Anda di halaman 1dari 39

BAB I PENDAHULUAN

a. Latar Belakang
Dewasa ini dunia ilmu pengetahuan dan teknologi semakin hari semakin pesat perkembangannya, sehingga diharapkan setiap mahasiswa, terutama mahasiswa teknik mesin harus dapat mampu bersaing dengan dunia industri luar sana. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang permesinan, dibutuhkan tenaga terampil untuk mengoprasikan maupun merawat mesin sekaligus peralatan dari mesin tersebut. Banyak mahasiswa maupun seorang sarjana yang baru lulus dari perguruan tinggi terkadang tidak dapat mengoprasikan maupun merawat mesin serta peralatan mesin tersebut. Mereka cenderung lebih menguasai teori daripada praktek kerja mesin tersebut. Sedangkan di era globalisasi sekarang ini dibutuhkan tenaga kerja yang bukan hanya mengerti teori suatu mesin melainkan tenaga kerja tersebut dituntut untuk mengoperasikan maupun merawat mesin serta peralatan mesin tersebut. Terkadang ada juga beberapa diantara mereka yang dapat mengoperasikan serta merawat mesin dan peralatan mesin tersebut tetapi mereka lemah terhadap pendalaman teori dan mesin tersebut. Apabila hal ini sampai terjadi maka akan lebih banyak lagi sarjana kita yang tidak akan mendapat pekerjaan karena kalah bersaing dengan tenaga ahli asing yang datang dari luar negeri dan bekerja di dalam negeri. Tenaga ahli itu sudah membekali diri mereka dengan beberapa keahlian baik berupa pendalaman teori pemesinan, mengoperasikan maupun merawat mesin serta peralatan mesin tersebut. Kemudian apabila hal ini tidak ditanggapi dengan serius maka, tidaklah mustahil tenaga kerja dari negara kita akan menjadi tamu yang terasing di negaranya sendiri. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut, maka perguruan tinggi wajib memberikan bekal teori permesinan yang cukup kepada mahasiswanya. Selain itu perguruan tinggi juga harus mengadakan praktikum kerja mesin dalam perkuliahan yang merupakan salah satu cara untuk membentuk skill dan mengembangkan sikap professional sebelum mahasiswa terjun langsung kedalam dunia pekerjaa. Dari praktikum kerja mesin inilah diharapkan mahasiswa mendapatkan bekal keterampilan sehingga mampu berpikir kreatif dan dinamis dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapat selama perkuliahan

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 1

serta dapat memecahkan berbagai persoalan yang mereka hadapi di dunia kerja secara efektif dan efisien. Selain itu, dalam laporan praktikum kerja mesin ini, kami akan memaparkan beberapa prinsip kerja yang terdapat didalam pengoperasian mesin produksi yang ada di Universitas Pancasila. Dengan memiliki pemahaman dasar tantang prinsip kerja mesin, diharapkan seorang operator ataupun teknisi dapat mengoperasikan sekaligus memecahkan beberapa persoalan yang dihadapi dalam praktik kerja mesin sehingga dapat memanfaatkan waktu, tenaga, dan pikiran sebaik-baiknya. Untuk itu sangat dibutuhkan seseorang yang profesional dalam bidang Teknik Pemesinan yang dasarnya mesin-mesin tersebut membutuhkan perhitungan dan ketelitian yang sangat sempurna. Oleh karena itu, dengan adanya Praktikum Mrsin Frais mahasiswa diharapkan mampu dan memiliki pengetahuan dalam pengerjaan mesin freis baik secara teori maupun praktek supaya setelah memasuki dunia usaha atau dunia industri tidak merasa canggung lagi.

b. Maksud dan Tujuan


Dengan berkembangnya teknologi terutama dalam bidang industri dibutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan mesin sekaligus merawatnya beserta alat alat pendukungnya,Praktkum ini dilakukan agar mahasiswa mendapatkan ilmu lapangan untuk melengkapi atau memantapkan teori yang telah di dapat sebelumnya. Tujuan : a. Mahassiswa mampu mengoperasikan mesin frais sesuai standart b. Mahasiswa mengenal macam-macam mesin frais c. Mengaplikasikan Ilmu teori ke dalam praktikum d. Mahasiswa mengetahui alat alat pendukung mesin frais. e. Mahasiswa dapat menerapkan K3 dalam pengoperasian mesin frais f. Mahasisiwa dapat mengidentifikasi kehalusan dari permukaan yang di frais

g. Mahasisiwa dapat mengidentifikasi alat potong yang sesuai untuk benda kerja yang akan dibuat

