantu atau minta orangtua membantu anaknya dengan menggunakan strategi selama nyeri actual. Karena teknik-teknik seperti relaksasi, pernapasan berirama, dan distraksi dapat membuat nyeri dapat lebih ditoleransi. Untuk memudahkan pembelajaran anak dan menggunakan strategi. Karena orangtua adalah orang yang paling mengetahui anaknya. Karena pendekatan ini tampak paling efektif pada nyeri ringan. Untuk membantu anak berfokus pada tindakan yang diperlukan. Diagnosa Keperawatan 2. Kecemasan orang tua berhubungan dengan akan dilakukan tindakan pembedahan. Hasil yang diharapkan : a. Orang tua kooperatif dalam pendampingan perawatan. Rencana tindakan No. Intervensi Rasional 1. Mandiri Kaji tingkat kecemasan orang tua. Jelaskan prosedur persiapan operasi seperti pengambilan darah, waktu puasa, jam operasi. Dengarkan keluhan orang tua. Beri kesempatan orang tua untuk bertanya. Jelaskan pada orang tua tentang apa yang akan dilakukan dikamar operasi dengan terlebih dahulu dilakukan pembiusan. Jelaskan tentang keadaan pasien setelah dioperasi. Untuk menentukan skala masalah yang terjadi Agar orangtua mengerti dan tidak merasa terkejut dengan hal-hal pemeriksaan pada anak. Memberikan kesempatan mengemukakan perasaannya. Kesempatan orangtua untuk mengetahui keadaan anaknya. Sebagai hak untuk mengetahui jalannya pembedahan yang akan dilakukan. Sebagai evaluasi hasil dari tindakan pembedahan.

PENYULUHAN PASIEN KELUARGA DAN PERENCANAAN PEMULANGAN Berikan informasi verbal dan tertulis kepada keluarga pasien tentang hal berikut : 1. Perawatan insisi dan teknik penggantian balutan, jika tepat. Beritahu pasien tanda infeksi pada insisi, yang memerlukan intervensi medis : demam, kemerahan menetap, bengkak, hangat lokal, nyeri tekan, drainage purulen, bau busuk. 2. Gejala kekambuhan hernia dan komplikasi pasca bedah 3. Pembatasan aktivitas pascabedah sesuai petunjuk : biasanya mengangkat benda yang berat dan mengejan dikontraindikasikan selama kira-kira 6 minggu. Antisipasi kembali aktifitas bermain dalam 2 minggu. 4. Pentingnya mekanika tubuh yang tepat untuk mencegah kekambuhan, khusunya jika bila dan bergerak. 5. Mencegah konstipasi dan mengejan saat defekasi (mis., dengan makan diet tinggi residu (buah-buahan, sayuran, banyak cairan, roti gandum), hindari sereal sangat halus dan pasta (mis., nasi putih, roti putih, mie dan es krim). 6. Pengunaan laksatif jika diperlukan. 7. Obat-obatan meliputi nama obat, tujuan, dosis, jadwal, interaksi obat/obat dan makanan/obat, dan potensial efek samping. DAFTAR PUSTAKA 1. Sabiston. Buku ajar bedah (Essentials of surgry. Bagian 2, cetakan I : Jakarta, penerbit buku kedokteran EGC. 1994. 2. www.medicastore. Com 3. Sjamsuhidayat.R & Wim de jong. Buku ajar ilmu bedah.edisi revisi. Jakarta : penerbit buku kedokteran EGC, 1997. 4. www.pubmed. Com 5. Schwartz. et al. intisari prinsip-prinsip ilmu bedah.Ed. 6. jakarta: penerbit buku kedokteran EGC, 2000. 6. Wong, Donna L. Pedoman Klinis Keperawatan ediatrik Ed.4. Jakarta: EGC. 2003 http://zaa23.wordpress.com/2009/05/13/hernia-inguinalis-pada-anak

Tanya Jawab tentang Hernia Inguinalis Lateris


0 September 26, 2010

1. Apa yang dimaksud dengan hernia inguinalis lateralis? Jawaban : Hernia inguinalis lateralis adalah hernia inguinal yang meninggalkan abdomen melalui annulus inguinalis profundus dan bergerak kebawah secara oblik melalui kanalis inguinalis di lateral arteri epigastrika inferior. 2. Faktor-faktor apa saja yang memnyebabkan terjadinya hernia ingunalis lateralis? Jawaban : Faktor-faktor yang meyebabkan terjadinya hernia inguinalis lateralis: o Prosesus vaginalis yang persisten o Peninggian tekanan dalam rongga perut (seperti batuk kronik, hipertrofi prostat, konstipasi, kehamilan) o Kelemahan otot dinding perut (karena usia, kerusakan norvus ileoinguinalis dan nervus ileofemoralis setelah apendiktomi) 3. Apa gejala klinis pada pasien hernia inguinalis lateralis? Jawaban : o Timbul benjolan di lipat paha saat berdiri, batuk, bersin atau mengedan dan hilang saat berbaring o Nyeri disertai mual muntah pada keadaan inkarserasi atau strangulasi 4. Bagaimana diagnosis banding hernia inguinalis lateralis? Jawaban : Diagnosis banding hernia inguinalis lateralis mencakup massa lain dalam lipat paha seperti limfadenopati, varikokel, testis yang tidak turun, lipoma dan hematoma. 5. Bagaimana cara teknik reposisi secara manual yang efektif digunakan pada pasien hernia inguinalis lateralis? Jawaban :

Dengan memberikan tekanan lembut pada massa hernia ke arah annulus inguinalis biasanya dengan pasien dalam posisi kepala lebih rendah (Trendelenburg). 6. Bagaimana pemeriksaan fisik pada hernia inguinalis lateralis? Jawaban : Pertama dilakukan inspeksi pada lipat paha. Kemudian, jari telunjuk ditempatkan pada sisi lateral kulit skrotum dan dimasukan sepanjang funikulus spermatikus sampai ujung jari mencapai annulus inguinalis profundus. Jika jari tangan pemeriksa didalam kanalis inguinalis maka hernia inguinalis lateralis maju menuruni kanalis pada samping jari tangan. 7. Sebutkan 2 cara pemeriksaan fisik pada hernia inguinalis lateralis? Jawaban : o Finger Test o Thumb Test 8. Bagaimana finger test dilakukan pada hernia inguinalis lateralis? Jawaban : Jari telunjuk dimasukkan melalui annulus eksternus pada kanalis inguinalis, kearah annulus internus lalu pasien disuruh mengejan, jika ada pendesakan yg dirasakan pada ujung jari maka pasien tersebut mengidap penyakit hernia inguinalis lateralis. 9. Bagaimana thumb test dilakukan pada hernia inguinalis leteralis? Jawaban : Ibu jari ditutupkan pd annulus internus (pertengahan antara spina iliaca anterior superior dan tuberkulum pubicum, + 2 cm diatasnya). Jika benjolan tidak keluar saat penderita mengejan maka pasien tersebut mengidap penyakit hernia inuinalis lateralis. 10. Apa penyebab hernia inguinalis lateralis menyerang bayi dan anak-anak? Jawaban : Hernia inguinalis menyerang bayi dan anak-anak karena kelainan bawaan berupa tidak menutupnya prosesus vaginalis. 11. Bagaimana patofisiologis dari hernia ingunalis lateralis? Jawaban : Hernia inguinalis lateralis keluar dari rongga peritoneum melalui annulus internus, lalu masuk kanalis inguinalis, dan keluar melalui annulus inguinalis eksternus. 12. Sebutkan ciri-ciri hernia inguinalis lateralis? Jawaban : 13. Bentuk elips, o Isi tidak mudah masuk o Sering inkarserata o Tumb test : hernia tidak keluar o Finger test : teraba di ujung o Defek : Annulus internus 14. Mengapa pada hernia ingunalis lateralis insisi kulit harus ditentukan tempatnya dengan tepat? Jawaban : Karena untuk mencegah cedera pada nervus iliohipogastrikus dan ilionguinalis,

