Anda di halaman 1dari 53

HIMPUNAN

1. Pengertian Himpunan adalah kumpulan dari objek atau unsur tetentu yang keanggotaannya diterangk an dengan jelas. Objek atau unsur yang temasuk dalam himpunan disebut anggota atau elemen himpunan tersebut. Contoh : - Himpunan Mahasiswa UI yang namanya diawali huruf A. - Himpunan bilangan nyata diantara 2 dan 10. 2. Cara menyatakan Himpunan Cara tabulasi (pendaftaran) yaitu dengan menuliskan ssemua elemen yang termasuk dalam himpunan. Contoh : Bila A adalah himpunan semua bilangan prima yang lebih kecil dari 0, maka dapat dituliskan dengan cara tabulasi : A : {2,3,5,7,11,13} 2.2 Cara Deskripsi (perincian) Yaitu dengan menuliskan sifat dan keanggotaan himpunan tersebut. Contoh : Dengan cara deskripsi, himpunan A pada contoh 2.1 dituliskan : A = {x/x < 17, x bilangan Prima}. 3. Skema Himpunan Bilangan HIMPUNAN BILANGAN KOMPLEKS 2.1

a. Bilangan Riel : bilangan yang dibentuk oleh bilangan Rasional dan irrasional. Atau bilangan riel adalah bilangan yang dapat dinyatakan dalam desimal. Contoh : 0,2, -4, 3/7, 0, 132, dsb b. Bilangan Imajiner : bilangan yang apabila dikalikan dengan bilangan itu sendiri menghasilkan bilangan negatif. Contoh : 1 = 1 , 5 c. Bilangan rasional : bilangan yang dapat dinyatakan sebagai hasil bagi dua buah bilangan bulat, dimana penyebutnya = 0 d. Bilangan Irrasional : tidak dapat dinyatakan sebagai hasil bagi dua bilangan bulat, sehingga merupakan bilangan desimal yang tidak berulang.
Contoh : 2 , 5 , 10 e. Bilangan Bulat : terdiri dari bilangan bulat positif, nol dan bilangan bulat negatif. B = {....., -2,-1, 0, 1, 2...} f. Bilangan Cacah : nol + bilangan asli C = {0, 1, 2, 3 } g. Bilangan asli : bilangan bulat Positif A = { 1, 2, 3, 4, ...} h. Bilangan Prima: bilangan asli kecuali yang tidak mempunyai faktor selain 1 dan bilangan itu sendiri. P = { 2, 3, 5, 7, 11} 4. Himpunan Menurut banyak anggota a. Anggota (elemen) sebuah hoimpunan : Jika H = { a, e, l, o, u} Maka : a adalah anggota h dinotasikan : a H demikian juga pH nH (n bukan anggota H). b. Bilangan Kardinal : yaitu banyaknya dari suatu himpunan.Pada himpunan H diatas banyak anggota bilangan kardianalnya adalah 5. Dinotasikan : N(H,= 5) 4.1 Himpunan berhingga yaitu: Himpunan yang banyak anggotanya dapat dihitung (berhingga). Contoh : M = {2, 4,6,8,} ....n (M) = 4 4.2 Himpunan tak berhingga : yaitu banyak anggotanya tidak dapat dihitung. Contoh: N= { 1,3,5,7} 4.3 Himpunan kosong yaitu himpunan yang anggotanya tidak ada (tidak mempunyai anggota). - P = { x 12x + 6 = 4, x = bil. Asli } - Himppunan sarjana indonesia yang berumur 11 tahun.

smart learning center


Bil. Riel Bil.Imajiner

Bil. Rasional

Bil. Irrasional

Bil. Bulat

Bil. Pecahan

Bil. Cacah

Bil. Bulat Negatif

Bil. Asli

Bil. Nol (0)

4.4 Himpunan Semesta : yaitu himpunan semua elemen yang terjadi pokok pembicaraan. Umumnya dinotasikan dengan S.

nan bagian dari dirina sendiri. - Jika A B dan juga B A , maka A = A - Bedakan antara dengan .

smart learning center


1. Irisan (intersection) : Irisan dari dua himpunan A dan B adalah himpunan yang anggota himpunan A dan B Definisi : A B = {x I x A & x B} 2. Gabungan (union) : Gabungan dari dua himpunan A dan B adalah himpunan yang anggotanya merupakan anggo ta himpunan A atau B. Definisi : A B = {x I x A V x B} 3. Pengurangan Himpunan : Pengurangan (selisih) himpunan A dan B (him punan A kurang himpunan B) adalah himpun an yang anggotanya merupakan anggota A ta pi tidak meupakan anggota B. A - B = {x I x A & x B} B - A = {x I x A & x B} 4. Penjumlahan Himpunan : Penjumlahan Himpunan A dan B adalah himp unan yang anggotanya merupakan anggota A dan B, tetapi bukan anggota keduanya seka ligus. Definisi : A + B = {x I x AV x B, x (A B)}

5. Hubungan antara himpunan. Melibatkan dua buah himpunan atau lebih 5.1 Himpunan bagian Himpunan A disebut himpunan bagian dari himpunan B. Jika setiap anggota dari A adalah juga merupakan anggota dari B. Contoh : jika A { 1, 3, 6, 9} B = {6, 3, 1} Maka : B himpunan bagian dari A, dinotasikan B A Banyaknya himpunan bagian yang mungkin dari suatu himpunan dengan banyaknya anggotanya = n adalah : 2 n ( dua pangkat n) 5.2 Himpunan Komplemen Jika A suatu himpunan dan S himpunan Semesta A S : maka himpunan komplemen A adalah himpunan semua unsur S yang bukan merupakan anggota A. Dinotasikan : A', Ac, atau A. Contoh : lihat contoh 5.1 Jika A himpunan Semesta maka B' = (9) 5.3 Himpunan Ekivalen Dua himpunan A dan B dikatakan Ekivalen jika kedua himpunan mempunyai banyak anggota sama. Dinotasikan A B Contoh : A = {p, g, r, s,} B = {1 ,2, 5, n} A B 5.4 Himpunan yang sama Dua himpunan A dan B dikatakan sama, jika semua elemen A adalah juga elemen B, dan sebaliknya dinotasikan A = B Contoh : A = {a, b, c} B = {b ,c, a} A=B 5.5 Himpunan Lepas Dua himpunan A dan B dikatakan lepas/ saling asing, jika kedua himpunan tidak mempunyai anggota persekutuan, atau tidak ada satupun anggota yang sama, dinotasikan: A/ /B Contoh : A = {x I x bilangan genap} B = {y I y bilangan ganjil } Maka A/ /B Catatan : - Himpunan kosong, atau { } adalah merupakan himpunan bagian dari setiap himpunan - Setiap himpunan adalah merupakan himpu-

6. Diagram Venn
Digunakan untuk menjelaskan tentang himpunan, yang digambarkan berupa kurva tertutup. Contoh ; Jika himpunan-himpunan berikut digambarkan dalam diagram Venn. S = {a, e, l, o, 1, 2, 3} A = {o, a, l, u} B = {a, u, 3} C = {1, 3} Maka akan diperoleh diagramnya :

a u

1 2 C

eB
7. Operasi Himpunan

-2-

5. Perkalian Himpunan

- (Produk Cartesius Himpunan) Perkalian dua himpunan A dan B adalah himpunan yang anggotana merupakan pasa ngan berurut (a,b) dimana a anggota A dan b anggota B. Definisi : A x B = {(a,b) \ a A b B) } Bila operasi-operasi diatas dinyatakan de ngan diagram venn, didapat sbb:

Contoh Soal : 01. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 250 orang penduduk suatu desa, menyatakn bahwa ada 60 orang pemilik sawah dan 110 orang penggarap sawah. Disampinng itu ada pula 100 orang yang bukan pemilik maupun penggarap sawah, maka banyak orang yang pemilik dan sekaligus penggarap sawah adalah : (A) 170 (D) 20 (E) 10 (B) 90 (C) 70 SKALU 1979 Penyelesaian :

S
M 60-x 60-x x 110-x G

110-x

B. Sifat-sifat Himpunan 1. Sifat Komutatif AB = B A AB = B A A+B=B+A A-C# B-A AxB#BxA

smart learning center


2. Sifat Asosiatif A (B C) = B A A (B C ) = (A B) C 3. Sifat Distributif A (B C) = (B A) (A C) A (B C) = (A B) (A C) 3. Hukum De Morgan (A B)' = A' B' (A B)' = A' B' 9. Rumus-rumus Himpunan n(A) artinya: bilangan kardinal himp.A maka: 1. # n (A B) = n(A) + n(B) - n(A B) # n (A B) + n(A B)' = n(S) 2. n (A B C) = n(A) + n(B) + n(C)n (A B)- n(A C)- n(B C ) + n (A B C) P Q = diarsir datar P QC = diarsir tegak (P Q) (P Qc ) = P (jawab D) PP-I 1980 02. Jika himpunan P dan himpunan Q terpotong sedangkan PC dan QC berturut-turut adalah komplemen dari P dan Q, maka (P Q) (P Qc ) = .............. (A) PC (D) P (E) PC QC (B) QC (C) Q Penyelesaian :

M = himpunan pemilik sawah, n(M) = 60 G = himpunan penggarap sawah, n(G) = 110 n (M G) = x = 100 n(M G)' n(S) = 100 + (60-x) + x + (110-x) 250 = 270 x x = 20 (jawab D)

-3-

LOGIKA MATEMATIKA
Pada umumnya logika matematika hanya membicarakan pernyataan (kalimat deklaratif, yaitu kalimat yang mengandung arti dan dapat ditentukan nilai kebenaran (nilai logikanya). Nilai logika (nilai kebenaran) ada dua, yaitu : - Benar = B - Salah = S

Dibaca : "jika P, maka Q" Statement P disebut antesedent Statement Q disebut konsequent. 4. Blimplikasi (bikondisional) = implikasi dua arah = gabungan konjungsi dari dua buah implikasi. disimbolkan dengan "P <> Q" atau "Q<> P". berarti : "(P <> Q) (Q<> P) " dibaca : "P bilaman dan hana bilamana Q" Tabel kebenaran implikasi & biimplikasi : P Q P = >Q Q=>P P < = >Q B B B B B B S S B S S B B S S S S B B B Kesimpulan 3 : Suatu implikasi bernilai "salah" hana apabila ante sedennya benar dan konsequennya salah. Selain nya implikasi benar. Kesimpulan 4 : Suatu biimplikasi bernilai "benar" apabila kedua komponennya (maksudnya P dan Q) bernilai sama.dan salah bila kedua komponennya bernilai berlawanan. 1. Operasi disjungsi dan konjungsi adalah kom utatif. PVQ =QVP P Q = A P 2. Operasi disjungsi dan konjungsi adalah asso siatif. (P V Q) V R = P V (Q V R) (P Q) R = P (Q R) 3. Operasi disjungsi dan konjungsi adalah distri butif. P V (Q R ) = (P V Q) ( (P V R) P (Q R ) = (P Q) ( (P R)

1. Kalimat
Kalimat terbuka adalah kalimat yang belum ditentukan nilai kebenaran atau salahnya.Sedang kan kalimat tertutup (proposisi/pernyataan) adalah merupakan kalimat yang dapat ditentukan nilai benar atau salah. Contoh : Untuk x elemen bilangan asli, X lebih besar dari 0

2. Disjungsi dan Konjungsi


Penggabungan dua statement dengan menggunakan operasi union ("ATAU" = 'V') disebut disjungsi. - Penggabungan dua dua statement dengan menggunakan operasi penghubungan ("DAN = 'V' = "&") disebut konjungsi. Perhatian : Tabel kebenaran disjungsi dan konjungsi (dimana P dan Q adalah dua pernyatan deklaratif)

smart learning center


5. Beberapa Sifat Operas Logika P Q B B B S S B S S Dari tabel disimpulkan Kesimpulan 1 Suatu disjungsi bernilai "salah" hanya apabila kedua statement bernilai salah. Selainnya disjungsi bernilai benar. Kesimpulan 2 Suatu konjungsi bernilai "benar" hana apabila kedua statement bernilai benar. Selainnya konjungsi bernilai salah, 3. Implikasi (kondisional) Adalah penggabungan dua buah statement dengan menggunakan perangkai "jika ....., maka....., dan disimbolkan dengan : "P = = > Q" PVQ B B B S PQ B S S S

Kalimat Ingkar = Non + negatif Jika suatu statement disimbolkan dengan P, maka kalimat ingkarnya disimbolkan dengan "P". Dibaca bukan P = tidak p = non P Tabel kebenaran negasi :

P
B S

__

P =P
S B

-4-

6. Hubungan Disjungsi, Konjungsi, Implikasi dengan ingkaran (Negasi) dengan tabel kebenaran dapat dibuktikan kesa maan-kesamaan logika. (coba sendiri) Kesimpulan 5 : P > Q = P V Q (nilai logikannya sama) Kesimpulan 6 : Disebut juga Dalil De Morgan PVQ+P A PQ + P V Q "Ingkaran (negasi) dari suatu disjungsi, sama dengan konjungsi, sama dengan konjungsi dari masing-masing ingkaran". Demikian juga sebaliknya. Jadi berarti, (P) = P 7. Konversi, invers, &Kontraposisi Dari implikasi P = = = > Q, dapat diturutkan Tiga buah implikasi, aitu : I. Q = = = > P disebut konversi dari P===>Q II. P = = = > Q disebut inversi dari P===>Q III. Q = = = > P disebut kontraposisi dari P = = => Q Latihan : Coba buat tabel nilai kebenaran dari ketiga implikasi di atas Kesimpulan 7 : (P = = => Q) = (Q = = = > P) "Suatu implikasi mempunyai logika yang sama dengan kontraposisinya".

02.

Apabila adalah lambang dari ingkaran suatu propisisi, maka : (P V q) = (A) P q (B) p V q (C) q V p (D) p = = > q (E) q = = > p SIPENMARU IPS `86 KUNCI (A) periksa sendiri

PERSAMAAN KUADRAT
1. Pengertian dan bentuk umum Persamaan kuadrat ialah persamaan dalam x yang berderajat dua. x disebut perubahan (variabel). - Bentuk umum persamaan kuadrat : ax-2 + bx + c = 0 dimana a,b,c adalah konstanta dan a 0 2. Penyelesaian persamaan kuadrat : - Penyelesaiaan persamaan kuadrat berarti mencari akar-akar persamaan kuadrat (menetukan harga-harga x yang memenuhi persamaan). - akar-akar persamaan kuadrat biasanya di nyatakan dengan x1 dan x2 - Besaran D = b2 4ac disebut dengan istilah diskriminan(D). - Cara-cara menyelesaikan persamaan kuadrat, antara lain:

smart learning center


8. Pernyatan kalimat berkuantor yaitu yang mengambil (suatu ukuran) yang berkuantitas. I. Kuantor Universal = A atau V II. Kuantor Eksitensial = E atau menyatakan berapa, sekurang-kurangnnya satu. Ingkaran kalimat berkuantor : Semua ingkarannya : berapa atau tidak semua Beberapa ingkarannya : tidak ada Tidak ada negasinya : berapa 1. Cara memfaktorkan Cara ini biasa dilakukan jika diskriminan D merupakan kuadrat bilangan rasional Caranya : x-2 + bx + c = 0 a(x1 - x) (x x2) = 0 x- x1 = 0 > x = x1 atau x x2 = 0 > x = x2 2. Dengan melengkapkan kuadrat sempurna Yaitu dengan mengubah persamaan kuadrat menjadi bentuk : (x - p) 2 = q xp = q x12 = pq 2 Dengan rumus abc Yaitu jika persamaan kuadrat dengan bentuk ax-2 + bx + c = 0

Contoh Soal: 01. Jika P = saya hadir Q = anda pergi Maka pernyataan yang setara dengan : ~ (P ^ Q) adalah : (A) Saya tidak hadir dan anda tidak pergi (B) Saya tidak hadir atau anda pergi (C) Saya tidak hadir atau saya pergi (D) Anda tidak pergi jika saya tidak pergi (E) Saya tidak hadiratau anda tidak pergi SIPENMARU IPS `87 KUNCI E

-5-

maka akar-akar ialah : x1, 2 =

b b 2 4ac 2a

5. Bentuk Simetris Beberapa bentuk simetris yang menggunakan Jumlah dan hasil kali akar-akar : 1. x1 2 + x2 2 = (x1 + x2 )2 . 2 x1 . x2 2. x13 + x2 3 = (x1 + x2 )3 . 3 x1 . x2 3.