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 2

BAB II LANDASAN TEORI

Mesin Frais Konvensional


1 Pengertian Mesin frais (milling machine) adalah mesin perkakas yang dalam proses kerja pemotongannya dengan menyayat/memakan benda kerja menggunakan alat potong bermata banyak yang berputar (multipoint cutter). Pada saat alat potong (cutter) berputar, gigi-gigi potongnya menyentuh permukaan benda kerja yang dijepit pada ragum meja mesin frais sehingga terjadilah pemotongan/ penyayatan dengan kedalaman sesuai penyetingan sehingga menjadi benda produksi sesuai dengan gambar kerja yang dikehendaki (Gambar 1)

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 3

.gambar 1 prinsippemotongan pada mesin frais

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 4

Pada Gambar (1a) menunjukkan prinsip pemotongan/pengefraisan datar bagian permukaan (face milling) di mana cutter bergerak berputar memotong ke atas (cutting up) sedang benda kerjanya bergerak lurus melawan cutter pada mesin frais horizontal. Demikian pula yang terjadi pada mesin frais tegak (Gambar 1b, 1c, dan 1d), sedangkan Gambar (1e) menunjukkan pemotongan bagian muka dan sisi (side and face cutting) dan Gambar (1f) menunjukkan pemotongan pada mesin frais horizontal. Pada Gambar 2 diperlihatkan prinsip pemotongan berbagai jenis alur (slot).

Gambar 2. Pemotongan Alur

Dengan prinsip-prinsip pemotongan di atas, kita dapat melakukan pembuatan benda kerja dengan berbagai bentuk-bentuk di antaranya sebagai berikut. a. Bidang rata datar. b. Bidang rata miring menyudut. c. Bidang siku. d. Bidang sejajar. e. Alur lurus atau melingkar. f. Segi beraturan atau tidak beraturan. g. Pengeboran lubang atau memperbesar lubang dan lain-lain. Selain bentuk-bentuk tersebut di atas, kita juga dapat melakukan pembuatan benda kerja dengan bentuk yang lain di mana bentuk ini sangat dipengaruhi oleh bentuk pisau dan arah gerakannya alat serta perlengkapan lain yang digunakan di antaranya sebagai berikut. a. Roda gigi lurus. b. Roda gigi helik. c. Roda gigi payung.

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 5

d. Roda gigi cacing. e. Nok/eksentrik. f. Ulir yang memiliki kisar/pitch yang besar dan lain-lain.

2 Jenis-Jenis Mesin Frais Mesin frais merupakan jenis mesin perkakas yang sangat cepat berkembang dalam teknologi penggunaannya, sehingga dengan mesin ini dapat digunakan untuk membentuk dan meratakan permukaan, membuat alur (splines), membuat roda gigi dan ulir, dan bahkan dapat dipergunakan untuk mengebor dan meluaskan lubang. Tetapi yang paling banyak dijumpai adalah jenis mesin tiang dan lutut (column-and-knee), meja tetap (fixed-bed), dan pengendalian manual sebelum mesin-mesin pengendalian computer dikembangkan. Jenis mesin frais lain yang prinsip kerjanya khusus seperti mesin frais yaitu mesin hobbing (hobbing machines), mesin pengulir (thread machines), mesin pengalur (spline machines), dan mesin pembuat pasak (key milling machines). Untuk produksi massal biasanya dipergunakan jenis mesin yang menggunakan banyak sumbu (multi spindles planer type) dan meja yang bekerja secara berputar terus-menerus (continuous action-rotary table), serta jenis mesin frais drum (drum type milling machines).

