Anda di halaman 1dari 23

LANGKAH-LANGKAH PERHITUNGAN

A. PENENTUAN VOLUME DALAM SATUAN MOBIL PENUMPANG (smp)


Karena volume lalu lintas terdiri dari campuran dari berbagai jenis kend dan terdapat pula
kendaraan belok kanan dan kiri, maka volume LL diolah dahulu (faktor ekivalensi)
Arah Gerakan Kendaraan

Faktor Ekivalensi Kend thdp arah gerakan dan


Kend. Komersil

Belok Kanan

1.6

Belok Kiri

1.4

Lurus

1.0

Kendaraan Komersil

1.5

Apabila faktor yg terdapat dlm tabel dimasukkan pd volume persimpangan, maka menjadi :
Kaki persimpangan C (Lajur 5)
Belok Kanan
Total 615 kendaraan/jam

Lurus
Belok Kiri

Kaki persimpangan D (Lajur 6)


Belok Kanan
498

Lurus
Belok Kiri

Kaki persimpangan A (Lajur 1)

Kaki persimpangan A (Lajur 2)

Belok Kanan

Belok Kanan

Lurus

485

Lurus

Belok Kiri

Belok Kiri

Kaki persimpangan B (Lajur 3)

Kaki persimpangan B (Lajur 4)

Belok Kanan

Belok Kanan

Lurus
Belok Kiri

685 Lurus
0

Belok Kiri

Catatan :
Volume Perencanaan diambil volume yang terbesar dari masing-masing phase , yaitu :
Jurusan C - D

V1 = 615 Kend/Jam

Jurusan A - B

V1 = 685 Kend/Jam

1300 Kend/Jam

604

PHASE I, JALUR C - D

LAJUR 2

485
=
505

498

685

LAJUR 3

615

604

LAJUR 4

LAJUR 5

LAJUR 1

LAJUR 6

Vol. Terbesar

PHASE II, JALUR A

505

LAJUR 2

PHASE II, JALUR A - B

492

505

512

692

LAJUR 3

622

611

LAJUR 4

LAJUR 5

LAJUR 1

LAJUR 6

sar

PHASE I, JALUR C - D

Vol. Terbesar

PHASE II, JALUR A - B

Vol. Terbesar

D. PENENTUAN DELAY TIAP KENDARAAN


Perhitungan delay utk setiap lajur adalah sbb :

Delay utk Lajur 1


Data waktu
G2 :

Data Volume

48 detik

VII (Rcn) :

0.196 kend/detik

K2 : 5.2 detik

V1 :

0.138 kend/detik
2.10 kend/detik

C :

92 detik

h :

d1

d1

3.509

92

x 0.000

0.515
0.138

det/kend

Bagian panjang siklus yg efektif hijau ( 2 ) pada phase II (A-B)


2 :

G2 -

K2

48

5.2

92

= 0.465

Derajat pengaliran untuk kaki persimpangan 1 (X 1 ) pada phase II (A-B)


X1 :

V1
2 x

0.138
0.465 x 0.476

= 0.623

Aliran Jenuh maksimum (S), kend/jalur/det


S

0.476

2.10

kend
det

MENCARI NILAI A
A

=
2

X1

=
)

0.465

0.465

0.515

0.201

0.623 )

MENCARI NILAI B
B

X12

=
2

X1

0.623

=
)

12.7

0.623 )

MENCARI NILAI F
M = V1 x

Interpolasi 1

0.138 x

92

10

12.701

20

100

100

20

- 10

=
12.701 - 10

2 = 0.4

6.190

Interpolasi 2
20

10

- 10 =

12.701 - 10

12.701

20

2 = 0.6

2 =

0.4 <

0.465 < 0.6

2 =

0.4 <

0.465 < 0.6

Nilai F = hasil interpolasi 1 +


X

5.730

0.515
d1

92

0.201 +

100
)