smart learning center


6. Keadaan khusus Keadaan khusus akar-akar x1 dan x2 dari persam aan kuadrat ax-2 + bx + c = 0, dengan sifat, syarat , perlu dinyatakan. Tabel berikut : Keadaan kedua akar 1. berlawanan 2. berlebihan 3. positif Sifat - x1 = x2 x1 = 1/x2 x1 < 0 x2 < 0 x1 < 0 x2 < 0 x1 + x2 -atau x1 - , x2 + Syarat b=0 c=a b/a > 0 D>0 c/a >0 b/a > 0 D>0 c/a >0 c/a < 0 D>0 5. Jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan kuadrat. Jika x1 dan x2 adalah akar-akar persamaan kuadrat ax-2 + bx + c = 0, maka : 1. Jumlah akar-akarnya : x1 + x2 = -b/a 2. Hasil kali akar-akarnya : x1 . x2 = c/a 3. Selisih akar-akarnya : x1 . x2 = 1/a D 4. negatif 5. satu (+) satu (-)

4. Dengan grafik Yaitu dengan cara menggambarkan grafik : f : x > ax-2 + bx + c, Yang merupakan parabola, absis titik potong parabola dengan sumbu x adalah akar-akar persamaan kuadrat ax-2 + bx + c = 0 3. Jenis-jenis persamaan kuadrat dan diskriminan. Jenis-jenis persamaan kuadrat ditentukan oleh diskriminan. 1. Jika D> 0, maka persamaan kuadrat mempunyai akar-akar nyata (riel) dan berlainan (x1 x2) 2. Jika D = 0, maka akar-akarnya sama besar /kembar (x1 = x2) 3. Jika D < 0, maka akar-akarnya tidak nyata 4. Jika D merupakan kuadrat bilangan rasional, maka akar-akarnya rasional Contoh : Tentukan harga m agar persamaan 2x2 - mx + 2 = 0, mempunyai akar-akar kembar Penyelesaian : Syarat akar kembar : D = 0 Maka : (-m)2 4(2)(2) = 0 m2 16 = 0 (m - 4)(m + 4) = 0 m = 4 atau m = -4

1 1 = x1 + x 2 + x1 .x 2 x1 x2

Contoh : Dari persamaan x2 + 2x -2 = 0 Tentukanlah : . 1. x1 2 + x2 2 2. ( x1 - x2 ) 2


Penyelesaian : x2 + 2x -2 = 0 x1 + x2 = -2 dan x1 . x2 = -2 1. x1 2 + x2 2 = ( x1 + x2 )2 - 2 x1 . x2 = 4+4 = 8 2. (x1 - x2 )2 = ( x1 + x2) 2 - 4 x1 . x2 = 4+8 = 12

Contoh : Tentukan nilai k agar akar-akar persamaan x2 + kx + 1 = 0, keduanya selalu negatip Penyelesaian : x2 + kx + 1 = 0

-6-

kedua akar negatif, maka : : b/a > 0 = = > k > 0 (1) : c/a > 0 = = > 1 > 0 jelas (2) 2 : k 4 > 0 = = > k < -2k >2 (3) Dari 1), 2), 3) diperoleh bahwa agar kedua akar selalu negatif, maka harus nilai k >2. 7. Membentuk persamaan kuadrat. 1. Bila diketahui akar-akar x1 dan x2 maka per samaan kuadratnya adalah : (x x1) (x x2) = 0 2. Bila diketahui jumlah dan hasil kali akar akar, maka persamaan kuadratnya adalah : x2- (x1 + x2) x +x1.x2 = 0

Jadi persamaan kuadrat yang akar-akarnya a dan adalah : x2 -

567 + 7 81 574 = 81 49 a + = 7 (7/18) = 81


a + = 7 + 7/81 =

574 49 x+ = 0 atau 81 81

Contoh Soal :
01. Bila jumlah kuadrat akar-akar persamaan : x2(2m + 4)x + 8m = 0, sama dengan 52, maka salah satu nilai m = (A) 2 (D) 6 (B) 3 (E) 7 (C) 4 UMPTN '89 Penyelesaian : x2 - (2m + 4) x + 8m = 0 x1 + x2 = 2m + 4 x1 . x2 = 8m x12 + x22 = (x1 + x2)2 - 2x1. x2 52 = (2m + 4)2 - 2 (8m) 52 = 4m2 + 16m + 16 - 16m 36 = 4m2 m = + 3 (jawab B)

81x2 -574x + 49 = 0 ( jawab C)

FUNGSI KUADRAT
1. Bentuk Umum Y = ax-2 + bx + c atau f(x) = ax-2 + bx + c dimana a, b,c, konstanta dan a 0 2.Sketsa grafik fungsi kuadrat pada fungsi f(x) = ax-2 + bx + c (a 0), berlaku 1. Grafik dari kuadrat adalah parabola 2. Koordinat dari titik puncak parabola P(

smart learning center


3. Persamaan sumbu simetrisnya adalah : x=

b D , ) 2a 4a b 2a

02. Bila x1 dan x2 akar-akar persamaan x2 - 5x + 9 = 0, maka persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya ( x12 + x22 ) dan (

1 1 + 2 ) adalah : 2 x1 x2

4. Jika a >0, maka parabola terbuka ke atas, dan mempunyai harga minimum 5. Jika a<0, maka parabola terbuka ke bawah, dan mempunyai hargamaksimum 6. Sketsa grafik ditinjau dari harga a dan diskri minan D : D a a >0 a<0
x

(A) (B) (C) (D) (E)

81x2 + 7x+ 49 = 0 81x2 - 7x+ 49 = 0 81x2 - 574x+ 49 = 0 x2 - 7x+ 7 = 0 x2 +574x+ 49 = 0

D >0 SIPENMARU '86 D=0

Penyelesaian : x2 - 5x+ 9 = 0 x1 + x2 = 5 x1 . x2 = 9 x12 + x22 = (x1 + x2)2 - 2x1. x2 = 25 - 18 = 7 = a

1 1 + 2 2 x1 x2

2 ( x12 + x2 ) 7 = = = p 2 81 ( x1 .x 2 )

D <0
x

-7-

- Defenit positif maksudnya apabila grafik parab ola terletak di atas sumbu-x.ini dipenuhi bila : a >0, D<0 - Defenit negative, maksudnya apabila grafik pa rabola terletak di bawah sumbu-x.ini dipenuhi bila : a <0, D>0 Contoh : 1. Gambarkan grafik dari : y = 2x2 - 5x 3 langkah-langkah : - Grafik memotong sb-x, jika y = 0 2x2 - 5x 3 = 0 (2x + 1) (x 3) = 0 x1 = -1/2 ...................(-1/2,0) x2 = 3 (3,0) - Grafik memotong sb-y, jika x = 0, = 0- 0- 3 = -3 .............(0,-3) - Koordinat titik puncak : (

b D 5 25 + 24 , )=( , ) 2a 4a 4 8
= (4

Contoh : Tentukan persamaan garis singgung kurva : y = x2 - x di titik (2,2) y' = 2x -1 = = => a = y'(2) = 3 y - 2 = 3(x - 2) 3x - y - 4 = 0 4. Garis dan Parabola (fungsi linier dari fungsi kuadrat) Bila diketahui : Garis g : y = mx + n Parabola : y = ax-2 + bx + c Maka antara parabola dan grafik terdapat hubungan : ax-2 + bx + c = mx + n atau : ax-2 + (b - )x + c n = 0 dan D = (b - m)2 4ac(c - n) Kemungkinan-kemungkinan : D>0 : garis g memotong parabola di dua titik D=0 : garis g menyinggung parabola D<0 : garis g memotong dan tidak me nyinggung parabola Contoh : Grafik garis y = mx + 8 memotong kurva y = 1/2x2 4x + 12 selain di titik puncaknya juga di titik A. Koordinat titik A itu adalah : (D) (2,6) (A) (6,2) (B) (-6,14) (E) (4,4) (C) (-2,10)
SIPENMARU '87 Pembahasan : Puncak Parabola :

smart learning center


- Sumbu simetris : x = - Maka grafik dimaksud :
y

1 1 , 6 ) 4 8

b = 11/4 2a

-1

0 1

=(

-3 -4

b D , ) 2a 4a 4 16 24 =( , ) = (4,4) 1 2

(1 1/4, -61/6)

3.Garis singgung pada kurva jika diketahui suatu fungsi/kurva y = f(x) maka persamaan garis singgung pada kurva tersebut di titik(a,b)ialah : y b = m (x - a) atau y = m(x-a) + b dimana : m = gradien garis singgung m = f'(x) pada x = a

y = mx + 8 melalui titik (4,4) maka : 4 = 4m + 8 > a = -1 Jadi : y = -x + 8, disubtitusi ................ 1/2x2 4x + 12 = -x + 8 1/2x2 3x + 4 = 0 x2 6x + 8 = 0 (x - 4) (x - 2) = 0 > x = 4 (sudah) x = 2 (ya) x = 2 > y = -2 +8 = 6 > A = (2,6) ( Jawab D)

-8-

5. Membentuk fungsi kuadrat Ada tiga cara, yaitu 1. Bila diketahui titik puncak P(x,y) dan parabola melalui (xp,yp), maka tuliskan : y = a(x - xp)2 + yp 2. Bila diketahui titik potong kurva dengan sumbu-x, yaitu (x1, 0) da (x2, 0) serta melalui satu titik (x0, y0), maka dituliskan : y = a(x - x1) (x - x2) 3. Bila diketahui bahwa parabola melaui tiga titik sembarang, maka substitusi langsung pada bentuk umumnya, sehingga didapat 3 persamaan dengan 3 perubah. Contoh : 1. Tentukan parabola yang melaui titik titik (-2,0), (3,0) dan (1,-6) 2. Tentukan fungsi kuadrat yang mempunyai titik puncak (2,2) serta melalui (1,4) Penyelesaian : 1. Gunakan rumus (2) dan(3) y = a(x + 2) (x - 3) (1,-6) > -6 = a(3)(-2) = -6a a=1 y = (x + 2) (x - 3) y = x2 - 8x + 10

Penyelesaian : Digeser// sumbu-x ke kanan(kearah yang positif) maka harga x dikurangi y = (x - 2)2 + 2(x - 2) +1 y = x2 - 4x + 2x 4 + 1 y = x2 - 2x + 1

Contoh Soal :
01. Parabola yang melaui titik-titik (1,11),(0,6) dan(-2,2) dan mempunyai sumbu simetris sejajar dengan summbu y mempunyai puncak : (A) (2,-2) (D) (-2,2) (B) (2,2) (E) (-2,4) (C) (-2,1) SIPENMARU '87 Penyelesaian : FK = y = ax2 + bx + c (1,11) > 11 = a + b + c (-2,2) > 2 = 4a 2b + c (0,6) > 6 = C Jadi : a+b=5 | x 4| 4a + 4b = 20 4a 2b = -4 | x 1| 4a - 2b = -4 6b = 24 b= 4 a=5b=1 FK ; y= x2 + 4x = 6 P(

smart learning center


2. Gunakan rumus (1) y = a(x-2)2 + 2 (1,4) > 4 = a(-1)2 + 2 = a + 2 > a = 2 y = 2(x-2)2 + 2 y = 2x2 Bx + 10 6. Pergeseran kurva Fungsi kuadrat dengan bentuk umum : y = ax2 + bx + c Jika diadakan pergeseran, akan terbentuk fungsi kuadrat baru : 1. Jika dieser kekiri/kanan sejajar sumbu-x sejauh p satua, maka fungsi kuadrat yang baru adalah : y = a(x + p)2 + b(x + p) + c 2. Jikadigeser ke bawah/ke atas sumbu-y sejauh p satuan, maka fungsi kuadrat yang baru adalah : y + p = ax2 + bx + c Contoh : Tentukan fungsi kuadrat yang baru, jika fungsi : digeser ke kanan sejajar sumbu- x sejauh 2 satuan

4 (16 24) , ) = P(-2,2) 4 2

Jawab : D 02. Grafik fungsi = ax ax2, a < 0 (1) Terbuka ke atas (2) Memotong sumbu- x di titik (a,0) (3) Mempunyai sumbusimetris x = 1/2 (4) Melalui titik(-a,a3) SIPENMARU '84 Penyelesaian : y = ax ax2, a < 0 - berarti koefesien x2 > 0 > terbuka ke atas - memotong sumbu-x > = 0 ax(1- x) - sumbu simetris : x=

atau x = 1 (1,0) -x = -a > y = -a2 a3 (Jawab B)

a = 1/2 2a

x=0 (0,0)

-9-

PERTIDAKSAMAAN
1. Pengertian : Pertidaksamaan adalah kalimat terbuka dimana ruas kiri dan kanan dihubungkan oleh salah satu tanda dari ; , <, >,< ,dan > : Suatu bilangan a disebut lebih besar dari b, bila a b >0 dan a < b, bila a b < 0 2. Sifat-sifat pertidaksamaan : Jika a > b, maka a + b > b + c : jika a > b, maka a b > b c : Jika a + b > c, maka a > c b : Jika a > b dan p > 0 Maka ap >bp : jika a > b dan p < 0 Maka a/p < b/p : Jika a > b dan p < 0 Maka ap < bp : a > b dan p < 0 Maka a/p < b/p : jika a > b ; a, b < 0 Maka a2 < b2 3. Macam-macam pertidaksamaa 1. Pertidaksamaan linier dalam variabel x adalah pertidaksamaan yang salah satu atau kedua ruasnya mengandunnng bentuk linier dalam x 1. Himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan : 2x < 8; -x < 4 dan 0< x < 6 Penyelesaian : I. 2x < 8 x<4 II. x < 4 x < -4 III. 0 < x < 6 Gambarkan ketiga pertidaksamaan dalam satu garis bilangan :

iv.

Penyelesaian : i. 3x + 4 < x + 12 2x < 8x < 4 ii. x + 12 < 2x + 10 iii. -x < -2 x>2 gambarkan garis bilangan, maka diperoleh :

Himpunan penyelesaian adalah irisan i dan ii : 2<x<4 2. Pertidaksamaan kuadrat Suatu pertidaksaman dimana varibelnya berbentuk kuadrat Contoh : 1. x2 x- 6 > 0 (x + 2) ( x 3) > 0 x1 = -2 dan x2 = 3 Gambarkan pada garis bilangan, maka diperoleh :

smart learning center


++++-------- ++++ -4 -2 0 2 3 4 x < -2 atau x > 3 2. 4 x > 0 x2 4 < 0 ( x + 2) ( x 2) < 0
2

-4 2 0

2 4 6 8 ++++ -------- ++++ -4 -2 0 2 4

Maka himpunan peyelesaian adalah irisan (i), (ii), (iii). 0<x<4 2. 6 2x < x + 3 -3x < -3 x>1 3. Himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan 3x + 4 < x + 12 < 2x + 10 adalah :

-2 < x < 2 3. Pertidaksamaan dibawah akar

x adalah bilangan riel Jika x > 0

- 10 -

Contoh : Tentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan

Penyelesaian :

2x 3 < x 3
Penyelesaian : I. 2x 3 > 0 2x > 3 x > 1 1/2 II. ( 2 x 3 )2 < (x 3)2 2x 3 < x2 6x - + 9 -x2 + 8x 12 < 0 X2 8 + 12 > 0 ( x 6 ) ( x 21) > 0 HP adalah irisan I dan II

3x 2 -1 < 0 x+4 3x 2 x + 4 <0 x+4 x+4 2x 6 <0 x+4


+ ++++ -------- ++++++ -4 3

11

1/2

2 3 4 5 6 7

1 1/2 < x < 2 atau x > 6 4. Pertidaksamaan harga mutlak |x| < a > -a < x < a |x| > a > x < -a atau x > a Contoh : |x 2| > 3 > (x -2) > 3 > x > 5 > ( x -2) < -3 X < -1 HP merupakan irisanya

smart learning center


-1 5 x < -1 atau x > 5 Cara II (x -2)2 > 32 x2 4x + 4 > 9 x2 4x 5 > 0 (x + 1) ( x + 5) > 5 X < -1 atau x > 5 5. pertidaksamaan pecahan Definisi : suatu pecahan a/b adalah nilainya, Jika b 0 Sifat : a. Jika a/b > 0 maka ab > 0 Contoh : Tentukan harga x yang memenuhi sistem pertidaksamaan :

(2x 6) (x + 4) < 0, asal x -4 HP : ( -4 < x < 3) 6. Pertidakamaan Pangkat Tinggi Sifat : a. Untuk n bilangan ganjil, maka (-1)n = -1 b. Untuk n bilangan genap, maka (1)n = 1 dan 1n = 1 akibat : a. Pertidaksamaan : Pn > 0 > P > 0, asal n ganjil Pn < 0 > P < 0 asal n ganjil b. Pertidaksamaan : Pn > 0 > P 0 asal n genap Pn < 0 tidak ada harga p yang memenuhi, asal n genap Contoh : 1. (3 - 2)6 (x + 2)5 ( 2x 5)3 (5x2 3x + 1)3 = 0 karena 5x2 3x + 1 adalah definitif positif, maka dengan mengingat sifat diatas soal tersebut akivalen dengan x + 2 > 0 asalkan x 11/2 dan x 2,5 maka penyelesaian pertidaksamaan : x > -2, x 11/2, x 2,5 2. (x 3)(x2- 8x + 12) < 0 (x 3) (x -2) (x 6) < 0 HP : (x < 2) atau 3 < x< 6) Contoh Soal 01. Agar pecahan :

x 2 + 3 x 10 x2 x + 2
Bernilai positif, maka x anggota himpunan : (A) {x|x < -5, atau x > 2} (B) {x|-5 < x < 2} (C) {x|x > -5} (D) {x|x < 2} (E) {x|-5 < x < 2}