yang penting dalam persarafan kulit pada kulit abdomen bawah, penis dan skrotum. 15. Bagaimana prosedur operasi yang dilakukan pada pasien hernia inguinalis lateralis? Jawaban : o Prosedur-prosedur yang digunakan pada operasi hernia inguinalis lateralis meliputi: Herniotomi : pengangkatan kantong hernia ; isinya dikembalikan lagi ke abdomen ; lapisan otot dan fasia dijahit ; dapat dilakukan melalui leparoskopi pada pasien rawat jalan. o Hernioplasti : melibatkan penjahitan penguatan, untuk memperbaiki hernia yang meluas. o Reseksi usus untuk usu yang iskemik bersamaan dengan perbaikan hernia pada hernia terstrangulasi. 16. Bagaiman prinsip operasi hernioplastik? Jawaban : Pada hernioplastik dilakukan tindakan memeperkecil annulus inguinalis internus dan memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis. 17. Apa perbedaan operasi metode Bassini dan metode Mc Vay? Jawaban : o Metode Bassini : menjahit conjoint tendon (pertemuan muskulus tranversus internus abdomen dan muskulus obliqus internus abdomen) ke ligament inguinale Poupart. o Metode Mc Vay : menjahit fasia tranversa, muskulus transversus abdomen dan muskulus obliqus Internus ke ligament Cooper. 18. Apa tujuan tindakan Bassini pada hernia inguinalis lateralis? Jawaban: Tujuan tindakan Bassini adalah untuk merapatkan conjoined tendon muskulus transversus abdominis dan obliqus internus ke ligamentum inguinale. 19. Sebutkan 2 komponen primer yang menandai tindakan shouldice? Jawaban : o Melibatkan teknik yang digunakan pada annulus inguinalis profundus dan disertai dengan koreksi hernia inguinalis indirek o Mempertimbangkan penggunaan dinding inguinalis posterior serta merupakan tujuan utama dalam pengobatan hernia inguinalis indirek. 20. Apa penyebab terjadinya komplikasi pada pasien setelah menjalani herniorafi inguinalis? Jawaban : Komplikasi terjadi karena penempatan jahitan yang kurang hati-hati pada pembuluh darah iliaka eksterna atau femoralis. 21. Apa akibat jika nervus ilioinguinalis dan iliohypogastrikus mengalami cedera pada pasien hernia inguinalis lateralis? Jawaban: Jika mengalami cedera maka mengakibatkan perasaan baal dan parestesi di atas daerah kulit.

22. Apa akibat jika arteria spermatika mengalami kerusakan pada pasien hernia inguinalis lateralis? Jawaban: Jika mengalami kerusakan maka dapat mengakibatkan orkitis iskemik dan atrofi testis.

DAFTAR PUSTAKA SABISTON. 1994. BUKU AJAR BEDAH Bagian 2. Jakarta : EGC Neetina Sandra M. 2002. PEDOMAN PRAKTIK KEPERAWATAN. Jakarta : EGC BAILEY HAMILTON. 1992. ILMU BEDAH GAWAT DARURAT EDISI KESEBLAS. Yogyakarta : GADJAH MADA UNIVERSITY PRESS Newman Dorland W.A. 2002. KAMUS KEDOKTERAN DORLAND EDISI 29. Jakarta : EGC http://dokteryudabedah.com/tanya-jawab-tentang-hernia-inguinalis-lateris/

Browse: Home / Drugs / Cairan Rehidrasi Oral

Cairan Rehidrasi Oral


By admin2 on January 16, 2010 Cairan Rehidrasi Oral Golongan Rehidrasi oral Sediaan Glukosa: 75 mEq Penyakit/indikasi Alasan penggunaan Cairan rehidrasi oral Cairan rehidrasi oral menggantikan cairan telah mengurangi Sodium: 75 mEq atau dan garam yang hilang kematian anak dan

pada diare akut mmol/l Klorida: 65 mEq atau mmol/l Potassium: 20 mEq atau mmol/l Sitrat: 10 mmol/l Osmolaritas: 245 mOsm/l Glukosa: 13,5 g/l Sodium klorida: 2,6 g/l Potassium klorida: 1,5 g/l Trisodium sitrat dihidrat+: 2,9 g/l Larutan garam gula sodium klorida sodium sitrat [dihidrat] potassium klorida glucose (anhidrosa) 2.6 g/liter air bersih 2.9 g/liter air bersih 1.5 g/liter air bersih 13.5 g/liter air bersih

dewasa akibat diare di banyak negara + trisodium sitrat dihidrat dapat digantikan sodium hydrogen karbonat (sodium bikarbonat) 2,5 g/l Stabilitas formula yang terakhir sangat rendah pada kondisi tropis, direkomendasikan saat pembuatan untuk penggunaan segera *pada kasus kolera konsentrasi sodium yang lebih tinggi mungkin dibutuhkan

Saat gula dan sodium sitrat tidak tersedia maka dapat diganti dengan sucrose (common sugar) sodium bicarbonate 27 g/liter air bersih 2.5 g/liter air bersih

Catatan : larutan ini dapat dipersiapkan dari campuran gula/garam yang tersedia atau dari bahan daras dan air. Larutan harus dipersiapkan baru/fresh, disarankan dengan air matang. Ketepatan menimbang dn mencampur dan kelarutan bahan-bahan dasar dalam volume yang benar air matang adalah penting. Pemberian larutan yang lebih pekat dapat menyebabkan hipernatremia Indikasi: Dehidrasi akibat diare akut

Dosis : Cairan dan garam yang hilang pada diare akut, per oral, DEWASA 200-400 ml larutan setiap habis mencret; BAYI dan ANAK menurut rencana A, B atau C Cara pelarutan dan pemberian : Efek yang tidak diinginkan : Muntah- bisa disebabkan pemberian terlalu cepat; hipernatremia dan hiperkalemia dapat berakibat dari kelebihan dosis pada keadaan gangguan ginjal atau pemberian larutan terlalu terkonsentrasi http://apps.who.int/emlib/Medicines.aspx?Language=EN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1,2,3:

Obstruksi intestinal merupakan kegawatan dalam bedah abdominalis yang sering dijumpai, merupakan 6070% dari seluruh kasus akut abdomen yang bukan appendicitis akuta. Penyebab yang paling sering dari obstruksi ileus adalah adhesi/ streng, sedangkan diketahui bahwa operasi abdominalis dan operasi obstetri-ginekologik makin sering dilaksanakan yang terutama didukung oleh kemajuan di bidang diagnostik kelainan abdominalis. Gawat perut dapat disebabkan oleh kelainan di dalam abdomen berupa inflamasi, dan penyulitnya, ileus obstruktif, iskemik, dan perdarahan. Sebagian kelainan dapat disebabkan oleh cedera langsung atau tidak langsung yang mengakibatkan perforasi saluran cerna atau perdarahan. Ada 3 hal yang tetap menarik untuk diketahui/diselidiki tentang obstruksi ileus, ialah : 1. Makin meningkatnya keterdapatan obstruksi ileus. 2. Diagnosa obstruksi ileus sebenarnya mudah dan bersifat universil; tetapi untuk mengetahui proses patologik yang sebenarnya di dalam rongga abdomen tetap

merupakan hal yang sulit. 3. Bahaya strangulasi yang amat ditakuti sering tidak disertai gambaran klinik khas yang dapat mendukungnya. Untuk dapat melaksanakan penanggulangan penderita obstruksi ileus dengan cara yang sebaik-baiknya, diperlukan konsultasi antara disiplin yang bekerja dalam satu tim dengan tujuan untuk mencapai 4 keuntungan : 1. Bila penderita harus dioperasi, maka operasi dijalankan pada saat keadaan umum penderita optimal. 2. 3. 4. Dapat mencegah strangulasi yang terlambat. Mencegah laparotomi negatif. Penderita mendapat tindakan operatif yang sesuai dengan penyebab obstruksinya BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi 2,4,5 :

Ileus adalah gangguan pasase isi usus yang merupakan tanda adanya obstruksi usus akut yang segera memerlukan pertolongan atau tindakan. Ileus Obstruktif adalah kerusakan atau hilangnya pasase isi usus yang disebabkan oleh sumbatan mekanik. Ileus Paralitik adalah hilangnya peristaltic usus sementara. 2.2 Klasifikasi 2,3 :

1. Ileus Mekanik Lokasi Obstruksi


Letak Tinggi : Duodenum-Jejunum Letak Tengah : Ileum Terminal Letak Rendah : Colon-Sigmoid-rectum

Stadium

Parsial : menyumbat lumen sebagian Simple/Komplit: menyumbat lumen total Strangulasi: Simple dengan jepitan vasa 6

2. Ileus Neurogenik Adinamik : Ileus Paralitik Dinamik : Ileus Spastik 3. Ileus Vaskuler : Intestinal ischemia 2.3 Etiologi 1,6,7,8,9 :

Penyebab obstruksi pada usus halus dapat dibagi menjadi 3 yaitu obstruksi pada ekstraluminal, obstruksi intrinsik dan obstruksi intraluminal. Obstruksi ekstraluminal misalnya adhesi, hernia, karsinoma dan abses. Obstruksi intrinsik pada dinding usus seperti tumor primer. Dan obstruksi intraluminal seperti enteroliths, gallstones dan adanya benda asing. Penyebab tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 1 Penyebab Ileus Obstruksi Lesi ekstrinsik pada dinding usus

Adhesi (postoperative) Hernia (inguinal, femoral, umbilical) Neoplasma Abses intraabdominal

Lesi intrinsic

Kongenital (Malrotasi, kista) Inflamasi (Chrons Disease, Divertikulitis) Neoplasma Traumatik Intusepsi

Obstruksi intraluminal

Gallstone Enterolith

Adhesi, hernia inkarserata dan keganasan usus besar paling sering menyebabkan obstruksi.Pada adhesi, onsetnya terjadi secara tiba - tiba dengan keluhan perut membesar dan nyeri perut. Dari 60% kasus ileus obstruksi di USA, penyebab terbanyak adhesi yaitu pada operasi ginekologik, appendektomi dan reseksi kolorektal.

Ileus karena adhesi umumnya tidak disertai strangulasi. Adhesi umumnya berasal dari rongga peritoneum akibat peritonitis setempat atau umum atau pasca operasi. Adhesi dapat berupa perlengketan mungkin dalam bentuk tunggal atau multipel. Terdapat juga etiologi ini di bahagikan berdasarkan klasifikasi ileus obstruksi itu sendiri. Berdasarkan pembahagian tersebut etiologi ileis obstruksi dapat di bahagikan seperti berikut 3,4,5 : 1. Ileus Obstruktif a. Hernia Inkarserata b. Non Hernia i. Penyempitan lumen usus

Isi Lumen : Benda asing, skibala, ascariasis. Dinding Usus : stenosis (radang kronik), keganasan. Ekstra lumen : Tumor intraabdomen.

ii. Adhesi iii. Invaginasi iv. Volvulus v.Malformasi Usus 2. Ileus Paralitik a. Pembedahan Abdomen b. Trauma abdomen c. Infeksi: peritonitis, appendicitis, diverticulitis d. Pneumonia e. Sepsis f. Serangan Jantung g. Ketidakseimbangan elektrolit, khususnya natrium h. Kelainan metabolik yang mempengaruhi fungsi otot

i. Obat-obatan: Narkotika, Antihipertensi j. Mesenteric ischemia 2.4 Patogenesis 2,3:

Secara garis besar, obstruksi usus disebabkan oleh 2 faktor : 1. Faktor mekanis: Obstruksi mekanis terjadi karena 3 hal : 1. Penyempitan lumen usus

Ada 3 sebab terjadinya penyempitan : a. i. Strictura dinding usus, bisa disebabkan karena : Penyebab kongenital

Contoh : atresia, stenosis, imperforate anus (lubang anus tidak ada) ii. Penyebab acquired

Oleh peradangan, trauma, gangguan vaskuler pada dinding dan ada tumor pada dindingnya b. Obturasi (sama sekali tertutup)

c. kompresi dari luar usus (contoh tumor, dll) 2. Adhesi (perlekatan) dan adanya band (ada jaringan seperti tali). Bisa terbentuk secara kongenital atau peradangan, traumatic, atau neoplasma 3. 4. 5. Hernia (internal atau eksternal) Volvulus Intussusepsi

2. Faktor persarafan (ggn persarafan usus): Obstruksi karena gangguan pada saraf, ada 2 bagian : 1. Paralitic ileus (adynamic)

2.

Spastic ileus (dynamic)

3. Faktor Vaskular : Obstruksi karena gangguan aliran darah dinding usus : Contoh karena trombosis dari mesenterium atau embolism Trombosis dan embolism adalah 2 hal yang berbeda, persamaannya adalah keduanya membuat darah membeku. Perbedaannya : Emboli = berasal dari tempat yang jauh lalu nyangkut di pembuluh darah yg menyempit Trombosis = darah membeku karena di tempat itu sendiri ada gangguan

Iatrogenik Biasanya ileus atau obstruksi karena pengaruh obat-obatan Contoh : hipokalemia paralitic ileus, obat antihipertensi, obat spasmolitica 2.5 Patofisiologi 3,4,5,10 :

Peristiwa patofisiologik yang terjadi setelah obstruksi usus adalah sama, tanpa memandang apakah obstruksi tersebut diakibatkan oleh penyebab mekanik atau fungsional. Perbedaan utama adalah obstruksi paralitik di mana peristaltik dihambat dari permulaan, sedangkan pada obstruksi mekanik peristaltik mula-mula diperkuat, kemudian intermitten, dan akhirnya hilang. Perubahan patofisiologi utama pada obstruksi usus dapat dilihat pada Gambar-2.1. Lumen usus yang tersumbat secara progresif akan teregang oleh cairan dan gas (70% dari gas yang ditelan) akibat peningkatan tekanan intralumen, yang menurunkan pengaliran air dan natrium dari lumen ke darah. Oleh karena sekitar 8 liter cairan diekskresikan ke dalam saluran cerna setiap hari10, tidak adanya absorpsi dapat mengakibatkan penimbunan intralumen dengan cepat. Muntah dan penyedotan usus setelah pengobatan dimulai merupakan sumber kehilangan utama cairan dan elektrolit. Pengaruh atas kehilangan ini adalah penciutan ruang cairan ekstrasel yang mengakibatkan syokhipotensi, pengurangan curah jantung, penurunan perfusi jaringan dan asidosis metabolik. Peregangan usus yang terus menerus mengakibatkan lingkaran setan penurunan absorpsi cairan dan peningkatan sekresi cairan ke dalam usus. Efek lokal peregangan usus adalah iskemia akibat distensi dan peningkatan permeabilitas akibat nekrosis, disertai absorpsi toksin-toksin bakteri ke dalam rongga peritoneum dan sirkulasi sistemik untuk menyebabkan bakteriemia. Obstruksi Mekanik Simple.