20.924

6.190 +

5.730

5.960

0.138
d1

100

det/kend

Delay utk Lajur 2

Data waktu

Data Volume

G2 :

48 detik

VII :

0.191 kend/detik

K2 : 5.2 detik

V2 :

0.142 kend/detik

h :

2.10 kend/detik

92 detik

Bagian panjang siklus yg efektif hijau ( 2 ) pada phase II (A-B)

92

x 0.000

)
0.142

d2
C :

100

0.576
d2

4.050

det/kend

x
100

2 :

G2 -

K2

48

5.2

= 0.465

92

Derajat pengaliran untuk kaki persimpangan 1 (X 1 ) pada phase II (A-B)


V2
X2 :

0.142
=

2 x

= 0.642
0.465 x 0.476

Aliran Jenuh maksimum (S), kend/jalur/det


1
S

kend

=
h

0.476

2.10

det

MENCARI NILAI A
A

0.465

0.465

0.576

=
2

X2

=
2

0.204

0.642 )

MENCARI NILAI B
B

X12

=
2

0.642

=
-

X2

0.642 )

MENCARI NILAI F
M = V2 x

0.142 x

92

= 13.08

Interpolasi 1
20

10

- 10

13.084

20

=
13.084 - 10

Interpolasi 2

6.075

2 =

2 = 0.4

10

13.084

20

0.4 <

0.000 < 0.6

20

- 10 =

13.084 - 10

2 =

2 = 0.6

0.000 < 0.6

0.4 <

Nilai F = hasil interpolasi 1 +


X

5.692

Delay utk Lajur 3

0.000 +

0.000

0.000

( 1 A
Data waktu

Data Volume

4.863
d3

G2 :

48 detik

VII :

0.191 kend/detik

K2 : 5.2 detik

V3 :

0.203 kend/detik

92 detik

h :

92

x 0.249

2 ( 1 )

0.203
d3

C :

#REF!

MENCARI NILAI B

det/kend

2.10 kend/detik
B

X32

3 )

2 ( 1 - 3 x X3 )
Bagian panjang siklus yg efektif hijau ( 2 ) pada phase II (A-B)
3 :

G2 -

K2

48

5.2

0.4 <

0.465

= 0.465

92

0.914
=
X3 )

Derajat pengaliran untuk kaki persimpangan 1 (X 1 ) pada phase II (A-B)


V3
X3 :

0.203

=
3 x

Aliran Jenuh maksimum (S), kend/jalur/det

= 0.914

0.465 x 0.476

Nilai F = hasil interpolasi 1 +

1
=

=
2.10

kend

= 10.411 < 0.6

det

= 11.343

0.476
=

0.4 <

0.465

MENCARI NILAI F
M = V3 x

0.203 x

92

= 18.63

Interpolasi 1
20

10

- 10

10

13

13

18.630

20

2 = 0.4

100

100

Interpolasi 2

10.411

12.274

12

< 0.6

=
18.630 - 10

13

10

10

18.630

20

20

- 10 =

18.630 - 10

12

14

14

12.274

2 = 0.6

14

12

Delay utk Lajur 4

MENCARI NILAI A
( 1 A

Data waktu

Data Volume

1.761
d4

G2 :

48 detik

VII :

0.191 kend/detik

K2 : 5.2 detik

V4 :

0.180 kend/detik

92 detik

h :

92

x 0.230

2 ( 1 )

0.180
d4

C :

#####

MENCARI NILAI B

det/kend

2.10 kend/detik
B

X42

4 )

2 ( 1 - 4 x X4 )
Bagian panjang siklus yg efektif hijau ( 2 ) pada phase II (A-B)
4 :

G2 -

K2

48

5.2

0.4 <

0.465

= 0.465

92

0.813
=
X4 )

Derajat pengaliran untuk kaki persimpangan 1 (X 1 ) pada phase II (A-B)


V4
X4 :