3x 2 -1 < 0 x+4

- 11 -

Penyelesaian : x 2 + 3 x 10 x2 x + 2
Penyebut : D = 1-8 < 0 tanda hana tergantung pada pembilang Jadi : x2 + 3x 10 > 0 (x + 5) (x 2) > 0
x = 15 x=2

++++-------- ++++ -5 2 HP = { x|x < -5, atau x > 2} (jawab A) 02. Himpunan penyelesaian pertidaksamaan : |

Keadaan garis ditinjau dari gradient : m > 0 garis condong ke kanan m < 0 garis condong ke kiri m = 0 garis sejajar ke kiri m = garis sejajar sumbu-y

Persamaan Garis Lurus


- Persamaan garis lurus melalui titik(a,0) dan (o,b) y b a x

(A) {x|x < -26} (B) {x|x < -2 2} (C) {x|x > -26}{x|x < -22} (D) {x|x < -26}{x|x > -22} (E) {x|x > -26} Penyelesaian : |

x + 6 | > 0,5 adalah : 4

x y + =1 a b
atau bx + ay = ab

smart learning center


Artinya : a. x/4 + 6 > 0,5 x + 24 > 2 x > -22 b. x/4 + 6 < 0,5 x + 24 < -2 x < -26 Jawab : D HP : {x|x < -26 atau x > -22}

- Persamaan garis melalui titik(x1, y1) dan (x2, y2) y (x2,y2)

x + 6 | > 0,5 4

(x,y) x (x1,y1)

GRADIEN DAN PERSAMAAN GARIS LURUS


Gradien Garis Lurus
Gradien garis lurus adalah merupakan kecondongan (koefisien arah) suatu garis dan dilambangkan dengan "m". Gradien garis lurus yang melalui titik(x1, y1) dan (x2, y2) adalah :

y y1 x x1 y y1 m= 2 x 2 x1
m= karena m = m, maka

y y1 x x1 = y 2 y1 x 2 x1
- Persamaan garis melalui titik(0,0) dan gradien m : y y = mx (0,0) X

y y1 m= 2 x 2 x1

- 12 -

- Persamaan garis melalui titik (0,c) dan gradien m y y = mx + c c x - Persamaan garis melalui titik (x1,y1) dan gradien m

Gradien garis singgung kurva di titik (x1,y2) Bila y = f(x) maka gradien garis singgung kurva dari titik(x1,y2) adalah : m = dy/dx = f'(x) ........ (x1,y2) m = f'(x1)

smart learning center


y y1 = m(x x1) Titik potong dua garis lurus dapat dicari melalui cara : - metode grafik - metode subtitusi - metode eliminasi Sudut yang dibentuk antara dua grafik g1 : y = m1x + c1 g1 : y = m2 + c2 y g1
r

Contoh soal : 01. Dari segitiga ABC diketahui bahwa titik A ialah Perpotongan garis : 2x + y - 4 = 0 dengan garis AC : x + 2y 2 = 0, sedangkan koordinat B dan C berturut-turut ialah (0,1) dan (1,3). Persamaan garis tinggi dari titik sudut A adalah : (A) x y - 2 = 0 (B) 2x y +2 = 0 (C) x 2y +1 = 0 (D) 2x + y +1 = 0 (E) x + 2y - 1 = 0 SIPENMARU '84 Penyelesaian : Titik potong garis 2x + y = 4 dan x + 2y = 2 adalah 4x + 2y = 8 x + 2y = 2 3x =6 x =2 y=0 (2,0) Persamaan garis tinggi dari titik sudut A adalah garis melalui A dan tegak lurus BC
mbc

y - 0 = -1/2 (x - 2) y = -1/2x + 2/2 atau x + 2y 2 = 0 Jawab A 02. Persamaan garis singgung kurva yang = 2/x2 di titik yang mempunyai absis 1 adalah : (A) y = -6x (B) y = 6x - 4 (C) 6x + y - 8 = 0 (D) 2x 3y + 4 = 0 (E) 2x + 3y 8 =0 SIPENMARU '87 Penyelesaian : y = f(x) = 2/x3 = 2x-3 >f'(x) = -6x-4 pada absis 1> a = f'(1) = -6 x = > y = 2/13 = 2 (1,2) PGL dengan m = -6 lewat (1,2) adalah : y 2 = -6(x - 1)

3 1 = 2 ma = -1/2 1 0

g2 x

sudut yang dibentuk oleh gradien g1 dan g2 adalah , maka : ty =

m1 m2 1 + m1 .m2

Dimana terdapat hubungan g1// g2 bila m1 = m2 dan g1 g2 bila m1. m2 = -1 jarak titik dan garis

- 13 -

y = -6x + 6 + 2 6x + y 8 = 0 Jawab (C)

PROGRAM LINIER
1. Pengertian Program linier adalah suatu metode untuk memecahkan masalah yang dapat dilukiskan dengan model matematika. Beberapa istilah matematika yang sering di jumpai pada masalah program linier,adalah : - model matematika - konstrain ( syarat, pembatas) - daerah jawab (daerah penyelesaian) - fungsi tujuan ( fungsi/ sasaran ) - jawab optimal 2. Model Matematika Model matematiak ialah suatu hasil penter Jemahan bentuk sehari-hari ke dalam bentuk matematika, yang biasanya terdiri dari pertidaksamaan-pertidaksamaan linier. Contoh : perhatikan latihan soal no. 3 pada akhir bab ini. Model matematikanya adalah sbb : mis , banyak kain A yang di beli = xm banyak kain B yang dibeli = ym laba maksimum = k maka : x + y < 30 1000x + 2000y < 40.000 x>0 y>0 300x + 200y = k maks Dengan model ini x, yang, dan k dapat di tentukan. 1. Konstrain (pembatas, syarat) Yaitu berupa pertidaksamaan-pertidaksama an linier, seperti ke lima pertidaksamaan di atas 2. Dan daerah yang dipenuhhi semua pertidak samaan Konstrain ini,dimana daerah jawab (daerah feasible ,daerah penyelesaian) 3. Fungsi tujuan (fungsi sasaran, fungsi objek tif ) , yaitu sebuah fungsi linier dengan 2 variabel x dan y yang merupakan tujuan dari masalah program linier tersebut. Bentuk umum fungsi tujuan adalah : z = ax + by dimana x > 0 dan yang > 0 , serta a, b, konstanta Fungsi tujuan z = ax + by umumnya adalah menentukan nilai optimal

4. Pasangan (x,y) pada daerah jaawab yang menjadikan fungsi sasaran menjadi optimal disebut titik optimal 5. Sedangkan nilai dari z = ax + by dimana (x,y) adalah titik optimal, disebut jawab optimal ( jawab maksimum atau jawab minimum) Contoh : Menetukan daerah jawab & konstrain/model matematika : 1. Tentukan daerah yang memenuhi system pertidaksamaan berikut : 2x + 5y < 10, 6x + y < 12 x > 0 dan y > 0 Penyelesaian : Terlebih dahulu digambarkan garis dengan per samaan 2x + 5y = 10, 6x + y < 12, c > 0 dan y > 0 Lalu ditentukan daerah yang memenuhi setiap pertidaksamaan dengan cara mencobakan satu titik sembarang di luar garis. Maka

smart learning center


02. Perhatikan grafik sebelah, dan tentukan system pertidaksamaan yang dipenuhi daerah diarsir.

Penyelesaian : Pertama dicari dahulu persamaan konstrain ( garis pembatas), yaitu : - Garis yang melalui titik (2,0) & (0,4) ialah :

= = = > 4x + 2y = 8 Daerah yang diarsir adalah yang memenuhi pertidaksamaan 4x + 2y > 8

y y1 x x1 y = ==> y 2 y1 x 2 x1 4 x2 = 2

- 14 -

- Garis yang melalui titik (4,0) & (0,3) ialah:

y0 x4 = = = > 3x + 4y = 12 30 04

Daerah yang diarsir adalah memenuhi pertidaksamaan 3x + 4y < 12 - Maka sistem pertidaksamaan yang memenuhi daerah yang diarsir adalah : 2x + y > 4, 3x + 4y < 12 y>0 x > 0,

x + y < 48 60x + 20 < 1440 b. Daerah yang memenuhi keempat pertidaksamaan (himpunan penyelesaiannya) adalah daerah yang diarsir berikut :

3. Penggunaan Model Matematika


Kegunaan dari model matematika ini adalah untuk menyelesaikan persoalan program linier langkah-langkah : - Terjemahkan persoalan ke dalam metode matematika. - Gambarkan grafik dari model matematika - Tentukan daerah penyelesaian (daerah jawab) - Tentukan titik vertex (titik optimal) - Biasanya jawab optimal ( jawab maksimum atau minimum) terdapat pada titik vertex. Contoh : Suatu pesawat udara mempunyai kapasitas tidak lebih dari 43 penumpang. Untuk kelas utama, setiap penumpang boleh membawa bagasi 60 kg, sedangkan untuk tiap penumpang kelas ekonomi bagasi dibatasi sampai 20 kg, (penumpang hanya terbagi atas 2 kelas). Pesawat tersebut hanya dapat membawa bagasi sampai 1440 kg. a. Tuliskan empat pertidaksamaan yang dipenuhi persoalan tersebut b. Gambarkan pada diagram koordinat penyelesaiannya c. Bila harga tiket untuk setiap penumpang kelas utama Rp. 100.000,00 dan kelas ekonomi Rp. 50.000,00. Tentukanlah banyaknnya penumpang pada masing-masing kelas agar diperoleh hasil penjualan tiket maksimum d. Dan berapakah hasil penjualan tiket yang maksimum Penyelesaian : Misal : Banyak penumpang kelas utama = x Banyak penumpang kelas ekonomi = y Maka : a. Pertidaksamaan (model matematikanya) ialah: x>0 y>0

c. Fungsi objektifnya : z = 100.000x + 50. 000y Titik ekstrin (0,0) (24,0) (0,48) (12,36) z = 100.000x + 50. 000y 0 2.400.000 2.400.000 3.000.000

smart learning center

Maka hasil penjualan maksimum dari tiket didapat bila banyaknya penumpang kelas utama = 12 orang dan kelas ekonomi = 36 orang d. Banyaknya hasil penjualan maksimum = Rp. 3.000.000,00 4. Pengunaan garis selidik pada program linier. Garis selidik bentuk umumnya : ax + by = k Dgunakan untuk menentukan nilai optimal (nilai maksimum atau nilai minimum) dari fungsi sasaran z = ax + by Cara menggunakan garis selidik ax + by = k - Gambarkanlah grafik ax + by = 0, yaitu garis lurus yang melalui titik pusat 0 (0,0) - Tarik garis sejajar dengan ax + by = 0 hingga garis tersebut melalui hanya satu titik pada daerah jawab (feasible) yang tentunya jadi titik optimal - Maka nilai dari ax + by pada titik optimal tersebutlahyang menjadi jawab optimal Contoh : Andaikan model matematika dari suatu persoalan program linier adalah sbb : 2x + y < 800 x + y < 500 x>0 y>0 x, y C (cacah) Tentukan nilai maksimum dari 40x + 30y yang memenuhi pertidaksamaan diatas.

- 15 -

Penyelesaian : Derah yang memenuhi keempat pertidaksamaan adalah daerah yang diarsir berikut :

smart learning center


Persamaan lingkaran Pusat (0,0) jari-jari R P{x,y)|x2 + y2 = r2} adalah HP titik dalam lingkaran P{x,y)|x2 + y2 < r2} adalah HP titik dalam lingkaran P{x,y)|x2 + y2 > r2} adalah HP titik diluar lingkaran Persamaan lingkaran Pusat (a,b) jari-jari

Titik P ialah perpotongan antara kedua garis : 2x + y = 800 x + y = 500 x = 300 300 + y = 500 y = 200 = = = > P (300,200) Untuk mencari nilai maksimum dari 40x + 30y = 0. kita gambarkan suatu gaaris 40x + 30y = 0 . Kemudian tarik garis sejajar sedemikian sehingga melalui satu titik pada daerah jawab, dalam hal itu yaitu titik P( 300, 200). Garis pada titik tersebut mempunyai persamaan : 40x + 30y = 18.000 Jadi nilai maksimum dari 40x +30y adalah18.000 Contoh Soal : Seorang pedagang buah-bbuahan denngan menggunakan gerobak, menjual apel dan pisnag. Harga pembelian apel Rp.1000/kg dan pisang Rp.400/kg. Modal yang tersedia Rp.250.000. Sedangkan muatan gerobak maksimum 400kg. Jika keuntungan tiap kg apel Rp. 200,- dan tiap kg pisang Rp.100,- maka banyaknya apel dan pisang yang dibeli agar pedagang mendapat keuntungan yang sebesar-besarnya adalah : Penyelesaian : Saya andaikan : Banyak apel yang dibeli = x kg dan banyaknya pisang yang dibeli = y kg. Maka model matematika dari persoalan diatas ialah : x + y < 400 1000 x + 400y < 250.000 x>0 y>0 Ditanya : x= ? y= ? Agar z = 200x + 100y maksimum Daerah penyelesaian dari pertidaksamaan ialah( daerah yang diarsir, sbb :

Titik potong A : 10x + 4y = 2500x 1 10 + 4y = 2500 x + y = 400 x 44x + 4y = 1600 6x = 900 x = 150 x = 150 = = > 150 + y= 400y = 250 > A ( 150, 250) Nilai z = 200x + 100y paling benar terdapat pada titik A. Ini berarti, agar keuntungan yang diperoleh maksimum, maka pedagang harus membeli : Apel = 150 kg Pisang = 250 kg

PERSAMAAN LINGKARAN

Contoh : Tentukan persamaan lingkaran pusat (3,4) dan melalui titik (-3,12)

- 16 -

Jawab : P (3,4) a = 3, b=4 (x-3)2 + (y-4)2 = r2 Melalui titik (-3,12) (-3-3)2 + (12-4)2 = r2 r2 = 100 r = 100 Persamaan Umum lingkaran x2 + y2 + Ax + By + c = 0 titik pusat (-1/2 A, -1/2B)2 -c Contoh : Tentukan pusat dan jari-jari persamaan lingkaran: 3x2 + 3y2 -12x + 18y -36 = 0 Jawab : Persamaan lingkaran menjadi : x2 + y2 - 4x + 6y -12 = 0 P(-1/2A, 1/2B) ...... P(2,-3) r2 = 22 + (-3)2 - (-12) = 25 r=5 Perpotongan Garis Dengan Lingkaran y = mx + c, x2 + y2 + Ax + By + c = 0 D > 0, garis memotong lingkaran pada dua titik D = 0, garis menyinggung lingkaran D < 0, garis di luar lingkaran

x1x + y1y + -1/2A ( x + x1) + 1/2B ( y + y1) + C = 0 persamaan garis singgung pada lingkaran (x a)2 + (y b ) 2 = r2 titik (x1,y1) (x1 a)(x c) + (y1 b ) (y b) = r2

Tali Busur Lingkaran


Jika dua lingkaran saling berpotongan maka garis menhubungkan kedua titik lingkran dimanakah tali busur lingkaran

Contoh : 1. Tentukan persamaan tali busur lingkaran x2 = (y 2)2 = 25 dengan lingkaran ( x 2)2 + y2 = 25 Jawab : L1 = x2 + y2 - 4y + 4 25 = 0 L2 = x2 + y2 - 4x + 4 25 = 0 L1 = L2 .. y = x

Syarat mencari tali Busur : dimana L1 = L2

smart learning center


Contoh : Supaya garis y = x + p memotong lingkaran x2 + y2 = 25 pada dua titik, tertentu harga P : Penyelesaian : x2 + y2 = 25 y=x+p x2 + (x + p)2 = 25 x2 + x2 + 2px + p2 = 25 2x2 + 2px + p2 - 25 = 0 Syarat : D > 0 4p2 4(2) (p2 - 25) > 0 4p2 -8p2 + 200 >0 -4p2 + 200 > 0 P2 50 < 0
( p - 5 2 ) (p + 5 2 ) < 0 -5 2 < p < 5 2 Persamaan Garis singgung Pusat (0,0) garis singgung dengan gradien m y = mx + r m 2 + 1 pusat (a,b) garis singgung dengan gradien m y- b = m(x a) + r m 2 + 1 Pusat (0,0) melalui titik (x1,y1) x1x + y1y = r Pusat (-1/2A,-1/2B) melalui titik (x1,y1)

