Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA SISTEM MEKANISME DASAR PENYAKIT Uji Benedict dan Peragian

Oleh : SRI ULANDARI A.TAUFAN 2009 730 165 Dosen Pembimbing : Dr. Kartono Ichwani. Sp.BK

Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Muhammadiyah Jakarta

UJI BENEDICT DAN PERAGIAN TUJUAN : 1. Mengetahui bahwa glukosa dapat mereduksi pereaksi benedict 2. Mengetahui bahwa Laktosa dapat mereduksi pereaksi benedict 3. Mengetahui bahwa glukosa dapat difermentasikan oleh sel-sel ragi 4. Mengetahui bahwa laktosa tidak dapat difermentasikan oleh sel-sel ragi 5. Dapat membedakan glukosa dari laktosa yang terdapat pada urine wanita hamil apabila tes benedict urine positif ALAT DAN BAHAN : 1. Tabung reaksi 2. Tabung peragian 3. Mortar dan stamper 4. Tabung peragian 5. Larutan glukosa 2% 6. Larutan laktosa 2% PRINSIP 1. Peragian Percobaan peragian dilakukan untuk menetukan gula ( Glukosa C6H12O6 dan Laktosa ) yang dapat difermentasikan. Pada percobaan, setelah ragi ditambahkan dengan larutan glukosa 2 % dan didiamkan kurang lebih selama 1 jam di dalam tabung fermentasi, muncul gelembung-gelembung CO2 pada larutan. Selain terlihat gelembung gas CO2 dapat tercium juga bau alkohol. Selain itu, pada percobaan ragi yang ditambahkan dengan larutan laktosa 2% dan didiamkan selama 1 jam di dalam tabung fermentasi, tidak muncul gelembunggelembung gas CO2 pada larutan. Untuk membedakan glukosa dan laktosa dilakukan peragian, glukosa bisa

diragikan (dapat di fermentasikan), menghasilkan gas CO2 dan Laktosa dari hasil fermentasi tidak muncul gas CO2.

2. Test benedict Uji benedict adalah uji kimia untuk mengetahui kandungan gula (karbohidrat) pereduksi. Gula pereduksi meliputi semua jenis monosakarida dan beberapa disakarida seperti laktosa dan maltosa. Pada uji Benedict, pereaksi ini akan bereaksi dengan gugus aldehid, kecuali aldehid dalam gugus aromatik, dan alpha hidroksi keton. Oleh karena itu, meskipun fruktosa bukanlah gula pereduksi, namun karena memiliki gugus alpha hidroksi keton, maka fruktosa akan berubah menjadi glukosa dan mannosa dalam suasana basa dan memberikan hasil positif dengan pereaksi benedict. Satu liter pereaksi Benedict dapat dibuat dengan menimbang sebanyak 100 gram sodium carbonate anhydrous, 173 gram sodium citrate, dan 17.3 gram copper (II) sulphate pentahydrate, kemudian dilarutkan dengan akuadest sebanyak 1 liter. Untuk mengetahui adanya monosakarida dan disakarida pereduksi dalam makanan, sample makanan dilarutkan dalam air, dan ditambahkan sedikit pereaksi benedict. Dipanaskan dalam waterbath selamaa 4-10 menit. Selama proses ini larutan akan berubah warna menjadi biru (tanpa adanya glukosa), hijau, kuning, orange, merah dan merah bata atau coklat (kandungan glukosa tinggi). Sukrosa (gula pasir) tidak terdeteksi oleh pereaksi Benedict. Sukrosa mengandung dua monosakrida (fruktosa dan glukosa) yang terikat melalui ikatan glikosidic sedemikian rupa sehingga tidak mengandung gugus aldehid bebas dan alpha hidroksi keton. Sukrosa juga tidak bersifat pereduksi. Uji Benedict dapat dilakukan pada urine untuk mengetahui kandungan glukosa. Urine yang mengandung glukosa dapat menjadi tanda adanya penyakit diabetes. Sekali urine diketahui mengandung gula pereduksi, test lebih jauh mesti dilakukan untuk memastikan jenis gula pereduksi apa yang terdapat dalam urine. Hanya glukosa yang mengindikasikan penyakit diabetes.

PROSEDUR KERJA I. Peragian 1. Haluskan dalam sebuah mortir 2 gram ragi roti dengan 20ml larutan glukosa 2%, dalam mortir yang lain haluskan dengan cara yang sama dengan 20ml larutan laktosa 2% 2. Pindahkan campuran tersebut ke tabung peragian sampai bagian tertutup peragian terisi penuh.

II.

Uji benedict Test benedict (semi kuantitatif) Campurkan 2,5 ml pereaksi benedict kuantitatif dengan 4 tetes larutan glukosa 2%. Panaskan selama 5 menit pada penangas air mendidih atau didihkan di atas api kecil selama 1 menit . biarkan menjadi dingin perlahan-lahan, perhatikan perubahan warnanya. Penafsiran

Warna Biru/hijaukeruh Hijau/kuninghijau Kuningkehijauan Jingga Merah

penilaian 0 + ++ +++ ++++

kadar Kurangdari 0,5 % 0,5-1,0 % 1,0-2,0 % Lebihdari 2%

HASIL PENELITIAN A. Peragian

MACAM ZAT

HASIL Timbul gelembung pada bagian ujung bagian tertutup peragian. Sehingga menimbulkan ruang kosong pada bagian ujung tabung peragian. Tidak terjadi reaksi apapun.

RAGI + LARUTAN GLUKOSA 2 % RAGI + LARUTAN LAKTOSA 2 %

B.

UJI BENEDICT MACAM ZAT 4 tetes Glukosa + 2,5ml benedict kuantitatif dipanaskan 4 tetes Laktosa + 2,5ml benedict kuantitatif dipanaskan HASIL Timbul endapan warna kuning PENILAIAN KADAR

++

0,5 1%

Timbul endapan warna kuning kehijauan

++

0,5 1%

KESIMPULAN Untuk membedakan glukosa dan laktosa dengan melakukan uji peragian, dimana dalam proses peragian pada glukosa terjadi fermentasi ditandai dengan munculnya gas CO2, sedangkan proses peragian pada laktosa tidak timbul gas CO2 karena tidak terjadi fermentasi. Selain itu untuk mengetahui kadar glukosa bisa dilakukan dengan uji benedict.