Gambar 3. Mesin frais horizontal

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 6

Gambar 4. Mesin frais vertical

Gambar 5. Mesin frais universal

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 7

Gambar 6. Mesin frais duplex

Gambar 7. Mesin frais planer

Gambar 8. Mesin frais roda gigi (gear hobbing machine)

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 8

2.1 Mesin Frais Horizontal Mesin frais horizontal (Gambar 9), alasnya (base) dari besi tuang kelabu, yang mendukung seluruh komponen dan dibaut fondasi serta berfungsi untuk menampung cairan pendingin yang mengalir ke bawah, di mana di dalam kolom (coulumn) terdapat mesin pompa yang memompa cairan tersebut untuk kemudian disirkulasi lagi ke atas meja (table).

Gambar 9. Bagian-bagian utama mesin frais horizontal

Pada bagian kolom yang mendukung seluruh rangka terdapat kotak roda gigi kecepatan, motor dengan sabuk transmisi. Kolom ini merupakan komponen utama mesin frais yang berbentuk box di mana lengan mesin (overarm) dan spindel tempat memasang poros arbor.

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 9

2.2 Mesin Frais Tegak (Vertikal) Sesuai dengan namanya, yang dimaksud vertikal sebenarnya adalah poros spindelnya yang dikonstruksikan dalam posisi tegak (Gambar 10).

Gambar 10. Mesin frais tegak

Semua bagian yang terdapat pada mesin frais tegak sama seperti pada mesin frais horizontal hanya saja posisi spindelnya tegak, untuk lebih jelasnya nama-nama bagian mesin frais tegak dapat dilihat pada Gambar 11 di bawah ini

Gambar 11. Komponen-komponen mesin frais tegak.

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 10

Mesin frais universal (Gambar 12) adalah salah satu jenis mesin frais yang dapat digunakan pada posisi tegak (vertikal) dan mendatar (horizontal) dan memiliki meja yang dapat digeser/diputar pada kapasitas tertentu.

Gambar 12. Mesin frais universal

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 11

2.3 Alat-Alat Potong (Cutter) Mesin Frais 2.3.1 Jenis-Jenis Pisau Frais Pisau mesin frais/cutter mesin frais baik horizontal maupun vertical memiliki banyak sekali jenis dan bentuknya. Pemilihan pisau frais berdasarkan pada bentuk benda kerja, serta mudah atau kompleksnya benda kerja yang akan dibuat. Adapun jenis-jenis pisau frais, antara lain sebagai berikut. a. Pisau Mantel (Helical Milling Cutter) Pisau jenis ini dipakai pada mesin frais horizontal. Biasanya digunakan untuk pemakanan permukaan kasar (Roughing) dan lebar.

Gambar 13. Cutter mantel

b. Pisau Alur (Slot Milling Cutter) Pisau alur berfungsi untuk membuat alur pada bidang permukaan benda kerja. Jenis pisau ini ada beberapa macam yang penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan. Gambar 14a dan Gambar 14b menunjukkan jenis pisau alur mata sayat satu sisi, Gambar 14c dan Gambar 14d menunjukkan pisau alur dua mata sayat yaitu muka dan sisi, Gambar 14e dan Gambar 14f menunjukkan pisau alur dua mata sayat yaitu muka dan sisi dengan mata sayat silang.

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 12

Gambar 14. Pisau alur dan penggunaannya

c. Pisau Frais Gigi (Gear Cutter) Pisau frais gigi ini digunakan untuk membuat roda gigi sesuai jenis dan jumlah gigi yang diinginkan. Gambar 15 menunjukkan salah satu jenis gear cutter.

Gambar 15. Gear cutter

d. Pisau Frais Radius Cekung (Convex Cutter) Pisau jenis ini digunakan untuk membuat benda kerja yang bentuknya memiliki radius dalam (cekung).

Gambar 16. Cutter radius cekung

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 13

e. Pisatu Frais Radius Cembung (Concave Cutter) Pisau jenis ini digunakan untuk membuat benda kerja yang bentuknya memiliki radius dalam (cekung).

Gambar 17. Cutter radius cembung

f. Pisau Frais Alur T (T Slot Cutter) Pisau jenis ini hanya digunakan untuk membuat alur berbentuk T seperti halnya pada meja mesin frais.