Contoh Soal :

01. Jika lingkaran yang berpusat di (-4,3) dan menyinggung sumbu x dicerminkan pada y = x, maka persamaan lingkaran yang terjadi adalah : (A) x2 + y2 + 6x - 8y + 16 = 0 (B) x2 + y2 - 8x - 6y + 16 = 0 (C) x2 + y2 - 6x + 8y + 16 = 0 (D) x2 + y2 + 8x 6x + 16 = 0 (E) x2 + y2 + 6x + 8y + 16 = 0 SIPENMARU '84 Penyelesaian : Lingkaran pusat (-4,3) menyinggung sumbu-x berarti jari-jari = 3, dicerminkan pada y = x menjadi : P (3,-4) r = tetap = 3 Persamaan : (x 3) + (y + 4)2 = 32 x2 + y2 - 6x + 8y + 16 = 0 (Jawab C)

02. Empat lingkaran berjari-jari satu satuan saling bersinggungan di sumbu koordinat (lihat gambar). Dilukis lingkaran Mdan menyinggung keempat lingkaran tadi.Persamaan lingkaran M ialah :

- 17 -

C. Fungsi tangens : y = tg x

(A) (B) (C) (D) (E)

x2 + y2 = 4 x2 + y2 = 8 x2 + y2 = 3 + 2 2 x2 + y2 = 6 + 42 x2 + y2 = 9 + 4 2 SIPENMARU '87 Dari grafik fungsi diatas dapat dituliskan : * y = sin x Periode : 2 (360) Positif pada kuadrat I & II Negatif pada kuadrat III & IV *y = cos x periode : 2(360) Positif pada kuadrat I & IV Negatif pada kuadrat II & III *y = tg x Periode : Positif pada kuadrat I & III Negatif pada kuadrat II & IV Tambahan : Sec x = 1/cos x Cossec x = 1/sin x Cotg x = 1/tg x 2. Nilai Fungsi Sinus, Cosinus & tg untuk sudutsudut istimewa dalam hal ini kkita ambil dari kuadrat pertama saja : x 0 30 40 60 90 Sin x 0 1/2 1/2 2 1/2 3 1 Cos x 1 1/2 2 1/2 2 1/2 0 tg x 0 1/3 3 1

Penyelesaian lingkaran : Pusat 0 (0,0) jari-jari : r = 1 + 1/2 4 + 4

x2 + y2 = r2 x +y =(1+ 2) x2 + y2 + 3 + 2 2
2 2

=1+ 2 Maka :

smart learning center


TRIGONOMETRI
1. Fungsi Sinus, Cosinus dan Tangens A. Fungsi sinus : y = sin x 1 3

B. Fungsi cosinus : y = cos x

3. Sinus, Cosinus & tangens untuk sudut- sudut (-a) ; (90-a ) dan (180-a) : * Sin (-a) = -sin a Cos (-a) = cos a Tg (-a) = -tg a * Sin (90-a) = cos a Cos(90-a) = sin a Tg (90-a) = cotg a * Sin (180-a) = sin a Cos (180-a) = -cos a Tg (180-a) = -tg a 4. Rumus- rumus yang berlaku Cos (A + B) = cosA. cosB - sinA .sinB

- 18 -

Cos (A - B) = cosA. cosB + sinA .sinB Sin (A + B) = sin A. cosB + cosA .sinB Sin (A - B) = sin A. cosB - cosA .sinB tgA + tgB Tg (A + B) = 1 tgA.tgB

1 + tgA.tgB Contoh : a. Jika sin A = 3/5 (sudut lancip), tentukanlah cosA dan tg A b. Carilah cos 15, sin75, tg 105 dengan menggunakan rumus Penyelesaian : a. Gunakan dalil Phytagoras

Tg (A + B) =

tgA - tgB

7. Rumus Penjumlahan dan Selisih (A + B) (A B) Cos A + cos B = 2cos . Cos 2 2 (A + B) (A B) Cos A cos B = -2sin . sin 2 2 (A + B) (A B) Sin A + sin B = 2sin .Cos 2 2 (A + B) (A B) . sin Sin A sin B = 2cos 2 2 contoh :
a. Jika sin A = 4/5, carilah sin 2A, cos 2A dan tg 2A b. Tentukanlah : sin 75 cos 15 = ...... cos 165 - cos 75 =....... penyelesaian : a. SinA = 4/5, dengan menggunakan segitiga phytagoras, maka didapat : cos A = 3/5 dan tg A = 4/3 sin 2A = 2sin A. Cos A = 2 (4/5)(3/5) = 24/25 Cos 2A= 2cos2 A 1 = 2(3/5)2 = -7/25 =

smart learning center


b. Cos 15 = cos (45-30) = cos 45 cos 30 + sin 45 sin30 = 1/4 ( 6 + 2 ) Tg 105 = tg(60 +45) tg 60 tg 45 = 1 tg 60 tg 45

PO = 25 9 = 4 Cos A = 4/5: tgA = 3/4

2 tgA 1 tg 2 A

= b.

2(4 / 23) 1 ( 4 / 3) 2

= -24/4 sin 75 cos 15 = = sin(75 + 15) + sin(75 15)

3 +1 1 3 3)

= -2 (1 =

2 = 1/2 (sin 90+ sin 60) = 1/2 (1 + 12 3 ) cos 165 - cos 75 = (165 + 75) (165 75) = 2sin . sin 2 2 = -2sin 120.sin 45 = -2 ( 3 / 2 ) ( 2 / 2 ) = -1/2 6 8. Menyatakan a cos x + b sin x sebagai k cos (x-p) x positif dan 0 < x < 360 a cosx + b sin x = k cos (x-p) = k cos x. Cos p + k sin x . sin p > k cos p = a : k sin p = b

5. Rumus-rumus Sudut Rangkap Sin 2A = 2 sin A . cos A Cos 2A = cos2A sin2A = 2cos2A -1 = 1- 2 sin2A Tg 2A =

2 tg A 1 - tg 2 A

6. Rumus-rumus Perkalian 2sinA.cosB = sin(A + B) + sin(A - B) 2cosA.sinB = sin(A + B) - sin(A - B) 2cosA.cosB = cos(A + B) + cos(A - B) -2sinA.sinB = cos(A + B) - cos(A - B)

- 19 -

>

ksinp = tg p = b/a kcosp


k=

a 2 + b2

9. Persamaan Trigonometri a cos x + b sin x = c (a, b dan c adalah konstanta) Karena nilai maksimum fungsi cosinus=1 Dan nilai minimum = -1 maka k < c< k Contoh : Carilah harga x yang memenuhi persamaan : a. cos x + sin x = 0 b. 3 cos x + sin x = 1 Penyelesaian : a. cos x + sin x = 0 a=1 b=1 tg p b/a = 1 > p = 45 > Cos (x- 45) = 0 x- 45 = 90 x = 270

Nilai minimum = -5 11. Sketsa Grafik Contoh : Gambarkan kurva dari : y = cos x + sin x Penyelesaian : Untuk mempermudah menggambarkannya, maka terlebih dahulu dirobah menjadi : y = 2 cos (x-45) sehingga diperoleh

2 cos (x- 45) = 0

12. Koordinat kartesies dan koordinat kutub :

smart learning center


b.

> x1 = 90 + 45 = 135 x2 = 270 + 45 = 315

3 cos x + sin x = 1 k= 3+1= 4=2 tg p = 1 3 > p = 30

> 2 cos(x -30) = 1 cos(x - 30) = 1/2 x - 30 = 60 =300 > x1 = 60 + 300 = 90 x2 = 300 + 30 = 330 10. Maksimum dan minimum fungsi trigonometri Fungsi trigonometri dituliskan : y = a cos x + b sin x atau y = a 2 + b 2 cos(x p) nilai maksimum = a 2 + b 2 nilai minimum = - a 2 + b 2 contoh : tentukan niali maksimum dan minimum dari : y = 4 cos x 3 sin x = ........... jawab : nilai maksimum = =

Menurut pengertian sin dan cos, maka : 1. sin a = y/r > y = r sin a 2. cos a = x/r > x = r cos a 3. x2 + y2 = r2 jadi : koordinat kartesins P(x,y) dapat juga dinyatakan dengan koordinat kutub(polar) yaitu : P(r,a) sehingga : P(x,y) = P (r cos a, r sin a) = P (r,a) Contoh : 1. Koordinat kutub titikP (6,30) tentukan koordinat kutub (polar) yaitu: Penyelesaian : P ( 6,30) > r = 6, a= 30 x = r cos a = 6 cos 30 = 6. 1/2 3 = 3 3 y = r sin a = 6 sin 30 = 6. 1/2 = 3

12 + (3) 2 25 = 5

- 20 -

Contoh Soal : 1. Jadi 0 < x < dan x memenuhi persamaan tg2x- tgx -6 = 0, maka himpunan nilai sin x adalah:

(A) 1/2 2 kali kecepatan orang yang dariB (B) 2 kali kecepatan orang yang dari B (C) 2 2 kali kecepatan orang yang dari B (D) 1/3 3 kali kecepatan orang yang dari B (E) 3 kali kecepatan orang yang dari B Penyelesaian : Dalil sinus :

3 10 2 5 , ) 10 5 3 10 2 5 (B) ( ,) 10 5 3 10 2 5 (C) (, ) 10 5 10 2 5 (D) ( , ) 10 5 10 2 5 (E) ( , ) 10 5


(A) ( Penyelesaian : tg2x- tgx -6 = 0 misalkan tg2x = a a2 - a - 6 = 0 (a + 2) ( a - 3) = 0 a = -2a = 0

BC AC = o sin 45 sin 30 o
AC =

1/ 2BC sin 30 o BC = o sin 45 1/ 2 2 AC = 1/2 2 BC


tA =

SIPENMARU 88

AC A BC VB

2 BC 2 A

tB =

Agar tA = tB

2 BC 2 A

BC

smart learning center


VA =

B 2 BC B
2 BC

= 1/ 2 2 B

Kecepatan A harus 1/2 (jawab A) dari tg x = -2 sin x = 2/ 5 = (2/ 5 ) ( 5 / 5 ) = dari tg x = 3

2 kali kecepetan B

2 5 5

FUNGSI KOMPOSISI & FUNGSI INVERS


Pengertian Relasi dan Fungsi Relasi dari himpuna A ke himpunan B adal ah pemasangan anggota A ke anggota himpunan B. Fungsi dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu relasi khusus (relasi fungsional) dimana setiap anggota A dipasangkan tepat satu kali pada anggota himpunan B. Misalnya : A = (a,b,c) B = (p,q,r) a a. A B b. A B

sin x = 3 / 10 = (3 10 ) ( 10 / 10 )

02. Dua orang mulai berjalan dari titik A dan pada saat yang sama. Supaya keduanya sampai di C pada saat yang sama maka kecepatan berjalan orang yang dari titik a harus :

3 10 = 10

- 21 -

c. A

d.

Contoh ; Fungsi f : R > R dan g : R > R Dimana : F(x) = x2 - 3x dan g (x) = x 1 Tentukan (gof) (x) dan (fog) (x)
Penyelesaian : g(f(x) = (gof) (x) = = (fog) (x) = = = = (gof) (2) = (fog) (2) g(x2 - 3x) g(x2 - 3x) x2 - 3x-1 f (g(x)) f (x-1) (x-1)2 - 3 (x-1) x2 5x + 4 g (-2) = -2 -1 = -3 = f(1) = -2

e. e. A

e. A

dari hubungan di atas yang merupakan fungsi ada lah : b, c, d, f. Sedangkan a dan e merupakan rela si.jika f memetakan suatu elemen x A ke suatu elemen y B dikatakan bahwa "y adalah elemen dari x oleh f" atau dapat juga dinyatakan : f(x) atau f : x > f(x) = y, himpunan A daerah kawan (kodomain), sedangkan peta di B dimanakan daerah hasil fungsi (renge).

smart learning center


f : A> B, tanda panah dari diagram diatas diubah arahnya berlawanan dan disebut relasi dari B ke A. Misalnya : g :B> A mka dikatakan merupakan fungsi invers dari f, dapat dituliskan f-1 (dibaca f invers), hal iini dapat berlaku jika setiap anggota B ialah peta tepat satu anggota dari A atau A dabn B berkorespondensi satu-satu. Contoh : 1. f(x) = 2x tentukan f-1(x) y = 2x ..........x = 1/2y f-1 (x) = 1/2x 2. Tentukan fungsi invers dari : F(x) =

Contoh : Tentukan renge dari f(x) = x2 untuk -2 < x <2 Penyelesaian : Grafik f(x) = x2

Dapat disimpulkan : (gof) (x) (fog) (x) Tidak berlaku hukum komutatif Berlaku hukum assosiatif {go(foh)}(x) = {9gof) oh} (x) Fungsi invers Perhatikan gambar di bawah ini :

Daerah hasil (renge) adalah 0 < x < 4 Komposisi Fungsi Fungsi f : A > B dan g : B > C maka fungsi h : A> C hal ini dapat ditentukan oleh rumus : h (x) = (g o f) = g (f(x))

x2 dan g(x) = x 2 x+3

- 22 -

Penyelesaian : f(x) =

x2 .. . y(x + 3) = x 2 x+3

Penyelesaian :
g [f(x)] = =
4

x +1 + 1 x +1 +1

maka :

yx x = -2 3y x(y -1) = -3y -2

y = x -2 .......... x = y + 2 g -1(x) = x + 2 3. Dari soal no. 2 tentukan : (gof)-1 (x) dan (f -1 o g -1) (x) g (f(x)) = g(

3x 2 x 1 3x 2 f- -1(x) = x 1
x=

02. Jika f(x) = 3x dan g(x) = 3x, maka 3 log [gof(x)] = .. (A) f(x) (D) 3f(x) (B) g(x) (E) 3log x (C) x

Penyelesaian :

UMPTN 90

x2 x2 )= -2 x+3 x+3 x 2 2x 6 = x+3 x 8 = x+3


x 8 x+3

(gof) = [(gof(x)] = 33x 3 log [gof(x)] = 3log 33x 3x = f(x) (Jawab A)

y =

smart learning center


x=

xy + 3y = -x-8 x(y +1) = -3y -8

3y 8 y +1

maka (gof)-1 (x) = (f


-1

o g -1) (x)

= f -1 (x + 2) =

3x 8 x +1

Sifat-sifat fungsi invers : 1. (fof -1)(x) = (f -1of) (x) 2. (gof)-1 (x) = (f -1 o g -1) (x) Contoh :

3( x + 2) 2 ( x + 2) 1 3x 8 = x +1

Definisi Barisan : Barisan bilangan : susunan berurut bilangan-bilangan yang mempunyai pola dan aturan tertentu. Tiap-tiap bilangan ini disebut dengan suku-suku barisan. A. Barisan Aritmatika Bentuk Umum a, a + b, a + 2b, a +3b Dari bentuk umum ini, kita definisikan barisan aritmatika sbb : * Barisan aritmatika ialah barisan yang mempunyai beda tetap antara setiap suku yang berurutan . * Bila diambil tiga suku berurutan, maka suku yang ditengah sama dengan jumlah suku pertama dan ketiga dibagi dua. Rumus :
Un = a + (n 1) b Dimana : U = suku ke-n an = suku pertama b = beda Un Un -1 B. Deret Aritmatika Yaitu jumlah dari suku-suku barisan aritmatika Bentuk Umum : a + (a + b) + ( a + 2b) + Rumus : Sn = 1/2 n (a + Un) = 1/2 n {2a + (n -1) b} Dimana Sn = jumlah n suku pertama n = banyaknya suku

BARISAN DAN DERET

01. Jika f(x) = x + 1 dan g(x) = Maka g [f(x)] adalah : (A) (B) (C) (D) (E)
4

x +1

x +2 x +1+1 x +1 x +1 +1 x +1 +1

- 23 -

Bagi deret aritmatika yang banyak sukunya ganjil, misalny = 2n + 1, maka suku tengah : Ut = Un + 1 = a + nb = 1/2 (a + U2n +1) dan S2n +1 = (2n + 1 ) Ut

Sn =

a ( | r | < 1) 1 r

C. Barisan Geometri Adalah suatu barisan yang apabila diambil tiga suku yang berurutan, maka kuadrat suku yang ditengah sama dengan hasil kali suku yang pertama dan ketiga. Bentuk Umum : a, ar, ar2, ar2 rumus :
Un = a r n - 1 Dimana : Un = suku ke- n a = suku awal r = ratio (perbandingan)

