Anda di halaman 1dari 3

4.3. Rencana Produksi Agregat 4.3.1.

Pengumpulan Data
Langkah pertama dalam membuat rencana produksi agregat ini adalah mengumpulkan data seperti jumlah periode, jumlah hari kerja dalam satu periode, dan data demand dari hasil forescasting sebelumnya. Data yang digunakan untuk lebih rincinya adalah sebagai berikut: Table 4.18. Data Demand yang Telah Dibulatkan Keatas Dari Metode Moving Average with Trend dengan m = 33
Periode 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Hari Kerja 25 25 26 25 23 25 23 24 24 25 23 24 Total Demand Sebelum Pembulatan 458,26 458,37 458,48 458,59 458,70 458,81 458,92 459,03 459,14 459,25 459,36 459,47 Demand Sesudah Pembulatan Keatas 459 459 459 459 459 459 459 460 460 460 460 460 5513

Input: Jam kerja normal per hari = 8 jam Waktu baku = waktu paling besar per shift = 6608 detik Inventori awal = 15% dari total peramalan = 15% x 5513 = 826,95 = 827 unit Kapasitas pada jam kerja lembur = 25% dari jam kerja normal = 25% x 8 = 2 unit Kapasitas subkontrak = 1000 unit Ongkos per unit pada jam kerja normal = Rp 5.500,Ongkos per unit pada jam kerja lembur = Rp 6.250,Ongkos per unit pada subkontrak = Rp 27.500,Ongkos per unit penambahan laju produksi = Rp 18.500,Ongkos per unit pengurangan laju produksi = Rp 16.750,Ongkos persediaan per unit per periode = Rp 1.250,-

4.3.2. Pengolahan Data


Dalam pengolahan data ini digunakan dua metode yaitu metode hibrid dan metode transportasi, dimana kedua metode tersebut akan menghasilkan total cost yang berbeda.

4.3.2.1. Metode Hibrid


Beberapa perhitungan dalam metode hibrid ini adalah sebagai berikut: Jumlah unit yang dapat diproduksi selama 1 jam = = = 0,54 unit

Jumlah unit yang dapat diproduksi selama 1 hari = x jam kerja normal/hari = 0,54 x 8 = 4,4 = 4 unit UPRT = Produksi jam normal = HK x UPRT periode 1 = 25 x 4 = 100 Unit UPRT periode 2 = 25 x 4 = 100 Unit UPRT periode 3 = 26 x 4 = 104 Unit UPRT periode 4 = 25 x 4 = 100 Unit UPRT periode 5 = 23 x 4 = 92 Unit UPRT periode 6 = 25 x 4 = 100 Unit UPRT periode 7 = 23 x 4 = 92 unit UPRT periode 8 = 24 x 4 = 96 Unit UPRT periode 9 = 24 x 4 = 96 Unit UPRT periode 10 = 25 x 4 = 100 Unit UPRT periode 11 = 23 x 4 = 92 Unit UPRT periode 12 = 24 x 4 = 96 unit UPOT = Produksi lembur = 25% x UPRT UPOT periode 1 = 25% x 100 = 25 unit UPOT periode 2 = 25% x 100 = 25 unit UPOT periode 3 = 25% x 104 = 26 unit UPOT periode 4 = 25% x 100 = 25 unit UPOT periode 5 = 25% x 92 = 23 unit UPOT periode 6 = 25% x 100 = 25 unit UPOT periode 7 = 25% x 92 = 23 unit

UPOT periode 8 = 25% x 96 = 24 unit UPOT periode 9 = 25% x 96 = 24 unit UPOT periode 10 = 25% x 100 = 25 unit UPOT periode 11 = 25% x 92 = 23 unit UPOT periode 12 = 25% x 96 = 24 unit Kebutuhan Tambahan (KT) KT = Dt - UPRTt - It-1 KT1 = .. - . - . = . KT7 = . - . - . = . Kebutuhan Setelah Produksi Normal dan Lembur (KSNL) KSNL = KTt - UPOTt KSNL1 = . - . = . KSNL7 = - = . Inventori It = It-1 + UPRTt + UPOTt + KSNL - Dt I1 = . + . + . + .. - . = I7 = .. + + + . - . = .