Gambar 18. Cutter alur T

g. Pisau Frais Sudut Pisau jenis ini digunakan untuk membuat alur berbentuk sudut yang hasilnya sesuai dengan sudut pisau yang digunakan. Pisau jenis ini memiliki sudut-sudut yang berbeda di antaranya: 30, 45, 50, 60, 70, dan 80. Gambar 19a menunjukkan pisau satu sudut 60 (angle cutter), Gambar 19b menunjukkan pisau dua sudut 45 x 45 (double angle cutter), Gambar 19c menunjukkan pisau dua sudut 30 x 60 (double angle cutter).

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 14

Gambar 19. Pisau sudut dan penggunaannya

h. Pisau Jari (Endmill Cutter) Ukuran pisau jenis ini sangat bervariasi mulai ukuran kecil sampai ukuran besar. Cutter ini biasanya dipakai untuk membuat alur pada bidang datar atau pasak dan jenis pisau ini pada umumnya dipasang pada posisi tegak (mesin frais vertikal), namun pada kondisi tertentu dapat juga dipasang posisi horizontal yaitu langsung dipasang pada spindle mesin frais.

Gambar 20. Cutter Endmill

i. Pisau Frais Muka dan Sisi (Shell Endmill Cutter) Jenis pisau ini memiliki mata sayat di muka dan di sisi, dapat digunakan untuk mengefrais bidang rata dan bertingkat. Gambar 21 menunjukkan pisau frais muka dan sisi.

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 15

Gambar 21. Shell endmill cutter

j. Pisau Frais Pengasaran (Heavy Duty Endmill Cutter) Pisau jenis ini mempunyai satu ciri khas yang berbeda dengan cutter yang lain. Pada sisinya berbentuk alur helik yang dapat digunakan untuk menyayat benda kerja dari sisi potong cutter, sehingga cutter ini mampu melakukan penyayatan yang cukup besar.

Gambar 22. Pisau pengasaran

k. Pisau Frais Gergaji (Slitting Saw) Pisau frais jenis ini digunakan untuk memotong atau membelah benda kerja. Selain itu, juga dapat digunakan untuk membuat alur yang memiliki ukuran lebar kecil.

Gambar 23. Pisau frais gergaji

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 16

2.3.2 Cara Pemasangan Cutter pada Poros Spindle Mesin Frais Posisi pemasangan pisau untuk mesin frais tegak (vertikal) Gambar 24a, sedangkan Gambar 24b untuk mesin frais mendatar (horizontal)

Gambar 24. Cara pemasangan pisau frais

Arbor ditempatkan pada lubang poros kerucut 8 (Gambar 25), sedangkan ujung lainnya disangga/ditahan dengan bantalan 1 pada lengan (overarm). Gambar 25a, menunjukkan mesin frais horizontal dengan satu pisau mantel (5) terpasang pada arbor. Pisau dapat ditempatkan di sepanjang arbor dengan merubah kedudukan collar (ring arbor) 3, 4, 6, dan 7 yang terpasang pada arbor di kedua sisi cutter. Collar paling ujung kiri 7 mendukung ujung arbor sedang collar ujung kanan 3 menahan arbor dengan dikuatkan oleh mur 2 pada ujung arbor. Gambar 103b, menunjukkan beberapa cutter yang dipasang pada arbor untuk berbagai keperluan pemotongan sesuai dengan cutter terpasang. Collar standar pada mesin frais dengan lebar antara 1 sampai dengan 50 mm, yaitu: 1,0; 1,1; 1,2; 1,25; 1,3; 1,75; 2,0; 2,5; 3,0; 3,25; 5,0; 6,0; 7,5; 8,0; 10: 20; 30; 40, dan 50 mm. Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais Page 17

Collar (ring arbor) digunakan untuk memberi ruang dua cutter atau lebih pada jarak tertentu satu dengan yang lainnya. Gambar 25c menunjukkan dua buah cutter dengan jarak A, jarak diperoleh dengan memilih dan mengatur collar-collar tersebut. Kadang-kadang dalam mengatur jarak ini operator harus menambah dengan shim yang terbuat dari aluminium atau tembaga di antara collar tersebut untuk mendapatkan ketelitian jarak penempatan cutter.

