Anda di halaman 1dari 10

Air Conditioner

Halaman 1 dari 7 Air conditioning atau biasa disingkat dengan sebutan AC merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk mendinginkan udara, mengatur sirkulasi udara, mengatur kelembaban, dan menjaga kebersihan udara dalam suatu ruangan atau kabin kendaraan. Di alat-alat berat yang bekerja pada kondisi jobsite yang panas dan berdebu, penggunaan AC pada operator cabin menjadi wajib karena akan sangat mempengaruhi produktivitas kerja operator, dan tentunya juga terhadap produktivitas alat. Prinsip dasar dari AC adalah memindahkan udara dengan cara menyerap udara yang panas di dalam ruang operator akibat panas matahari, suhu lingkungan, dan aktivitas pernafasan dan gerak operator; lalu dilewatkan pada sejumlah peralatan dalam sistem AC sehingga temperatur/suhunya diubah menjadi rendah. Udara bersuhu rendah inilah yang kemudian dialirkan kembali ke dalam ruangan/kabin operator. Sebelum membahas komponen AC, berikut ini adalah sejumlah pengertian dasar yang berkaitan dengannya. a. Panas Panas adalah energi kinetik yang dimiliki oleh aktivitas suatu molekul pada suatu zat. Satu kilo kalori panas (kCal) mampu mengubah 1 kilogram (kg) air naik suhunya sebesar 1 oC. Ukuran panas yang biasa digunakan adalah derajat Celcius ( oC) atau derajat Fahrenheit (oF). Di negara kita ukuran Celcius lebih lazim digunakan, namun pada sejumlah merk alat berat yang kita ageni ada yang menggunakan ukuran Fahrenheit sebagai dasar petunjuknya. Konversi/persamaan dari kedua cara pengukuran suhu tersebut bisa kita lihat pada gambar berikut ini :

Gambar 1. Konversi ukuran suhu dalam oC dan oF Kita menggunakan pola interpolasi untuk mendapatkan persamaan suhu antara oC dan oF. Rumusan interpolasi untuk mendapatkan suhu pada derajat celcius

Air Conditioner
Halaman 2 dari 7 b. Tekanan Tekanan adalah gaya tegak lurus yang dikenakan pada satuan luas tertentu pada benda padat, cair maupun gas. Tekanan yang terjadi sesungguhnya adalah tekanan yang dipengaruhi oleh tekanan luar atau tekanan atmosfir bumi (atmosphere). 1 atm = 1,03 kg/cm2 atau 1 atm = 760 mm.Hg c. Ozon (O3) Bumi dikelilingi oleh atmosfir setebal 700 km. Atmosfir mengandung molekul oksigen yang terdiri dari 2 atom oksigen. Akibat sinar matahari yang melepas sinar gamma, inframerah, ultravolet dan lain-lain, maka atom oksigen tersebut berubah menjadi suatu molekul baru yang disebut ozon (O3)

Gambar 2. Reaksi ozon Lapisan ozon ini umurnya hanya berkisar menitan saja. Saat ozon pecah, atom yang terlepas dapat kembali menyatu dengan molekul oksigen (O2). Kejadian itu akan terus-menerus terjadi, kecuali ada tamu tak diundang yang kita sebut dengan zat chlorida. Zat ini akan mempengaruhi keseimbangan pembentukan molekul ozon. Zat ini akan mengikat molekul oksigen yang terpecah dari ozon sehingga mengakibatkan lapisan ozon semakin tipis.

Ozon berkumpul jadi suatu lapisan pada ketinggian 20 km sampai 30 km. Lapisan ozon ini mampu menyerap masuknya radiasi matahari. Jumlah radiasi yang masuk menembus bumi akhirnya hanya sedikit jumlahnya, dan tidak akan membahayakan kehidupan yang ada di muka bumi ini. Tanpa lapisan itu, radiasi ultraviolet akan merusak bumi kita. Dampak lingkungan yang dapat terjadi akibat reaksi antara Chloro-Fluoro-Carbon (CFC) atau Freon (R-12) dengan lapisan Ozon (O3) berakibat penipisan atmosfir bumi. CFC adalah suatu zat yang terdapat dalam alat-alat seperti AC, lemari es, styrofoam, aerosol, dan lain-lain terutama pada model-model lama (sudah obsolete). Khlorida bebas akan terus menggerogoti lapisan ozon kita. Penggunaan Hydro-Fluoro-Carbon yang lebih dikenal dengan HFC-134a atau R-134a lebih ramah lingkungan, yang artinya tidak merusak ozon (O3). Pada alat-alat AC dan lemari es model yang baru sudah menggunakan zat ini.

Gambar 3. Lapisan Ozon

Air Conditioner
Halaman 3 dari 7 Gambaran umum kerja Air Conditioner Zat refrigerant yang berjalan melewati komponen AC bergerak dengan bantuan compressor, kemudian didinginkan melalui condenser sehingga zat yang sebelumnya berbentuk gas diubah menjadi cair. Zat refrigerant cair tersebut kemudian dialirkan ke evaporator. Sebelum masuk dalam evaporator, cairan refrigerant disaring oleh dryer dan diubah tekanannya menjadi lebih rendah. Saat melewati evaporator, di dalam evaporator zat tersebut ditiup oleh fan untuk disalurkan ke ruang operator sebagai udara dingin. Udara yang ditiupkan oleh fan lebih panas dari zat yang ada di dalam pipa evaporator, sehingga zat yang sebelumnya berbentuk cair berubah menjadi gas. Gas tersebut lalu dialirkan lagi menuju compressor. Udara dingin hasil tiupan fan ke evaporator tersebut kita kenal dengan Air Conditioner.