Contoh Soal : 01. Jumlah n bilangan positif genap yang pertama adalah 306. Dari bilangan-bilangan genap tersebut, jumlah 5 bilangan terakhir adalah : (A) 180 (D) 150 (B) 170 (E) 140 (C) 160 UMPTN 90
Penyelesaian : Deret : 2 + 4 + 6 +

smart learning center


Sn = Dimana : Sn = jumlah n suku pertama n = banyaknya suku untuk deret geometri dengan banyak suku ganjil, misalnya = 2n + 1 maka : suku tengah = Ut = Un + 1 = arn dan Ut = U1 . U2n + 1 + U2. U2n = U3. U2n 1

D. Deret Geometri adalah jumlah suku-suku dari barisan geometri bentuk umum : a + ar + ar2 + . + arn 1 Rumus :

a(2 r n ) a( r n 1 ) = 1 r r 1

E. DeretGeometri tak terhingga Adalah deret geometri yang mempunyai sukusuku yang terhingga banyaknya. Jika suatu geometri tak terhingga mempunyai perbandingan dalam batas-batas. -1 < r < 1 atau | r | < 1, maka Lim Sn n > ada nilainya, dan deret dikatakan konvergen. Deret geometri dengan | r |>1, dikatakan divergen. Untuk deret geometri yang konvergen jumlah seluruh suku-sukunya ialah :

n2 + n 306 = 0 ( n + 18(n 17 ) = 0 n = -18n = 17 Jadi n = 17 Jumlah 5 bilangan terakhir, S17 S12 = 306 12/2 [4 + (12- 1 ) 2] = 306 156 = 150 Jawab : D 02. Lingkaran L1 yang berjari R adalah lingkaran luar sangkar B1. Lingkaran L2 menyinggung sisi - sisi B1. dan merupakan lingkaran luar bujur sangkar B2. Demikian seterusnya dioperoleh barisan tak terhingga bbujur sangkar- bujur sangkar B1,B2 Jumlah luas semua bujur sangkar tersebut adalah : (D) 5R2 (A) 2R2 2 (B) 3R (E) 6R2 2 (C) 4R SIPENMARU 86 Penyelesaian : Lihat gambar

n [ 2a + (n 1) b] 2 n 306 = [ 4 + (n 1) 2] 2 n 306 = [ 2 + 2n) = n + n2 2


Sn =

- 24 -

Contoh :
1. 2-3 2. Sisi B1 : B12 = R2 = R2 2RR cos 90 = 2R2 =

1 1 = = 0,125 3 8 2

23 = 23-(-4) = 23+4 = 27 2 4

= 256

2R Luas = ( 2 R ) 2 = 2R2
R1 = Sisi B2 : B2 = (1/2 2 R )2 + (1/2 2 R )2 0 B2 = R Luas = R2

II. Eksponen Bilangan Rational = Pangkat tak sebenarnya = maksudnya bilangan dengan pangkat RUMUS-RUMUS Selain rumus 1 -6 di atas, maka berlaku juga : 1.
n

a m = am/n > a1/2 =


n

2. an = b < = = > a =

Contoh : 1. (a5)-3/2 = . a5 -3/2 = a -15/2 Deret : 2R + R S=


2 2 + .

1 a
15/2

= =

1 a 15 1

smart learning center


Jawab : C 2. (0,0001) -1

2R 2 a = 4R2 1 r 1 1/ 2

0,04 =

a7 a

EKSPONEN
1. Eksponen Bilangan Bulat Pengertian : Jika a R dan n B, maka : an = a . a . a .a

= (10 -4)-1 (0,2) 2 = 104. (0,2) = 2000

Dimana : a = bilangan pokok dari pemangkatan a = pangkat ( eksponen) Jika a, n B ( bil. Bulat ) maka berlaku : 1. am : an = am + n 2. am : n =

3. (am)n = amn 4. (ab)n = anbn 5. a-n =

am = am-n an

6. a = 1: 1 0

1 n2

III. PERSAMAAN EKSPONEN Adalah suatu persamaan dengan variabelnya merupakan pangkat dari bilangan pokok dari yang telah diketahui. Bentuk-bentuk persamaan eksponen 1. Bentuk af(x) = ag(X) Berarti : f(x) = g(x) 2. Bentuk af(x) = bf(x) ; (a 0) Berarti : f(x) = 0 3. Bentuk af(x) = bg(x) Berarti : f(x) . log a = g(x). log b 4. Bentuk f(x)g(x) = f(x)h(x) Berarti ada tiga kemungkinan (x)g(x) = f(x)h(x) ada tiga kemungkinan yaitu: a. g(x) = h(x) b. f(x) = 1 c. f(x) = -1 dengan syarat g(x) dan h(x) keduanya harus genap

- 25 -

5. Persamaan eksponen yang diselesaikan/dikem balikan kepada persamaan kuadrat

- Kemungkinan (3)

IV. FUNGSI EKSPONEN


Bentuk umum : f : x > ax atau y = f(x) = ax dimana : a > 0 dan a = 1 ini berarti bahwa nilai fungsi y = ax adalah selalu positifuntuk setiap x yang nyata (riel). Dengan kata lain, grafik fungsi yang = ax seluruhnya terletak diatas sb x. Lihat gambar

2x 5 = -1 > x = 2 Pemeriksaan : Untuk x = 2 > nilai dari x2 - x - 2 = 0 (genap) > nilai dari -x2 + 2x + 3 = 3 (ganjil) Karena yang satu genap dan yang atau ganjil, berarti x = 2 tidak memenuhi : HP = {-1,2 1/2,3} Jawaban : C

LOGARITMA
1. Pengertian - Menuliskan bilangan ac = b dapat dengan cara lain, yaitu : a log b = c - Syarat : a>0, b>0, a # 1 a = bilangann pokok (dasar) logaritma b = bilangan yang diambil logaritmanya c = hasil logaritma 2. Sifat-sifat logaritma 1. alog xy = alog x + alog y 2. alog x/y = alog x . alog y 3. alog xn = n alog x
n

Contoh Soal
01.Tentukan harga x yang memenuhi persamaan : 32x+2 + 8.33x -1 = 0 Penyelesain : 32x+2 + 8.33x -1 = 0 (3x)2. 32 + 83x -1 = 0 9(3x)2 + 8(3x2) - 1 = 0 Misalnya : .............. p = 3x 9p2 + 8p - 1 = 0 (9p- 1) + (p+1) = 0 P1 =

smart learning center


P2 = -1 > 3x = -1, tidak ada x yang meme nuhi. Maka penyelesaian : x = -2 02. himpunan penyelesaian dari persamaan : (2x-5) x x 2 = (x-5) x + 2 x +3 (A) (-1,2,2 , 3) (B) (-1,2,3) (C) (-1,2, 1/2,3) (D) (2,2 1/3,3) (E) (-1,2,31/2) Penyelesaian : - Kemungkinan (1) x2 - x - 2 = -x2 + 2x + 3 2x2 - 3x - 5 = 0 x = 2 1/2, atau x = -1 - kemungkinan (2) 2x-5 = 1 > x = 3
2 2

4. alog b 5.
10 e

log b log n

1 1 > 3x = , x = -2 9 9

log b = log b, log b = 1n b e = 2,71828 Sifat Khusus 1. alog 1 = 0 2. alog a = 1 3. alog an = n 4. a alog x = x Contoh Soal : 1. Tentukan a, jika 2log a= 4 2. log

1
3

10 2

= .............

Penyelesaian : 1.2log a = 4 = = = > a = 24 a = 16 2. log

2
3

= log 10 -2/3 = -2/3 3. Persamaan Logaritma Bentuk-bentuknya a. jika alog f(x) = alog P b. maka f(x) = P

10

= log

1 10 2 / 3

- 26 -

b. Jika alog f(x) = alog g(x) maka f(x) = g(x) > 0 c. Jika f(x) log g(X) = f(x)log h(x) maka : 1. g(x) = h(x) . 0 2. f(x) . 0 3. f(x) 1 d. Persamaan logaritma yang disesuaikan/ di kembalikan kepada persamaan kuadrat 4. Fungsi Logaritma Bentuk Umum : f : x > alog x atau y = f(x) = alog x (a > 0, a 1, x > 0) Grafik fungsi y = alog x seluruhnya berada di sebelah kanan sumbu x (lihat gambar)

smart learning center


MATRIKS
NOTASI MATRIKS
Matriks adalah susunan bilangan yang diatur menurut baris dan kolom, dimana susunan bilangan itu berbentuk persegi panjang atau bujur sangkar dan diletakkan pada suatu kurung besar. Suatu matriks dilambangkan dengan huruf besa, misalnya:

Hubungan fungsi Eksponensial dengan fungsi Logaritma bila : y = ax maka berarti : x = alog y Dengan kata lain, f(x) = ax dan f(x) = alog x adalah dua fungsi yang saling invers. Contoh : y = 2x dan y = 2log x Dengan grafik berikut :

Penyelesaian : 2(4log x)2 6(4log x/2) + 1 = 0 2(4log x)2 6(4log 4log2)) + 1 = 0 2(4log x)2 64log x + 4 = 0 Misalnya P = 4log x 2p2 6p + 4 = 0 p2 3p + 2 = 0 (p 1) (p 2)= 0 P1 = 1 > 4logx = 1, x1 = 4 P2 = 2 > 4log x = 2, x2 = 16 Maka : x1 + x2 = 4 + 16 + 20 02. Nilai x yang memenuhi persamaan : x--1log (x2 + 5) = x-1log (4x + 10) adalah : (1) -5 (3) 2 (2) -1 (4) 3 SKALU 79 Penyelesaian : x--1log (x2 + 5) = x-1log (4x + 10) syarat : 1. x2 + 5 = 4x + 10 x2 4x 5 =0 = = > x = -1 atau x = 5 Himpunan penyelesaian adalah irisan ketiga syarat, yaitu x = 5

1 4 5 A = 1 3 3 B = 7 2 8
Contoh Soal : 01. Jika x1 dan x2 memenuhi : 2(4log x)2 6(4log x/2) + 1 = 0 Maka x1 + x2 =............ (D) 12 (A) 2 (B) 4 (E) 20 (C) 8
SIPENMARU 87

a b c d

Ordo Matriks-matriks Sama Jika suatu amtriks terdiri dari a baris dan n kolom, maka matriks tersebut dikatakan ber ordo mxn

a11 a12 a13...... a1 a 21 a 22 a 23...... a 2n am 1 am 2 am 3 ...... amn


- 27 -

Dimana amn adalah elemen matriks pada baris ke m kolom ke n

4 2 3 2 4 a b A = B= C = 3 5 1 3 1 c d 6 7 8
Maka matriks A dan B berordo 3 x 3. Hal ini dapat dituliskan dalam bentuk : B2x2 C3x3 A2 x2 Matriks Sama Dua buah matriks dikatakan sama, jika ordonya sama dan unsur-unsur yang bersesuaian (seletak) juga sama. A=

Penjumlahan matriks Matriks-matriks yang dapat dijumlahkan hanya matriks-matriks yang mempunyai ordo yang sama.Contoh : 1. Diketahui

2 3 1 4 C= 4 5 3 2 1 1 3 B= 4 5 2 6 7 1
A= Tentukan : A + C, A + B Penyelesaian : A+C

a b c d

B=

e f g h

2 3 + 4 4

1 3 3 2 =

1 0 1 2

Bila A = B Maka, a=e c = g dan contoh : Diketahui :

A + B ( tidak dapat dijumlahkan ) sebab ordo A, ordo B, ordo A2x2, ordo B3x3 Pengurangan Matriks Pengurangan matriks A dengan B dilakukan dengan menjumlahkan A dengan negatif B. A B = A + (-B) Contoh : P=

b=f d=h

smart learning center


Tentukan x, y, z jika A = B Penyelesaian :

5 1 x + 1 A= 4 2x 1 3 B= 4 y 2

3 4 2

1 y +1 3 z 2 4

5 1 dan Q = 3 4

3 4 1 2

x + 1 5 1 3 4 2x 1 3 = 4 4 y 2 2

1 y +1 3 4 z 2

Tentukan P Q dan Q P Penyelesaian : PQ=

Maka: x + 1 - 3 x = 2 2x x = y + 1 4 1 = y + 1 y = 2 y=z2 2 = z 2 z = 4 Matriks Transpos Transpos matriks A dinyatakan dengan A' yaitu baris-baris matriks A menjadi kolom-kolom matriks A menjadi baris. Misalnya :

5 1 3 4 - = 3 4 1 2 3 4 5 1 QP= - = 1 2 3 4
Maka : P Q # Q P

2 3 4 6 2 3 4 6

Perkalian matriks dengan Bilangan Riel Untuk mengalikan matriks A dengan bilangan riel k, maka setiap elemen matriks A dikali dengan k (kA). Contoh : Diketahui : A=

6 1 2 4 1 1 A = 3 2 5 maka A1 = 2 2 7 z 6 7 9 4 5 9
Jika matriks Anxm maka matriks A transpos: A'nxm

1 3 2 8 B = 5 4 5 4

Tentukan 3A 2B = .

- 28 -

Penyelesaian : 3

1 3 2 8 + (-2) 5 4 5 4 16 3 9 4 15 12 + 10 8 =

- Determinan matriks ordo 2x2 Determinan dari A ditulis det (A) atau IAI Jika :

7 7 5 20

A=

Perkalian Matriks Matriks A dapat dikalikan dengan matriks B jika banyak kolom matriks A sama dengan banyak baris matriks B Amxn dan Bpxq maka : Amxn x Bpxq = Cmxq dimana n = p Contoh : 1. A2x3 . B3x3 = C2x3 C4x2 . B2x3 = C4x3 2.

a c a A = c

b maka det (A) atau IA)dalah : d b = ad bc d 5 7 2 3

Contoh :
A=

2 3 B= 4 5

Maka :

a b x ax + by = c d y cx + dy 1 2 B= 3 1 4 4

2 4 5 |B| = 2
|A|=

3 = 10 12 = -2 5 7 = -15 - (-14) = -1 3

3. Diketahui : A=

Determinan matriks ordo 3x3 Untuk menghitung determinan matriks 3x3 dengan aturan Sarrus Contoh : 1 A= 4 5 2 5 7 3 6 2 maka untuk mendapatkan IAI dipindahkan kolom pertama dan kedua ke kanan

1 2 3 2 4 1

smart learning center


1 2 1 2 3 AxB= 3 1 2 4 1 4 4 1 + 6 + 12 2 + 2 + 12 = 2 + 12 + 4 4 + 4 + 4 19 16 = 18 12
I = 1 2 3 1 2 4 5 6 4 5 5 7 2 5 7 = 1. 5.2 + 2. 6.5+ 3. 4. 7 5. 5. 3 7. 6. 1 2. 4. 2 = 10 + 60 + 84 - 75 - 45 - 16 = 21

Tentukan A x B Penyelesaian :

Matriks satuan I berordo 2 x 2 adalah :

1 0 0 1

Sifat-sifat perkalian matriks AI = A A2 = A . A A3 = A.A .A dst A.B B.A A . B = C maka D(AB) = D. C (AB)D= C. D A(B + C) = AB + AC (B + C)A = BA CA Determinan Matriks Hanya matriks bujur sangkar yang mempunyai determinan.