Gambar 25. Posisi cutter pada arbor Pisau sebaiknya diletakkan sedekat mungkin dengan ujung poros untuk menghindari pembebanan berlebih ketika sedang pemakanan, untuk itu diperlukan beberapa cara pemasangan pisau yang tepat pada arbor. Gambar 26 menunjukkan pemasangan pisau pada sebuah stub arbor.

Gambar 26. Stub arbor Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais Page 18

Mengefrais bagian permukaan dan sisi tidak memerlukan arbor mendatar, untuk ini cukup menggunakan stub arbor. Caranya bagian batang tirus (1) dimasukkan pada lubang poros spindle mesin, namun sebelumnya pisau terlebih dahulu dimasukkan pada bagian silinder stub arbor dan diikat dengan baut (3). Untuk mencegah bergesernya pisau pada saat mendapat beban besar, digunakan pasak (2). Untuk jenis pisau yang memiliki tangkai tirus, pemasangannya dapat menggunakan adaptor (Gambar 27). Dan untuk cutter dengan batang lurus cara pengikatannya menggunakan collet chuck seperti pada Gambar 28.

Gambar27. Adaptor

Gambar 28. Pengikatan cutter batang lurus 2.3.3 Metoda Pemotongan Benda Kerja Metode pemotongan pada kerja frais dibagi menjadi 3, antara lain: pemotongan searah jarum jam, pemotongan berlawanan arah jarum jam, dan netral. a. Pemotongan Searah Benda Kerja Yang dimaksud pemotongan searah adalah pemotongan yang datangnya benda kerja searah dengan putaran sisi potong cutter. Pada pemotongan ini hasilnya kurang baik karena meja (benda kerja) cenderung tertarik oleh cutter.

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 19

Gambar 29. Pemotongan searah benda kerja b. Pemotongan Berlawanan Arah Benda Kerja Yang dimaksud pemotongan berlawanan arah adalah pemotongan yang datangnya benda kerja berlawanan dengan arah putaran sisi potong cutter. Pada pemotongan ini hasilnya dapat maksimal karena meja (benda kerja) tidak tertarik oleh cutter.

Gambar 30. Pemotongan berlawanan arah benda kerja c. Pemotongan Netral Pemotongan netral yaitu pemotongan yang terjadi apabila lebar benda yang disayat lebih kecil dari ukuran diameter pisau atau diameter pisau tidak lebih besar dari bidang yang disayat. Pemotongan jenis ini hanya berlaku untuk mesin frais vertical (Gambar 31).

Gambar 31 Pemotongan netral Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais Page 20

BAB III Jurnal Praktikum


1. Maksud dan Tujuan Maksud dan Tujuan dari dilakukannya praktikum proses manufaktur mesin frais adalah sebagai berikut : : a. Mengetahui komponen komponen mesin frais serta fungsinya b. Mahasiswa Mengetahui prinsip kerja mesin frais c. Mempelajari macam macam pekerjaan yang bisa dilakukan pada mesin frais d. Mengetahui tahapan tahapan dalam prosesfrais dengan baik dan benar e. Dapat mengopereasikan mesin frais 2. Alat dan Bahan yang Digunakan 3. Mesin Frais Benda kerja Pisau / Pahat Frais Jangka sorong Kunci Pas 19

Langkah Kerja Praktikum a) Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan b) Nyalakan mesin frais dengan menyambungkan kabel power c) Pasang benda kerja pada ragum yang disuport oleh kepala lepas d) Untukpembuatan roda gigi hitung jumlah kepala pembagi yang akan digunakan e) Lakukan proses pemakanan dengan menggerakkan eretan horizontal, sesuai dengan arah pisau f) Lakukan proses pengerjaan,sampai jumlah gigi yang diinginkan

g) Tekan tombol off untuk mematikan mesin apabila proses telah selesai h) Bersihkan mesin dan area kerja

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 21

4.