Pada obstruksi simple, hambatan pasase muncul tanpa disertai gangguan vaskuler dan neurologik. Makanan dan cairan yang ditelan, sekresi usus, dan udara terkumpul dalam jumlah yang banyak jika obstruksinya komplit. Bagian usus proksimal distensi, dan bagian distal kolaps. Fungsi sekresi dan absorpsi membrane mukosa usus menurun, dan dinding usus menjadi udema dan kongesti. Distensi intestinal yang berat, dengan sendirinya secara terus menerus dan progresif akan mengacaukan peristaltik dan fungsi sekresi mukosa dan meningkatkan resiko dehidrasi, iskemia, nekrosis, perforasi, peritonitis, dan kematian. Obstruksi Strangulata. Pada obstruksi strangulata, kematian jaringan usus umumnya dihubungkan dengan hernia inkarserata, volvulus, intussusepsi, dan oklusi vaskuler. Strangulasi biasanya berawal dari obstruksi vena, yang kemudian diikuti oleh oklusi arteri, menyebabkan iskemia yang cepat pada dinding usus. Usus menjadi udema dan nekrosis, memacu usus menjadi gangrene dan perforasi. 2.6 Menifestasi Klinik 2,3,8 :

1. Subyektif - Anamnesis Gejala Utama: Nyeri-Kolik


Obstruksi usus halus : kolik dirasakan disekitar umbilicus Obstruksi kolon : kolik dirasakan disekitar suprapubik.

Muntah

Stenosis Pilorus : Encer dan asam Obstruksi usus halus : Berwarna kehijauan Obstruksi kolon : onset muntah lama.

Perut Kembung (distensi)


Konstipasi Tidak ada defekasi Tidak ada flatus

Adanya benjolan di perut, inguinal, dan femoral yang tidak dapat kembali menandakan adanya hernia inkarserata. Invaginasi dapat didahului oleh riwayat buang air besar berupa lendir dan darah. Pada ileus paralitik e.c. peritonitis dapat diketahui riwayat nyeri perut kanan bawah yang menetap. Riwayat operasi sebelumnya dapat menjurus pada adanya adhesi usus. Onset keluhan yang berlangsung cepat dapat dicurigai sebagai ileus letak tinggi dan onset yang lambat dapat menjurus kepada ileus letak rendah.

2. Obyektif - Pemeriksaan Fisik A. Strangulasi Adanya strangulasi ditandai dengan adanya lokal peritonitis seperti:

Takikardia Pireksia (demam) Lokal tenderness dan guarding Rebound tenderness Nyeri local Hilangnya suara usus local

Untuk mengetahui secara pasti hanya dengan laparotomi B. Obstruksi

Inspeksi Perut distensi, dapat ditemukan kontur dan steifung. Benjolan pada regio inguinal, femoral dan skrotum menunjukkan suatu hernia inkarserata. Pada Intussusepsi dapat terlihat massa abdomen berbentuk sosis. Adanya adhesi dapat dicurigai bila ada bekas luka operasi sebelumnya. Auskultasi Hiperperistaltik, bising usus bernada tinggi, borborhygmi. Pada fase lanjut bising usus dan peristaltik melemah sampai hilang. Perkusi Hipertimpani Palpasi Kadang teraba massa seperti pada tumor, invaginasi, hernia. Rectal Toucher

Isi rektum menyemprot : Hirschprung disease Adanya darah dapat menyokong adanya strangulasi, neoplasma Feses yang mengeras : skibala Feses negatif : obstruksi usus letak tinggi Ampula rekti kolaps : curiga obstruksi Nyeri tekan : lokal atau general peritonitis

Radiologi Foto Polos:

Pelebaran udara usus halus atau usus besar dengan gambaran anak tangga dan air-fluid level. Penggunaan kontras dikontraindikasikan adanya perforasi-peritonitis. Barium enema diindikasikan untuk invaginasi, dan endoskopi disarankan pada kecurigaan volvulus. C. Paralitik Pada ileus paralitik ditegakkan dengan auskultasi abdomen berupa silent abdomen yaitu bising usus menghilang. Pada gambaran foto polos abdomen didapatkan pelebaran udara usus halus atau besar tanpa air-fluid level. Tabel 2 : Perbandingan Klinis Bermacam- macam Ileus 3. Pemeriksaan Penunjang : A. Laboratorium Tes laboratorium mempunyai keterbatasan nilai dalam menegakkan diagnosis, tetapi sangat membantu memberikan penilaian berat ringannya dan membantu dalam resusitasi. Pada tahap awal, ditemukan hasil laboratorium yang normal. Selanjutnya ditemukan adanya hemokonsentrasi, leukositosis dan nilai elektrolit yang abnormal. Peningkatan serum amilase sering didapatkan.Leukositosis menunjukkan adanya iskemik atau strangulasi, tetapi hanya terjadi pada 38% - 50% obstruksi strangulasi dibandingkan 27% - 44% pada obstruksi non strangulata. Hematokrit yang meningkat dapat timbul pada dehidrasi. Selain itu dapat ditemukan adanya gangguan elektrolit. Analisa gas darah mungkin terganggu, dengan alkalosis metabolik bila muntah berat, dan metabolik asidosis bila ada tanda - tanda shock, dehidrasi dan ketosis. B. Radiologik 3,7,9,10 Adanya dilatasi dari usus disertai gambaran step ladder dan air fluid level pada foto polos abdomen dapat disimpulkan bahwa adanya suatu obstruksi. Foto polos abdomen mempunyai tingkat sensitivitas 66% pada obstruksi usus halus, sedangkan sensitivitas 84% pada obstruksi kolon. Pada foto polos abdomen dapat ditemukan gambaran step ladder dan air fluid level terutama pada obstruksi bagian distal. Pada kolon bisa saja tidak tampak gas. Jika terjadi stangulasi dan nekrosis, maka akan terlihat gambaran berupa hilangnya mukosa yang reguler dan adanya gas dalam dinding usus. Udara bebas pada foto thoraks tegak menunjukkan adanya perforasi usus. Penggunaan kontras tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan peritonitis akibat adanya perforasi. CT scan kadang - kadang digunakan untuk menegakkan diagnosa pada obstruksi usus halus untuk mengidentifikasi pasien dengan obstruksi yang komplit dan pada obstruksi usus besar yang dicurigai adanya abses maupun keganasan.