Invers Matriks Jika A dan B adalah matriks bujur sangkar dimana A . B = B .A = 1, maka B merupakan invers A dan A merupakan Invers B. Syarat matriks mempunyai bujur invers : I. matriks bujur sangkar II. Determinan tidak sama dengan nol A=

a b maka invers matriks A : c d d b 1 atau ad bc c a

A -1 =

- 29 -

A -1 =

1 A

d b c a

1 2 5 3 = 3 4 2 1
=

Jika ad bc = 0 atau det |A| = 0 maka matriks A tidak mempunyai invers. Dikatakan matriks singular sedangkan det |A| 0 dikatakan matriks non singular. Contoh :

1 2 3 4

1 3 2 5

3 4 1 A= maka A -1 = 98 a 2a 3 = 2
Diketahui : A=

3 4 2 3 4 3

1 4 3 + 10 3 8 9 + 20 5 13 11 29

A =

a a + 1 matriks A singular a 2a

Tentukan harga a Penyelesaian :

Penggunaan matriks untuk menyelesaikan sisitem persamaan linear Bentuk matrik diubah ke sistem persamaan linear

a a + 1 a 2a = 0,
2a2 a(a + 1) = 0 2a2 = a2 a= 0 a(a- 1) = 0 maka a = 0 dan a = 1 Sifat-sifat invers matriks A .A-1 = 1 A . B = C > B = A -1 . C A = C . B -1 Contoh :

2 1 x 3 1. = 3 4 y 6
Tentukan himpunan penyelesaian: - Persamaan matrik di atas dapat ditulis menja jadi : 2x + y = 3 |x 4| > 8x + 4y = 12 3x + 4y = 7 |x 1) > 3x + 4y = 7 5x =5 x =1 maka : 2x + y = 3 2(1) + y = 3 y =1 HP = (1,1) 1. Tentukan HP dari : x+y = 5 2x + 3y = 12 =

smart learning center


3 2 2 1 B = 5 3 A 2 1 1 2 3 4 1 2 = 3 4

Tentukan matriks A dan B Penyelesaian :


1

1 3 4

1 2 7 2 3 4

3 2 7 B = 2 1 4 1 2 7 1 = = 2 3 4 2 5 3 1 2 Ax = = 2 1 3 4

Dengan mempergunakan matriks :

1 1 x 5 2 3 y = 12 x 1 1 5 y = 2 3 -1 12

- 30 -

x 3 1 5 y = 1 1 12 x 3 y = 2
HP = (3,2) Pemakaian matriks untuk transpormasi geometri Jika P' ( x' y' ) adalah bayangan titik p (x, y) hasil transpormasi matriks :

Transformasi Identitas Pencerminan terhadap sb y Pencerminan terhadap garis y=x Pencerminan terhadap garis y=x Pencerminan terhadap garis y = -x Deletasi terhadap titik (o,k)

Matriks

a b c d maka : x a b x y = c d y
Pencerminan titik terhadap sumbu x bb:

1 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 k 0 0 k

Rotasi sebesar 0 terhadap titik 0 Perhatikan gambar dibawah ini :

smart learning center


P (x, y) > P' (x' y') Diperoleh : x' = x y' = -y atau x' = 1x + 0y y' = 0x + (-1) y dalam bentuk matriks dapat dibuat sbb: P (x,y) ................... P'(x',y') x cos sin x y = cos cos y

0 1 R (0,90) = 1 0
R (0,180)=

x' 1 0 x y' = 0 1 y
1 0 Mx = 0 -1 adalah matriks transpormasi pencerminan terhadap sumbu x

0 0 1 R (0,-90)= 1 0

0 1

> dan seterusnya TRANSFORMASI INVERS Jika suatu transformasi yang matriksnya a M= c memetakan titik p ke P' maka tranformasinya adalah invers matriks M (m-1) P' (x',y') ......P(x,y) b d

Dengan cara yang sama ditentukan matriks transpormasi lainnya :

x d b x' 1 y = ad bc c a y' - 31 -

Transpormasi tempat kedudukan Contoh : 1. tentukan bayangan garis 2x 3y + 4 = 0 oleh transpormasi yang berkaitan dengan 4 3 matrik : 3 2 penyelesaian : jika titik (a,b) terletak pada garis 2 - 3y + 4 = 0 maka 2a -3b + 4 = 0 ambil (a, b) ba yangan (a,b)

7 3 A= 4 2
A -1 =

2 3 1 1,5 = 14 12 4 7 2 3,5
1

a' 4 3 a b' = 3 2 b a 1 b = 8 9 2 3 a' 3 4 b'

Jawab : B 02. Peta dari (3,4) oleh transformasi rotasi dengan pusat (0,0) sebesar -90 adalah : (A) (-3,-3) (D) (4,3) (E) (-3,-4) (B) (4,-3) (C) (-4,-3) SKALU 78 No. 4 Jawab : C

STATISTIKA
Penyajian data dalam bentuk diagram : 1. Diagram batang (histogram) 2. Diagram garis (poligon) 3. AC Diagram lambang (piktogram) 4. Diagram lingkaran 5. Diagram distribusifrekuensi kumulatif (ogive) Contoh : Nilai kuiz matematika siswa dalam bulan Januari adalah sebagai berikut : Minggu Nilai I 30 II 20 III 15 IV 40

smart learning center


x' 2x - 1 y' = x
x' - 2y' -1 dan y' = x eliminasi x dan persamaan diatas maka diperoleh : x' - 2y' +1 = 0, jadi petana adalah : x - 2y +1 = 0 Contoh Soal : 7 3 01. Invers matriks adalah 9 2 Diagram batang dan garis disajikan sbb:

Maka : a = -2 + 3b b = 3a 4b 2 (-2a + 3b) - 3(3a' 4b') + 4 = 0 18b' 13b + 4 =0 ........ a' = x dan b' = y 18y 13x + 4 = 0 2. Tentukan peta dari y - 2x + 1 = 0 oleh transformasi pencerminan terhadap garis y = x penyelesaian : y - 2x + 1 = 0 , maka y = 2x + 1 x' 0 1 x y' = 1 0 2x - 1

35 1 (A) 2 1 1 1,5 (B) 2 3,5 1 2,3 (C) 2 2,5

3 1 (D) 22 / 3 7 3 4 (E) 9 7 Diagram Lambang (piktogram) Data penghasilan PT. Takasima sebagai berikut: Tahun lambang Jumlah 1982 $$$$$ 5000 1983 $$$$ 4000 1984 $$$ 3000 1985 $$$$$$$$ 8000

SIPENMARU 84 Kode 31 No. 14

- 32 -

Catatan : $ mewakili 1000 Dollar Diagram Lingkaran Data Penjualan 5 jenis bahan bangunan dalam satu tahun pada suatu toko sebagai berikut : JENIS A B C D E JUMLAH 25 20 30 10 15

Maka mean :
x=

k n k
i i

Jangkauan = data terbesar data terkecil = xn- x1 Contoh : 1. Tentukan Me, Mo dan k dari data : 2, 3, 1, 7, 6, 3, 4, 5, 3, 7, 6 Penyelesaian : Urutan data sebagai berikut : 1, 1, 2, 3, 3, 3, 4, ,5, 6,6, 7, 7 3+4 = 3,5 Maka : Me = 2 Data yang paling tengah adalah 3 dan 4 Mo = 3 (yang paling sering muncul) 1+1+ 2 + 3 + 3 + 3 + 4 + 5 + 6 + 6 + 7 + 7 x= =4 12 2. Nilai semester pelajaran Halimah : Fisika, Matematika, Biologi, Kimia, berturut-turut adalah 7, 8, 6, 9. Jika kreditnya berturut-turut : 3, 4, 2, 1 maka nilai rata-rata Halimah: Penyelesaian: X= =

Besar sudut pusat dapat ditentukan sbb : Sudut Pusat A = 25/100 x 360 = 90 Sudut pusat B = 20/100 x 360 = 72 Sudut pusat C = 30/100 x 360 = 108 Sudut pusat D = 10/100 x 360 = 36 Sudut pusat E = 15/100 x 360 = 54 Diagram Lingkaran sebagai berikut :

smart learning center


UKURAN PEMUSATAN Untuk data yang sederhana: x1, x2, x3, x4 ..............................xn maka : rrata-rata hitung (mean) (x) adalah : x=

x
n

k x k
i i

n = jumlah data

(7.3) + (8.4) + (6.2) + (9.1)

Modus (Mo) = Data yang paling muncul Median (Me) = Data tengah yang telah diurutkan menurut ukurannya Data dari nilai rata-rata hitung yang berlainan Bentuk data : x1 , x 2 , x 3 , x 4 ....... x n Maka : Nilai rata-ratanya (mean) :

3 + 4 + 2 +1 21 + 32 + 12 + 9 = = 7,4 9 3. Suatu data mempunyai nilairata-rata = 7 Ditambahkan dengan nilai data-data 8, nilai rataratanya menjadi 7,2 ditambah dengan data : 8,7, 9, 8, 7. Maka nilai rata-rata ................ Penyelesaian :

x=

n x n
i i

x1 = 7 x 2 = 8, n2 = 1
Maka : 7,2 =

7.n1 + 8 n1 + 1

Data yang mempunyai bobot (kredit) Bentuk umum : x1, x2,x3,x4 .............xn bobot kredit : k1, k2, k3,k4 .......kn

X=

7,2 (n1 + 1)= 7n1 + 8 0,2n1 = 0,8 n1 = 4 7.4 + 1.8 + (8 + 7 + 9 + 6 + 9 + 8 + 7) 1+ 4 + 7

- 33 -

X=

28 + 8 + 54 12

= 7,5

Data yang berfrekuensi Bentuk data sebagai berikut : Data : Frek : x1 f1 x2 f2 x3 f3 x4 fn

KUARTIL Suatu harga yang membagi data atas 4 bagian yang sama,sehingga terdapat 3 kuartil. Dicari dengan rumus : 1(n + 1) 01 = data ke 4 2(n + 1) 02 = data ke 4 3(n + 1) 03 = data ke 4 Dimana : n = banyak data = f
Catatan : 1 = kuartil bawah 2 = kuartil tengah = median 3 = kuartil atas jangkauan kuartil (RAK) = 3 1 Simpangan kuartil = 1/2(3 1) Contoh : Tentukan kuartil, RAK dan simpangan kuartil dari data: 1,1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 7 Penyelasaian : n = 12 12 + 2 1 = data ke 4 = data ke 3 1/4(antara data ke 3 dan 4) 3+2 1 = 2 = 2,5 2 = terletak pada data ke 6+7 = 6,5 2 3+4 = 3,5 2 = 2 3 = terletak pada daata ke 9 + 10 = 9,5 2 6+6 =6 3 = 2 RAK = 3 - 1 = 9,5 - 2,5 d = 1/2 RAK = 1/2 .3,5 = 1,75 Pembagian secara langsung 112 333 456 677 1 2 3

Maka rata-rata :

x =

x i fi f1

Contoh : Data nilai dari sekelompok siswa/i adalah sebagai berikut : Nilai Frek : 4 5 6 7 8 9 6 5 20 10 5 4

Dari data diatas tentukan : rata-rata median, modus, kuartil dan simpangan kuartil : Penyelesaian : 4(6) + 5(5) + 6( 20) + 8(5) + 9(4) + 7(10) Me = 6 + 5 + 20 + 5 + 4 + 10 = 6,3 Modus yang mempunyai frekuensi terbesar : Mo = 6 2(n + 1) Me = Q2 = data ke 4 n = f = 50 Q2 = data ke 25,5 Sehingga : Me = Q2 = 6 Q1 = data ke 12,73 (data ke 13) Q1 = 6 Q3 data ke 38,25 (dibulatkan 38) Maka: Q3 = 7 76 Qd = = 0,5 2

smart learning center

Distribusi frekuensi Data menttah adalah data yang belum diolah untuk itu susunan dari data tesebut dibuat berurut. Bila jumlah data yang akan diolah banyak, maka pengolahan data tersebut didistribusikan kedalam beberapa kelas. Menyusun data berdistribusi frekuensi

- 34 -

Perhatikan nilai dari 80 siswa ini sbb : 79 49 38 74 81 98 87 80 80 84 90 70 91 93 72 78 70 71 92 38 56 81 74 75 68 72 85 51 65 93 83 86 90 35 83 73 74 43 86 68 92 93 76 71 90 72 67 75 80 91 61 72 97 91 88 81 70 74 99 95 80 59 71 77 63 60 83 82 60 67 89 63 76 63 66 70 66 88 79 75 Dari data diatas, maka : Jangkauan = data terbesar - data terkecil = 99 35 = 64 Banyak kelas interval : Biasanya banyak kelas ini diambil 5s/d 15. Cara lain dapat digunakan aturan Sturges, yaitu : Banyak kelas = 1 + 3,3 log n = 1 + 3,3 log 80 = 7 (pendekatan) Panjang kelas interval (p) : P = =

Batas bawah kelas I ............. 40 Batas atas .............44 Batas bawah kelas II ........... 45 Batas atas 49 dst Kelas sesungguhnya : batas bawah dikurung 0,5 dan batas atas ditambah 0,5 untuk : Kelas I .............39,5 44,5 Kelas II ............ 44,5 49,5 Dst Panjang atau lebar Interval kelas : Perbedaan batas atas dengan sesungguhnya : Untuk contoh diatas : Panjang kelas (p) adalah : Kelas I .......44,5 39, 5 = 5 Kelas II .....44,5 49,5 = 5 dst jadi P setiap kelas sama yaitu = 5 batas bawah

jangkauan banyak kelas


64

Titik tengah (x1) Batas bawah ditambah batas atas dibagidua, daaari data diatas : Kelas I x1 = 40 44 2 = 42 dst

smart learning center


NILAI RATA-RATA

7 = 10 (pendekatan) Ambil ujung bawah interval pertama 31, maka diperoleh tabel sbb : Nilai Ujian Tabulasi Frek 31 40 2 41 50 3 51 60 5 61 70 14 71 80 24 81 90 20 91 - 100 12 Contoh : Berat dari sekelompok siswa/i dapat disusun sbb : Berat (kg) 40 44 45 49 50 54 55 59 60 - 64 Jumlah 4 10 16 12 8

x =

fi d f1

Dengan menggunakan rata-rata sementara : i f 1 fi d i x =M+p f1

x =M+

fi d

Data diatas terdiri dari 5 interval kelas. Interval kelas I ............ 40 44 Interval kelas II ............45 49 dan dst

Catatan : M = rata-rata sementara xi = titik dengan data fi = jumlah data (n) di = simpangan sementara di = xi M d di = i p

- 35 -

smart learning center


f Me
Kuartil : Q1 = Bo + p (1 / 2n.F )
f Q1

Maka data diatas dapat disusun kembali menjadi : kelas sesungguhnya fi xi di di 39,5 - 44,54 4 42 -10 -2 44,5 - 49,3 10 47 -5 -1 49,5 - 54,5 16 52 0 0 54,5 - 59,5 17 57 5 1 59,5 - 64,5 8 62 10 2 fi = 50 49.5 + 545 = 52 M= 2 Dari data di atas di dapat : fixi = 2650 fi = 50 fidi = 50 fiUi = 10 Maka : 2650 = 53 x= 50 50 x = 52 + 53 50 atau : 10 53 x = 52 + 5 + 50 modus : S1 Mo = Bo + p S1 + S 2 Median : (1 / 2n.F ) Mo = Bo + p

p=5 Mo = 49,5 + 5 = 52,5 6 6+4

- Median Kelas median = 49,5- 54,5 maka : Bo = 49,5 F = 4 + 10 = 14 FMe = 16 n = 50 p =5 (1 / 2(50) 14) Me = 49,5 + =5 16 = 52,9375 Contoh soal : 01. Tabel di bawah ini adalah tinggi dari 50 orang murid Tinggi (cm) Jumlah murid 140 - 148 5 149 - 157 20 158 - 166 15 167 - 175 10 Tabel di atas mempunyai modus sama dengan : (A) 155 (D) 153,2 (B) 155,25 (E) 156,75 (C) 155,50 Bank Soal Bimafika Penyelesaian ; Modus pada kelas interval ke-1 Mo = 148,5 + (157,5 - 148) ( 20 5) 15 + (20 15) (15) = 148,5 + 9 . (20) = 155,25 02. dalam suatu yang siswanya 80 orang diadakan ujian. Dari hasil ujian tersebut diperoleh hasil dalam bentuk distribusi frekuensi sbb: Nilai 31 - 40 41 - 50 51 - 60 61 - 70 71 - 80 81 - 90 91 - 100 Frekuensi 1 2 5 15 25 20 12

Dimana : Bo = batas bawah kelas (Mo,Me,1) F = Jumlah frekuensi sebelum kelas (Me,1) S1 = Frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi, kelas terdekat sebelumnya S2 = Frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi, Kelas terdekat sesudahnya fme = frekuensi kelas median fQ1 = Frekuensi kelas kuartil p = Panjang interval kelas n = banyak data fi Dari data diatas dapat ditentukan Modus : Kelas Modus = 49,5 - 54,5 Maka : Bo = 49,5 S1 = 16-10 = 6 S2 = 16-10 = 4

- 36 -

Maka dari data di atas, pernnyataaan yang benar dibawah ini adalah : (1) Panjang kelas = 10 (2) Nilai rata-rata = 76,625 (3) Mmodus =77,17 (4) Kuartil bawah = 55,5 Bank Soal Bimafika Penyelesaian : P = 40,5 - 30,5 = 10 (1) Sudah dida[pat (2) Sudah sendiri (3) Berusaha dikit lha dik . 1(n + 1) 1(80 + 1) Q1 = data ke = data ke 4 4 = data ke 20,25 Berarti pada kelas ke = 4 1 / 4.80(5 + 2 + 1) Q1 = 60,5 + 10 15 12 = 68,5 = 60,5 + 10 12 JAWAB : A

= disebut turunan pertama dari fungsi y = f(x) Turunan pertama dari fungsi y = f(x) diberi simbol dengan : dy df(x) =y= f(x) dx dx Turunan ke- 2 dari fungsi Y = f(x) d2y d 2 f(x) = y" = = f"(x) d2x dx 2

02. Laju perubahan fungsi f(x) pada x = a turunan f pada x = a Yang dimaksud dengan laju perubahan nilai fungsi y =f(x) pada x = a atau turunan f pada x = a adalah nilai dari dy/dx untuk x = a 03. Fungsi turunan dari f Fungsi turunan dari f adalah suatu fungsi yang didapat dari penurunan f. Untuk melakukan penurunan suatu fungsi y = f(x) berlaku rumus rumus berikut sbb : A. Turunan fungsi Aljabar : i Bila y = C ; ( c = konstanta) Maka : y = 0 ii Bila y = axn, (a.n = konstanta) Maka : y'anx iii Bila : y = ex (e = bilangan natural >) Maka : y' = ex iv Bila ; y = ax, ( a = konstanta) Maka : y' = ax. l na v Bila : y = l nx Maka : y' = 1/x

smart learning center


01. Laju perubahan: ide limit

HITUNGAN DIFFERENSIAL

B.