Data Hasil Praktikum # Rumus Perhitungan Frais 37 X DK Z 38 X DK Z 39 X DK Z 41 X DK Z 42 X DK Z 43 X DK Z

Keterangan 38 adalah jumlah lubang rotary yang digunakan # Rumus gigi profil Dk = Do + 2m Hf =1,25 X m Z = Dk / m Keterangan : Do = Diameter luar benda kerja Hf : Kedalaman profil gigi Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais Page 22

M : Modulus pisau frais (3) b : Tebal Plat / Bahan Z : Jumlah Profl gigi dalam lingkaran

# Perhitungan Diketahui : Do : 100 mm b z Jawaban : # Dk = Do + 2m = 100 + 2 (3) = 100 + 6 = 106 mm : 10 mm : 36

# Z = Dk / m

= 106 / 3

= 35,33

# (38 X 106) / 35,33 =114 # Hf = 1,25 X m = 1,25 X 3 = 3,75 mm

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 23

5.

Gambar dan skema benda kerja ( Terlampir )

6.

Kesimpulan Dari hasil praktik proses manufaktur mesin frais yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa

Mesin Frais adalah salah satu mesin perkakas yang prinsip kerjanya, pisau (pahat frais) berputar pada arbor sedangkan benda kerja dicekam pada rahum / chuck, kemudian dengan menggerakkan meja frais benda kerja akan meghampiri pisau (pahat frais) untuk melakukan pemakanan

Beberapa pekerjaan yang bisa dilakukan oleh mesin frais diantaranya, meratakan benda kerja, membuat alur, membuat roda gigi, membuat blok V, dan membuat sambungan ekor burung. Dalam melakukan pemakanan / penyayatan dilakukan dengan sangat hati hati (pelan) agar pisau (pahat frais) tidak cepat aus Gunakan Alat Pelindung Kerjasaat proses pemakanan dilakukan, karena serpihan benda kerja hasil pemakanan / penyayatan dapat membahayakan tubuh.

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 24

BAB IV PEMBAHASAN SOAL


1. Buat Skema dari mesin frais yang sederhana dan tulis nama nama bagianya serta ceritakan cara kerjanya

Bagian Bagian Utama Mesin Milling ( Frais ) 1. Spindle utama Merupakan bagian yang terpenting dari mesin milling. Tempat untuk mencekam alat potong. Di bagi menjadi 3 jenis : a. Vertical spindle b. Horizontal spindle c. Universal spindle 2. Meja / table Merupakan bagian mesin milling, tempat untuk clamping device atau benda kerja. Di bagi menjadi 3 jenis : a. Fixed table b. Swivel table

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 25

c. Compound table 3. Motor drive Merupakan bagian mesin yang berfungsi menggerakkan bagian bagian mesin yang lain seperti spindle utama, meja ( feeding ) dan pendingin ( cooling ). Pada mesin milling sedikitnya terdapat 3 buah motor : a. Motor spindle utama b. Motor gerakan pemakanan ( feeding ) c. Motor pendingin ( cooling ) 4. Tranmisi Merupakan bagian mesin yang menghubungkan motor penggerak dengan yang digerakkan. Berdasarkan bagian yang digerakkan dibedakan menjadi 2 macam yaitu : a. Transmisi spindle utama b. Transmisi feeding Berdasarkan sistem tranmisinya dibedakan menjadi 2 macam yaitu : a. Transmisi gear box b. Transmisi v blet 5. Knee Merupakan bagian mesin untuk menopang / menahan meja mesin. Pada bagian ini terdapat transmisi gerakan pemakanan ( feeding ). 6. Column / tiang Merupakan badan dari mesin. Tempat menempelnya bagian bagian mesin yang lain. 7. Base / dasar Merupakan bagian bawah dari mesin milling. Bagian yang menopang badan / tiang. Tempat cairan pendingin. Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais Page 26

8. Control Merupakan pengatur dari bagian bagian mesin yang bergerak. Ada 2 sistem kontrol yaitu : a. Mekanik b. Electric Dibagi menjadi 2 bagian : 1. Sederhana 2. Komplek ( CNC )

2. Tuliskan macam macam pengerjaan yang dapat dilakukan oleh mesin frais a) Frais Rata b) Frais Bertingkat c) Frais Permukaan miring d) Pembuatan alur e) Pembuatan Alur T-slot f) Pembuatan Sambungan Ekor Burung

g) Pembuatan blok V h) Pembuatan Roda Gigi 3. Ada berapa jenis alat potong untuk mesin frais dan ceritakan cara kerjanya dan kegunaanya

a. Pisau Mantel (Helical Milling Cutter) Pisau jenis ini dipakai pada mesin frais horizontal. Biasanya digunakan untuk pemakanan permukaan kasar (Roughing) dan lebar.