2.7

Penatalaksanaan 7,9,11,12,13,14 :

Dasar pengobatan ileus obstruksi adalah koreksi keseimbangan elektrolit dan cairan, menghilangkan peregangan dan muntah dengan dekompresi, mengatasi peritonitis dan syok bila ada, dan menghilangkan obstruksi untuk memperbaiki kelangsungan dan fungsi usus kembali normal

Resusitasi

Dalam resusitasi yang perlu diperhatikan adalah mengawasi tanda - tanda vital, dehidrasi dan syok. Pasien yang mengalami ileus obstruksi mengalami dehidrasi dan gangguan keseimbangan ektrolit sehingga perlu diberikan cairan intravena seperti ringer laktat. Respon terhadap terapi dapat dilihat dengan memonitor tanda - tanda vital dan jumlah urin yang keluar. Selain pemberian cairan intravena, diperlukan juga pemasangan nasogastric tube (NGT). NGT digunakan untuk mengosongkan lambung, mencegah aspirasi pulmonum bila muntah dan mengurangi distensi abdomen.

Farmakologis

Pemberian obat - obat antibiotik spektrum luas dapat diberikan sebagai profilaksis. Antiemetik dapat diberikan untuk mengurangi gejala mual muntah.

Operatif

Operasi dilakukan setelah rehidrasi dan dekompresi nasogastrik untuk mencegah sepsis sekunder. Operasi diawali dengan laparotomi kemudian disusul dengan teknik bedah yang disesuaikan dengan hasil eksplorasi selama laparotomi. Berikut ini beberapa kondisi atau pertimbangan untuk dilakukan operasi. Tabel 3: Tindakan operasi berdasarkan situasi Situations necessitating emergent operation Incarcerated, strangulated hernias Peritonitis Pneumatosis cystoides intestinalis Pneumoperitoneum Suspected or proven intestinal strangulation Closed-loop obstruction

Nonsigmoid colonic volvulus Sigmoid volvulus associated with toxicity or peritoneal signs Complete bowel obstruction Situations necessitating urgent operation Progressive bowel obstruction at any time after nonoperative measures are started Failure to improve with conservative therapy within 2448 hr Early postoperative technical complications Situations in which delayed operation is usually safe Immediate postoperative obstruction Jika obstruksinya berhubungan dengan suatu simple obstruksi atau adhesi, maka tindakan lisis yang dianjurkan. Jika terjadi obstruksi stangulasi maka reseksi intestinal sangat diperlukan. Pada umumnya dikenal 4 macam (cara) tindakan bedah yang dikerjakan pada obstruksi ileus. (a) Koreksi sederhana (simple correction). Hal ini merupakan tindakan bedah sederhana untuk membebaskan usus dari jepitan, misalnya pada hernia incarcerata non-strangulasi, jepitan oleh streng/adhesi atau pada volvulus ringan. (b) Tindakan operatif by-pass. Membuat saluran usus baru yang melewati bagian usus yang tersumbat, misalnya pada tumor intralurninal, Crohn disease, dan sebagainya. (c) Membuat fistula entero-cutaneus pada bagian proximal dari tempat obstruksi, misalnya pada Ca stadium lanjut. (d) Melakukan reseksi usus yang tersumbat dan membuat anastomosis ujung-ujung usus untuk mempertahankan kontinuitas lumen usus, misalnya pada carcinomacolon, invaginasi, strangulata, dan sebagainya. Pada beberapa obstruksi ileus, kadang-kadang dilakukan tindakan operatif bertahap, baik oleh karena penyakitnya sendiri maupun karena keadaan penderitanya, misalnya pada Ca sigmoid obstruktif, mula-mula dilakukan kolostomi saja, kemudian hari dilakukan reseksi usus dan anastomosis. 2.8 Komplikasi 11,12 :

Komplikasi dari ileus antara lain terjadinya : o nekrosis usus, perforasi usus, o Sepsis,

o Syok-dehidrasi, o Abses Sindrom usus pendek dengan malabsorpsi dan malnutrisi, o Pneumonia aspirasi dari proses muntah, o Gangguan elektrolit, o 2.9 Meninggal Prognosis 11,12 :

o Mortalitas obstruksi tanpa strangulata adalah 5% sampai 8% asalkan operasi dapat segera dilakukan.
o

Keterlambatan dalam melakukan pembedahan atau jika terjadi strangulasi atau komplikasi lainnya akan meningkatkan mortalitas sampai sekitar 35% atau 40%.3 o Prognosisnya baik bila diagnosis dan tindakan dilakukan dengan cepat. DAFTAR PUSTAKA 1. dr. Niko M. Mana f dan dr. H. Kartadinata : Obstruksi Ileus di Cermin Dunia Kedokteran No. 29, 1983. http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/06_ObstruksiIleus.pdf/06_ObstruksiIleus.html. 2. Sjamsuhidajat, R.; Dahlan, Murnizat; Jusi, Djang. Gawat Abdomen. Dalam Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi 2. Editor: Sjamsuhidajat, R. dan De Jong, Wim. Jakarta: EGC, 2003. Hal: 181-192 3. Anonymous. Ileus. [Online].2007 September 13 [cited 2008 May 19];[6 screens]. Available from:URL:http://medlinux.blogspot.com/2007/09/ileus.html. 4. Anonym. Mechanical Intestinal Obstruction. http://www.Merck.com. 5. Anonym. Ileus. http://www.Merck.com. 6. Evers BM. Small intestine. In: Townsend CM, Beauchamp RD, Evers BM, Mttox KL,editors. Sabiston textbook of surgery. The biological basis of modern surgical practice. 17th ed. Philadelphia: Elsevier Saunders;2004. p.1323 - 1342.

7. Yates K. Bowel obstruction. In: Cameron P, Jelinek G, Kelly AM, Murray L, Brown AFT, Heyworth T, editors. Textbook of adult emergency medicine. 2nd ed. New York: Churchill Livingstone;2004. p.306-9. 8. Markogiannakis H, Messaris E, Dardamanis D, Pararas N, Tzertzemelis D, Giannopoulos P,et al. Acute mechanical bowel obstruction:clinical presentation, etiology, management and outcome. World Journal of gastroenterology. 2007 January 21;13(3):432-437. Available from:URL:http://www.wjgnet.com 9. Naude GP. Gastrointestinal failure in the ICU. In: Bongard FS, Sue DY, editors. A lange medical book Current critical care diagnosis and treatment. 2nd ed. New York : McGraw-Hill;2003. p. 383-88. 10. Price, S.A. Patofisiologi: Konsep klinis proses-proses penyakit. Editor: Price, S.A., McCarty, L., Wilson. Editor terjemahan: Wijaya, Caroline. Jakarta: EGC, 1994. 11. Wilson LM, Lester LB. Usus kecil dan usus besar. Dalam : Price SA, Wilson LM,editor. Patofisiologi konsep klinis proses- proses penyakit. Alih bahasa: dr.Peter Anugerah. Jakarta: EGC;1995. Hal.389 - 412. 12. Nobie BA. Obstruction, small bowel. [Online] 2007 Sept 17 [cited 2008 June 2];[6 screens]. Available from: URL:http://www.emedicine.com 13. Souba, Wiley W.; Fink, Mitchell P.; Jurkovich, Gregory J.; Kaiser, Larry R.; Pearce, William H.; Pemberton, John H.; Soper, Nathaniel J, editors. Sigmoid volvulus successfully decompressed by sigmoidoscopy. In : ACS Surgery: Principles & Practice, 2007 Edition. [Book on CD-ROM] 14. Manif Niko, Kartadinata. Obstruksi Ileus. Cermin Dunia Kedokteran No.29 [Online]. 1983 [cited 2008 May 16];[3 screens]. Available from: URL:http://www.portalkalbe.com/files/obstruksiileus.pdf. http://adi-along.blog.friendster.com/2008/10/obstruksi-ileus/

Sabtu, 03 Oktober 2009


KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH Tentang HERNIA DAN ILEUS

PEMBIMBING : dr. Asro Abdih. PRODI S1 KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH LAMONGAN 2008 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena berkat rahmatNya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Pada kesempatan kali ini penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada : 1. Ibu Virgianti Nur Faridah, S.Kep.Ns, selaku PJMK Keperawatan Medikal Bedah sekaligus membimbing penulis, sehingga terselesaikannya penulisan makalah ini. 2. dr. Asro Abdih selaku pembimping tim penulis. 3. Teman-teman S1 Keperawatan yang telah memberikan dorongan dan motivasi serta pihak-pihak yang telah membantu penulisan makalah ini. Penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh daripada sempurna, oleh karena itu, penulis mengharap kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua, khususnya S1 keperawatan.

