Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH PERIODONTOLOGY

DEVELOPMENTAL OR ACQUIRED DEFORMITIES AND CONDITIONS

Disusun Oleh :
NOVITA HENDRA AYU JEMBAR SARI AVINA ELISA SANDRA ANDINA RETSA PUTRI REFFIE WIDYA M. ARDISURYAWAN RAHMAN ELVIRA DWIJAYATI SARI APRIYANI SAFITRI RAHMAT HIDAYAT NIM : 0409 100 4029 NIM : 0409 100 4030 NIM : 0409 100 4031 NIM : 0409 100 4032 NIM : 0409 100 4033 NIM : 0409 100 4034 NIM : 0409 100 4036 NIM : 0409 100 4038 NIM : 0409 100 4040

Dosen Pembimbing : drg. HEMA AWALIA

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2011

Keterkaitan Faktor Lokal Gigi yang Dimodifikasi atau Predisposisi Penyakit Gingiva atau Periodontitis yang Diinduksi oleh Plak

Secara umum,ada 4 faktor yang dianggap sebagai faktor lokal yang berkontribusi terhadap inisiasi dan perkembangan penyakit periodontal melalui peningkatan dari akumulasi plak atau pencegahan dan penghilangan plak yang efektif dengan cara langkah-langkah kebersihan oral secara normal. Faktor-faktor diatas dibagi menjadi dalam tiga sub-grup. 1. Faktor anatomi gigi Adanya Faktor-faktor yang berhubungan dengan malformasi dari pertumbuhan gigi atau lokasi gigi . Faktor anatomi seperti gambaran serviks pada enamel dan mutiara pada enamel telah terkait dengan kehilangan perlekatan klinis, khususnya di daerah percabangan . Gambaran serviks pada enamel ditemukan pada 15% hingga 24% dari molar pada mandibula dan 9% sampai 25% dari molar pada maksila, dan keterkaitan yang sangat kuat telah diamati dengan keterlibatan percabangan. Alur Palatogingival ,sering ditemukan terutama pada gigi insicivus rahang atas, yang telah diamati dalam 8,5% dari individu dan berkaitan dengan peningkatan akumulasi plak, perlekatan klinis, dan kehilangan tulang . Alur proksimal akar pada gigi insisivus dan premolar rahang atas juga diperparah oleh akumulasi plak. peradangan, dan hilangnya perlekatan klinis dan tulang. Lokasi gigi dianggap penting dalam inisiasi dan perkembangan penyakit. malalignment Gigi di perparah oleh akumulasi plak dan peradangan pada anak-anak dan mungkin juga diperparah oleh yang buruk. Selain itu, kontak gigi yang terbuka kehilangan perlekatan klinis pada orang dewasa, terutama bila dikaitkan dengan kebersihan mulut dikaitkan dengan peningkatan kehilangan tulang alveolar, sebagian besar disebabkan oleh impaksi makanan.

Maloklusi (crowding) secara klinis dan radiography foto 2. Restorasi gigi atau instrument kedokteran gigi Restorasi gigi atau peralatan kedokteran gigi sering berhubungan dengan adanya perkembangan peradangan gingiva, terutama ketika berada pada daerah subgingiva. Restorasi yang mungkin berlaku yaitu restorasi onlay yang ditempatkan pada daerah subgingival, mahkota, tambalan,dan Orthodontic band. Restorasi mungkin memgenai lebar biologis dengan ditempatkan jauh di dalam sulkus atau didalam junctional epitelium . Hal ini dapat meningkatkan inflamasi dan hilangnya perlekatan klinis ,hilangnya tulang yang di ikuti dengan migrasi apikal dari epitelium junctional dan pembentukan kembali aparat lampiran di lebih apikal tingkat.

Tumpatan Overhanging

3. Fraktur Akar Fraktur akar disebabkan oleh trauma oklusi, tekanan restorasi, atau prosedur endodontic dapat menyebabkan penyakit periodontal melalui migrasi bakteri plak di sepanjang fraktur, terutama fraktur yang telah mencapai perlekatan klinis dan mahkota gigi serta terekspos ke daerah mulut.

Fraktur Akar
4. Resorpsi Servikal Akar Gigi

Resorpsi servikal akar gigi dapat menyebabkan kerusakan periodontal pada saat lesi bertemu dengan kavitas (lubang) dan memungkinkan bakteri untuk bermigrasi ke daerah subgingival.

Radiografi Resorpsi Servikal Akar Gigi

5. Kelainan Mucogingival dan Kondisi di Sekitar Gigi Mucogingival adalah daerah mukosa mulut yang berhubungan dengan gingiva, mukosa alveolar, frenulum, otot, vestibulum, dan dasar mulut. Kelainan mucogingival dapat melibatkan tulang alveolar. Operasi mucogingival merupakan bedah periodontal yang dirancang untuk memperbaiki kelainan pada morfologi, posisi, dan tebal gingiva. Tujuan dari operasi ini yaitu untuk memperbaiki estetika, memperbaiki fungsi periodontal, dan meningkatkan OH (oral hygiene) mulut.

Kelainan Mucogingival dan Foto Radiografinya

Bedah Periodontal untuk Kelainan Mucogingival 6. Kelainan Mucogingival dan Kondisi Rahang Edentulous (Tidak Bergigi) Kelainan mucogingival dan rahang edentulous biasanya memerlukan bedah periodontal yang tepat untuk memperbaiki dan mengembalikan fungsi semula sebelum dilakukan prosedur prostho atau penempatan implant.

Rahang Edentulous

Fotoradiografi Rahang Edentulous

REFERENSI 1. FA, Carranza. 2002. Carranzas Clinical Periodontology. Ed,9 th. Philadelphia:WB Saunders Co. 2. Rahmanto, Shaleh drg. 2007. Penyakit Periodontal. Jurnal FKG UMY, Volume 102. Hal 54-57. 3. Armitage GC: Development of a classification system for periodontal diseases and conditions. Ann Periodontol 1999; 4:1.