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 27

Gambar 13. Cutter mantel

b. Pisau Alur (Slot Milling Cutter) Pisau alur berfungsi untuk membuat alur pada bidang permukaan benda kerja. Jenis pisau ini ada beberapa macam yang penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan. Gambar 14a dan Gambar 14b menunjukkan jenis pisau alur mata sayat satu sisi, Gambar 14c dan Gambar 14d menunjukkan pisau alur dua mata sayat yaitu muka dan sisi, Gambar 14e dan Gambar 14f menunjukkan pisau alur dua mata sayat yaitu muka dan sisi dengan mata sayat silang.

Gambar 14. Pisau alur dan penggunaannya

c. Pisau Frais Gigi (Gear Cutter) Pisau frais gigi ini digunakan untuk membuat roda gigi sesuai jenis dan jumlah gigi yang diinginkan. Gambar 15 menunjukkan salah satu jenis gear cutter.

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 28

Gambar 15. Gear cutter

d. Pisau Frais Radius Cekung (Convex Cutter) Pisau jenis ini digunakan untuk membuat benda kerja yang bentuknya memiliki radius dalam (cekung).

Gambar 16. Cutter radius cekung

e. Pisatu Frais Radius Cembung (Concave Cutter) Pisau jenis ini digunakan untuk membuat benda kerja yang bentuknya memiliki radius dalam (cekung).

Gambar 17. Cutter radius cembung

f. Pisau Frais Alur T (T Slot Cutter)

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 29

Pisau jenis ini hanya digunakan untuk membuat alur berbentuk T seperti halnya pada meja mesin frais.

Gambar 18. Cutter alur T

g. Pisau Frais Sudut Pisau jenis ini digunakan untuk membuat alur berbentuk sudut yang hasilnya sesuai dengan sudut pisau yang digunakan. Pisau jenis ini memiliki sudut-sudut yang berbeda di antaranya: 30, 45, 50, 60, 70, dan 80. Gambar 19a menunjukkan pisau satu sudut 60 (angle cutter), Gambar 19b menunjukkan pisau dua sudut 45 x 45 (double angle cutter), Gambar 19c menunjukkan pisau dua sudut 30 x 60 (double angle cutter).

Gambar 19. Pisau sudut dan penggunaannya

h. Pisau Jari (Endmill Cutter) Ukuran pisau jenis ini sangat bervariasi mulai ukuran kecil sampai ukuran besar. Cutter ini biasanya dipakai untuk membuat alur pada bidang datar atau pasak dan jenis pisau ini pada umumnya dipasang pada posisi tegak (mesin frais vertikal), namun pada kondisi tertentu dapat juga dipasang posisi horizontal yaitu langsung dipasang pada spindle mesin frais.

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 30

Gambar 20. Cutter Endmill

i. Pisau Frais Muka dan Sisi (Shell Endmill Cutter) Jenis pisau ini memiliki mata sayat di muka dan di sisi, dapat digunakan untuk mengefrais bidang rata dan bertingkat. Gambar 21 menunjukkan pisau frais muka dan sisi.

Gambar 21. Shell endmill cutter

j. Pisau Frais Pengasaran (Heavy Duty Endmill Cutter) Pisau jenis ini mempunyai satu ciri khas yang berbeda dengan cutter yang lain. Pada sisinya berbentuk alur helik yang dapat digunakan untuk menyayat benda kerja dari sisi potong cutter, sehingga cutter ini mampu melakukan penyayatan yang cukup besar.