Andaikan suatu fungsi dirumuskan oleh : Y = f(x) , dengan x = variabel bebas dan Y = variabel tak bebas (lihat gbr diatas) X = perubahan pada x Y = perubahan pada yang (fungsi) Maka dalam hal ini : y Laju perubahan = X = dan :

Turunan fungsi Trigonometri : i Bila y = sin x, Maka y = cos x ii. Bila y = cos x, Maka y = -sin x iii Bila y = sinn x, Maka y = n sinn-1 x. Cos x iv Bila y = cosn x, Maka y = -n. cos n-1x sin x Sifat dan Rumus Khusus ( Udan V merupakan fungsi ) 1 y = U V = = = > y' = U' V 2 y = U . V = = = > y' = U' .V U.V' (U ' .V U.V ' ) U 3 y= = = = > y' = V V2 4 y = f(u) ; u = U(x); maka dy dy du y' = = dx du dx > (dalil rantai)

C.

[( x + x) f ( x)] x

f ( x + x) f ( x) y limit X = limit x L0

- 37 -

Contoh Soal : 01. Tentukan turunan pertama dari fungsi ; y = (4x2 3x + 2) jawab : Dengan menggunakan rumus (1.2 dan iii 4) mis : U = 4x2 3x + 2 > U' = 8x -3 y = U3 > dy/du = 3U2 jadi : dy dy du = dx du dx y' = 3 (4x2 3x + 2)2 (8x 3) 02. Turunan pertama dari fungsi : f(x) = x3 cosx, ialah ........ 04. Tafsiran Geometris Untuk Turunan andaikan titik (x1,y2) terletak pada grafik fungsi y = f(x). Garis adalah garis yang menyinggung grafik fungsi tersebut di titik (x, y) maka persamaan garis 1 adalah :
y y1 = a(x- x1) Dimana : m = Gradien garis singgung = f '(x) Contoh Soal : 04. Persaman garis singgung kurva : f = x2 + 4x 2 di titik (2,10) ialah : Penyelesaian : Gradien = m = f '(x) = 2x + 4, pada x = 2 =4+4 =8 Sehingga : y - 10 = 8(x - 2) y - 10 = 8x - 16 8x- y - 6 = 0 05. Aplikasi Fungsi Turunan Dalam Fisika Jika suatu benda bergerak, maka persamaan dari lintasannnya adalah merupakan fungsi dari waktu. Atau ; S = f (t) Dimana : S = lintasan, dan t = waktu maka diperoleh rumus : dS kecepatan ;V(t) = dt dV percepatan ; a(t) = dt d 2S = 2 dt

Contoh : 05. Sebuah benda bergerak dengan persamaan lintasan y = 3 sin 30t. y dalam cm dan t dalam detk. Maka setelah bergerakselama 2 detik, besarnya kecepatan benda ........ (A) 45 cm/det (D) 2 3 cm/det (E) 3 cm/det (B) 30 cm/det (C) 3 2 cm/det Penyelesaian : V (t) = 3.30 . cos 30t V (2) = 3.30 . cos 30(2) = 45 cm/det Jawab : A 06. Fungsi Naik dan Fungsi Turun * y = f(x) dikatakan fungsi naik, jika untuk setiap f(x1) < f(x2), maka f(x1) < f(x2) Atau : Jika x1 dan x2 dalam interval, maka : f'(x) > 0 * y = f(x) dikatakan fungsi turun, jika untuk setiap f(x) > f(x2) Atau : Jika x1dan x2 dalam interval, maka : f '(x) < 0
Contoh: 06. Tentukan harga x yang memenuhi agar fungsi y = x3 + 3x2 9x + 5 merupakan fungsi turun. Penyelesaian : y = 3x2 + 6x 9 fungsi turun, jika y < 0 3 (x2 + 2x -3) > 0 3(x - 1) (x + 3)< 0 Maka : -3 < x < 1 07. Nilai Stasioner : Ialah nilai suatu fungsi pada titik stasioner. Titik stasioner ada 3 yaitu : - titik maksimum - titik minimum - titik belok - Titik maksimum dan titik minimum biasa disebut ekstrim - Titik maksimum : Suatu fungsi y = f(x) akan mencapai nilai maksimum, bila f'(x) = 0 & f'' (x) < 0 - Titik minimum Suatu fungsi y = f(x) akan mencapai nilai minimum, bila f'(x) = 0 & f'' (x) > 0 - Titik belok Suatu fungsi y = f(x) dikatakan memb f'' (x) = 0, dan tanda interval dalam garis bilangan dikiri kana berlawanan.

smart learning center

- 38 -

Contoh soal :
07. Nilai maksimum dari fungsi : f(x) = x3 + 3x2 9x + 5 sama dengan : (A) -3 (D) 23 (E) 32 (B) 1 (C) 0 Penyelesaian : Syarat nilai maksimum : f'(x) = C f''(x) < 0 f'(x) = 3x2 + 6x 9 = 0 x2 + 2x 3 = 0 (x 3)(x 1) = 0 f'(x) = 6x + 6 x = 1 = = = > f'(1) = 12 > 0 (min) x = -3 = = = > f"(-3) = -12 < 0 (maks) maka nilai maksimum = f(-3) = 9-3)3 + 3(-3(2 9(-3) + 5 = -27 + 27 + 27 + 5 = 32 JAWAB : E 08. Menggambarkan Kurva : Untuk menggambarkan kurva y = f (x) perha Tikan langkah-langkah sbb : (syarat y = 0) 2 Tentukan titik potong kurva dengan sb y. (syarat x = 0) 3 Tentukan titik-titik stasioner kurva 4 Perhatikan interval naik turun kurva Contoh : 08. nilai maksimum fungsi f (x) = 2log (x + 5) 2log (3 x) adalah : (A) 4 (D) 15 (E) 16 (B) 8 (C) 12 UMPTN 90 Kode 51 No. 80 Penyelesaian : f (x) = 2log (x + 5) 2log (3 x) = 2log (x + 5) (3 x) = 2log (15 -2x x2)

smart learning center


1 Tentukan titik potong kurva dengan sb x.

Agar f(x) maksimum maka : 15 -2x x2 haus maksimum Anggap : 15 -2x x2 = g(x) g'(x) = -2 2x = = > (x = -1) maksimum = 15 2(-1) (-1)2 g(-1) = 16 f(x) maksimum = 2log 16 =4 Jawab : A 09. Ordinat salah satu titik pada grafik x3 x2 -x+1 J= 3 2 Mempunyai gradient 1 adalah : (D) 1 1/6 (A) 2 2/3 (B) 2 1/3 (E) 5/6 (C) 2 1/6 UMPTN 89 kode 11 No. 62 Penyelesaian : x3 x2 y = f(x) = -x+1 3 2 f'(x) = x2 - x 1 gradien ; a f'(x) = 1 = x2 - x 1 2x2 - x 2 = 0 (x 2) (x + 1) = 0 x = 2 , x = -1 8 x = 2 > y = - 2 2 + 1 3 1 = 3 1 1 + +1+1 x = -1> y = 3 2 1 =2 6 JAWAB : C

HITUNG INTEGRAL
1. Integral Anti Diferensial Mengintegralkan berarti mencari suatu fungsi semula yang turunannyadiketahui :

Notasi Integral tak tentu Jika suatu fungsi F(x) mempunyai turunan pertama f(x), maka :

f(x)dx = F(x) + C
- 39 -

f(x) = integral F(x) = fungsi awal atau fungsi primitive C = konstanta integrasi 2. Sifat Integral : 1 2 3

d f(x) = f(x) + C k. f(x) = k. f(x) dx [F(x) + g(x)}dx = f(x)dx + g(x)dx

3. Rumus-rumus Pokok Integral 1 2 3 4 5 6

1 x n +1 + C n +1 = = = > n -1 dx =

p f(x) = px + C 1/x dx = 1n + C ex dx = ex + C sin x dx = cos x + C cosx dx = sin x + C


1 (3 2 x + 2x + ) dx x Penyelesaian : 1 (3x 2 + 2x + ) dx = x 2 3x dx + 2x dx + 1/x dx = x + x + In x + C
3 2

Contoh : 03. Diketahui gradien garis singgung pada tiap titik (x,y)sebuah kurva ditentukan oleh : m = 3x (4 x) dan kurva melalui titik(-1,11) Maka diantara titik berikut, yang tidak dilalui kurva ialah : (A) (0,4) (D) (5,29) (B) (2,24) (E) (1,9) (C) (-2,36) Penyelesaian : dx = 3x (4 - x) = 12x 3x2 m= dy Diperoleh : Y = f(x) = 6x2 x3 + C (-1,11) > 6(-1)2 ( -a)3 + C = 11 6 + 1 + C = 11 C=4 Sehingga : F(x) = 4 + 6x2 x3 Substitusi tiap titik KUNCI : B b. Pada Fisika dS (t) = = > S(t) V (t) = dt = V(t)dt

smart learning center


= =

Contoh : 01. Tentukanlah :

dV (t) = = > V(t) a (t) = dt = a(t)dt


d 2 S (t) = = > S(t) dt 2

a (t) dt .dt

02. Tentukanlah persamaan fungsi : y = f(x) bila f'(x) = 3 4x dan f(3) = -3 penyelesaian : f(x) =

Contoh : 04. Bila kecepata dari suatu benda yang bergerak tiap saat t adalah V(t) = t2 + 2t, tentukanlah bentuk persamaan lintasan benda yang bergerak tersebut Penyelesaian :
S =

f (x) dx = (3 4x) dx
' 2

V dt = (t
3 2

+ 2t)dt

f(x) = 3x 2x + C f(3) = 3 . 3 - 2(3)2 + C = = > 6 maka f(x) = 3x 2x2 + 6 4. Beberapa penggunaan Intergral a. Pada Kurva : Yaitu merupakan kebalikan dari penggu naan diferensial (lihat tafsiran Geometris untuk turunan).Jadi bila gradien suatu kur va dititik P(x,y) diketahui maka,persamaan kurva tersebut dapat ditentukan :

= 1/3t + t + C, C = 0 S(t) = 1/3t3 + t2 Integral Parsiel & Pengintegralan Dengan Substitusi a. Integral Parsiel Bila u dan v dua buah fungsi, maka :

u dv = u . v - v. du
Bukti : y = u .v ...... y' = u' . v + v' . u u .v = y' - u' . v u dv = dy - v du

- 40 -

Maka :

u dv = d (du) v du u dv = u . v - v. du

x.cos (x

+ 2)dx = 1/2 cosu du

Contoh : 05.

x .sinx .dx = .............


Penyelesaian : Mis : u = x & dy = sin dx du = dx v = - cos maka : x. sin dx = =

= 1/2 sin u + C = 1/2 sin (x2 + 2 ) + C 6. Integral tertentu Bila fungsi F(x) dalam interval (a,b) mem punyai turunan = f(x) maka :

f (x) dx = F (x)]
a

= F (b) F (a)

udx = uv vdu x (-cos x) - (cos) dx

Sifat-sifat integral tertentu 1


2

= -x cos x + sin x + c 5. pengintegral DenganSubstitusi Contoh 06. Selesaiaknlah :


a a b

f (x) dx = f (x) dx f (x) dx = f (x) dx + f (x) dx


a c

a c

4 x dx = ......... II. x.cos(x + 2)dx = ...........


I.
2 2

Dimana: a < c < b Contoh : 07.


3

Penyelesaian : I. Substitusi : x = 2 sin u dx = 2 cos u du Sehingga :

(3x 5)
1

1 1 3 (3x 5)2 + 1]1 dx = . 3 2 +1

smart learning center


4 4 sin 2 u.2 cos u du
2

4 x 2 dx =

1 3 1 ( 4) (2) 3 9 9 64 8 = + =8 9 9 =

4cos u.2 cos u du = 4cos u du = (2 + 2 cos 2u ) du = 2u + sin 2u + C


=
2

7. Penggunaan Integral Tertentu : - Luas daerah dibawah kurva - Luas daerah diatara 2 kurva - Isi benda putar - Isi perputaran 2 kurva - Panjang busur suatu kurva a. Menghitung luas = L

= 2sin -1 x/2 - x

Catatan : x= 2 sin u > sin u = x/2

4 x2 +C 2

cos u =
4 x2 Sin 2x = 2sin x . cos x II.

4 x2 2

Luas yang dibatasi kurva y = f(x) dengan sumbu x, garis x = a dan garis x = b (daerah yang diarsir) ialah : L=

f (x) dx
a

x.cos (x

+ 2) dx = .............

Dimana : a = batas bawah b = batas atas

Substitusi : u =x2 + 2 du =2x dx

- 41 -

Contoh soal : 01. jika y = 1/3 (x3 + 3/x), maka :


2

4 + (dy/dx) 2 .dx = (D) 16/6 (E) 17/6 UMPTN 89 Kode 11 No. 72

(A) 13/6 (B) 14/6 (C) 15/6 b. luas daerah diantara dua kurva L=

[f x f x ] dy
1 2 a

* luas daerah antara kurva dengan sb- y L=


m

x dy

c. Menghitung isi benda putar

Penyelesaian : y = 1/3 (x3 + 3/x) = 1/3x2 x1 dy 2 x x-2 dx dy 2 = x4 2 + x4 dx 4 + (dy/dx) = x-4 x4 + 2 = (x2 + x2)2
2 1


1 1 2 2

4 + (dy/dx) 2 .dx (x 2 x 2 ) 2 .dx (x-2 + x2) dx

= =

smart learning center


Bila daerah yang dibatasi oleh kurva y = f(X0, sumbu- x ,garis x = a dan garis x = b, diputar mengililingi sumbu x, maka isi (volume) bangun yang terjadi : V= = [-1/2 + 8/3] - [-1 +1/3] =17/6 Jawab : E

= [-1/x + 1/3x3]21

[ f(y) ]
a

Analog dengan perputaran mengililinggi sumbuy, maka volume benda putaran sama dengan : V=

[ f(y) ] dx
a

02. Luas daerah yang dibatasi antara kedua kurva y = x + 2, dan y = x2 ialah : ....satuan luas : (A) 3,0 (D) 7,5 (E) 5,0 (B) 4,5 (C) 6,0 PPI 81 No. 26 Penyelesaian :

Isi perputaran antara 2 kurva : Jika suatu daerah yang dibatasi oleh kedua kurva y = f(x), maka diperoleh bangun dengan volume ialah : V=

[ f(y) ] - [ g(x) ] dx
2 a

C. Menghitung panjang busur : Panjang busur kurva y = f(x) yang dibatasi titik pada x = a dan x = b ialah : a=

1 + (dy/dx)2 . dx

Titik potong y1 = y2 x2 + 2 = x2 x2 - x - 2 = 0 x1 = -1, x2 = 2 L= b a ( y1 y 2 )dx =

(2 + x + x ).dx
2 1

- 42 -

= (2x +1/2x2 + 1/3x3)-12 = (4 + 2-8/3) (-2 +1/2 +1/3) = 8-3 1/2 = 4 1/2 JAWAB : B

VEKTOR
Vektor Bidang Datar (R2) Vektor adalah besaran yang mempunyai besar dan arah. Vektor di R2 mempunyai 2 komponen, misalnya : R (titik ujung) A (titik pangkal) AB + BC + CD + DA Pengurangan vektor a adalah vektor yang mempunyai besaran sama dengan a dan mempunyai arah yang berlawanan dengan . Misalnya ; B B

AB = a

Vektor yang sama A A

Dua vektor dikatakan sama jika besar dan arahnya sama :


b a= b

smart learning center


C
a+b

Penjumlahan Vektor Dua vektor dapat dijumlahkan dengan 2 cara : 1. Cara segitiga 2. Cara jajaran genjang 1. Cara segitiga

a=b AB = a BA = b AB = BA Contoh : a. b = a b AB AC = AB + ( AC )
= AB = CA AB. AC = AB

b a

Besaran vektor B(x2,y2)

2.Cara jajaran genjang

A(x1, y2) |AB| = | a | =

(x

x1

+ ( y 2 y1 )

Sudut antara dua vektor

Vektor Nol Merupakan vektor yang tidak mempunyai besaran dan arah yang tidak terdefinisi.