0.180

=
4 x

Aliran Jenuh maksimum (S), kend/jalur/det

= 0.813

0.465 x 0.476

Nilai F = hasil interpolasi 1 +

1
=

=
2.10

kend

8.032 < 0.6

det

8.360

0.4 <

0.465

0.476
=

MENCARI NILAI F
M = V4 x

0.180 x

92

= 16.56

Interpolasi 1
20

10

- 10

10

10

16.560

20

2 = 0.4

100

100

Interpolasi 2

8.032

8.688

< 0.6

=
16.560 - 10

10

10

16.560

20

12

20

- 10 =

16.560 - 10

10

10

8.688

2 = 0.6

10

Delay utk Lajur 5

MENCARI NILAI A
( 1 A

Data waktu

Data Volume

4.847
d5

G1 :

45 detik

VI :

0.171 kend/detik

K1 : 6.3 detik

V5 :

0.183 kend/detik

92 detik

h :

92

x 0.273

2 ( 1 )

0.183
d5

C :

#####

MENCARI NILAI B

det/kend

2.10 kend/detik
B

X52

5 )

2 ( 1 - 5 x X5 )
Bagian panjang siklus yg efektif hijau ( 2 ) pada phase II (A-B)
5 :

G1 -

K1

45

6.3

0.4 <

0.421

= 0.421

92

0.914
=
X5 )

Derajat pengaliran untuk kaki persimpangan 1 (X 1 ) pada phase II (A-B)


V5
X5 :

0.183

=
5 x

Aliran Jenuh maksimum (S), kend/jalur/det

= 0.914

0.421 x 0.476

Nilai F = hasil interpolasi 1 +

1
=

=
2.10

kend

= 10.948 < 0.6

det

= 11.790

0.476
=

0.4 <

0.421

MENCARI NILAI F
M = V5 x

0.183 x

92

= 16.84

Interpolasi 1
20

10

- 10

10

13

13

16.841

20

2 = 0.4

100

100

Interpolasi 2

10.948

12.632

12

< 0.6

=
16.841 - 10

13

10

10

16.841

20

20

- 10 =

16.841 - 10

12

14

14

12.632

2 = 0.6

14

12

Delay utk Lajur 6

MENCARI NILAI A
( 1 A

Data waktu

Data Volume

1.137
d6

G1 :

45 detik

VI :

0.171 kend/detik

K1 : 6.3 detik

V6 :

0.151 kend/detik

92 detik

h :

92

x 0.245

2 ( 1 )

0.151
d6

C :

#####

MENCARI NILAI B

det/kend

2.10 kend/detik
B

X62

6 )

2 ( 1 - 6 x X6 )
Bagian panjang siklus yg efektif hijau ( 2 ) pada phase II (A-B)
6 :

G1 -

K1

45

6.3

0.4 <

0.421

= 0.421

92

0.752
=
X6 )

Derajat pengaliran untuk kaki persimpangan 1 (X 1 ) pada phase II (A-B)


V6
X6 :

0.151

=
6 x

Aliran Jenuh maksimum (S), kend/jalur/det

= 0.752

0.421 x 0.476

Nilai F = hasil interpolasi 1 +

1
=

=
2.10

kend

5.845 < 0.6

det

5.730

0.4 <

0.421

0.476
=

MENCARI NILAI F
M = V6 x

0.151 x

92

= 13.85

Interpolasi 1
20

10

- 10

13.851

20

Interpolasi 2

5.845

5.615

< 0.6

=
13.851 - 10

2 = 0.4

10

13.851

20

20

- 10 =

13.851 - 10

5.615

2 = 0.6

(lihat tabel 6,8, harga F)

(lihat tabel 6,8, harga F)

asil interpolasi 1 + hasil interpolasi 2


5.730

11.920 / 2

(lihat tabel 6,8, harga F)