1. 2. 3. 4. 5.

Blower Switch Thermostatic Switch Battery Supply Circuit Breaker Blower

7. Evaporator 8. Expansion Valve 9. Suction Valve 10. Test gauge and Manifold 11. Compressor

13. 14. 15. 16. 17.

Magnetic Switch Compressor Drive Pulley Receiver Dryer Discharge Line Discharge Line

Air Conditioner
Halaman 4 dari 7 Komponen Utama Air Conditioner Komponen utama sistem AC ada 6 buah, yaitu : 1. Compressor Fungsi compressor adalah untuk mensirkulasikan refrigerant ke seluruh sistem serta mengkompresi refrigerant bertekanan rendah menjadi tekanan tinggi dengan temperatur yang juga tinggi.

Gambar 5. Compressor Nippondenso

Gambar 6. Compressor Sanden

Gambar 7. Struktur Compressor

Air Conditioner
Halaman 5 dari 7 2. Condenser Fungsi condenser adalah bersama-sama dengan fan mengubah refrigerant yang berbentuk gas bertekanan tinggi menjadi refrigerant berbentuk cair dengan cara mendinginkan refrigerant tersebut.

Gambar 8. Condenser 3. Receiver Dryer Parts ini berbentuk tabung, fungsinya adalah :

menyerap uap air yang ada dalam sistem menyimpan cairan refrigerant sementara menyaring kotoran memantau jumlah refrigerant

Gambar 9. Receiver Dryer

Receiver dryer ini mempunyai bahan yang mudah larut, yaitu silica gel. Silica gel inilah yang berfungsi untuk menyerap kelebihan cairan (air) yang ada dalam saluran system. Jika silica ini sudah habis, maka seharusnya dryer ini diganti. Umur dari receiver dryer ini adalah 6000HM. Jika dryer tidak segera diganti, kemungkinan air yang ada dalam system akan menyebabkan korosi.

Air Conditioner
Halaman 6 dari 7 4. Expansion Valve Fungsinya mengubah refrigerant berbentuk cair bertekanan dan bersuhu tinggi menjadi refrigerant berbentuk kabut atau uap bertekanan dan bersuhu rendah serta mengatur jumlah refrigerant yang diuapkan di evaporator.

Gambar 10. Expansion Valve 5. Evaporator Berfungsi sebagai tempat atau bejana untuk penguapan refrigerant dan pelepasan panas dengan menggunakan semburan udara dari motor blower yang melewati kisi-kisi evaporator. Pada komponen ini refrigerant dialirkan pada pipa yang berkelok-kelok di antara kisi-kisi evaporator pada proses pelepasan panasnya (lihat gambar 11).

Gambar 11. Evaporator Komponen Compressor dan Expansion valve terdiri dari parts parts yang meungkin diperlukan untuk diganti. Sementara yang lain biasanya kita jual dalam bentuk assembly, tidak dalam bentuk parts pretelan.

Air Conditioner
Halaman 7 dari 7 6. Hose & tube AC Untuk menyalurkan refrigerant dari satu komponen ke komponen lainnya digunakan 2 jenis media, yaitu : tube (pipa dari bahan alumunium) dan hose (selang karet dengan treatment tertentu). Hose yang digunakan pada sistem AC berbeda dengan hose yang digunakan pada sistem hidrolik atau sistem yang lainnya. Kekhususan pada hose AC harus ada lapisan PVC pada bagian paling dalam, terutama untuk sistem yang menggunakan refrigerant R-134a. Parts hose ini sifatnya customize, bisa disuplai berdasarkan pesanan dan spesifikasi ukuran diameter dan panjang yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan. Meskipun untuk fungsi yang sama dan menggunakan diameter hose yang sama, namun panjang hose harus disesuaikan dengan jalur dan lokasi penempatan komponen pada kabin unit pada saat pemasangannya.

Gambar 12. Penampang hose AC 7. Freon. Freon adalah zat yang mengalir dalam sistem Air Conditioner (AC). Ada beberapa jenis Freon yang ada, diantaanya adalah R-134 dan R-12. Zat yang pertama berkembang adalah Chloro Fluoro Carbon (CFC) tetapi karena zat Chloro itu merusak Zat Ozon, maka dalam perkembangannya Freon memakai Zat Hidro Fluoro Carbon (HFC). CFC dikenal dipasaran sebagai CFC-12 atau R-12, sementara HFC dikenal juga sebagai HFC134a atau R-134a.

Gambar 13. Ini contoh tabung Freon yang ada dipasaran. Tabung ini biasa digunakan untuk menyimpan refrigerant baik pada fasa cair maupun gas.

Untuk melihat secara langsung komponen-komponen tersebut silakan pelajari AC pada kendaraan operasional kantor kita. Bentuk dan prinsip kerjanya sama dengan yang terdapat pada AC alat-alat berat yang kita jual. Guna mengetahui tingkat pemahaman Anda atas materi tersebut, silakan uji kemampuan Anda pada tes pemahaman berikut ini. Test Pemahaman: Air Conditioner

Beri Nilai