Lamongan, 17 Januari 2008 Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i KATA PENGANTAR ii DAFTAR ISI iii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1 B. Rumusan Masalah 1 C. Tujuan 2 BAB II PEMBAHASAN 1. Pengertian Hernia 3 2. Klasifikasi Hernia 3 3. Pengertian Ileus 7 4. Klasifikasi Ileus 8 5. Patofisiologi Obstruksi Usus 10 6. Manifestasi Obstruksi Usus 10 7. Pemeriksaan Diagnostik Obstruksi Usus 11 8. Penatalaksanaan Obstruksi Usus 11 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan 13 B. Saran 13 DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pada penyakit hernia dan ileus banyak masyarakat yang masih belum bisa membedakan atau mengetahui sejak dini tentang kedua penyakit ini. Dimana kedua penyakit ini diderita oleh semua jenis kelamin dan umumnya pada lanjut usia karena penurunan semua fungsi organ atau juga pada dewasa muda yang mengalami obesitas Tidak hanya pada laki-laki wanitapun juga dapat mengalami hernia oleh karena itu disini penulis akan mengupas lebih dalam mengenai kedua penyakit ini

B. RUMUSAN MASALAH 1. Apakah Pengertian Dari Hernia ? 2. Apasajakah Klasifikasi Dari Hernia? 3. Apakah Pengertian Dari Ileus ? 4. Apasajakah Klasifikasi Dari Ileus? 5. Apasajakah Manifestasi Obstruksi Usus ? 6. Bagaimanakah Peneriksaan Diagnostic Dari Obstruksi Usus ? 7. Bagimankah Patofisiologi Obstruksi Usus ? 8. Bagaimanakah Penatalaksanaan Obstruksi Usus ?

C. TUJUAN 1. Tujuan Umum mahasiswa mampu memehami dan menjelasakan tentang hernia dan ileus 2. Tujuan Khusus 1. Mengetahui Pengertian Dari Hernia 2. Dapat Menyebutkan Klasifikasi Dari Hernia 3. Mengetahui Pengertian Dari Ileus 4. Dapat Menyebutkan Klasifikasi Dari Ileus 5. Mengetahui Manifestasi Obstruksi Usus 6. Mengetahui Peneriksaan Diagnostic Dari Obstruksi Usus 7. Mengetahui Patofisiologi Obstruksi Usus 8. Mengetahui Penatalaksanaan Obstruksi Usus

BAB II PEMBAHASAN 1. HERNIA PENGERTIAN HERNIA Hernia adalah prostrusi dari organ melalui lubang defektif yang didapat atau kongenital pada dinding rongga yang secara normal berisi organ. Istilah hernia berasal dari bahasa Yunani ERNOS yang berarti penonjolan. Hernia inguinalis lateralis ialah hernia yang melalui anulus inguinalis internus yang terletak disebelah lateral vasa epi, gastrika interior, menyusuri kondisi inguinalis dan keluar kerongga perut melalui inguinalis eksternal (Arief mansjoer, 2000). KLASIFIKASI HERNIA Bila ditinjau dari letaknya, hernia dibagi menjadi 2 golongan : 1. Hernia eksterna. Hernia yang tonjolannya tampak dari luar yaitu hernia inguinalis lateralis (indirek), hernia inguinalis medialias (direk), hernia femoralis, hernia umbilikalis, hernia supra umbilikalis, hernia sikatrikalis, dan lain lain. Macam-macam hernia eksterna 1. hernia inguinalis a. hernia inguinal indirek Merupakan suatu penonjolan peritoneum, dengan atau tanpa visera abdomen, melalui anulus inguinalis profundus. Cacat adalah kongenital dan diakibatkan karena prosesus vaginalis peritonei yang persisten. Hernia mungkin sudah nampak sejak bayi, atau mungkin baru terlihat kemudian hari, tetapi kebanyakan sudah didiagnosis sebelum pasien mencapai usia 50 tahun. Hernia indirek pada bayi lelaki sering mengakibatkan kriptorkismus dan hidrokel. Hernia inguinalis indirek lebih banyak ditemukan pada lakilaki dari pada wanita, tetapi meskipun demikian merupakan jenis hernia pangkal paha yang sering terjadi pada wanita. b. hernia inguinal direk Merupakan penonjolan melalui segitiga hessebach yang disebelah inferior dibatasi oleh ligamentum inguinale, sedangkan sebelah lateraldan superior oleh pembuluh epigastria inferior dan medial oleh pinggir otot rektus. Hernia direk merupakan melemahnya fascia ternsveralis pada akuesita dasar kanalis inguinalis. Sering kali bilateral, dan ada kaitannya dengan usia lanjut, kegemukan, batuk yang terus menerus dan keadaan lain yang secara kronis dapat menimbulkan tekanan intraabdominal. 2. hernia femoralis Pada jenis hernia ini kantung masuk kedalam kanalis femoralis pada sisi medial dari vena femoralis bawah ligamentum inguinale. Kantungnya akan melengkung anterior dan superior disekitar ligamen inguinal sehingga berada pada daerah inguinal. Hernia femoralis lebih sering dijumpai pada wanita dari pada pria atau anak-anak Masa itu teraba atau terlihat disebelah medial atas paha, atau mungkin sampai keatas ligamentum inguinale dimana sulit membedakannya dari hernia inguinalis. Hernia fem,oralis juga harus dibedakn dari limfadenopati dan varises vena saphena. Karena leher sempit, maka hernia femoralis cenderung mengalami inkarserasi dan

strangulasi. Hernia ini sering terlewati pada pasien yang gemuk yang menderita obstruksi usus 3. hernia umbilikalis Setelah penutupan spontan cincin umbilikalis pada bayi, beberapa orang dewasa lambat laun membentuk pelebaran cincin dan pembentukan hernia umbilikalis. Peningkatan tekanan intraabdominal bertanggung jawab Hernia didiagnosis dengan inspeksi dan palpasi. Omentum merupakan isi kantung yang paling sering terjadi, walaupun usus terdapat dalam jumlah besar. Strangulasi sering terjadi sebab tidak terdapatnya fasia dan ukuran defek yang kecil 4. hernia epigastrika Merupakan penonjolan melalui linea alba pada abdomen bagian atas. Suatu massa dapat teraba pada garis tengah atau tepat disebelah kiri garis tengah. Banyak hernia epigastrika adalah asimptomatik, tetapi hernia ini dapat merupakan sumber rasa sakit dan gejalagejala gastrointestinal yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya 5. hernia insisional Dihisensi fasnia pada insisi abdomen mengakibatkan hernia. Infeksi, kesalahan teknik, dan penyakit yang berkaitan (obesitas, malnutrisi) merupakan hernia insisional yang paling sering terjadi. Dihisensi mungkin merupakan peristiwa yang dramatis pada masa dini post operatif Hernia insisional merupakan penonjolan yang menimbulkan rasa tidak enak dan tidak sedap dipandang, yang cenderung mengalami inkarserasi dan strangulasi, khususnya bila defek kecil 6. hernia lain-lain a. hernia spigel Merupakan hernia melalui linea semilunaris. Tempat yang paling sering adalah abdomen bagian bawah pada perbatasn linea semilunaris dan linea semisirkulatis douglas b. hernia lumbalis Merupakan hernia melalui salah satu trigonum lumbale pada dinding posterior abdomen c. hernia littre Keanehan hernia ini adalah bahwa hernia ini merupakan hernia abdominalis eksterna yang hanya mengandung divertikum meckel