Gambar 22. Pisau pengasaran

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 31

k. Pisau Frais Gergaji (Slitting Saw) Pisau frais jenis ini digunakan untuk memotong atau membelah benda kerja. Selain itu, juga dapat digunakan untuk membuat alur yang memiliki ukuran lebar kecil.

Gambar 23. Pisau frais gergaji

4. Gambarkan gaya-gaya pada pemotongan searah dan berlawana arah

Pemotongan searah benda kerja

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 32

Pemotongan berlawanan arah benda keja 5. Gambarkan mekanisme gerak mesin frais

Gambar jalur pisau frais menunjukkan perbedaan antara gerak makan

per gigi (ft) dan gerak makan per putaran (fr)

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 33

Gambar skematis proses frais vertikal dan frais horizontal

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 34

6. Gambarkan dan sebutkan bagian-bagian dari kepala pembagi serat ceritakan cara kerjanya

Keterangan gambar: 1. handel/pengunci 2. mur penyetel 3. handel pemutar porors 4. pelat pembagi dengan 12 bagian 5. pelat penutup/pelindung untuk meliondungi pelat dari kotoran dan tatal 6. body (rumah kepla pembagi) 7. pelat pembawa 8. center poros kepala pembagi 9. center kepala lepas 10. alur lubang senter 11. baut pengunci senter kepala lepas 12. center kepala lepas

Praktikum Proses Manufaktur Mesin Frais

Page 35

7. Factor factor apa saja yang mempengaruhi agar di dapat hasil frais yang relative baik a) Kecepatan Makan (feeding) b) Ketajaman Pisau Frais c) Dalamnya pemakanan d) Pemasangan banda kerja yang baik dan benar 8. Bagaimana cara menentukan kecepatan potong (cutting speed) dari pisau frais dengan perhitungan (rumus-rumus)

Laporan Praktikum Mesin Frais

Page 36

BAB V KESIMPULAN

Dari hasil praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa mesin frais adalah salah satu mesin perkakas yang prinsip kerjanya pisaun frais berputar pada arbor sementara benda kerja dicekam pada ragum dan bergerak secara melintang untuk melakukan penyayatan. Mesin frais dapat melakukan berbagai macam pekerjaan mulai dari pehalusan benda kerja, pembuatan benda kerja bertingkat, pembutan alur, pembutan uroda gigi da lain sebagainya, mesin frais sendiri dalam pengerjaanya di dukung oleh beberapa alat bantu seperti center, kepala pembagi dan beberapapa attachement lain. Keberadaan mesin frais sebagai salah satu mesin konvensional memanglah sudah mulai tergusur oleh mesin mesin modern yang banyak menggunakan pengoperasian numeric atau secara komputerise namun kita sebagai mahasiswa yang nantinya akan terjun langsung ke dunia industry tetap harus memperlajari mesin frais konvensional ini karena bagaimapaun dasar dari mesin mesin modern berasal dari mesin konvensional Dalam pengoperasianyan, layaknya mesin perkakas lain operator disarakan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kerja terutama bagi para pemula agar tetap selalu berada dalam pengawasan pembimbingnya.

Laporan Praktikum Mesin Frais

Page 37

DAFTAR PUSTAKA

http://www.teknikmesin.net/2012/02/mesin-frais.html diakses 28 mei 2013 http://iwansugiyarto.blogspot.com/2012/07/mesin-frais-milling.html diakses 28 mei 2013 http://fadlybachtiar.blogspot.com/2011/12/mesin-frais-milling-machine.html Diakses 28 Mei 2013 TIM Fakultas Teknik UGM.2004.Menggunakan Mesin Frais.Depdiknas Jogjakarta.Jogjakarta. Sumbodo,WIrawan.2008.Teknik Produksi Mesin Industri Jilid 2.Macanan Jaya Cemerlang.Klaten. Widarto.2008.Teknik pemesinan.Direktorat pembinaan sekolah kejuruan.Jakarta. Bm. Surbakty dan Kasman Barus .1984. Petunjuk Kerja Frais. Madiun: CV Sinar Harapan Madiun

Laporan Praktikum Mesin Frais

Page 38

LAMPIRAN

Laporan Praktikum Mesin Frais

Page 39