Anda di halaman 1dari 7

BEDA BLAST INJURY, CRUSH INJURY DAN COMBUSTIO BLAST INJURY Blast Injury adalah jenis trauma fisik

k yang kompleks akibat paparan suatu ledakan.

CRUSH INJURY Crush injury biasanya disebabkan oleh kecelakaan mobil, terjatuh, dan keadaan apapun yang menyebabkan struktur muskuloskeletal kolaps.

COMBUSTIO Luka bakar (combustio) adalah kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas seperti api, air panas, bahan kimia, listrik, dan radiasi.

KLASIFIKASI BENANG BEDAH Berdasarkan keberadaannya didalam tubuh pasien dibagi atas : - Diserap ( absorbable sutures ) Merupakan jenis benang yang materialnya dibuat dari jaringan collagen mamalia sehat atau dari sintetik polimer. Material di dalam tubuh akan diserap yang lamanya bervariasi, sehingga tidak ada benda asing yang tertinggal di dalam tubuh - Tidak diserap ( non ansorbable sutures ) Merupakan benang yang dibuat dari material yang tahan terhadap enzim penyerapan dan tetap berada dalam tubuh atau jaringan tanpa reaksi penolakan selama bertahuntahun. Kelebihan dari benang ini adalah dapat memegang jaringan secara permanen. Kekurangan dari benang ini adalah benang ini menjadi benda asing yang tertinggal didalam tubuh dan kemungkinan akan menjadi fistel Berdasarkan materi / bahan, dibagi atas : - Bahan alami, dibagi atas : Diserap ( absorbable ) Dibuat dari collagen yang berasal dari lapisan sub. Mukosa usus domba dan serabut collagen tendon flexor sapi.

Contoh : Surgical catgut plain : Berasal dari lapisan sub. Mukosa usus domba dan serabut collagen tendon flexor sapi tanpa campuran. Surgical catgut chromic : Berasal dari lapisan sub. Mukosa usus domba dan serabut collagen tendon flexor sapi dicampur dengan chromic aci Tidak diserap ( non ansorbable sutures ) Jenis ini terbuat dari linen, ulat sutra ( silk ) seperti surgical silk, virgin silk dan dari kapas ( cotton ) seperti surgical cotton. Ada juga yang terbuat dari logam sehingga mempunyai tensil strength yang sangat kuat, contoh : metalik sutures ( stainless steel ) - Bahan sintetis ( buatan ), dibagi atas : Diserap ( absorbable ) Terbuat dari sintetik polimer, sehingga mudah diserap oleh tubuh secara hidrolisis dan waktu penyerapan oleh tubuh mudah diprediksi, Contoh : Polyglactin 910 Polylactin 910 polylastctin 370 dan calcium state (Coated Vicryl) Polylactin 910 polylastctin 370 dan calcium state (Vicryl Rapide) Poliglikolik Polyglecaprone 25 (Monocryl) Polydioxanone (PDS II) Tidak diserap ( non absorbable ) Terbuat dari bahan buatan ( sintetis ) dan dibuat sedemikian rupa sehingga reaksi jaringan yang timbul sangat kecil, Contoh : Polypropamide (Ethilon) Polypropylene (Prolene) Polyester (Mersilene) Berdasarkan penampang benang, dibagi atas :

- Monofilamen ( satu helai ) Terbuat dari satu lembar benang, tidak menyerap cairan ( non capilarity ) Keuntungan : Kelebihan dari jenis ini adalah permukaan benang rata dan halus, tidak memungkinkan terjadinya nodus infeksi dan tidak menjadi tempat tumbuhnya mikroba. Kelemahan : Kelemahannya adalah memerlukan penanganan simpul yang khusus karena relatif cukup kaku dan tidak sekuat multifilament. Contoh : Catgut, PDS, dan Prolene - Multifilamen Terbuat dari bebeapa filament atau lembar bahan benang yang dipilih menjadi satu. Keuntungan : Kelebihan jenis ini adalah benang lebih kuat dari monofilament, lembut dan teratur serta mudah digunakan. Kerugian : Kelemahannya adalah karena ada rongga maka dapat menjadi tempat menempelnya mokroba dan sedikit tersendat pada saat melalui jaringan. Contoh : Vicryl, Silk, Ethibond PEMBAGIAN TUMOR TULANG Tumor Asal Jaringan Tulang Tumor jinak 1. Osteoma 2. Osteoid osteoma Tumor ganas 1. Osteogenik sarkoma 2. Parosteal osteosarkoma Tumor Asal Jaringan Tulang Rawan Tumor jinak 1. Kondroma 2. Osteokondroma 3. Kondroblastoma Jinak 4. Fibroma Kondromiksoid Tumor Ganas

1. Kondosarkoma Giant Cell Tumor 1. Osteoklastoma Tumor Asal Sumsum Tulang Tumor ganas 1. Sarkoma ewing 2. Retikolo sarkoma tulang 3. Mieloma Multiple 4. Linfosarkoma tulang 5. Plasmasitoma Tumor Vaskuler Tumor Jinak 1. Hemangioma 2. Limfangoma 3. Tumor Glomus Intermediate 1. Hemangioendotelioma 2. Hemangioperisitoma Tumor Ganas 1. Angiosarkoma Tumor Asal Jaringan Ikat Lain Tumor jinak 1. Fibroma desmoplastik 2. Lipoma Tumor Ganas 1. Fibrosarkoma 2. Liposarkoma 3. Mesenkimoma ganas 4. Sarcoma tak berdiferensiasi

Tumor Tulang Lainnya Tumor Jinak 1. Neurilemoma 2. Neurofibroma Tumor Ganas 1. Kordoma 2. Adanmantinoma Tulang Panjang Lesi Yang Mengerupai Tumor Tumor Jinak 1. Kista Soliter Tulang 2. Kista Aneurisma Tulang 3. Displasia Fibrosa 4. Defek Metafisis Fibrosa 5. Granuloma Eosinofilik 6. Miositis Osifikans 7. Tumor brown pada hiperparatiroid Tumor Tulang Akibat Metastasis

DAFTAR PUSTAKA

1. http://www.scribd.com/doc/99749029/Tinjauan-Pustaka-Blast-Injury 2. http://www.injuryinformation.com/injuries/crush-injury.php 3. http://nursingbegin.com/askep-combustio/

4. http://sikkahoder.blogspot.com/2012/07/benang-bedah-dan-jarum-bedah-dalam.html 5. Rasjad, Chairuddin. Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi. Jakarta : Yarsif Watampone. 2007