2. Hernia interna Hernia yang tonjolannya tidak tampak dari luar, yaitu hernia obturatorika, hernia diafragmatika, hernia foramen Winslowi dan hernia ligamen treitz. Hernia difragmatika Hernia diafragmatika ialah masuknya sebagian gaster melalui hiatus esofagus dari diafragma kedalam kavum toraksis. Oleh karena itu dapat disebut hiatus hernia. Hal ini dapat terjadi bilamana hiatus esofagus tersebut terlalu lebar. Terlalu lebarnya hiatus tersebut dapat timbul secara kongenital maupun mendaak. Sehingga dapat berakibat sebagian dari lambung masuk kavum toraksis. Pada yang mendadak misalnya oleh karena tekanan intra obdominal yang meninggi. Peninggian tekanan intra obdominal dapt dijumpai pada gravida, obesitas, asites, adanya tumor intra abdominalyang terlalu besar

umpamanya pada kista ovarium dan lain-lain. Oleh karena itu lebih sering dijumpai pada kaum wanita dari pada kaum laki-laki dengan perbandingan rata-rata 3 : 1 Ada dua macam Hernia difragmatika a. Sliding hernia atau sliding type - Terjadinya bisa disebabkan bermacam-macam hal diantaranya : - Esofagus terlalu pendek - Atau esofagus tertarik keatas - Dapt juga oleh karena otot-otot dan ligamen disekitar kardia lemah, sehingga kardia masuk ke dalam mediastinum - Pada sliding hernia seringkali terjadi refluk asam lambung kedalm esofagus, biasa atau serng kali timbul regurgitasi - Penting diketahui bahwa letak esofagogastrik junction diatas diafragma. Jadi letak gaster yang berupa kantong hernia dikaudal esofagus b. Rolling hernia atau rolling type Nama lain dari rolling hernia adalah para hiatal hernia, para esofageal hernia Di sini letak esofagus pada posisi normal, demikian juga panjang esofagus dalam keadaan normal. Tapi kantung hernia terletak disebelah esofagus. Jadi sebagian dari lambung masuk kedalam rongga dada yaitu sebagai kantumh hernia. Jadi jelas bedanya dengan sliding hernia, di sini esophagogastrik junction tetap di bawah diafragma, dengan kata lain disini terdapt vulvulus parsiel dari lambung Perbedaan lain ialah : pada rolling hernia, refluk dari asam lambung jarang terjadi. Pada rolling hernia karena kantong hernia menekan esofagus dari belakang, maka tidak akan terjadi regurgitasi. Kemungkinan besar pada rolling hernia seluruh fundus dari gaster masuk kedalam rongga dada 2. ILEUS A. ILEUS PARALITIK Ileus paralitik atau adynamic ileus adalah keadaan dimana usus gatal/ tidak mampu melakukan kontraksi peristaltik untuk menyalurkan isinya. Ileus paralitik ini bukan suatu penyakit primer usus melainkan akibat dari berbagai penyakit primer, tindakan (operasi) yang berhubungan dengan rongga perut, toksin dan obat-obatan yang dapat mempengaruhi kontraksi otot polos usus Gerakan peristaltik merupakan suatu aktifitas otot polos usus yang terkoordinasi dengan baik, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti keadaan otot polos usus, hormon intestinal, sistem saraf simpatik dan para simpatik, keseimbangan elektrolit dsb Ileus paralitik hampir selalu dijumpai pada pasien pasca operasi abdomen. Keadaan ini hanya berlangsung antara 24-27 jam. Beratnya ileus paralitik pasca operasi bergantung pada lamnya operasi, seringnya manipulasi usus dan lamanya usus berkontak dengan udara luar. Pencemaran peritonium oleh asam lambung, isi kolon , enzim pankreas, darah, dan urin akan menimbulkan paralisis usus. Kelainan retroperitoneal seperti hematome retroperitoneal, terlebih lagi bila disertai fraktur vertebra sering menimbulka ileus paralitik yang berat. Demikian pula pada kelainan pada rongga dada seperti pneumonia paru pada bagian bawah, empiema dan infark miokard dapat disertai para lisis usus. Gangguan elektrolit terutama hipokalemia merupakan penyebab yang cukup sering Penyakit/ keadaan yang menimbulkan ileus paralitik dapat diklasifikasikan sbb: 1. neurogenik

- pasca operasi - kerusakan medula spinalis - keracunan timbal - kolik ureter - pankreatitis - iritasi persarafan splanknikus 2. metabolik - gangguan keseimbangan elektrolit (terutama hipo kalemia) - uremia - komplikasi DM - penyakit sistemik seperti SLE, sklerosis multipel 3. obat-obatan - narkotik - anti kolinergik - katekolamin - fenotiasin - anti histamin

4. infeksi - pneumonia - empiema - peritonotis - urosepsis - infeksi sistemik berat lainnya 5. iskemia usus B. ILEUS OBSTRUKTIF Obstruksi usus Obstruksi usus terjadi bila sumbatan mencegah aliran normal dari isi usus melalui saluran usus. Aliran ini dapat terjadi karena 2 tipe 1. Mekanis Terjadi obstruksi intra mural atau obstruksi mural dari tekanan pada dinding usus. Contoh kondisi ini dapat menyebabkan obstruksi mekanis adalh intososepsi, tumor polipoid dan neoplasma, stenosis, striktur, perlekatan, hernia, dan abses. 2. Fungsional Muskulatur usus tidak mampu mendorong isi sepanjang usus. Contohnya adalah : amiloidosis, distrofi otot, gangguan endokrin seperti dm, atau gangguan neurologis seperti penyakit parkinson. Ini juga dapat bersifat sementara sebagai akibat dari penanganan usus selama pembedahan Obstruksi ini dapat bersifat parsial atau komplek. Keperahannya tergangtung pada daerah usus yang terkena, derajat dimana lumen tersumbat dan khususnya derajat dimana sirkulasi darah dindig usus tersumbat. Kebanayakan obstruksi usus (85%) terjadi dalam usus halus. Perlekatan paling umum menyebabkan obstruksi usus halus (insiden sebanyak 60%) diikuti dengan hernia dan