(lihat tabel 6,8, harga F)

asil interpolasi 1 + hasil interpolasi 2


0.000

0.000 / 2

0.465

- 0.465 x

2 (

0.914

( 1 - 0.914

0.914

asil interpolasi 1 +
(lihat tabel 6,8, harga F)
= 0.249
)
4.863
hasil interpolasi
2 2
12.274 =

22.685 /

12
(lihat tabel 6,8, harga F)

0.465

- 0.465 x

2 (

0.813

( 1 - 0.813

0.813

asil interpolasi 1 +
(lihat tabel 6,8, harga F)
= 0.230
)
1.761
hasil interpolasi
2 2
8.688

16.720 /

9
(lihat tabel 6,8, harga F)

0.421

- 0.421 x

2 (

0.914

( 1 - 0.914

0.914

asil interpolasi 1 +
(lihat tabel 6,8, harga F)
= 0.273
)
4.847
hasil interpolasi
2 2
12.632 =

23.579 /

12
(lihat tabel 6,8, harga F)

0.421

- 0.421 x

2 (

0.752

( 1 - 0.752

0.752

asil interpolasi 1 +
(lihat tabel 6,8, harga F)
= 0.245
)
1.137
hasil interpolasi
2 2
5.615

11.460 /

6
(lihat tabel 6,8, harga F)

E. PENENTUAN PANJANG ANTRIAN TIAP LAJUR


Perhitungan Panjang antrian utk setiap lajur adalah sbb :

Panjang Antrian utk Lajur 1


Data waktu
RII :

44 detik

d1 :

3.509 detik

Data Volume

n1 =

V1 : 0.147 kend/detik

n1 =

0.147 x

44

2
3.748

+ ( 0.147 x 3.509 )

kendaraan

ATAU
n1 =

0.147 x

44

n1 = 6.4656 kendaraan
n1 =

(diambil yg terbesar)

Panjang Antrian utk Lajur 2

Data waktu
RII :

44 detik

d2 :

4.05 detik

Data Volume

n2 =

0.153 x

44

+ ( 0.153 x

4.05

V2 : 0.153 kend/detik
n2 =

3.973

kendaraan

ATAU
n2 =

0.153 x

n2 =

6.71

kendaraan

n2 =

kendaraan

44
(diambil yg terbesar)

Panjang Antrian utk Lajur 3

Data waktu

Data Volume

0.203 x

44

n3 =
RII :

44 detik

d3 :

#REF! detik

+ ( 0.203 x #REF! )
2

V3 : 0.203 kend/detik
n3 =

#REF! kendaraan

n3 =

10

n3 =

0.203 x

n3 =

8.91

kendaraan

ATAU
44

kendaraan

(diambil yg terbesar)

Panjang Antrian utk Lajur 4

Data waktu

Data Volume

0.180 x

44

n4 =
RII :

44 detik

d4 :

28.149 detik

+ ( 0.180 x 28.149 )
2

V4 : 0.180 kend/detik
n4 =
n4 =

9.027 kendaraan
8

(diambil yg terbesar)

kendaraan

ATAU
n4 =

0.180 x

n4 =

7.92

44

kendaraan

Panjang Antrian utk Lajur 5

Data waktu

Data Volume

0.183 x

47

n5 =
RI :

47 detik

d5 :

45.375 detik

+ ( 0.183 x 45.375 )
2

V5 : 0.183 kend/detik
n5 =

12.608 kendaraan

n5 =

10

n5 =

0.183 x

(diambil yg terbesar)

kendaraan

ATAU
47

n5 = 8.6036 kendaraan

Panjang Antrian utk Lajur 6

Data waktu

Data Volume

0.151 x

47

n6 =
RI :

47 detik

d6 :

28.323 detik

+ ( 0.151 x 28.323 )
2

V6 : 0.151 kend/detik
n6 =
n6 =

7.802 kendaraan
7

kendaraan

ATAU
n6 =

0.151 x

47

n6 = 7.0761 kendaraan

(diambil yg terbesar)