- 43 -

a+b=c c = a + b + 2 a b cos c = a + b + 2 a b cos Perkalian vector dengan skalar


2 2 2 2 2

disebut vvektor kolom Panjang vektor : |r|=


x 1 + y1 + z1
2 2 2

x 1 r = y1 z 1

2a

1/2 a

2 a adalah vektor yang besarnya dua kali besarnya vector a dan arahnya sama dengan a. 1/2 a adalah vektor a dan arahnya sama dengan vektor a. Vektor Dalam Ruang (R3) Perhatikan gambar di bawah ini :

Jika vektor posisi r membentuk sudut dengan sumbu x, sudut dengan sumbu y dan t dengan sumbu z, maka : x y Cos a = 1 ; cos b = 1 r r Cos t = z1 r Karena : x12 + y12 + z12 = | r |2 2 2 2 x1 y1 z1 + + 2 2 2 r r r Maka : cos2 + cos2 + cos2t = 1 Vektor Satuan Suatu vektor dikatakan vektor satuan jika panjang vektor tersebut adalah 1 Jadi vektor satuan r / | r |, dimana r dan vektor satuan r searah dan panjang r / | r | adalah 1

smart learning center


Vektor-vektor i, j dan k seperti terlihat pada gambar masing-masing panjangnya satu satuan. Sehingga : I = (1, 0, 0) ; j = (0, 1, 0); k =(0, 0, 1) Setiap vektor di R3 dapat dinyatakan kombinasi linier dari vektor i, j dan k . Misalnya titik P (x1, y1, z1) di gambar dalam ruang R3.

Contoh : a = 4i - 2j + 4k Tentukan vektor satuan a Penyelesaian : a = (4, - 2, 4) maka


a = 16 + 4 + 16 =6 Vektor satuan a = 4i 2 j + 4k 6 = 2/3 i - 1/3 j + 2/3 k Panjang vektor satuan a adalah : = 4 / 9 + 1/ 9 + 4 / 9

Jika vektor OP = r , maka : r = (x1, y1, z1). Juga dapat dituliskan dalam kombinasi linier : r = x1i + y1j + z1k catatan : r = (x1, y1, z1) disebut vektor baris

= 1 =1 Contoh soal : 01. a = 2 i + 2 j - k b = (4, 0 , -3) 2 c= 4 4

- 44 -

Penyelesaian : * a = 2 + 2 + (-1) = 9
a = 9 =3
* b = 16 + 0 + 9 = 25
b = 25 = 5
2
2 2 2 2

Bila p menyatakan vector posisi titik P yang membagi AB dengan perbandingan m : n atau : AB : PB = m : n Maka :
P =

mb + na m+n

* c = 4 +16 +16 = 36

c = 36 = 6
Perhatikan gambar di bawah ini :

Suatu titik P mebagi garis AB didalam dengan perbandingan m : n bila : AP : PB = m : n, maka AB dan PB mempunyai arah yang sama dan m dan n mempunyai tanda yang sama:

AP : PB = m : n atau

smart learning center


Jarak antara titik A dan titik Badalah : Dimana :
AB = BA

OA = (x1, y1, z1) OB = (x2, y2, z2) Maka vektor : x 2 x 1 AB = y 2 y1 z 2 z1

AP : AB = m : (m + n)

Rumus Perbandingan Dalam Bentuk Koordinat

x1 x 2 BA = y1 y 2 z1 z 2

AB = (x 2 x 1 ) 2 + (y 2 y1 ) 2 + (z 2 z1 ) 2

Jika P ( xp, yp, zp) membagi garis yang menghubungkan titik A(a, y1, z1) dan titik B(x2, y2, z2) dengan perbandingan m : n maka koordinat titik P adalah : m.x 2 + n. x 1 xp = m+n m.y 2 + n. y1 yp = m+n m.z 2 + n. z1 zp = m+n

Contoh : Jadi titik A(-1, 2, 3) dan B (-1, -4, -5) tentukan vektor posisi AB dan AB Penyelesaian :
1+1 AB = 4 2 = (0, -6, -8) 5 3

HASIL KALI SKALAR DARI DUA VEKTOR


Perkali skalar a dan b adalah bilangan riel . Jadi a = a1 i + b1 j +c1 k
b = a2 i + b 2 j +c2 k Maka ; a . b = a1a2 + b1b2 + c1c2

AB =

(0) 2 + (6) 2 + (3) 2

= 100 = 10 Rumus pembagian Dalam Bentuk Vektor

Contoh : a = 2 i 3j + 4 k b = i + j+ k a . b = 2. 1 + -3 . 1 + 4 . -2 = -5

- 45 -

SUDUT DIANTARA DUA VEKTOR


a = a1 i + b1 j +c1 k b = a2 i + b 2 j +c2 k

Misalnya c adalah proyeksi vector a ke vector b, maka :

c = a cos
> cos =
c=a

a.b a.b = (a . b) b . b b

a. b a.b

cos =

a. b a.b

c=

(a . b) b b
2

Contoh : Diketahui : a = 5 i + 10 j +2 k

Vector tegak lurus : Vector a tegak lurus terhadap vector b Jadi sudut = 90 a.b Maka cos 90 = a.b a .b = 0 Contoh : Tentukan besar sudut antara vector :

b = 3i + 4 j
Tentukan proyeksi vektor a terhadap vektor b Penyelesaian : a = (5, 10, 2) dan

b = (3, 4, 0) c = proyek a terhadap b


c=
(a . b) b b
2

smart learning center


a = i + j dengan vektor b = i 2 j +2 k Penyelesaian : a = (-1, 1, 0) dan b = (1,-2,2) a = 1+1+ 0 = 2 b= 1+ 4 + 4 =

a . b = 13 + 40 = 55

b = 25 = 5
c= (55) (3,4.0) 52 c = 2,2 (3 , 4, 0)= 6,61 + 8,89

9 =3

a . b = -1.1 + -2 . 1 + 2 . 0 = -3 a. b -3 cos = = 3 2 a.b

Contoh Soal:
01. Diketahui u = (2, -1, 1) dan v = (-1, 1, -1) vektor w yang panjangnya 1, tegak lurus pada

= -1/2 2 = 135

PROYEKSI SUATU VEKTOR PADA VEKTOR LAIN


Jika vektor a diproyeksikan ke vektor b , maka hasilnya adalah sebuah vektor yang searah dengan vektor b .

u dan tegak lurus pada v adalah : (A) (0, 0, 1) (B) (0, 1/2 2 , 1/2 2 ) (C) (0, -1/2 2 , 1/2 2 ) (D) (-2/3, 1/3, 2/3) (E) (2/3, 1/3, -2/3)
Penyelesaian :

u . w = 0 = 2a . b + c v . w = 0 a + b c

c = b 2a = b a a =0 b=c

- 46 -

w = (a, b, c) w= 1
= 02 + b2 + b2 1 = a 2 + b2 + c2 1 = 2b2 2 =c b = 1/ 2 = 2 J AWAB : B 02. Diketahui vektor a = 3i + e j + 3k , maka besar sudut yang dibentuk vektor a dengan sumbu y adalah : (A) 30 (D) 90 (E) 120 (B) 45 (C) 60 Penyelesaian : a = (3, 2, - 3 )

Suatu bidang datar dapat dibentuk oleh : 1. tiga titik yang tidak segaris

2. Satu garis dan satu titik diluar garis

3. dua garis yang berpotongan (sejajar)

a = 9+4+3 =4
Proyeksi a pada sumbu y adalah (0, 2, 0) = b

Jarak titik dan garis :


Jarak suatu titik pada garis adalah panjang garis tegak lurus yang ditarik dari titik itu pada garis tersebut.

b=2
Jadi : cos = = a. b a.b

smart learning center


0+4+0 4.2 = 1/2 = 30 JAWAB : A AA tegak lurus pada garis 1, maka d adalah jarak titik A pada garis 1. Jarak suatu titik pada bidang Jarak suatu titik pada bidang adalah panjang garis yang tegak lurus dari titik itu pada garis tersebut.

RUANG DEMINSI TIGA


A. - Bidang Datar - Hubungan Antara * titik dan garis * titik dan bidang * garis dan bidang * garis dan garis Bidang Datar : Bidang atar biasanya dilambangkan dengan jajaran genjang.

AA' tegak lurus pada garis U, maka d adalah jarak titik A pada garis U.

Hubungan garis dan Bidang :


Sebuah garis dapat : - menembus bidang - terletak pada bidang - sejajar pada bidang 1. Suatu garis menembus bidang bila garis dan bidangnya hanya mempunyai 1 titik sekutu.

- 47 -

a dan b dua garis yang saling bersilangan, PQ tegaklurus pada garis a dan garis b, maka d jarak garis bersilangan a dan b

Contoh contoh :
Jika suatu garis tegak lurus pada suatu bidang, maka garis itu akan tegak lurus pada setiap garis pada bidang itu. Pada kubus ABCD,EFGH yang mepunai rusuk a. tentukan : a. Panjang diagonal bidangnya b. Panjang diagonal rusuknya c. Jarak titik A pada garis BD d. Jarak titik A pada bidang EBD e. Jarak garis bersilangan BD dan AB Penyelesaian : 2. Suatu garis terletak pada suatu bidang bila garis dan bidang paling sedikit mempunyai 2 titik sekutu. a.Diagonal bidang keluarkanlah salah satu sisi dari kubus tersebut seperti berikut :

3. Suatu garis dikatakan sejajar dengan bidang bila dua titik yang berbeda pada garis mempunyai jarak sama terhadap bidang.

smart learning center


Hubungan 2 garis : Dua garis pada ruang kemungkunan yaitu : 1 Berpotongan 2 Sejajar 3 Bersilangan
b.Diagonal ruang Kelurkan segitiga ACG, seperti pada gambar berikut : mempunyai tiga

Dengan mengggunakan teorema Phtagoras maka diperoleh : AC2 = AB2 + BC2 = a2 + a2 = 2a2 Maka diagonal bidang AC = a 2

Dengan menggunakan teorema Phtagoras Maka diperoleh: AG2 = AC2 + CH2 = 2a2 + a2 = 3a2 Maka diagonal ruang AG = a 3

Jarak dua garis bersilangan

c. jarak titik A pada garis BD Kelurkan bbujur sangkar ABCD, seperti pada gambar dibawah ini :

- 48 -

Sifat : Diagonal bidang suatu bujur sangkar saling membagi dua dan saling tegak lurus. Maka jarak titik A pada BD adalah : 1/2a 2 d. jarak titik A pada bidang EBD Keluarkan segitiga ATE seperti pada gambar berikut :

Proyeksi garis pada bidang :


Adalah garis yang menghubungkan proyeksi kedua titik ujung dari garis yang diproyeksikan .

Maka titik A pada bidang EBD adalah AT'. Dengan mempergunakan rumus perbandingan, maka : a AT ' sin a = = 1/2a 6 1/2a 2

2. Sudut antara garis dan bidang Lihat gambar di bawah ini :

AT' =

a .1/2 a 2 1/2 a 6

smart learning center


Bila a' proyeksi a pada bidang U dan a sudut antara a da a, maka a sudut antara garis a dan U atau : sudut antara garis dan bidang adalah sudut yang dibentuk garis itu dengan proyeksinya pada bidang. 3. Bidang V dikatakan sejajar dengan bidang U.Jika garis yang tegak lurus terhadap V tegak lurus terhadap U. Jarak garis bersilang BD dan AG adalah TT' Dengan menggunakan rumus perbandingan maka : a TT ' sin a = = a 3 1/2a 2

= 1/3 a 3 e. jarak garis bersilang BD dan AG Keluarkan segitiga ACG seperti pada gambar berikut :

AT' =

a .1/2 a 2 1 3

Sudut antara dua bidang :

= 1/6 a

B. - Proyeksi titik dan garis pada bidang - Sudut antara garis dan bidang - Hubungan antara dua bidang 1. Proyeksi titik pada bidang : adalah titik tembus dari garis yang melalui titik dan tegak lurus pada bidang

- 49 -

h = perpotongan bidang U dan V L pada U dan tegak lurus pada h m pada V dan tegak lurus pada h. Bila a sudut antara L dan m, adalah sudut antara bidang U dan V. Contoh : Pada kubus ABCD, EFGh yang mempunyai panjang rusuk a, maka tentukanlah sudut antara : 1. AH dan bidang BDHF 2. Harga tg sudut yang membentuk BDG dan ABCD Penyelesaian : 1. Sudut antara AB dan BDHF

Contoh Soal 01. ABC terletak pada busur sebuah lingkaran ABC = u/2 adalah AB : BC = 1 : 3 jika busur AB adalah u, maka keliling itu : (A) 1 + 3 (D) (3+ 3 ) 3
(B) 3 + 3 (C) 7 + 3 UMPTN 90 (IPA) Kode No. 1 (E) 3(3 + 3 )

Penyelesaian :

AC2 = 12 + ( 3 )2 =4 AC = 2 K =1+ 3 +2 Proyeksi AH pada BDHF adalah HT maka : sin a = 1 2 a 2 = = = > a = 30 1/2 a 2 =3 3 JAWAB : B 02. ABCD adalah empat persegi panjang pada bidang horizontal, dan ADEF adalah empat persegi panjang pada bidang vertikal. Jika panjang AF = 3 cm, BC = 4 cm, dan CE = 7 cm. A dan adalah sudut antara BE dengan bidang ABCD dan bidang ADEF, maka tg a .tg = . (A) 3/ 35 (B) 5/ 35 (C) 4/ 35 Tg sudut yang dibentuk BDG dan ABCD, HD perpotongan bidang BDS GT pada BDG dan tegak lurus BD a sudut antara GT dan CT, maka : a sudut antara BDG dan ABCD. Tg sudut yang dibentuk BDG dan ABCD, HD perpotongan bidang BDS dan ABCD dimana : GT pada BDG dan tegak lurus BD CL pada ABCD dan tegak lurus BD a sudut antara GT dan CT, maka : a sudut antara BDG dan ABCD. a tg a = = 2 1/2 a 2 (D) 4/ 21 (E) 5/ 21

smart learning center

Penyelesaian :
DC2 = DC = DB = DB =
2 2

7 2 3 2 = 40 40 = 2 10 ) 42 + ( 40 ) 2 56 = 2 14
2

BE = 3 + ( 56 ) 2 = 65 BE = 65 tg a DC 3 3 14 = = x DB 2 14 2 14 14 = 3 14 28

- 50 -

AE2 = 42 + 32 = 25 AE = 25 = 5 tg = AB 40 = AE 5 3 14 tg a .tg = x 28 3 = 560 140 12 = 35 140 3 = 35 = 35

Contoh :

01. Lim
x >0 40 5 Lim x >0 2 Lim
3 35

sin 2x = ......... 2x 2 sin 2x = ......... 2x sin 2x =3 2x


sin 3x = ......... tg 2x

x >0 02. Lim x >0

LIMIT
Limit fungsi : 01. Lim (x2 + 2x + 3) = x >1 12 + 2(1) + 3 = 6 02. Lim x >-1 x2 2 = x+2
Lim

3 sin 3x 2x = 2 3x tg 2x
2x sin 3x . Lim tg 2x 3x x >0

3/2 Lim x >0 = 3/2

smart learning center


(-1) 2 2 = 3 -1+ 2

Limit menuju tak hingga


Lim x >~ Lim x >~ Lim x >~
x 2 + 2x + 3 = 4x 2 + 5x 1 + 2/x + 3/x 2 = 4x 2 + 5x 2

03. Lim x >2 Lim x >2

x2 4 = x-2
(x - 2) (x + 2) = (x - 2)

1 + 2/x + 3/x 2 = 1/ 4 4 + 5/x

Lim (x+2)= 4 x >2 Limit fungsi Trigonometri Lim sin x x = Lim =1 x sin x x >0 x >0 Lim

tg x x = Lim =1 x tg x x >0 x >0

y = f(x) y + y = f(x +x) y = f(x +x) - f(x) y f (x + x) f(x) = x x (laju perbulan y terhadap x) f (x + x) f(x) Lim y = Lim x x >0 x >0 (lihat laju perubahan y terhadap x) atau : dy/dx = f'(x) (turunan fungsi yang terhadap x)

- 51 -

Contoh : 01. y = x2 y + y = (x +x)2 y = 2x . x +(x)2 y = 2x + x x


Lim y = Lim (2x + x) x >0 x >0 dy/dx = 2x y = xn > dy/dx = nx n -1 02. Lim x >~ (A) -1 (B) 2 (C) 0 03. Lim x >-1 (A) -1 (B) -2 (C) 0
2x 2 4 = x2 + x

(D) 1 (E) 2x 2 + x 1 = x +1 (D) 1 (E) tg 10 x sin 5x

smart learning center


04 Lim x >0 (A) 0 (B) 2 (C) 1/2 JAWAB : 02. B 03. C 04. B (D) 10 (E) 1

- 52 -

smart learning center