neoplasma. Penyebab lain mencakup intususepsi, volvulus (pemutaran usus) dan ileus paralitik Kira-kira 15% obstruksi usus terjadi di usus besar, dan kebanyakan ditemukan di sigmoid. Penyebab yang paling umum adalh karsinoma, siverkulitis, gangguan usus inflamasi dan tumor ganas Macam obstruksi usus Obstruksi usus halus Patofisiologi. Akumulasi isi usus, cairan, dan gas terjadi di daerah atas usus yang mengalami obstruksi. Distensi dan retensi cairan mengurangi absorbsi cairan dan merangsang lebih banyak sekresi lambung. Dengan peningkatan distensi menyebabkan penurunan tekanan kapiler vena dan arteriola. Pada gilirannya hal ini akan menyebabkan edema, kongesti, nekrosis, dan akhirnya ruptur atau perforasi dari dinding usus dengan akibat peritonitis. Muntah refluks dapat terjadi akibat distensi abdomen. Muntah mengakibatkan kehilangan ion hidrogen dan kalium dari lambung, serta menimbulkan penurunan klorida dan kalium dalam darah, yang akhirnya mencetuskan alkalosis metabolik. Dehidrasi dan asidosis yangg terjadi kemudian disebabkan karena hilangnya cairan dan natrium. Dengan kehilangan cairan akut, shok hipo volemik dapat terjadi Manifestasi klinis. Gejala awal biasanya berupa nyeri, kram yang terasa seperti gelombang dan bersifat kolik. Pasien dapat mengeluarkan darah dan mukus, tetapi bukan materi fekal dan tidak terdapat flatus. Terjadi muntah pola ini adalah karakter yang sering muncul. Pada obstruksi komplek gelombang peristaltik pada awalnya menjadi sangat keras dan akhirnya berbalik arah, dan isi usu terdorong kedepan mulut. Apabila obstruksi terjadi pada ileum, maka muntah fekal dapat terjadi. Pertama pasien memuntahkan isi lambung, kemudian isi deodenum dan jejunum yang mengandung empedu dan akhirnya disertai nyeri paroksisme, pasien memuntahkan isi ileum yaitu suatu bahan mirip fekal yang berwarna gelap. Tanda yang pasti dari dehidrasi adalh pasien mengalami haus terus menerus, mengantuk, malaise umum, dan lidah serta membran mukosa mengalami pecah-pecah. Abdomen menjadi distensi, semakin kebawah obstruksi di area gastrointestinal yang terjadi, semakin jelas adanya distensi abdomen. Apabila obstruksi berlanjut tidak diatasi terjadi shock akibat dehidrasi dan kehilangan volume plasma. Evaluasi diagnostik. Diagnosa didasarkan pemeriksaan yang digambarkan diatas serta pemeriksaan sinar-X.sinar-X terhadap abdomen akan menunjukkan kuantitas abnormal dari gas dan atau cairan dalam usus. Pemeriksaan laboratorium misalnya pemeriksaan elektrolit dan DL akan menunjukkan gambaran dehidrasi dan kehiolangan volume plasma, dan kemungkinan infeksi. Penatalaksanaan. Dekompresi usus melalui selang usus halus atau naso gastrik bermanfaat dalam mayoritas kasus. Apabila usus tersumbat secara lengkap maka stangulasi yang terjadi memerlukan interfensi bedah. Saebelum pembedahan terapi intra vena diperlukan untuk mengganti penipisan air, natrium, kalium, dan klorida. Tindakan pembedahan terhadap obstruksi usus sangan tergantung pada penyebab obstruksi. Penyebab paling umum seperti hernia dan perlekatan, prosedur bedah mencakup perbaikan hernia atau pemisahan perlekatan pada usus tersebut. Pada beberapa situasi bagian dari usus yang terkena dapat diangkat dan dibentuk anastomosis.

Kompleksitas prosedur bedah untuk obstruksi usus tergantung pada durasi obstruksi dan kondisi usu yang ditemukan selama pembedahan Obstruksi usus besar Patofisiologis. Seperti pada obstruksi usus halus obstruksi usus besar mengakibatkan isi usus , cairan, dan gas berada proksimal disebelah obstruksi. Obstruksi dalam kolon dapat menimbulkan distensi hebat dan perforasi kecuali gas dan cairan dapat mengalir balik melalui katup ilean. Obstruksi usus besar meskipun lengkap biasanya tidak dramatis bila suplai kekolon tidak terganggu. Apabila suplai darah terhenti, terjadi stranulasi usus dan nekrosis kondisi ini mengancam hidup. Pada usus besar dehidrasi terjadi lebih lambat dibandingkan pada usus halus karena kolon mampu mengabsorbsi isi cairannya dan dapat melebar sampai ukuran yang dipertimbangkan diatas kapasitas normalnya Manifestasi klinis. Obstruksi usus besar berbeda secara klinis dari obstruksi usus halus, dalam hal ini gejala terjadi dan berlanjut relatif lambat. Pada pasien dengan obstruksi disigmoid atau rektum. Konstipasi dapat menjadi gejala satu-satunya selama beberapa hari. Akhirnya abdomen menjadi sangat distensi, loop dari usus besar menbjadi dapat dilihat dari luar melalui dinding abdomen, dan pasien menderita kram akibat nyeri abdomen bawah. Akhirnya terjadi muntah fekal. Dapat terjadi shok. Evaluasi diagnostik. Diagnosis didapat pada pemeriksaan sintomatologi dan sinar-X. Sinar-X abdomen datar dan tinggi akan menunjukkan distensi kolon. Pemeriksaan barium dikontraindikasikan. Penatalaksanaan bedah dan medis. Apabila obstruksi relatif tinggi dalam kolon, kolonoskopi dapt dilakukan untuk membuka lilitan dan dekompresi usus. Sekostomi, pembukaan secara bedah yang dibuat pada sekum, dapat dilakukan pada pasien yang beresiko buruk terhadap pembedahan dan sangat memerlukan pengangkatan obstruksi. Prosedur ini memberika jalan keluar untuk mengeluarkan gas dan sejumlah kecil rabas. Selang rektal dapat digunakan untuk dekompresi area yang ada dibawah usus. Tindakan yang biasa dilakukan adalh reseksi bedah untuk mengangkat lesi penyebab obstruksi. Kolostomi sementara atau permanen mungkin diperlukan. Kadang-kadang anastomosis ileoanal dilakukan bila pengangkatan keseluruhan usus besar diperlukan BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Hernia adalah prostrusi dari organ melalui lubang defektif yang didapat atau kongenital pada dinding rongga yang secara normal berisi organ. Istilah hernia berasal dari bahasa Yunani ERNOS yang berarti penonjolan. Bila ditinjau dari letaknya, hernia dibagi menjadi 2 golongan : Hernia eksterna. hernia inguinalis hernia inguinal indirek hernia inguinal direk hernia femoralis

hernia umbilikalis hernia epigastrika hernia insisional hernia lain-lain Hernia interna Hernia difragmatika Macam obstruksi usus Obstruksi usus halus Obstruksi usus besar B. SARAN Dari beberapa penyakit dan penatalaksanaan nya yang sudah kami paparkan tersebut diatas, maka untuk para penderita penyakit hernia dan ileus dapat melakukan pengobatan pada pelayanan medis untuk kesembuhan penyakitnya

DAFTAR PUSTAKA Brunner, Suddart. 2002. Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC Schrock K. Theodore. 1995. Ilmu Bedah. Jakarta: EGC Reeves J. Charlene. 2001. Keperawatan Mwdikal BEDAH. Jakarta: Salemba Medika Mansjoer, Arif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: FK UI